Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 5 . , 2024: 86-98 ISSN: 2721-8082. E-ISSN: 2722-2918 DOI: https://doi. org/10. 19105/meyarsa. Analisis Nilai Toleransi dalam Konten AoAoLoginAoAo Habib JaAofar di Youtube Deddy Corbuzier Sinta Amanda Universitas Al-Qolam. Malang email: sintaamanda20@alqolam. Abstract: This study examines the values of interfaith tolerance in the digital daAowah of Habib Husein Ja'far Al-Hadar through the "Login" content on Deddy Corbuzier's YouTube channel. Utilizing a qualitative method with a phenomenological approach, this research analyzes five videos featuring dialogues between Habib Ja'far and religious figures from Buddhism. Christianity. Hinduism. Confucianism, and Islam. The analysis reveals that Habib Ja'far effectively conveys messages of tolerance by emphasizing values such as mutual respect, understanding, and acceptance of diversity. These values are presented with a humorous style that lightens the atmosphere. Habib Ja'far not only fosters an inclusive interfaith dialogue but also encourages viewers to practice tolerance in their daily lives. This study underscores the significance of social media as a platform for daAowah in promoting interfaith understanding within an increasingly pluralistic society. Keywords: Interfaith Tolerance. Digital DaAowah. Habib Ja'far Abstrak: Penelitian ini mengkaji nilai-nilai toleransi antar umat beragama dalam dakwah digital Habib Husein Ja'far Al-Hadar melalui konten Login di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini menganalisis lima video yang menampilkan dialog Habib Ja'far dengan tokoh agama Buddha. Kristen. Hindu. Konghucu, dan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa Habib Ja'far berhasil menyampaikan pesan toleransi dengan menonjolkan nilai-nilai saling menghormati, pengertian, dan penerimaan keberagaman. Nilai-nilai tersebut disampaikan dengan gaya humor yang dapat mencairkan suasana. Habib Ja'far tidak hanya menciptakan dialog antaragama yang inklusif, tetapi juga mendorong pemirsa untuk mempraktikkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini menegaskan pentingnya media sosial sebagai platform dakwah untuk membangun pemahaman lintas agama di tengah masyarakat yang semakin plural. Kata Kunci: Toleransi Beragama. Dakwah Digital Habib Ja'far Pendahuluan Dalam era digital saat ini, media sosial memainkan peran yang sangat penting dalam menyebarkan ajaran agama, termasuk di platform seperti YouTube. TikTok, dan Instagram. Salah satu contoh yang menonjol adalah konten YouTube berjudul Login, yang memberikan gambaran positif mengenai nilai toleransi antar Author correspondence email: sintaamanda20@alqolam. Available online at: http://ejournal. id/index. php/meyarsa/ Copyright . 2024 by Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah Analisis Nilai Toleransi dalam Konten AoAoLoginAoAo Habib JaAofar di Youtube Deddy Corbuzier umat beragama. Konten ini disajikan oleh Habib Husein Ja'far Al-Hadar, seorang pendakwah dan penulis Indonesia yang dikenal luas. Habib Husein JaAofar Al-Hadar, atau yang biasa disapa Habib Ja'far, lahir pada 21 Juni 1988, dan merupakan lulusan Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau juga menjabat sebagai Direktur Akademi Kebudayaan Islam Jakarta dan aktif menulis buku-buku yang berkaitan dengan keislaman, seperti Menyegarkan Islam Kita. Anakku Dibunuh Israel. Islam Mazhab Fadlullah, dan karya terkenalnya. Tuhan Ada di Hatimu. Selain itu, beliau juga aktif berbagi pemikiran dan dakwah melalui media sosial. Habib Ja'far, yang berasal dari Bondowoso. Jawa Timur, adalah keturunan ke-38 Nabi Muhammad SAW. Ia dikenal sebagai seorang daAoi yang akrab dengan kalangan muda, terutama karena pendekatannya yang menyederhanakan pemahaman agama Islam. Dalam kehidupannya, beliau menikah dengan seorang Syarifah, yang juga keturunan Nabi Muhammad SAW, dan meskipun sudah menikah selama lima tahun, mereka belum dikaruniai keturunan. Salah satu platform yang memfasilitasi dakwah viral Habib JaAofar adalah YouTube, khususnya dalam konten Login yang diproduksi oleh Deddy Corbuzier, seorang YouTuber dan selebriti terkenal. Dalam konten tersebut. Habib JaAofar berkolaborasi dengan berbagai tokoh agama dari agama lain, seperti Banthe Buddha. Romo. Pendeta. Cio Song, dan Pemangku. Interaksi ini mengarah pada pembahasan mengenai ajaran agama mereka masing-masing dan menunjukkan nilai-nilai toleransi yang sangat tinggi. Konten Login ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi Habib Ja'far untuk berbagi pandangan, tetapi juga mendorong pemahaman antar umat Melalui diskusi terbuka antara pemuka agama, tayangan ini menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menghargai perbedaan dan meningkatkan toleransi. Hal ini menjadikan Login sebagai subjek penting dalam studi mengenai toleransi antar agama, yang relevan dengan isu-isu sosial Nilai toleransi merupakan tindakan saling menghormati sesama umat beragama terhadap perbedaan yang ada. Toleransi antar umat beragama menjadi hal penting yang perlu diterapkan pada masa kini. Dalam artian, dengan melaksanakan ajaran agama yang baik, meyakini agama yang diyakini oleh orang lain, tidak memaksa pada keyakinan agama yang dianut, bersikap toleran saling mengahargai sesama, dan tidak saling memandang rendah bahkan menyalahkan agama yang berbeda1. Toleransi antar umat beragama sangat penting untuk dimiliki oleh setiap individu di zaman sekarang. Dengan senantiasa menerapkan sikap toleransi, potensi terjadinya konflik dan perdebatan antar umat beragama dapat Oleh karena itu, pemahaman tentang toleransi beragama perlu diperjelas dan diperluas, agar bisa dijadikan sebagai wujud aktualisasi konsep moderasi antar umat beragama2. Tindakan toleransi memiliki banyak manfaat dalam kehidupan3. Kedamaian, yang menjadi tujuan utama, dapat tercapai dengan sikap reseptif terhadap keindahan perbedaan. Hal ini memungkinkan terciptanya Etheses IAIN. Kediri. "Nilai Toleransi Antar Umat Beragama" https://etheses. id/5865/3/932141718_bab2. 2 Sulthan Thaha Saifudin. "Pentingnya Toleransi Antar Umat Beragama" https://fusa. id/blog/2023/05/13/pentingnya-toleransi-antar-umat Hukumonline. "Arti Toleransi dan Manfaatnya Bagi Kehidupan" https://w. com/berita/a/arti-toleransi-lt6302ddb8dc02c/ Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 5 . , 2024: 86-98 Sinta Amanda rasa saling menghargai, pengertian, dan kepedulian, serta pemeliharaan silaturahmi yang penuh kasih sayang. Selain itu, toleransi juga menciptakan kenyamanan dalam perbedaan, membuka ruang untuk pendapat, dan menjaga Dengan pikiran yang terbuka, sikap toleransi akan tetap terjaga. Pembahasan mengenai toleransi dapat difokuskan pada strategi yang efektif untuk membangun kerukunan antar umat beragama. Salah satu upaya utama adalah dengan memperkuat kerukunan internal umat beragama dan mempererat hubungan antar umat beragama. Hal ini dapat dicapai dengan mengoptimalkan nilai-nilai toleransi, menjaga silaturahmi meskipun terdapat perbedaan, serta berbuat baik terhadap sesama. Selain itu, penting untuk berusaha memahami setiap perbedaan agar nilai toleransi dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif dalam hubungan antar umat beragama4. Penanaman nilai toleransi dalam kehidupan beragama sangat penting untuk mendukung kebebasan beragama, khususnya di Indonesia5. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan Namun, munculnya intoleransi sering disebabkan oleh pemahaman yang kurang mengenai pentingnya toleransi beragama, kurangnya pemahaman tentang pluralisme dan multikulturalisme di Indonesia, serta rendahnya kesadaran akan dampak negatif dari sikap intoleran. Oleh karena itu, perlu ada penataan dan penguatan pendidikan kewarganegaraan, khususnya yang diterapkan pada pelajar, agar mereka lebih memahami dan menghargai perbedaan yang ada di Penelitian yang relevan dengan penelitian ini: Pertama, dilakukan oleh Rohmawati Ela dalam judul "Analisis Pesan Dakwah Habib Husein JaAofar tentang Toleransi Beragama dalam Podcast Channel YouTube AoJeda NulisAo dan Relevansinya. " Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif model pendekatan kepustakaan library research ini menyoroti perjalanan karir Habib Ja'far sebagai pendakwah yang sering mengaitkan ajaran Islam dengan nilai-nilai toleransi terhadap non-Muslim. Hasil penelitian menunjukkan relevansi pesan dakwah Habib Ja'far tentang toleransi beragama yang disampaikan melalui channel Jeda Nulis6. Kedua, skripsi yang berjudul "Strategi Dakwah Habib JaAofar dalam Praktik Toleransi Beragama di YouTube Noice" oleh Krisna Mukti. Teknik pengumpulan data di penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan Penelitian ini membahas tentang strategi dakwah Habib JaAofar dalam praktik toleransi beragama di YouTube Noice. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dakwah yang diterapkan oleh Habib JaAofar adalah AlBayanuni, yang digunakan untuk memahami berbagai pendekatan dakwah yang Dalam penelitian ini. Habib JaAofar menerapkan strategi sentimen dengan mendatangkan tokoh agama Hindu dan Buddha untuk mempelajari cara ibadah dan pemahaman mengenai agama Hindu dan Buddha7. 4 Ridho H. Bajang Institute. "Strategi Membangun Nilai-nilai Toleransi Antar Umat Beragama" https://bajangjournal. com/index. php/JPDSH/article/view/5370 UNNES. "Penanaman Nilai Bertoleransi dalam Kehidupan Kebebasan" http://lib. id/54894/ 6 Rumah Jurnal IAIN. Metro. "Analisis terhadap konten Dakwah Youtube AuJeda NulisAy Habib JaAofar" https://ejournal. id/nizham/article/download/6753/3309/ 7 Mukti. Krisna. Strategi Dakwah Habib JaAoFar dalam Praktik Toleransi Beragama di YouTube Notice. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5 . , 2024: 86-98 Analisis Nilai Toleransi dalam Konten AoAoLoginAoAo Habib JaAofar di Youtube Deddy Corbuzier Ketiga, penelitian berjudul AuNilai Toleransi Beragama dalam Video AoJourney of Religion Habib Ja'farAo pada Channel YouTube The LeonardoAosAy oleh Andri Aji Nugroho. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang berfokus pada nilai toleransi antar umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima indikator toleransi beragama yang dijelaskan dalam video AuJourney of Religion Habib Ja'far,Ay yaitu mengakui hak orang lain, menghormati keyakinan orang lain, saling mengerti, setuju dalam perbedaan pendapat, serta kesadaran dan kejujuran. Penelitian ini juga membahas berbagai macam bentuk toleransi, di antaranya toleransi politik, toleransi agama, dan toleransi budaya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Habib Ja'far menekankan pentingnya menghormati perbedaan dan menerima keberagaman dalam masyarakat8. Dari penelitian sebelumnya, dapat ditemukan kesamaan dan perbedaan yang mendasar. Kesamaannya terletak pada tema utama, yaitu analisis dakwah Habib Ja'far yang menyampaikan nilai-nilai toleransi antarumat beragama melalui platform podcast di YouTube. Perbedaannya, penelitian ini fokus pada analisis konten Login dengan metode kualitatif pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologi memungkinkan peneliti untuk mendalami pengalaman subjektif yang disampaikan Habib Ja'far dan mengungkap bagaimana konten tersebut dapat menciptakan sikap toleransi di kalangan penonton. Melalui pendekatan fenomenologi ini, penelitian berusaha mengungkap cara Habib Ja'far menyampaikan nilai-nilai toleransi secara autentik dan memaknai pengalaman religius lintas agama yang disampaikan dalam konten Login di kanal Deddy Corbuzier. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran dakwah digital dalam membentuk sikap toleransi di masyarakat modern, sekaligus berkontribusi pada literatur tentang nilai toleransi antarumat beragama di era media digital. Metode Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan Analisis fenomenologi, yang pertama kali diperkenalkan oleh Husserl9, dirancang untuk mengidentifikasi struktur inti dan ciri khas dari pengalaman manusia. Dalam penelitian ini, peneliti memilih analisis fenomenologi menurut Smith, yang menggunakan teori IPA (Interpretative Phenomenological Analysi. Teori ini bertujuan menggali makna dari berbagai pengalaman, peristiwa, dan status yang dimiliki oleh informan, sekaligus menekankan pada persepsi atau pendapat personal individu tentang objek yang Menurut Smith dan Osborn10, pendekatan fenomenologi bertujuan untuk mengungkap secara detail bagaimana partisipan memaknai dan memahami dunia personal maupun sosialnya. AuMemahamiAy dalam hal ini memiliki dua arti: https://repository. id/dspace/bitstream/123456789/59923/1/Krisna MuktiFDK. 8 UIN Walisongo. Repository. "Nilai Toleransi Beragama Dalam Video AuJourney Of Religion Habib JaAofar Au Pada Channel Youtube The LeonardoAosAy" https://eprints. id/id/eprint/20286/ 9 SyaAobani. Pubmedia. "Analisis Konten tentang toleransi beragama dalam dakwah Habib JaAofar YouTube https://digitalscience. id/index. php/pssh/article/view/170 Neliti. "Fenomenologi Husserl Sebagai Metode Filsafat Eksistensial" https://media. com/media/publications/177848-ID-none. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 5 . , 2024: 86-98 Sinta Amanda pertama, memaknai atau menginterpretasi dalam upaya mengidentifikasi atau kedua, memahami dalam arti berusaha menafsirkan makna. Penggunaan teori IPA melibatkan dua tahap pemaknaan atau interpretasi. Tahap pertama dilakukan oleh informan yang berusaha memahami dunianya sendiri, termasuk dunia sosial dan personalnya. Tahap kedua dilakukan oleh peneliti yang berupaya memahami makna terkait objek penelitian melalui interpretasi hasil wawancara dan observasi terhadap informan. Penerapan metode fenomenologi ini juga menekankan peran aktif peneliti dalam proses interpretasi yang dinamis. Hal ini diperlukan untuk memaknai dunia personal maupun sosial pihak lain melalui aktivitas interpretatif. Dalam konteks penelitian ini, metode fenomenologi digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana dakwah Habib Ja'far dalam tayangan konten Login dapat menyampaikan nilai toleransi yang harus diterapkan dalam kehidupan Analisis fenomenologi menjadi alat penting dalam memahami cara media sosial membentuk persepsi dan pemahaman masyarakat terhadap nilai toleransi antar umat beragama11. Metodologi ini berfokus pada pengumpulan, analisis, dan pemahaman terhadap lima tayangan konten Login, guna mengeksplorasi pandangan dan representasi nilai toleransi yang disampaikan oleh Habib Ja'far. Dengan pendekatan kualitatif ini, peneliti dapat menggali wawasan yang mendalam terkait persepsi dan interpretasi nilai toleransi dalam dakwah Habib Ja'far. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh gambaran komprehensif yang tidak dapat dijangkau melalui penelitian kuantitatif. Hasil dan Diskusi Data yang dianalisis dalam penelitian ini diperoleh dari beberapa video di kanal YouTube Deddy Corbuzier yang menampilkan Habib Ja'far dalam konten Login. Tayangan tersebut memperlihatkan pendekatan dakwah Habib Ja'far yang menciptakan sikap toleransi terhadap pemeluk agama lain. Dalam penelitian ini, peneliti memilih lima video yang menampilkan dialog Habib Ja'far dengan tokoh-tokoh agama berbeda, yaitu Buddha. Kristen. Hindu. Konghucu, dan Islam. Pemilihan lima video ini bertujuan untuk menjaga fokus pada tema toleransi beragama tanpa meluas ke seluruh konten Login yang diproduksi selama tahun 2023. Setiap video yang dipilih menghadirkan tokoh agama tertentu dan secara spesifik membahas isu-isu toleransi antarumat Dengan demikian, video-video ini mewakili kelima agama utama di Indonesia, yang relevan dengan konteks pluralisme masyarakat Indonesia dan kajian toleransi beragama. Adapun teknik analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini mencakup beberapa langkah berikut . Mengidentifikasi dan mengumpulkan video yang menayangkan interaksi Habib Ja'far dengan tokoh agama lain yang diunggah pada tahun 2023. Memilih lima video yang relevan dan mewakili lima agama utama di Indonesia, yaitu Buddha. Kristen. Hindu. Konghucu, dan Islam. Menganalisis dialog antara Habib Ja'far dan tokoh agama dalam setiap video untuk menyoroti nilai-nilai toleransi yang muncul dalam percakapan mereka. Merumuskan kesimpulan berdasarkan analisis nilai-nilai toleransi yang teridentifikasi dari dialog di lima video tersebut. Pendekatan ini digunakan untuk Repository UNAIR, 2009. "Studi Interpretative Phenomenological https://repository. id/68343/3/Fis. IIP. Mar. m JURNAL. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5 . , 2024: 86-98 Analisis Nilai Toleransi dalam Konten AoAoLoginAoAo Habib JaAofar di Youtube Deddy Corbuzier memahami secara lebih dalam nilai toleransi yang ditampilkan dalam setiap tayangan, sesuai dengan fokus penelitian ini pada toleransi beragama. Nilai Toleransi Habib Husein JaAofar Al-Hadar terhadap Umat Beragama Tiga Agama Duduk Bareng. Adu Debat Ae Login ( episode . Deddy Corbuzier Gambar 1. TayanganAuTiga Agama Duduk Bareng. Adu Debat ?!AyLogin . Deddy Corbuzier. Pada episode kali ini. Login mendatangkan Pendeta Yerry sebagai narasumber, seorang tokoh agama Kristen. Wawancara ini juga melibatkan Habib JaAofar, yang memandu diskusi dengan gaya santainya. Habib JaAofar memulai percakapan dengan menanyakan kabar Pendeta Yerry. Pendeta Yerry pun menjawab dengan hangat, "Baik. Bib. " Dalam percakapan tersebut. Habib JaAofar membahas kedekatannya dengan Pendeta Yerry, khususnya dalam hal kegiatan Habib JaAofar menyatakan bahwa Pendeta Yerry sering berkontribusi dalam kegiatan kurban dengan bersedekah daging. Hal ini kemudian memancing reaksi dari Onad, yang mempertanyakan, "Oh, boleh ya kalau non-Muslim sedekah daging? Tapi kalau Natal kok nggak boleh ngucapin?" Habib JaAofar menjawab dengan penjelasan bahwa hal tersebut merupakan perbedaan pandangan di antara umat Islam. Habib menyampaikan bahwa ia sendiri memiliki cara untuk menunjukkan kebersamaan di hari Natal, yakni dengan membagikan sweater bertuliskan "Berbeda Tapi Bersama" serta kartu Onad yang penasaran kemudian menanyakan, "Kalau boleh tahu, isi kartu ucapannya apa. Bib?" Habib JaAofar pun dengan bercanda menjawab, "Syahadat," yang disambut tawa dari semua yang hadir. Dalam kutipan ini. Habib JaAofar menunjukkan kedekatan dan silaturahmi dengan Pendeta Yerry, serta berdiskusi secara terbuka tentang agama masingmasing. Episode ini dipenuhi dengan humor yang memperlihatkan kebersamaan di antara mereka, meskipun ada perbedaan keyakinan. Nama Login pada acara ini seakan menegaskan bahwa perbedaan di antara ketiganya tidak menghalangi mereka untuk saling menghormati tanpa mencela satu sama lain. Melalui guyonan antara Habib JaAofar dan Pendeta Yerry, menggambarkan sebagai seorang umat muslim tentunya harus saling terbuka dan merangkul terhadap sikap teleransi untuk tetap menjaga kebersamaan walaupun banyak Dari perkataan Habib JaAofar yang selalu mengingatkan setiap tahunnya pada Pendeta Yerry terkait kurban, dari hal tersebut terdapat nilai kemanusiaan dan niat dari Pendeta Yerry sendiri, untuk bersedekah daging pada umat muslim. Pada menit 6:27 dalam video tersebut. Habib JaAofar mengangkat topik tentang toleransi antaragama, khususnya dalam menciptakan hubungan yang didasari nilai kemanusiaan. Pendeta Yerry menyambut baik pandangan Habib ini. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 5 . , 2024: 86-98 Sinta Amanda dan bersama-sama mereka mengupas makna toleransi dalam membangun kebersamaan, meskipun berbeda keyakinan. Dalam suasana yang santai. Habib JaAofar juga mengajukan pertanyaan kepada Pendeta Yerry mengenai praktik puasa dalam agama Katolik, yang dijelaskan berlangsung selama 40 hari. Sedang Habib JaAofar menyebut bila di Islam, puasa hanya 29 hari. Ia pun menambahkan. Auuntung saya IslamAy. Sahutan beliau disambut tawa oleh yang lain. Percakapan ini diperkaya dengan humor khas Habib JaAofar, yang dengan candaan membandingkan durasi puasa di agama Islam yang umumnya lebih Momen ini menampilkan interaksi yang hangat dan menyenangkan di antara mereka, namun tetap memuat pesan penting dari Habib JaAofar tentang nilai toleransi dan kebersamaan, yang ia sampaikan secara ringan namun bermakna dalam suasana penuh persahabatan. Bhante Budha Buat Habib Resah ! AeLogin ( episode . Deddy Corbuzier Gambar 2. Tayangan AuBhante Buddha Buat Habib Resah!AyLogin . Deddy Corbuzier. Pada episode ke-13 Login. Deddy Corbuzier menghadirkan Bhante sebagai narasumber yang berdialog santai bersama Habib JaAofar dan Onad, dengan suasana penuh humor dan perbincangan yang ringan. Dalam percakapan. Bhante mengangkat topik tentang AukesadaranAy dalam ajaran Buddha dan menyampaikan pandangannya kepada Onad, yang beberapa waktu sebelumnya terlihat tertarik dengan Islam. Bhante bertanya kepada Habib JaAofar, apakah kini ia merasa sudah sadar, yang langsung disahut Habib dengan kalimat syahadat secara spontan. Situasi ini menciptakan suasana jenaka, ditambah dengan gurauan Habib yang mengatakan bahwa AuBuddha kalau cari umat pakai prank ya,Ay yang memancing tawa para peserta. Bhante kemudian menjelaskan bahwa dalam ajaran Buddha, mencari umat tidak pernah dilakukan dengan paksaan, menegaskan pendekatan Buddha yang Habib JaAofar dan Onad kembali menimpali candaan, membuat suasana semakin akrab. Di bagian lain percakapan. Bhante berbicara kepada Onad mengenai pentingnya kesadaran, termasuk dalam hal minuman keras. Ia bertanya kepada Onad, yang kini dalam keadaan sadar, tentang pilihannya tersebut. Onad merespons dengan gurauan bahwa Bhante sudah Aumelampaui batas,Ay yang disambut tawa seluruh peserta. Dalam kutipan tersebut, terdapat guyonan maupun pernyataan yang dibuat oleh Banthe tentang kesadaran menjadi seorang Budha hanya melalui kesadaran hati dan diri saja, dalam ucapannya AuAnda sadar gak, kalau sadar berarti anda BudhaAy. Pernyataan ini memberikan nilai positif yang dapat diambil, bahwa arti kesadaran dalam Budha adalah termasuk salah satu ketentuan untuk mejadi Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5 . , 2024: 86-98 Analisis Nilai Toleransi dalam Konten AoAoLoginAoAo Habib JaAofar di Youtube Deddy Corbuzier agama Budha. Hal tersebut, dapat diambil untuk menerapkan sikap toleransi terhadap agama Budha. Pada menit ke-4:58 dalam tayangan. Habib JaAofar menyatakan ketertarikannya pada ajaran Buddha, terutama dalam konteks toleransi. mengungkapkan bahwa dirinya "haus akan agama Buddha untuk toleransi. Menanggapi hal tersebut. Bhante menjelaskan ajaran Buddha yang menggambarkan hidup seperti lilinAimeski terbakar, tetap memberikan cahaya bagi orang lain. Bhante melanjutkan, menyampaikan bahwa meskipun seseorang diperlakukan dengan cara yang tidak baik, seharusnya tidak perlu merasa sakit hati atau menyimpan dendam. Ia menekankan bahwa jika seseorang menghina atau membenci, hal tersebut menjadi beban kebencian bagi mereka sendiri, bukan bagi yang menerima. Bhante menyimpulkan ajarannya dengan menekankan bahwa kebencian akan berhenti ketika dihadapi dengan cinta kasih, menunjukkan bahwa mengasihi orang yang memiliki perilaku buruk adalah bagian dari praktik ajaran Buddha untuk mengakhiri kebencian dan konflik. Dalam agama Budha diajarkan untuk tidak mudah percaya jika belum merenungi dan mempelajari sampai itu membawa kebahagiaan untuk dirinya dan orang lain, baru kamu boleh percaya. Terkait kebencian. Habib JaAofar juga menaggapi dalam ajaran Islam, bahwa diajarkan tidak boleh membenci orang yang berbuat kesalahan. Akan tetapi, bentuk kebencian itu beraal dari rasa cinta yang sesungguhnya untuk menyelamatkan dia dari keburukan. Pada menit 29. 08 menit. Habib menanggapi dari ucapan Banthe yang mengatakan bahwa Budha terlahir dari kesalahannya sendiri. AuKalau di Islam bukan karma sih ya, tapi karna yang artinya jika kamu baik akan kembali sama kamu, dan kalau kamu buruk akan kembali buruk sama kamuAy, kata Habib dan juga bertanya terkait Tuhan yang ada di agama Budha. AuDi Budha itu Tuhan tidak tampak, tidak laki-laki maupun perempuan, dan tidak terbentuk akan tetapi mutlak. Jadi kalau orang Jawa seperti Manunggaling Kawula Gusti, yang maknanya bersatunya saya dengan Tuhan atau di sisi Tuhan. Di sisi ini artinya sejajar, yang kalau di Budhis berarti kamu sudah mencapai ketuhanan itu sendiri, dan kalau kamu ingin mencapai sempurna, disitulah mencapai ketuhanan sendiriAy, jawab Banthe. Diskusi antara Habib Ja'far dan Banthe ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara dua agama tersebut, namun juga saling memberikan ruang untuk memahami perbedaan tersebut secara terbuka. Pembicaraan ini lebih menyoroti perbedaan konsep ketuhanan dalam agama Islam dan Budha, serta bagaimana kedua tokoh ini mengkomunikasikan ajaran agama mereka dengan cara yang tidak hanya menghargai, tetapi juga saling merespons dengan penuh rasa hormat. Dalam tayangan ini, kita dapat melihat bagaimana perbedaan pandangan mengenai Tuhan di antara agama-agama dapat dibahas dengan cara yang konstruktif dan terbuka, tanpa saling merendahkan. Meskipun kedua tokoh tersebut berbeda keyakinan, cara mereka saling berdialog dan berbagi pengetahuan menunjukkan adanya penghargaan terhadap keyakinan masingmasing. Hal ini menggambarkan pentingnya sikap toleransi antar umat beragama dalam memperkaya pemahaman kita terhadap agama lain. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 5 . , 2024: 86-98 Sinta Amanda Romo Datang. Onad Pun Menang ! Yakin ? Ae Login ( Episode . Deddy Corbuzier Gambar 3. Tayangan AuRomo Datang. Onad Pun Menang! Yakin?Ay Ae Login ( episode . Deddy Corbuzier Pada episode ke-26 Login, suasana penuh tawa dan keakraban tampak saat Romo hadir sebagai narasumber bersama Habib JaAofar dan Onad. Diskusi dimulai dengan Habib menanyakan jumlah sakramen dalam agama Katolik kepada Romo, yang kemudian menantang Onad untuk menyebutkan ketujuh sakramen tersebut. Onad mencoba menjawab dengan menyebutkan beberapa, tetapi ketika sampai pada sakramen bagi orang yang mendekati kematian, ia berbalik bertanya pada Romo, yang menanggapinya dengan tawa dan menyatakan bahwa seharusnya Onad yang tahu jawabannya. Hal ini menciptakan momen komedi di antara mereka, yang ditambah dengan candaan dari Habib yang AumengajakAy Romo untuk berpindah tempat di sebelahnya. Ketika topik bergeser ke toleransi beragama. Habib JaAofar menjelaskan bahwa tujuan utama Login adalah menghadirkan dialog antara tokoh-tokoh agama dengan pendekatan humor untuk membahas perbedaan keyakinan secara santai dan ramah. Menurutnya, format komedi dalam program ini memudahkan percakapan antarumat beragama, membuat topik yang serius menjadi lebih mudah dicerna dan dapat dinikmati oleh penonton tanpa menimbulkan Ia menyampaikan bahwa acara ini diadakan pada bulan Ramadan bukan hanya untuk mendiskusikan agama Islam, tetapi juga untuk membuka dialog tentang agama-agama lain, menambah pemahaman dan keakraban di antara semua yang terlibat. Dengan candaan dan dinamika hangat antara Romo. Habib, dan Onad, tayangan ini memaparkan pentingnya toleransi melalui perspektif agama dengan cara yang ringan, namun tetap menyisipkan pesan persatuan dan saling memahami di antara para peserta. Dalam tayangan tersebut, terlihat Habib JaAofar yang membuka terlebih dahulu pernyataan yang diketahuinya terkait sakramen yang ada di agama Katholik. Dan Beliau juga menjelaskan tentang tayangan Login ini dibuat untuk saling terbuka terkait semua agama yang sengaja dibuat untuk saling belajar dan toleransi di bulan Ramadhan. Dan Login episode 26 ini, membahas tentang agama Katholik, dilanjutkan tentang pertanyaan Habib pada Romo terkait komedi yang ada dikalangan Romo itu sudah menjadi hal lucu atau bagiamana yah, secara dalam pandangan orang lain. Seorang romo itu orang yang paling serius. Pada menit 45. 20 menit. Habib bertanya tentang Tuhan yang dipercaya menjadi penyelamat. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5 . , 2024: 86-98 Analisis Nilai Toleransi dalam Konten AoAoLoginAoAo Habib JaAofar di Youtube Deddy Corbuzier AuMungkin tidak, kalau ada manusia yang membutuhkan secara jiwa. Yesus turun untuk menyelamatkan umatnya?Ay, tanya Habib JaAofar pada Romo. (Dan memberi perumpamaan dengan Islam, misalnya kalau membaca maulid, kami mempercayai Nabi Muhammad itu hadir secara batin untuk memberikan keberkahan bagi kit. AuJika Yesus itu firman Allah yang menjadi manusia, yang awalnya hanya mendaptkan firman hanya bisa di dengar, dia mendapatkan daging jadi Dan firmannya itu, bisa menyentuh personal manusia, siapa saja yang ingin di sentuhAy, jawab Romo. Pada menit 46. 32 menit, membahas tentang wujud Tuhan itu ada. AuTapi kenapa tidak menampakkan saja, biar tidak ada yang ateis dan semua percayaAy, sahut Onad. AuKalau kita mebangun iman kita di mata. Maka orang yang tidak bisa melihat bagiamana, karena iman dalam Islam itu utamanya memakai hati, karena kalau memakai indera tidak ada puasnya. Seperti halnya. Allah menunjukkan Mukjizat, besoknya lagi dia ingin ditunujukkan lagi dengan yang lebih keren dan tida ada puasnyaAy, ucap Habib JaAofar. Dalam tayangan video ini. Habib memberikan penjelasan pada Onad terkait Tuhan. AuBahwa sebenarnya kalau kita melihatnya pakai hati. Tuhan itu ada dimana-mana. Bahkan kita ada karena TuhanAy. Dan ditutup dalam tayangan ini, dapat saling toleransi tentang adanya Tuhan yang ada di agama masing-masing. Kali Ini Hindu Turun Tangan ! - Login . Deddy Corbuzier Gambar 4. AuTayangan Kali Ini Hindu Turun Tangan !Ay Ae Login . Deddy Corbuzier Dalam tayangan ini, mendatangkan Pemangku . okoh agama Hind. yang akrab dipanggil Bli. Dengan opening yang dipenuhi dengan guyonan dan sapaan hangat dari Habib pada Pemangku. Dalam sebuah percakapan. Habib JaAofar menyapa pemangku adat dengan ramah, "Apa kabar Bli?" Pemangku adat, yang akrab disapa Bli, menjawab bahwa ia dalam keadaan baik. Kemudian, pemangku adat bertanya, "Emm ini Bib, sekalian mau tanya, kalau selain Islam boleh nggak Bib, berkurban?" Menanggapi pertanyaan tersebut. Habib JaAofar menjelaskan bahwa jika seseorang yang bukan beragama Islam ingin bersedekah, umat Islam akan menerima dengan terbuka. Namun, ia mengklarifikasi bahwa tindakan tersebut bukanlah kurban dalam pengertian ibadah kurban di dalam Islam, melainkan dihitung sebagai sedekah daging. Dalam kutipan tersebut, terdapat toleransi Pemangku terhadap agama Islam terkait berkurban. Dari kutipan AuEmm ini Bib sekalian mau tanya, kalau selain Islam boleh gak Bib, berkurban?Ay. Hal tersebut mencerminkan, siapapun Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 5 . , 2024: 86-98 Sinta Amanda dari agama apapun berpeluang untuk berbuat kebaikan kepada sesama dengan niat dan tujuan saling toleransi. Analisis nilai toleransi ini, memiliki konteks positif terhadap dua agama yang berbeda yaitu agama Islam dan Hindu. Pada menit 12. 10 menit. Habib bertanya terkait Aumengapa orang hindu tidak boleh memakan daging sapi, apa itu perintah dari agama Hindu atau bagaimana?Ay. Dalam pertanyaan tersebut. Pemangku menjawab bahwa dalam ajaran agamanya ada yang diperbolehkan memakan daging sapi, ada juga yang tidak diperbolehkan memakan daging sapi. Karena dalam agama Hindu, sikap terhadap hewan itu suatu penghormatan dan tidak pada sapi saja melainkan pada semua hewan. Namun, sapi dalam ajaran kami, sebagai penghormatan seprti halnya hormat pada tujuh Bahasa ibu. Seperti ibu dari guru agama kami, ibu dari pasangan kami, dan sebagiannya. Hal tersebut ditanggapi oleh Habib JaAofar. AuBerarti setiap bertemu sapi harus ada bentuk penghormatan ya?Ay. Iya, sahut Pemangku. Pernyataan tentang hewan adalah sebuah bentuk penghormatan dalam Hindu. Habib JaAofar juga menanggapi dengan baik dan mentoleransi, hal ini dapat diartikan, bahwa setiap agama mengajarkan tentang kebaikan dan kepercayaan yang di agamanaya masing-masing. Toleransi ini dapat menekankan bahwa pandangan positif terhadap sapi adalah bentuk penghormatan, bukan berarti agama lain menanggapi celaan maupun ejekan terhadap hal tersebut. Dalam tayangan ini terkait dua agama Islam dan Hindu yang sama-sama saling terbuka dan menerima untuk menambah wawasan terkait ajaran penting ataupun kebaikan yang ada pada masing-masing agama. Nilai toleransi dalam tayangan ini, dapat terbentuk dengan suasana yang damai dan humor antara Pemangku dan Habib JaAofar. Kenalan Sama Agama Yang Followersnya Paling Sedikit Ae Login . Deddy Corbuzier Gambar 5. Tayangan AuKenalan Sama Agama Yang Followersnya Paling Sedikit !Ay- Login . Deddy Corbuzier. Dalam episode 29 tayangan Login Deddy Corbuzier, terjadi perbincangan yang menarik tentang agama Kong Hu Cu antara Cio Song. Habib Ja'far, dan Onad. Cio Song menjelaskan tentang kebiasaan dalam agama Kong Hu Cu yang terkait dengan pemakaman, di mana abu jenazah biasanya dilemparkan ke laut sebagai simbol kembali ke dasar bumi. Namun, dia menyebutkan bahwa itu adalah bagian dari "sunnah" yang diambil dari agama Islam. Mendengar penjelasan ini. Habib Ja'far, dengan gaya khasnya yang penuh humor, bertanya. AuSunnah? Emang ada ya istilah sunnah?Ay Cio Song pun mengakui bahwa istilah itu memang berasal dari Islam. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5 . , 2024: 86-98 Analisis Nilai Toleransi dalam Konten AoAoLoginAoAo Habib JaAofar di Youtube Deddy Corbuzier Diskusi pun berlanjut, dan Onad menyampaikan. AuKan kata Habib, apapun kebaikannya dari agama lain kita ambil kan,Ay merujuk pada pandangan Habib Ja'far yang selalu menekankan pentingnya menghargai dan mengambil hal-hal baik dari berbagai agama. Habib Ja'far menanggapi dengan candaan. AuYa maksud saya kalau mau ambil ya sekalian gitu,Ay yang membuat suasana semakin hangat dengan tawa. Kemudian, pembicaraan beralih ke jumlah umat Kong Hu Cu di Indonesia, yang menurut Cio Song, berdasarkan data terakhir pada tahun 2010, jumlahnya sekitar 11 ribu orang dari total penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta. Habib Ja'far pun menambahkan informasi tentang sejarah agama Kong Hu Cu di Indonesia, mengingatkan bahwa agama ini sempat diakui sebagai agama resmi pada tahun 1965, namun sempat hilang dan baru dihidupkan kembali oleh Presiden Gus Dur pada tahun 2010. Habib kemudian bertanya tentang tokoh agama dalam Kong Hu Cu, dan Cio Song menjelaskan bahwa dalam agama ini ada tiga tingkatan tokoh agama: Cio Song, yang berfungsi sebagai penebar ajaran. Kaun Shek, sebagai guru spiritual yang lebih tinggi. dan Sie Ce, yang setara dengan pendeta atau kyai dalam agama Pembicaraan ini semakin menggambarkan sikap toleransi yang tinggi antara mereka, di mana meskipun ada perbedaan agama, mereka saling menghargai dan berbagi pengetahuan dengan santai dan penuh respek. Dalam tayangan tersebut, tergambar nuansa saling terbuka dan memberikan sikap toleran terhadap sesame terkait pembahasan yang ada pada agamanya masing-masing. Pertemua dengan Ko Adi (Cio Son. ini, menciptakan keterbukaan dan saling mengambil nilai kebaikan walaupun yang ada di bukan Dalam kutipan dari Ko Adi yang menggunkan kata sunnah, dan Habib juga respect dengan penggunaan kata sunnah yang termasuk ada di Islam. Pada menit 5. 50 menit. Habib menceritakan pertama kali bertemu dengan Ko Adi di noice, yang dulunya hanya menjadi umat biasa. AuTapi sekarang sudah menjadi Cio SongAy, kata Habib. AuMemang keberadaan Cio Song sendiri itu agak jarang ada di Indonesia, masih diperbanyak yang ada di IndonesiaAy, jawab Cio Song. AuDiperbanyak umatnya apa Cio Song nya iniAy, tanya Onad. AuDiperbanyak Cio Song nya, karena untuk menarik umatAy, jawab Cio Song. AuTakut ditarik-tarik kanAy, sahut Onad. AuYa gakpapa nad, kan ditarik untuk saling terbuka untuk toleransi, ditarik pada nilai kebaikan yang ada disana mugkinAy, sahut Habib. Perjalanan Ko Adi (Cio Son. , yang awalnya hanya bertemu dengan Habib Ja'far sebagai umat biasa dari agama Khonghucu, hingga kini menjadi tokoh agama Khonghucu, menunjukkan hubungan yang sangat baik antara Habib JaAofar dan Ko Adi dalam menjalin silaturahmi meskipun memiliki perbedaan agama. Kisah ini menggambarkan peran penting Habib Ja'far yang selalu menyampaikan pesan dakwah tentang toleransi antar umat beragama. Kesimpulan Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sikap saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai toleransi sangat penting dalam kehidupan sosial, baik itu dalam perbedaan agama, suku, maupun ras. Toleransi yang dijunjung tinggi dapat menciptakan kedamaian dan kerukunan dalam masyarakat. Dalam konten Login yang dipandu oleh Deddy Corbuzier. Habib Ja'far memperlihatkan bagaimana nilai toleransi disebarkan dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Melalui guyonan-guyonan yang disampaikan. Habib Ja'far mampu menyampaikan pesan Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 5 . , 2024: 86-98 Sinta Amanda toleransi dengan cara yang tidak membebani. Meskipun membawa pesan yang dalam, beliau menyampaikannya dengan humor yang mencairkan suasana dan membuat diskusi menjadi lebih harmonis. Habib Ja'far juga menunjukkan wawasan yang luas tentang agama lain, seperti yang terlihat dalam diskusinya dengan Romo mengenai sakramen. Sikap ini menunjukkan bahwa beliau sangat menghargai perbedaan dan selalu mencari kesamaan dalam setiap ajaran agama. Pesan yang sering beliau sampaikan, seperti "walaupun berbeda, tetap bersama," menggambarkan bagaimana beliau mengedepankan nilai toleransi tanpa menyinggung atau mencela perbedaan. Dengan cara yang santai, namun penuh makna. Habib Ja'far berhasil menciptakan suasana diskusi yang damai, menunjukkan bahwa toleransi antar umat beragama bisa dijaga dengan saling terbuka dan menghargai perbedaan. Daftar Pustaka