JIEP: Journal of Islamic Education Papua DOI : 10. 53491/jiep. Vol. 1 No. 1 Februari-Juli 2023 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Penerapan Metode Make a Match pada Pembelajaran Bahasa Arab dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII A di MTs AsAoadiyah Uloe Hasnawati*1. Ahmad SyafiAoi2. Akmal3 MTs AsAoadiyah Uloe1. Pascasarjana UIN Alauddin Makassar3. Kementerian Agama Kabupaten Bone3 E-mail: *hasnawtp1@gmail. com1, ahmadsyafii312@gmail. akmalmahdi21@gmail. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Make a Match (MaM) pada pembelajaran Bahasa Arab tema al-Ghurafu fi al-Baiti . uanganruangan di dalam ruma. dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A di MTs AsAoadiyah Uloe. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan menyajikan data dalam bentuk tabel/grafik, perhitungan rata-rata, dan persentase menggunakan Ms. Excel. Adapun standar/KKMnya ialah 73. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: . Rilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I ialah 78. Nilai tertinggi adalah 90 dan nilai terendah adalah 60. Jumlah siswa dengan kriteria tuntas ialah 20 orang karena >73, sedangkan yang tidak tuntas ialah 9 orang karena <73. Jika data dipersentasekan, maka rata-rata ketuntasan ialah 69%, sedangkan yang tidak tuntas ialah 31%. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II ialah 83. Nilai tertinggi adalah 100 dan nilai terendah adalah 80. Jumlah siswa dengan kriteria tuntas ialah 29 orang karena >73, sedangkan yang tidak tuntas ialah 0 orang karena <73. Jika data dipersentasekan, maka rata-rata ketuntasan ialah 100%, sedangkan yang tidak tuntas ialah 0%. Kata kunci: Bahasa Arab. Make a Match. MTs AsAoadiyah Uloe Abstract. This study aims to determine the application of the Make a Match (MaM) method in learning Arabic theme al-Ghurafu fi al-Baiti . ooms in the hous. in improving the learning outcomes of grade VII A students at MTs As'adiyah Uloe. This study is a classroom action research. Data collection techniques use test methods, field notes, and documentation. Data processing and analysis techniques use descriptive statistics by presenting data in the form of tables / graphs, average calculations, and percentages using Ms. Excel. The standard/KKM is 73. The results of this study showed that: . The average percentage of student learning outcomes in the first cycle was 78. The highest value is 90 and the lowest value is 60. The number of students with complete criteria is 20 people because >73, while those who are incomplete are 9 people http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 1 Februari-Juli 2023 because <73. If the data is percentage, then the average completeness is 69%, while the incomplete is 31%. The average student learning outcome in cycle II is 83. The highest score is 100 and the lowest score is 80. The number of students with complete criteria is 29 people because >73, while those who are incomplete are 0 people because <73. If the data is percentaged, then the average completeness is 100%, while the incomplete is 0%. Keywords: Arabic Language. Make a Match. MTs AsAoadiyah Uloe A2023 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). http://e-journal. id/index. php/jiep Hasnawati, dkk: Penerapan Metode Make a Match A Pendahuluan Guru berperan besar dalam menyukseskan suatu kegiatan pembelajaran. luar daripada kotribusi kurikulum dan sarana dan prasana, guru memang pada dasarnya memiliki daya yang kuat dalam mencerdaskan siswa. Melalui upaya yang gigih, guru menampilkan worldview role model manusia yang intelek dan beretika. Hal ini disebabkan karena kegiatan belajar megajar tidak hanya berlandaskan pada transfer pengetahuan . , tetapi juga transmisi nilai-nilai pendidikan . (SyafiAoi dan Bulan, 2. Guru memainkan peran dan fungsinya sebagai fasilitator, pembimbing, penyedia lingkungan, komunikator, model, evaluator, inovator, motivator, agen kognitif, dan sebagai evaluator (Hamalik, 2. Perspektif masyarakat umum, guru dituntut menjadi manusia yang paling sempurna sebab profesinya mengarah pada pembentukan manusia yang unggul, baik dari segi kognitif, afektif, maupun Oleh sebab itu, guru harus memiliki kompetensi. Hakikatnya, guru memiliki empat kompetensi, yakni pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Namun, terkhusus untuk guru Pendidikan Agama Islam memiliki lima kompetensi, kepemimpinan merupakan tambahan dari keempat kompetensi guru pada umumnya (SyafiAoi dan Bulan, 2. Bahasa Arab merupakan bahasa yang paling terkenal di dunia disebabkan kaya akan kosa kata. Kemudian, lafadz beserta maknanya menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa yang mudah dipahami dengan makna-makna yang jelas. Selain sebagai alat komunikasi, bahasa Arab juga merupakan bahasa yang paling istimewa karena menjadi bahasa abadi. Keabadian bahasa ini tercermin dalam penggunaan bahasa al-QurAoan. Tak hanya sebagai bacaan, bahasa Arab juga menjadi menjadi bahasa peribadatan umat Islam (Maghfur, 2. Bahasa Arab adalah salah satu jenis pelajaran bahasa Arab yang diajarkan di MTs As'adiyah Uloe merupakan pendidikan formal dengan jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di bawah naungan naungan kebijakan Selain itu, sekolah ini merupakan taksi dari tambak As'adiyah Pusat Sengkang di Wajo (Syafi'i dan Bulan, 2. MTs As'adiyah Uloe berlokasi di Jalan As'adiyah. Desa Uloe. Kecamatan Dua Boccoe. Kabupaten Bone. Madrasah ini didirikan oleh Sahri Bulan. Ag. Pd. , dan Akmal. Ag. , dalam binaan. Pd. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 1 Februari-Juli 2023 Menurut I. Tumaji . , pengajaran bahasa Arab di berbagai sekolah dan sekolah sering menimbulkan masalah. Sebagai hasil dari fakta bahwa tujuan pembelajaran awal pelaksanaan pembelajarannya berasal dari tujuan pembelajaran awal, indikator ini cenderung minimal. Ini karena praktik manajerial terpenting bahasa Arab, termasuk metode dan materi yang dikembangkan, tidak ada. Sebagai informasi awal bahwa penelitian ini dilakukan pada pembelajaran Bahasa Arab kelas VII Semester II Bab V dengan tema al-Ghurafu fi al-Baiti yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Januari 2023. Kelas yang menjadi objek penelitian disini ialah kelas VII A yang beranggotakan 29 siswa. Lebih lanjut lagi, al-Ghurafu fi al-Baiti . uangan-ruangan di dalam ruma. merupakan pembelajaran yang tergolong sedang, tetapi akan menjadi mudah apabila digunakan metode yang tepat dalam menyampaikan materinya. Meski demikian, guru mata pengampu bidang studi tersebut merasa ada kendala dalam pelaksanannya. Berdasarkan hasil observasi penulis pada Pembelajaran Bahasa Arab. Grafik 1. Data Hasil Belajar (Pra Siklu. Rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran ini ialah 66. Nilai tertinggi dalah 80 dan nilai terendah adalah 50. Jumlah siswa yang dengan kriteria tuntas ialah 5 orang, sedangkan yang tidak tuntas ialah 24 orang. Jika dipersentasekan, maka rata-rata ketuntasan ialah 17%, sedangkan yang tidak tuntas ialah 83%. Acuan dalam menentapkan kriteria tuntas dan tidak tuntas ialah merujuk pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Adapun KKM yang ditetapkan ialah 73. Ketidak berhasilan siswa dalam memahami materi al-Ghurafu fi al-Baiti karena guru pengampu bidang studi tersebut hanya menggunakan metode ceramah semata. Padahal, guru sudah menjelaskan beruang kali, tetapi siswa tetap saja tidak mengerti. http://e-journal. id/index. php/jiep Hasnawati, dkk: Penerapan Metode Make a Match A Sebagai upaya mengatasi masalah tersebut, dalam hal ini meningkatkan hasil belajar, guru menggunakan metode yang lain. Make a match (MaM) menurut Rusman dalam Budiyanto . merupakan rumpun pembelajaran kooperatif. Metode membuat pasangan ini dikembangkan oleh Lorna Curran. Keunggulan metode ini ialah siswa dilatih untuk aktif berpartisipasi dalam pembelajaran, berkolaborasi dengan anggota timnya, bertanggung jawab. Sintaks pembelajaran metode ini dihimpun oleh Budiyanto . bahwa: . guru menyiapkan materi yang cocok untuk sesi review . atu sisi kartu soal, sisi lain masing-masing gambar/jawaban, . siswa berusaha mencari kartu jawaban/gambar yang cocok dengan kartu dipegangnya . iswa diberi waktu maksimal untuk menemukan jawabannya sehingga diberi poi. , dan . guru melakukan kebalikan . iswa yang awalnya mendapat kartu gambar pada sesi I, sesi ini mendapat kartu jawaba. MaM melakukan hal-hal sebagai berikut: . fokus pada aktivitas pasangan, baik kognitif maupun fisik, . bermain game dan menyemangati pasangan, . fokus pada pendidikan dan motivasi pasangan, . membantu kehadiran pasangan dengan cara yang efektif, dan . mempraktekkan disiplin untuk keuntungan pasangan. Selain itu, metode ini memiliki beberapa kekurangan, seperti: . Jika seseorang tidak menerima hadiah, hari akan berjalan lancar. jika seseorang tidak menerima upah, maka akan ada sejumlah orang yang tidak menerimanya pada saat pemberian waktu. jika seseorang tidak menerima pahala, maka akan banyak orang yang tidak dan . jika seseorang menerima hukuman karena tidak menerima hadiah sama sekali, maka orang tersebut akan dihukum, dan . Jika metode ini digunakan secara konsisten, siswa akan merasa bosan (Budiyanto, 2. Al-thariqatu ahammu min al-maddah . pisodenya lebih panjang dari Peribahasa ini adalah alasan utama penulis untuk mencapai kesuksesan berumah tangga dengan menggunakan metode Make a Match (Ibrohim, dkk. , 2. Berdasarkan observasi yang dilakukan di atas, maka penulis hendak melakukan kajian ilmiah dengan judul penerapan metode MaM pada pembelajaran Bahasa Arab dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A di MTs AsAoadiyah Uloe. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 1 Februari-Juli 2023 Metode Penelitian Menurut Burns . , penelitian Carr & Kemmis, penelitian tindakan kelas adalah suatu jenis penelitian yang dilakukan oleh seorang guru sebagai refleksi terhadap situasi sosial guna memperbaiki suatu praktik yang sudah digunakan (Makmur, 2. (Carr & Kemmis, 1. Ada dua versi dari artikel ini. Informasi dikumpulkan menggunakan metode tes dan non tes. Tes adalah instrumennya, sedangkan dokumentasi dan tes adalah dokumennya. Tes dikembangkan untuk tujuan meningkatkan probabilitas siswa, serta untuk tujuan membuktikan potensi pelaksanaan tindakan dalam kelas yang ditentukan mendesak. Teknik eksplorasi dan analisis data menggunakan deskriptif statistik dengan menggunakan data dalam bentuk tabel dan grafik, rasio, dan representasi perseptual dalam Microsoft Excel. Untuk menentukan berhasil tidaknya tindakan yang dilakukan, maka dibutuhkan standar sebagai acuannya. Standar ini disebut dengan istilah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Adapun KKMnya ialah 73, sehingga dapat dinyatakan bahwa apabila hasil belajar siswa nilainya O73, maka dinyatakan tidak tuntas dalam memahami materi Himpunan. Sebaliknya, apabila hasil belajar siswa nilainya Ou73, maka dinyatakan tuntas dalam memahami materi Himpunan. Subjek dalam penelitian ini ialah siswa di kelas VII B yang terdiri atas 31 Penelitian dilaksanakan di MTs AsAoadiyah Uloe yang dimulai pada 22 januari hingga 02 Februari 2023. Madrasah ini terletak di Jln. AsAoadiyah Desa Uloe Kec. Dua Boccoe Kab. Bone. Hasil dan Pembahasan Siklus I Penelitian tindakan kelas dilakukan di kelas VII A MTs AsAoadiyah Uloe. Penelitian dilaksanakan pada hari Kamis, 26 Januari 2023. Untuk lebih jelasnya, berikut deskripsi pelaksanaannya. Tahap perencanaan . Pada tahap ini, guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran (Wijaya dan Syahrun, 2. Guru merancang pembelajaran sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus I. http://e-journal. id/index. php/jiep Hasnawati, dkk: Penerapan Metode Make a Match A Tahap tindakan . Guru memberi apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran, memotivasi siswa . Guru menjelaskan materi al-Ghurafu fi al-Baiti dengan metode metode Talaqqi. Guru melafalkan bacaan, siswa mendengarkan, lalu diikuti oleh Metode ini telah ada sejak zaman Rasulullah saw. (AoAisyah dan Maknun, 2022: . Sebanyak 20 kosa kata tersedia untuk dilafalkan . Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menghafal mufradat beserta artinya . Guru membagikan soal berisikan gambar beserta mufradat gambar tersebut yang dibuat secara acak, lalu siswa mengerjakan soal tersebut dengan cara menarik garis pada masing-masing ujung gambar dan mufradatnya . Guru menutup pembelajaran dengan motivasi dan salam . Tahap pengamatan . Guru dan rekan sejawat mengamati hasil belajar siswa. Pengamatan dilakukan dengan teknik observasi terseleksi. Spradley dalam Sugiyono . mengatakan bahwa observasi ini dilakukan peneliti untuk menguraikan fokus yang ditemukan sehingga lebih terperinci. Melalui analisis komponensial, maka tahap ini, peneliti menemukan karakteristik kontras-kontras/perbedaan dan kesamaan antar kategori, serta menemukan hubungan antara satu kategori dengan kategori yang lain. Pada tahap ini, guru menentukan model penilaian. Model penilaian atau evaluasi yang digunakan ialah model pengukuran. Dyer dalam Irawan . mengemukakan bahwa model ini dilakukan untuk menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa pada bidang pelajaran tertentu dengan menggunakan tes. Hasil belajar yang menjadi objek evaluasi mencakup tingkatan kognitif seperti mengetahui, memahami, dan seterusnya, yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif-objektif dengan prosedur yang sudah terstandarisasi. Instrumen yang umumnya digunakan pada evaluasi jenis ini ialah tes tertulis atau tes objektif dengan model multiple choice, matching test, true or false, dan lain-lain. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 1 Februari-Juli 2023 Tes yang digunakan berjenis tes objektif dengan model matching test . encocokkan/menjodohka. Adapun KKMnya adalah 73. Tahap refleksi . Pada tahap ini, peneliti . memaparkan data hasil tindakannya. Basis data ini digunakan sebagai bahan refleksi (Wijaya dan Syahrun, 2. Adapun hasil belajar siswa dapat disajikan dalam bentuk grafik seperti di bawah ini. Grafik 2. Data Hasil Belajar (Siklus I) Berdasar pada sajian data dalam bentuk grafik di atas, dapat dipahami bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I ialah 78. Nilai tertinggi adalah 90 dan nilai terendah adalah 60. Jumlah siswa dengan kriteria tuntas ialah 20 orang, sedangkan yang tidak tuntas ialah 9 orang. Standarnya ialah 73. Apabila hasil belajar >73, maka dinyatakan tuntas. Sebaliknya, jika hasil belajar <73, maka dinyatakan tidak tuntas. Jika data dipersentasekan, maka rata-rata ketuntasan ialah 69%, sedangkan yang tidak tuntas ialah 31%. Sajian data tersebut menginformasikan bahwa pelaksanaan pembelajaran Bahasa Arab tema al-Ghurafu fi al-Baiti pada kelas VII A di MTs AsAoadiyah Uloe sudah ada peningkatan. Namun, belum dapat dikategorikan berhasil, sebab masih ada 9 siswa yang belum tuntas pada pembelajaran ini. Penulis perlu melakukan refleksi sebab masih terdapat siswa yang belum tuntas hasil belajarnya. Siklus II . Tahap perencanaan . Guru merancang pembelajaran sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus II. Perbedaan RPP pada tahap http://e-journal. id/index. php/jiep Hasnawati, dkk: Penerapan Metode Make a Match A ini dengan tahap sebelumnya ialah penulis di tahap ini menggunakan metode Make a Match. Tahap tindakan . Guru membuka pelajaran dengan salam, apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran, lalu memotivasi siswa . Guru menjelaskan materi al-Ghurafu fi al-Baiti dengan metode metode Make a Match. Guru membawa kartu gambar lalu menempelnya di papan tulis beserta mufradatnya . Siswa diberi waktu menghafal dan mengingat materinya . Selanjutnya, melalui pembelajaran secara kooperatif . im/kelompo. , maka guru menyiapkan materi . artu gambar beserta kartu jawaban berisi mufradat tentang ruanga. , lalu dibuatlah semacam permainan yang menuntut siswa yang mendapat gambar berusaha mencari temannya yang mendapat kartu jawaban tentang mufradat gambar tersebut . Guru menutup pembelajaran dengan motivasi dan salam . Tahap pengamatan . Tes yang digunakan berjenis tes objektif dengan model matching test . encocokkan/menjodohka. KKM adalah 73. Tahap refleksi . Pada tahap ini, peneliti . memaparkan data hasil tindakannya pada siklus II. Adapun hasil belajar siswa dapat disajikan dalam bentuk grafik seperti di bawah Grafik 3. Data Hasil Belajar (Siklus II) http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 1 Februari-Juli 2023 Berdasar pada sajian data dalam bentuk grafik di atas, dapat dipahami bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II ialah 83. Nilai tertinggi adalah 100 dan nilai terendah adalah 80. Jumlah siswa dengan kriteria tuntas ialah 29 orang, sedangkan yang tidak tuntas ialah 0 orang. Kriteria tuntas dan tidak tuntas berlandaskan pada KKM 73. Apabila >73, maka dinyatakan tuntas, apabila <73, maka dinyatakan tidak tuntas. Jika data dipersentasekan, maka rata-rata ketuntasan ialah 100%, sedangkan yang tidak tuntas ialah 0%. Sajian pembelajaran Bahasa Arab tema al-Ghurafu fi al-Baiti pada kelas VII A di MTs AsAoadiyah Uloe sudah ada peningkatan. Bahkan, semua siswa dikategorikan tuntas pembelajarannya. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa kategori hasil belajar siswa pada siklus I belum dapat dikategorikan berhasil, sebab masih ada 9 siswa yang belum tuntas. Hal dilandaskan pada data tentang nilai rata-rata hasil belajar siswa ialah 78. Nilai tertinggi dalah 90 dan nilai terendah adalah 60. Jumlah siswa dengan kriteria tuntas ialah 20 orang, sedangkan yang tidak tuntas ialah 9 Apabila hasil belajar >73, maka dinyatakan tuntas. Sebaliknya, jika hasil belajar <73, maka dinyatakan tidak tuntas. Apabila dipersentasekan, maka rata-rata ketuntasan ialah 69%, sedangkan yang tidak tuntas ialah 31%. Pada siklus II, kategori hasil belajar siswa dapat disimpulkan dengan kategori berhasil, karena seluruh siswa sudah tuntas pembelajarannya. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II ialah 83. Nilai tertinggi adalah 100 dan nilai terendah adalah 80. Jumlah siswa dengan kriteria tuntas ialah 29 orang, sedangkan yang tidak tuntas ialah 0 orang. Kriteria tuntas dan tidak tuntas berlandaskan pada KKM 73. Apabila >73, maka dinyatakan tuntas, apabila <73, maka dinyatakan tidak tuntas. Jika data dipersentasekan, maka rata-rata ketuntasan ialah 100%, sedangkan yang tidak tuntas ialah 0% Secara umum, hasil belajar Bahasa Arab tema al-ghurafu fi al-Baiti . uanganruangan di dalam kela. dinyatakan tuntas secara 100%. Hal ini disebabkan penerapan metode Make a Match. http://e-journal. id/index. php/jiep Hasnawati, dkk: Penerapan Metode Make a Match A Setelah penulis memaparkan kesimpulan di atas, penting bagi penulis merekomendasikan metode Make a Match (MaM) dalam meningkatkan hasil belajar Metode ini juga cocok digunakan pada semua materi pelajaran. Daftar Pustaka