ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENGARUH PELAYANAN PRIMA TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DI MAL PELAYANAN PUBLIK KABUPATEN TABALONG Eka Saputri*. Lilis Suryani ekalobert0108@gmail. com, lilithsuryani@gmail. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email : info@stiatabalong. ABSTRAK Pelayanan terpadu satu pintu memungkinkan penyedia jasa layanan pada sektor pemerintah untuk menerapkan pelayanan publik yang prima, yang mengedepankan pemenuhan harapan bahkan melampaui ekspetasi dengan harapan dari pengguna jasa layanan sehingga dapat membangun kepercayaan dan citra yang baik bagi sektor pelayanan publik pemerintahan. Dari kepercayaan inilah maka akan menghadirkan kepuasan bagi masyarakat selaku penerima layanan publik dari instansi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh Pelayanan Prima dengan indikator yaitu : Ability . Attitude . Appearance . Attention . Action . Accountability . terhadap Kepuasan Masyarakat dengan 9 indikator yaitu: persyaratan, sistem, mekanisme, dan prosedur, waktu penyelesaian, biaya/tarif, produk spesifikasi jenis pelayanan, kompetensi pelaksana, prilaku pelaksana, penanganan pengaduan, sarana dan prasarana. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah convinience sampling, dengan jumlah populasi sebesar 3076, dan sampel sebesar 342 dengan tingkat kesalahan 5%. Metode pengumpulan data menggunakan Kuesioner, dokumentasi dan Teknik analisis data menggunakan Statistik inferensial, uji validitas, uji reabilitas, uji hipotesis atau uji t, dan analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan masyarakat di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong, maka dapat ditarik kesimpulan terdapat pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan masyarakat di Mal Pelayana Publik Kabupaten Tabalong, dan besarnya pengaruh pelayanan prima (X) terhadap tingkat kepuasan masyarakat (Y) adalah sebesar 84,1%. Kata kunci : Pelayanan prima. Kepuasan masyarakat. Pelayanan Publik. THE INFLUENCE OF EXCELLENT SERVICE ON PUBLIC SATISFACTION AT THE TABALONG REGENCY PUBLIC SERVICE MALL ABSTRACT The one-stop integrated service enables service providers in the government sector to implement excellent public service, which prioritizes meeting and even exceeding the expectations of service users. This aims to build trust and a positive image for the government's public service sector. It is from this trust that satisfaction will arise for the community as recipients of public services from government The purpose of this research is to identify and examine the influence of Excellent Service, with indicators including: Ability. Attitude. Appearance. Attention. Action, and Accountability, on Public Satisfaction, with 9 indicators: requirements, system, mechanisms, and procedures, completion time, costs/tariffs, product specifications of service types, implementer competence, implementer behavior, complaint handling, facilities, and infrastructure. The sampling technique used in this research is convenience sampling, with a total population of 3076 and a sample size of 342 with a 5% error rate. Data collection methods include questionnaires, documentation, and observation. Data analysis JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB techniques used are inferential statistics, validity tests, reliability tests, hypothesis testing or t-tests, and simple regression analysis. Based on the research results and discussion regarding the influence of excellent service on public satisfaction at the Tabalong Regency Public Service Mall, it can be concluded that there is an influence of excellent service on public satisfaction at the Tabalong Regency Public Service Mall, and the magnitude of the influence of excellent service (X) on the level of public satisfaction (Y) is 84. Keywords: Excellent Service. Public Satisfaction. Public Service. PENDAHULUAN Pada dasarnya dalam pelayanan publik, kepuasan masyarakat merupakan tolak ukur dalam menilai seberapa baik kualitas pelayanan yang telah diberikan oleh suatu sektor publik kepada masyarakat. Kepmenpan Nomor 63 tahun 2003 menyebutkan bahwa pelayanan ditentukan oleh tingkat kepuasan penerima pelayanan. Kepuasan pelayanan memperoleh pelayanan sesuai dengan yang dibutuhkan dan diharapkan. Namun walaupun demikian ternyata dalam pelaksanaan nya masih banyak terjadi penyimpangan, antara yang diharapkan dan yang didapatkan, sehingga mau tidak mau kualitas pelayanan masih banyak yang belum mampu memenuhi kepuasan masyarakat. Banyak dari masyarakat kita seringkali mengeluhkan perihal banyaknya pelayanan publik yang dalam pelaksanaannya sama sekali jauh dari ekspetasi masyarakat. (Darius, 2. Oleh Masyarakat, pelayanan dari instansi publik disebut buruk jika biaya pelayanan tidak transparan, pelayanan menggunakan calo, terbelit-belit. KKN, waktu pelayanan tidak jelas, pungutan liar dll. Dari banyaknya laporan masyarakat tentang permasalah pelayanan publik di berbagai instansi penyedia layanan publik, maladministrasi merupakan salah satu diantara masalah yang lumayan serius dan banyak dikeluhkan oleh Masyarakat. Berdasarkan data Ombudsman, sepanjang 2019, pemerintah daerah menjadi terlapor yang banyak diadukan masyarakat berkaitan dengan pelayanan publik sebanyak 41,03 (Dewi. Bentuk-bentuk maladministrasi yang dilaporkan mencakup JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 berbagai bentuk, yang dirumuskan sesuai acuan dalam Pasal 11 Peraturan Ombudsman RI Nomor 26 tahun 2017 tentang Tata Cara Penerimaan. Pemeriksaan dan Penyelesaian Laporan, menjelaskan bahwa maladministrasi terdiri dari : . Penundaan berlarut, . Tidak memberikan pelayanan, . Tidak kompeten, . Penyalahgunaan wewenang, . Penyimpangan prosedur, . Permintaan imbalan, . Tidak patut, . Berpihak, . Diskriminasi, dan . Konflik Untuk menjawab beragam keluhan maladministrasi yang dialami masyarakat saat menerima layanan publik, maka instansi pen/yedia layanan publik dapat menerapkan Pelayanan Prima sebagai salah satu solusi yang ditawarkan oleh Ombudsman untuk menangani beberapa hal terkait kasus (Husein, 2. Pelayanan Publik yang prima atau services of excellent adalah pelayanan sebaik-baiknya yang masyarakat/customer. Pelayanan berorientasi pada pemenuhan harapan publik . ublic expectatio. mengenai kualitas barang, jasa, dan pelayanan administrasi. Pelayanan Prima sangat penting dilakukan oleh setiap Aparatur guna mengoptimalkan kepercayaan publik kepada penyelenggara Pelayanan Publik. Pelayanan Publik yang prima akan memberikan kepuasan kepada masyarakat, dan kepuasan masyarakat akan menumbuh kembangkan kepercayaan publik kepada Pemerintah. Berangkat dari solusi pelayanan prima yang ditawarkan, peneliti melakukan studi literatur dan menemukan beberapa peneltian yang relevan. Penelitian-penelitian yang ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB relevan tersebut dapat dibagi dalam beberapa Pertama, penelitianpenelitian yang cenderung membahas tentang pelayanan prima sebagai upaya pemenuhan kepuasan masyarakat untuk meningkatkan menggunakan dimensi pelayanan prima yang terbagi menjadi tiga yaitu : . sikap, . perhatian, . tindakan (Tetralleniajr & dkk, 2. , (Raziawati & Ma'ruf, 2. , (Rini, 2. Kedua, pelayanan prima yang diterapkan oleh instansi pemerintah penyedia layanan publik (Selvia, 2. (Susanti, 2. Ketiga pelayanan prima di kualifikasikan sebagai bagian dari kualitas pelayanan (Susanti, 2. Keempat pelayanan prima hanya dilihat dari 3 dimensi yaitu. perhatian, . tindakan, . penampilan (Perwita & dkk, 2. Tetapi diantara keenam penelitian terdahulu tersebut, hanya ada satu penelitian yang membahas Pelayanan Prima pada Instansi Pelayanan Publik dalam 6 indikator yakni Kemampuan. Sikap. Penampilan. Perhatian. Tindakan dan tanggung jawab ( (Selvia, 2. Dari enam penelitian yang sudah dikemukakan masih belum banyak penelitian yang membahas keenam indikator tersebut sebagai indikator dari Pelayanan Prima pada Instansi Pelayanan Publik milik Pemerintah. Berdasarkan dari beberapa hal diatas, penulis dapat mengidentifikasikan masalah sebagai berikut: Masyarakat mengeluhkan pelayanan dari sebuah lembaga/instansi terkait kurang nya pelayanan prima pada ketepatan Waktu. Sikap. Perhatian. Tindakan, dan Tanggung Jawab dari Pegawai Penyedia Layanan. Sarana prasarana kurang memadai sehingga menghambat proses pemberian layanan yang prima kepada masyarakat. Pelayanan prima sebagai bagian dari upaya memuaskan masyarakat/konsumen dalam menarik keuntungan lebih besar bagi Persaingan dari banyaknya penyedia layanan di sektor keuangan membuat bank maupun keuangan lainnya berlomba-lomba menjadikan pelayanan prima sebagai branding image perusahaan mereka. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Sikap. Perhatian. Tindakan, dan Penampilan. Merupakan indikator dari pelayanan prima. Pelayanan prima dikualifikasikan sebagai kualitas pelayanan. Pada sektor keuangan pelayanan prima diterapkan sebagai upaya untuk memuaskan konsumen dan menjadi branding image untuk menarik keuntungan, tapi dalam sektor kepemerintahan tidak demikian, bisa jadi kinerja pegawai memburuk karena tidak adanya motivasi seperti pada pegawai sektor keuangan dalam hal ini menghasilkan Belum ada kecendrungan dari instansi layanan publik untuk berorientasi membangun image bagi lembaga mereka. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan AuPengaruh Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Masyarakat di Mal Pelayanan Publik Kabupaten TabalongAy. Dengan demikian berdasarkan identifikasi masalah diatas, penelitian ini dibatasi pada Pengaruh Pelayanan Prima terhadap Kepuasan Masyarakat di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong. Penelitian mengenai pelayanan prima terhadap kepuasan masyarakat dalam konteks pelayanan publik itu sangat penting, karena pelayanan publik merupakan salah satu bentuk pelayanan yang disediakan oleh negara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Beberapa SOP khusus pelayanan publik telah dibuat untuk memastikan bahwa pelayanan publik yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan Penelitian ini dilakukan untuk dan mengetahui pengaruh penerapan pelayanan prima dalam upaya meningkatkan kepuasan masyarakat di lingkungan pelayanan publik. Dengan pelayanan prima yang baik, diharapkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik dapat meningkat, sehingga dapat memperbaiki citra pemerintah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik. Selain itu penelitian mengenai pelayanan prima pada instansi pelayanan publik di sektor pemerintahan juga masih belum banyak. Sedangkan penelitian ini begitu penting untuk dilakukan agar dapat menjadi bahan referensi bagi peneliti di bidang Pelayanan Publik dan juga Penggerak Sektor Layanan Publik di Pemerintahan. Oleh karena itu, penelitian mengenai pelayanan prima terhadap kepuasan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB masyarakat dalam konteks pelayanan publik menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa pelayanan publik yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara Dari penjelasan yang dijabarkan dalam latar belakang tersebut, maka penulis merumuskan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu apakah ada pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan masyarakat di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong, dan Seberapa besar pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan masyarakat di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong Kabupaten. Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menguji pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan masyarakat di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong, dan untuk mengetahui besar pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan masyarakat di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong. prima adalah kepedulian kepada pelanggan dengan memberikan layanan terbaik untuk kebutuhan pelanggan (Daryanto & Setyobudi, mendefinisikan pelayanan prima sebagai pelayanan terbaik yang diberikan Perusahaan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli mengenai pelayanan prima, maka dapat disimpulkan bahwa pelayanan prima memberikan kelebihan melampaui harapan. TINJAUAN PUSTAKA Pelayanan prima Pelayanan prima atau pelayanan yang berkualitas atau layanan unggulan pada masyarakat itu sendiri adalah bagaimana memberikan layanan maksimal kepada pengguna jasa layanan dan kesiapan dalam mengatasi permasalahan yang muncul secara Pelayanan ini kemudian akan meningkatkan kesan kepada pengguna jasa sehingga dapat memunculan citra bahwa pelayanan yang dilakukan oleh instansi penyedia layanan publik pemerintahan itu sangat baik. Pelayanan prima mencerminkan pendekatan seluruhnya dari seorang pegawai penyedia jasa layanan kepada pengguna Pelayanan prima merupakan terjemahan dan istilah dari Auexcellent serviceAy yang secara harfiah berarti pelayanan yang sangat baik dan/atau pelayanan yang terbaik (Mukarom & Laksana, 2. (Solikin, 2. mendefinisikan pelayanan prima sebagai kemampuan untuk mengantisipasi, mengenali, (Rahmayanty, pelayanan prima sebagai layanan yang sangat baik dan melampaui harapan pelanggan. (Barata, 2. menjelaskan bahwa pelayanan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Indikator Pelayanan Prima (Barata, 2. mengembangkan Aubudaya pelayanan primaAy menjadi A6 . yaitu antara lain kemampuan . , sikap . , . , perhatian . , tindakan . , dan . Ay selanjutnya dijelaskan sebagai berikut: Kemampuan . Kemampuan adalah pengetahuan dan keterampilan tertentu yang mutlak diperlukan untuk menunjang program layanan prima yang dapat meliputi kemampuan dalam bidang kerja yang ditekuni untuk melaksanakan komunikasi yang efektif, mengembangkan motivasi dan menggunakan public relation sebagai instrumen dalam membawa hubungan kedalam dan keluar organisasi/perusahaan. Sikap . Setiap insan mempunyai perilaku yang harus ditonjolkan ketika disesuaikan dengan kondisi dan kemauan pengguna jasa. Penampilan . Penampilan adalah kemampuan seseorang baik yang bersifat fisik maupun non fisik yang mampu merefleksikan kepercayaan dan kredibilitas dari pihak lain. Perhatian . Curahan perhatian seseorang adalah kepedulian penuh terhadap pelanggan baik yang berkaitan dengan perhatian kebutuhan dan keinginan pelanggan maupun peramahan atas saran dan kritikan seorang pengguna jasa. Tindakan . Melakukan sesuatu harus memerlukan tindakan. Tindakan adalah suatu perbuatan dalam berbagai kegiatan yang nyata yang harus dilakukan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Tanggung . Melaksanakan kegiatan tentu mepunyai tanggung jawab, yaitu suatu sikap keberpihakan kepada pelanggan sebagai wujud kepedulian menghindarkan atau meminimalkan kerugian atau ketidakpuasan Kepuasan Masyarakat Kepuasan merupakan respon positif dari pelanggan dimana ditunjukkan dengan hal seperti perasaan senang, terpenuhinya harapan atas suatu kinerja dan pelayanan. Menurut (Sumarwan, 2. , kepuasan adalah tingkat kinerja/hasil Kepuasan Masyarakat adalah pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggaraan pelayanan publik dengan membandingakan antara harapan dan kebutuhannya (Kepmen PAN nomor 16 tahun 2. Sedangkan (Tjiptono, mengemukakan bahwa kepuasan pelanggan ditentukan oleh dua hal yaitu keluhan dan harapan pelanggan terhadap jasa yang diterima dari pemberi layanan. Hal ini menunjukkan kepuasan merupakan fungsi dari kesan kinerja dan harapan. Jika kinerja berada dibawah harapan maka pelanggan akan merasa tidak puas. Sebaliknya, jika kinerja memenuhi harapan, atau bahkan melampaui harapan tersebut, pelanggan pasti akan merasa mengurus dan/atau memperoleh pelayanan dari penyelenggara yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara penyelengara dan masyarakat. Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan, produk Spesifikasi Jenis Pelayanan adalah hasil pelayanan yang diberikan dan diterima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Produk pelayanan ini merupakan hasil dari setiap spesifikasi jenis pelayanan. Kompetisi Pelaksana, kompetisi Pelaksana adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh pelaksana meliputi pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan pengalaman. Perilaku Pelaksana. Perilaku Pelaksana adalah sikap petugas dalam memberikan Penanganan Pengaduan. Saran dan Masukan, penanganan pengaduan, saran dan masukan adalah tata cara pelaksana penanganan pengaduan dan tindak lanjut. Sarana dan Prasarana. Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses . saha, pembangunan, proye. Sarana yang digunakan untuk benda yang bergerak . omputer,mesi. dan prasarana untuk benda yang tidak bergerak . KERANGKA KONSEPTUAL Gambar 1 Kerangka Konseptual Indikator Kepuasan Masyarakat Menurut Permen PAN Nomor 14 tahun 2017, ada 9 unsur yang dapat mengukur kepuasan masyarakat, yaitu sebagai berikut: Persyaratan, persyaratan adalah syarat yang harus dipenuhi dalam pengurusan suatu jenis pelayanan, baik persyaratan teknis maupun administratif. Sistem. Mekanisme, dan Prosedur, prosedur adalah tata cara pelayanan yang dibakukan bagi pemberi dan penerima pelayanan, termasuk pengaduan. Waktu Penyelesaian, waktu Penyelesaian adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh proses pelayanan dari setiap jenis pelayanan. Biaya/Tarif, biaya/tarif adalah ongkos yang dikenakan kepada penerima pelayanan dalam JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Sumber : data diolah, 2024 HIPOTESIS Berdasarkan pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, tinjauan Pustaka dan kerangka pikir penelitian, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian berikut ini: ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Ha : ada pengaruh signifikan antara Pelayanan Prima (X) terhadap Kepuasan Masyarakat (Y) Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong. Ho : tidak ada pengaruh signifikan antara Pelayanan Prima (X) terhadap Kepuasan Masyarakat (Y) Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong. Gambar 2 Jumlah pengunjung MPP Kabupaten Tabalong 2023 METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. menyatakan bahwa Metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Tipe penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian survey. Dimana penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sample dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Singarimbun & Effendi, 1. Populasi Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakterisitik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2. Populasi pada penelitian ini diambil dari jumlah masyarakat Tabalong yang menjadi pengguna jasa layanan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong, yaitu tercatat sebanyak 3076 orang per-september Sumber : Website Dinas Penanaman Modal PTSP Kabupaten Tabalong 2023, 2024 Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar representatif . (Sugiyono, 2. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan nonprobability sampling yang artinya tidak seluruh populasi memiliki kesempatan yang sama dalam menjadi sampel Sampel yang dipilih pada menggunakan Teknik sampling convenience sampling. Menurut (Sugiyono, 2. Convenience sampling adalah teknik pengambilan sampel sebagai responden berdasarkan siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data dengan kriteria utamanya. Untuk menghitung ukuran jumlah sampel pada penelitian ini, maka ditentukan dengan menggunakan rumus Isaac & Michel berdasarkan tabel penentuan jumlah sampel dengan populasi yang diketahui jumlahnya dan berdasarkan penentuan jumlah sampel dengan tingkat peluang kesalahan sebesar 5%. Diketahui bahwa jumlah Populasi sebesar 3076, maka sampel dengan tingkat kesalah sebesar 5% adalah 342 orang. Rumus : JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Keterangan : yuI dengan dk = 1, taraf kesalahan 1%, 5%. P = Q = 0,5 S = jumlah sampel Definisi Operasional Variabel Definisi Opersional Variabel digunakan agar Tidak menimbulkan penafsiran ganda yaitu dengan memberikan batasan terhadap variable-variable yang digunakan dalam penelitian ini. Terdapat dua Variabel dalam penelitian ini yaitu Pelayanan Prima (X) Kepuasan masyarakat (Y) Variable dependent. Lokasi Penelitian Untuk memperoleh data sebagai bahan untuk menjawab permasalahan yang telah dikemukakan, maka penelitian ini dilakukan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong. Metode Pengumpulan Data Dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka berdasarkan tekniknya dapat dilakukan dengan interview . , kuesioner . , observasi . , dan gabungan ketiganya (Sugiyono, 2. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik pengumpulan data yaitu sebagai berikut : Angket atau kuesioner merupakan sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden mengenai hala-hal yanag diketahui olehnya. Kuesioner adalah suatu set tulisan tentang responden mencatatat jawabannya, biasanya secara terbuka alternatif jawaban ditentukan (Silalahi. Teknik menggunakan kuesioner, daftar cocok . , dan skala sebagai instrumen Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Skala Likert sebagai instrumen penelitian. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian (Sugiyono, 2. Skala likert digunakan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 dalam penelitian ini untuk mengukur variabel X yaitu pelayanan prima dan variabel Y yaitu kepuasan masyarakat. Ada 5 pilihan pada setiap item pertanyaannya yaitu: Sangat Setuju (SS) :diberikan skor 5 Setuju (ST) :diberikan skor 4 Kurang Setuju (KS) :diberikan skor 3 Tidak Setuju (TS) :diberikan skor 2 Sangat Tidak Setuju (STS):diberikan skor 1 Observasi menggunakan instrumen penelitian berupa lembar pengamatan, panduan pengamatan, panduan observasi ( obsevartion sheet atau observation schedul. , dan daftar cocok . (Hadi , 1. menyatakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantaranya yang terpenting adalah prosesproses pengamatan dan ingatan. Dokumentasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam penelitian yang berupa foto dan dokumen yang mendukung penelitian. Teknik Analisis Data Untuk menguji hipotesis penelitian digunakan metode analisis sebagai berikut : Statistik inferensial Statistik inferensial, . ering disebut statistik induktif atau statistik probabilita. , adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi yang jelas, dan teknik pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan secara random. Suatu kesimpulan dari data sampel akan diberlakukan untuk populasi itu memiliki . yang dinyatakan dalam bentuk Bila peluang kesalahan 5% maka taraf kepercayaannya 95%, bila peluang kesalahan 1% maka taraf kepercayaannya Peluang kesalahan dan kepercayaan ini disebut dengan siginifikansi. Pengujian taraf signifikansi dari hasil suatu analisa akan lebih paraktis bila didasarkan pada tabel sesuai teknik analisa yang digunakan (Sugiyono. Uji validitas ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Uji validitas merupakan kemampuan dari indikator-indikator untuk mengukur tingkat keakuratan sebuah konsep. Artinya apakah konsep yang telah dibangun tersebut sudah valid atau belum. Tujuan uji validitas adalah untuk mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukuran dalam melakukan fungsi ukurnya. Agar data yang diperoleh bisa relevan/sesuai dengan tujuan diadakannya pengukuran tersebut. Adapun rumus yang digunakan untuk pengujian validitas pada penelitian ini adalah rumus Korelasi Pearson Product Moment : Uji hipotesis Pengujian t dilakukan dalam menentukan apakah hipotesis tentang korelasi antara variabel pelayanan prima terhadap variabel kepuasan masyarakat yang telah dirumuskan Dasar dalam menentukan apakah hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya diterima atau tidak diterima maka digunakan titik prasentase distribusi t, dengan ketentuan Apabila t hitung > t tabel sehingga H0 tidak diterima dan H1 diterima. Apabila t hitung < t tabel sehingga H0 diterima dan H1 tidak diterima. yc ycu Oc ycUycU Oe ( )( ) . cu Oc ycU Oe (Oc ycU) ] . cu Oc yc Oe (Oc ycU) ] Keterangan : yc = Koefisien Korelasi Product moment Oc ycU = Jumlah Harga dari Skor Butir Oc ycU = Jumlah Harga dari Skor Total Oc ycUycU = Jumlah perkalian antara skor butir Oc ycU = Jumlah kuadrat dari skor butir Oc ycU = Jumlah kuadrat dari skor total ycu = Jumlah responden Uji reabilitas Uji reabilitas adalah tingkat keterandalan atau konsistensi suatu alat ukur menghasilkan yang sama bila dilakukan secara berulangulang. Uji reabilitas dilakukan pada instrument penelitian untuk menguji apakah data yang digunakan dapat dipercaya atau Sedangkan yang dimaksud reliable adalah mempunyai hasil yang sama pada setiap pengukuran dilakukan. Skor dalam kuesioner pada penelitian ini adalah 1 sampai 5 maka untuk menguji digunakan rumus Alpha, adapun rumusnya sebagai berikut : Ocyua yco yc = 1Oe ycoOe1 yua 2 Keterangan : yc = koefisien reliabilitas alpha cronbach yco = banyak butir/item pertanyaan Ocyua = jumlah/total varian per-butir/item Ocyua = jumlah atau total varian JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Analisis Regresi Sederhana Tujuan dari analisis ini merupakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh terhadap variabel bebas dengan variabel terikat, cara mengetahui ada tidaknya pengaruh dengan membandingkan t hitung dengan t tabel. Variabel bebas dan variabel terikat dinyatakan berpengaruh jika t hitung lebih besar dari pada t tabel, tetapi sebliknya jika t hitung lebih rendah dari pada t tabel maka dinyatakan variabel bebas dan variabel terikat mempunyai Dasar untuk membandingkan nilai signifikansi jika nilai sig. Kurang dari 0,05 maka dapat dinyatakan variabel bebas berpengaruh dengan variabel terikat, tetapi jika niai sig. Lebih dari 0,05 maka variabel bebas dinyatakan tidak berpengaruh dengan variabel terikat. Uji regresi sederhana dilakukan dengan persamaan: YAo = a bX Keterangan: Y = Variabel terikat a = Konstanta regresi bX = Nilai turunan atau peningkatan variabel HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Penelitian Penjelasan Laporan hasil penelitian Pada penelitian ini jumlah sampel yang ditentukan adalah sebesar 342 dengan presentase kesalahan sebesar 5% berdasarkan tabel Isaac & Michel penentuan jumlah sampel dengan populasi yang diketahui jumlahnya, dari jumlah populasi sebesar 3076. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Sampel ditentukan dengan banyaknya jumlah kuesioner yang dibagikan, sementara dalam proses berjalannya, jumlah kuesioner sempurna berjumlah 314 sampel responden, kemudian jumlah kuesioner yang tidak sempurna berjumlah 12 sampel responden, dan jumlah kuesioner yang tidak terisi atau kosong berjumlah 16 sampel responden. laki sebanyak 137 orang responden atau 44% dari jumlah keseluruhan responden. Gambar 5 karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir Karakteristik responden Gambar 3 karakteristik responden berdasarka usia >50 <19 Gambar 4 karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin SMP/Sederajat Diploma Sarjana Pascasarjana Sumber : data diolah, 2024 Berdasarkan gambar 5 diketahui bahwa responden berdasarkan kriteria pendidikan terakhir terbanyak ada pada jenjang pendidikan SMA/Sederajat dengan jumlah responden sebesar 168 orang atau sekita 53% dari jumlah seluruh responden. Gambar 6 karakteristik responden berdasarkan status pekerjaan Berdasarkan gambar 3 dapat diketahui bahwa usia responden terbanyak adalah yang berumur antara 20-29 tahun yaitu dengan frekuensi sebanyak 202 orang atau 64% dari jumlah keseluruhan responden. SD/Sederajat SMA/Sederajat Sumber : data diolah, 2024 belum bekerja pegawai/karyawan petani/pekebun tidak bekerja Sumber: data diolah, 2024 Berdasarkan gambar 6 dapat diketahui bahwa reponden terbanyak dengan kriteria status pekerjaan adalah yang belum bekerja. Dengan jumlah responden sebesar 123 orang atau 39% dari total keseluruhan responden. Perempuan Laki-laki Karakteristik responden penelitian adalah subjek penelitian yang berguna untuk memberikan respon atas pernyataan peneliti kepada responden Gambar 7 karakteristik responden berdasarkan jenis pelayanan Sumber : data diolah, 2024 Dari keterangan diatas dapat diketahui bahwa, jenis kelamin perempuan merupakan responden kuesioner dengan jumlah pengisi tertinggi yaitu sebanyak 177 orang responden atau sebesar 56%, sedangkan responden laki- JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Attitude . Disdukcapil Samsat Disnaker BPJS Lainnya Bank Kalsel Appearance . Attention . Sumber : data diolah, 2024 Berdasarkan gambar 7 diketahui bahwa responden terbanyak berdasarkan orang responden atau sebesar 41 %, diikuti dengan pelayanan pada instansi Samsat sebanyak 85 orang atau sebesar 27%, kemudian di urutan ketiga ada pada instansi pelayanan Disnaker sebanyak 56 orang atau sebesar 18% dari jumlah keseluruhan reponden. Uji Validitas Uji jenis pelayanan yang dilakukan pada instansi Disdukcapil adalah sebanyak 130 validitas adalah suatu proses pengujian yang digunakan untuk menunjukkan seberapa akurat suatu metode mengukur apa yang ingin Suatu penelitian dapat dikatakan valid apabila mampu memberikan hasil atas apa yang benar-benar diukur, artinya hasil dari penelitian yang valid akan menjawab apa yang dipertanyakan dalam penelitian. Untuk menentukan apakah layak atau tidak suatu item yang digunakan maka dapat diuji signifikan, artinya dianggap valid apabila berkolerasi batas minimal kolerasi . 0,50. Apabila nilai Jika rhitung > rtabel maka instrumen penelitian yang digunakan dinyatakan valid sebaliknya Jika rhitung < rtabel maka instrument penelitian yang digunakan dinyatakan tidak valid. Berdasarkan uraian tersebut maka perlu dilakukan uji validasi untuk setiap variabel. berikut merupakan tabel hasil uji validitas : Tabel 6 hasil uji validitas variabel X pelayanan Action Accountability . anggungjawab 0,760 0,872 0,751 0,828 0,833 0,829 0,854 0,852 0,861 0,814 0,836 0,801 0,858 0,856 0,840 0,858 0,865 0,855 0,796 0,773 0,862 0,869 0,860 0,855 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : data diolah, 2024 Berdasarkan hasil uji validitas diatas nilai r hitung >0,111. Maka semua dinyatakan Tabel 7 hasil uji validitas variabel Y kepuasan Indikator Persyaratan Sistem, dan prosedur Waktu Biaya/tarif Produk Spesifikasi Indikator Item r hitung Kompetensi Ability . Pp1 Pp2 Pp3 Pp4 0,598 0,868 0,396 0,844 0,111 0,111 0,111 0,111 Valid Valid Valid Valid Prilaku JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Pp5 Pp6 Pp7 Pp8 Pp9 Pp10 Pp11 Pp12 Pp13 Pp14 Pp15 Pp16 Pp17 Pp18 Pp19 Pp20 Pp21 Pp22 Pp23 Pp24 Pp25 Pp26 Pp27 Pp28 Item Km1 Km2 Km3 Km4 Km5 Km6 Km7 Km8 Km9 Km10 Km11 Km12 Km13 Km14 Km15 Km16 Km17 Km18 Km19 Km20 Km21 Km22 Km23 Km24 Km25 Km26 Km27 Km28 Km29 Km30 0,796 0,832 0,855 0,836 0,848 0,846 0,868 0,872 0,862 0,787 0,769 0,768 0,765 0,776 0,792 0,828 0,785 0,856 0,832 0,718 0,851 0,848 0,850 0,857 0,810 0,811 0,864 0,843 0,874 0,756 r tabel 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Penanganan Sarana dan Km31 Km32 Km33 Km34 Km35 Km36 Km37 Km38 Km39 Km40 Km41 Km42 Km43 Km44 Km45 Km46 Km47 0,798 0,777 0,790 0,783 0,873 0,867 0,851 0,812 0,848 0,864 0,838 0,856 0,824 0,797 0,795 0,821 0,770 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 0,111 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari hasil uji reliabilitas di atas. Diketahui bahwa nilai indikator variabel X 981 reliabel karena berada diatas Alpha Cronbach sebesar 0,6. Hasil uji reabilitas variabel kepuasan Tabel 9 reability statistics Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber: data diolah, 2024 Sumber : data diolah, 2024 Berdasarkan hasil uji validitas diatas setiap komponen pertanyaan dapat dikatakan valid jika rhitung > rtabel, dan yang kedua yaitu nilai sign < 0,05. Uji Validitas menggunakan rumus korelasi pearson of product. Untuk mengetahui nilai rtabel yaitu dengan menggunakan rumus : df = (N-. = . = 312 dan menggunakan uji dua arah . wo taile. dimana tingkat signifikannya yaitu sebesar 0,05 atau 5% dan tingkat kepercayaannya mencapai 95%. Maka didapat nilai rtabel = 0,111. dan Berdasarkan hasil uji validitas diatas nilai rhitung >0,111. Maka semua dinyatakan valid. Dari hasil uji reabilitas diatas, dapat diketahui bahwa indikator variabel Y sebesar 0,989 reliabel karena berada diatas Alpha Cronbach sebesar 0,6. Uji Hipotesis Uji hipotesis merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh atau tidak ada pengaruh antara variabel X . elayanan prim. dengan variabel Y . epuasan masyaraka. Tabel 10 penguji hipotesis Coefficientsa Uji Reabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk melihat apakah alat ukur tetap konsisten dalam mencapai apa yang ingin diukur. Adapun korelasi 0,6 atau lebih maka dikatakan item tersebut memberikan tingkat reliable atau kekonsistenan yang cukup tinggi, namun sebaiknya apabila nilai korelasi dibawah 0,6 maka dikatakan item tersebut kurang reliable atau kurang konsisten. Berikut diperoleh tingkat reliabilitas untuk setiap variabel adalah sebagai berikut : Hasil uji reabilitas variabel pelayanan Tabel 8 realibility statistic Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : data diolah, 2024 Model 1 (Consta. Pelayanan Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. Prima Dependent Variable: Kepuasan Masyarakat Sumber : data SPSS diolah, 2024 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa, nilai thitung 40. 612 > ttabel 1. 968, sedangkan nilai t 0,000<0,050 . %) maka menyatakan bahwa H0 ditolak. Dengan demikian hipotesis masyarakat terbukti, atau Ha diterima. artinya terdapat pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan masyarakat di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong. Analisis Regresi linier Sederhana Y= a bX JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Hasil Persamaan regresinya adalah : Y = 16. Dari tabel penguji hipotesis diatas dapat diinterpretasikan hasil persamaan regresi linier sederhana, dijelaskan mengenai hubungan antara pelayan prima X terhadap kepuasan masyarakat Y. Dimana artinya adalah sebagai berikut: Konstanta atau a = 16. 228, maka hal ini berarti bahwa jika Pelayanan Prima pada Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong sama dengan 0, maka prediksi nilai Kepuasan Masyarakat akan sebesar Koefisien regresi variabel X untuk Pelayanan Prima sebesar 1. 527, hal ini berarti bahwa setiap peningkatan 1 unit pada Pelayanan Prima di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong, maka akan meningkatkan Kepuasan Masyarakat 527 unit. Dalam tabel regresi menunjukkan bahwa Pelayanan Prima signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat. Koefisien regresi untuk Pelayanan Prima 527 menunjukkan bahwa pelayanan prima memberikan kontribusi positif atau meningkatkan kepuasan masyarakat. Semakin besar pengaruh pelayanan prima maka akan semakin meningkat kepuasan masyarakat. Tabel 11 model summary Model Summary Model Std. Error Adjusted of the Square R Square Estimate Predictors: (Constan. Pelayanan Prima Sumber : data diolah, 2024 Berdasarkan tabel model summary diatas, dapat diketahui bahwa besarnya pengaruh variabel X pelayanan prima terhadap Y kepuasan masyarakat dengan R Square yaitu sebesar 0. (Pallant, 2. dalam bukunya SPSS Survival Manual. Menyatakan bahwa menggunakan tabel Adjusted R Square adalah untuk jumlah JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 responden kurang dari 100 orang, dan R Square untuk lebih dari 100 responden. Dari output tersebut diperoleh nilai (R Squar. sebesar 0,841 yang mengandung pengertian bahwa besar pengaruh variabel bebas . elayanan prim. terhadap variabel terikat . epuasan masyaraka. adalah sebesar 84,1%. Pembahasan Pada penelitian ini jumlah sampel yang ditentukan adalah sebesar 342 dengan presentase kesalahan sebesar 5% berdasarkan tabel Isaac & Michel penentuan jumlah sampel dengan populasi yang diketahui jumlahnya, dari jumlah populasi sebesar 3076. Sampel ditentukan dengan banyaknya jumlah kuesioner yang dibagikan, sementara dalam proses berjalannya, jumlah kuesioner sempurna berjumlah 314 sampel responden, kemudian jumlah kuesioner yang tidak sempurna berjumlah 12 sampel responden, dan jumlah kuesioner yang tidak terisi atau kosong berjumlah 16 sampel responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan convineince sampling, dimana pengambilan sampel dilakukan dengan menentukan berdasarkan ketersedian responden. Sampel dalam penelitian ini tidak mempengaruhi validitas maupun reabilitas dari variabel, walaupun tidak mencapai jumlah sampel yang Roscoe dalam buku Research Methods For Business . menyebutkan bahwa dalam menentukan ukuran sampel berdasarkan jumlah besaran sampel itu Dan sampel yang layak adalah anatara Berdasarkan hasil uji T/ uji Hipotesis menunjukan nilai sig. 0,000<0,05 dan nilai t hitung = 40. 612>1,989 t tabel dengan kesimpulan terdapat pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan masyarakat di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong. Selaras dengan hasil penelitian : Pelayanan Prima Dan Kepuasan Pelanggan Di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Makassar II diambil dari Repository Universitas Negeri Makassar, diteliti oleh Febi Selvia tahun 2018 di Makassar. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Penelitian terdahulu dengan judul Pengaruh Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Konsumen pada Koperasi Suka Maju Kabupaten Probolinggo diambil dari Jurnal ECOBUSS Vol. Nomor 2 September 2017, diteliti oleh Vikawati Windra Rini & Agustina Pujiastuti pada tahun 2017 di Probolinggo. Pengaruh Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Konsumen PT. KAI Bandung, diambil dari jurnal JIMEA | Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen. Ekonomi, dan Akuntans. Vol. 5 No. 2, 2021 diteliti oleh Tetralleniajr. Novita Anggraeni, dan Dian Candra Fatihah pada tahun 2021 di Bandung. Peranan Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Masyarakat Kantor Kecamatan Prabumulih Timur, diambil dari jurnal JURNAL MANAJAMEN AKUNTANSI PRABUMULIH Vol. No. 1 Periode Januari Ae Juni 2020, diteliti oleh Susianti pada tahun 2020 di Prabumulih Timur. Pengaruh Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Daerah Kalisat Kabupaten Jember, diambil dari Jurnal Ikesma Volume 16 Nomor 1 Maret 2020, diteliti oleh Febri Diah Perwita. Christyana Sandra. Ragil Ismi Hartanti pada tahun Pengaruh Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Nasabah di PT. BPR Kerta Rahaja Bandung, diambil dari jurnal JIMEA | Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen. Ekonomi, dan Akuntans. Vol. 5 No 2, 2021. Ditelti oleh Fazri Samia Raziawati dan Lutfi Esa Herliyani MaAorup pada tahun 2021 di Bandung. Dengan menunjukan terdapat pengaruh variabel pelayanan terhadap Variabel kepuasan pelanggan, pasien, nasabah, konsumen, maupun masyarakat . Analisis regresi linier sederhana Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Sig. 1 (Consta. Pelayanan Prima Dependent Variable: Kepuasan Masyarakat Sumber: data diolah, 2024 Dapat dilihat dari perhitungan tabel diatas hasil analisis regresi sederhana diperoleh bahwa variabel pelayanan prima (X) mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel kepuasan masyarakat (Y) karena nilai signifikan dari kedua variabel tersebut adalah dibawah dari 0,05. Adapun model persamaan regresi linear sederhana yang diperoleh adalah sebagai Y = a bx Y = Variabel Dependent a = nilai constant bx = Coefficient variabel independent Y = 16. Dari persamaan tersebut, maka diperoleh penjelasan sebagai berikut : a = 16. 228 merupakan nilai konstanta, yang diartikan bahwa jika pelayanan prima X dianggap 0 maka nilai kepuasan masyarakat Hal ini menunjukan bahwa jika variabel independen dianggap konstan, maka kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepuasan b= 1. 527 yang bertanda positif yang memberikan arti bahwa setiap kenaikan variabel pelayanan prima satuan maka akan meningkatkan kepuasan masyarakat sebesar Nilai constant positif menunjukan pengaruh positif variabel independent atau pelayanan prima (X) yaitu sebesar 16. dengan nilai koefisien X = 1. menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dengan kepuasan masyarakat berpengaruh positif, dimana semakin baik pelayanan prima maka kepuasan masyarakat akan semakin Hasil dari perhitungan persamaan regresi linear sederhana ini variabel X . elayanan prima ) yang ada dikolom B adalah untuk membuat masyarakat merasa puas terhadap pelayanan prima dikarenakan angka tersebut ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB menambah nilai dari constant variabel Y . epuasan masyaraka. yaitu sebesar 16. sehingga hasil menunjukan bertambahnya variabel Y ( kepuasan masyaraka. Dan jika Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong ingin memiliki nilai kepuasan masyarakat lebih dari 20. 000, maka mereka bisa meningkatkan nilai pelayanan prima. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan masyarakat di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong, maka dapat ditarik kesimpulan : Terdapat pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan masyarakat di Mal Pelayana Publik Kabupaten Tabalong. Besarnya pengaruh pelayanan prima (X) terhadap tingkat kepuasan masyarakat (Y) adalah sebesar 84,1%. Saran Dari hasil penelitian, penulis juga bermanfaat bagi Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong dalam meningkatkan pelayanan prima . Pelayanan prima yang dilakukan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong sudah bagus, tetapi berdasarkan hasil observasi yang saya lakukan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong saya mendapati kalau ada satu pelayanan yang dirasa kurang ramah. Hal ini perlu menjadi perhatian para petugas maupun pelaksana pelayanan publik di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tabalong untuk meningkatkan pelayanan prima agar lebih baik lagi semisal dengan kembali memberikan arahan seputar penerapan 5 S (Senyum. Sapa. Salam. Sopan. Santu. Saran berikutnya agar memberikan beberapa perawatan kembali untuk area bermain anak-anak karena sudah terlihat sedikit kusam. Juga penambahan fasilitas tisu pada toilet DAFTAR PUSTAKA