Studi Kepustakaan : Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Terhadap Pencegahan Cyberbullying Pada Remaja STUDI KEPUSTAKAAN : PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA TERHADAP PENCEGAHAN CYBERBULLYING PADA REMAJA Nur Rohmah Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. Budi Purwoko. Pd. Pd. Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email : budipurwoko@unesa. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dalam mencegah cyberbullying di kalangan remaja. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dimana peneliti mengumpulkan data dari berbagai kajian literatur. Informasi dan data yang terkumpul dianalisis dari berbagai sumber tertulis, termasuk jurnal nasional, dan disusun secara sistematis. Ruang lingkup penelitian ini mencakup pendidikan dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Perguruan Tinggi, sehingga dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang penerapan teknik ini di berbagai jenjang pendidikan. Teknik analisis data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Proses analisis dilakukan dengan memeriksa dan membaca ulang pustaka, mengkaji keterkaitan antar pustaka, serta memperhatikan komentar dan masukan dari pembimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif dalam mencegah cyberbullying pada remaja. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa sosiodrama bisa menjadi metode yang bermanfaat bagi konselor dan tenaga pendidik dalam upaya mengurangi kejadian cyberbullying di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi. Kata kunci: Bimbingan Kelompok. Sosiodrama. Cyberbullying Abstract This research aims to evaluate the effectiveness of applying group counseling using the sociodrama technique to prevent cyberbullying among adolescents. The method used is qualitative research, where the researcher collects data from various literature reviews. The information and data collected are analyzed from various written sources, including national journals, and systematically organized. The scope of this research includes education from the Junior High School (SMP) level to Higher Education, providing a comprehensive overview of the application of this technique at different educational levels. The data analysis technique used is a literature study. The analysis process involves reviewing and re-reading the literature, examining the interrelationships between sources, and considering the comments and input from advisors. The research findings indicate that the application of group counseling with the sociodrama technique is effective in preventing cyberbullying among adolescents. These findings suggest that sociodrama can be a beneficial method for counselors and educators in efforts to reduce the incidence of cyberbullying in school and higher education environments. Key words: Group Guidance. Sociodrama. Cyber bullying. Studi Kepustakaan : Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Terhadap Pencegahan Cyberbullying Pada Remaja PENDAHULUAN Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan menggunakan teknik sosiodrama dalam mencegah perilaku cyberbullying pada remaja. Melalui teknik ini, diharapkan dapat mengurangi perilaku bullying dan menumbuhkan rasa empati pada remaja. Masa remaja merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental, dan kognitif. Pada masa ini, remaja cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mencari tantangan, dan berani mengambil risiko tanpa pertimbangan yang matang (KemenkesRI, 2. Namun, banyak remaja mengalami ketidakpastian saat mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru mereka, dan secara umum, perilaku emosional mereka meningkat setiap tahun. Masa transisi ini dapat menimbulkan konflik, yang merupakan bentuk adaptasi yang wajar (Jannah, 2. Kelompok usia remaja terbagi menjadi dua: remaja awal . /13 hingga 17/18 tahu. dan remaja akhir . /18 hingga 21/22 tahu. (Putro, 2. Adaptasi remaja terhadap perkembangan teknologi dan informasi di era digitalisasi juga sangat Penggunaan kemampuan interaksi dengan lingkungan sosial, yang kemudian berkembang menjadi keterampilan komunikasi sosial. Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), konsumsi internet di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 196 juta orang, dengan peningkatan pengguna internet pada remaja usia 13-18 tahun mencapai 76,63% pada tahun 2022. Namun, kemajuan teknologi ini juga membawa dampak negatif, seperti cyberbullying. Cyberbullying adalah tindakan perundungan melalui media internet, seperti media sosial. Menurut penelitian CfDS pada tahun 2021, sekitar 45,35% siswa SMP dan SMA di Indonesia mengaku menjadi korban cyberbullying. Salah satu penyebab utama bullying adalah keinginan siswa untuk mendapatkan pengakuan dalam kelompok sosialnya. Guru bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam menangani kasus bullying di sekolah. Mereka membantu korban dan menawarkan solusi untuk mengatasi perilaku bullying. Bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama adalah salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan empati dan mengurangi perilaku bullying (Haryati et al. Teknik sosiodrama melibatkan dramatisasi permasalahan dalam interaksi sosial, memungkinkan siswa untuk mempelajari berbagai sikap, nilai, dan cara menyelesaikan masalah. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang melibatkan pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal, dokumen, arsip, dan berbagai jenis dokumen lainnya (Prastowo, 2. Menurut Nazir . , penelitian kepustakaan adalah teknik pengumpulan data melalui peninjauan literatur, buku, catatan, dan laporan yang relevan dengan topik yang diselidiki. Zed . menambahkan bahwa metode ini mencakup lebih dari sekadar membaca dan mencatat melainkan juga melibatkan proses pencarian informasi yang mendalam dan sistematis. Prosedur penelitian yang dilakukan dimulai dari pemilihan topik, eksplorasi informasi, penentuan fokus penelitian, pengumpulan sumber data, analisis data, dan penyusunan laporan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup artikel jurnal ilmiah nasional yang relevan dengan topik penerapan bimbingan kelompok teknik sosiodrama terhadap pencegahan cyberbullying pada remaja. Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Ini mencakup data dari buku, makalah, artikel, catatan, jurnal, dan sebagainya (Arikunto, 2. Adapun sumber bacaan yang dikumpulkan meliputi 10 jurnal nasional yang terbit sejak 2015 hingga 2023 dan membahas penerapan teknik sosiodrama dalam layanan bimbingan kelompok sebagai intervensi untuk mengurangi berbagai bentuk bullying, termasuk cyberbullying, serta meningkatkan kesadaran dan ketahanan diri siswa terhadap perilaku Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi. Analisis isi dilakukan dengan menggunakan teknik yang melibatkan penggabungan, pemilihan, pemilahan, dan perbandingan beberapa pengertian dari data yang telah dikumpulkan, sehingga Studi Kepustakaan : Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Terhadap Pencegahan Cyberbullying Pada Remaja ditemukan informasi yang paling relevan (Sabarguna dalam Azizah, 2. Krippendorff . alam Azizah, 2. menyatakan bahwa teknik analisis isi digunakan untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat dipercaya dan bisa diteliti kembali. Checklist klasifikasi bahan penelitian digunakan untuk mempermudah pengkajian sumber bacaan sesuai dengan fokus kajian. Hasil menunjukkan peningkatan resiliensi diri dari skor 52,6 menjadi 60,9 setelah treatment. Penelitian 6 bertujuan mengetahui pengaruh sosiodrama dalam meningkatkan pemahaman dan pencegahan cyberbullying. Hasilnya menunjukkan teknik ini efektif dengan taraf signifikan 0,844>0,05. Penelitian 7 menunjukkan kesadaran anti-bullying siswa meningkat melalui bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus, dengan hasil post-test 80,34% pada siklus II, menunjukkan peningkatan yang Penelitian 8 menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif dalam mengurangi perilaku bullying pada Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah intervensi. Penelitian 9 menunjukkan bahwa bimbingan kelompok teknik sosiodrama efektif dalam meningkatkan kesadaran anti-bullying pada siswa kelas IX MTs. Pangandaran setelah dua siklus Penelitian 10 menunjukkan bahwa metode penelitian kualitatif menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama efektif dalam mengurangi perilaku perundungan pada peserta didik. Pembahasan mengenai penerapan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk pencegahan cyberbullying pada remaja disusun berdasarkan hasil kajian yang sesuai dengan artikel dalam jurnal serta masukan dari dosen pembimbing. Pembahasan ini mencakup: . Penerapan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dalam pencegahan cyberbullying pada remaja, . Prosedur pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk mencegah cyberbullying pada remaja, . Ruang lingkup penerapan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dalam pencegahan cyberbullying pada remaja, dan . Kriteria efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dalam mencegah cyberbullying pada remaja. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian tentang penggunaan teknik sosiodrama bimbingan kelompok untuk mencegah cyberbulying pada remaja adalah sebagai berikut: Penelitian 1 menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif menurunkan perilaku cyberbullying pada remaja, dengan penurunan skor rata-rata dari 86,1 pada pretest menjadi 77,9 pada posttest. Uji Wilcoxon Non-Parametrik menunjukkan nilai signifikan 0,018 < 0,05. Penelitian 2 menunjukkan bahwa bimbingan sosial berbantuan metode sosiodrama efektif mengurangi perilaku cyberbullying. Hasil t-hitung sebesar 7,399 lebih besar dibanding t-tabel sebesar 2,145, menunjukkan signifikan pada 5%. Penelitian ini menggunakan 30 siswa dengan teknik random Penelitian 3 menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif mengatasi perilaku bullying. Hasil paired samples T-test menunjukkan nilai 0. 000 < 0. menunjukkan perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah treatment. Penelitian melibatkan 100 mahasiswa, dengan 55 diidentifikasi sebagai pelaku bullying, dan 10 mahasiswa sebagai subjek uji coba. Penelitian 4 menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif meningkatkan kesadaran anti-bullying. Observasi menunjukkan peningkatan perilaku kesopanan siswa dari 63% pada siklus 1 menjadi 76% pada Penelitian melibatkan 10 siswa kelas XI IPS. Penelitian 5 menunjukkan bahwa teknik sosiadrama efektif dalam meningkatkan resiliensi siswa, dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai t hitung (-7,. lebih besar dari t tabel 1 Fokus Kajian 1 : Penerapa Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Terhadap Pencegahan Cyberbullying Pada Remaja Studi Kepustakaan : Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Terhadap Pencegahan Cyberbullying Pada Remaja Penerapan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terbukti efektif dalam mencegah cyberbullying pada remaja. Keberhasilan ini diukur melalui peningkatan skor post-test siswa dengan tingkat signifikansi 0,05 setelah mereka menerima layanan bimbingan kelompok dengan teknik Faktor-faktor keberhasilan ini meliputi pola asuh dan kontrol orang tua, serta dukungan dari guru dan lingkungan sekolah yang membantu siswa dalam perkembangan mereka, sehingga mereka terhindar dari perilaku bullying maupun cyberbullying. Upaya kontrol diri dalam mencegah cyberbullying mencakup etika dalam menggunakan media sosial, mempertimbangkan dampak dari tindakan sebelum mengungkapkan pikiran dan perasaan di media sosial, serta memilih lingkungan pertemanan yang positif untuk memberikan dampak yang konstruktif. Berdasarkan literatur yang dikaji, layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dapat mengurangi perilaku bullying pada siswa pelaku dengan meningkatkan empati, serta meningkatkan resiliensi siswa korban bullying. Hal ini membantu siswa mengatasi situasi yang tidak menyenangkan, yang pada cyberbullying di kalangan remaja, terutama di Menurut Kurniawan dan Pranowo . , bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama sangat efektif dalam mencegah cyberbullying karena pelaksanaannya melibatkan peran bermain, yang melatih siswa dalam menghadapi bullying serta memahami dampak dari bullying yang menjadi fokus dalam sosiodrama. Kelebihan dari bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama ini meliputi kemampuan siswa untuk mengatasi masalah tanpa merugikan diri sendiri atau orang lain, berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, dan memiliki perilaku positif ketika menghadapi perlakuan negatif dari orang lain (Agustina, 2. dilakukan dalam 2 siklus, masing-masing terdiri dari 2 pertemuan. Setiap siklus mencakup empat langkah: perencanaan, tindakan, observasi, dan Menurut Elina et al. , tahapan sosiodrama terdiri dari lima tahap dengan kegiatan berbeda di setiap tahapannya. Tahapan tersebut adalah: . Pemberian informasi mengenai bimbingan kelompok teknik sosiodrama tentang kasus cyberbullying serta pembagian peran anggota kelompok sesuai topik masalah. Pemahaman peran oleh anggota kelompok. Mempraktikkan peran yang didapatkan sesuai dengan karakter masing-masing. Pelaksanaan sosiodrama dan diskusi umum mengenai cyberbullying. Memberikan kesempatan kepada anggota kelompok untuk menyampaikan hal yang telah dipelajari, serta memberikan motivasi dan apresiasi setelah pelaksanaan bimbingan kelompok. Kelemahan dalam pelaksanaan bimbingan membutuhkan waktu yang lama untuk persiapan dan pemahaman materi oleh anggota kelompok. Selain itu, pelaksanaan sosiodrama membutuhkan ruang yang cukup luas agar anggota kelompok dapat berperan dengan optimal. 3 Fokus Kajian 3: Ruang Lingkup Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Terhadap Pencegahan Cyberbullying Pada Remaja Berdasarkan sumber-sumber yang digunakan dalam kajian, ruang lingkup penerapan bimbingan kelompok teknik sosiodrama untuk pencegahan cyberbullying pada remaja dapat diterapkan di lingkungan pendidikan, mulai dari jenjang sekolah menengah pertama hingga perguruan tinggi. Penentuan subjek penelitian dilakukan berdasarkan hasil need assessment sesuai dengan topik permasalahan yang dihadapi. Seluruh jurnal yang menjadi rujukan menunjukkan pentingnya tindakan preventif dalam mencegah perilaku cyberbullying pada remaja. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi insiden bullying dan meningkatkan rasa empati pada remaja. Penerapan bimbingan kelompok teknik sosiodrama ditujukan kepada remaja karena mereka merupakan 2 Fokus Kajian 2: Prosedur Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Sodiodrama Terhadap Pencegahan Cyberbullying Pada Remaja Berdasarkan kajian dari berbagai sumber dalam jurnal, prosedur pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama umumnya Studi Kepustakaan : Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Terhadap Pencegahan Cyberbullying Pada Remaja mayoritas pengguna internet di Indonesia. Oleh karena itu, guru Bimbingan dan Konseling perlu menangani masalah bullying secara menyeluruh dan sistematis untuk mencegah perilaku bullying di lingkungan sekolah (Yandri, 2. Ruang lingkup penerapan bimbingan kelompok teknik sosiodrama mencakup pendidikan dari tingkat sekolah menengah pertama hingga perguruan tinggi, dengan durasi penelitian selama tiga bulan. Kriteria efektivitas penerapan bimbingan pengumpulan data melalui angket pre-test untuk mengevaluasi kebutuhan peserta didik, penetapan subjek penelitian, pelaksanaan bimbingan kelompok sosiodrama, diskusi dengan peserta didik, dan penggunaan angket post-test untuk menilai keberhasilan layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama. Saran Untuk studi keipustakaan lainnya Memilih topik yang bersifat luas dapat membantu dalam mendapatkan literatur yang lebih melimpah dan mudah diakses. Dengan pendekatan ini, akan lebih memungkinkan untuk melakukan analisis mendalam dan sesuai dengan fokus penelitian yang telah ditetapkan. Untuk praktik atau konselor Guru Bimbingan dan Konseling sebaiknya memiliki kompetensi yang kuat dalam mengimplementasikan layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama dan memilih topik yang menarik bagi siswa agar mereka bersemangat dalam mengikuti kegiatan 4 Fokus Kajian 4: Kriteria Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Sodiodrama Terhadap Pencegahan Cyberbullying Pada Remaja Kriteria efektivitas bimbingan kelompok teknik sosiodrama dalam pencegahan cyberbullying pada remaja diukur melalui beberapa tahapan. Pertama, data dikumpulkan dengan menyebarkan angket pre-test untuk mengetahui kebutuhan siswa terkait masalah yang akan diteliti. Setelah menentukan subjek penelitian, kelompok dibentuk sesuai dengan peran masing-masing untuk kegiatan Selama pelaksanaan sosiodrama, peneliti dan penonton mengamati permainan drama. Ketika mencapai permasalahan klimaks, permainan dihentikan untuk diskusi umum. Pada tahap akhir, setelah sosiodrama selesai, peserta didik diberikan angket post-test untuk mengukur tingkat keberhasilan setelah menerima layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama. Penerapan bimbingan kelompok teknik sosiodrama dinyatakan berhasil jika setiap tahapan dalam kriteria pelaksanaan sosiodrama berjalan dengan baik. Keberhasilan ini juga harus didukung mengimplementasikannya dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaannya untuk mencapai hasil yang lebih optimal. DAFTAR PUSTAKA