Syalwa Nur Rahma Khaliandri1. Hani Hatimatunnisani2. Farin Taska Farina3. Kania Syalwa Salsabila4. Fadil Habiburahman5 PENGARUH SHOPEE PAYLATER DAN GAYA HIDUP TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN MAHASISWA DI POLITEKNIK PAJAJARAN BANDUNG Syalwa Nur Rahma Khaliandri 1. Hani Hatimatunnisani 2. Farin Taska Farina 3. Kania Syalwa Salsabila 4. Fadil Habiburahman 5 Perbankan dan Keuangan. Politeknik Pajajaran ICB. Bandung. Indonesia 1,2,3,4,5 syalwanurrahmakha@gmail. com 1, hani. hatimatunnisani@poljan. id 2, farintaska17@gmail. com 3, kaniasyalwa5@gmail. com 4, habiburahman@poljan. Abstract This study aims to analyze the effect of Shopee PayLater usage and lifestyle on financial management of college students. Shopee PayLater is one of the installment payment methods that is popular among Shopee users in Indonesia, especially among students. This research uses a quantitative approach with a survey as the data collection method. The research sample consisted of 50 students who actively use Shopee PayLater. The results showed that the use of Shopee PayLater has a positive effect on financial management while lifestyle has a negative effect on financial management. This show that with the ease of payment through Shopee PayLater, it is hoped that students can be more flexible in making purchases, but also has the potential to change their lifestyle with a tendency to increase consumption of non-priority items, and had a negative impact on students' financial management, especially in terms of financial discipline and spending control. Keywords : Shopee PayLater. Lifestyle. Financial Management. Students. Installment Payments. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Shopee PayLater dan gaya hidup terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa. Shopee PayLater merupakan salah satu metode pembayaran cicilan yang populer di kalangan pengguna Shopee di Indonesia, terutama di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei sebagai metode pengumpulan data. Sampel penelitian terdiri dari 50 mahasiswa yang aktif menggunakan Shopee PayLater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Shopee PayLater berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan sedangkan gaya hidup berpengaruh negatif terhadap pengelolaan keuangan. Hal ini menunjukan bahwa dengan adanya kemudahan pembayaran melalui Shopee PayLater, diharapkan mahasiswa dapat lebih fleksibel dalam melakukan pembelian, namun juga berpotensi mengubah gaya hidup dengan kecenderungan peningkatan konsumsi barang-barang non-prioritas, yang dapat berdampak negatif pada pengelolaan keuangan mahasiswa, terutama dalam hal disiplin finansial dan pengendalian Kata Kunci : Shopee PayLater. Gaya Hidup. Pengelolaan Keuangan. Mahasiswa. Pembayaran Cicilan. Corresponding Author : syalwanurrahmakha@gmail. Jurnal Sosio dan Humaniora | Volume 3. Number 2 Syalwa Nur Rahma Khaliandri1. Hani Hatimatunnisani2. Farin Taska Farina3. Kania Syalwa Salsabila4. Fadil Habiburahman5 PENDAHULUAN Di era digital yang semakin maju, teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang tentunya berdampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, salah satunya dalam hal transaksi finansial. Salah satu tren yang muncul di tengah masyarakat Indonesia adalah semakin populernya metode pembayaran digital, yang Berbagai aplikasi e- commerce dan fintech semakin inovatif dengan menyediakan berbagai fitur yang memudahkan konsumen, salah satunya adalah fitur cicilan tanpa bunga yang banyak digunakan oleh generasi muda, khususnya mahasiswa. Salah satu contoh nyata dari fenomena ini adalah layanan Shopee PayLater disediakan oleh platform e-commerce Shopee. Penggunaan Shopee PayLater yang semakin populer ini juga berpotensi mengubah gaya hidup mahasiswa, yang sebelumnya mungkin lebih cenderung untuk mengutamakan kebutuhan pokok dan menabung. Kecenderungan menyebabkan mahasiswa mengabaikan prinsip-prinsip dasar dalam mengelola keuangan, seperti mengatur prioritas pengeluaran dan menghindari utang yang tidak produktif. Dengan semakin mudahnya mengakses fasilitas cicilan, mahasiswa dapat terdorong untuk semakin konsumtif pada pembelian barang dan akhirnya terjebak dalam utang cicilan yang mengganggu stabilitas keuangan mereka. Pengelolaan keuangan yang baik sangat penting bagi mahasiswa, karena keterampilan manajerial keuangan yang Mahasiswa mengelola keuangan dengan bijak akan lebih siap dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Karenanya, penting untuk mengetahui bagaimana fitur seperti Shopee PayLater dan gaya hidup dapat memengaruhi cara mahasiswa dalam mengelola keuangan mereka menjadi tujuan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini akan memberikan wawasan mengenai seberapa besar dampak penggunaan layanan cicilan ini mahasiswa, serta bagaimana hal itu memengaruhi kemampuan mereka dalam mengatur pengeluaran dan Hasil dari penelitian, diharapkan mahasiswa bisa lebih bijak dalam menggunakan fasilitas pembayaran seperti Shopee PayLater, serta dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih sehat dan lebih bertanggung jawab serta memberikan rekomendasi yang berguna bagi pihak universitas dan memperhatikan aspek edukasi keuangan bagi mahasiswa. KAJIAN PUSTAKA Shopee PayLater Dan Pembayaran Cicilan Shopee PayLater, sebuah metode pengguna Shopee untuk membeli barang dan membayar dengan cicilan, tanpa bunga, dalam jangka waktu tertentu. Layanan ini menjadi sangat populer di kalangan mahasiswa yang seringkali memiliki pendapatan terbatas namun ingin memenuhi kebutuhan konsumtif Sistem pembayaran ini memberikan Jurnal Sosio dan Humaniora | Volume 3. Number 2 Syalwa Nur Rahma Khaliandri1. Hani Hatimatunnisani2. Farin Taska Farina3. Kania Syalwa Salsabila4. Fadil Habiburahman5 kemudahan dalam hal fleksibilitas pembayaran, memungkinkan pengguna untuk membeli barang yang tidak dapat dibayar secara langsung, namun tetap memiliki waktu untuk melunasi pembayaran tersebut. Gaya Hidup Mahasiswa Gaya hidup mahasiswa dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk sosial, ekonomi, dan budaya. Mahasiswa berada pada fase eksplorasi diri, di mana mereka seringkali terdorong untuk mengikuti tren yang ada di sekitarnya, termasuk dalam hal konsumsi barang. Berdasarkan penelitian oleh Putra mengalami dorongan untuk membeli barang-barang non-prioritas seperti pakaian, gadget, dan kosmetik, yang seringkali dipicu oleh pengaruh media sosial dan pergaulan. Shopee PayLater memberikan kemudahan dalam hal kemungkinan mahasiswa untuk membeli barang yang lebih banyak dan mengubah gaya hidup mereka menjadi lebih Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Pengelolaan sangat penting bagi mahasiswa, mengingat sebagian besar dari mereka belum memiliki pengalaman dalam mengatur keuangan mereka secara Pengelolaan keuangan yang kesejahteraan finansial jangka panjang Penelitian oleh Falah . menunjukkan bahwa mahasiswa yang tidak mengelola keuangan dengan baik cenderung menghadapi kesulitan dalam menabung dan mengatur pengeluaran bulanan mereka. Penggunaan layanan Shopee PayLater memperburuk pengelolaan keuangan ini, terutama jika mahasiswa tidak memiliki kontrol yang baik dalam menggunakan fasilitas cicilan. METODE PENELITIAN Melalui kuantitatif penelitian ini dilakukan, dimana data berbentuk angka dan dianalisis menggunakan teknik statistik yang terfokus pada menemukan mengukur fenomena tertentu. Purposive sampling menjadi pilihan dalam proses penentuan sampel, yaitu memilih responden yang sesuai dengan kriteria, yaitu mahasiswa Politeknik Pajajaran Bandung dari berbagai Program Studi yang aktif menggunakan Shopee PayLater. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan secara online sejak tanggal 1 Mei 2025 dan ditutup pada tanggal 28 Mei 2025, diperoleh sebanyak 50 responden yang telah mengisi kuesioner secara lengkap. Kuesioner terdiri dari pertanyaan yang berhubungan dengan kebiasaan berbelanja, pengelolaan penggunaan Shopee PayLater dan gaya hidup terhadap pengelolaan keuangan mereka yang diukur menggunakan skala Likert. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Demografis Responden Jurnal Sosio dan Humaniora | Volume 3. Number 2 Syalwa Nur Rahma Khaliandri1. Hani Hatimatunnisani2. Farin Taska Farina3. Kania Syalwa Salsabila4. Fadil Habiburahman5 Hasil didapati 39% responden berasal dari Prodi Perbankan dan Keuangan, 26% responden Prodi Administrasi Perkantoran, 15% Prodi Akuntansi dan Perpajakan, 11% Prodi Perhotelan, dan 9% Prodi Teknologi Komputer. Hasil ini menunjukan bahwa kuesioner telah diisi oleh mahasiswa dari 5 Program Studi yang ada di Politeknik Pajajaran, meski secara jumlah belum tersebar secara merata. Berdasarkan lingkaran yang menunjukkan distribusi terlihat bahwa mayoritas responden berasal dari mahasiswa semester 3Ae4 dengan persentase sebesar 50%, diikuti oleh mahasiswa semester 1Ae2 sebanyak 37%, dan mahasiswa semester 5Ae6 hanya sebesar 13%. Uji Validitas Variabel Penelitian Uji validitas menyatakan bahwa semua item pertanyaan sebagai indikator dari setiap variabel yang diteliti adalah Uji Reliabilitas Variabel Penelitian Berdasarkan usia responden, 52,2% berada pada rentang usia 20-22 tahun, 43,5% pada usia 18-20 tahun, dan 4,3% pada usia 22-24 tahun. Jurnal Sosio dan Humaniora | Volume 3. Number 2 Syalwa Nur Rahma Khaliandri1. Hani Hatimatunnisani2. Farin Taska Farina3. Kania Syalwa Salsabila4. Fadil Habiburahman5 Uji reliabilitas yang memberikan nilai lebih dari 0. 70, menyatakan bahwa variabel penelitian telah memenuhi kriteria reliabilitas yang baik. Uji Asumsi Klasik Hasil pengujian asumsi klasik dapat disimpulkan bahwa model regresi yang terbentuk memenuhi asumsi klasik yang dipersyaratkan sehingga dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Analisis Regresi Berganda Hasil uji normalitas melalui Normal P-P Plot menggambarkan titik berpencar disekitar garis diagonal dan sehingga dapat disimpulkan bahwa asumsi normalitas telah terpenuhi. Model regresi yang terbentuk Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak terdapat multikolinieritas. Sehingga, asumsi non multikolinieritas Hasil menggunakan scatter plot antara nilai residual dan nilai prediksi menunjukan tidak terjadi heteroskedastisitas karena titik berpencar tanpa membentuk pola Sehingga homoskedastisitas terpenuhi. Konstanta (Intercep. sebesar 4,378 menunjukkan bahwa apabila penggunaan Shopee PayLater (XCA) dan Gaya Hidup (XCC) adalah nol atau tidak ada, maka nilai pengelolaan keuangan (Y) diasumsikan sebesar 4,378. Artinya, dalam kondisi tanpa pengaruh dari faktor-faktor tersebut, individu masih memiliki tingkat pengelolaan keuangan yang relatif baik secara dasar. Koefisien Shopee PayLater (XCA) menunjukkan bahwa setiap tanggapan Jurnal Sosio dan Humaniora | Volume 3. Number 2 Syalwa Nur Rahma Khaliandri1. Hani Hatimatunnisani2. Farin Taska Farina3. Kania Syalwa Salsabila4. Fadil Habiburahman5 mengenai penggunaan Shopee PayLater meningkat satu satuan, dengan asumsi gaya hidup tetap, maka akan meningkatkan tanggapan terhadap pengelolaan keuangan sebesar 0. Koefisien ini bersifat positif yang berarti bahwa penggunaan Shopee PayLater memiliki pengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa individu yang mampu memanfaatkan fasilitas Shopee PayLater secara bijak, seperti mengatur pembayaran cicilan tepat waktu dan tidak konsumtif, justru dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan. Koefisien variabel gaya hidup (XCC) 305 menunjukkan bahwa setiap tanggapan mengenai gaya hidup konsumtif naik satu satuan, dengan asumsi penggunaan Shopee PayLater tetap, akan menurunkan pengelolaan keuangan sebesar 0,305 satuan. Nilai koefisien yang negatif ini menunjukkan bahwa gaya hidup memiliki pengaruh negatif terhadap pengelolaan keuangan. Artinya, semakin konsumtif gaya hidup seseorang, maka semakin buruk pemasukan atau tidak terkontrol. Analisis Korelasi Berganda Nilai korelasi R sebesar 0. mengindikasikan adanya korelasi positif moderat antara Penggunaan Shopee PayLater dan Gaya Hidup terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Politeknik Pajajaran. Nilai R Square 603 menunjukan bahwa 60. Penggunaan Shopee PayLater dan Gaya Hidup dapat memengaruhi pengelolaan Politeknik Pajajaran. Sementara itu, standard error of the estimate sebesar 2. menunjukan tingkat kesalahan yang relatif rendah dalam prediksi model ini. Secara menunjukan relevansi yang baik dan masih ada 39,7% variasi faktor-faktor lain yang memengaruhi pengelolaan Politeknik Pajajaran. KESIMPULAN Penggunaan Shopee PayLater Politeknik Pajajaran, sementara gaya hidup konsumtif berpengaruh negatif. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun Shopee PayLater dapat menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan secara bijak, gaya hidup konsumtif cenderung Penelitian mengungkapkan bahwa sekitar 60,3% variasi dalam pengelolaan keuangan mahasiswa dapat dijelaskan oleh kedua faktor tersebut, sementara 39,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang belum SARAN Untuk meningkatkan pengelolaan meminimalkan dampak negatif dari penggunaan Shopee PayLater serta gaya hidup konsumtif, disarankan: Meningkatkan literasi keuangan melalui program edukasi yang fokus Jurnal Sosio dan Humaniora | Volume 3. Number 2 Syalwa Nur Rahma Khaliandri1. Hani Hatimatunnisani2. Farin Taska Farina3. Kania Syalwa Salsabila4. Fadil Habiburahman5 pada pengelolaan utang, prioritas menabung, baik melalui kurikulum formal maupun workshop. Mengadakan pelatihan penggunaan layanan cicilan secara bijak, seperti Shopee PayLater, agar mahasiswa memahami risiko dan manfaatnya serta dapat menggunakannya secara bertanggung jawab. Mengembangkan mengendalikan pengeluaran atau terjerat utang konsumtif. Kolaborasi dengan platform ecommerce dan fintech untuk menyediakan fitur atau informasi layanan cicilan secara sehat, seperti pengingat batas pengeluaran atau edukasi langsung dalam aplikasi. DAFTAR PUSTAKA