e-ISSN: 2654-8488 Jurnal Riset Akuntansi Aksioma https://aksioma. Vol. 23 No. Juni 2024 ANALISIS PENGUNGKAPAN CSR PADA PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL TBK Trisye Natalia Kilay1. Amelia Josefien Viotty Radianto2. Ribka Shintia Febriarti Bonara3. Joshua Stevanus Poceratu4. Vilencia Christin Salakory5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pattimura, kilay@feb. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pattimura, radianto@feb. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pattimura, bonara@gmail. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pattimura. Joshuastevanus01@gmail. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pattimura, cristin@gmail. Riwayat Artikel: Received: 03 Juni 2024 Revised: 14 Juni 2024 Accepted: 15 Juni 2024 Publlished: 21 Juni 2024 Corresponding Author: Nama: Trisye Natalia Kilay Email: trisye. kilay@feb. DOI: 10. 29303/aksioma. A 2024 The Authors. This open access article is distributed under a (CC-BY Licens. Abstract: This research aims to analyze the level of CSR disclosure in sustainability reports based on the GRI The research sample is PT Industri Jamu and Farmasi Sido Muncul Tbk which uses GRI Standard in its sustainability reports in 2021-2023. The data collection technique in this research uses the documentation method. The data analysis technique uses a content analysis method with a descriptive approach. The research results show that general disclosure and disclosure of material topics are included in the full disclosure category. The topic of environmental performance and the topic of social performance were in the same disclosure category during 2021 and 2022, but in 2023 the category increased from partially applied disclosure to well applied disclosure. Only the topic of economic performance is included in the lowest category, namely limited disclosure from 2021 to 2023. The results of this research contribute to stakeholders who need information about the level of CSR disclosure from PT Sido Muncul Tbk since 2021 to 2023. In addition, the results of this research are expected to contribute to companies to strive for business activities in the lowest level of CSR disclosure and remains consistent in carrying out business activities from aspects with the highest level of CSR Key Word: CSR, economic performance topic standards, environmental performance topic standards, general disclosure standards, social performance topic standards, sustainability reports Kilay. Radianto. Bonara. Poceratu dan Salakory: Analisis Pengungkapan CSRA Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengungkapan CSR dalam laporan keberlanjutan berdasarkan standar GRI 2021. Sampel penelitian adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk yang menggunakan GRI Standards dalam laporan keberlanjutan pada tahun 2021-2023. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisis konten dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan umum dan pengungkapan topik material tergolong dalam kategori pengungkapan penuh. Untuk topik kinerja lingkungan dan topik kinerja sosial sempat berada di kategori pengungkapan yang sama selama tahun 2021 dan tahun 2022 namun pada tahun 2023 mengalami peningkatan kategori dari pengungkapan diaplikasikan secara parsial menjadi pengungkapan diaplikasikan dengan Hanya topik kinerja ekonomi yang masuk dalam kategori paling rendah yaitu pengungkapan terbatas mulai dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi kepada para pemegang kepentingan yang membutuhkan informasi mengenai tingkat pengungkapan CSR dari PT Sido Muncul Tbk sejak tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Selain itu hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi kepada perusahaan untuk mengupayakan kegiatan bisnis dari aspek dengan tingkat pengungkapan CSR terendah dan tetap konsisten melakukan kegiatan bisnis dari aspek dengan tingkat pengungkapan CSR tertinggi. Kata kunci: CSR, laporan keberlanjutan, standar pengungkapan umum, standar topik kinerja ekonomi, standar topik kinerja lingkungan, standar topik kinerja PENDAHULUAN Laporan keberlanjutan termasuk alat komunikasi yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk menyampaikan kepada para pemegang kepentingan bahwa perusahaan turut mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Amalia et al. , 2. melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Program CSR dari perusahaan yang diungkapkan dalam laporan keberlanjutan dapat menarik minat dari investor yang ditunjukkan dengan nilai laba per lembar saham meningkat (Al-ahdal et al. , 2. kinerja keuangan yang diproksikan dengan Return on Equity (Pratiwi et al. , 2. maupun Return on Asset (Holly et al. , 2. , dapat meningkatkan nilai perusahaan (Bose et al. , 2. (Akadiati et al. , 2. , meningkatkan kemampuan maupun kolaborasi dalam rantai pasokan (Buranasiri et al. , 2. , meningkatkan reputasi perusahaan di mata publik (Michalczuk & Konarzewska, 2. , membantu menyelaraskan strategi perusahaan dengan tantangan global (Patuelli et al. , 2. Di Indonesia telah terdapat UU Nomor 40 tahun 2017 (Peraturan Pemerintah RI, 2. Pasal 74 yang mengatur mengenai kewajiban dari perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam untuk menjalankan CSR. Hal ini berarti perusahaan harus menganggarkan biaya yang terkait dengan CSR. Lebih lanjut ketentuan mengenai CSR di Indonesia ini diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51 /POJK. 03/2017 Pasal 2 yang mewajibkan LJK. Emiten, dan Perusahaan Publik untuk membuat laporan keberkelanjutan paling lambat 1 Jan - 30 Desember 2020 (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Dengan demikian paling lambat sejak tahun 2020, perusahaan publik harus menjalankan CSR dan Vol. No. Juni 2024 mengungkapkannya dalam laporan keberlajutan. Pedoman teknis mengenai laporan keberlanjutan ini diatur dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 16 /SEOJK. 04/2021 (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Namun ternyata aturan dari pemerintah tersebut belum menyediakan secara rinci semua indikator yang wajib disampaikan pada laporan keberlanjutan. Berbeda dengan regulasi pemerintah yang mewajibkan adanya laporan keberlanjutan tanpa menyertakan kriteria dan indikatornya secara rinci. Global Reporting Initiative sebagai organisasi internasional menerbitkan standar GRI yang menyediakan semua indikator secara lengkap kepada semua jenis industri dalam menyusun laporan Standar GRI termasuk standar yang sering digunakan oleh perusahaan secara global dalam menyusun laporan keberlanjutan adalah standar GRI (Amalia et al. Michalczuk & Konarzewska, 2. Trend mengenai tingkat pelaporan keberlanjutan pada perusahaan yang masuk nominasi G250 maupun N100 mengalami peningkatan dari tahun 1993-2022. Bahkan berdasarkan survei dari KPMG terhadap negara-negara yang tergolong N100. Asia Pasific menempati tingkat pertama dalam membuat laporan keberlanjutan. Sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2022, tingkat penggunaan standar GRI global oleh perusahaan yang tergolong N100 terus mengalami peningkatan meskipun dalam pembuatan standar GRI global. Asia Pasif berada pada peringkat kedua dalam menerapkan Standar GRI global (KPMG, 2. Ini menunjukkan bahwa meskipun Asia Pasific berada di peringkat tertinggi dalam membuat laporan keberlanjutan tapi tidak semua indikator yang terdapat di standar GRI diungkapkan dalam laporan keberlanjutan. Standar GRI dapat diterapkan oleh perusahaan secara Penerapan standar GRI secara bertahap terbukti menjadi elemen penting dan cukup efektif untuk menjadi pendorong dalam praktek bisnis yang adil, berkelanjutan, dan dapat meningkatkan transparansi dan komparabilitas (Michalczuk & Konarzewska. Pada tahun 2022, 80% perusahaan yang diteliti di Indonesia menggunakan Standar GRI untuk laporan keberlanjutan (Pacific, 2. Standar GRI ini diperbolehkan oleh OJK untuk dilakukan secara bertahap. Sudah ada beberapa penelitian yang menganalisis tingkat pengungkapan laporan keberlanjutan berdasarkan standar GRI pada berbagai jenis perusahaan dan hasilnya jumlah indikator dari GRI yang diungkapkan oleh perusahaan dalam laporan keberlanjutan masih beragam mulai dari Sektor Perusahaan Pertanian Perkebunan (Nurhajanti et al. , 2. , sub Industri Konstruksi Bangunan (Munandar et al. , 2. , sektor pelayanan kesehatan (Victorie & Davianti, 2. (Wahyuni & Cheisviyanny, 2. Meskipun penelitian ini dilakukan pada sektor yang berbeda-beda tapi secara umum semua perusahaan yang diteliti tersebut, belum 100% mengungkapkan informasi di laporan keberlanjutan sesuai dengan standar GRI. Nurhajanti et al. , . telah menganalisis tingkat pengungkapan laporan keberlanjutan berdasarkan standar GRI pada Sektor Perusahaan Pertanian Perkebunan selama tahun 2016-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor perusahaan pertanian perkebunan yang menjadi sampel penelitian ini terus melakukan pengungkapan CSR dengan standar GRI meski ada sejumlah indikator dalam standar GRI yang belum diungkapkan. PT Astra Agro Lestari Tbk sebagai perusahaan dalam penelitian yang paling banyak melakukan pengungkapan dalam laporan keberlanjutan di antara perusahaan di sektor perusahaan pertanian perkebunan, hanya kinerja ekonomi yang diungkapkan 100% mulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 sedangkan indikator lain dari standar GRI belum diungkapkan 100%. Adapun rincian pengungkapan dari PT Astra Agro Lestari Tbk antara lain: tingkat kepatuhan pengungkapan umum 87,50%, kepatuhan dalam kinerja ekonomi sebesar 100%, kepatuhan dalam kinerja lingkungan sebesar 96,67%, dan kepatuhan dalam kinerja sosial sebesar 90,2%. Kilay. Radianto. Bonara. Poceratu dan Salakory: Analisis Pengungkapan CSRA Pada sub Industri Konstruksi Bangunan ada penelitian dari Munandar et al. , . yang menganalisis pengungkapan laporan keberlanjutan selama tahun 2018 sampai dengan tahun 2020. Berdasarkan penelitian dari Munandar et al. , . Waskita Karya termasuk perusahaan dengan pengungkapan standar umum dan standar spesifik tertinggi di antara perusahaan sub industri konstruksi bangunan yang menjadi sampel Namun itu hanya diperoleh di tahun 2018. Tahun 2018 dan tahun 2019 jumlah item pengungkapan yang sesuai di standar umum GRI masih berada di jumlah yang sama. Namun di tahun 2020 malah menunjukkan penurunan. Lebih lanjut, untuk pengungkapan standar spesifik mulai dari topik kinerja ekonomi, topik kinerja sosial dan topik kinerja lingkungan menunjukkan pengungkapan yang beragam bahkan ada yang hampir tidak pernah diungkapkan seperti topik mengenai pajak. Pada sektor pelayanan kesehatan telah ada yang meneliti mengenai kesesuaian pengungkapan laporan keberlanjutan dengan standar GRI (Victorie & Davianti, 2. (Wahyuni & Cheisviyanny, 2. Victorie & Davianti . hanya menganalisis pengungkapan laporan keberlanjutan pada standar spesifik di topik kinerja lingkungan Wahyuni & Cheisviyanny . yang menganalisis mengenai pengungkapan laporan keberlanjutan dari perusahaan di sektor pelayanan kesehatan yaitu PT Indofarma Tbk. PT Kalbe Farma Tbk. PT Phapros Tbk, dan PT Sido Muncul Tbk selama masa CoVID yaitu pada tahun 2019-2021. Wahyuni & Cheisviyanny . menemukan PT Kalbe Farma dan PT Sido Muncul Tbk sebagai perusahaan dengan tingkat pengungkapan yang tinggi dibandingkan dua perusahaan lainnya. PT Kalbe lebih banyak mengungkapkan mengenai kinerja ekonomi dan kinerja sosial sedangkan kinerja lingkungan lebih banyak diungkapkan oleh PT Sido Muncul Tbk. Dari antara PT Kalbe Farma dan PT Sido Muncul Tbk, peneliti tertarik untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai pengungkapan laporan berkelanjutan dari PT Sido Muncul Tbk. Sudah ada beberapa penelitian yang menyelidiki mengenai implementasi CSR dari PT Sido Muncul Tbk (Damayanti et al. , 2. (Ayu & Supartoko, 2. Pada tahun 2018 saat Damayanti et al. , . melakukan penelitian mengenai CSR dari PT Sido Muncul Tbk ditemukan bahwa PT Sido Muncul Tbk menerapkan komunikasi dua arah yang tidak seimbang antara perusahaan dan masyarakat ketika melaksanakan kegiatan program CSR rutin. Tapi di tahun 2020 ketika penelitian dilakukan oleh Ayu & Supartoko . ditemukan bahwa perusahaan sudah menerapkan strategi komunikasi untuk menerapkan kegiatan CSR yang terintegrasi dengan perusahaan dan masyarakat. Selain strategi komunikasi dari PT Sido Muncul Tbk yang terus diperbarui, keseriusan dan konsistensi dari PT Sido Muncul terhadap program CSR juga tampak dari penghargaan PROPER kategori emas selama 5 tahun berturut-turut. Penghargaan PROPER kategori emas diberikan kepada perusahaan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dan melakukan upaya-upaya pengembangan masyarakat secara berkesinambungan. Bila PT Sido Muncul Tbk terus menunjukkan keseriusannya dalam melakukan program CSR baik melalui strategi komunikasi dengan masyarakat maupun melalui penerimaan penghargaan PROPER kategori emas selama 5 tahun berturut-turut, peneliti tertarik untuk meneliti apakah program CSR yang diungkapkan dalam laporan keberlanjutan dapat memenuhi standar GRI 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengungkapan CSR dalam laporan keberlanjutan berdasarkan standar GRI 2021. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi kepada para pemegang kepentingan yang membutuhkan informasi mengenai tingkat pengungkapan CSR dari PT Sido Muncul Tbk sejak tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Selain itu hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi kepada perusahaan untuk mengupayakan kegiatan bisnis dari aspek dengan tingkat pengungkapan CSR terendah dan tetap konsisten melakukan kegiatan bisnis dari aspek dengan tingkat pengungkapan CSR tertinggi. Vol. No. Juni 2024 METODE Desain penelitian termasuk sebagai penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif karena adanya penyampaian penyelesaian masalah penelitian dengan cara pencatatan, analisis dan deskripsi mengenai keadan perusahaan yang sedang diteliti. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data laporan keberlanjutan dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan, mencatat dan menganalisis dokumen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk berupa laporan keberlanjutan tahun 2021-2023 yang substansinya dibandingkan dengan standar GRI 2021. Teknik analisis data menggunakan metode analisis konten dengan pendekatan analisis deskriptif. Peneliti akan mencari informasi mengenai indeks isi GRI yang tercantum dalam laporan keberlanjutan PT Sido Muncul Tbk tahun 2021, tahun 2022 dan tahun 2022 kemudian peneliti akan membandingkannya dengan standar GRI 2021. Setelah itu peneliti akan memberikan kode pengungkapan CSR dengan cara memberikan nilai 0 bila informasi tidak diungkapkan oleh perusahaan dalam laporan keberlanjutan perusahaan dan memberikan nilai 1 jika bila informasi diungkapkan oleh perusahaan dalam laporan keberlanjutan perusahaan. Langkah selanjutnya adalah peneliti memberikan skor pengungkapan CSR untuk mengetahui persentase tingkat pengungkapan untuk masing-masing indeks isi GRI. Adapun rumus untuk menghitung skor pengungkapan CSR adalah sebagai berikut. ycNycnycuyciycoycayc ycyyceycuyciycycuyciycoycaycyycaycu yaycIycI = ycNycuycycayco ycnycyceyco ycycaycuyci yccycnycycuyciycoycaycyycoycaycu y 100% ycNycuycycayco ycIycoycuyc yaycyceyco ycAycaycoycycnycoycyco Setelah mengetahui tingkat pengungkapan CSR maka peneliti akan membuat kategori pengungkapan seperti: tidak diaplikasikan, pengungkapan terbatas, pengungkapan diaplikasikan secara parsial, pengungkapan diaplikasikan dengan baik, pengungkapan secara penuh diaplikasikan. Adapun kategori interval intensitas pengungkapan tampak pada tabel 1. Tabel 1 interval kategori pengungkapan Persentase Interval Pengungkapan CSR Kategori Tidak diaplikasikan 1%-40% Pengungkapan terbatas 41% - 75% Pengungkapan diaplikasikan secara parsial 76% - 99% Pengungkapan diaplikasikan dengan baik Pengungkapan secara penuh Keterangan Perusahaan tidak mengungkapkan CSR dalam laporan keberlanjutan Perusahaan masih rendah mengungkapkan CSR dalam laporan keberlanjutan Perusahaan telah berupaya untuk mengungkapkan CSR dalam laporan keberlanjutan sebagai bagian dari kepedulian terhadap sosial lingkunngan dan untuk mendapatkan legitimasi dari pemegang kepentingan Perusahaan sudah mengungkapkan CSR dengan baik dalam laporan keberlanjutan Perusahaan sudah optimal mengungkapkan CSR secara Sumber: (Nurhajanti et al. , 2. Kilay. Radianto. Bonara. Poceratu dan Salakory: Analisis Pengungkapan CSRA HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Entitas PT Sido Muncul Tbk merupakan perusahaan jamu herbal terkemuka di Indonesia. PT Sido Muncul Tbk memiliki komitmen dalam mendukung tujuan pembangunan Hal ini tampak mulai dari visi PT Sido Muncul Tbk untuk menjadi perusahaan farmasi, obat tradisional, makanan minuman kesehatan, kosmetik dan pengolahan bahan herbal yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan Untuk mencapai visi tersebut maka PT Sido Muncul Tbk terus melakukan langkah strategis menuju keunggulan berlanjut melalui kebijakan yang disebut sebagai program Corporate Social Responsibility. Program CSR dikomunikasikan kepada para pemegang kepentingan dalam bentuk laporan keberlanjutan sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2024 ini. CSR dilaksanakan sebagai bentuk timbal balik positif PT Sido Muncul Tbk kepada masyarakat, di mana perusahaan tersebut menggunakan sumber daya alam sebagai bahan utama pembuatan produknya, seperti tanaman rempahrempah serta tanaman yang berkhasiat dijadikan obat lainnya yang juga memiliki manfaat bukan hanya untuk karyawan ataupun rekan bisnis melainkan juga bagi masyarakat luas. Program CSR dari PT Sido Muncul Tbk berupa kegiatan karitatif, pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas dan pemberdayaan Masyarakat. Adapula program CSR yang dilakukan oleh PT. Sido Muncul secara berkelanjutan antara lain program petani mitra, program Desa Rempah. Desa Wisata Buah. Desa Inspirasi Padi dan Mbok Jajan. Program petani mitra mulai dilakukan sejak tahun 2000 dengan tujuan untuk memperkuat jaringan rantai pasok bahan baku di sentra-sentra pertanian tanaman obat. Sekarang program petani mitra telah berhasil menjadi solusi untuk memenuhi keberlanjutan pasokan bahan baku sekaligus mendorong perekonomian desa dengan mengoptimalkan potensi dan kearifan lokal. Semua program CSR yang dilakukan secara berkelanjutan oleh PT Sido Muncul Tbk Jajan tersebut dalam perkembangannya terus diperkuat dengan berbagai program lanjutan sehingga dapat sejalan dengan kebutuhan Pengungkapan Laporan Keberlajutan Berdasarkan Standar GRI Pada laporan keberlanjutan dari PT Sido Muncul Tbk diungkapkan bahwa perusahaan menggunakan beberapa standar dalam mengungkapkan CSR. Salah satu dari standar yang digunakan oleh PT Sido Muncul Tbk adalah standar GRI 2021. PT Sido Muncul Tbk menggunakan standar GRI dalam membuat laporan keberlanjutan dengan tujuan untuk memastikan transparansi mengenai cara Sido Muncul berkontribusi atau berupaya untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Pada standar GRI 2021 terdapat pengungkapan umum maupun topik material yang terdiri atas topik kinerja ekonomi, topik kinerja sosial dan topik kinerja lingkungan. Adapun ringkasan item pengungkapan CSR berdasarkan standar GRI 2021 dari PT Sido Muncul Tbk selama tahun 2021-2023 tampak pada tabel 2. Tabel 2. Ringkasan Item Pengungkapan CSR berdasarkan standar GRI 2021 Pengungkapan Umum dan Pengungkapan Material Pengungkapan Umum Tahun 2021 2-1, 2-2, 2-3, 2-4, 2-5, 2-6, 2,7, 2-9, 2-11, 2-13, 2-15, 2-16, 2-17, 2-21, 2-22, 223, 2-24, 2-25, 2-26, 2-27, 2-28, 2-29, 2-30 Indikator GRI Tahun 2022 2-1, 2-2, 2-3, 2-4, 25, 2-6, 2,7, 2-9, 210, 2-11, 2-12, 2-13, 2-14, 2-15, 2-16, 217, 2-18, 2-19, 2-20, 2-21, 2-22, 2-23, 224, 2-25, 2-26, 2-27, 2-28, 2-29, 2-30 Tahun 2023 2-1, 2-2, 2-3, 2-4, 25, 2-6, 2,7, 2-9, 210, 2-11, 2-12, 213, 2-14, 2-15, 216, 2-17, 2-18, 219, 2-20, 2-21, 222, 2-23, 2-24, 2- Vol. No. Juni 2024 Pengungkapan Umum dan Pengungkapan Material Tahun 2021 Indikator GRI Tahun 2022 Topik Material Kinerja Ekonomi 3-1, 3-2, 3-3 201-1, 203-1, 203-2, 204-1 3-1, 3-2, 3-3 201-1, 203-1, 2032, 204-1 Kinerja Lingkungan 302-1, 302-3, 302-4, 3025, 303-1, 303-2, 303-3, 303-4, 303-5, 305-1, 3052, 305-4, 305-5, 305-7, 306-1, 306-2, 306-3, 3064, 306-5 302-1, 302-3, 3024, 302-5, 303-1, 303-2, 303-3, 3034, 303-5, 305-1, 305-2, 305-4, 3055, 305-7, 306-1, 306-2, 306-3, 3064, 306-5 Kinerja Sosial 401-1, 401-2, 403-1, 4032, 403-3, 403-4, 403-5, 403-6, 403-7, 403-9, 4041, 405-1, 413-1, 416-1 401-1, 401-2, 4031, 403-2, 403-3, 403-4, 403-5, 4036, 403-7, 403-9, 404-1, 405-1, 4131, 416-1 Tahun 2023 25, 2-26, 2-27, 228, 2-29, 2-30 3-1, 3-2, 3-3 201-1, 201-2, 2021, 203-1, 203-2, 301-1, 302-1, 3023, 302-4, 302-5, 303-1, 303-2, 3033, 303-4, 303-5, 304-1, 304-2, 304,3, 304-4, 3051, 305-2, 305-3, 305-4, 305-5, 3056, 305-7, 306-1, 306-2, 306-3, 3064, 306-5, 308-1 401-1, 401-2, 4031, 403-2, 403-3, 403-4, 403-5, 4036, 403-7, 403-8, 403-9, 403-10, 4041, 404-3, 405-1, 405-2, 408-1, 4131, 413-2, 414-1, 416-1, 416-2, 4171, 417-2, 417-3 Sumber: data diolah, 2024 Tabel 3, 4 dan 5 merupakan hasil analisis pengungkapan CSR dari PT Sido Muncul Tbk berdasarkan standar GRI 2021. Tabel 3. Analisis Pengungkapan CSR dari PT Sido Muncul Tbk Tahun 2021 Pengungkapan Total Skor Item Maksimum Tahun 2021 Total Item Pengungkapan Diungkapkan Pengungkapan Umum Topik Material Kinerja Ekonomi Kinerja Lingkungan Kinerja Sosial Kategori Pengungkapan Pengungkapan diaplikasikan dengan Pengungkapan Pengungkapan Pengungkapan diaplikasikan secara Pengungkapan diaplikasikan secara Sumber: data diolah, 2024 Kilay. Radianto. Bonara. Poceratu dan Salakory: Analisis Pengungkapan CSRA Tabel 4. Analisis Pengungkapan CSR dari PT Sido Muncul Tbk Tahun 2022 Pengungkapan Total Skor Item Maksimum Tahun 2021 Total Item Pengungkapan Diungkapkan Pengungkapan Umum Topik Material Kinerja Ekonomi Kinerja Lingkungan Kinerja Sosial Kategori Pengungkapan Pengungkapan diaplikasikan dengan Pengungkapan Pengungkapan Pengungkapan diaplikasikan secara Pengungkapan diaplikasikan secara Sumber: data diolah, 2024 Tabel 5. Analisis Pengungkapan CSR dari PT Sido Muncul Tbk Tahun 2023 Pengungkapan Total Item Maksimum Tahun 2021 Total Item Pengungkapan Diungkapkan Pengungkapan Umum Topik Material Kinerja Ekonomi Kinerja Lingkungan Kinerja Sosial Kategori Pengungkapan Pengungkapan Pengungkapan Pengungkapan diaplikasikan dengan Pengungkapan diaplikasikan dengan Sumber: data diolah, 2024 Secara ringkas, persentase pengungkapan CSR dari PT Sido Muncul Tbk dari tahun 20212023 tampak pada grafik 1. Vol. No. Juni 2024 Sumber: data diolah, 2024 Berdasarkan tabel 3, 4 dan 5 tampak bahwa tingkat pengungkapan yang paling tinggi adalah pengungkapan umum maupun topik material. Persentase pengungkapan CSR dari indikator-indikator di pengungkapan umum maupun topik material mencapai 100% mulai dari tahun 2021 sampai dengan 2023. Pencapaian 100% pengungkapan umum maupun topik material oleh PT Sido Muncul Tbk menunjukkan bahwa tingkat pengungkapan umum maupun topik material dari PT Sido Muncul Tbk berada pada kategori pengungkapan penuh. Ini berarti semua indikator pengungkapan umum maupun topik material telah diungkapkan oleh PT Sido Muncul Tbk dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Di sisi lain topik kinerja ekonomi, topik kinerja lingkungan dan topik kinerja sosial masih diungkapkan dalam laporan keberlanjutan secara bertahap oleh PT Sido Muncul Tbk. Persentase topik material yang paling banyak diungkapkan oleh PT Sido Muncul adalah topik kinerja lingkungan, kemudian disusul dengan topik kinerja sosial dan yang paling terakhir adalah topik kinerja ekonomi. Untuk topik kinerja lingkungan masih berada di kategori pengungkapan diaplikasikan dengan baik selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Meskipun pengungkapan topik kinerja lingkungan ini masih berada di kategori yang sama dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2023, namun jumlah pengungkapan yang sesuai dengan standar GRI 2021 mengalami peningkatan di tahun 2023. Pada tahun 2021 dan tahun 2022 pengungkapan topik kinerja lingkungan berada di persentase yang sama yaitu 61%, namun di tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 26%. Ini berarti ada tambahan 8 indikator yang diungkapkan oleh PT Sido Muncul Tbk. Untuk topik kinerja sosial mengalami peningkatan kategori dari pengungkapan diaplikasikan secara parsial menjadi pengungkapan diaplikasikan dengan baik. Memang pada tahun 2021 ke tahun 2022 pengungkapan CSR masih berada pada kategori yang sama yaitu pengungkapan diaplikasikan secara parsial, namun pada tahun 2023 pengungkapan CSR dari PT Sido Muncul Tbk mengalami peningkatan kategori menjadi pengungkapan diaplikasikan dengan baik. Meskipun di tahun 2021 dan tahun 2022 pengungkapan topik kinerja sosial berada di persentase yang sama yaitu 39%, namun di tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 31%. Peningkatan pengungkapan ini Kilay. Radianto. Bonara. Poceratu dan Salakory: Analisis Pengungkapan CSRA menunjukkan adanya tambahan indikator hampir dua kali lipat dari indikator pengungkapan topik kinerja sosial di dua tahun sebelumnya. Untuk topik kinerja ekonomi termasuk yang paling sedikit diungkapkan dibandingkan topik lainnya di standar topik material. Meskipun selama tahun 2021, 2022 dan 2023 pengungkapan topik kinerja ekonomi dari PT Sido Muncul Tbk masih berada di kategori pengungkapan terbatas tapi jumlah pengungkapan CSR dari perusahaan mengalami peningkatan di tahun 2023. Pada tahun 2021 dan tahun 2022 pengungkapan topik kinerja ekonomi dari PT Sido Muncul Tbk stagnan di 24% namun di tahun 2023 jumlah pengungkapan topik kinerja ekonomi meningkat menjadi 35%. Analisis Tingkat Pengungkapan CSR Program CSR yang dilakukan oleh perusahaan merupakan bentuk komitmen dari perusahaan untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Agar program CSR ini diketahui oleh para pemegang kepentingan dari perusahaan maka perusahaan akan mengungkapkannya dalam laporan keberlanjutan. Pada penelitian ini tingkat pengungkapan CSR di dalam laporan keberlanjutan dianalisis berdasarkan standar GRI Standar GRI 2021 mencakup standar pengungkapan umum yang terdiri atas Aspek: Organisasi dan praktik pelaporan. Aktivitas dan Pekerja. Aspek: Tata Kelola. Aspek: Strategi, kebijakan, dan praktik. Aspek: Strategi, kebijakan, dan praktik. sektor GRI dan standar topik GRI yang terdiri atas topik material, kinerja ekonomi, topik kinerja lingkungan dan topik kinerja sosial. Pada penelitian ini tidak membahas standar Berdasarkan grafik 1 tampak bahwa PT Sido Muncul Tbk telah berusaha untuk menerapkan indikator-indikator yang terdapat di standar GRI 2021 dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Untuk pengungkapan umum terus mengalami peningkatan dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Hal ini masih wajar mengingat standar GRI 2021 mulai dikeluarkan di bulan Oktober 2021 dan mulai berlaku efektif pada tanggal 1 Januari Format dari standar GRI 2021 memiliki perbedaan dengan standar GRI 2016 sehingga wajar bila tidak semuanya diungkapkan di laporan keberlanjutan tahun 2021 dan tahun 2022. Ketika ada aturan yang baru, perusahaan perlu waktu untuk mempelajari dan merencanakannya dengan baik (Gumantiny, 2. Selain itu memang masih diperbolehkan standar GRI 2021 untuk diterapkan secara bertahap. Ini dapat dilihat dari persentase pengungkapan CSR di tahun 2021 sebesar 71% kemudian di tahun 2022 naik menjadi 93% dan akhirnya di tahun 2023 naik menjadi 100%. Pada tahun 2022 ketika perusahaan sudah mengungkapkan bahwa salah satu standar yang digunakan dalam laporan keberlanjutan tahun 2022 adalah standar GRI 2022, hanya indikator GR 2-8 yang terkait dengan pekerja yang bukan pekerja langsung yang tidak Tapi pada tahun 2023 PT Sido Muncul Tbk telah mengungkapkan indikator tersebut yaitu perusahaan mempekerjakan 257 pekerja alih daya. Pengungkapan ini membuat pengungkapan umum dari PT Sido Muncul Tbk yang di tahun 2021 dan tahun 2022 berada pada tingkat pengungkapan diaplikasikan dengan baik, menjadi berada pada tingkat pengungkapan penuh di tahun 2023. Ini menunjukkan bahwa di tahun 2023 perusahaan sudah optimal dalam mengungkapkan CSR secara berkelanjutan. Untuk pengungkapan topik material, hanya GRI 3: Topik Material 2021 yang diungkapkan secara penuh dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Untuk topik kinerja ekonomi, topik kinerja lingkungan dan topik kinerja sosial terus mengalami peningkatan pengungkapan dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Meskipun demikian persentase pengungkapan CSR yang paling tinggi dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2023 adalah topik kinerja lingkungan. Topik kinerja lingkungan termasuk topik material yang paling banyak diungkapkan oleh PT Sido Muncul Tbk selama 3 tahun terakhir. Hal ini sejalan dengan penelitian dari (Wahyuni & Cheisviyanny, 2. Memang pengungkapan topik kinerja Vol. No. Juni 2024 lingkungan ini sempat berada di kategori pengungkapan diaplikasikan secara parsial selama tahun 2021 dan tahun 2022. Ini berarti pada tahun 2021 dan tahun 2022 perusahaan masih terus berupaya untuk mengungkapkan CSR dalam laporan keberlanjutan perusahaan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap isu sosial lingkungan maupun sebagai bentuk usaha mendapatkan legitimasi. Upaya perusahaan ini berhasil ketika di tahun 2023 pengungkapan CSR di topik kinerja lingkungan berada di kategori pengungkapan diaplikasikan dengan baik. Indikator dari topik kinerja lingkungan yang paling banyak diungkapkan oleh PT Sido Muncul Tbk sejak tahun 2020 dan 2021 (Wahyuni & Cheisviyanny, 2. , kemudian tetap berlanjut sampai dengan tahun 2022 dan 2023 dapat menjadi signal bahwa PT Sido Muncul Tbk berupaya melakukan manajemen lingkungan dengan baik sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap generasi di masa mendatang yang tinggal di lingkungan sekitar perusahaan beraktivitas. Ketika perusahaan melakukan manajemen lingkungan dengan baik juga akan membuat lingkungan di sekitar tempat perusahaan beroperasi menjadi lebih lestari baik secara biotik maupun abiotik sehingga perusahaan dapat memperoleh legitimasi yang kuat dari masyarakat. Salah satu CSR berkelanjutan dari PT Sido Muncul yang dapat membantu perusahaan mendapatkan legitimasi adalah program pengelolaan air secara berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Langkah ini juga dapat menarik minat investor untuk berinvestasi (Nurhajanti et al. , 2. Pengungkapan topik kinerja lingkungan sebesar 87% menunjukkan keseriusan dari PT Sido Muncul Tbk dalam menunjang aspek lingkungan. Beberapa indikator yang dipenuhi secara lengkap oleh PT Sido Muncul selama tahun 2023 yaitu terkait dengan GRI 304 . entang keanekaragaman hayati 2. GRI 305 . entang emis. , dan GRI 306 . entang limba. Hal ini dapat disebabkan oleh banyaknya indikator yang terdapat di kinerja lingkungan tidak mengalami banyak perubahan dari standar GRI versi sebelumnya sehingga PT Sido Muncul sudah memiliki cukup waktu untuk menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan pengungkapan indikator di topik kinerja lingkungan. Kesiapan ini tampak dari pengungkapan pada topik kinerja lingkungan yang berisikan informasi dalam bentuk narasi maupun angka. Topik kinerja sosial termasuk topik material terbanyak kedua yang diungkapkan oleh PT Sido Muncul Tbk selama 3 tahun terakhir. Hal ini sejalan dengan penelitian dari (Nurhajanti et al. , 2. Memang pengungkapan kinerja sosial di tahun 2021 maupun tahun 2022 berada pada kategori yang sama yaitu pengungkapan diaplikasikan secara Ini menunjukkan bahwa pada tahun 2021 dan tahun 2022 PT Sido Muncul Tbk tetap berupaya mengungkapkan CSR sebagai bagian dari kepedulian terhadap sosial lingkungan maupun upaya untuk mendapatkan legitimasi. Upaya ini membuahkan hasil ketika di tahun 2023 pengungkapan kinerja sosial berada pada kategori pengungkapan diaplikasikan dengan baik. Pada tahun 2023 ada tambahan pengungkapan pada topik kinerja sosial sebanyak 11 indikator. Beberapa indikator yang indikatornya menjadi penuh diungkapkan di tahun 2023 antara lain: GRI 403 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja 2. GRI 405 (Keanekaragaman dan Peluang Setara 2. GRI 416 (Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan 2. , dan GRI 417 (Pemasaran dan Pelabelan 2. Pengungkapan informasi CSR yang secara parsial ini dapat diakibatkan oleh data yang tidak lengkap sehingga perusahaan membutuhkan waktu untuk menyediakan data Misalnya pada GRI 403 hanya ada satu indikator yang belum diungkapkan perusahaan selama tahun 2021 dan tahun 2022. Indikator tersebut adalah GRI 403-8 (Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerj. Selama tahun 2021 dan tahun 2022 perusahaan telah memiliki Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Namun baru di tahun 2023 perusahaan mengungkapkan mengenai Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja berlaku dan wajib dipatuhi bagi seluruh karyawan tanpa terkecuali dan berbagai pihak berkepentingan lainnya di luar perusahaan yang berada di area pabrik. Untuk membuat Kilay. Radianto. Bonara. Poceratu dan Salakory: Analisis Pengungkapan CSRA pekerja ada dalam Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja mkaa perusahaan perlu waktu untuk persiapan. Adapula alasan mengenai kendala rahasia seperti untuk GRI 405-2 (Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan dibandingkan lakilak. Selain itu ada kemungkinan perusahaan telah melakukan tapi belum diungkapkan di laporan keberlanjutan. Misal terkait dengan pemasaran yang berkelanjutan, perusahaan sudah beri edukasi kepada masyarakat terkait produknya melalui website, label sesuai BPOM RI, audit berkala atas produk tapi belum diungkapkan dalam laporan keberlanjutan tahun 2021 dan 2022. Pada akhirnya di tahun 2023 pengungkapan CSR PT Sido Muncul berada di kategori pengungkapan diaplikasikan dengan baik. Memang masih ada beberapa indikator yang tidak diungkapkan. Ketiadaan beberapa indikator tersebut mungkin disebabkan oleh perusahaan yang menentukan topik tersebut sebagai bukan material. Topik kinerja ekonomi termasuk topik material yang paling rendah diungkapkan oleh PT Sido Muncul Tbk selama 3 tahun terakhir. Jumlah pengungkapan yang rendah di topik kinerja ekonomi ini ternyata bukan hanya terjadi bagi PT Sido Muncul Tbk. Hal ini sejalan dengan penelitian dari (Nurhajanti et al. , 2. Selama tiga tahun amatan penelitian ini, pengungkapan topik kinerja ekonomi masih berada pada kategori pengungkapan terbatas. Rendahnya pengungkapan ini mungkin disebabkan oleh informasi yang tidak lengkap atau malah informasi tersebut belum tersedia di Misal pada laporan keberlanjutan perusahaan menuliskan mengenai program pensiun tapi informasi tersebut belum cukup untuk mengungkapkan GRI 2013 (Kewajiban program pensiun manfaat pasti dan program pensiun lainny. Pada laporan keuangan pun ada informasi mengenai kewajiban pensiun dari PT Sido Muncul Tbk. Berarti sudah ada data terkait itu tapi belum lengkap diolah perusahaan. Pada GRI 201-3 Perusahaan dapat mengungkapkan kontribusi dari pegawai maupun kontribusi perusahaan yang dibayarkan ke Dana Pensiun. Beberapa indikator yang sama sekali tidak diungkapkan oleh perusahaan adalah GRI 205 (Antikorupsi 2. GRI 206 (Perilaku Anti persaingan 2. dan GRI 207 (Pajak 2. Pada laporan keberlanjutan mulai tahun 2021, 2022 dan 2023. PT Sido Muncul Tbk telah menyatakan adanya Kebijakan Anti Suap dan Anti Korupsi dan sistem whistleblowing. Namun penjelasannya ada di laporan tahunan. Memang menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51 /POJK. 03/2017 pasal 10 ayat 2, laporan keberlanjutan dapat disusun secara terpisah dari laporan tahunan atau sebagai bagian yang tidak terpisah dari laporan tahunan. Sido Muncul Tbk membuat laporan keberlanjutan yang terpisah dari laporan tahunan sehingga seharusnya semua informasi terkait diungkapkan dalam laporan keberlanjutan. Untuk GRI 207 (Pajak 2. yang tidak diungkapkan oleh PT Sido Muncul Tbk sejalan dengan penelitian dari Munandar dkk . Menurut (Munandar et al. , 2. perusahaan tidak mengungkapkan GRI 207 karena terkait dengan konsekuensi yang harus ditanggung oleh perusahaan. Perusahaan harus bertanggung jawab penuh dalam mengungkapkan laporan keberlanjutannya mengenai pajak karena berhubungan langsung dengan kewajiban perusahaan kepada negara. Lebih lanjut bila memang perusahaan tidak melakukan aktivitas terkait topik kinerja ekonomi, maka perusahaan harus tetap mengungkapkannya dalam laporan keberlanjutan sehingga dapat diketahui oleh semua pemegang kepentingan. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan umum dan pengungkapan topik material tergolong dalam kategori pengungkapan penuh. Untuk topik kinerja lingkungan dan topik kinerja sosial sempat berada di kategori pengungkapan yang sama yaitu pengungkapan secara parsial pada tahun 2021 dan tahun 2022. Namun pada tahun 2023 pengungkapan topik kinerja mengalami peningkatan kategori menjadi pengungkapan diaplikasikan dengan baik. Hanya topik kinerja ekonomi yang masuk Vol. No. Juni 2024 dalam kategori paling rendah yaitu pengungkapan terbatas mulai dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Penelitian ini hanya menyelidiki mengenai intensitas pengungkapan CSR berdasarkan standar GRI 2021 yang tergambar melalui jumlah pengungkapan informasi CSR tapi belum diselidiki apakah jumlah informasi yang diungkapkan tersebut Oleh sebab itu rekomendasi penelitian mendatang untuk menyelidiki mengenai kualitas pengungkapan CSR yang dapat diidentifikasi bukan hanya dari jumlah informasi yang diungkapkan perusahaan tapi juga kualitas pengungkapan CSR. Selain itu pada penelitian ini ditemukan bahwa pengungkapan topik kinerja ekonomi yang berada pada kategori terendah yaitu pengungkapan terbatas. Hasil ini membuat peneliti menjadi tertarik untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai pengungkapan topik kinerja ekonomi di sektor industri yang sama dengan PT Sido Muncul Tbk. Melalui analisis pengungkapan topik kinerja ekonomi dari beberapa perusahaan sejenis dengan PT Sido Muncul Tbk dapat menjadi perbandingan bagi PT Sido Muncul Tbk untuk selanjutnya dibuat perbaikan sesuai temuan-temuan baik yang diperoleh dari perusahaan lain di industri yang sama dengan PT Sido Muncul Tbk. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih peneliti sampaikan kepada semua peserta kelas B mata kuliah akuntansi sosial dan lingkungan yang telah berpartisipasi aktif dalam diskusi di kelas akuntansi sosial dan lingkungan sehingga menginspirasi peneliti membuat penelitian ini. Tuhan memberkati semua benih yang tertabur agar berakar kuat dan berbuah manis bagi banyak orang. KONTRIBUSI AUTHOR Trisye Natalia Kilay sebagai penulis pertama berkontribusi mulai dari identifikasi masalah penelitian, merancang metode penelitian, mengumpulkan data sampai dengan membuat analisis penelitian. Amelia Josefien Viotty Radianto sebagai penulis kedua berkontribusi dalam mengumpulkan referensi penelitian dan melakukan analisis penelitian. Ribka Shintia Febriarti Bonara sebagai penulis ketiga berkontribusi dalam mengumpulkan referensi penelitian dan mengumpulkan data. Joshua Poceratu sebagai penulis keempat berkontribusi mengumpulkan data dan membuat analisis penelitian dan Vilencia Christin Salakory sebagai penulis kelima berkontribusi dalam mengumpulkan PENDANAAN Penelitian ini tidak menerima pendanaan eksternal dari pihak manapun. KONFLIK KEPENTINGAN Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan. DAFTAR PUSTAKA