Pengaruh Kinerja Keuangan Perbankan dan Suku Bunga sebagai Variabel MOderasi terhadap Penyaluran Kredit Bank Perkreditan Rakyat PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERBANKAN DAN SUKU BUNGA SEBAGAI VARIABEL MODERASI TERHADAP PENYALURAN KREDIT BANK PERKREDITAN RAKYAT Muhammad Fido Wijayanto1. Intan Shaferi2. Ekaningtyas Widiastuti3 1,2,3 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Email : mfido@gmail. com1, intan. shaferi@unsoed. id2, widtyas@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan perbankan dan suku bunga sebagai variabel moderasi terhadap penyaluran kredit Bank Perkreditan Rakyat. Penelitian ini menggunakan data panel dari laporan keuangan Bank Perkreditan Rakyat yang berlokasi di Kabupaten Banjarnegara. Purbalingga. Banyumas. Cilacap, dan Kebumen pada tahun 2017-2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan mendapatkan total sampel sebanyak 24 bank selama 5 tahun pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: . CAR tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit, . DPK tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit, . NPL berpengaruh negatif terhadap penyaluran kredit, . LDR berpengaruh positif terhadap penyaluran kredit, . Suku bunga memoderasi pengaruh CAR terhadap penyaluran kredit, . Suku bunga memoderasi pengaruh DPK terhadap penyaluran kredit, . Suku bunga memoderasi pengaruh NPL terhadap penyaluran kredit. Implikasi pada penelitian ini yaitu bank diharapkan selalu memperhatikan kinerja keuangan perbankan, mematuhi Peraturan Bank Indonesia mengenai ketentuan tentang perbankan, dan menjaga tingkat penyaluran kredit kepada masyarakat. Kata Kunci: Capital Adequacy Ratio (CAR). Dana Pihak Ketiga (DPK). Non Performing Loan (NPL). Loan to Deposit Ratio (LDR). Suku Bunga. Kredit. ABSTRACT This research was conducted to analyze the effect of banking financial performance and interest rates as a moderating variable on lending to Rural Banks. This study uses panel data from the financial reports of Rural Banks located in Banjarnegara. Purbalingga. Banyumas. Cilacap and Kebumen Regencies in 2017-2021. The sampling technique used purposive sampling and obtained a total sample of 24 banks during 5 years of observation. Based on the results of research shows that: . CAR has no effect on lending credit, . DPK Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Kinerja Keuangan Perbankan dan Suku Bunga sebagai Variabel MOderasi terhadap Penyaluran Kredit Bank Perkreditan Rakyat has no effect on lending credit, . NPL has a negative effect on lending credit, . LDR has a positive effect on lending credit, . Interest rates moderate the effect of CAR on lending credit, . Interest rates moderate the effect of DPK on lending credit, . Interest rates moderate the effect of NPL on lending credit. The implication of this research is that banks are expected to always pay attention to banking financial performance, comply with Bank Indonesia regulations regarding banking regulations, and maintain the level of credit distribution to the Keywords: Capital Adequacy Ratio (CAR). Third Party Funds (DPK). Non Performing Loans (NPL). Loan to Deposit Ratio (LDR). Interest Rates. Credit PENDAHULUAN Lembaga keuangan memegang peranan penting dalam pembangunan perekonomian negara di sektor riil. Lembaga keuangan yang memegang peranan penting salah satunya adalah perbankan. Bank memiliki fungsi yaitu sebagai lembaga keuangan yang menghimpun, mengatur, mengelola, dan menyalurkan dana dari dan ke masyarakat (Sari & Yuniningsih, 2. Salah satu kegiatan yang tidak bisa lepas dari perbankan adalah kredit. Pengertian dari kredit adalah sebagai pengiriman uang dan tagihan berdasarkan kesepakatan antara kreditur dan debitur serta wajib melakukan pengembalian dana dengan biaya tambahan berupa bunga dalam jangka waktu tertentu (Sari & Yuniningsih, 2. Kredit adalah kegiatan penyaluran dana yang dilakukan antara pemilik dana kepada pihak yang memerlukan dana. Alokasi dana tersebut didasarkan pada kepercayaan yang dimiliki oleh kedua belah pihak yang melakukan kesepakatan (Sinaga & Masdjojo. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Indonesia sebagian besar terletak di daerah pedesaan . ecamatan dan kabupate. dan mereka menyediakan produk dan layanan terbatas yang tidak rumit dibandingkan bank umum. Bank memberikan pengukuran untuk kegiatanya (Shaferi, 2. Bank-bank ini menyediakan rekening tabungan dan deposito untuk layanan pendanaan dan pinjaman untuk layanan pembiayaan. Bank dengan risikonya, maka memerlukan keterlibatan Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Kinerja Keuangan Perbankan dan Suku Bunga sebagai Variabel MOderasi terhadap Penyaluran Kredit Bank Perkreditan Rakyat berbagai pihak agar kegiatan perbankan dapat terselenggara dengan baik (Mawardi. Karena ukuran bank dari segi aset dan modal juga lebih rendah dari bank umum, layanan mereka umumnya terbatas pada usaha mikro dan kecil (UMKM). Keberadaan BPR tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama di daerah pedesaan dan yang memiliki UMKM. Banyak orang menggunakannya sebagai tempat alternatif untuk menginvestasikan uang mereka karena memberikan suku bunga yang lebih besar kepada deposan daripada bank umum. Selain itu. UMKM juga menggunakan jenis bank ini sebagai sumber utama pendanaan eksternal mereka dalam bentuk kredit karena syarat pinjamannya relatif lebih mudah dan lokasi bank sangat dekat dengan domisilinya di pedesaan (Anwar et al. , 2. Jumlah penyaluran kredit yang dilakukan oleh Bank Perkreditan Rakyat sejak tahun 2017 terus mengalami peningkatan, namun wabah COVID-19 Selain menyebabkan hal tersebut, beberapa aktivitas jual beli juga menjadi sulit sehingga tidak ada pendapatan yang diterima masyarakat dan aktivitas keuangan negara Banyak faktor yang menyebabkan penurunan penyaluran kredit akibat pandemi hampir di seluruh bank yang ada di Indonesia, tidak terkecuali Bank Perkreditan Rakyat (Kusumawati & Manda, 2. Akibat dari adanya penurunan penyaluran kredit. Bank Indonesia bergerak untuk menangani masalah ini dengan cara melakukan serangkaian kebijakan ekspansif, seperti pelonggaran likuiditas, makroprudensial (Sari & Yuniningsih, 2. Tabel 1. Penyaluran Dana Bank Perkreditan Rakyat Jumlah Penyaluran Dana . alam miliar rupiah Kredit Sumber: (Statistik Perbankan Indonesia Vol. 18, 19, dan . Indikator Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa jumlah penyaluran dana dari Bank Perkreditan Rakyat dilihat dari kredit dan antar bank aktiva terus mengalami Namun, persentase kenaikan jumlah kredit dari tahun ke tahun tidak Kenaikan kredit tahun 2017 menuju 2018 senilai 9,77%, tahun 2018 Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Kinerja Keuangan Perbankan dan Suku Bunga sebagai Variabel MOderasi terhadap Penyaluran Kredit Bank Perkreditan Rakyat menuju 2019 senilai 10,76%, tahun 2019 menuju 2020 senilai 1,83%, dan tahun 2020 menuju 2021 senilai 5,25%. Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah kredit di tahun 2020 mengalami penurunan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, salah satu faktornya adalah adanya pandemi yang melanda Indonesia. Sumber: Laporan Keuangan BPR Gambar 1. Perkembangan Kredit BPR Menurut teori penawaran kredit bank Melitz & Pardue . , dana pihak ketiga merupakan sumber dana terbesar yang dimiliki oleh sebuah bank yang selanjutnya dana tersebut dikelola dengan baik oleh bank dengan menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan pinjaman dengan bentuk kredit. Bank akan memperoleh keuntungan dari pemberian kredit kepada masyarakat dengan bunga yang diberikan ketika melakukan pinjaman. Semakin tinggi nilai dana pihak ketiga yang dimiliki bank, semakin tinggi pula jumlah kredit yang disalurkan bank dan mengakibatkan keuntungan dari bunga pinjaman semakin besar. Pengembangan yang terdapat di dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan variabel suku bunga sebagai moderator. Variabel suku bunga sebagai moderator telah digunakan di dalam penelitian Kusumawati & Manda . yang dilakukan pada bank umum konvensional di Bursa Efek Indonesia. Penelitian yang menguji suku bunga sebagai variabel moderator terhadap penyaluran kredit pada Bank Perkreditan Rakyat yang berlokasi di BARLINGMASCAKEB masih belum Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah terdapat pengaruh Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Kinerja Keuangan Perbankan dan Suku Bunga sebagai Variabel MOderasi terhadap Penyaluran Kredit Bank Perkreditan Rakyat kinerja keuangan perbankan terhadap penyaluran kredit Bank Perkreditan Rakyat. Selain itu juga bertujuan untuk menguji apakah suku bunga kredit mampu memoderasi pengaruh kinerja keuangan perbankan terhadap penyaluran kredit Bank Perkreditan Rakyat. Dalam penelitian ini, peneliti menentukan batasan ruang lingkup penelitian agar penelitian lebih terarah. Batasan penelitian tersebut di antaranya adalah variabel independen dari penelitian ini adalah Capital Adequacy Ratio. Dana Pihak Ketiga. Non Performing Loan, dan Loan to Deposit Ratio. Variabel dependen dari penelitian ini adalah penyaluran kredit. Variabel moderasi dari penelitian ini adalah suku bunga kredit. Subjek dari penelitian ini adalah Bank Perkreditan Rakyat di wilayah Banjarnegara. Purbalingga. Banyumas. Cilacap, dan Kebumen yang memiliki laporan publikasi tahunan rutin sejak 2017-2021. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif dan asosiatif kausal. Objek dalam penelitian ini adalah Capital Adequacy Ratio. Dana Pihak Ketiga. Non Performing Loan, dan Loan to Deposit Ratio sebagai variabel independen, suku bunga sebagai variabel moderasi, serta penyaluran kredit sebagai variabel dependen. Subjek dalam penelitian ini adalah Bank Perkreditan Rakyat yang berlokasi di Banjarnegara. Purbalingga. Banyumas. Cilacap, dan Kebumen tahun 2017- 2021. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Data yang diperoleh bersumber dari data laporan tahunan Bank Perkreditan Rakyat wilayah Banjarnegara. Purbalingga. Banyumas. Cilacap, dan Kebumen tahun 2017-2021 yang dapat diakses melalui website Otoritas Jasa Keuangan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Perkreditan Rakyat yang berlokasi di Banjarnegara. Purbalingga. Banyumas. Cilacap, dan Kebumen tahun 2017-2021 yang berjumlah 26 bank. Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Kinerja Keuangan Perbankan dan Suku Bunga sebagai Variabel MOderasi terhadap Penyaluran Kredit Bank Perkreditan Rakyat analisis regresi data panel. Moderated Regression Analysis (MRA). Hipotesis yang diajukan adalah: : CAR (Capital Adequacy Rati. berpengaruh terhadap penyaluran kredit : DPK (Dana Pihak Ketig. berpengaruh terhadap penyaluran kredit : NPL (Non Performing Loa. berpengaruh terhadap penyaluran kredit : LDR (Loan to Deposit Rati. berpengaruh terhadap penyaluran kredit : Suku bunga memoderasi CAR (Capital Adequacy Rati. terhadap penyaluran kredit : Suku bunga memoderasi DPK (Dana Pihak Ketig. terhadap penyaluran : Suku bunga memoderasi terhadap LDR (Loan to Deposit Rati. penyaluran kredit HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Kesesuaian Model Uji Chow Berdasarkan hasil uji Chow nilai probabilitas Cross-section Chi-square sebesar 0,0000 < 0,05 maka estimasi model regresi data panel akan menggunakan Fixed Effect Model. Uji Hausman Berdasarkan hasil uji Hausman nilai probabilitas Cross-section random sebesar 0,0073 < 0,05 maka estimasi model regresi data panel akan menggunakan Fixed Effect Model. Uji Langrange Multiplier Berdasarkan hasil uji Chow dan uji Hausman menyatakan bahwa penggunaan model adalah dengan Fixed Effect Model, maka estimasi model regresi data panel yang terbaik adalah dengan menggunakan Fixed Effect Model tanpa perlu melakukan uji Langrange Multiplier. Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Kinerja Keuangan Perbankan dan Suku Bunga sebagai Variabel MOderasi terhadap Penyaluran Kredit Bank Perkreditan Rakyat Analisis Regresi Data Panel Berdasarkan pengujian estimasi model regresi data panel pada langkah sebelumnya, didapatkan bahwa model terbaik yang akan digunakan adalah Fixed Effect Model. Tabel 3. Hasil Regresi Fixed Effect Model Variable Coefficient CAR DPK NPL LDR Sumber: Output Eviews 12 Std. Error 80E-05 t-Statistic Prob. Berdasarkan Tabel 3, dapat diketahui bahwa nilai probabilitas dari masing-masing Persamaan regresi data panel yang dihasilkan adalah: K = 0,131046 Ae 0,000458 CAR 0,063016 DPK Ae 0,027559 NPL 0,000166 LDR A Uji Moderated Regression Analysis (MRA) Uji yang dilakukan untuk menguji variabel yang diduga sebagai variabel moderasi pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Moderated Regression Analysis (MRA). Tabel 4. Hasil Regresi dengan Variabel Moderasi dan Interaksi Variable Coefficient CAR DPK NPL LDR CAR_SB 46E-05 DPK_SB NPL_SB Sumber: Output Eviews 12 Std. Error 80E-05 18E-05 t-Statistic Prob. Berdasarkan tabel 4, dapat diketahui bahwa variabel Suku Bunga (SB) memiliki nilai probabilitas 0,0000. Hal tersebut menunjukkan bahwa Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Kinerja Keuangan Perbankan dan Suku Bunga sebagai Variabel MOderasi terhadap Penyaluran Kredit Bank Perkreditan Rakyat variabel suku bunga berpengaruh terhadap penyaluran kredit dikarenakan nilai probabilitas 0,0000 < 0,05. Persamaan model moderated regression analysis yaitu: K = 0,131046 Ae 0,000458 CAR 0,063016 DPK Ae 0,027559 NPL 0,000166 LDR Ae 0,005280 SB 2,46E-05 CAR*SB 0,026204 DPK*SB 0,001091 NPL*SB A Koefisien Determinasi (R. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi nilai R-squared sebesar 0,993539 atau 99,35% yang menunjukkan bahwa penyaluran kredit dipengaruhi oleh capital adequacy ratio, dana pihak ketiga, non performing loan, dan loan to deposit ratio. Sementara itu, sisanya sebesar 0,65% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Uji Hipotesis Berdasarkan tabel 4, dapat diketahui bahwa variabel CAR tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit, sehingga hipotesis 1 ditolak. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa hipotesis yang menyatakan Capital Adequacy Ratio berpengaruh positif terhadap penyaluran kredit perbankan Walaupun hasil penelitian menggambarkan bahwa CAR tidak signifikan, bank diharapkan tetap memperhatikan CAR pada penyaluran kredit. Hal tersebut disebabkan bank dapat terganggu akibat bank menyalurkan dana kredit secara berlebihan (Anggraini, 2. Hasil penelitian tidak sejalan dengan teori penawaran kredit bank menurut Melitz & Pardue . Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Anggraini . Sorongan . Sinaga & Masdjojo . , dan Harmayati & Rahayu . yang menyatakan bahwa Capital Adequacy Ratio tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit perbankan. Variabel DPK tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit, sehingga hipotesis 2 ditolak. Variabel NPL berpengaruh negatif terhadap penyaluran kredit, sehingga hipotesis 3 diterima. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa hipotesis yang menyatakan Dana Pihak Ketiga berpengaruh positif Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Kinerja Keuangan Perbankan dan Suku Bunga sebagai Variabel MOderasi terhadap Penyaluran Kredit Bank Perkreditan Rakyat terhadap penyaluran kredit perbankan ditolak. Dana pihak ketiga yang dimiliki oleh bank memiliki jatuh tempo yang pendek. Akibat yang dirasakan oleh bank adalah dapat memberikan risiko yang besar untuk ditempatkan dalam bentuk kredit kepada masyarakat. Oleh sebab itu, bank menjadi ragu untuk menggunakan dana pihak ketiga yang dimiliki sebagai sumber penyaluran Bank akan memilih menginvestasikan dana dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia yang memiliki jatuh tempo pendek tetapi dengan tingkat likuiditas yang tinggi serta risiko yang rendah. Hasil penelitian tidak sejalan dengan teori penawaran kredit bank menurut Melitz & Pardue . Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sugiharti & Diana . yang menyatakan bahwa Dana Pihak Ketiga tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit perbankan. Variabel LDR berpengaruh positif terhadap penyaluran kredit, sehingga hipotesis 4 diterima. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa hipotesis yang menyatakan Loan to Deposit Ratio berpengaruh positif terhadap penyaluran kredit perbankan diterima. Tingginya LDR yang dimiliki oleh suatu bank berbanding lurus dengan kemampuan bank dalam menyalurkan kredit yang merupakan pemenuhan kewajiban jangka pendek, begitu juga sebaliknya (Khotimah, 2. LDR menggambarkan penyaluran kredit yang dilakukan oleh bank meningkat. Hal tersebut dikarenakan keuntungan yang didapatkan oleh bank juga akan meningkat dan akan menurunkan risiko kredit yang mungkin akan dialami oleh bank (Anggraini, 2. Hasil penelitian sejalan dengan teori penawaran kredit bank menurut Melitz & Pardue . Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Khotimah . Harmayati & Rahayu . Sinaga & Masdjojo . , dan Anwar et al. yang menyatakan bahwa Loan to Deposit Ratio berpengaruh positif terhadap penyaluran kredit perbankan. Variabel suku bunga memoderasi pengaruh CAR terhadap penyaluran kredit, sehingga hipotesis 5 diterima. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa hipotesis yang menyatakan suku bunga memoderasi pengaruh Capital Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Kinerja Keuangan Perbankan dan Suku Bunga sebagai Variabel MOderasi terhadap Penyaluran Kredit Bank Perkreditan Rakyat Adequacy Ratio terhadap penyaluran kredit diterima. Hasil penelitian menggambarkan bahwa suku bunga memperkuat pengaruh CAR terhadap penyaluran kredit. Tingginya CAR memberikan gambaran bahwa keadaan modal yang stabil menyebabkan meningkatnya bank dalam mengantisipasi kerugian yang akan datang dari aktivitas penyaluran kredit. Tingginya CAR juga menjelaskan bahwa modal bank juga tinggi, sehingga kemampuan bank dalam penyaluran kredit juga tinggi (Putri & Akmalia, 2. Hasil penelitian sejalan dengan teori klasik tingkat bunga menyatakan bahwa tingginya tingkat bunga akan berbanding terbalik dengan keinginan untuk melakukan investasi. Kesimpulan yang dapat diambil adalah suku bunga dapat memperkuat pengaruh CAR terhadap penyaluran kredit. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa suku bunga memoderasi pengaruh Capital Adequacy Ratio terhadap penyaluran kredit sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kusumawati & Manda . Adha & Riwayati . Putri & Akmalia . , dan Khasanah & Meiranto . Variabel suku bunga memoderasi pengaruh DPK terhadap penyaluran kredit, sehingga hipotesis 6 diterima. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa hipotesis yang menyatakan suku bunga memoderasi pengaruh Dana Pihak Ketiga terhadap penyaluran kredit diterima. Hasil penelitian menggambarkan bahwa suku bunga mampu memperkuat pengaruh DPK terhadap penyaluran kredit. Dana pihak ketiga yang dimiliki oleh bank digunakan untuk keperluan aktivitas bank yang merupakan salah satu fungsi bank yaitu penyaluran kredit (Sari & Yuniningsih, 2. Hasil penelitian sejalan dengan teori klasik tingkat bunga menyatakan bahwa tingginya tingkat bunga akan berbanding terbalik dengan keinginan untuk melakukan investasi. Suku bunga yang tinggi berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk menyimpan dananya di bank dalam bentuk tabungan maupun deposito dikarenakan akan mendapatkan imbalan berupa bunga yang tinggi. Hal tersebut akan mengakibatkan DPK meningkat sehingga penyaluran kredit kepada masyarakat juga akan meningkat. Hasil penelitian ini yang menyatakan bahwa Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Kinerja Keuangan Perbankan dan Suku Bunga sebagai Variabel MOderasi terhadap Penyaluran Kredit Bank Perkreditan Rakyat suku bunga memoderasi pengaruh Dana Pihak Ketiga terhadap penyaluran kredit sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kusumawati & Manda . Anggraini . Sari & Yuniningsih . , dan Sinaga & Masdjojo . Variabel suku bunga memoderasi pengaruh NPL terhadap penyaluran kredit, sehingga hipotesis 7 diterima. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa hipotesis yang menyatakan suku bunga memoderasi pengaruh Non Performing Loan terhadap penyaluran kredit diterima. Hasil penelitian menggambarkan bahwa suku bunga mampu memperkuat pengaruh NPL terhadap penyaluran kredit. Apabila jumlah kredit yang bermasalah rendah maka dana yang disalurkan akan meningkat. Hal tersebut dikarenakan kredit bermasalah adalah salah satu hambatan bagi bank dalam menyalurkan Hasil penelitian sejalan dengan teori klasik tingkat bunga menyatakan bahwa tingginya tingkat bunga akan berbanding terbalik dengan keinginan untuk melakukan investasi. Tingginya NPL akan mengakibatkan semakin tinggi pula risiko kredit yang dihadapi oleh bank (Adha & Riwayati. Selain itu, apabila suku bunga yang terdapat di bank meningkat maka permintaan akan kredit oleh masyarakat akan menurun dan penyaluran oleh bank juga menurun (Ramelda, 2. Hal tersebut dapat menyebabkan semakin tingginya NPL yang dialami oleh bank dikarenakan kemampuan pengembalian dana kredit oleh debitur semakin berat. Hasil penelitian ini yang menyatakan bahwa suku bunga memoderasi pengaruh Non Performing Loan terhadap penyaluran kredit sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kusumawati & Manda . Adha & Riwayati . Ramelda . , dan Sari & Yuniningsih . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berirkut: . Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit. Hal ini menunjukkan bahwa penyaluran kredit tidak akan meningkat maupun menurun Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Kinerja Keuangan Perbankan dan Suku Bunga sebagai Variabel MOderasi terhadap Penyaluran Kredit Bank Perkreditan Rakyat seiring dengan peningkatan atau penurunan CAR. Dana Pihak Ketiga (DPK) tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit. Hal ini menunjukkan bahwa penyaluran kredit tidak akan meningkat maupun menurun seiring dengan peningkatan atau penurunan DPK. Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif terhadap penyaluran kredit. Hal ini menunjukkan bahwa penyaluran kredit akan meningkat seiring dengan penurunan NPL, begitu pula sebaliknya. Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif terhadap penyaluran kredit. Hal ini menunjukkan bahwa penyaluran kredit akan meningkat seiring dengan kenaikan LDR, begitu pula sebaliknya. Suku bunga memoderasi pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap penyaluran kredit. Hal ini menunjukkan bahwa suku bunga memperkuat pengaruh CAR terhadap penyaluran kredit. Suku bunga memoderasi pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap penyaluran kredit. Hal ini menunjukkan bahwa suku bunga memperkuat pengaruh DPK terhadap penyaluran kredit. Suku bunga memoderasi pengaruh Non Performing Loan (NPL) terhadap penyaluran kredit. Hal ini menunjukkan bahwa suku bunga memperkuat pengaruh NPL terhadap penyaluran kredit. Keterbatasan penelitian ini adalah: . Populasi pada penelitian ini masih terbatas pada Bank Perkreditan Rakyat di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Purbalingga. Banyumas. Cilacap, dan Kebumen sehingga diharapkan penelitian selanjutnya dapat memperluas populasi penelitian supaya hasil yang diperoleh menjadi semakin general atau umum. Jangka waktu tahun yang diteliti hanya sebatas tahun 2017 hingga 2021 sehingga diharapkan penelitian selanjutnya dapat menambah rentang waktu tahun yang diteliti supaya data waktu penelitian menjadi lebih lama. Pengukuran kinerja keuangan perbankan masih terbatas pada Capital Adequacy Ratio. Non Performing Loan, dan Loan to Deposit Ratio serta adanya Dana Pihak Ketiga sehingga diharapkan penelitian selanjutya dapat menambah variabel pengukuran supaya data yang didapatkan menjadi lebih Jurnal Pro Bisnis Vol. 18 No. 2 Agustus 2025 ISSN : 1979 Ae 9258 e-ISSN : 2442 - 4536 Pengaruh Kinerja Keuangan Perbankan dan Suku Bunga sebagai Variabel MOderasi terhadap Penyaluran Kredit Bank Perkreditan Rakyat DAFTAR PUSTAKA