JPAP 10 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Manajemen Mutu Pendidikan sebagai Strategi Penguatan Budaya Kinerja Sekolah Dasar Pius Pari Pureklolon1*. Hotmaulina Sihotang1. Yoventa Nahak2 Program Studi Administrasi Pendidikan. Program Pascasarjana. Universitas Kristen Indonesia. Jakarta. Indonesia. Progran Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Timor. Nusa Tenggara Timur. Indonesia. DOI: 10. 29303/jpap. Sitasi: Pureklolon. Sihotang . , & Nahak. Manajemen Mutu Pendidikan sebagai Strategi Penguatan Budaya Kinerja Sekolah Dasar. (JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan, 10. , 189Ae193. https://doi. org/10. 29303/jpap. *Corresponding Author: Pius Pari Pureklolon. Program Studi Administrasi Pendidikan. Program Pascasarjana. Universitas Kristen Indonesia. Jakarta. Indonesia. pureklolonp3@gmail. Abstrak: Pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia. Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh kemampuan sekolah mengelola seluruh proses pembelajaran secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan penerapan prinsip manajemen mutu pendidikan di sekolah dasar serta menganalisis strategi penguatan budaya kinerja sekolah. Penelitian menggunakan metode studi pustaka . ibrary researc. dengan menelaah 20 artikel nasional dan internasional terbitan 2018Ae2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutu melalui perencanaan strategis, supervisi akademik, dan evaluasi berbasis data mampu meningkatkan budaya kinerja sekolah dasar. Faktor kunci keberhasilan meliputi kepemimpinan kepala sekolah, profesionalisme guru, partisipasi warga sekolah, dan dukungan kebijakan. Komitmen terhadap prinsip continuous improvement dan akuntabilitas diperlukan agar sekolah mampu mewujudkan budaya mutu yang berkelanjutan. Kata Kunci: Manajemen Mutu Pendidikan. Budaya Kinerja. Sekolah Dasar. Continuous Improvement. Pendahuluan Pendidikan Dasar merupakan fase paling fundamental dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Pada jenjang ini, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan setiap proses pendidikan berjalan dengan mutu yang optimal. Manajemen mutu pendidikan merupakan instrumen strategis yang digunakan untuk mengarahkan, mengendalikan, dan mengevaluasi seluruh proses pendidikan agar selaras dengan tujuan peningkatan kualitas pembelajaran. kualitas pembelajaran tidak hanya diukur dari aspek kognitif siswa, tetapi juga dari kemampuan guru dalam menyampaikan materi kebahasaan dan literasi secara keterampilan berbicara, menulis, dan berpikir kritis siswa (Yoventa Nahak. Ferdinandus Siki, 2. Secara eksplisit menjelaskan fungsi manajemen mutu sebagai berkelanjutan dalam pendidikan (Ewart Sallis, 2. Dalam praktiknya, mutu pendidikan tidak hanya mencakup pencapaian akademik, tetapi juga efektivitas sistem pengelolaan sekolah. Sekolah Dasar sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan nasional harus menerapkan prinsip keterpaduan antara input, process, dan output Pendidikan (Luthfi Zulkarmain, 2. Prinsip tersebut menuntut adanya perencanaan strategis, pelaksanaan kegiatan yang konsisten dengan standar mutu, serta evaluasi berkelanjutan untuk menjamin tercapainya perbaikan berkesinambungan . ontinuous improvemen. Konteks pendidikan di Indonesia sedang mengalami transformasi besar melalui kebijakan Merdeka Belajar dan Kurikulum Merdeka yang menuntut fleksibilitas, otonomi, dan inovasi dari satuan Pendidikan (Penyusun, 2. Dalam situasi ini. Sekolah Dasar tidak lagi hanya berperan sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga harus menjadi pusat inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta Oleh karena itu, penerapan manajemen mutu menjadi kebutuhan strategis untuk memastikan seluruh A 2026 Published by Posgraduate University of Mataram. This open access article is distributed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4. 0 Internasional. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan kebijakan dan program berjalan secara efektif dan berdampak nyata terhadap budaya kinerja sekolah. Selain sistem dan kebijakan, keberhasilan manajemen mutu juga ditentukan oleh sumber daya manusia di sekolah, terutama kepala sekolah dan guru. Kepala sekolah memiliki peran sebagai instructional leader yang menumbuhkan budaya kolaboratif dan inovatif. Sementara itu, guru dituntut untuk menjadi agen perubahan dengan meningkatkan profesionalisme dan komitmen terhadap mutu pembelajaran. Kombinasi antara kepemimpinan yang visioner dan budaya kerja kolektif diyakini mampu memperkuat budaya kinerja yang berorientasi pada hasil belajar dan karakter peserta didik (Sudarto, 2. Kinerja guru dalam proses pembelajaran dapat dinyatakan sebagai prestasi yang dicapai oleh seorang guru dengan tiga indikator yaitu: penguasaan bahan ajar, kemampuan mengelola pembelajaran dan komitmen menjalankan tugas. Bahan ajar dan strategi pembelajaran yang akan digunakan tentunya disesuaikan dengan karakteristik siswa yang akan belajar dan kurikulum yang berlaku (Yoventa Nahak, 2. Dengan demikian, penelitian ini penting dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana prinsip manajemen mutu diterapkan di Sekolah Dasar, faktorfaktor yang memengaruhi efektivitasnya, serta strategi yang dapat diimplementasikan untuk memperkuat budaya kinerja melalui sistem manajemen mutu Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 189-193 Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka . ibrary researc. untuk memahami secara mendalam konsep, prinsip, dan strategi penerapan manajemen mutu pendidikan melalui kajian ilmiah dan dokumen kebijakan Pendekatan memungkinkan peneliti menyusun sintesis konseptual berdasarkan sumber primer dan sekunder yang relevan dengan isu pendidikan dasar (Maryati et al. , 2. Studi pustaka memberikan ruang bagi peneliti untuk mengkaji berbagai sumber teoretis dan empiris yang relevan, sehingga dapat disusun suatu sintesis konseptual mengenai strategi penguatan budaya kinerja melalui penerapan manajemen mutu pendidikan. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari literatur primer dan sekunder. Literatur primer meliputi artikel jurnal ilmiah, buku teks akademik, laporan hasil penelitian, serta karya ilmiah lain yang terbit antara tahun 2015 hingga 2024 dan memiliki keterkaitan dengan isu manajemen mutu, budaya sekolah, dan kinerja pendidikan dasar. Sementara itu, literatur sekunder mencakup dokumen kebijakan resmi seperti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, panduan Merdeka Belajar, dan laporan strategis dari lembaga pendidikan nasional yang relevan dengan peningkatan mutu sekolah dasar. Proses pengumpulan data dilakukan melalui Gambar 1. Kerangka Konseptual Manajemen Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar teknik dokumentasi, yaitu dengan menelusuri, memilih, dan mengorganisasi berbagai publikasi ilmiah yang Input Pendidikan (Guru, berkaitan langsung dengan topik penelitian. Setiap Kurikulum. Saran.