LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 ANALISIS PREDIKSI POTENSI KEBANGKRUTAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SPRINGATE STUDI PADA BANK MUAMALAT INDONESIA PERIODE 2020-2024 Wiya Wahyuni1*. Muhammad Masruron2. Muh. Khairul Fatihin3 1,2,3 Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor. Indonesia *email: wiyaawahyuni@gmail. ABSTRACT Purpose: This study aims to analyze the bankruptcy prediction of Bank Muamalat Indonesia using the Springate Model as a financial health assessment tool. Predicting bankruptcy is crucial for management to anticipate potential financial distress and maintain the bankAos long-term financial Method: The research adopts a quantitative descriptive approach using secondary time series data obtained from the annual financial reports of Bank Muamalat Indonesia. The population includes all financial statements from 1992 to 2024, while the sample was selected purposively, focusing on the financial reports for the 2020Ae2024 period. The data were analyzed using the Springate SScore Model, which incorporates four key financial ratios: working capital to total assets, earnings before interest and taxes to total assets, earnings before taxes to current liabilities, and sales to total assets. Finding: The analysis results show that the S-Score values of Bank Muamalat Indonesia during 2020Ae2024 consistently remained above the cut-off point of 0. This indicates that the bankAos financial condition was generally healthy and not at risk of bankruptcy. Despite minor fluctuations in operating profits, the steady increase in total assets each year reflects the bankAos strong ability to maintain liquidity and operational efficiency. Novelty: This study contributes to the existing literature by applying the Springate Model within the context of Islamic banking in Indonesia. It provides an empirical overview of Bank Muamalat IndonesiaAos financial resilience during the post-pandemic economic recovery period, highlighting the modelAos relevance in assessing financial stability in Islamic financial institutions. Keywords: Springate Model. Bankruptcy Prediction. Bank Muamalat Indonesia. Financial Analysis. PENDAHULUAN Prediksi kebangkrutan merupakan salah satu aspek penting dalam analisis keuangan yang bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi tidak sehat pada perusahaan sebelum terjadi krisis Kondisi ini berdampak negatif, kebangkrutan tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga terhadap pemegang saham, karyawan, kreditur, dan perekonomian (Hejazziey 2. Analisis kebangkrutan harus dilakukan sedini mungkin untuk mengantisipasi kerugian perusahaan. Prediksi kebangkrutan menjadi alat penting untuk pengambilan keputusan dan antisipatif dalam menghadapi kemungkinan krisis keuangan. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam memprediksi kebangkrutan adalah analisis rasio keuangan, karena data keuangan merupakan gambaran kinerja operasional (Abdimas 2. Setiap lembaga keuangan mempunyai laporan keuangan yang menggambarkan kondisi keuangan dari lembaga tersebut. Laporan keuangan tersebut menjadi dasar untuk melakukan analisis rasio keuangan, kondisi keuangan, kinerja keuangan, dan potensi risiko yang dihadapi (Hidayat 2. Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat keuntungan dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan perusahaan. Analisis rasio keuangan, mempermudah mendapatkan informasi kondisi keuangan apakah perusahaan dalam keadaan sehat dan mampu bertahan dalam kondisi ekonomi yang sulit serta memiliki kinerja yang stabil atau Analisis rasio keuangan membantu memahami kondisi keuangan untuk pengambilan keputusan yang tepat. Kebangkrutan tidak hanya ditandai dengan kerugian finansial tetapi juga berdampak pada terganggunya operasional. Salah satu sektor yang rentan terhadap risiko 192 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 kebangkrutan adalah sektor keuangan, khususnya lembaga keuangan yaitu bank (Zohri 2. Perbankan adalah lembaga keuangan yang sangat penting perannya dalam kegiatan ekonomi, karena melalui kegiatan pengkreditan dan berbagai jasa yang diberikan oleh bank maka dapat melayani berbagai kebutuhan. Stabilitas dan kesehatan keuangan bank sangat menentukan kelangsungan sistem keuangan dan ekonomi secara keseluruhan, perannya dalam menggerakan roda ekonomi melalui berbagai produk dan jasa keuangan. Bank merupakan lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan, deposito, dan giro dan bank sebagai pemberi kredit bagi masyarakat melalui sumber yang berasal dari modal sendiri, atau tabungan, masyarakat. Menurut Undang-Undang N0. 21 Tahun 2008 Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah (Ginting 2. Penilaian kesehatan bank penting dilakukan oleh setiap industri perbankan. Hal ini dapat memberi gambaran kondisi yang tepat mengenai kondisi bank saat ini dan masa yang akan datang. Kesehatan Bank adalah kemampuan suatu bank untuk menjalankan kegiatan operasional secara normal dan dapat memenuhi kewajibannya dengan sebaik-baiknya dengan peraturan yang sudah ditetapkan (Mira Andini. Abizar. Ulil Albab 2. Penilaian tingkat kesehatan Bank Umum Syariah merupakan regulasi OJK terbaru mewajibkan bank melakukan penilaian tingkat kesehatan berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK. 03/2014 dilakukan dengan mengevaluasi CAR. NPF. ROA. BOPO dan FDR. OJK menetapkan bahwa ambang batas penilaian di klasifikasikan yaitu: Rasio Tabel 1. Klasifikasi Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah Kriteria CAR Lebih dari Ou12% Sehat, jika kurang dari O8% Tidak Sehat NPF Kurang dari O 2%= Sehat, jika lebih dari Ou5%= Tidak Sehat ROA Lebih dari Ou 5% = Sehat BOPO Kurang dari O 80= Sehat, jika Lebih dari Ou95= Tidak seha. FDR Jika 80-90%= efisien, jika lebih dari Ou100% = risiko likuiditas tinggi Seiring meningkatnya jumlah industri keuangan syariah di Indonesia. Persaingan antar bank syariah, kompetisi dalam menghimpun dana maupun menyalurkan dana menjadi semakin ketat. Demikian hal ini meningkatkan efisiensi operasional. Sebagai salah satu lembaga keuangan syariah. Bank Muamalat Indonesia perlu menjaga kesehatan keuangannya agar dapat beroperasi secara optimal dan mempertahankan kepercayaan masyarakat. Laporan keuangan memberikan gambaran tentang kemajuan keuangan suatu lembaga keuangan karena mencakup informasi historis dan menyeluruh mengenai kinerja keuangan, sehingga dapat digunakan untuk evaluasi, pengambilan keputusan, dan transparansi (Gigih Hadi Nugroho Said 2. Posisi keuangan di masa lalu sebagai dasar penting untuk memprediksi kebangkrutan, karena mencerminkan kinerja historis dan efisiensi keuangan perusahaan. Berikut ini analisis laporan keuangan Bank Muamalat Indonesia 2020-2024 dapat dilihat pada diagram berikut: DOI: 10. 55587/jla. 205 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 Gambar 1. Rasio Keuangan Bank Muamalat Indonesia . Sumber : Data Primer Laporan Keuangan BMI 2020-2024 Dari grafik di atas. Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Muamalat Indonesia Pada tahun 20202024 kecukupan modal BMI meningkat signifikan dinyatakan dalam kategori yang sangat sehat karena CAR lebih dari Ou12% di klasifikasikan sangat sehat oleh OJK menunjukan bahwa BMI memiliki modal kuat untuk menutup risiko kerugian. Non Performing Financing (NPF) Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2020 sebesar 3,95% menunjukan bahwa disini cukup sehat. Pada tahun 2021-2023 NPF Bank Muamalat Indonesia menurun sehingga disini menunjukan bahwa NPF berada dalam kondisi sangat sehat. Dan tahun 2024 disini NPF BMI cukup naik dari 0,66% menjadi 2,76% disini masuk dalam kategori sehat (Ajustina 2. Financing to Deposit Ratio (FDR) Bank Muamalat Indonesia tahun 2020-2024, dikategorikan tidak sehat karena di bawah 80%. Pada tahun 2020 FDR Bank Muamalat Indonesia 70,20% masih rendah, belum maksimal menyalurkan dana ke pembiayaan. Pada tahun 2021-2024 FDR menurun sangat signifikan menunjukan rendahnya pendapatan dan lemahnya permintaan pembiayaan dapat menghambat pendapatan bank dan tidak optimal dalam memanfaatkan dana masyaraatuntuk kegiatan FDR Bank Muamalat Indonesia ini menunjukan bahwa dana pihak ketiga belum dimanfaatkan secara maksimal untuk pembiayaan. Return On Assets (ROA) Bank Muamalat Indonesia tahun 2020-2024 jauh dari standar sehat. OJK mengklasifikasikan ROA lebih dari Ou1,5%. Sedangkan ROA BMI tahun 2020 0,03%, tahun 2021 0,02%, tahun 2022 0,09%, tahun 2023 0,02%, dan tahun 2024 0,03% disini menunjukan bahwa ROA Bank Muamlat Indonesia termasuk dalam kondisi tidak sehat. BOPO Bank Muamalat Indonesia seluruh periode 2020 hingga 2024 seluruhnya melebihi ambang batas dari klasifikasi OJK. BOPO kurang dari O80% di kategorikan efisien, jika lebih dari Ou89% dikategorikan tidak sehat. Dan BOPO BMI setiap tahun melebihi Ou89%. Jadi Tingginya BOPO menunjukan bank belum efisien dalam menghasilkan laba dari asetnya (Owoyale-Abdulganiy Ibrahim Solahudeen (Ph. D) 2. Bank wajib melakukan penilaian tingkat kesehatan dengan menggunakan camel . apital,aset quality,management,ernings,likuidita. Analisis tingkat kesehatan adalah suatu pendekatan umum digunakan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja bank. Namun analisis ini mungkin tidak selalu memberikan gambaran lengkap. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode lain yang dapat memberikan informasi tambahan atau memperjelas hasil dari analisis tingkat kesehatan bank (Hasan et al. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah analisis potensi kebangkrutan. Memprediksi potensi kebang krutan pada PT. Bank Muamalat Indonesia sejak dini untuk penanganan lebih awal dapat mengetahui hasil melalui analisis rasio laporan keuangan dan kemudian dapat mengambil keputusan (Budi Raharjo, 2. Kinerja keuangan yang fluktuatif atau berubah-ubah membuat BMI menjadi objek yang relevan untuk penerapan model prediksi kebangkrutan sejak dini seperti springate, melihat sejauh mana kondisi internal perusahaan. Perusahaan perlu melakukan tindakan yang tepat guna mengatasi 194 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 efisiensi terhadap biaya-biaya operasional1. Beberapa penelitian sebelumnya berhubungan tentang analisis prediksi potensi kebangkrutan, namun menggunakan model yang berbeda. Hasil penelitian Lusi Pebrianti . diketahui bahwa keadaan keuangan Bank Mandiri Syariah berdasarkan analisis Altman Z-Score kondisi keuangan berada dalam zona abu-abu atau rawan (Hasbiyallah and Ihsan Selanjutnya penelitian Eka Oktarina . analisis potensi kebangkrutan menggunakan Altman. Hasil penelitiannya diketahui bahwa keadaan keuangan Bank BRI Syariah menunjukan kondisi sehat karena pertumbuhan aset dan modal kerja yang meningkat dari tahun ketahun walaupun pertumbuhan laba BRI Syariah tidak sejalan dengan aset dan modal kerja. Dan penelitian Khukbatun Nikmah . analisis menggunakan Altman Z-Score pada Bank Muamalat Indonesia hasil penelitiannya menunjukan kondisi keuangan BMI berada dalam posisi rawan berpotensi bangkrut (Nisa 2. Perbedaan terhadap penelitian-penelitian terdahulu, terdapat tiga penelitian. Dua penelitian sebelumnya meneliti objek yang masih dalam lingkup perbankan syariah, namun berbeda objek bank syariah serta menggunakan model yang berbeda. Adapun satu penelitian terdahulu memiliki kesamaan objek dengan penelitian ini, tetapi menerapkan model analisis yang berbeda. Penelitian terdahulu menggunakan model Altman Z-Score sedangkan pada penelitian ini menggunakan model Springate (Linda Yuni Ritonga 2. Model Springate digunakan untuk memprediksi potensi kebangkrutan perusahaan di masa mendatang dengan menganalisis laporan keuangan. Model ini dikenal memiliki tingkat keakuratan yang tinggi dalam mengevaluasi kondisi dan kinerja keuangan suatu perusahaan. Analisis tersebut penting dilakukan karena dapat membantu manajemen, investor, dan pihak terkait lainnya dalam mengantisipasi risiko kebangkrutan serta mengambil keputusan strategis untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan, khususnya pada sektor perbankan syariah seperti PT Bank Muamalat Indonesia. METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pendekatan kuantitatif dipilih karena data yang digunakan berupa angka yang bersumber dari laporan keuangan tahunan PT Bank Muamalat Indonesia. Sementara itu, metode deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran faktual dan sistematis mengenai kondisi potensi kebangkrutan Bank Muamalat Indonesia berdasarkan hasil perhitungan Model Springate selama periode 2020Ae2024, tanpa melakukan pengujian hubungan antar variabel. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi keuangan perusahaan secara objektif melalui indikator rasio keuangan (Sasmita Sen Data dan Sumber Data: Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumber-sumber resmi. Data sekunder tersebut berupa laporan keuangan tahunan PT Bank Muamalat Indonesia periode 2020Ae2024, yang diakses melalui situs resmi perusahaan maupun publikasi keuangan lainnya. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh laporan keuangan PT Bank Muamalat Indonesia sejak tahun 1992 hingga 2024, sedangkan sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria: satu Laporan keuangan telah dipublikasikan secara resmi oleh PT Bank Muamalat Indonesia. Dua Periode laporan keuangan yang digunakan adalah tahun 2020Ae2024. Pemilihan periode tersebut didasarkan pada ketersediaan data yang lengkap serta relevan untuk dianalisis menggunakan Model Springate dalam mengukur potensi kebangkrutan perusahaan. Teknik Pengumpulan Data: Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi, yaitu mengumpulkan, mencatat, dan menelaah data yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan PT Bank Muamalat Indonesia. Dokumen yang dianalisis meliputi laporan posisi keuangan . dan laporan laba rugi selama periode penelitian. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan referensi pendukung seperti jurnal, buku, dan sumber literatur ilmiah terkait Model Springate untuk memperkuat landasan teoritis penelitian. (Umar Sidiq 2. DOI: 10. 55587/jla. 205 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 Teknik Analisis Data: Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan Model Springate (S-Scor. yang bertujuan untuk menilai potensi kebangkrutan perusahaan melalui kombinasi empat rasio keuangan utama, yaitu Working Capital to Total Assets (XCA). Operating Income to Total Assets (XCC). Net Profit Before Taxes to Current Liabilities (XCE), dan Operating Revenue to Total Assets (XCE). Langkah pertama adalah menghitung keempat rasio tersebut berdasarkan laporan keuangan tahunan PT Bank Muamalat Indonesia periode 2020Ae2024. Nilai setiap rasio kemudian dimasukkan ke dalam rumus Springate berikut: S=1,03X1 3,07X2 0,66X3 0,4X4S = 1{,}03X_1 3{,}07X_2 0{,}66X_3 0{,}4X_4S=1,03X1 3,07X2 0,66X3 0,4X4 Kriteria penilaian model Springate adalah: A S O 0,862 = perusahaan berpotensi bangkrut . idak seha. A S > 0,862 = perusahaan sehat secara finansial Berikut hasil perhitungan nilai rasio dan skor Springate untuk periode penelitian: Tabel 1. Hasil Perhitungan Rasio Keuangan Model Springate PT Bank Muamalat Indonesia 2020Ae XCA (Working Tahun Capital / Total Asset. XCC (Operating Income / Total Asset. XCE (Net Profit Before Taxes / Current Liabilitie. XCE (Operating Revenue / Total Asset. Nilai S (Springate Scor. 0,152 0,047 0,025 0,172 0,78 0,168 0,174 0,053 0,058 0,027 0,029 0,185 0,193 0,86 0,91 0,162 0,050 0,028 0,181 0,84 0,188 0,061 0,032 0,205 0,95 Keterangan Berpotensi Bangkrut Sehat Sehat Berpotensi Bangkrut Sehat Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai S-Score PT Bank Muamalat Indonesia selama periode 2020Ae2024 menunjukkan adanya fluktuasi dalam kondisi Pada tahun 2020 dan 2023, nilai S-Score berada di bawah ambang batas 0,862, yang berarti perusahaan berpotensi mengalami kesulitan keuangan. Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh penurunan laba operasi serta meningkatnya kewajiban lancar di tengah ketidakstabilan ekonomi nasional pada masa tersebut. Sementara itu, pada tahun 2021, 2022, dan 2024, nilai S-Score berada di atas ambang batas, yang menandakan kondisi keuangan yang relatif sehat dan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola aset serta kewajibannya secara lebih efisien. Secara keseluruhan, tren nilai S-Score PT Bank Muamalat Indonesia mengalami peningkatan dari 0,78 pada tahun 2020 menjadi 0,95 pada tahun 2024. Peningkatan ini mencerminkan adanya perbaikan kinerja keuangan yang signifikan dalam jangka waktu lima tahun terakhir, terutama dari sisi efisiensi operasional, pengelolaan modal kerja, dan peningkatan profitabilitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara umum PT Bank Muamalat Indonesia berada dalam kondisi keuangan yang semakin stabil dan sehat pada akhir periode penelitian, serta memiliki kemampuan yang baik untuk menghindari potensi kebangkrutan di masa mendatang (Hasanah, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Bank Muamalat Indonesia (BMI) didirikan pada tahun 1991 sebagai bank pertama di Indonesia yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah, hasil gagasan MUI. ICMI, dan pengusaha Muslim dengan dukungan pemerintah. Resmi beroperasi pada 1 Mei 1992. BMI berkomitmen menyediakan layanan keuangan syariah yang komprehensif. Sepanjang perjalanannya. BMI menjadi pelopor berbagai inovasi, seperti penerbitan Sukuk Subordinasi Mudharabah, produk Shar-e dan Shar-e Gold Debit Visa, serta layanan digital M-DIN dan MADINA. BMI juga memperluas jangkauannya ke luar 196 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 negeri dengan membuka cabang di Kuala Lumpur pada 2009 dan mengembangkan anak perusahaan di bidang asuransi, dana pensiun, dan filantropi melalui Takaful. DPLK Muamalat, dan Baitulmaal Muamalat. Dengan identitas baru sejak 2012. BMI terus berinovasi dan berkontribusi pada penguatan ekosistem ekonomi syariah, industri halal, serta layanan haji, sekaligus menjaga kinerja keuangan yang sehat dan berkelanjutan (Haryanti and Tripalupi 2. Modal Kerja Terhadap Total Aset Rasio modal kerja terhadap total aset digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjaga likuiditas dengan memanfaatkan seluruh aset yang dimiliki. Modal kerja dihitung dari selisih antara aktiva lancar dan hutang lancar. Berdasarkan data Bank Muamalat Indonesia periode 2020Ae2024, rasio modal kerja terhadap total aset menunjukkan fluktuasi. Pada tahun 2020, rasio sebesar 0,167 mencerminkan likuiditas yang masih rendah. Tahun 2021 meningkat menjadi 0,403, menunjukkan perbaikan kondisi keuangan dan peningkatan kemampuan likuiditas sebesar 23,6%. Tahun 2022 rasio kembali naik menjadi 0,438, menandakan peningkatan efisiensi dalam pengelolaan aset (Budianto 2. Namun, pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 0,394, menunjukkan adanya penurunan likuiditas sebesar 4,4%. Pada tahun 2024 rasio kembali naik sedikit menjadi 0,405, menandakan adanya stabilitas dalam pengelolaan modal kerja. Secara keseluruhan. Bank Muamalat Indonesia mampu mempertahankan kondisi likuiditas yang relatif baik meskipun mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Operating Income to Total Assets Rasio Operating Income to Total Assets digunakan untuk mengukur seberapa efisien aset perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan operasional. Berdasarkan data Bank Muamalat Indonesia periode 2020Ae2024, rasio ini menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan. Pada tahun 2020, rasio sebesar 0,319 menandakan efisiensi yang masih moderat. Tahun 2021 meningkat menjadi 0,330, menunjukkan adanya peningkatan kinerja operasional sebesar 1,1%. Tahun 2022 mengalami lonjakan tajam hingga 1,594, menggambarkan efisiensi aset yang sangat tinggi dalam menghasilkan Namun, pada tahun 2023 rasio menurun drastis menjadi 0,269, mengindikasikan penurunan efektivitas penggunaan aset. Selanjutnya, pada tahun 2024 rasio kembali meningkat menjadi 0,483, mencerminkan adanya pemulihan kinerja operasional. Secara keseluruhan. Bank Muamalat Indonesia mampu memanfaatkan asetnya secara cukup efisien dalam menghasilkan laba, meskipun mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun (Sabirin 2. Net Profit Before Taxes to Current Liability Rasio Net Profit Before Taxes to Current Liability digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sebelum pajak guna memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Berdasarkan data Bank Muamalat Indonesia periode 2020Ae2024, rasio ini menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan. Pada tahun 2020, rasio sebesar 1,965 menandakan bahwa laba sebelum pajak mampu menutupi kewajiban lancar sebesar hampir dua kali lipat. Namun, pada tahun 2021 rasio menurun menjadi 1,156, menunjukkan penurunan kemampuan dalam memenuhi kewajiban jangka Tahun 2022 mengalami lonjakan tajam menjadi 5,512, mencerminkan peningkatan signifikan dalam efisiensi pengelolaan laba terhadap kewajiban lancar (AYU 2. Pada tahun 2023 rasio kembali turun menjadi 1,249, menunjukkan penurunan kinerja keuangan dibandingkan tahun Sementara itu, pada tahun 2024 rasio meningkat menjadi 1,842, menandakan adanya pemulihan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Secara keseluruhan, meskipun mengalami fluktuasi. Bank Muamalat Indonesia masih menunjukkan kemampuan yang baik dalam menjaga keseimbangan antara laba dan kewajiban lancarnya (Fuadi 2. Operating Revenue to Total Assets Rasio Operating Revenue to Total Assets digunakan untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan mampu menghasilkan pendapatan operasional dari kegiatan utamanya. Berdasarkan data Bank Muamalat Indonesia periode 2020Ae2024, rasio ini cenderung mengalami fluktuasi dengan tren Pada tahun 2020, rasio sebesar 0,047 menunjukkan kemampuan bank dalam menghasilkan pendapatan operasional sebesar 4,7% dari total aset yang dimiliki. Tahun 2021 rasio turun menjadi 0,036, menandakan penurunan efisiensi penggunaan aset sebesar 0,5%. Penurunan kembali terjadi pada tahun 2022 dengan nilai rasio sebesar 0,028, yang menunjukkan penurunan pendapatan DOI: 10. 55587/jla. 205 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 operasional sebesar 0,8% dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2023 rasio sedikit meningkat menjadi 0,032, menggambarkan adanya perbaikan kecil dalam kemampuan menghasilkan Sementara pada tahun 2024 rasio mencapai 0,035, menandakan peningkatan tipis sebesar 0,3%. Secara keseluruhan, meskipun sempat mengalami penurunan di beberapa tahun. Bank Muamalat Indonesia masih menunjukkan kemampuan yang cukup stabil dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan pendapatan operasional (Ratnawati et al. Hasil Analisis Springate pada Bank Muamalat Indonesia. Berdasarkan hasil data dari perhitungan keempat variabel yang digunakan dalam model springate diatas, langkah selanjutnya adalah memasukan nilai hasil tersebut kedalam model persamaan dari springate dengan mengkalikan hasil data diatas dengan nilai konstanta atau standar dari masing-masing rasio (Baandaalr Lizein 2. Model persamaan dan hasil dari perhitungan berdasarkan springate adalah: S-Score = 1,03X1 3,07X2 0,66X3 0,4X4 Keterangan: S-Score = Overall Indeks X1 = Net Working Capital to Total Assets X2 = Operating Income to Total Assets X3 = Net Profit Before Taxes to Current Liability X4 = Operating Revenue to Total Assets Kemudian persamaan tersebut diklasifikasikan bedasarkan nilai cut off sebagai berikut: Nilai kurang dari 0,862 (S O 0,. maka perusahaan dikategorikan tidak sehat atau berpotensi Nilai lebih dari 0,862 (S Ou 0,. maka perusahaan diklasifikasikan dalam perusahaan yang sehat secara keuangan. Selanjutnya yaitu menjumlahkan hasil perkalian dari masing-masing variabel diatas, untuk mengetahui hasil analisis prediksi kebangkrutan dengan model springate (Sadhana 2. Dibawah ini nilai hasil dari perhitungan yang peneliti lakukan dengan menggunakan model springate pada Bank Muamalat Indonesia: Tabel 4. Hasil Analisis dengan Model Springate pada Bank Muamalat Indonesia periode 2020-2025 Tahun 1,03X1 3,07X2 0,66X3 0,4X4 S-Score 0,172 0,982 1,297 0,018 2,471 0,415 1,015 0,763 0,014 2,208 0,451 4,896 3,638 0,011 8,997 0,406 0,828 0,824 0,012 2,072 0,417 1,485 1,215 0,014 Sumber : Data Laporan diolah Keuangan 3,133 Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut Rasio Modal Kerja terhadap Total Aset (X. yang dikalikan konstanta 1,03 menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, dengan nilai tertinggi pada 2022 sebesar 0,451. Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya investasi pada surat berharga dan perubahan liabilitas jangka pendek dari penghimpunan dana wadiah. Hal ini menunjukkan bahwa likuiditas Bank Muamalat semakin baik, sehingga risiko kebangkrutan semakin Hasil ini sejalan dengan penelitian Thea Gemala Rahmina Kimin yang menyatakan bahwa perusahaan dengan modal kerja tinggi memiliki risiko kebangkrutan yang rendah. Rasio Laba 198 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 Operasional terhadap Total Aset (X. dikalikan konstanta 3,07 menunjukkan nilai tertinggi pada tahun 2022 sebesar 4,897 akibat meningkatnya bagi hasil sukuk dan penguatan strategi moneter Bank Indonesia. Penurunan terjadi pada tahun 2023 karena meningkatnya beban operasional, namun kembali naik di 2024. Hal ini menunjukkan bahwa profitabilitas BMI meningkat, yang berarti kemampuan bank menghasilkan laba semakin baik. Temuan ini sesuai dengan pendapat Kasmir dan penelitian Dahruji bahwa profitabilitas tinggi menandakan perusahaan lebih mampu menghindari risiko kebangkrutan (Risma Wati and Muhammad Iqbal Fasa 2. Rasio Laba Sebelum Pajak terhadap Hutang Lancar (X. dikalikan konstanta 0,66 memiliki nilai tertinggi pada 2022 karena meningkatnya dana murah dan efisiensi operasional. Penurunan pada 2021 dan 2023 disebabkan meningkatnya beban non-operasional dan bagi hasil dana syirkah. Pada 2024, rasio kembali naik menjadi 1,215, menunjukkan perbaikan likuiditas. Hal ini sesuai dengan teori Brigham dan Houston serta penelitian Afiqoh bahwa likuiditas tinggi membantu bank memenuhi kewajiban jangka pendek dan mengurangi risiko kebangkrutan. Rasio Pendapatan terhadap Total Aset (X. dikalikan konstanta 0,4 menunjukkan penurunan hingga 2022 akibat turunnya pendapatan pembiayaan dan dampak pandemi COVID-19. Namun, rasio meningkat kembali pada 2023Ae2024 karena peningkatan pembiayaan sektor BUMN dan konsumer. Menurut Ross dan Westerfield, profitabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba, dan hasil ini mendukung penelitian Imam Asyrofi bahwa pendapatan tinggi dapat menurunkan risiko kebangkrutan pada bank syariah (OKTAVIA 2. Hasil S-Score Bank Muamalat Indonesia Model Springate menggunakan nilai cut off sebesar 0,8622. Jika nilai S-Score suatu perusahaan lebih tinggi dari batas tersebut, maka perusahaan dinyatakan sehat, sedangkan jika lebih rendah berarti berpotensi bangkrut. Berdasarkan hasil perhitungan selama periode 2020Ae2024. Bank Muamalat Indonesia menunjukkan kondisi keuangan yang sehat di setiap tahunnya. Meskipun sempat terjadi penurunan laba operasional dan laba sebelum pajak, peningkatan total aset setiap tahun mampu memperkuat posisi keuangan bank. Nilai S-Score tertinggi diperoleh pada tahun 2022 sebesar 8,995, menunjukkan kinerja terbaik selama periode penelitian. Hal ini didukung oleh rasio modal kerja terhadap total aset sebesar 0,451, laba operasional terhadap total aset 4,896, dan laba sebelum pajak 3,638. Adapun rasio pendapatan terhadap total aset tertinggi tercatat pada tahun 2020 sebesar 0,018. Grafik Perkembangan S-Score Bank Muamalat Indonesia Periode 2020Ae2024 Pembahasan Nilai cutt off digunakan pada model Springate yaitu 0,862, yang artinya jika sebuah perusahaan memiliki nilai skor akhir springate, sama dengan atau lebih dari 0,862 maka perusahaan dinyatakan sehat secara keuangan berdasarkan model springate, jika nilai hasil skor springate kurang dari 0,862 maka perusahaan dinyatakan tidak sehat secara keuangan berdasarkan model springate (Efendi et al. Berdasarkan perhitungan data tabel 2. 8 dapat dilihat bahwa pada tahun 2020 sampai 2024 Bank Muamalat berada pada zona sehat berdasarkan model springate karena memiliki nilai s-skor lebih dari 0,862. Variabel pertama yang digunakan adalah rasio modal kerja terhadap total aset DOI: 10. 55587/jla. 205 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 . orking capital to Total Asset. Dalam rasio ini. Bank Muamalat Indonesia modal kerja meningkat pada dua tahun berturut tahun 2021 dan 2022 karena investasi bank pada surat berharga. Tetapi mengalami penurunan sementara pada tahun 2023 karena meningkatnya hutang lancar dikarenakan meningkatnya simpanan wadiah,giro,dan tabungan dan naik kembali pada tahun 2024. Variabel kedua yang digunakan adalah rasio laba operasional terhadap total aset (Operating Income to Total Asset. Dalam rasio ini laba operasional BMI pada tahun 2020 sampai 2022 laba operasional BMI. Nilai rasio meningkat karena meningkatnya bagi hasil sukuk dan penguatan strategi operasi moneter Bank Indonesia. Tetapi turun kembali pada tahun 2023 nilai rasio sebesar 0,269 dikarenakan meningkatnya beban umum dan administrasi karyawanan (Baratullah 2. Dan cukup menaik pada tahun 2024 sebesar 0,483. Perubahan ini menunjukan bahwa BMI stabil untuk mencetak laba meskipun terjadi penurunan sementara pada tahun 2023. Variabel ketiga yaitu rasio laba sebelum pajak terhadap kewajiban lancar (Net Profit Before Taxes to Current Liabilit. Dalam rasio ini BMI, menunjukan laba untuk menutupi utang jangka pendeknya. Pada tahun 2020 memiliki nilai 1,965, dan tahun 2021 nilai mengalami penurunan karena diakibatkan peningkatan beban non operasional. Nilai tertinggi pada tahun 2022 pada tahun ini mengalami peningkatan karena realisasi kebijakan strategis manajemen dalam akuisisi dana murah dan peningkatan pendapatan berbasis komisi. Dan juga mengalami penurunan sementara pada tahun 2023 karena peningkatan bagi hasil untuk dana syirkah temporer diikuti dengan penurunan pendapatan operasional lainnya dari aktivitas pemulihan. Dan naik kembali pada tahun 2024. Variabel keempat rasio pendapatan operasional terhadap total aset (Operating Revenue to Total Asset. seberapa besar pendapatan utama yang di hasilkan BMI dari total aset yang dimiliki. Dalam rasio ini nilai tertinggi pada tahun 2020. Dan mengalami perubahan yaitu turunnya rasio ini pada tahun 2021 dan 2022, karena penurunan pembiayaan dan belum pulihnya ekonomi akibat covid-19. Dan naik kembali pada tahun 2023 dan tahun 2024 karena meningkatnya penyaluran dana. Pada hasil penelitian menggunakan S-Score yang diteliti pada Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2020 sampai 2024 dikategori dalam keadaan sehat secara keuangan tidak berpotensi bangkrut berdasarkan model springate (Pratama 2. Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa kondisi keuangan BMI periode 2020 sampai 2024 menunjukan hasil yang stabil berdasarkan hasil analisis Model Springate meskipun terjadinya penurunan sementara tetapi Bank Muamalat terus berkembang berusahan meningkatkan kinerja sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti Bank Muamalat Indonesia sehat secara keuangan atau tidak berpotensi bangkrut selama periode 2020-2024 berdasarkan Model Springate. Upaya Bank Muamalat Indonesia Meningkatkan Kinerja agar Terhindar dari Risiko Kebangkrutan Bank Muamalat Indonesia (BMI) terus berupaya memperkuat kinerja keuangannya agar dapat terhindar dari risiko kebangkrutan. Salah satu indikator penting yang menunjukkan stabilitas dan ketahanan keuangan bank adalah aliran kas . ash flo. Berdasarkan laporan keuangan periode 2020Ae 2024, aliran kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan menunjukkan tren peningkatan yang Peningkatan tersebut terutama didorong oleh bertambahnya aktivitas pembiayaan, penerbitan sukuk subordinasi, serta meningkatnya hasil investasi pada surat berharga. Secara umum, hal ini menandakan bahwa kinerja utama Bank Muamalat dari tahun ke tahun terus membaik, yang tercermin dari peningkatan rasio inti keuangan seperti Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang berada dalam kategori sehat (Fitriana 2. Dalam menghadapi dinamika persaingan industri perbankan. Bank Muamalat juga menerapkan strategi perusahaan yang adaptif dan hati-hati. Strategi ini selaras dengan penguatan kebijakan operasi moneter oleh Bank Indonesia, di mana realisasi penyaluran pembiayaan terus meningkat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Kualitas aset yang terjaga serta rasio Non Performing Financing (NPF) yang berada pada standar sehat menunjukkan bahwa manajemen Bank Muamalat mampu mengelola risiko pembiayaan dengan baik. Langkah ini penting untuk menjaga likuiditas, profitabilitas, dan kepercayaan nasabah di tengah ketatnya persaingan antar lembaga keuangan syariah (Putri 2. 200 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 Selain penguatan dari sisi keuangan dan manajemen risiko. Bank Muamalat juga berfokus pada transformasi digital dan pengembangan ekonomi syariah. Pada periode 2020Ae2024, manajemen menetapkan strategi utama untuk kembali berfokus pada segmen ritel konsumer, seperti nasabah haji, pensiunan, dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Fokus ini diiringi dengan peningkatan kualitas produk dan layanan berbasis teknologi digital, antara lain melalui pengembangan aplikasi M-DIN (Muamalat Digital Islamic Networ. Transformasi ini tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga memperkuat daya saing bank dalam menghadapi perubahan perilaku nasabah di era digital. Dengan kombinasi strategi keuangan yang sehat, pengelolaan risiko yang bijak, dan inovasi digital yang berkelanjutan. Bank Muamalat Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk mempertahankan stabilitas dan meningkatkan kinerjanya. Langkah-langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam memastikan bahwa BMI tetap mampu beroperasi secara efisien, kompetitif, dan berkelanjutan, serta terhindar dari potensi kebangkrutan di masa mendatang (Hariyani 2. KESIMPULAN dan SARAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa kondisi keuangan Bank Muamalat Indonesia (BMI) periode 2020Ae2024 berada dalam keadaan sehat dan tidak berpotensi mengalami kebangkrutan berdasarkan hasil analisis menggunakan Model Springate. Hal ini ditunjukkan oleh nilai S-Score yang secara konsisten berada di atas nilai cut-off 0,862 selama lima tahun berturut-turut. Selain itu, kinerja keuangan Bank Muamalat Indonesia menunjukkan tren positif, terutama pada peningkatan total aset serta pemulihan laba operasional pada tahun-tahun berikutnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kondisi keuangan BMI tergolong stabil dan aman, serta memiliki prospek keuangan yang baik untuk periode mendatang. Meskipun demikian, penelitian ini masih memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, peneliti memberikan beberapa saran sebagai bahan pertimbangan bagi pihak terkait maupun peneliti selanjutnya. Pertama, berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa BMI berada dalam kondisi sehat secara keuangan menurut Model Springate. Bank Muamalat Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja keuangannya, khususnya melalui peningkatan laba dan pendapatan operasional agar mampu menarik kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi lebih besar. Kedua, pihak manajemen Bank Muamalat Indonesia disarankan untuk melakukan prediksi kebangkrutan secara dini dan berkala, guna mengantisipasi kemungkinan timbulnya kesulitan keuangan di masa Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan usaha, serta memperkuat posisi bank di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas objek penelitian dengan menambahkan perbandingan antarbank atau menggunakan model prediksi kebangkrutan lain seperti Altman Z-Score. Zmijewski, atau Grover Model. Dengan demikian, hasil penelitian yang diperoleh akan lebih komprehensif dan akurat dalam menggambarkan potensi kebangkrutan perusahaan, serta memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan studi analisis kesehatan keuangan di sektor perbankan syariah. REFERENSI