Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 PENGARUH TEACHING PRACTICE. EFIKASI DIRI. DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT MAHASISWA UNTUK MENJADI GURU PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN Kurnia Ramadhani1* . Siti Sri Wulandari2 Universitas Negeri Surabaya Kurnia. 21078@mhs. id, 2siti. wulandari@unesa. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teaching practice, efikasi diri, dan lingkungan keluarga terhadap minat menjadi guru pada mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran UNESA. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dihimpun dari 165 mahasiswa angkatan 2021Ae2022 yang telah menyelesaikan program PLP. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap minat menjadi guru nilai F = 77,225 dan signifikasinya 0,000 < 0,005. Secara parsial, masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menjadi guru, dengan lingkungan keluarga sebagai prediktor paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa menjadi tenaga pendidik terbentuk melalui sinergi pengalaman praktik mengajar, keyakinan diri, dan dukungan sosial Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya optimalisasi pelaksanaan PLP serta penguatan efikasi diri dan peran keluarga dalam menumbuhkan minat karier keguruan mahasiswa. Kata kunci: PLP. Efikasi Diri. Lingkungan Keluarga. Minat Menjadi Guru. PENDAHULUAN Profesi guru memegang peranan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan keberlanjutan sistem pendidikan nasional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, minat generasi muda untuk memilih karier sebagai guru menunjukkan kecenderungan fluktuatif, terutama di kalangan mahasiswa kependidikan seperti Pendidikan Administrasi Perkantoran. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari persepsi terhadap status sosial profesi guru, kesejahteraan, hingga pengalaman nyata selama masa pendidikan (Septiani, 2. Fenomena tersebut menuntut kajian yang tidak hanya bersifat deskriptif. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 tetapi juga analitis dalam menjelaskan mekanisme terbentuknya minat menjadi guru. Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa minat menjadi guru umumnya dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi intrinsik, efikasi diri, dan persepsi terhadap profesi keguruan (Mujayanti & Latifah, 2022. Rahmawati 2. Namun, mayoritas studi tersebut masih berfokus pada sikap dan persepsi individual, sementara pengalaman praktik lapangan dan pengaruh lingkungan sosial terdekat belum dieksplorasi secara komprehensif, khususnya pada mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran. Padahal, keputusan karier sebagai guru tidak hanya ditentukan oleh keinginan pribadi, tetapi juga oleh pengalaman konkret serta tekanan dan dukungan sosial yang dialami individu. Untuk menjelaskan proses pembentukan minat tersebut secara sistematis, penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai kerangka teoretis utama. TPB menjelaskan bahwa niat seseorang untuk melakukan suatu perilaku dipengaruhi oleh tiga determinan utama, yaitu sikap terhadap perilaku . , norma subjektif . ubjective nor. , dan kontrol perilaku yang dirasakan . erceived behavioral contro. (Abdillah & Wulandari. Siti, 2. Dengan demikian. TPB memungkinkan peneliti tidak hanya mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh, tetapi juga menjelaskan bagaimana dan mengapa faktor tersebut membentuk minat karier mahasiswa. Dalam konteks penelitian ini. Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) diposisikan sebagai representasi dari sikap terhadap perilaku, karena pengalaman langsung mengajar di sekolah memungkinkan mahasiswa mengevaluasi secara nyata ketertarikan, kesesuaian, dan makna profesi guru. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengalaman praktik mengajar yang positif berperan signifikan dalam membentuk orientasi karier keguruan mahasiswa (Alifia & Hardini, 2022. Rahmawati, 2. Selanjutnya, efikasi diri merepresentasikan perceived behavioral control, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk menjalankan tugas sebagai guru. Studi mutakhir mengungkapkan bahwa mahasiswa dengan efikasi diri tinggi cenderung memiliki intensi yang lebih kuat untuk memilih profesi guru karena merasa mampu menghadapi tuntutan pedagogik dan professional (Firas Nani et al. Mujayanti & Latifah, 2. Sementara itu, lingkungan keluarga diposisikan sebagai norma subjektif, karena keluarga merupakan agen sosialisasi utama yang membentuk nilai, harapan, dan dukungan terhadap pilihan karier individu. Penelitian setelah tahun 2020 menunjukkan bahwa dukungan keluarga baik secara emosional maupun normatif memiliki Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 kontribusi signifikan dalam membentuk minat karier mahasiswa, namun masih jarang dikaji secara spesifik pada konteks mahasiswa kependidikan vokasional seperti Pendidikan Administrasi Perkantoran (Abdillah Wulandari. Siti. Septiani. Berdasarkan uraian diatas penelitian terdahulu lebih dominan menekankan motivasi dan persepsi individu. Integrasi pengalaman PLP, efikasi diri, dan lingkungan keluarga dalam satu kerangka TPB masih terbatas, dan Konteks mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran relatif jarang dikaji, padahal memiliki karakteristik berbeda dibandingkan mahasiswa kependidikan lainnya. Oleh karena itu. Novelty pada penelitian ini menempatkan PLP, efikasi diri, dan lingkungan keluarga secara simultan dalam kerangka Theory of Planned Behavior untuk menjelaskan minat mahasiswa menjadi guru. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses pembentukan minat karier keguruan, sekaligus memperkaya kajian empiris di bidang pendidikan guru. Selain itu dalam penelitian ini lingkungan keluarga diangkat sebagai variabel utama. Menurut (Rahmawati, 2. Minat seseorang untuk menjadi tenaga pendidik bisa dari tiga hal yaitu, pengalamam, tanggapan yang baik, dan keberadaan profesi guru yang dipandang dari sudut sesorang itu sendiriKegiatan teaching practice melalui program PLP memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan nilai keguruan dalam situasi nyata. Pengalaman yang positif selama PLP diharapkan dapat membentuk keterampilan dan mental mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut, diajukan hipotesis: H1: Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) berpengaruh positif terhadap minat menjadi guru. Efikasi diri merupakan tingkat kepercayaan individu terhadap kemampuannya untuk mencapai target tertentu. Kepercayaan akan kemampuan mereka sebagai pendidik meningkatkan keinginan mereka untuk menjadi seorang guru (Nuraisyiah et al. , n. ) Oleh karena itu: H2: Efikasi diri berpengaruh positif terhadap minat menjadi guru. Menurut (Septiani, 2. Lingkungan keluarga merupakan tempat pertama individu atau seseorang di didik perihal norma dan nilai yang membentuk perilaku pribadi seseorang, sehingga dapat diterima di lingkungan masyarakat. Maka diajukan hipotesis: H3: Lingkungan keluarga berpengaruh positif terhadap minat menjadi guru. Maka inti permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: . Bagaimana pengaruh pengalaman teaching practice terhadap minat mahasiswa untuk menjadi guru Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran? e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 . Bagaimana pengaruh tingkat efikasi diri terhadap minat mahasiswa untuk menjadi guru Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran? . Bagaimana pengaruh dukungan lingkungan keluarga terhadap minat mahasiswa untuk menjadi guru Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran ? . Bagaimana teaching practice, efikasi diri, dan lingkungan keluarga mempengaruhi minat mahasiswa untuk menjadi guru Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran?. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, ditetapkan tujuan dari penelitian ini yaitu : . Menganalisis pengaruh pengalaman teaching practice dengan minat mahasiswa untuk menjadi guru Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. Menganalisis pengaruh Efikasi Diri dengan minat mahasiswa untuk menjadi guru Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. Menganalisis pengaruh Lingkungan Keluarga dengan minat mahasiswa untuk menjadi guru Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. Menganalisis pengaruh pengalaman teaching practice. Efikasi Diri, dan Lingkungan Keluarga dengan minat mahasiswa untuk menjadi guru Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan sebuah metode ilmiah yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dalam bentuk angka, dengan kata lain semua informasi atau data diwujudkan dalam angka dan analisisnya berdasarkan analisis statistic (Sugiyono, 2. Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer yang Menggunakan kuesioner skala Likert 1-5 yang disebarkan melalui google form. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup dengan menggunakan skala Likert 5 tingkat, yaitu: 1 = Sangat Tidak Setuju 2 = Tidak Setuju 3 = Netral 4 = Setuju 5 = Sangat Setuju Skala Likert dipilih karena mampu mengukur sikap, persepsi, dan keyakinan responden secara kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi pendidikan Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 administrasi perkantoran angkatan 2021-2022. Tabel 1. Jumlah Populasi Program Studi Jumlah Pendidikan Administrasi Perkantoran 2021 Pendidikan Administrasi Perkantoran 2022 Total Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Surabaya angkatan 2021 dan 2022 yang berjumlah 280 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan metode simple random sampling, sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan . rror toleranc. sebesar 5%, sebagai ycA n = 1 . yce 2 ) Keterangan : n = Sampel yang dicari N = Populasi e = Standart error / taraf kesalahan pada tingkat kepercayaan n = 1 . yce 2 ) = 1 . 0,052 ) = 1 0,7 = 1,7 = 164,7 = 165 . Sehingga jumlah sampel dibulatkan menjadi 165 responden, yang merupakan mahasiswa angkatan 2021Ae2022 dan telah mengikuti mata kuliah microteaching serta program PLP. Validitas isi dilakukan melalui expert judgement, yaitu dengan meminta penilaian dari Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 dosen ahli di bidang pendidikan dan metodologi penelitian. Penilaian difokuskan pada kesesuaian item dengan indikator teoritis dan tujuan penelitian. Uji validitas konstruk dilakukan melalui uji korelasi item-total (Corrected ItemAeTotal Correlatio. pada tahap uji coba instrumen terhadap 30 responden di luar sampel penelitian. Item dinyatakan valid apabila nilai r hitung > r tabel . dan nilai signifikansi < 0,05 (Janna & Herianto, 2. Dari total 43 item pernyataan, terdapat 13 item yang tidak memenuhi kriteria validitas sehingga dinyatakan gugur dan tidak digunakan pada pengumpulan data utama. Item gugur tersebut disebabkan oleh rendahnya korelasi item dengan konstruk variabel yang diukur. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan koefisien CronbachAos Alpha untuk menguji konsistensi internal instrumen. Penggunaan CronbachAos Alpha dibenarkan untuk instrumen dengan skala Likert dan konstruk unidimensional. Instrumen dinyatakan reliabel apabila nilai CronbachAos Alpha > 0,60 (Hair et al. , 2. Hasil pengujian menunjukkan seluruh variabel memiliki nilai CronbachAos Alpha > 0,70, sehingga instrumen dinyatakan reliabel dan layak Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menguji pengaruh parsial . dan simultan . ji F) dari PLP, efikasi diri, dan lingkungan keluarga terhadap minat menjadi guru. Sebelum analisis regresi, dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas dan uji multikolinearitas guna memastikan kelayakan model regresi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Instrumen Hasil uji prapenelitian melibatkan 30 responden yangberbeda dengan responden asli yaitu dengan menggunuakan responden mahasiswa yang bukan Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. dari 43 item pada kuisioner yang disebar terdapat 13 item yang tidak memenuhi syarat uji validitas yaitu R hitung > R tabel dan jika nilai signifikasi < 0,05 maka dikatakan valid (Janna & Herianto 2. , oleh karena itu pada uji analisis selanjutnya item tersebut tidak dipakai, termasuk pada uji reabilitas instrument. Setelah uji validitas, selanjutnya dilakukan uji reabilitas dengan 43 item yang memenuhi syarat dari uji validitas dengan menguji nilai crombachAos alpha pada masing-masing variabel. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Tabel 2. Hasil Uji Reabilitas Variabel PLP (X. Efikasi Diri (X. Lingkungan Keluarga (X. Minat menjadi Guru (Y) Cronbach Alpha 0,747 Ket. Reliabel 0,738 Reliabel 0,715 Reliabel 0,769 Reliabel Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai cronbachAos alpha pada tiap variabel menunjukkan angka >0,6 hal ini menunjukkan bahwa instrumen yang dipakai dikatakan reliabel dan dapat secara konsisten dalam merepresentasikan objek penelitian. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dilakukan untuk menjamin keakuratan, objektivitas, dan konsistensi persamaan regresi. Tahap pertama yaitu dilakukan uji normalitas untuk menganalisis sebaran data agar diketahui apakah suatu sebaran data responden terdistribusi secara Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan hasil tersebut yang menunjukkan nilai dari uji Kolmogorov-Smirnov dengan nilai Asymp Sig 0,080 > 0,05 yang berarti bahwa data terdistribusi secara normal. Setelah melakukan uji normalitas, selanjutnya yaitu dilakukan uji multikolineriatas. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Tabel 4. Hasil Uji Multikolineriatas Berdasarkan dari hasil tersebut dimana diketahui masing-masing variabel independen memperoleh nilai Tolerance cenderung > 0,10 dan nilai Variance inflation factor (VIF) <10, maka dapat dikatakan dalam hal ini regresinya tidak terjadi masalah multikulinieritas. Ho Analisis Linier Berganda Analisis linier berganda digunakan untuk mengetahui apakah variabel indipenden berpengaruh positif atau negative pada variabel dependen. Tabel 5. Hasil Uji Analisis Linier Berganda Berdasarkan tabel uji regresi linier berganda diketahui bentuk persamaan regresi linier berganda sebagai berikut : Y = a b1 X1 b2 X2 b3 X3 e Y = 2,047 0,326 X1 0,301 X2 0,786 X3 e Dari persamaan tersebut maka diperoleh hasil: Nilai konstanta . sebesar 2,047 merupakan yang berarti bahwa apabila variabel PLP (X. Efikasi Diri (X. dan Lingkungan Keluarga (X. sama dengan nol maka besarnya minat menjadi tenaga pendidik adalah 2,047. Nilai b1 . ilai koefisiensi regresi X. sebesar 0,326, yang berarti apabila PLP (X. ditingkatkan maka mengakibatkan peningkatan mahasiswa dalam minat menjadi Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 tenaga pendidik (Y) sebesar 0,326. Nilai positif diartikan bahwa semakin mahasiswa memiliki pengalaman lebih dalam kegiatan PLP, maka semakin siap juga mahasiswa dalam menjadi calon guru yang baik Nilai b2 . ilai koefisiensi regresi X. sebesar 0,301 menunjukkan bahwa variabel Efikasi Diri ditingkatkan maka mengakibatkan peningkatan pada mahasiswa untuk berminat menjadi tenaga pendidik (Y) sebesar 0,301. Nilai positif diartikan bahwa semakin memiliki rasa tertarik dengan kemampuan yang dimilikinya untuk menjadi guru, maka mahasiswa juga akan lebih mempersiapkan dirinya dengan baik untuk menjadi calon guru yang baik. Nilai b3 . ilai koefisiensi regresi X. sebesar 0,786 menunjukkan bahwa variabel Lingkungan Keluarga mengakibatkan peningkatan mahasiswa dalam kesiapan menjadi tenaga pendidik (Y) sebesar 0,786. Nilai positif diartikan bahwa semakin tinggi dukungan dari keluarga untuk menjadi guru maka mahasiswa juga akan lebih mempersiapkan dirinya dengan baik untuk menjadi calon guru yang baik. Uji Hipotesis Tabel 6. Hasil Uji hipotesis parsial . -tes. Hipotesis yang diuji dalam uji t ini adalah hipotesis pertama, kedua dan ketiga yaitu: Pengaruh teaching practice terhadap Minat Menjadi Guru. Berdasarkan pengujian data pada uji parsial . diperoleh nilai ycEaycnycycycuyci pada variabel Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) sebesar 2,012 sedangkan ycycycaycayceyco pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,974. Sedangkan nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,046. Hasil pengujian tersebut ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco . ,012 > 1,. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 dengan signifikan sebesar 0,046 <0,050 menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif antara Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) terhadap Minat Menjadi Guru. Maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, sehingga dapat dijelaskan bahwa variabel PLP (X. memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Minat Menjadi Guru (Y). Pengaruh Efikasi Diri terhadap Minat Menjadi Guru. Berdasarkan pengujian data pada uji parsial . diperoleh nilai ycEaycnycycycuyci pada variabel Efikasi Diri sebesar 2,373 sedangkan ycycycaycayceyco pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,974. Sedangkan nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,019. Hasil pengujian tersebut ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco . ,373 > 1,. dengan signifikan sebesar 0,019 < 0,050 menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif antara Efikasi Diri terhadap Minat Menjadi Guru. Maka dapat disimpulkan bahwa H2 diterima, sehingga dapat dijelaskan bahwa variabel Efikasi Diri (X. memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Minat Menjadi Guru (Y). Pengaruh antara Lingkungan Keluarga terhadap Minat Menjadi Guru. Berdasarkan pengujian data pada uji parsial . diperoleh nilai ycEaycnycycycuyci pada variabel Lingkungan Keluarga sebesar 12,074 sedangkan ycycycaycayceyco pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,974. Sedangkan nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,000. Hasil pengujian tersebut ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco . ,074 > 1,. dengan signifikan sebesar 0,000 < 0,050 menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif antara Lingkungan Keluarga terhadap Minat Menjadi Guru. Maka dapat disimpulkan bahwa H3 diterima, sehingga dapat dijelaskan bahwa variabel Lingkungan Keluarga (X. memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Minat Menjadi Guru (Y). Setelah dilakukan uji secara parsial, tahap selanjutnya yaitu melakukan uji secara bersama-sama atau uji simultan. Uji hipotesis simultan . -tes. ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang simultan dari setiap variabel independen secara bersama-sama dalam pengaruhnya pada variabel dependen. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Tabel 7. Hasil Uji hipotesis simultan (F-tes. Berdasarkan hasil tabel diatas, diketahui bahwa nilai F = 77,225 dan signifikasinya 0,000 < 0,005 yang menunjukkan bahwa minat tidak tumbuh secara instan, melainkan hasil sinergi antara teaching practice (PLP), kesiapan mental . fikasi dir. , dan dukungan sosial . Hasil tersebut berarti variabel Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Efikasi Diri dan Lingkungan Keluarga secara simultan terhadap Minat Menjadi Guru. Sehingga H4 dapat diterima. Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi . cI 2 ) Dilihat pada tabel menunjukkan bahwa hasil nilai kontribusi atau nilai ycIycycycycaycyce untuk variabel PLP. Efikasi Diri, dan Lingkungan Keluarga terhadap minat menjadi Tenaga Pendidik sebesar 0,590 atau 59% besar nilai dari ycIycycycycaycyce menunjukkan bahwa PLP. Efikasi Diri, dan Lingkungan Keluarga sebesar. Sedangkan sisanya 0,410 = 41% minat menjadi Tenaga Pendidik dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Gambar 1. Analisis jalur penelitian Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Pembahasan Pengaruh Teaching Practice Terhadap Minat Mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran Untuk Menjadi Guru Hasil dari uji hipotesis penelitian ini menunjukkan bahwa variabel PLP berpengaruh positif terhadap variabel minat menjadi guru, hal ini menunjukkan bahwa hipotesis pada penelitian ini dapat diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman langsung praktik mengajar di sekolah berperan penting dalam membentuk sikap mahasiswa terhadap profesi guru. Dalam kerangka Theory of Planned Behavior. PLP berfungsi sebagai pembentuk sikap terhadap perilaku . ttitude toward behavio. , karena melalui pengalaman nyata mahasiswa dapat mengevaluasi kesesuaian antara harapan dan realitas profesi guru (Wang et al. , 2. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Alifia & Hardini, 2022. Rahmawati, 2023. Septiani, 2. yang menyatakan bahwa pengalaman praktik mengajar mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap peran guru dan memperkuat orientasi karier keguruan. Namun demikian, hasil ini juga menunjukkan bahwa pengaruh PLP tidak berdiri sendiri, melainkan bekerja bersama faktor psikologis dan sosial lainnya. Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Minat Mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran Untuk Menjadi Guru Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif efikasi diri terhadap minat menjadi guru pada mahasiswa, pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi efikasi diri untuk menjadi guru maka semakin tinggi pula minat menjadi guru pada Efikasi diri terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa menjadi guru. Dengan memiliki efikasi diri baik sebagai maka guru dapat berperan dengan berperan sebagai fasilitator yaitu guru dapat memantau perkembangan siswa sesuai dengan kemampuannya (MaAowa et al. , 2. Dalam konteks TPB, efikasi diri berkaitan dengan perceived behavioral control, yaitu persepsi mahasiswa terhadap kemampuannya untuk menjalankan peran sebagai guru. Mahasiswa yang memiliki efikasi diri tinggi cenderung merasa lebih siap menghadapi tantangan pedagogik, sehingga memiliki intensi yang lebih kuat untuk berkarier sebagai tenaga pendidik. Temuan ini mendukung hasil penelitian (Firas Nani et al. , 2020. Mujayanti & Latifah, 2022. Nuraisyiah et , n. ) yang menemukan bahwa efikasi diri berperan signifikan dalam membentuk minat Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 dan kesiapan mahasiswa menjadi guru. Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap minat mahasiswa pendidikan administrasi perkantoran untuk menjadi Guru Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan keluarga terhadap minat menjadi guru pada mahasiswa, pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi efikasi diri untuk menjadi guru maka semakin tinggi pula minat menjadi guru pada mahasiswa. Dalam kerangka TPB, lingkungan keluarga merupakan bentuk norma subjektif, yaitu persepsi individu terhadap dukungan atau harapan sosial yang memengaruhi niat perilaku. Dukungan keluarga, baik secara emosional maupun normatif, dapat memperkuat legitimasi pilihan karier mahasiswa sebagai guru. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Abdillah & Wulandari. Siti, 2025. Hurlock, 2010. Septiani, 2. yang menegaskan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam pembentukan orientasi karir Ketika profesi guru dipandang positif oleh keluarga, mahasiswa cenderung menginternalisasi nilai tersebut dan membentuk minat yang lebih kuat untuk menjadi tenaga pendidik. Pengaruh Teaching Practice. Efikasi Diri dan Lingkungan Keluarga Dengan Minat Mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran Untuk Menjadi Guru Hasil uji simultan menunjukkan bahwa minat mahasiswa menjadi guru terbentuk melalui sinergi antara pengalaman praktik (PLP), keyakinan diri . fikasi dir. , dan dukungan sosial . ingkungan keluarg. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi anak. Dikatakan lingkungan pertama karena dalam keluarga anak mendapatkan pendidikan yang pertama dan dikatakan utama karena sebagian besar kehidupan anak berada pada lingkungan keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah di dalam lingkungan keluarga (Avandri et al. , 2. Temuan ini memperkuat asumsi utama Theory of Planned Behavior bahwa niat perilaku tidak dibentuk oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh interaksi antara sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan (Wang et al. , 2. Hasil ini konsisten dengan penelitian (Abdillah & Wulandari. Siti, 2025. Alifia & Hardini, 2022. Mujayanti & Latifah, 2022. Rahmawati, 2023. Septiani, 2. yang menyatakan bahwa kombinasi faktor pengalaman, psikologis, dan sosial secara simultan berpengaruh terhadap minat karier keguruan mahasiswa. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Implikasi Penelitian Implikasi Teoretis Penelitian ini memperkuat relevansi Theory of Planned Behavior dan teori sosial-kognitif Bandura dalam menjelaskan pembentukan minat karier keguruan. Integrasi PLP, efikasi diri, dan lingkungan keluarga dalam satu model empiris memperluas pemahaman mengenai faktor-faktor pembentuk minat menjadi guru, khususnya pada mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran. Sedangkan secara praktis hasil penelitian ini mengindikasikan pentingnya: Optimalisasi kurikulum PLP, dengan penekanan pada refleksi pengalaman mengajar dan pendampingan intensif di sekolah mitra Penguatan efikasi diri mahasiswa, melalui pelatihan microteaching, mentoring, dan pengalaman mengajar bertahap Kebijakan fakultas yang melibatkan keluarga, seperti sosialisasi profesi guru kepada orang tua mahasiswa untuk memperkuat dukungan normative Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, antara lain penggunaan desain survei pada penelitian ini dengan pengukuran satu waktu membatasi kemampuan penelitian dalam menangkap dinamika perubahan minat mahasiswa menjadi guru. oleh karena itu. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain longitudinal agar dapat mengamati dinamika minat mahasiswa secara lebih komprehensif, menambahkan variabel lain seperti persepsi kesejahteraan guru atau status sosial profesi, serta menerapkan pendekatan mixed methods untuk memperkaya analisis. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Teaching Practice (X. Efikasi Diri (X. dan Lingkungan Keluarga (X. berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun secara simultan terhadap minat mahasiswa menjadi tenaga pendidik (Y). Sedangkan kesesuaian dapat dilihat bahwa nilai R Square adalah 0,590 artinya pengaruh Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Efikasi Diri dan Lingkungan Keluarga berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun secara simultan terhadap minat mahasiswa menjadi tenaga pendidik sebesar 59% sisanya sebesar 41% dijelaskan oleh variabel lain. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Saran Berdasarkan hasil dan kesimpulan penelitian, disarankan agar kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dimanfaatkan secara optimal sebagai wahana penguatan kesiapan profesional mahasiswa calon guru. Secara praktis, perguruan tinggi perlu merancang pelaksanaan PLP yang lebih terstruktur melalui pendampingan intensif oleh dosen pembimbing dan guru pamong, pemberian umpan balik reflektif yang berkelanjutan, serta penugasan yang secara langsung melatih keterampilan pedagogik, pengelolaan kelas, dan komunikasi edukatif. Mahasiswa diharapkan aktif mengembangkan efikasi diri melalui partisipasi dalam kegiatan pengembangan diri, seperti pelatihan microteaching, diskusi kelompok terarah, serta keterlibatan dalam kegiatan pengajaran informal, sehingga kepercayaan diri dan minat terhadap profesi guru dapat meningkat secara berkelanjutan. Selain itu, mahasiswa perlu dibekali kegiatan refleksi diri yang sistematis untuk menumbuhkan kesadaran akan peran strategis profesi guru dalam pembangunan pendidikan nasional, sehingga profesi guru tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan yang mulia, tetapi juga sebagai profesi yang memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Bagi pemangku kebijakan, khususnya pemerintah, disarankan untuk memperkuat regulasi dan kebijakan terkait kesejahteraan guru, terutama dalam aspek sistem pengupahan, jaminan karier, dan pemerataan penempatan guru, guna meningkatkan minat generasi muda terhadap profesi guru serta mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik di berbagai wilayah Indonesia. Sebagai rekomendasi penelitian lanjutan, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor-faktor lain yang berpotensi memengaruhi efikasi diri dan minat mahasiswa terhadap profesi guru, seperti kualitas bimbingan guru pamong, dukungan lingkungan sekolah, iklim akademik perguruan tinggi, serta persepsi terhadap kesejahteraan dan Selain direkomendasikan untuk melihat perubahan efikasi diri dan minat menjadi guru sebelum dan sesudah pelaksanaan PLP secara berkelanjutan. Penelitian dengan pendekatan metode campuran . ixed method. juga perlu dipertimbangkan agar diperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan komprehensif, serta perluasan subjek penelitian pada berbagai program studi kependidikan dan institusi pendidikan yang berbeda guna meningkatkan daya generalisasi temuan penelitian. Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 DAFTAR PUSTAKA