Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2022 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 38 - 45 Sosialisasi Penggunaan Media Sosial yang Baik dan Benar Erwin Setiawan 1*). Meredita Susanty 2 Universitas Pertamina. Kebayoran Lama. Jakarta Selatan. DKI Jakarta 12220 Indonesia Email: meredita. susanty@universitaspertamina. Received: 21 November 2021 | Accepted: 25 Juni 2022 | Published: 25 Desember 2022 ABSTRACT The use of social media not only helps users communicate but also becomes a channel to spread fabricated information or hoaxes. The low level of digital literacy among users aged 45 years and over makes them quickly spread hoaxes unintentionally. Pertamina University tries to improve the women community's digital literacy in Gaga Village. Larangan. Tangerang. Banten to prevent hoax Through a community service program. Pertamina University held socialization on how to use social media responsibly. In this socialization, the participants are advised to read and check the truth of information or news received before forwarding it to others. Furthermore, they are also suggested to report inaccurate information or news to the authorized party. Hopefully, after the socialization, the participants will actively implement the advice and suggestion in their daily communication using social media and voluntarily share the information with a broader community. Keywords: social media, hoax, fabricated information ABSTRAK Penggunaan media sosial tidak hanya membantu pengguna dalam berkomunikasi namun juga menjadi sarana pihak-pihak tertentu dalam menyebarkan informasi palsu atau yang sering disebut dengan hoaks. Rendahnya literasi digital pada kalangan pengguna berusia 45 tahun keatas mengakibatkan pengguna media sosial pada rentang usia ini banyak menjadi pelaku penyebaran hoaks secara tidak sengaja. Untuk mencegah penyebaran berita hoaks, civitas akademika Universitas Pertamina berupaya meningkatkan literasi digital para Ibu PKK di Kelurahan Gaga. Larangan. Tangerang. Banten. Melalui program pengabdian kepada masyarakat. Universitas Pertamina mengadakan sosialisasi penggunaan media sosial yang baik dan benar. Dalam sosialisasi ini para peserta diajak untuk membiasakan membaca dan memeriksa kebenaran suatu informasi atau berita yang diterima sebelum meneruskannya ke pihak lain serta melaporkan informasi atau berita palsu yang diperoleh kepada pihak yang berwenang. Diharapkan setelah mengikuti sosialisasi ini para peserta secara sadar berperan serta aktif dalam memutus rantai penyebaran hoaks dan menyebarkan cara-cara mendeteksi hoaks dan melaporkan hoaks ke lingkup masyarakat yang lebih Kata Kunci: media sosial, hoaks, berita palsu 38 | Terang Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2022 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 38 - 45 PENDAHULUAN Media sosial merupakan media online yang semakin berkembang pesat dalam kehidupan masyarakat saat ini. Dengan adanya media sosial memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi, berbagi, dan mencari sesuatu melalui internet. Penggunaan media sosial saat ini tidak hanya terbatas pada orang dewasa saja, bahkan remaja hingga anak kecil dapat dengan mudah mengakses segala informasi melalui media sosial. Namun dalam hal ini dibutuhkan pengetahuan lebih dan pemahaman mengenai penggunaan media sosial yang baik dan benar demi kebaikan penggunaannya. Teknologi media sosial yang telah berkembang sangat pesat menyebabkan banyaknya jenis media sosial yang ada saat ini dijadikan sebagai sarana untuk penyebaran hoaks, diantaranya adalah whatsapp dan youtube. Whatsapp merupakan salah satu aplikasi media sosial yang digunakan sebagai pengganti fungsi sms . hort message servic. , untuk mengirimkan pesan, dapat membagikan foto, membagikan video, membagikan dokumen, serta menelpon melalui suara dan banyak lagi fitur yang ada didalamnya. Sedangkan, youtube merupakan salah satu aplikasi media sosial yang digunakan untuk membagikan video dengan durasi yang panjang dan dapat dilihat oleh banyak orang dari seluruh dunia. Menurut data kominfo, penyebar hoaks kebanyakan adalah orang tua yang berusia 45 tahun keatas . Ae. Sebagai contoh banyak dilakukan ibu-ibu melalui chat . Para orang tua ini langsung meneruskan pesan yang didapat tanpa memeriksa bahkan membaca terlebih dahulu. Untuk menghentikan hoaks perlu adanya pencegahan atau literasi digital agar masyarakat mengerti tentang Universitas Pertamina melalui Program Studi Ilmu Komputer memiliki peran untuk meningkatkan pengetahuan orang tua yang memiliki gawai dan sering menggunakan media sosial. Berbekal kemampuan mahasiswa/i Program Studi Ilmu Komputer, diharapkan ilmu yang akan diberikan tersampaikan dengan baik, dan dapat meningkatkan kesadaran orang tua yang memiliki gawai dan sering menggunakan media sosial. Melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM). Universitas Pertamina menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dengan judul AyPenggunaan Media Sosial yang Baik dan BenarAy. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Gaga Kecamatan Larangan. Tangerang. Banten pada tanggal 27 Mei 2019 pukul 9. 45 dengan peserta orang tua yang memiliki gawai dan sering menggunakan media sosial sebanyak 37 orang. Program PKM ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para orang tua mengenai hoaks, menginformasikan dampak yang dapat ditimbulkan dari penyebaran hoaks pada media sosial saat ini, sanksi hukum yang mungkin diterima oleh penyebar berita hoaks, mengajak para orang tua untuk membiasakan memeriksa berita sebelum meneruskan berita tersebut. dan mengajarkan cara memeriksa kebenaran suatu berita. METODE PELAKSANAAN Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul AuSosialisasi Penggunaan Media Sosial yang Baik dan BenarAy dilakukan mengikuti acuan diagram alir pada Gambar 1, yakni penjajakan kerjasama, penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan, dan diakhiri dengan evaluasi. Tim PKM melakukan diskusi awal untuk menentukan materi sosialisasi dan kesediaan waktu dari mitra pada tahap penjajakan kerjasama. Setelah menentukan waktu pelaksanaan tim PKM mempersiapkan surat-surat resmi antar instansi untuk mengadakan acara pengabdian masyarakat. Pada tahap penyusunan materi pelatihan, mencari contoh-contoh berita hoaks yang sering beredar di media sosial belakangan ini, melakukan studi literatur mengenai penyebaran hoaks dan cara menanggulanginya, serta memeriksa beberapa platform yang dapat digunakan untuk memeriksa kebenaran suatu berita atau informasi. Terang | 39 Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2022 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 38 - 45 Pelaksanaan pelatihan dilakukan di Aula Kantor Kelurahan Gaga dengan peserta para ibu PKK Kelurahan. Target peserta adalah orang tua yang berusia 30 tahun keatas, memiliki gawai dan aktif menggunakan sosial media. Sosialisasi dibuka dengan sambutan oleh Ketua PKK Kelurahan Gaga dan Dosen Ilmu Komputer Universitas Pertamina kemudian sosialisasi dilakukan oleh mahasiswa Ilmu Komputer Universitas. Di akhir sosialisasi, para ibu PKK diajak untuk mencoba langsung memeriksa kebenaran suatu berita pada platform tertentu. Gambar 1. Diagram alir kegiatan PKM Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan menggunakan survei. Setelah pelatihan, para ibu PKK yang menjadi peserta memberikan masukan pada formulir saran dan kritik. Evaluasi secara umum juga diberikan langsung oleh ketua PKK Kelurahan Gaga di akhir acara. HASIL DAN PEMBAHASAN Di tahun pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat merupakan periode pelaksanaan pemilihan umum presiden. Banyak berita-berita palsu yang sengaja disebarkan oleh pihak tertentuk terkait politik . , . Kurangnya literasi digital membuat penyebaran berita palsu atau hoaks menjadi lebih cepat daripada berita benar. Penyebaran berita palsu ini lebih sering dilakukan oleh masyarakat pada rentang usia 45-65 tahun. Menanggapi fenomena ini, civitas Universitas Pertamina berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat agar dapat memutus rantai penyebaran berita 40 | Terang Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2022 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 38 - 45 Orang tua lebih terlambat mengenal dan menggunakan internet dan media sosial dibanding generasi yang lebih muda . ilenial dan generasi Z). Literasi digital mereka lebih rendah dan persoalan biologis yang membuat kemampuan kognitif mereka menurun seiring bertambahnya usia, sehingga lebih rentan tertipu hoaks. Melalui program PKM ini. Universitas Pertamina memberika sosialisasi kepada para orang tua khususnya ibu-ibu PKK di Kelurahan Gaga. Larangan. Tangerang. Banten untuk meningkatkan literasi digital mereka dan mencegah penyebaran hoaks. Program PKM terselenggara dengan bantuan para pejabat Kelurahan Gaga. Undangan pelaksanaan acara disebarluaskan oleh Pejabat Lurah dan Ketua PKK seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. Dalam sosialisasi ini, peserta diajak untuk mengenali apa itu hoaks dari beberapa contoh yang diberikan dan bagaimana kemunculan berita hoaks . , . serta dampak dari berita hoaks. Berita hoaks muncul karena berbagai alasan, ada yang sekedar hiburan atau melebih-lebihkan sesuatu sebagai hal yang lucu namun ada pula yang digunakan untuk menyerang pihak-pihak tertentu. Selanjutnya, dalam sosialisasi diperkenalkan Undang Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektroni. tentang penyebaran hoaks. Peserta kemudian diperkenalkan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan setiap menerima berita di sosial media dan diajak untuk mencoba langsung langkah-langkah tersebut . , . , . Selain perwakilan mahasiswa yang memberikan materi, para mahasiswa lainnya membantu ibu-ibu PKK mencoba langkah-langkah yang diperkenalkan seperti mengakses situs atau platform untuk memeriksan kebenaran suatu berita dan melaporkan berita hoaks yang diperoleh pada media sosial. Diakhir sesi sosialisasi, pemateri memberikan pertanyaan kuis kepada para ibu PKK sebagai salah satu cara untuk memastikan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan sekaligus mengukur seberapa baik ketersampaian materi. Secara umum kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar, dapat dilihat dari keaktifan peserta memberikan contoh-contoh kasus hoaks yang relevan, serta antusiasme dalam menjawab pertanyaan kuis. Jawaban dari para ibu PKK untuk pertanyaan-pertanyaan kuis menunjukkan bahwa materi sosialisasi tersampaikan dengan baik. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada peserta sosialisasi dapat disimpulkan bahwa peserta merasa kegiatan ini bermanfaat dan relevan dengan situasi sosial dan politik yang ada saat ini. Cara penyampaian materi dirasa mudah untuk dipahami, baik dalam penyampaian pada saat acara dan dalam booklet yang dibagikan. Masukan dari peserta diantaranya adalah pelaksanaan acara serupa ditujukan untuk remaja karena para remaja lebih aktif dalam menggunakan sosial media. Terang | 41 Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2022 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 38 - 45 Gambar 2. Undangan Sosialisasi Penggunaan Sosial Media yang Baik dan Benar 42 | Terang Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2022 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 38 - 45 Gambar 3. Booklet Sosialisasi Penggunaan Sosial Media yang Baik dan Benar Terang | 43 Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2022 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 38 - 45 Gambar 4. Dokumentasi Pelaksanaan Sosialisasi Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan topik peningkatan literasi digital sebaiknya terus dilakukan di area-area lainnya baik untuk masyarakat pada rentang usia 45-65 tahun maupun kelompok usia 18-29 tahun. Jika orang tua rentan terhadap berita palsu, kelompok usia yang lebih muda yang jauh lebih aktif menggunakan sosial media rentan terpapar cyberbullying. Selain itu, rendahnya kesopanan pengguna internet Indonesia yang didominasi oleh masyarakat kelompok usia muda mendorong perlunya peningkatan literasi digital dalam hal kemampuan menulis yang berhubungan dengan informasi yang didapat melalui media berformat digital . nternet-based media, website, social medi. dan etika dalam bersosial media. KESIMPULAN Meski beredar di dunia maya, dampak negatif penyebaran hoaks sungguh nyata adanya. Kominfo merilis bahwa yang menyebarkan hoaks itu adalah baby boomers atau generasi para orang Menghentikan penyebaran hoaks menjadi tantangan dalam literasi digital. Pelaksanaan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan literasi digital masyarakat pada tahun pelaksanaan pemilihan umum presiden dirasa tepat untuk memutus rantai penyebaran berita palsu demi terselenggaranya pemilihan umum yang bersih, jujur, dan adil. Universitas Pertamina melalui program pengabdian kepada masyarakat berupaya menjawab tantangan ini dengan mengadakan program sosialisasi Penggunaan Media Sosial yang Baik dan Benar yang bertujuan meningkatkan literasi digital para ibu PKK di kecamatan Gaga. Larangan. Tangerang. Banten. Acara yang dilakukan selama setengah hari ini memperkenalkan hoaks serta alasan dan tujuan penyebaran hoaks, sanksi hukum penyebaran hoaks, dan langkah-langkah untuk mencegah terlibat dalam penyebaran Diharapkan setelah mengikuti sosialisasi ini, para peserta dapat menerapkan langkah-langkah tersebut dalam kesehariannya juga menyebarkan materi sosialisasi ini ke lingkup masyarakat yang lebih luas. SARAN Evaluasi dan masukan dari peserta adalah sosialisasi serupa sebaiknya juga diberikan kepada para pemuda dan remaja mengingat frekuensi penggunaan media sosial pada rentang usia tersebut yang jauh lebih tinggi dibandingkan para orang tua. Mempertimbangkan reputasi tingkat kesopanan daring Indonesia yang rendah, program pengabdian masyarakat selanjutnya sebaiknya menyasar masyarakat pada rentang usia muda yang jauh aktif menggunakan sosial media dengan topik sosialisasi etika bersosial media dan mengolah informasi dari media digital. 44 | Terang Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2022 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 38 - 45 UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Pejabat Lurah dan Ketua PKK Kelurahan Gaga. Larangan. Tangerang. Banten dan Universitas Pertamina yang telah memberi dukungan yang membantu pelaksanaan PKM dan/atau penulisan artikel. DAFTAR PUSTAKA