BESTARI: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan https://jurnalstkipmelawi. id/index. php/JBPK E-ISSN: 2746-8062 ParentsAo Percep ons of the Development of Religious and Moral Values in a Paren ng Program at TKK Negeri Bogenga Maria Rosalia Ede*1. Gde Putu Arya Oka2. Marsianus Meka3 Efrida Ita4 1,2,3,4 Program Studi Pendidkan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. STKIP Citra Bakti Abstract This study aims to explore parents' perceptions in supporting the development of moral and religious values in early childhood through a parenting program at Bogenga State Kindergarten (TKK Negeri Bogeng. This research is important because the role of parents is crucial in determining the success of instilling character values in children from an early age. The study used a qualitative approach with a descriptive phenomenological design. The research subjects consisted of three parents with children aged 5Ae6 years and were selected using a purposive sampling technique. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the interactive analysis model of Matthew B. Miles. Michael Huberman, and Johnny SaldanE a, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that parents had a positive perception of the parenting program, especially through home visits and intensive communication with teachers. The parenting program has been proven to help parents in instill moral and religious values through role models and habits at home. This research contributes to the development of sustainable parenting programs to strengthen partnerships between schools and families in the character development of early childhood. Keywords: ParentsAo Perceptions. Early Childhood Education. Character Development. Parenting Program. Qualitative Study Submitted: 3 March 2026. Reviewed: 5 March 2026. Accepted: 17 March 2026 DOI: 10. 46368/bjpd. Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Paren ng Di TKK Negeri Bogenga Abstrak Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi orang tua dalam mendukung perkembangan nilai moral dan agama anak usia dini melalui program parenting di TKK Negeri Bogenga. Penelitian ini penting karena peran orang tua sangat menentukan keberhasilan penanaman nilai karakter pada anak sejak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang tua yang memiliki anak usia 5Ae 6 tahun dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Matthew B. Miles. Michael Huberman, dan Johnny SaldanE a yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki persepsi positif terhadap program parenting, terutama melalui kegiatan kunjungan rumah dan komunikasi intensif dengan guru. Program parenting terbukti membantu orang tua dalam menanamkan nilai moral dan agama melalui keteladanan dan pembiasaan di Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan program parenting yang berkelanjutan untuk memperkuat kemitraan antara sekolah dan keluarga dalam pembentukan karakter anak usia dini. Kata Kunci: Persepsi Orang Tua. Pendidikan Anak Usia Dini. Pengembangan Karakter. Program Parenting. Penelitian Kualitatif Corresponding Author: Maria Rosalia Ede, ederoslin44@gmail. Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini. STKIP Citra Bak . Kabupaten Ngada. Nusa Tenggara Timur. Indonesia 51 |Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Vol 7 . 2026 Maria Rosalia Ede et al. PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahapan fundamental dalam proses perkembangan anak. Sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003. PAUD bertujuan membantu pertumbuhan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan memasuki pendidikan lebih lanjut. Salah satu fondasi utama dalam perkembangan ini adalah aspek nilai moral dan agama. Menurut Netri dan Mursid . , nilai moral agama adalah instrumen penting untuk membentuk akhlak mulia dan sikap religius anak melalui pembiasaan dan keteladanan. Hal ini sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila yang menekankan pada keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun, keberhasilan penanaman nilai ini sangat bergantung pada persepsi orang tua. Walgito . menjelaskan bahwa persepsi adalah proses pengorganisasian stimulus menjadi sesuatu yang bermakna. Dalam konteks PAUD. Hurlock . menegaskan bahwa persepsi positif orang tua terhadap program sekolah akan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran anak. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah dan rumah menjadi mutlak diperlukan. Salah satu upaya membangun sinergi tersebut adalah melalui program parenting. Anwar dan Cholimah . mendefinisikan parenting sebagai upaya sistematis untuk menyelaraskan pengasuhan di sekolah dan keluarga. Program ini berfungsi sebagai jembatan untuk menanamkan nilai-nilai positif, di mana keterlibatan orang tua terbukti berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter religius anak (Puspitasari, 2. Realitas di TKK Negeri Bogenga menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan lembaga pendidikan dengan praktik pengasuhan yang terjadi di rumah. Berdasarkan observasi awal, ditemukan beberapa anak yang menunjukkan perilaku kurang disiplin, kurang sopan, serta belum terbiasa menerapkan nilai-nilai moral dan agama dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh perbedaan pola asuh di lingkungan keluarga serta keterbatasan pemahaman sebagian orang tua mengenai pentingnya penanaman nilai moral dan agama sejak usia dini. Selain itu, tidak semua orang tua memiliki kesadaran yang sama terhadap peran mereka dalam mendukung kegiatan parenting yang diselenggarakan oleh sekolah. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua melalui program parenting memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan karakter anak usia dini. Penelitian oleh Sri Hidayati menegaskan bahwa program parenting mampu meningkatkan pemahaman orang tua tentang pola pengasuhan yang positif dan efektif. Penelitian lain oleh Anwar dan Cholimah juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara sekolah dan keluarga melalui kegiatan parenting dapat memperkuat pembentukan karakter anak. Namun, sebagian besar penelitian tersebut lebih menekankan pada implementasi program parenting di lembaga pendidikan secara umum, dan belum secara khusus mengkaji bagaimana persepsi orang tua terhadap perkembangan nilai moral dan agama anak sebagai hasil dari program tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, terdapat celah penelitian yang perlu dikaji lebih lanjut, yaitu bagaimana persepsi orang tua terhadap perkembangan nilai moral dan agama anak melalui program parenting di lingkungan pendidikan anak usia dini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi orang tua mengenai peran program parenting dalam mendukung perkembangan nilai moral dan agama anak di TKK Negeri Bogenga. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya keterlibatan orang tua dalam penguatan pendidikan karakter anak usia dini melalui kerja sama antara keluarga dan sekolah. 52 | Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Vol 7 . 2026 ParentsAo Percep ons of the Development of Religious and Moral Values in a Paren ng Program at TKK Negeri Bogenga Sebagai solusi untuk memperkuat keterlibatan orang tua, program kunjungan rumah dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam membangun komunikasi yang lebih intensif antara guru dan keluarga serta meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pola pengasuhan yang mendukung perkembangan karakter anak (Hidayati, 2. Melalui kegiatan tersebut, sekolah dapat memberikan pendampingan secara langsung kepada orang tua dalam menanamkan nilai moral dan agama kepada anak sejak usia dini. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pandangan orang tua terhadap pelaksanaan program parenting di TKK Negeri Bogenga? Adapun tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui persepsi orang tua, dalam pelaksanaan program parenting di PAUD, khususnya dalam mendukung perkembangan aspek nilai moral agama anak usia dini METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif Deskriptif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang persepsi orang tua, dalam pelaksanaan program parenting di paud, khususnya dalam mendukung perkembangan aspek nilai moral dan agama anak usia dini. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia 5Ae6 tahun di TK Negeri Bogenga yang mengikuti kegiatan program parenting. Untuk menjaga kerahasiaan identitas informan, setiap subjek penelitian diberikan kode R1. R2, dan R3. Kode tersebut merujuk pada tiga orang tua yang berbeda dan digunakan dalam penyajian data hasil wawancara maupun observasi. Pemilihan subjek penelitian dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik ini digunakan karena peneliti memilih informan secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Adapun kriteria subjek penelitian dalam studi ini meliputi: Orang tua yang memiliki anak usia 5Ae6 tahun di TK Negeri Bogenga. Orang tua yang mengikuti kegiatan program parenting yang diselenggarakan oleh Orang tua yang bersedia menjadi informan dan memberikan informasi secara terbuka mengenai pengalaman mereka dalam mendampingi perkembangan nilai moral dan agama anak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Pedoman Wawancara Pedoman wawancara digunakan untuk memperoleh informasi secara mendalam mengenai persepsi orang tua terhadap program parenting dan perkembangan nilai moral dan agama anak. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur dengan 6 pertanyaan utama yang mencakup beberapa aspek, yaitu: Mengetahui bentuk keterlibtan orang tua dalam kehidpuan anak Mengenali bentuk kasih sayang dan perhatian nilai moral agama Mengetahui penerapan disiplin dan aturan Mengetahui bentuk dukungan nilai moral dan agama yang diberikan orang tua Menilai kemampuan sosial anak Mengetahui hambatan keterlibatan dan cara mengatasi 53 | Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Vol 7 . 2026 Maria Rosalia Ede et al. Lembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk mengamati perilaku anak dan keterlibatan orang tua dalam kegiatan yang berkaitan dengan perkembangan nilai moral dan agama. Indikator yang diamati dalam observasi meliputi: Sikap sopan santun anak terhadap orang lain . Kebiasaan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan . Perilaku saling membantu dan berbagi . Kedisiplinan anak dalam mengikuti kegiatan . Respons anak terhadap arahan dari orang tua Dokumentasi digunakan sebagai data pendukung penelitian yang meliputi foto kegiatan, dan rekaman. Tabel 1 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Aspek yang Dikaji Indikator Teknik Pengumpulan Data Persepsi orang tua tentang Mengetahui bentuk keterlibtan Wawancara program parenting orang tua dalam kehidpuan anak Perkembangan nilai moral Mengenali bentuk kasih sayang Observasi dan agama anak dan perhatian nilai moral agama Hambatan program parenting solusi Mengetahui hambatan Wawancara keterlibatan dan cara mengatasi HASIL DAN PEMBAHASAN Metode Miles-Huberman dan Saldana memiliki alur yang sistematis mulai dari reduksi data, visualisasi data, verifikasi dan penarikan Kesimpulan. Reduksi Data Reduksi data dalam metode Miles-Huberman-Saldana mengikuti Langkah . identifikasi satuan. Dimana penelitia akan memilih pernyataan dari transkrip wawancara yang relevan dengan pertanyaan penelitian. pemberian kode atau coding. Dimana peneliti memberikan label, atau nama pada Kumpulan kata atau kalimat agar mudah dikelompokkan. Dimana peneliti mengelompokkan kode-kode yang mirip kedalam satu payung tema yang lebih besar dan . penyimpulan sementara. Dimana peneliti akan melihat pola awal yang muncul di katagori Berikut Adalah hasil penelitian bisa dipaparkan dari tiga data responden. Keterlibatan Orang Tua dalam Kehidupan Anak Hasil wawancara menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam kehidupan anak diwujudkan melalui perhatian, kasih sayang, serta komunikasi yang hangat dengan anak. Responden menyatakan bahwa mereka memberikan perhatian kepada anak dengan mendengarkan cerita anak, memberikan pelukan, serta menunjukkan kasih sayang dalam interaksi sehari-hari. Salah satu responden menyampaikan bahwa orang tua memberikan perhatian dengan cara mendengarkan cerita anak dan memberikan pelukan sebagai bentuk kasih sayang. Responden 54 | Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Vol 7 . 2026 ParentsAo Percep ons of the Development of Religious and Moral Values in a Paren ng Program at TKK Negeri Bogenga lainnya juga menyatakan bahwa perhatian kepada anak diberikan melalui sikap tidak membedabedakan serta memberikan penghargaan kepada anak. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan emosional orang tua menjadi salah satu bentuk dukungan penting dalam perkembangan nilai moral anak. Bentuk Penanaman Nilai Moral dan Agama Penanaman nilai moral dan agama dilakukan oleh orang tua melalui keteladanan, nasihat, dan komunikasi yang penuh kasih sayang. Orang tua berupaya menanamkan nilai kejujuran dan perilaku sopan melalui contoh langsung dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ketika anak melakukan kesalahan, orang tua cenderung menggunakan pendekatan yang lembut seperti memberikan teguran secara halus dan menjelaskan perilaku yang baik kepada anak. Tabel 2 Bentuk Penanaman Nilai Moral oleh Orang Tua Kutipan Wawancara Kategori Tema AuKami sebagai orang tua akan terus Keteladanan dan Peran mengingatkan anak serta memberikan pembiasaan contoh agar anak tetap jujur. Ay nilai moral AuKami sebagai orang tua akan menegur Pola disiplin positif Pendekatan disiplin anak secara halus. Ay AuMemberikan teguran kepada anak dengan Disiplin yang humanis dengan Penguatan cara memberikan pelukan dan menjelaskan kasih sayang melalui afeksi bahwa perilaku tersebut tidak baik. Ay Temuan tersebut menunjukkan bahwa orang tua lebih banyak menggunakan pendekatan persuasif dan penuh kasih sayang dalam membimbing perilaku anak. Penerapan Disiplin dan Aturan di Rumah Penerapan disiplin dilakukan melalui pembiasaan aturan sederhana dalam kehidupan seharihari. Orang tua membuat aturan seperti berdoa sebelum tidur, membiasakan anak bangun pagi, serta mengatur jadwal bermain dan kegiatan harian anak. Kebiasaan tersebut bertujuan untuk membentuk disiplin dan tanggung jawab anak sejak dini. Dukungan Orang Tua terhadap Nilai Moral dan Agama Dukungan orang tua terhadap perkembangan nilai moral dan agama anak ditunjukkan melalui pembiasaan kegiatan religius serta pemberian contoh perilaku yang baik. Orang tua membiasakan anak untuk berdoa, beribadah, serta bersikap jujur dan sopan dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan orang tua menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter anak. Perkembangan Kemampuan Sosial Anak Berdasarkan hasil wawancara, orang tua menilai bahwa anak menunjukkan perkembangan sosial yang positif. Anak dinilai mampu bersikap sopan, mau berbagi dengan teman, serta mampu berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Beberapa responden juga menyatakan bahwa anak mudah bergaul dan mampu menyesuaikan diri dengan teman sebaya. 55 | Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Vol 7 . 2026 Maria Rosalia Ede et al. Hambatan dan Upaya Mengatasinya Dalam proses pengasuhan, beberapa orang tua mengungkapkan adanya hambatan seperti keterbatasan waktu bersama anak dan pengaruh lingkungan sekitar. Untuk mengatasi hambatan tersebut, orang tua berusaha meluangkan waktu bersama anak, memberikan pengertian dengan sabar, serta terus memberikan bimbingan kepada anak dalam kehidupan sehari-hari. Tabel 3 Hambatan dan Upaya Mengatasi dalam Pengasuhan Kutipan Wawancara Kategori Tema AuHambatan yang sering dialami yaitu Tantangan Hambatan dan pengasuhan pengaruh lingkungan. Ay AuCara mengatasinya dengan meluangkan Strategi Upaya mengatasi hambatan memberikan pengasuhan Ay Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat beberapa hambatan dalam pengasuhan, orang tua tetap berupaya memberikan perhatian dan bimbingan kepada anak agar perkembangan nilai moral dan agama dapat terbentuk dengan baik. Penyajian Data Berdasarkan data yang telah direduksi sesuai tahapan Miles dan Huberman maka berikut disajikan visualisasi atau sajian data penelitian sebagai berikut. Penyajian data dilakukan setelah proses reduksi melalui pengelompokan kode ke dalam kategori dan tema. Data ditampilkan dalam bentuk uraian naratif berdasarkan aspek penelitian yang telah ditentukan, sehingga memudahkan peneliti dalam melihat pola, hubungan antar kategori, serta kecenderungan jawaban responden. Bentuk Keterlibatan Orang Tua dalam Kehidupan Anak Berdasarkan hasil wawancara, keterlibatan orang tua diwujudkan dalam bentuk perhatian, komunikasi, dan kasih sayang. Responden menyatakan bahwa mereka memberikan perhatian dengan mendengarkan cerita anak, memberikan pelukan, serta tidak membeda-bedakan anak. Data menunjukkan bahwa keterlibatan emosional menjadi dasar utama dalam hubungan orang tua dan Orang tua tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga secara psikologis melalui dukungan dan penghargaan terhadap anak. Bentuk Kasih Sayang dan Perhatian dalam Penanaman Nilai Moral Agama Hasil wawancara menunjukkan bahwa orang tua menanamkan nilai moral agama melalui keteladanan dan komunikasi yang lembut. Orang tua terus mengingatkan anak agar tetap jujur, memberikan contoh perilaku yang baik, serta menegur dengan cara halus. Sebagian responden juga menyampaikan bahwa teguran diberikan disertai pelukan dan penjelasan tentang perilaku yang kurang baik. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan moral dilakukan melalui pendekatan humanis dan penuh kasih sayang. Penerapan Disiplin dan Aturan di Rumah 56 | Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Vol 7 . 2026 ParentsAo Percep ons of the Development of Religious and Moral Values in a Paren ng Program at TKK Negeri Bogenga Data menunjukkan bahwa orang tua menerapkan aturan sederhana dalam kehidupan seharihari, seperti berdoa sebelum tidur, membiasakan bangun pagi, serta mengatur jadwal bermain dan mandi sore. Pola ini memperlihatkan bahwa pembentukan karakter dilakukan melalui pembiasaan dan rutinitas. Disiplin tidak diterapkan secara keras, tetapi melalui pengulangan kegiatan positif yang dilakukan secara konsisten. Bentuk Dukungan Nilai Moral dan Agama Penyajian data menunjukkan adanya kesamaan persepsi antar responden bahwa dukungan nilai moral dan agama diberikan melalui keteladanan. Orang tua membiasakan anak berdoa dan beribadah serta mengingatkan untuk bersikap jujur dan sopan. Hal ini memperlihatkan bahwa keluarga menjadi lingkungan utama dalam pembentukan karakter religius anak. Keteladanan menjadi strategi utama dalam proses internalisasi nilai. Perkembangan Kemampuan Sosial Anak Berdasarkan hasil wawancara, orang tua menilai anak menunjukkan perkembangan sosial yang positif, seperti bersikap sopan, mau berbagi, saling menghargai, mudah bergaul, serta mampu mengalah dengan teman. Data ini menunjukkan bahwa nilai moral dan agama yang ditanamkan berdampak pada kemampuan anak dalam berinteraksi sosial dan mengelola emosi. Hambatan dan Cara Mengatasi Sebagian besar responden menyampaikan bahwa hambatan yang dialami adalah keterbatasan waktu orang tua dan pengaruh lingkungan. Namun, orang tua berupaya mengatasi hambatan tersebut dengan meluangkan waktu, memberikan perhatian, serta memberikan pengertian dengan Di sisi lain, terdapat responden yang menyatakan tidak mengalami hambatan karena anak dinilai sudah mampu memahami dan menjalankan nilai yang diajarkan. Setelah data direduksi dan divisualisasi, maka tahap berikut adalah tahap verfikasi data, adapaun hasil verfikasi data dalam penelitian ini adalah sebagai beriku Tahap Verifikasi dan Penarikan Kesimpulan dalam metode Miles. Huberman, dan Saldana bertujuan untuk mencari makna dari data yang telah disajikan dengan cara membandingkan . ross-chec. antara hasil wawancara (Data Reduks. dan pengamatan langsung di lapangan (Pedoman Observasi Veri ikasi Aspek Keteladanan dan Pembiasaan Nilai Agama Hasil Wawancara Sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka: Membiasakan anak berdoa dan beribadah. Memberikan contoh perilaku jujur dan sopan. Mengingatkan anak secara terus-menerus. Data Observasi Responden 1 menunjukkan skor tinggi . dalam pembiasaan doa dan pendampingan OBSERVASI ORANG TUA Responden 3 juga memperoleh skor 4 secara konsisten dalam aspek keteladanan, pembiasaan doa, dan penjelasan aturan 57 | Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Vol 7 . 2026 Maria Rosalia Ede et al. OBSERVASI ORANG TUA Responden 2 melakukan pembiasaan, namun belum konsisten . OBSERVASI ORANG TUA Hasil Veri ikasi Data observasi menguatkan hasil wawancara, terutama pada Responden 1 dan 3 yang konsisten antara pernyataan dan praktik. Pada Responden 2 ditemukan sedikit perbedaan, di mana praktik belum sepenuhnya konsisten dengan pernyataan wawancara. Veri ikasi Aspek Pendekatan Disiplin dan Komunikasi Hasil Wawancara Responden menyatakan bahwa mereka: Menegur anak secara halus. Memberikan pelukan saat menasihati. Menggunakan bahasa yang lembut. Data Observasi Responden 1 dan 3 menunjukkan penggunaan bahasa lembut dan pendekatan persuasif . OBSERVASI ORANG TUA Responden 2 kadang masih menunjukkan emosi dan menggunakan perintah . kor 2Ae. OBSERVASI ORANG TUA Hasil Veri ikasi Secara umum terdapat kesesuaian antara wawancara dan observasi, terutama pada Responden Namun, pada Responden 2 ditemukan ketidakkonsistenan dalam pengendalian emosi dan pemberian penjelasan. Veri ikasi Aspek Pembentukan Disiplin dan Aturan Hasil Wawancara Orang tua menyatakan membuat aturan sederhana seperti: Doa sebelum tidur. Bangun pagi. Jadwal bermain dan mandi. Data Observasi Responden 3 secara konsisten menjelaskan alasan di balik aturan . OBSERVASI ORANG TUA Responden 1 dan 2 kadang masih menggunakan perintah tanpa penjelasan . kor 2Ae. OBSERVASI ORANG TUA Hasil Veri ikasi Data observasi sebagian besar mendukung hasil wawancara, tetapi menunjukkan bahwa implementasi penjelasan aturan belum merata pada semua responden. 58 | Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Vol 7 . 2026 ParentsAo Percep ons of the Development of Religious and Moral Values in a Paren ng Program at TKK Negeri Bogenga Veri ikasi Perkembangan Sosial Anak Hasil Wawancara Orang tua menyatakan anak: Bersikap sopan. Mau berbagi. Mudah bergaul. Mengalah dengan teman. Data Observasi Anak pada Responden 1 dan 3 terlihat nyaman berdiskusi dan terbuka . OBSERVASI ORANG TUA Responden 2 menunjukkan anak cukup terbuka, tetapi belum maksimal OBSERVASI ORANG TUA Hasil Veri ikasi Terdapat kesesuaian antara persepsi orang tua dan hasil pengamatan, terutama pada Responden 3. Hal ini memperkuat bahwa pembiasaan nilai moral berpengaruh terhadap perkembangan sosial anak. Veri ikasi Hambatan dan Solusi Hasil Wawancara Hambatan utama: Keterbatasan waktu orang tua. Pengaruh lingkungan. Solusi: Meluangkan waktu. Memberikan pengertian dengan sabar. Data Observasi Pada Responden 2 terlihat kurang konsistennya pendampingan dan penggunaan perintah tanpa penjelasan OBSERVASI ORANG TUA, yang dapat mengindikasikan keterbatasan waktu dan pengelolaan Hasil Veri ikasi Data observasi mengonfirmasi adanya tantangan dalam praktik, terutama pada Responden 2. Sementara Responden 3 menunjukkan pengelolaan yang lebih stabil dan konsisten. Pembahasan Persepsi Orang Tua terhadap Program Parenting Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi orang tua terhadap program parenting di TK Negeri Bogenga cenderung positif. Orang tua memandang program parenting sebagai sarana yang 59 | Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Vol 7 . 2026 Maria Rosalia Ede et al. membantu mereka memahami cara menanamkan nilai moral dan agama kepada anak secara lebih Secara teoritis, persepsi terbentuk melalui proses individu dalam menafsirkan pengalaman dan informasi yang diterimanya. Menurut Bimo Walgito . , persepsi merupakan proses pengorganisasian dan penafsiran stimulus sehingga individu dapat memberikan makna terhadap suatu pengalaman. Dalam konteks penelitian ini, kegiatan parenting dipersepsikan orang tua sebagai bentuk dukungan sekolah dalam membantu mereka menjalankan peran pengasuhan secara lebih efektif. Interpretasi ini menunjukkan bahwa program parenting tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan informasi, tetapi juga sebagai proses pembelajaran bagi orang tua dalam memahami perkembangan Hal ini sejalan dengan pandangan Elizabeth B. Hurlock . yang menegaskan bahwa persepsi positif orang tua terhadap program pendidikan akan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pendidikan anak. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa ketika orang tua memiliki pemahaman yang baik mengenai tujuan program parenting, mereka lebih terdorong untuk terlibat aktif dalam kegiatan sekolah serta menerapkan pembiasaan nilai moral dan agama di lingkungan keluarga. Jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, temuan ini sejalan dengan penelitian Anwar dan Cholimah . yang menyatakan bahwa program parenting dapat meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya peran mereka dalam pendidikan anak usia dini. Dengan demikian, persepsi positif orang tua terhadap program parenting menjadi faktor penting dalam membangun kemitraan antara sekolah dan keluarga. Perkembangan Nilai Moral dan Agama Anak Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan nilai moral dan agama anak mengalami peningkatan, terutama pada aspek pembiasaan berdoa, sikap sopan santun, serta perilaku disiplin dan tanggung jawab. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan nilai moral dan agama pada anak usia dini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses pembiasaan yang berlangsung secara terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari. Secara teoritis, perkembangan moral anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial di sekitarnya, terutama keluarga dan sekolah. Hal ini sejalan dengan pandangan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi . yang menegaskan bahwa pengembangan nilai moral dan agama dalam pendidikan anak usia dini harus dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, serta kerja sama antara guru dan orang tua. Dalam penelitian ini, guru berperan dalam memberikan pembiasaan di lingkungan sekolah, sedangkan orang tua melanjutkan pembiasaan tersebut di rumah. Temuan ini juga didukung oleh penelitian Netri dan Mursid . yang menyatakan bahwa nilai moral dan agama merupakan dasar pembentukan karakter anak yang berkaitan dengan sikap religius, kejujuran, serta kemampuan anak dalam berinteraksi secara sosial. Selain itu. Meka . menjelaskan bahwa konsep diri yang terbentuk sejak usia dini akan memengaruhi perkembangan kepribadian anak pada tahap selanjutnya. Oleh karena itu, pembiasaan nilai moral dan agama sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter anak. 60 | Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Vol 7 . 2026 ParentsAo Percep ons of the Development of Religious and Moral Values in a Paren ng Program at TKK Negeri Bogenga Implementasi Program Parenting di PAUD Program parenting di TK Negeri Bogenga dilaksanakan melalui berbagai kegiatan seperti pertemuan rutin orang tua, diskusi kelompok, serta komunikasi antara guru dan orang tua mengenai perkembangan anak. Implementasi program ini menunjukkan adanya kemitraan antara sekolah dan keluarga dalam mendukung proses pendidikan anak. Menurut Hidayati . , keterlibatan orang tua dalam program parenting dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pertemuan orang tua, konsultasi pendidikan, maupun kunjungan rumah . ome visi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai perkembangan anak serta membangun komunikasi yang efektif antara sekolah dan Temuan penelitian ini juga memperkuat hasil penelitian Anwar dan Cholimah . yang menyatakan bahwa program parenting merupakan strategi penting dalam meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini. Ketika orang tua memperoleh pemahaman mengenai cara mendampingi anak, mereka cenderung lebih konsisten dalam menerapkan pola pengasuhan yang mendukung perkembangan karakter anak. Namun demikian, penelitian ini juga menunjukkan bahwa implementasi program parenting masih memerlukan pengembangan, terutama dalam hal variasi kegiatan dan intensitas pelaksanaan Hal ini penting agar program parenting dapat menjangkau lebih banyak orang tua serta meningkatkan kualitas keterlibatan mereka dalam pendidikan anak. Hubungan Program Parenting dengan Perkembangan Nilai Moral dan Agama Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang erat antara keterlibatan orang tua dalam program parenting dengan perkembangan nilai moral dan agama anak. Anak-anak yang orang tuanya aktif mengikuti kegiatan parenting cenderung menunjukkan perilaku religius dan sosial yang lebih baik, seperti kebiasaan berdoa, sikap sopan santun, serta kemampuan berinteraksi secara positif dengan teman sebaya. Temuan ini sejalan dengan penelitian Puspitasari . yang menyatakan bahwa keterlibatan orang tua dalam kegiatan parenting berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter religius anak. Melalui kegiatan parenting, orang tua memperoleh pengetahuan mengenai cara mendidik anak serta kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan orang tua lainnya. Secara lebih luas, program parenting memiliki implikasi penting terhadap penguatan karakter religius anak usia dini. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai perkembangan anak, tetapi juga mendorong terciptanya konsistensi nilai antara lingkungan sekolah dan keluarga. Konsistensi tersebut menjadi faktor penting dalam proses internalisasi nilai moral dan agama pada anak. Dengan demikian, program parenting dapat dipandang sebagai strategi pendidikan yang efektif dalam membangun sinergi antara sekolah dan keluarga dalam pembentukan karakter anak. Ketika sekolah dan keluarga memiliki pemahaman serta tujuan yang sama dalam mendidik anak, proses pembentukan nilai moral dan agama akan berlangsung secara lebih optimal. 61 | Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Vol 7 . 2026 Maria Rosalia Ede et al. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa persepsi orang tua terhadap perkembangan nilai moral dan agama anak melalui program parenting di TKK Negeri Bogenga tergolong positif. Orang tua memahami pentingnya penanaman nilai moral dan agama sejak usia dini melalui keteladanan, pembiasaan perilaku religius, serta komunikasi yang positif dalam Pendekatan pengasuhan yang mengedepankan kasih sayang dan disiplin yang humanis terbukti mendukung perkembangan sosial anak, seperti sikap sopan, empati, dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa program parenting berperan penting dalam memperkuat kerja sama antara sekolah dan keluarga dalam menanamkan nilai moral dan agama pada anak. Orang tua yang aktif mengikuti kegiatan parenting cenderung lebih konsisten dalam menerapkan pembiasaan nilai religius di rumah. Namun demikian, keterbatasan waktu orang tua serta pengaruh lingkungan masih menjadi tantangan dalam proses pengasuhan. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi lembaga PAUD untuk terus mengembangkan program parenting yang lebih variatif dan berkelanjutan guna meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Kegiatan parenting dapat dilakukan melalui pertemuan rutin, diskusi kelompok, maupun kunjungan rumah agar tercipta sinergi yang lebih kuat antara sekolah dan keluarga. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji lebih luas mengenai pengaruh program parenting terhadap perkembangan karakter anak dengan melibatkan jumlah responden yang lebih besar serta menggunakan pendekatan penelitian yang beragam. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi strategi inovatif dalam penguatan pendidikan moral dan agama pada anak usia dini di berbagai konteks lembaga PAUD. DAFTAR PUSTAKA