NUR EL-ISLAM: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan DOI: https://doi. org/10. 51311/nuris. p-ISSN: 2337-7828. e-ISSN: 2527-6263 https://ejurnal. id/index. php/nurelislam/article/view/977 Religiusitas Lokal Sebagai Pilar Ketahanan Pangan: Studi Etnografi Islam di Desa Banjarejo Nicky Estu Putu Muchtar Universitas Islam Lamongan nicky@unisla. Aminatul Umi Humairoh Zaidhatun Nur Universitas Islam Lamongan amihumairoh950@gmail. Karima Melati Universitas Islam Lamongan Karimamelati40@gmail. Vivin Nur Laily Universitas Islam Lamongan vivinnurlaily02@gmail. Abstrack This research aims to examine the role of local religiosity in strengthening food secuirity for agrarian commuinities, particuilarly in Banjarejo Village. Karangbinanguin District. Lamongan Regency. UIsing a quialitative ethnographic approach to Islam, this stuidy explores religiouis practices, local traditions, and social systems that suipport food secuirity based on Islamic valuies. The findings indicate that religiouis rituials suich as commuinal prayers, tahlilan, and yasinan before planting and after harvesting, as well as the uise of wuidhui water before sowing seeds, represent a form of spirituial integration in agricuiltuiral practices. Fuirthermore, the cuiltuire of muituial cooperation, uitilization of local plants suich as moringa leaves and bananas, as well as the uise of traditional farming methods reflect suistainable local wisdom. Islamic valuies suich as sincerity, social responsibility, and faith in divine destiny serve as a moral fouindation that strengthens social solidarity and commuinity resilience in facing environmental and economic challenges. These findings affirm that local religiosity is not only a cuiltuiral aspect buit an essential fouindation in bui lding a robuist, suistainable, and spirituially-based food secuirity system. Keywords: Local Religiosity. Food Secuirity. Local Wisdom. Abstrak Penelitian ini bertuijuian uintuik mengkaji peran religiuisitas lokal dalam memperkuiat ketahanan pangan masyarakat agraris, khuisuisnya di Desa Banjarejo. Kecamatan Karangbinanguin. Kabuipaten Lamongan. Melalui pendekatan kuialitatif etnografi Islam, penelitian ini menggali praktik keagamaan, tradisi lokal, dan sistem sosial yang menopang ketahanan pangan berbasis nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menuinjuikkan bahwa rituial keagamaan seperti doa bersama, tahlilan, dan yasinan sebeluim masa tanam dan sesuidah panen, serta pengguinaan air wuidhui sebeluim menanam benih meruipakan wuijuid integrasi spirituial dalam praktik pertanian. Selain itui, buidaya gotong royong, pemanfaatan tanaman lokal seperti dauin kelor dan pisang, serta pengguinaan metode pertanian tradisional mencerminkan kearifan lokal yang Nilai-nilai Islam seperti keikhlasan, tangguing jawab sosial, dan kepercayaan terhadap takdir Ilahi menjadi landasan moral yang memperkuiat solidaritas sosial dan ketangguihan komuinitas dalam menghadapi tantangan lingkuingan dan ekonomi. Temuian ini menegaskan bahwa religiuisitas lokal buikan hanya aspek buidaya, tetapi meruipakan fondasi penting dalam membanguin sistem ketahanan pangan yang tangguih, berkelanjuitan, dan berbasis nilai spirituial. Kata Kuinci: Religiuisitas Lokal. Ketahanan Pangan. Kearifan Local. Pendahuiluian Berbagai uipaya uintuik memastikan ketersediaan, kemuidahan, dan pemanfaatan pangan yang berkelanjuitan didorong oleh ketahanan pangan, yang meruipakan masalah penting. Tersediaan pangan yang memenuihi kebuituihan setiap orang uintuik hiduip sehat, aktif, dan produiktif dikenal sebagai ketahanan pangan. Ketahanan pangan mencakuip beberapa aspek: fisik . , ekonomi . aya bel. , gizi . emenuihan kebuituihan gizi seseoran. , nilai buidaya dan religiouis, keamanan pangan . , dan waktui. Di Indonesia, ketahanan pangan dipengaruihi oleh sistem nilai dan kepercayaan masyarakat selain faktor ekonomi dan teknologi. Jika pertuimbuihan popuilasi Indonesia tidak diduikuing oleh peningkatan produiksi pangan, maka di masa depan, negara ini muingkin menghadapi masalah pemenuihan kebuituihan pangan penduiduiknya. Kebuituihan pangan meningkat seiring dengan popuilasi. Di sisi V V Rumawas. H Nayoan, and N Kumayas. AuPeran Pemerintah Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Di Kabupaten Minahasa Selatan (Studi Dinas Ketahanan Pangan Minahasa Selata. ,Ay Governance 1, no. : 1Ae12. Vol 12. No 2. October 2025 pemenuihannya, kapasitas produiksi dan distribuisi makanan semakin Akibatnya, tidak semuia kebuituihan pangan dapat dipenuihi. Hal ini menyebabkan ketidakpastian pangan antara kebuituihan dan pemenuihannya di seluiruih negara. Akibatnya, pemenuihan kebuituihan pangan ini menjadi sangat penting dan strategis uintuik ketergantuingan pada impor makanan dari negara majui. Desa Banjarejo, salah satui komuinitas pertanian di Indonesia berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, dari menuinjuikkan bagaimana metode pertanian digabuingkan dengan kepercayaan Islam lokal, muilai dari gotong royong dalam pertanian, nilai-nilai pengelolaan suimber daya alam. Desa Banjarejo, yang mayoritas penduiduiknya adalah petani, menghadapi kesuilitan dalam menjaga ketahanan pangan karena penuiruinan produiktivitas pertanian. Namuin, observasi awal menuinjuikkan bahwa kebiasaan agama Islam di Desa Banjarejo, teruitama gotong royong dalam pertanian, memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. Terlepas dari kenyataan bahwa religiuisitas memiliki peran, beluim ada penelitian etnografis mendalam yang mempelajari bagaimana religiuisitas lokal membantui ketahanan pangan di Desa Banjarejo. Pada dasarnya, beberapa kajian suidah ada mengenai bagaimana Agama Islam berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan. Dari penelitian sebeluimnya yaitui juirnal yang berjuiduil Ketahanan Pangan dalam Al-QuirAoan dan Aktuialisasinya dalam konteks Keindonesiaan Berdasarkan Penafsiran terhadap Dsuirat Yuisuif Ayat 4749. Dalam tuilisan itui dibahas bahwa strategi ketahanan pangan islami dapat diperkuiat oleh banyak hal, termasuik peningkatan kuialitas dan kuiantitas pertanian, penerapan pertanian yang ramah lingkuingan, konsuimsi yang proposional dan eduikasi tentang bahan pangan alternatif, dan pentingnya pengetahuian tentang cuiaca dan bencana. Yunastiti Purwaningsih. AuKetahanan Pangan: Situasi. Permasalahan. Kebijakan. Dan Pemberdayaan Masyarakat,Ay Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi Dan Pembangunan 9, no. : 1, https://doi. org/10. 23917/jep. Vol 12. No 2. October 2025 Oleh karena itui, dianggap bahwa prinsip-prinsip Al-QuirAoan memiliki kemampuian uintuik memecahkan masalah ketahanan pangan nasional saat ini. Metode Penelitian ini meruipakan penelitian kuialitatif dengan pendekatan etnografi Islam. Pendekatan etnografi Islam diguinakan uintuik memahami secara mendalam praktik keagamaan lokal yang hiduip dalam masyarakat dan bagaimana praktik tersebuit berkaitan dengan sistem ketahanan pangan mereka. Pendekatan ini menekankan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis makna sosial-buidaya keagamaan yang kontekstuial. Hasil Pembahasan Tradisi Lokal yang Berkembang di Desa Banjarejo Desa Banjarejo terletak di Kecamatan Karangbinanguin. Kabuipaten Lamongan. Sebagian besar penduiduiknya berprofesi sebagai petani, dan banyak diantara mereka juiga memiliki tambak ikan. Selain itui. Desa Banjarejo memiliki produik lokal beruipa dauin kelor yang diolah menjadi makanan mauipuin minuiman. Desa Banjarejo juiga kaya akan pisang. Desa Banjarejo memiliki kekayaan tradisi lokal yang dijalankan secara gotong royong oleh masyarakatnya. Partisipasi warga Desa Banjarejo dakam gotong royong berarti bahwa setiap orang, terlepas dari situiasinya, selalui ingin berpartisipasi secara aktif dalam menambah nilai ataui manfaat kepada semuia hal, masalah, ataui kebuituihan orang lain di sekitarnya. Saat muisim kemaraui panjang dan cuirah huijan yang sangat minim, mengancam keberhasilan pertanian. Masyarakat secara Samsul Bahri. Musdawati Musdawati, and Raudhatul Jinan. AuKetahanan Pangan Dalam Al-Quran Dan Aktualisasinya Dalam Konteks Keindonesiaan Berdasarkan Penafsiran Terhadap Surah Yusuf Ayat 47-49,Ay TAFSE: Journal of QurAoanic Studies 5, no. 126, https://doi. org/10. 22373/tafse. Hodriani Palisa Aulia Dewanti. Usman Alhudawi. AuGotong Royong Dalam Memperkuat Partisipasi Warga Negara (Civic Participatio. ,Ay Pancasila and Civic Education 2, no. : 15Ae22, https://doi. org/10. 30596/jcositte. Vol 12. No 2. October 2025 bersama-sama melaksanakan doa dan rituial, memohon kepada Tuihan agar menuiruinkan huijan uintuik mengairi sawah dan lahan pertanian Rituial ini seringkali diiringi dengan pembacaan ayat-ayat suici Al-QuirAoan dan doa-doa khuisuis, ini semuia meruipakan religiuisitas lokal yang berada di Desa Bajnarejo. Religiuisitas adalah simbol, keyakinan, nilai, dan perilakui yang disuisuin dengan fokuis pada hal-hal yang paling penting bagi seseorang. Religiuisitas dapat diguinakan buikan hanya uintuik beribadah dengan doa dan shalat, tetapi juiga uintuik mendapatkan keberkahan saat melakuikan aktivitas sehari-hari atau i membeli barang uintuik kebuituihan sehari-hari. Banyak tradisi lokal yang dilakuikan secara gotong royong menuinjuikkan kekayaan buidaya Desa Banjarrejo. Misalnya, ketika kemaraui panjang mengancam pertanian, orang biasanya meminta Di lokasi yang dianggap keramat ataui masjid, orang-orang berkuimpuil uintuik berdoa dan meminta huijan uintuik menyuibuirkan Setelah panen raya, orang melakuikan sedekah buimi uintuik menguicapkan terima kasih atas hasil buimi yang melimpah. Hasil panen terbaik disajikan sebagai persembahan bersama dengan perayaan, hibuiran tradisional, dan acara seni. Tahlilan dan yasinan ruitin dilakuikan di awal muisim tanam dan panen, menuinjuikkan kesetiaan dan iman masyarakat, tahlilan masih meruipakan bagian penting dari buidaya masyarakat, dengan nilai-nilai seperti sedekah, gotong royong, dan silatuirrahmi. Tradisi ini tidak hanya mempererat huibuingan sosial, tetapi juiga membantui orang belajar tentang agama melalui pengajian dan majelis taklim. Selain itui, mereka menjaga tradisi tersebuit. 6 Dan doa bersama dipanjatkan di awal muisim tanam uintuik meminta tanaman sehat, dan di masa panen uintuik berterima kasih atas hasil yang melimpah. Tradisi ini buikan hanya rituial keagamaan tetapi juiga ikatan sosial yang melestarikan buidaya lokal dan meningkatkan huibuingan sosial. Jurusan Ilmu Ekonomi and Universitas Mulawarman. AuJesm: Jurnal Ekonomi Syariah MulawarmanAy 1, no. : 115Ae21. Khusnul Khotimah. AuMakna Dan Fungsi Surat Yasin Dalam Tradisi Tahlilan Di Desa Pasir Kulon Kecamatan Karanglewas : Perspektif Living Qur Ao anAy 6, no. https://doi. org/10. 47313/Jkik. V5i2. Vol 12. No 2. October 2025 Religiusitas Lokal dan Ketahanan Pangan Keitahanan pangan meirupakan suatu masalah pokok keihidupan manusia yang beirsifat multidimeinsi dan sangat kompleiks. Keitahanan pangan teirmasuk dalam tujuan sustainablei deiveilopmeint goals yaitu meinghilangkan keilaparan, meincapai keitahanan pangan dan gizi yang baik, seirta meiningkatkan peirtanian beirkeilanjutan. Neigara diharapkan meimbangun keitahanan pangan dari beirbagai seiktor untuk meinciptakan sisteim pangan yang Tangguh dan beirkeilanjutan. Seijalan deingan hal teirseibut, peirlu meinggali nilai keiarifan lokal beirupa eiksiteinsi dalam meinjaga keitahanan pangan. Seibagaimana diteirapkan masyarakat deisa banjareijo. Keiarifan lokal meingacu pada beirbagai keikayaan budaya yang tumbuh dan beirkeimbang dalam seibuah masyarakat yang dikeinal, dipeircayai, dan diakui seibagai eileimeineileimein peinting yang mampu meimpeirteibeil koheisi social di Teingah Keiarifan lokal digali dari produk kultural yang meinyangkut hidup dan keihidupan komunitas peimiliknya, misalnya systeim nilai, keipeircayaan dan agama, eitos keirja, bahkan bagaimana dinamika itu Daun keilor meirupakan tanaman tropis yang meimiliki banyak manfaat keiseihatan, yang banyak teirdapat di deisa banjareijo, keicamatan karangbinangun, kabupatein lamongan, daun keilor kadang juga bisa dikeinal seibagai sumbeir nutrisi yang kaya, meingandung beirbagai vitamin, mineiral, dan antioksidan, biasanya masyarakat deisa banjareijo meimanfaatkan daun keilor seibagai bahan sayur, sup, jus, pudding atau bahkan diolah meinjadi supleimein untuk meiningkatkan daya tahan tubuh dan meinceigah stunting. Keiarifan lokal sangat beirpeiran peinting dalam upaya keitahanan pangan di pulau keicil 60% Indoneisia di peideisaan keibutuhan pangan beirbasis lokal. Dimana keiarifan lokal beirfungsi seibagai mitigasi keirawangan pangan, keiarifan lokal seibagai sumbeir peimeinuhan Universitas Muhammadiyah Bima. Taufik Firmanto, and Universitas Muhammadiyah Bima. AuMewujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Uma Lengge Masyarakat Adat Maria Kabupaten Bima Realizing Food Security Based on Local Wisdom . Uma Lengge . Maria Traditional Community . Bima RegencyAy 13 . : 13Ae41. Vol 12. No 2. October 2025 keibutuhan pangan rumah tangga teirceirmin dari teirseidianya stok pangan seipanjang tahun. Keiteirseidiaan stok pangan seipanjang tahun meirupakan ceirminan keiarifan lokal seibagai sumbeir peimeinuhan keibutuhan pangan keiluarga. Keiarifan lokal meirupakan peineirapan peindeikatan peingeilolaan untuk meimeinuhi keibutuhan keiluarga. Masyarakat deisa banjareijo seilalu peircaya bahwa rizky sudah ada yang Hubungan sosial di antara masyarakat seiring meimainkan peiran kunci dalam meinjaga keitahanan pangan, contohnya beirbagi makanan pokok hasil panein dan tidak meimbiarkan orang lain Oleih kareina itu dalam upaya meinjaga keitahanan pangan, maka masyarakat harus dapat meineimpatkan peiran seibagai individu dan seibagai keilompok peinting dalam peikeirjaan yang seisuai deingan keimampuan dan minatnya. Deingan meimbeirikan tanggung jawab keimandirian keipada masyarakat beirdasarkan peingalaman seindiri dapat meindorong keiarah teirciptanya hasil keirja dan hasil guna yang tinggi. Masyarakat diarahkan pada keihidupan eimpiris deingan peirjuangan dan keirja keiras seisuai deingan keimampuanya masingmasing. Nilai-nilai Islam dalam Keiarifan Lokal Nilai-nilai reiligious meirupakan nilai-nilai yang meingacu pada beirbagai keiceindeirungan orang untuk beirkomitmein pada keiyakitan, prinsip, dan aktivitas agama yang teirdiri dari tiga unsur utama: akidah, ibadah, dan akhlak. Nilai-nilai ini beirfungsi untuk meincapai keiseilamatan, keiseijahteiraan, dan keibahagiaan baik di dunia maupun di 9 Keiarifan lokal meirupakan nilai-nilai yang dapat beirsumbeir Antonio Jawan Jawan. Frans Bapa Tokan, and Didimus Dedi Dhosa. AuDALAM MENJAGA KETAHANAN PANGAN MELALUI TRADISI REWA ` NG PLEA Ao ( Studi Kasus Desa Di Daniwato Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur )AoAy 3, no. : 243Ae73. Nicky Estu et al. AuPeningkatan Pemahaman Nilai-Nilai Religius Dan Kepercayaan Diri Ibu-Ibu Lansia Melalui Program Day Care Pendahuluan Saat Menua . Lansia Akan Menghadapi Banyak Perubahan Dalam Hidup Mereka . Baik Secara Fisik . Kognitif . Maupun Lingkungan Perubahan-PeruAy . 195Ae208, https://doi. org/10. 33367/ji. Vol 12. No 2. October 2025 dari budaya maupun agama keiarifan lokal tumbuh dan beirkeimbang meimandu meinjalani keihidupan di masyarakat. Peimeirintah Indoneisia meinyatakan bahwa keiarifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang beirlaku dalam tata keihidupan masyarakat untuk meilindungi dan meingeilola lingkungan hidup seicara Leistari. Nilai-nilai islam meinurut pandangan nurcholis madjid bukanlah seisuatu yang hanya seikeidar meilaksanakan ritual-ritual keiagamaan seipeirti meilaksanakan shalat dan meimbaca Al QurAoan teitapi, nilai Islami meimpunyai keiseiluruhan peirbuatan yang baik yang dilakukan dalam keiseiharian dan diteirapkan hanya untuk meincari ridha Allah, dari peirnyataan teirseibut bisa dikatakan bahwa nilai islam seibagai beintuk peirilaku atau peirbuatan yang baik, dilakukan hanya seimatamata untuk meincari ridha Allah seirta peircaya bahwa peirilaku atau peirbuatan teirseibut akan dimintai peirtanggung jawaban di hari Salah satu dari hal-hal yang meirupakan unsur dari hak-hak manusia baik seibagai makhluk individu maupun makhluk sosial adalah hak untuk meimpeirtahankan hidup. Untuk meimpeirtahankan hidup manusia butuh asupan eineirgi yang beirwujud makanan atau diseibut juga istilah pangan. Keitahanan pangan meirupakan kondisi teirpeinuhnya pangan bagi rumah tangga yang teirceirmin dari keiteirseidiaa pangan yang cukup, baik jumlah, maupun mutunya, aman, meirata, dan teirjangkau, keitahanan pangan meirupakan hal peinting dan strateigis, kareina beirdasarkan peingalaman di banyak neigara meinunjukkan bahwa tidak ada satu neigarapun yang dapat meilaksanakan Peimbangunan seicara mantap seibeilum meiwujudkan keitahanan pangan teirleibih dahulu. Peirtanian meirupakan suatu keisatuan yang tak teirpisahkan dari Peirtanian adalah salah satu komponein utama dalam meinopang keihidupan. Peirtanian meimpunyai peiranan peinting, salah Funky Nadia. AuNilai-Nilai Islam Dalam Budaya Dan Kearifan Lokal Di Indonesia (Telaah Buku Ajar Ski Kelas 9 Mts Terbitan Kemenag 2. ,Ay Tarbawy: Jurnal Pendidikan Islam 9, no. : 25Ae30. Siti Asiyah. AuKetahanan Pangan Dalam Perspektif Al-QurAoan (Kajian Temati. ,Ay 2014. Vol 12. No 2. October 2025 satunya adalah seibagai peinyeidia keibutuhan pangan yang sangat dipeirlukan oleih masyarakat untuk meinjamin keitahanan pangan. Seimakin tinggi peirtumbuhan populasi manusia maka keibutuhan teirhadap pangan juga seimakin meiningkat. Tanaman yang seiring ditanam oleih peitani di deisa banjareijo adalah buah pisang. Buah pisang yang ditanam ada beibeirapa jeinis, seipeirti pisang raja, pisang kapok, pisang ambon, pisang tanduk, pisang mas, pisang Nangka, dan pisang barangan. Deingan kondisi musim yang kadang hujan, kadang juga keimarau, peirtanian pohon pisang di deisa banjeireijo teirkadang tidak meineintu. Seihingga peirtanian pohon pisang sangat beirgantung pada musim. Teinaga yang digunakan saat peinanaman yang dilakukan di deisa banjeireijo adalah teinaga manusia, baik teinaga seindiri maupun teinaga orang lain dalam artian meinggunakan buruh tani. Seilanjutnya peimbeirsihan tanaman lain atau reirumputan deingan cara meincabuti diseikitar tanaman teirseibut atau dilakukan deingan cara meinggunakan alat yakni golok. Untuk peingeindalian hama pada tanaman pohon pisang peitani di deisa banjareijo biasanya meinggunakan cara-cara tradisional, untuk peingeindalian seicara tradisional, bahan-bahan yang digunakan beirasal dari bahan alami keimudian diramu seindiri. Alasan peitani meinggunakan cara tradisional dan alami ini adalah untuk meinjaga kualitas tanah dan tanaman agar teitap teirjaga. Inteiraksi tradisi keiagamaan dan praktik peirtanian Hubungan yang eirat dan saling meimpeingaruhi teirutama dalam Masyarakat tradisional dan agraris. Tradisi keiagamaan seiring meineintukan waktu-waktu peinting untuk beirtani meilalui kaleindeir ritual atau hari-hari keiramat. EItika keirja ini meimbeirikan landasan moral yang kokoh bagi peitani dalam meinjaga seimangat dan keibeirsamaan dalam komunitas. Nilai kei khlasan dan keiteikunan yang Intan Purnama Sari and Ahmad Zuber. AuKearifan Lokal Dalam Membangun Ketahanan Pangan Petani,Ay Journal of Development and Social Change 3, no. : 25, https://doi. org/10. 20961/jodasc. Vol 12. No 2. October 2025 dipeiroleih meilalui Agama Islam juga meiningkatkan keitahanan meireika teirhadap tantangan, seihingga nilai-nilai agama Islam beirpeiran dalam meimbeintuk keitangguhan meintal peitani dalam meinghadapi hambatan alam atau eikonomi. Solidaritas sosial di peideisaan meinjadi keikuatan kunci bagi reisilieinsi komunitas adat dalam meinghadapi krisis. 13 Faktor ikatan sosial dan reilasi sosial beirbasis produksi ditopang oleih nilainilai sosio-kultural yang masih dipraktikkan seicara koleiktif. Keitahanan sosial eikologi budaya meingacu pada keimampuan komunitas untuk beiradaptasi dan beirtahan dalam meinghadapi peirubahan lingkungan dan sosial. Deingan meinginteigrasikan nilai-nilai spiritual kei dalam praktik peirtanian, masyarakat tidak hanya meileistarikan lingkungan teitapi juga meimpeirkuat ikatan sosial dan budaya meireika. Hal ini teirlihat dari partisipasi aktif masyarakat dalam keigiatan peileistarian alam dan peingeilolaan sumbeir daya seicara koleiktif eikonomi Keitahanan sisteim sosial-eikologis budaya meirujuk pada keimampuan komunitas untuk beiradaptasi dan beirtahan dalam meinghadapi peirubahan lingkungan dan nsosial. Nilai-nilai spiritual yang dianut oleih komunitas ini meinceirminkan sumbeir makna dan nilai teirtinggi yang teirkait deingan eiksisteinsi meireika seibagai 'abdullah . amba Alla. dan khalifah . eirwakilan Alla. di dunia. Hal ini meimbeirikan peitunjuk dan tujuan yang jeilas dalam meilaksanakan keigiatan peirtanian yang seijalan deingan ajaran neineik moyang dan prinsip-prinsip Islam. Spiritualitas eikologis ini meimpeirdalam keisadaran batin meireika meingeinai tanggung jawab meireika dalam meinjaga keisei mbangan Ini meimungkinkan meireika untuk meimbuat keiputusan yang leibih beirkeilanjutan dalam praktik peirtanian. Keitahanan sisteim sosial-eikologis budaya sangat krusial untuk meinghadapi tantangan peirubahan iklim dan teikanan sosial. Teiori keitahanan komunitas Eco-spirituality Dalam Tradisi et al. AuPengelolaan Pertanian Berkelanjutan Berbasis Eco-Spirituality Dalam Tradisi Komunitas Adat Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Cultural Socio-Ecological SystemAy 30, no. : 367Ae90. Mohammad Akmal Haris. AuStudi Etnografi Tentang Keterkaitan Pendidikan Agama Islam Dengan Tradisi Lokal Pada Komunitas Petani Di Desa Tanjungkerta Kecamatan Kroya Kabupaten IndramayuAy 11, no. : 32Ae43. Vol 12. No 2. October 2025 dalam konteiks eico-spirituality meinawarkan keirangka untuk meimahami bagaimana masyarakat adat beiradaptasi dan beirtahan dalam kondisi yang beirubah. Keitahanan ini seimakin kuat meilalui peinguatan nilai spiritual yang meindorong meireika untuk meinjaga hubungan yang harmonis deingan alam. Dalam konteiks komunitas adat, keibeirlanjutan pangan meincakup tidak hanya jumlah makanan, teitapi juga mutu dan kontinuitas sisteim peirtanian yang digunakan. Teiori teintang keitahanan pangan dalam komunitas adat meineikankan peintingnya sisteim tradisional yang mampu beiradaptasi dan beirbasis lokal untuk meinghadapi beirbagai tantangan dari lingkungan dan eikonomi. seibagai teimpat peinyimpanan padi tradisional, meimiliki peiranan peinting dalam meinjamin keitahanan pangan bagi masyarakat Badui. Deingan meinyimpan padi di dalam leiuit, masyarakat Badui tidak hanya meinjamin keiteirseidiaan makanan seipanjang tahun, teitapi juga meileistarikan. Ritual Islam tdk hanya seibagai peileingkap, tp meinyatu dalam proseis peirtanian mulai dari peineintu waktu tanam/ panein beirdasarkan kaleindeir hijriyah. Padi adalah salah satu jeinis tanaman pangan yang paling krusial di seiluruh dunia. Dalam istilah ilmiah, padi dikeinal seibagai Oryza sativa, dan meirupakan salah satu komoditas peirtanian yang sangat peinting di Indoneisia. Meiskipun produksi padi seicara global beirada di posisi keitiga seiteilah jagung dan gandum, padi teitap meinjadi sumbeir utama karbohidrat bagi banyak orang di beirbagai beilahan dunia. Di Indoneisia, padi meinjadi bahan makanan utama bagi mayoritas peinduduk. Sayangnya, hingga kini, produksi padi dalam neigeiri beilum mampu meimeinuhi keibutuhan masyarakat, yang beirarti Indoneisia masih beirgantung pada impor padi. Seibagai neigara yang kaya akan lahan peirtanian, seiharusnya produksi padi di Indoneisia meilimpah, seitidaknya untuk keibutuhan lokal. Namun, reialitasnya sangat meinyeidihkan, di mana Indoneisia saat ini masih meilakukan Kiki Muhamad Hakiki. AuLeuit Badui : Simbol Estetika . Ketahanan Pangan . Dan Religi Leuit Badui : Symbol of Aesthetics . Food Security , and Religion Penelitian Tentang Keunikan Suku Badui Adalah Sebuah Perjalanan Tanpa Akhir . Ay 12, no. : 1Ae21. Vol 12. No 2. October 2025 impor beiras dan teirburuknya. Indoneisia meirupakan neigara peingimpor beiras teirbeisar di dunia. Budidaya padi adalah suatu keigiatan yang ditujukan untuk meimpeiroleih hasil maksimal deingan kualitas teirbaik. Untuk meincapai hasil yang diinginkan, bibit padi yang ditanam harus dalam kondisi seihat dan subur. Seitiap daeirah meimiliki cara budidaya yang unik seisuai deingan karakteiristik lokal yang teilah ada seilama beirtahuntahun. Seilain itu, salah seiorang peitani di daeirah teirseibut meimiliki naskah lontaraq seibagai peidoman, yang seitiap tahun digunakan meimulai peinanaman padi. Dalam masyarakat agraris yang reiligius, seipeirti di banyak wilayah peideisaan Indoneisia, praktik peirtanian tidak hanya dilihat seibagai aktivitas eikonomi atau teiknis seimata, teitapi juga seibagai bagian dari keihidupan spiritual. Kaleindeir Hijriyah, yang beirbasis pada peireidaran bulan, seiring digunakan untuk meineintukan waktu yang dianggap baik atau beirkah untuk mulai meinanam atau meimanein. Misalnya, bulan-bulan teirteintu seipeirti Rabi'ul Awwal atau Sya'ban diyakini meimbawa keibeirkahan, seimeintara bulan seipeirti Muharram kadang dihindari untuk keigiatan beisar kareina dianggap bulan sakral. Hal ini meinunjukkan bahwa waktu dalam peirtanian tidak hanya diteintukan oleih musim atau cuaca, teitapi juga oleih peirtimbangan reiligius yang dipeircaya bisa meimeingaruhi hasil panein. Peinggunaan air wudhu seibeilum meinanam beinih seibagai simbol niat suci. Air wudhu dalam Islam adalah simbol peinyucian diri seibeilum meilakukan ibadah. Keitika digunakan dalam konteiks peirtanian, misalnya meimbasuh tangan deingan air wudhu seibeilum meinanam beinih, hal itu meinceirminkan niat tulus dan keisucian hati peitani dalam meimulai peikeirjaan meireika. Tindakan ini bisa dipahami seibagai beintuk peirmohonan keipada Tuhan agar tanaman yang ditanam tumbuh deingan baik, dibeirkahi, dan meimbawa manfaat. Ini Fatmawati P. AuPengetahuan Lokal Petani Dalam Tradisi Bercocok Tanam Padi Oleh Masyarakat Tapango Di Polewali Mandar,Ay Walasuji : Jurnal Sejarah Dan Budaya 10, no. : 85Ae95, https://doi. org/10. 36869/wjsb. Vol 12. No 2. October 2025 juga meinunjukkan bahwa keigiatan beirtani diposisikan seijajar deingan ibadah, kareina dilakukan deingan keisadaran spiritual dan keitundukan keipada keiheindak Allah. Niat meirupakan seibuah peingucapan dalam hati yang diwujudkan meilalui tindakan. Dalam seitiap amalan yang dijalankan beirdasarkan syariat, keibeiradaan niat sangat peinting. Ini kareina niat teirmasuk salah satu rukun dalam seitiap amal yang dilakukan, seibagai peineigasan bahwa seimua tindakan teirseibut dilakukan deingan seingaja dan tidak ada unsur tidak sadar saat meinjalankan amalan syariat Islam. Deimikian juga saat beirwudhu, kita harus meimbaca niat seibeilum meimbasuh wajah, agar peilaksanaan yang dilakukan seisuai deingan hukum syariat Islam. Seibagaimana yang dicontohkan oleih Rasulullah, beiliau beirniat untuk meinghilangkan hadas saat beirwudhu. Niat beiliau beirlangsung hingga saat meimbasuh wajah, keimudian beiliau meingambil air deingan tangan kanannya untuk beirkumur hingga tiga kali. Peinggunaan ulang air juga meimiliki peiluang yang poteinsial, teirutama untuk air yang beilum teirceimar dan dapat ditampung seirta digunakan keimbali tanpa harus meingalami proseis peimurnian. Salah satu jeinis air yang meimeinuhi syarat ini adalah air beikas wudhu yang seilama ini masih teirbuang peircuma, padahal masih sangat bagus dan dapat dimanfaatkan untuk peirtanian. Akan leibih bijak jika air aliran beikas wudhu tidak dibiarkan meingalir beigitu saja dan beircampur deingan air. Hasil Diskusi Tradisi Lokal yang Beirkeimbang di Deisa Banjareijo Deisa Banjareijo beirada di Keicamtn Karangbinangun. Kabupatein Lamongan, dan meimiliki banyak poteinsi lokal, teirmasuk peirtanian, peirikanan, dan keiarifan lokal. Sumbeir eikonomi utama masyarakatnya adalah peirtanian dan budidaya tambak ikan. Deisa ini juga teirkeinal Wahid Nur Tualeka. AuManfaat Air Wudhu Dalam Perspektif Islam Dan Kesehatan,Ay Mas Mansyur 1, no. : 46Ae60. Devi Aristyanti. AuPemanfaatan Air Bekas Wudhu Sebagai Alternatif Irigasi Pertanian Skala Kecil,Ay Institut Pertanian Bogor, 2004, 1Ae10. Vol 12. No 2. October 2025 kareina meinghasilkan daun keilor dan pisang, yang teilah diproseis meinjadi beirbagai jeinis makanan dan minuman. Poteinsi ini meinunjukkan bahwa Deisa Banjareijo meimiliki keiunggulan dalam meinghasilkan produk unggulan dari sumbeir daya alam lokal. Budaya gotong royong juga meimbuat warga leibih deikat satu sama lain dan meindorong meireika untuk beirpartisipasi aktif dalam seimua keigiatan deisa tanpa meimpeirtimbangkan latar beilakang atau kondisi meireika. Masyarakat Deisa Banjareijo meimanfaatkan aspeik spiritual meilalui doa dan ritual beirsama untuk meinghadapi tantangan musim keimarau yang panjang dan reindahnya curah hujan yang meingancam hasil Masyarakat meilakukan aktivitas reiligius, seipeirti meimbaca ayat-ayat Al-Qur'an dan doa khusus untuk meiminta hujan. Aktivitas ini bukan hanya beintuk peingharapan, teitapi juga meinunjukkan reiligiusitas lokal yang kuat yang ada dalam keihidupan seihari-hari orang-orang di sana Reiligiusitas di Deisa Banjareijo tidak teirbatas pada ibadah formal, teitapi meireisap dalam seigala seisuatu yang meireika lakukan, seipeirti peirtanian, beirsosialisasi, dan bahkan beirbisnis Tradisi lokal Deisa Banjareijo dijalankan deingan seimangat gotong royong yang tinggi, yang meinunjukkan keianeikaragaman budaya yang masih hidup hingga saat ini. Masyarakat beirkumpul di teimpat-teimpat yang dianggap sakral, seipeirti masjid atau lokasi keiramat, untuk meilakukan doa beirsama meiminta hujan keitika musim keimarau datang dan meingancam hasil peirtanian Seiteilah musim panein seileisai dan hasil bumi meilimpah, masyarakat meilakukan tradisi seideikah bumi seibagai cara untuk meinunjukkan rasa teirima kasih meireika. Dalam peirayaan ini, hasil panein teirbaik disajikan beirsama deingan hiburan tradisional dan acara seini. Keiseitiaan masyarakat teirhadap tradisi keiagamaan dan keibudayaan ditunjukkan deingan tahlilan dan yasinan teiratur dilakukan di awal musim tanam dan saat panein. Tradisi ini tidak hanya meimpeirkuat hubungan antarwarga teitapi juga meimbantu orang beilajar agama meilalui majeilis taklim dan peingajian. Ritual keiagamaan beirfungsi seibagai dasar untuk meinjalani siklus keihidupan peirtanian dan sosial di deisa, deingan doa beirsama, seideikah, dan Vol 12. No 2. October 2025 silaturrahmi meinjadi bagian dari sisteim nilai yang teirus dijaga oleih ReiligiusitasLokal dan Keitahanan Pangan Deisa Banjareijo Hubungan antara keiarifan lokal dan keitahanan pangan, teirutama di Deisa Banjareijo. Keicamatan Karangbinangun. Kabupatein Lamongan. Peineiliti meineimukan bahwa peimahaman teintang keitahanan pangan tidak teirbatas pada keiteirseidiaan pangan. Aspeik sosial, budaya, dan spiritual masyarakat meimeingaruhi keitahanan pangan, yang meirupakan masalah yang kompleiks. Studi kasus deisa Banjareijo meinunjukkan beitapa peintingnya keiarifan lokal dalam meinciptakan keitahanan pangan yang beirkeilanjutan. Praktik-praktik ini, yang teilah diwariskan dari geineirasi kei geineirasi, meimpeirkuat sisteim sosial dan budaya masyarakat seilain meinjamin keiteirseidiaan Ini meinunjukkan bahwa nilai-nilai lokal harus dimasukkan kei dalam strateigi peimbangunan keitahanan pangan yang leibih luas dan beirkeilanjutan. Masyarakat Deisa Banjareijo teilah meinunjukkan bagaimana keiarifan lokal dapat meimbantu keitahanan pangan dan keiseihatan Peimanfaatan tanaman keilor (Moringa olei feir. adalah salah satu contoh yang paling meinonjol. Tanaman ini, yang meingandung banyak vitamin, mineiral, dan antioksidan, teilah dimasukkan deingan ceirmat kei dalam pola makan seihari-hari orang. Masyarakat Deisa Banjareijo teilah meinunjukkan bagaimana keiarifan lokal dapat meimbantu keitahanan pangan dan keiseihatan masyarakat. Peimanfaatan tanaman keilor (Moringa olei feir. adalah salah satu contoh yang paling meinonjol. Tanaman ini, yang meingandung banyak vitamin, mineiral, dan antioksidan, teilah dimasukkan deingan ceirmat kei dalam pola makan seihari-hari orang. Nilai-nilai Islam dalam Keiarifan Lokal Deisa Banjareijo Aspeik reiligius lokal di Deisa Banjareijo, teirutama prinsip keiagamaan masyarakat, sangat peinting untuk meimbangun sisteim keitahanan pangan yang beirkeilanjutan. Nilai-nilai ini meirupakan dasar moral dan eitika yang meimbeintuk tindakan sosial dan eikonomi Vol 12. No 2. October 2025 masyarakat. Hal ini teirbukti deingan unjuk rasa solidaritas sosial yang kuat di antara peinduduk deisa. Beirbagi hasil panein adalah contoh Bukan hanya beirbagi, itu adalah tanggung jawab moral untuk meimastikan tidak ada orang yang keilaparan. Ini meinceirminkan prinsip-prinsip meinunjukkan keipeidulian dan tanggung jawab sosial keipada seisama. Dalam situasi seipeirti ini, nilai-nilai seipeirti akhlak mulia, ibadah sosial . mal jariya. , dan keisadaran akan tanggung jawab koleiktif teirhadap komunitas diwujudkan dalam tindakan. Nurcholish Madjid beirpeindapat bahwa nilai-nilai keiagamaan Islam tidak teirbatas pada upacara ibadah seimata-mata, teitapi juga meincakup peirbuatan baik dalam keihidupan seihari-hari deingan niat tulus untuk meincari ridha Allah SWT. Dalam konteiks Deisa Banjareijo, praktik-praktik keiarifan lokal seipeirti beirtani seicara alami, meinjaga lingkungan, dan saling tolong-meinolong dapat dianggap seibagai impleimeintasi nilai-nilai kei slaman dalam keihidupan sosial Tindakantindakan ini bukan hanya upaya untuk meimeinuhi keibutuhan hidup, teitapi juga meirupakan beintuk ibadah yang beirfokus pada keileistarian alam dan keiseijahteiraan beirsama. Aktivitas Deisa Banjareijo, meimbudidayakan pisang meinunjukkan adaptasi masyarakat teirhadap kondisi lingkungan seikitar. Beiragam jeinis pisang yang ditanam meinceirminkan upaya diveirsifikasi pangan lokal, langkah peinting dalam meimbangun keitahanan pangan yang leibih reisilieint. Meiskipun meinghadapi tantangan seipeirti cuaca eikstreim dan keiteirbatasan alat peirtanian modeirn, para peitani teitap meimpeirtahankan cara-cara tradisional dalam beircocok tanam. Meireika meimilih untuk meingeindalikan hama deingan meimanfaatkan bahan-bahan alami, meinunjukkan keisadaran eikologis yang ting. Para peitani teirus meinggunakan meitodei peirtanian tradisional meiskipun meinghadapi masalah seipeirti cuaca eikstreim dan keiteirbatasan alat peirtanian. Meireika meinunjukkan keisadaran yang tinggi teirhadap lingkungan deingan meimilih untuk meingeindalikan hama deingan meinggunakan bahan-bahan alami. Vol 12. No 2. October 2025 Ini meinunjukkan komitmein untuk meimastikan keibeirlanjutan lingkungan peirtanian dan keisuburan tanah. Oleih kareina itu, peirtanian di Deisa Banjareijo meirupakan manifeistasi dari nilai-nilai keiagamaan yang meineikankan peintingnya meinjaga keisei mbangan alam dan hidup beirdampingan seicara harmonis deingan lingkungan. Itu juga meirupakan usaha eikonomi. Meireika meimbuat sisteim peirtanian yang beirkeilanjutan dan beirwawasan lingkungan deingan meinggabungkan keiarifan lokal dan ajaran agama. Inteiraksi tradisi keiagamaan dan praktik peirtanian Banjareijo Deisa Banjareijo meimainkan peiran peinting dalam meimastikan keiteirseidiaan pangan keiluarga. Keiarifan ini ditunjukkan deingan meimanfaatkan tanaman lokal seipeirti daun keilor dan beirbagai jeinis Tanaman ini dikonsumsi seitiap hari dan diproseis meinjadi produk keiseihatan yang meiningkatkan gizi dan meinceigah stunting. Budaya yang beirbagi sikap dan hasil panein saling meimbantu meinunjukkan keikuatan solidaritas sosial seibagai dasar keitahanan pangan lokal. Seipanjang tahun, stok makanan deisa ini meinunjukkan bahwa keiarifan lokal dapat meimbantu meingurangi risiko pangan yang rawan Peitani juga meimanfaatkan nilai-nilai reiligius Islam, seipeirti kei khlasan, keiteikunan, dan keiyakinan teirhadap reizeiki yang teilah diatur Allah, seibagai landasan spiritual dalam peikeirjaan peirtanian Meinggunakan kaleindeir hijriyah untuk meineintukan waktu tanam dan panein meinunjukkan bahwa cuaca dan faktor spiritual sangat peinting dalam meineintukan kapan tanam dan panein harus Beirtani juga dianggap seitara deingan ibadah kareina dilakukan deingan keisadaran dan tanggung jawab moral seibagai peinghambaan keipada Allah ('abdulla. dan amanah seibagai khalifah di dunia. Dalam praktik peirtanian yang beirkeilanjutan, konseip spiritualitas lingkungan meinjadi dasar. Peitani meinjaga lingkungan kareina iman dan alasan teiknis dan eikonomi. Misalnya, keisadaran eikologis diteirapkan meilalui peinggunaan alat tradisional untuk meinjaga kualitas tanah dan peingeindalian hama seicara alami. Keisinambungan ini meimpeirkuat sisteim sosial-eikologis budaya, yang meimbuat Vol 12. No 2. October 2025 komunitas leibih kuat dalam meinghadapi krisis eikonomi dan peirubahan iklim. Seilain itu, spiritualitas eikologis meimbeirikan arah dan tujuan yang leibih tinggi untuk keigiatan peirtanian, seipeirti meinjaga keibeirlangsungan hidup eikosisteim dan geineirasi. Peinggunaan air wudhu seibeilum meinanam beinih adalah salah satu contoh nyata inteigrasi spiritual dalam peirtanian. Tindakan ini meinunjukkan keimurnian niat dan kei nginan untuk meindapatkan beirkah untuk usaha peirtanian. Meinggunakan air beikas wudhu seibagai irigasi skala keicil mungkin meirupakan inovasi reiligius yang beirkeilanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini meinunjukkan bahwa seitiap tahapan peirtanian dapat dilihat seibagai bagian dari peingabdian dan ibadah keipada Tuhan dalam masyarakat agraris yang reiligius. Kuantitas, kualitas, dan keibeirlanjutan sisteim adalah seimua faktor yang meimpeingaruhi keitahanan pangan komunitas adat. Sisteim tradisional, seipeirti leiuit, yang juga dikeinal seibagai lumbung padi Badui, meinunjukkan bagaimana budaya lokal beirinteigrasi deingan peindeikatan keitahanan pangan. Sisteim ini meilindungi spiritualitas, nilai, dan gaya. Inteigrasi eileimein budaya, sosial, spiritual, dan eikologi, seipeirti yang ditunjukkan oleih praktik masyarakat adat di beirbagai wilayah Indoneisia, adalah satu-satunya cara untuk meincapai keitahanan pangan yang kokoh. Keisimpulan Bahwa keiarifan lokal yang beirpadu deingan nilai-nilai reiligius, khususnya dalam masyarakat agraris seipeirti Deisa Banjareijo, beirpeiran peinting dalam meinciptakan dan meinjaga keitahanan pangan yang Praktik peirtanian tidak hanya meinjadi aktivitas eikonomi, teitapi juga sarana spiritual yang meingakar kuat dalam budaya lokal. Peinggunaan tanaman lokal seipeirti daun keilor dan pisang, peingolahan tradisional, seirta peineirapan nilai-nilai Islam seipeirti peinggunaan air wudhu seibeilum meinanam beinih dan peineintuan waktu tanam beirdasarkan kaleindeir Hijriyah, meinjadi bukti nyata keiteirpaduan antara keipeircayaan, budaya, dan keitahanan Nilai-nilai seipeirti keirja keiras, ikhlas, solidaritas sosial, dan tanggung jawab eikologis meimpeirkuat daya tahan masyarakat dalam Vol 12. No 2. October 2025 meinghadapi tantangan pangan, peirubahan iklim, dan krisis sosial. Oleih kareina itu, peileistarian dan peinguatan reiligious lokal meirupakan strateigi peinting dalam meimbangun keitahanan pangan nasional yang tangguh dan beirbasis nilai-nilai keimanusiaan dan spiritual. Daftar Pustaka