IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Perencanaan Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan Menggunakan Metode Penyusunan Matriks Kompetensi Pada Bagian Pemeliharaan Girman Sihombing1. Evy Priyanti2. Nining Suryani3 1,2,3 Universitas Bina Sarana Informatika e-mail: girman. gsh@bsi. id, 2evy. evp@bsi. id, 3nining. nns@bsi. Diterima 19-11-2025 Direvisi 12-12-2025 Disetujui 10-01-2026 Abstrak - Kemampuan menghadapi persaingan dalam industri atau bisnis merupakan kunci utama dalam menjalankan bisnis saat ini, terutama di era digital. Pesatnya perkembangan teknologi informasi tidak membatasi informasi bisnis seperti cara menjalankan bisnis, mendapatkan izin usaha, meniru metode bisnis, meniru produk, memata-matai kekuatan dan kelemahan pesaing, mendapatkan peralatan khusus, dan sebagainya. Berdasarkan fakta-fakta ini, perusahaan harus memiliki kreativitas dalam menjalankan bisnisnya, baik dari sisi pengelolaan maupun dalam menciptakan produk. Salah satu kreativitas di atas adalah cara mengembangkan tenaga kerja. Dengan pengelolaan dan pengembangan tenaga kerja yang baik akan menjadi keunggulan dalam daya saing karena Tenaga kerja merupakan sumber daya input utama dalam menjalankan sebuah bisnis atau industri. Manajemen tenaga kerja dalam hal ini adalah pengembangan kompetensi karyawan dan menjadikan karyawan sebagai mitra bisnis. Divisi pemeliharaan misalnya, mengidentifikasi kompetensi karyawan di divisi ini dapat dimulai dengan membuat matriks kompetensi dan pengembangannya di masa mendatang. Dengan membuat matriks kompetensi akan memudahkan identifikasi kebutuhan pengembangan tenaga kerja sesuai dengan kompetensi yang diinginkan oleh Perusahaan. Kata kunci : Pemetaan Kompetensi. Pengembangan Tenaga kerja dan Bagian Pemeliharaan Abstract - The ability to face competition in industry or business is the main key for running a business now days especially in this digital era. The rapid development of information technology makes no limitation of business information such as the way of how to run a business, to get business licenses, to copy business methods, to imitate some product, to spy on the strong and the weakness of competitor, to get special equipment and so on. Based on these facts, the companies must have the creativity in running their business both from management side and in creating a One of the creativities above is the way of developing Manpower. Good Manpower development will be the superiority in competitiveness because the employee is a main input resource in running a business or an industry. Manpower management in this issue are the development of ManpowerAos competency and to make the position of employee is as business partner. Maintenance division for instance, the way of identifying of ManpowerAos competencies in this division can be started by making matrix competencies and its development in the future. making competency matrix will make the identification of Manpower development need easily as competency that company required. Key words : Competency Matric. Manpower Development and Maintenance Division PENDAHULUAN Pertumbuhan, perubahan dan persaingan Industri yang sangat ketat dan dinamis akan mendorong dunia usaha harus menerapkan pengelolaan yang baik secara efisien dan efektif yang berkesinambungan seiring berjalannya waktu. Saat ini keunggulan atau daya saing Perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan peralatan yang berteknologi tinggi, material yang bermutu, informasi yang mudah didapat ataupun uang yang cukup banyak karena semua hal -hal tersebut diatas tidaklah sulit untuk diperoleh bagi pemodal, akan tetapi untuk tenaga kerja yang mempunyai kompetensi yang mumpuni belum tentu mudah diperoleh. Tenaga kerja atau Karyawan adalah salah satu Sumber daya masukan yang paling penting dan dominan dalam sistem industri karena Karyawan merupakan sumber daya input yang hidup dan berperan sebagai pelaku pengelolaan terhadap sumber daya input lainnya. Kompetensi individu yang unggul akan mempunyai dampak langsung terhadap produktivitas, efektifitas dan efisiensi oleh karena itu pengembangan dan penyesuaian Tenaga kerja berdasarkan kompetensi bisa membantu hal diatas menjadi kenyataan sehingga Perusahaan akan mempunyai daya tahan yang kuat. Salah satu cara memperoleh keunggulan dalam dunia usaha saat ini adalah apabila Perusahaan mampu mendapatkan tenaga kerja yang kompeten atau Perusahaan yang dapat mengembangkan kompetensi dan kreatifitas tenaga kerja. Berdasarkan fakta dan fenomena diatas, maka penelitian ini dilakukan agar Perusahaan mudah mengidentifikasi kebutuhan dalam pengembangan Tenaga kerja khususnya Tenaga kerja bagian This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Menurut Krismiyati, pengembangan sumber daya manusia adalah upaya meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap anggota, organisasi dan penyediaan jalur karier yang didukung oleh fleksibilitas organisasi dalam mencapai tujuan (Krismiyati, 2. Kompetensi tenaga kerja adalah menjadi hal yang mutlak bagi Industri yang ingin mempunyai daya saing yang kuat. Dengan pentingnya kompetensi ini bahkan pemerintah membuat landasan hukum untuk melegitimasi hal tersebut melalui keputusan Menteri Ketenaga kerjaan Indonesia nomor 149 Tahun 2020. Kompetensi kerja secara tekstual mengacu pada kumpulan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan seseorang untuk berhasil menjalankan tugas-tugas yang spesifik dan memenuhi standar kualitas dalam konteks pekerjaan (Cahyadi, et al. , 2. Pengembangan kompetensi karyawan menjadi elemen fundamental bagi organisasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pada lingkungan bisnis yang berubah cepat (Huang & Li, 2. Peningkatan kinerja karyawan, kemampuan adaptasi organisasi terhadap perubahan, serta motivasi dan kepuasan karyawan merupakan manfaat dari pengembangan SDM berbasis efektivitas program pengembangan kompetensi dan perluasan cakupan dapat menggunakan Teknologi digital seperti simulasi virtual dan pembelajaran daring (Septiadi & Ramdani, 2. Delapan strategi untuk mengatasi kesenjangan dalam pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi yaitu pengembangan karier berbasis kompetensi, budaya belajar berkelanjutan, analisis kesenjangan kompetensi, pemanfaatan teknologi dan sistem manajemen kompetensi, evaluasi dan umpan balik berkala, program pelatihan dan pengembangan kerja sama dengan lembaga pendidikan serta penghargaan dan insentif (Bahri & Salsiati, 2. Kesenjangan kompetensi . kill ga. menjadi salah satu faktor yang paling signifikan dalam menurunkan efektivitas proses operasional, terutama pada bidang teknik dan pemeliharaan (MartynezSynchez. , 2. Penggunaan matriks kompetensi membantu organisasi membuat keputusan yang lebih akurat terkait pelatihan, penempatan, dan perencanaan pengembangan SDM (Rahman & Idris, 2. Pemeliharaan berbasis teknologi membutuhkan teknisi dengan kompetensi teknis yang lebih kompleks dibandingkan model pemeliharaan tradisional (Ahmed & Jin, 2. Pemetaan kompetensi tenaga kerja menjadi strategi penting untuk membantu organisasi beradaptasi terhadap perubahan industri dan kebutuhan teknologi baru (Ferreira & Silva, 2. Pernyataan dalam Likert dapat disajikan secara berjenjang yakni dari yang dikategorikan pada level paling tinggi sampai pada level yang paling Dalam penelitian ini menggunakan jenjang 5 adalah paling tinggi dan jenjang 0 adalah paling http://jurnal. id/index. php/imtechno rendah atau seperti disajikan dalam tabel dibawah: Tabel 1. Skala Likert Kategori Kompetensi sangat mumpuni ( Very Highly Competent ) Kompetensi mumpuni (Highly Competent ) Kompetensi sedang (Moderately Competent ) Kompetensi terbatas (Limited Comptent ) Kompetensi sedikit / Buruk (Little Competent ) Kompetensi tidak ada/ Tidak sesuai (No Competent ) Skala Sumber : (Institute, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yaitu metode yang berusaha menjelaskan atau mendeskripsikan permasalahan yang muncul pada penelitian ini dengan membuat penjelasan, spesifikasi dan perbandingan kegiatan yang akan dilakukan dan kegiatan yang sudah berjalan. Kemudian kemampuan setiap individu yang ada dalam objek Pendekatan kualitatif dipilih karena kemampuannya untuk mengeksplorasi fenomena secara mendalam, memahami konteks, dan menangkap makna di balik data kualitatif terkait kompetensi, yang merupakan konsep multidimensional dan kompleks. Sementara itu, desain deskriptif digunakan untuk menggambarkan dan menginterpretasikan fenomena kompetensi pada divisi pemeliharaan sebagaimana adanya, tanpa adanya manipulasi variabel, dengan tujuan memberikan gambaran yang rinci mengenai situasi yang ada. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada divisi pemeliharaan sebuah institusi yang mengelola peralatan laboratorium dan fasilitas pendukungnya. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa divisi pemeliharaan memiliki peran sentral dalam menjamin kelangsungan operasional dan keandalan aset-aset kritis institusi. Subjek penelitian adalah seluruh personel yang bekerja di divisi pemeliharaan, yang dipilih secara purposif untuk mewakili berbagai tingkatan jabatan dan tanggung jawab. Subjek penelitian terdiri dari: Manajer Pemeliharaan . : Sebagai penanggung jawab strategis dan pengambil keputusan di divisi tersebut. Supervisor Pemeliharaan . : Sebagai koordinator lapangan yang bertanggung jawab atas pengawasan teknisi dan pelaksanaan tugas harian Teknisi Pemeliharaan . : Sebagai pelaksana langsung kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan kalibrasi peralatan. Pemilihan subjek dengan stratifikasi jabatan ini bertujuan untuk memperoleh data yang komprehensif dari berbagai perspektif, mulai dari level perencanaan strategis hingga pelaksanaan teknis di lapangan. Teknik Pengumpulan Data IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Untuk memperoleh data yang valid dan reliabel, penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data secara triangulasi, yang meliputi: Wawancara Mendalam (In-depth Intervie. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dengan setiap subjek penelitian. Panduan wawancara dikembangkan secara berbeda untuk setiap tingkatan jabatan. Bagi Manajer: Fokus pada visi, strategi pengembangan SDM, tantangan kompetitif, dan kompetensi strategis yang dibutuhkan divisi. Bagi Supervisor: Fokus pada kompetensi manajerial, teknis, dan tantangan dalam mengkoordinasikan tim. Bagi Teknisi: Fokus pada kompetensi teknis spesifik yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas, kesulitan yang dihadapi, dan kebutuhan Wawancara direkam dengan izin subjek dan kemudian ditranskripsikan untuk analisis lebih lanjut. Observasi Partisipatif (Participant Observatio. Peneliti terlibat secara langsung dalam observasi aktivitas sehari-hari di divisi pemeliharaan. Kegiatan yang diamati meliputi proses perawatan preventif, perbaikan peralatan, kalibrasi, pengelolaan suku cadang, dan rapat Observasi ini bertujuan untuk memvalidasi data dari wawancara dan memahami implementasi kompetensi dalam konteks nyata kerja. Studi Dokumentasi (Document Stud. Analisis dokumen dilakukan untuk mendukung data primer dan memahami kerangka kerja yang sudah ada. Dokumen yang dianalisis meliputi: Deskripsi Pekerjaan (Job Descriptio. untuk setiap jabatan. Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait aktivitas pemeliharaan dan keselamatan. Struktur Organisasi divisi pemeliharaan. Catatan pelatihan dan pengembangan karyawan yang pernah diikuti. Dokumen sertifikat sistem manajemen mutu (ISO 9001. ISO 17. dan keselamatan (ISO 45. yang relevan dengan tanggung jawab Instrumen Penelitian Instrumen penelitian dirancang untuk mengumpulkan data terkait pemetaan kompetensi. Terdapat tiga instrumen utama yang disesuaikan dengan tingkatan Instrumen Manajer: Berisi daftar kompetensi strategis dan manajerial yang dinilai berdasarkan skala kebutuhan . equired leve. dan tingkat penguasaan saat ini . urrent leve. Instrumen Supervisor: Berisi daftar kompetensi supervisi dan teknis yang lebih rinci, mencakup kemampuan mengelola tim, merencanakan jadwal, dan memecahkan masalah teknis. Instrumen Teknisi: Berisi daftar kompetensi http://jurnal. id/index. php/imtechno teknis operasional yang spesifik, seperti mengkalibrasi, dan mengoperasikan berbagai jenis peralatan dan instrument lab. Teknik Analisis Data Data yang dikumpulkan dari berbagai sumber dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif dari Miles. Huberman, and Saldana . , yang terdiri dari tiga alur Kondensasi Data (Data Condensatio. : Tahap ini meliputi seleksi, fokus, dan penyederhanaan data mentah yang kaya dan panjang dari transkripsi wawancara, catatan lapangan, dan dokumen. Peneliti merangkum intisari informasi, mengkodekan tematema yang muncul . isalnya: "kompetensi teknis listrik", "kemampuan supervisi", "pemahaman ISO"), dan memilih data yang paling relevan dengan tujuan Penyajian Data (Data Displa. : Data yang telah dikondensasi disajikan dalam bentuk yang terorganisir untuk memudahkan interpretasi. Penyajian data utama dalam penelitian ini adalah Matriks Kompetensi. Matriks ini secara visual menampilkan hubungan antara jabatan (Manajer. Supervisor. Teknis. , jenis kompetensi . eknis, manajerial. QHSE), level kompetensi yang dibutuhkan (Require. , dan level kompetensi aktual (Curren. dari setiap individu. Selain matriks, data juga disajikan dalam bentuk tabel dan narasi Penarikan Kesimpulan Verifikasi (Conclusion Drawing Verificatio. Berdasarkan penyajian data, peneliti menarik kesimpulan mengenai profil kompetensi saat ini, mengidentifikasi kesenjangan . antara kebutuhan Kesimpulan sementara terus diverifikasi dan dikaji ulang sepanjang proses penelitian untuk memastikan keabsahannya, dengan kembali ke data awal jika diperlukan. Keabsahan Data (Validit. Untuk memastikan kredibilitas dan keabsahan temuan penelitian, beberapa teknik pemeriksaan diterapkan: Triangulasi Sumber: Membandingkan dan menyilangkan informasi dari berbagai sumber (Manajer. Supervisor. Teknis. untuk melihat konsistensi dan perbedaan persepsi. Triangulasi Metode: Menggunakan lebih dari satu metode pengumpulan data . awancara, observasi, studi dokume. untuk memverifikasi temuan dari satu metode dengan metode Misalnya, pernyataan teknisi dalam wawancara tentang kesulitan memperbaiki instrumen dapat divalidasi melalui observasi langsung di lapangan. Pemeriksaan Anggota (Member Checkin. Ringkasan temuan dan matriks kompetensi awal dikembalikan kepada subjek penelitian . erutama Manajer dan Superviso. untuk dikonfirmasi keakuratannya. Umpan balik IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X mereka digunakan untuk memperbaiki dan menyempurnakan analisis. Skala Pengukuran Kompetensi Untuk mengukur tingkat kompetensi secara kuantitatif dalam matriks, penelitian ini menggunakan Skala Likert dengan rentang skor 0 hingga 5, seperti yang diadopsi dari The i-Capital Africa Institute . Setiap level memiliki definisi yang jelas: 0: Tidak memiliki kompetensi sama sekali. 1: Tingkat Dasar (Pengetahuan teoretis, belum dapat menerapka. 2: Tingkat Terbatas (Dapat melakukan tugas dengan bimbingan/supervisi keta. 3: Tingkat Memadai (Dapat melakukan tugas secara mandiri dan konsiste. 4: Tingkat Mahir (Dapat melakukan tugas dengan baik dan mampu membimbing orang lai. 5: Tingkat Unggul (Mampu mengajar. Penggunaan skala ini memungkinkan adanya perbandingan yang objektif antara kebutuhan kompetensi untuk sebuah jabatan dengan tingkat penguasaan aktual karyawan, sehingga kesenjangan kompetensi dapat diidentifikasi secara jelas. Analisis pemecahan masalah tersebut diatas dimulai dari pendeskripsian dan penjabaran pekerjaan, penyusunan kriteria kompetensi yang dibutuhkan oleh pekerjaan. Pengukuran level aktual kompetensi individu dengan melihat kinerja baik dari cara melakukan pekerjaan maupun dari hasil akhir dari kegiatan tersebut diatas, setelah itu membuat perencanaan pengembangan kompetensi masing-masing individu dari kelemahankelemahan yang muncul pada saat melakukan kegiatan atupun pekerjaan pada bagian pemeliharaan (Maintenanc. Mulai Deskripsi Kegiatan atau Pekerjaan Pengumpulan Data Penyusunan Kriteria Kompetensi Terhadap Pekerjaan Pemenuhan Kompetensi -Melalui Latar belakang pendidikan -Pengembangan Tenaga kerja Analisis dan Pembahasan Usulan Pengembangan berkelanjutan Selesai Sumber : Peneliti . Gambar 1. Tahapan Penelitian http://jurnal. id/index. php/imtechno HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Kegiatan atau Pekerjaan Pada penelitian ini, penulis membagi tiga jenis kegiatan pekerjaan yaitu terkait dengan aktivitas pemeliharaan, terkait dengan tanggung jawab, terkait kebijakan Berikut detail dari ketiga jenis kegiatan Terkait aktivitas pemeliharaan Perawatan pencegahan peralatan lab Perbaikan peralatan lab Perawatan pencegahan instrument lab Perbaikan instrument lab Perawatan fasilias kelistrikan Instalisasi kelistrikan peralatan Perawatan fasilitas IPAL Pemantauan kinerja IPAL Pengoperasian genset Penanganan trouble sistem peralatan Pengelolaan sparepart peralatan Pengelolaan sparepart instrument Uji peralatan dan instrument lab Pemantauan konerja peralatan dan instrument Terkait dengan tanggung jawab QMS Ae ISO 17025-2017 QMS Ae ISO 9001-2015 EMS Ae ISO 45001-2015 Terkait kebijakan perusahaan Pengumpulan Data Penelitian ini mendapatkam data berdasarkan studi kasus, dengan menggunakan 3 instrumen yaitu instrument manager, instrument supervisor dan instrument teknisi maintence Penyusunan Kriteria Kompetensi Terhadap Pekerjaan Penetapan Kriteria Kompetensi Berdasarkan tiga jabatan utama yaitu manager, supervisor dan teknisi maintence, yang terdiri dari: Berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Pengelolaan limbah laboratorium Pengelolaan limbah terkait pekerjaan maintanc Sistem manajemen mutu laboratorium Keselamatan dan kesehatan kerja Identifikasi dan pengendalian risiko Pengoperasina IPAL Pemenuhan Kompetensi Untuk memenuhi kompetensi sesuai yang diharapkan maka dilakukan analisis kesenjangan kompetensi melalui: Penyesuaian deskripsi pekerjaan terhadap latar belakang Pendidikan atau pengalaman yang cukup Instrument Manager, harus memiliki kompetensi IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X lengkap pada semua bagian Instrument Supervisor, harus menguasai aspek teknis & supervisi Teknisi Maintenance, fokus pada kompetensi teknis dan operasional. Hal ini memperlihatkan bahwa kriteria kompetensi ditetapkan berbeda sesuai tingkat jabatan dan tanggung Pengembangan Tenaga kerja Identifikasi seluruh tugas terkait pemeliharaan, tanggung jawab, dan QHSE Menentukan level kompetensi yang dibutuhkan (Require. Mengukur kompetensi aktual pekerja (Curren. Melakukan analisis gap untuk mengetahui kebutuhan pelatihan Memetakan kompetensi berdasarkan jabatan Menentukan status pelatihan non-teknis (Need / Don. Perbaikan Instrument Lab Pengelolaan spare parts instrument Uji peralatan dan Instrument Lab / Commisioning Pemantauan Kinerja Peralatan dan Instrument Lab / Kalibrasi Berdasarkan data-data peningkatan kompetensi dari level Teknisi hampir sama dalam kebutuhannya. Pelatihan atau peningkatan dapat dilakukan secara internal atau on job training dan apabila terintegrasi dengan sistem akreditasi yang sudah diperoleh maka dibutuhkan pengetahuan dan pelatihan tentang ISO 17025 dan ISO 9001(Jaminan Mut. dan ISO 45001 terhadap 3 orang pekerja yaitu P3. P4 dan P5. Dari penjelasan dan deskripsi pekerjaan bagian pemeliharaan maka dilakukan pembandingan kecakapan dan usulan terhadap setiap individu dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan pekerjaan-pekerjaan dan tanggung jawab tersebut diatas sebagaiman tercantum dalam tabel matrik kompetensi dibawah. Analisis dan Pembahasan Usulan Pengembangan Beberapa kegiatan atau aktivitas yang menjadi tanggung jawab yang harus dilakukan oleh tenaga kerja dibagian pemeliharaan atau Maintenance. Perencanaan dan usulan pengembangan Kompetensi. Dari hasil matriks dan analisis di atas maka diperoleh perencanaan dan usulan peningkatan kompetensi P2 (Level Superviso. sebagai penanggung jawab Pelatihan pengoperasian Genset Pemantauan Kinerja Peralatan dan Instrument Lab / Kalibrasi P3 (Level Teknis. Perbaikan Instrument Lab Pengelolaan spare parts instrument Pemantauan Kinerja Peralatan dan Instrument Lab / Kalibrasi P4 (Level Teknis. Perbaikan Instrument Lab Pengelolaan spare parts instrument Uji peralatan dan Instrument Lab / Commisioning Pemantauan Kinerja Peralatan dan Instrument Lab / Kalibrasi P5 (Level Teknis. Perbaikan Instrument Lab Pengelolaan spare parts instrument Uji peralatan dan Instrument Lab / Commisioning Pemantauan Kinerja Peralatan dan Instrument Lab / Kalibrasi P5 (Level Teknis. http://jurnal. id/index. php/imtechno IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Tabel 2. Matrik Kompetensi COMPETENCY MATRIX No experience Little experience Limited experience - relies on supervision TYPE OF ANALYSIS Moderately experienced - can perform task with minimum supervision Competent - able to work un-supervised Highly competent - detailed in-depth knowledge, able to instruct others in correct procedure POSITION Mngt Supervisor Technician Electrician Technician Electrician Technician Electrician Technician Electrician NAME LEVEL COMPETENCIES TYPE TASK (PROCEDURE & TRAINING) REMARK Req Cur. Req Cur. Req Cur. Req Cur. Req Cur. Req Cur. RELATED WITH MAINTENANCE ACTIVITIES Perawatan pencegahan peralatan umum Perbaikan peralatan Perawatan pencegahan Instrument utama Lab Perbaikan Instrument utama Lab Perawatan fasilitas kelistrikan Instalasi kelistrikan peralatan Perawatan fasilitas IPAL Pemantauan Kinerja IPAL Pengoperasian Genset Penanganan trouble sistem peralatan Pengelolaan spare part peralatan Pengelolaan spare part instrument Uji peralatan dan Instrument Lab / Commisioning Pemantauan Kinerja Peralatan dan Instrument Lab / Kalibrasi B RELATED WITH RESPONSIBLITIES Need Done Need Done Need Done Need Done Need Done Need Done QMS - ISO 17025:2017 E QMS - ISO 9001:2015 EMS - ISO 45001:2015 C RELATED WITH COMPANY POLICY - QHSE Need Done Need Done Need Done Need Done Need Done Need Done Instrument Manager Berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup Pengelolaan limbah laboratorium Pengelolaan limbah terkait pekerjaan Maintenance E Sistem manajemen mutu Laboratorium Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Identifikasi dan pengendalian risiko Pengoperasian IPAL Instrument Supervisor Berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup Pengelolaan limbah laboratorium Pengelolaan limbah terkait pekerjaan Maintenance Sistem manajemen mutu Laboratorium Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Identifikasi dan pengendalian risiko Pengoperasian IPAL Teknisi Maintenance Berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup Pengelolaan limbah laboratorium Pengelolaan limbah terkait pekerjaan Maintenance Sistem manajemen mutu Laboratorium Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Identifikasi dan pengendalian risiko Pengoperasian IPAL Prepared by E Approved by Supervisor Date: Manager Date: Sumber : Peneliti . Dari tabel diatas, dapat dilihat dengan mudah perbaikan dan pengembangan kompetensi apa yang harus dilakukan oleh Pihak manajemen perusahaan pada setiap individu mulai dari level Supervisor sampai pada level Teknisi agar kompetensi sesuai yang diharapkan dan ditetapkan. Informasi dalam tabel tersebut akan membantu membuat kebijakan pengembangan Tenaga kerja yang tepat sasaran. KESIMPULAN Melalui pembuatan matriks kompetensi akan http://jurnal. id/index. php/imtechno pengembangan Tenaga yang akan terlibat langsung dalam melakukan pekerjaan pemeliharaan. Hasil ini akan membuat langkah mudah dalam pemenuhan kompetensi bekerja dalam suatu Perusahaan karena kegiatan penyesuaian latar belakang pendidikan terhadap deskripsi pekerjaan bagian pemeliharaan tidak bisa menjamin bahwa Tenaga kerja yang direkrut akan kompeten untuk melakukan pekerjaan yang sudah ditetapkan pada tahap awal perekrutan. Pembuatan matriks kompetensi ini juga bisa membantu perancangan dan perencanaan organisasi internal bagian pemeliharaan bagi Perusahaan yang baru dan belum mempunyai bagian yang lengakp termasuk IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X bagian pemeliharaan. Metode perancangan dan pembuatan matriks kompetensi ini sangat mudah karena dalam matriks tersebut akan muncul seluruh informasi terkait pekerjaan dan kegiatan yang akan dilakukan oleh setiap pekerja demikian juga tingkat kemahiran atau keahliannya dalam menyelesaikan setiap pekerjaan yang ditetapkan. Hasil penelitian ini juga dapat diintegrasikan pada sistem monitoring sumber daya manusia atau HRIS (Human Resources Information Syste. Sehingga Manajemen Perusahaan hanya melihat notifikasi atau pemberitahuan tentang pelatihan dan peningkatan kompetensi yang dibutuhkan. REFERENSI