Warmetan, dkk Jurnal Kehutanan Papuasia 1 . :99-107 . KERAGAMAN DAN STATUS KONSERVASI JENIS BURUNG AIR DI DANAU YAMOR (The Diversity and Conservation Status of Waterbirds That Are In The Region of Lake Yamo. Hermanus Warmetan1A. Fransina F. Kesaulija2. Bernadetta M. Sadsoeitoeboen1 Pusat Penelitian Lingkungan Hidup. Jl. Gunung Salju. Amban. Manokwari 98314. Papua Barat. Indonesia. Tel. : 62-986-211067, 211065, Fakultas Kehutanan UNIPA. Jl. Gunung Salju. Amban. Manokwari 98314 Penulis Korespodensi, email: hermanwarmetan@gmail. Diterima: Maret 2. Disetujui: Oktober 2015 Abstract The study aims to determine the diversity and conservation status of waterbirds in the region of Lake Yamor Kaimana district. Four observation stations of lakes were set purposively. Observations were conducted by making transects at each station along the existing river The data were type name, number of individuals and length of transects observation. Results suggested that 12 species belonging to the bird family nine water birds found in the area of Lake Yamor. The diversity of types was classified as moderate and two species of water birds were found in relatively large amount, namely birds and bird Pelecanus conspiculatus and Halcyon sancta. Five types among the 12 species of water birds in the lake area Yamor were classified as types of migrants from Australia. There are five of the conservation status of protected species, the kind with a rather precarious status and the type of unknown conservation status because of lack of data. The latter type is Forest Kingfisher (Halcyon macleayi. Keywords: Aquatic Bird. Migrant, conservation status. Yamor Lake. Kaimana Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman dan status konservasi burung air yang terdapat di kawasan Danau Yamor Kabupaten Kaimana. Empat stasiun pengamatan berupa danau yang ditetapkan secara purposif. Pengamatan dilakukan secara transek pada setiap stasiun menyusuri alur sungai yang ada. Data yang nama jenis, jumlah individu,dan panjang transek Hsil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 12 jenis yang tergolong dalam Sembilan family burung air yang ditemukan di kawasan Danau Yamor. Keragaman jenis tergolong katagori sedang dan dua jenis burung air yang dijumpai dalam jumlah relative banyak yaitu burung udang kacamata dan burung cekakak rimba. Lima jenis diantara 12 jenis burung air di kawasan danau Yamor tergolong jenis migrant dari Australia. Dari status konservasi terdapat lima jenis dilindungi, satu jenis dengan status agak terancam dan satu jenis belum diketahui status konservasinya karena kekurangan data. Jenis yang disebutkan terakhir dalah cekakak rimba (Halcyon macleayi. Kata kunci: Burung air. Migran. Status Konservasi. Danau Yamor. Kaimana. gunung-gunung daerah kepala burung atau Lebih Sukmantoro, dkk. , . menyatakan bahwa Papua memiliki 671 spesies burung dan merupakan daerah dengan jumlah spesies burung terbanyak di Indonesia. Wilayah perbatasan Kepala Burung Papua (Vogelko. dan badan daratan besar Nugini (Body of New Guine. adalah drainase besar dan kompleks membentuk PENDAHULUAN Muller . melaporkan bahwa Papua merupakan habitat bagi 652 spesies burung, dari keseluruhan 762 spesies di Pulau Papua termasuk PNG, dan lebih dari 50% merupakan jenis-jenis endemik. Sebanyak 28 spesies diantaranya hanya hidup di dekat pantai dan 37 spesies hidup di darat yang umumnya ditemukan di @ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia dan Fakultas Kehutanan Jurnal Kehutanan Papuasia 1 . :99-107 . Warmetan, dkk koridor alamiah, yang dikenal dengan koridor Yamor. Koridor Yamor merupakan Teluk Cendrawasih dengan Laut Arafura. Koridor ini berevolusi menjadi jembatan dan jalur obligat zoologis pasca berakhirnya Pleistosen. Koridor Yamor biogeografi bagi kebanyakan kingdom animalia daratan antara barat dan timur Nugini. Namun tidak berlaku bagi biota perairan, dimana koridor ini banyak diinvasi oleh ikan-ikan dari selatan Nugini dan Australia bagian utara. Evidensi tersebut dapat ditunjukkan pada ikan rainbowfish (Kadarusman et al. , 2012. Adanya invasi ikan tersebut menjadikan kawasan danau Yamor menjadi habitat bagi burung-burung air baik endemik maupun Dikawasan danau Yamor mulai dikenal secara luas pada tahun 1956 pada jaman pemerintahan Belanda (Nedelandsch Niew Guinea ). Ketika itu Museum of Natural History. Leyden di Belanda melakukan kajian-kajian tentang beberapa danau dan sungai di Papua. Boeseman . menemukan hiu di danau air tawar berukuran 75 Ae 150 cm di Danau Yamur diberi nama Carcharchinus leucas. Selain hiu air tawar, di jumpai juga jenis ikan endemik Danau Yamor yaitu Variichthys jamoerensis, yang tergolong dalam suku Terapontidae. Ikan ini dikenal juga sebagai Yamur Lake grunter, berukuran maksimum 8,5 cm, yang morfologinya mirip dengan ikan kerongkerong. Ikan ini semakin terancam dan telah masuk dalam AuIUCN Red List of Threatened spesiesAy sebagai AuvulnerableAy . entan puna. sejak tahun Pada tahun 2011 ditemukan sejenis ikan serinding Glossamia sandei di sekitar jazirah Kepala Burung Papua termasuk di Danau Yamur (Hadiaty dan Allen, 2. Di Danau Yamur juga hidup labi-labi moncong babi (Carretochelys insculpt. , (Crocodylus sedangkan di rawa-rawa sempadan danau terdapat banyak ular genus Emydura. Pada alur-alur sungai yang bermuara ke Danau Yamur dijumpai beberapa jenis ikan pelangi Melanotaeniidae, gabus, dan udang . Kawasan Danau Yamor merupaka rawa air tawar yang kaya akan keanekaragaman hayati, baik flora mauna fauna terutama flora dan fauna air tawar. Penelitian yang pernah dilakukan masih difokuskan pada jenis reptil dan amphibia serta ikan. Penelitian tentang jenis-jenis burung, terutama jenis-jenis burung air masih belum dilakukan. Berapa tingkat keanekaragaman dan status konservasi jenis burung air di Danau Yamor merupakan masalah utama yang akan dijawab melalui kajian ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman dan status konservasi jenis burung air yang terdapat di Danau Yamor. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi awal guna menentukan tindakan konservasi di kawasan Danau Yamor. METODE PENELITIAN Penelitian ini laksanakan pada Kawasan Danau Yamor dengan 4 stasiun pengamatan yaitu stasiun 1 di telaga Urubika, stasiun 2 di telaga Manami, stasiun 3 di telaga Mutapa dan stasiun 4 di telaga Kumaike Kabupaten Kaimana Papua Barat. Penelitian ini dlakukan selama 4 hari berlangsung dari tanggal 5 September sampai dengan 8 September 2015. Peta lokasi stasiun pengamatan burung air di Kawasan Danau Yamor di sajikan pada Gambar 1. @ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia dan Fakultas Kehutanan Warmetan, dkk Jurnal Kehutanan Papuasia 1 . :99-107 . Gambar 1. Peta penyebaran lokasi pengamatan Peralatan yang digunakan dalam pengamatan burung air adalah: GPS, kamera digital Nikon D3000 lensa sigma 70-300mm. Teropong binokuler, jam tangan sebagai penunjuk waktu, perahu /sampan dan motor tempel. Bahan yang digunakan terdiri dari: peta-peta tematik, peta wilayah, buku panduan lapangan jenis burung (Behler, 2. Metode yang dipakai penelitian ini adalah survei. Survei dilakukan dengan cara menentukan stasiun pengamatan dan jalur transek mengikuti . iver menggunakan perahu menyusuri danau. Pengamatan dilakukan pada setiap stasiun Waktu pengamatan pada pagi hari . 00 Ae 10. dan sore hari . 00 Ae 18. saat cuaca baik . idak hujan lebat atau angin kencan. Data yang dikumpulkan adalah jenis burung yang dijumpai, jumlah individu setiap jenis dan disesuaikan dengan luasnya perairan danau. Jenis dan jumlah burung yang dicatat berdasarkan kenampakan fisik selama Untuk membantu identifikasi jenis digunakan Aulocal guideAy yang menyebut spesies burung dalam bahasa lokal kemudian dipadankan dengan buku panduan (Beehler, dkk. Variabel yang diamati dpenelitian ini Komposisi Tingkat keanekaragaman, kelimpahan populasi relative dan status konservasi burung air. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskritif kuantitatif berdasarkan parameter indeks keragaman Shanon Wieners (Odum, 1. , dan kelimpahan populasi relatif menggunakan indeks kelimpahan jenis (Van Balen, 1. @ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia dan Fakultas Kehutanan Jurnal Kehutanan Papuasia 1 . :99-107 . Warmetan, dkk Indeks Shannon Wieners dihitung dengan rumus: H = - pi l n pi Pi= . i/N) Keterangan: HAo = indeks keanekaragaman Shannon = proporsi jumlah individu ke i . i/N) = jumlah suatu jenis = Jumlah Seluruh Jenis Pi = ni/N Keterangan: Pi = Kelimpahan (%). jumlah individu setiap N = jumlah total HASIL DAN PEMBAHASAN Komposisi Jenis Burung Air Burung air yang dijumpai di danau Yamor sebanyak 12 jenis, tergolong dalam sembilan family yaitu Alcedinidae. Anhingidae. Anatidae. Ardeidae. Jacanidae. Meropidae. Pelecanidae. Phalacrocoracidae dan Rallidae. Selain itu terdapat lima jenis migran yakni Pelecanus conspiculatus. Egretta Halcyon Dendrocygna guttata, dan Anhinga Komposisi jenis burung air di Danau Yamor seperti pada Tabel 1 Tingkat keanekaragaman dengan Kriteria berikut (Odum, 1. HAo < 1 : keanekaragaman termasuk dalam kategori rendah HAo=1-3 , keanekaragaman termasuk dalam katergori sedang HAo > 3 , keanekaragaman termasuk dalam kategori tinggi Kelimpahan dihitung dengan rumus berikut (Van Balen. Table 1. Komposisi jenis burung air di Danau Yamor Family Spesies Halcyon sancta Halcyon macleayii Anhinga melanogaster Dendrocygna guttata Alcedinidae Alcedinidae Anhingida Anatidae Nycticorax caledonicus Ardeidae Egretta alba Irediparra gallinaceae Ardeidae Jacanidae Merops ornatus Pelecanus conspiculatus Phalacrocorax Phalacrocorax Gallinula tenebrosa Meropidae Pelecanidae Phalacrocoracidae Kuwak malam Kuntul besar Burung Sepatu Jengger Kirik-kirik Australia Udang Kacamata Pecuk Padi Hitam Phalacrocoracidae Pecuk Padi Belang Rainbow Bee-eater Australia Pelican Little Black Cormorant Little Pied Cormorant Rallidae Mandar Kelam Dusky Moorhen Nama Indonesia Cekakak Australia Cekakak rimba Pecuk ular Asia Belibis tutul Nama Inggris Sacret Kingfisher Forest Kingfisher Darter Spotted Whisting Duck Rufous Night Heron Estern Great Egret Comb-crested Jacana @ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia dan Fakultas Kehutanan Warmetan, dkk Jurnal Kehutanan Papuasia 1 . :99-107 . Secara visual ke 12 jenis burung air yang ditemukan di Danau Yamor disajikan pada Gambar 1. Halcyon macleayii Pelecanus conspicillatus Merops ornatus Irediparra gallinaceae Gallinula tenebrosa Halcyon sancta Phalacrocorax sulcirostris Phalacrocorax melanoleucos Dendrocygna guttata Anhinga melanogaster Egreta alba Nycticorax caledonicus @ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia dan Fakultas Kehutanan Warmetan, dkk Jurnal Kehutanan Papuasia 1 . :99-107 . masing-masing disajikan pada Tabel 2. Keragaman jenis Keragaman burung air di kawasan Danau Yamor tergolong katagori sedang (HAo=2,. Nilai indeks keragaman untuk Tabel 2. Indeks keanekaragaman burung air masing-masing stasiun pengamatan Spesies Halcyon sancta Halcyon macleayii Anhinga melanogaster Dendrocygna guttata Nycticorax caledonicus Egretta alba Irediparra gallinaceae Merops ornatus Pelecanus conspiculatus Phalacrocorax sulcirostris Phalacrocorax melanoleucos Gallinula tenebrosa Jumlah Indeks Keragaman (H') Stasiun 1 0,124 0,102 0,124 0,224 0,248 0,269 0,196 0,196 0,316 0,164 0,224 0,164 2,351 Stasiun 2 0,141 0,099 0,141 0,272 0,148 0,11 0,168 0,159 0,337 0,242 0,219 0,231 2,267 Data pada Tabel 2 memperlihatkan bahwa tingkat keragaman burung air antar stasiun pengamatan relatif sama. Kehadiran burung air tersebut menjadi indikator bahwa telaga-telaga yang ada di kawasan Danau Yamor merupakan habitat yang cocok bagi ke 12 burung air tersebut. Adanya telaga-telaga kecil di sekitar kawasan Danau Yamor dijadikan tempat untuk berlindung, mencari makan dan pemijahan yang relative aman karena lokasinya tersisolir dan jauh dari permukiman penduduk. Keragaman burung air di Kawasan Danau Yamor diduga di pengaruhi oleh iklim, pakan, predator dan patogen. Fakta ini didukung oleh Andrewartha dan Birch . dalam Tarumingkeng . menyatakan bahwa faktor lingkungan yang mempengaruhi populasi adalah cuaca . , faktor makanan, makhluk hidup lain dan patogen, serta tempat hidup. Lebih lanjut Sulthoni . dalam Ramly . mengemukakan bahwa setiap jenis satwa sangat tergantung pada komposisi faktorfaktor lingkungan yang ada dihabitat tersebut antara lain substrat, vegetasi, air dan iklim, sehingga satwa tersebut dapat Stasiun 3 0,146 0,157 0,157 0,169 0,308 0,169 0,189 0,169 0,254 0,199 0,216 0,261 2,394 Stasiun 4 0,241 0,178 0,136 0,168 0,204 0,178 0,241 0,241 0,204 0,241 0,204 0,212 2,448 Rerata 0,163 0,134 0,140 0,208 0,227 0,182 0,199 0,191 0,278 0,212 0,216 0,217 2,365 mempertahankan kelangsungan hidupnya dan tidak berpindah ke tempat lain. Kenekaragaman burung air akan tinggi bila waktu yang dibutuhkan dalam studi ini lebih lama sehingga dapat melakukan pengamatan pada wilayah luas dengan waktu pengamatan lebih lama. Kawasan Danau Yamor sangat terisolir dengan akses yang sangat sulit sehingga kawasan ini tidak terjangkau oleh perburuan liar. Kondisi habitat bagi perkembangbiakan satwa burung dan satwa lainnya sangat tersedia dan tidak menutup kemungkinan tersimpan misteri sains yang belum terpecahkan karena kawasan ini merupakan koridor satwa liar di kepala burung pulau Papua. Kelimpahan Jenis Berdasarkan Indeks Kelimpahan relatif Jenis bahwa burung air yang terdapat di kawasan Danau Yamor bervariasi menurut lokasi pengamatan. Secara keseluruhan jenis yang paling banyak dijumpai di kawasan Danau Yamor adalah Udang Kacamata (Pelecanus conspiculatu. dan Kuwak malam merah (Nycticorax @ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia dan Fakultas Kehutanan Warmetan, dkk Jurnal Kehutanan Papuasia 1 . :99-107 . Tabel 3. Kelimpahan relatif burung air masing-masing stasiun pengamatan Spesies Halcyon sancta Halcyon macleayii Anhinga melanogaster Dendrocygna guttata Nycticorax caledonicus Egretta alba Irediparra gallinaceae Merops ornatus Pelecanus conspiculatus Phalacrocorax sulcirostris Phalacrocorax melanoleucos Gallinula tenebrosa Rata-Rata Stasiun 1 3,81 2,86 3,81 9,52 11,43 13,33 7,62 7,62 19,05 5,71 9,52 5,71 8,33 Kelimpahan relatif/Pi (%) Stasiun 2 Stasiun 3 Stasiun 4 4,57 4,79 10,87 2,74 5,39 6,52 4,57 5,39 4,35 13,70 5,99 5,98 6,85 17,96 8,15 3,20 5,99 6,52 5,94 7,19 10,87 5,48 5,99 10,87 22,38 11,98 8,15 10,98 7,78 10,87 9,13 8,98 8,15 10,05 12,57 8,70 8,30 8,33 8,33 Udang kaca mata (Pelecanus conspiculatu. merupakan jenis burung yang dominan di stasiun satu dan dua dengan nilai kelimpahan relatif masingmasing sebesar 19,05% dan 22. Udang kaca mata sering terlihat bebas di bibir danau mencari makan dan bereproduksi jenis ini merupakan jenis migrant dari Australia. Kuwak malam merah (Nycticorax caledonicu. merupakan jenis burung yang dominan di stasiun tiga dengan nilai kelimpahan relatif sebesar 12,57%. Terdapat empat jenis burung yang dominan di stasiun 4 yakni: Cekakak Australia (Halcyon sanct. Burung Sepatu Jengger (Irediparra Kirik-kirik Australia (Merops ornatu. dan Pecuk Padi Hitam (Phalacrocorax sulcirostri. dan Rerata 8,32 merupakan jenis burung yang dominan di stasiun empat dengan nilai kelimpahan relatif sebesar 10,87%. Kuwak malam merah sering terlihat bebas di atas tumbuhan gulma air eceng gondok dan rumput-rumputan pada daerah sedimentasi dan pendangkalan, jenis ini merupakan jenis yang umum penyebarannya di seluruh Indonesia. Status Konservasi Spesies Penentuan status konservasi spesies ini mengacu pada daftar burung Indonesia No. 2 tahun 2007 dan IUCN, 2015. Berdasarkan satus konservasi, terdapat lima jenis yang terdapat di Danau Yamor tergolong jenis yang dilindungi. Status konservasi jenis burung air di Danau Yamor seperti disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Status Konservasi Spesies Burung Air Di Danau Yamor Spesies Halcyon sancta Halcyon macleayii Anhinga melanogaster Dendrocygna guttata Nycticorax caledonicus Egretta alba Irediparra gallinaceae Merops ornatus Pelecanus conspiculatus Phalacrocorax sulcirostris Phalacrocorax melanoleucos Gallinula tenebrosa Status Konservasi CITES UU/PP IUCN Status Penyebaran SKJCMTP MTP SKJCMTP CMTP SJCMTP SKJCMTP KCMTP JCMTP JCMTP SKJCMTP JCMTP KCMTP @ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia dan Fakultas Kehutanan Warmetan, dkk Jurnal Kehutanan Papuasia 1 . :99-107 . Keterangan: Status Keterancaman Menurut IUCN NT = Near Threatened (Mendekatu Teranca. DD = Data Deficient (Data Kuran. Satatus Peraturan Perdagangan Internasional Menurut CITES Status Perlindungan Undang-Undang Republik Indonesia A = PP No. 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar B = PP No. 8 Tahun 1999 Tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Status Persebaran Sumatra (S). Kalimantan (K). Jawa (J). Sulawesi (C). Maluku (M),Nusa Tenggara (T) dan Papua (P) Peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yaitu Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar dan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun Tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, kelima jenis yang dilindungi yakni. Cekakak Australia (Halcyon sanct. Cekakak rimba (Halcyon Kuwak (Nycticorax caledonicu. Kuntul besar (Egretta alb. , dan Udan Kacamata (Pelecanus Status keterancaman menurut IUCN hanya dua keterancaman yaitu Pecuk ular Asia (Anhinga Cekakak rimba (Halcyon macleayi. dikategorikan data kurang atau informasi tentang burung ini masih kurang sehingga belum bisa menetapkan status apakah terancam atau tidak. Kemungkinan jenis burung Cekakak rimba tergolong jenis langka sehingga perlu diteliti secara Berdasarkan penyebarannya 11 jenis dapat dijumpai dari Sumatra. Kalimantan. Jawa. Celebes (Sulawes. Maluku. Nusa Tenggara dan Papua sedangkan 1 jenis penyebaranya hanya di Maluku. Timor dan Papua. Kawasan Danau Yamor keanekaragaman hayati. Daerah penting bagi keanekaragaman hayati sebagai indikasi adalah ditemukan Jenis Terancam Punah yaitu labi-labi moncong babi . Jenis Sebaran Terbatas atau endemik yaitu beberapa jenis burung migrant seperti pelican dan belibis dan ikan hiu gergaji serta temuan fenomenal ular bakau dan ikan rainbow/pelangi (PPLH, 2. ` KESIMPULAN Ditemukan 12 jenis burung air dengan 9 family dan 5 jenis diantaranya adalah jenis migrant yakni. Pelecanus conspiculatus. Egretta alba. Halcyon sancta. Dendrocygna guttata, dan Anhinga melanogaster Indeks keanekaragaman burung air pada 4 stasiun pengamatan 451 dan tergolong sedang. Terdapat jenis yang paling dominan adalah Pelecanus Nycticorax caledonicus. Gallinula tenebrosa. Perlu dilakukan penelitian yang lebih pengamatan yang lama sehingga lebih banyak mengeksplor kawasan danau yamor untuk melihat keanekaragaman dan kelimpahan burung REFERENCES