JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Strategi Pembentukan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya Iffah Salsabiila1. Syukron Djazilan2. Dewi Widiana Rahayu3. SunantoA 1,2,3,4Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Indoneisa E-mail: iffah. salsabiila02@gmail. comA, syukrondjazilan@unusa. idA, dewiwidiana@unusa. idA, alif30@unusa. idA Abstract Scout extracurriculars provide an important role in a process of forming student Scout extracurricular is one of the extracurricular activities that is present as a vehicle in the formation of student character. The purpose of this study is to analyze, describe and find out strategies for building the character of discipline and student responsibility through scout extracurricular activities at SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya. This research method uses a qualitative approach. Data collection techniques are carried out by observation, interviews, and documentation. The targets in this study were scout coaches, scout members and school principals. The results of the study showed that there was an influence in the implementation of the strategy for building the character of discipline and student responsibility through scout extracurricular activities at SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya. This can be proven by the achievement of indicators of discipline and responsibility. Discipline in using time, participating in religious events according to their religion, participating in scout extracurricular activities, dressing neatly, using complete attributes, obeying the rules. Responsibilities in implementing and leading team discussions, operating and maintaining technology, leading and training squadrons and proposing problem solving. Keywords : Character. Extracurricular. Discipline. Responsibility PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Setiap manusia berhak dan wajib memperoleh pendidikan. Pada zaman modern ini pendidikan mengalami penurunan karakter generasi muda khususnya di Indoneisa. Hal ini terlihat dari banyaknya berita atau informasi yang menginformasikan tentang banyaknya siswa yang berperilaku tidak baik. Seperti menyontek saat ujian, membolos, dan tawuran (Laksono, 2. Pendidikan tidak hanya tentang faktor intelektual seseorang, tetapi juga perlu diintegrasikan dengan faktor lain seperti karakter atau Pendidikan sangat erat kaitannya dengan karakter (Intania, 2. Pemerintah dan masyarakat Indonesia tidak henti-hentinya mempraktekkan pendidikan karakter di lembaga pendidikan. Sejak pada tingkat dini hingga ke tingkat atas, dengan adanya pendidikan karakter atau moralitas anak bangsa dapat segera JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Diharapkan juga akan lahir generasi-generasi yang lebih baik atau berbudi pekerti luhur di masa yang mendatang (Kristi dkk, 2. Pendidikan merupakan media utama dalam membangun kecerdasan dan kepribadian yang lebih baik dari Manusia yang unggul dapat dihasilkan dari tahapan pendidikan yang terus berkembang serta cara mereka mempraktekkan. Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan yang bertanggung jawab memberikan berbagai pengetahuan dan keterampilan, serta mengembangkan berbagai nilai dan sikap, baik melalui pendidikan formal maupun non formal (Yemira, 2. Penanaman dan penerapan sikap disiplin pendidikan seolah-olah tidak memaksakan atau membatasi kebebasan peserta didik untuk melakukan apa yang diinginkannya, melainkan tidak lebih dari tindakan memimpin sikap tanggung jawab, memiliki cara dan ketertiban yang baik, akan tetapi hal itu tidak lebih sebagai tindakan pengarahan kepada sikap yang bertanggung jawab dan mempunyai cara hidup yang baik dan teratur. Dengan demikian, anak tidak merasa bahwa kedisiplinan adalah suatu beban, akan tetapi kedisiplinan ini merupakan suatu keharusa baginya untuk dapat melakukan pekerjaan sehari-hari. Kata disiplin adalah sesuatu yang mudah dituturkan namun cukup sulit untuk diimplementasikan (Suri, 2. Kepatuhan yang berkembang dikalangan peserta didik adalah suatu keterpaksaan yang muncul bukan karena kesadaran, tetapi hanya karena takut akan sebuah hukuman (Utami dkk, 2. Disiplin dan tanggung jawab mampu mendorong peserta didik mengkaji hal-hal positif secara faktual dalam proses belajar di sekolah, melakukan hal-hal yang baik dan benar, serta menjauhi hal-hal negatif. Tampaknya hanya mengandalkan proses pembelajaran di kelas untuk menanamkan kedisiplinan saja tidak cukup. Oleh karena itu, harus ada program pendamping untuk mencapai hal Supaya penerapan pendidikan karakter lebih ternilai, pendidikan karakter diterapkan di sekolah dalam bentuk pendidikan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler adalah suatu bidang yang peserta didik sering menggunakan kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan minat, bakat dan keterampilannya tanpa batasan dan sesuai dengan kemampuannya. Potensi, minat, bakat, dan kemampuan siswa dapat dikembangkan dan kreativitasnya dapat diasah melalui kegiatan yang menarik (Yuliyani, 2. Salah satu ekstakurikuler yang dapat melatih serta menerapkan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam kegiatannya adalah ekstrakurikuler pramuka (Prasetya, 2. Hal tersebut didukung dengan adanya Permendikbud No. 63 tahun 2014 yang sangat tegas mengungkapkan bahwa pendidikan pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib di suatu pendidikan sekolah dasar maupun sekolah menengah. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Rejeki dan Wilhem . menyatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler pramuka memegang peranan penting dalam pengembangan disiplin siswa dan rasa tanggung Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler pramuka dapat membantu proses pembentukan watak serta karakter yang baik. Dengan adanya pendidikan pramuka mendukung dalam usaha membentuk kepribadian peserta didik menjadi generasi muda yang bertambah baik. Hal tersebut tercantum mutlak pada Undang-Undang No. 12 tahun 2010 bersangkutan pada kesanggupan sekolah dalam menyelenggarakan program ekstrakurikuler (Hidayat dkk, 2. Pendidikan kepramukaan secara umum diartikan sebagai suatu proses pembinaan yang berkesinambungan bagi pemuda, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, yang sasaran akhirnya adalah menjadi orang yang bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, menyayangi lingkungannya, terdidik atas yang lebih berumur serta menghargai yang lebih muda. Mampu bermusyawarah bersama untuk menyelesaikan segala permasalahan, memiliki sikap saling membantu, mandiri, bijaksana, bertanggung jawab dan berkomitmen terhadap asas bermasyarakat, berkebangsaan serta berkenegaraan (Arsil dkk, 2. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 menyatakan bahwah Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan. Jayanti . 6: . menjelaskan pramuka adalah anggota gerakan pramuka yang terdiri dari anggota muda yaitu peserta didik Siaga. Penggalang. Penegak dan Pendega. Tingakatan dalam kepramukaan telah ditentukan oleh umur anggotanya seperti, kelompok umur 7-10 tahun disebut degan pramuka Kelompok umur 11- 15 tahun disebut dengan pramuka penggalang. Kelompok umur 16-20 tahun disebut dengan pramuka penegak. Kelompok umur 21-25 tahun disebut dengan pramuka pendega. Pramuka merupakan kegiatan yang dapat membantu menumbuhkan karakter disiplin, keterampilan, atau minat anak (Panjaitan dkk, 2. Ada berbagai kegiatan yang dapat dikembangkan dalam diri anak muda, contohnya kekaguman terhadap negara, jujur, mandiri, disiplin, berbaur atau komunikatif, kerja keras, bertanggung jawab, berjiwa sosial dan lain-lain. Pramuka adalah suatu tujuan untuk membentuk karakter, moralitas, dan budi pekerti melalui kegiatan-kegiatan rutin yang menarik, menyenangkan serta dilakukan diluar ruang kelas (SaAodiyah dkk, 2. Pendidikan karakter yang disosialisasikan pramuka sudah ada sejak lama, dan membantu mengembangkan karakter yang baik dengan mengajarkan anak mengenai cara berfikir dan berperilaku bertanggung jawab. Baiknya karakter terdiri atas JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 mengetahui, menginginkan, serta melakukan hal-hal yang baik, hal ini menunjukkan bahwasanya kepribadian yang diinginkan dari manusia adalah pandai dalam membandingkan kebenaran, memedulikan kebenaran secara mendalam, dan kemudian melakukan apa yang diyakininya. Hal ini juga berlaku ketika berhadapan dengan lingkungan eksternal. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya berlangsung pada hari sabtu. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan pengembangan diri yang efektif bagi siswa kelas IV sampai VI dan diselenggarakan oleh kurikulum Kegiatan ekstrakurikuler berbasis pramuka, pembina pramuka atau pembina dari luar sekolah ikut serta dalam kegiatan ini untuk menyempurnakan materi kepramukaan supaya siswa dapat belajar, bermain, aktif, dan berkreasi. Sejak awal ajaran baru, para siswa-siswi di SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya, telah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk membantu mereka mengembangkan bakat, minat, dan potensi dalam bidang yang mereka pilih serta untuk mengembangkan karakter dan sikap pada diri peserta didik. Ekstrakurikuler Pramuka dianggap sebagai kegiatan pelengkap dari proses kegiatan belajar di sekolah (Luthviyani dkk, 2. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka diharapkan mampu menjembatani berbagai harapan dalam tumbuh kembangnya yang berlainan contohnya perbedaan perbedaan nilai dan perilaku moral, kecakapan, serta Siswa dapat lebih mandiri dari sebelumnya dengan rutin mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Serta diharapkan semakin banyak yang dicapai dalam bidang eksploratif, maka semakin banyak pula nilai kemandirian yang melekat pada diri peserta didik. hasilannya disesuaikan dengan target capain kinerja pemerintah daerah setempat. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam upaya memperoleh kebenaran atau mengungkap solusi atas permasalahan yang ada saat ini. Dengan pendekatan deskriptif yaitu sebagai referensi bagaimana penelitian lapangan dilakukan, karena menghasilkan data berupa kata-kata yang merupakan karakteristik dari penelitian Sebab, pada penelitian ini menggunakan studi lapangan untuk mengumpulkan data dan berbagai instrument. Sugiyono . berpendapat bahwa metode deskriptif sebagai metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian, akan tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Proses pada pengumpulan data bisa dilakukan dengan JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 mempergunakan sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer yang dimaksud pada penelitian ini adalah kepala sekolah, pembina pramuka serta anggota Setelah mengumpulkan data baik data primer maupun data sekunder, peneliti kemudian menganalisisnya dalam bentuk deskriptif. Analisis deskripsi adalah analisis dengan memberikan gambaran deskripsi terhadap data yang diperoleh di Langkah selanjutnya dari data yang diperoleh di lapangan adalah menganalisis data dari berbagai teori yang telah ditentukan. Langkah-langkah yang terlibat dalam analisis data pada penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data dan pengambilan kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Bagian metode penelitian harus memuat populasi, sampel, subjek, instrumen, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis Alat, bahan, media atau instrumen penelitian harus dijelaskan dengan baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya Strategi dalam pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka merupakan salah satu pihak yang berperan penting dalam terbentuknya pribadi yang berkarakter. Dengan adanya strategi proses kegiatan ekstrakurikuler pramuka akan berjalan tertata. Adapun strategi pembina dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka sebagai berikut: Strategi ekstrakurikuler pramuka di SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya. Berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh melalui observasi, wawancara serta dokumentasi bahwa dengan adanya strategi pembina dalam membentuk karakter disiplin sudah cukup optiamal melalui cara pembina berinteraksi atau pendekatan komunikasi persuasif. Perkembangan kedisiplinan tersebut berdampak pada ke seharian siswa, baik di dalam sekolah, rumah, maupun lingkungan Dengan adanya karakter disiplin siswa akan dapat mengatur waktu, melakukan kegiatan sehari-hari dengan kegiatan positif dan bermanfaat, sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Cara untuk membentuk karakter disiplin siswa adalah melalui program-program pendidikan yang ada di sekolah. Salah satunya adalah ekstrakurikuler pramuka yang Adapun karakter disiplin yang sudah tampak pada diri siswa di SDN JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Komplek Kenjeran II/506 Surabaya seperti, disiplin datang ke sekolah tepat waktu, disiplin mentaati peraturan, disiplin menggunakan seragam sesuai ketentuan beserta atributnya serta disiplin mengerjakan dan mengumpulkan tugas. Strategi dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya Berdasarkan pembahasan hasil temuan di lapangan dengan adanya strategi pembina dalam membentuk karakter tanggung jawab pada diri siswa sudah cukup optimal dengan cara teknis penyajian materi. Pembina pramuka selalu memberikan contoh teladan bagi siswa, membiasakan siswa untuk dapat menghadapi dan meyelesaikan masalah sendiri, menugaskan setiap anggota pramuka untuk menjadi petugas upacara dan membimbing mereka agar siap menjalankan tugasnya, serta memberikan penjelasan tentang pentingnya pendidikan karakter melalui ceramah dan nasehat-nasehat disetiap kegiatan. Hal tersebut dapat dilihat pada kebiasaan siswa seperti memakai seragam serta atribut sesuai ketentuan, menyelesaikan tugas, menghormati guru atau pembina, tidak melakukan kecurangan. Dengan adanya karakter tanggung jawab merupakan hal yang sangat penting agar sekolah menjadi sebuah lembaga pembentukan diri untuk mencapai kesuksesan. Dari hasil penelitian yang dilakukan di SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya terdapat beberapa strategi yang diterapkan dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler pramuka yang terbagi dua strategi yaitu strategi pendekatan komunikasi persuasif dan strategi penyajian materi. Penjelasan mengenai strategi pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka dapat disimpulkan bahwa pembina melakukan dua strategi antara lain: Pendekatan Komunikasi Persuasif Pendekatan ini merupakan perpaduan antara perencanaan komunikasi persuasif dengan manajemen komunikasi untuk mencapai suatu tujuan, yaitu mempengaruhi sikap, pendapat dan perilaku seseorang. Efektivitas komunikasi persuasif, selain ditentukan oleh kejelasan tujuan dan mengenal sasaran juga ditentukan oleh strategi yang dibuat harus mencerminkan operasional taktis. Jadi yang harus ditentukan adalah siapa sasaran kita, apa pesan yang akan disampaikan, serta apakah waktu yang digunakan cukup tepat. Dengan diterapkannya startegi komunikasi persuasif ini masalah yang terjadi di lapangan akan mudah mendapatkan solusinya serta para anggota pramuka merasa lebih dekat lagi dengan pembina. Penyajian Materi JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Penyajian materi merupakan salah satu fungsi pengajaran yang harus dijalankan guru atau pembina, agar sampai dan bisa dikuasai oleh siswa. Pada hal ini pembina memberikan materi yang beracuan pada SKU pramuka selain itu, jika terdapat tugas yang diberikan untuk siswa ada yang salah, pembina akan mengoreksi tugas tersebut lalu memberikan penjelasan ulang kepada siswa. Dengan dilakukannya strategi tersebut pembina mampu menganalisis karakter siswa serta menjadikan sebuah solusi dalam mengatasi masalah yang ada dalam proses kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Bentuk Kegiatan yang Mendukung Pembentukan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Kegiatan adalah aktivitas, usaha, atau pekerjaan suatu peristiwa atau kejadian yang pada umumnya tidak dilakukan secara terus menerus. Penyelenggara kegiatan itu sendiri bisa merupakan badan, instansi pemerintah, organisasi, orang pribadi. Lembaga dan lainnya. Biasanya kegiatan dilaksanakan dengan berbagai alasan tertentu, karena suatu kegiatan bukan barang. Seperti kampanye sebuah partai politik, atau bahkan sosialisasi sebuah kebijakan pemerintah (Bloomfield, 1. Pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka peserta didik yang aktif dalam mengikutinya akan menyerap nilai-nilai aspek disiplin dan tanggung jawab yang terkandung dalam materi, contohnya disiplin waktu, terampil, percaya diri, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, bertanggung jawab atas dirinya, menumbuhkan kerjasama dan kekompakkan dengan kelompoknya, belajar mencintai alam dan toleransi terhadap sesama. Adapun keikutsertaan peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka siswa menjadi taat terhadap tata tertib yang ada di sekolah. Kegiatan yang berpengaruh pada pembentukan karakter kedisiplinan dan tanggung jawab siswa Latihan Rutin Latihan rutin yang merupakan kegiatan rutin dilakukan setiap kegiatan ekstrakurikuler pramuka oleh anggota pramuka dan dipandu oleh pembina pramuka. Latihan pramuka yang bersifat wajib terdiri dari beberapa kelompok atau regu. Kegiatan latihan rutin di dalam pelaksanaan ekstrakurikuler, anak-anak harus selalu hadir mengikuti kegiatan pramuka, memakai seragam dan atribut yang telah ditetapkan, berbaris sesuai dengan komando ketika upacara pembukaan, maupun Kegiatan pramukaan dilakukan dalam lingkungan pelatihan yang unik, seperti latihan PBB dan materi yang mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab dan memperluas pemahaman anggota pramuka terhadap ilmu kepramukaan. Karena ketika anggota pramuka mengikuti kegiatan di luar, meraka mampu menyesuaikan diri JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 dan merasa percaya diri karena memiliki bekal yang didapat dari latihan pramuka yang dilaksanakan secara rutin. Dalam kegiatan latihan rutin pembina pramuka mengupaya pembentukan karakter kepada siswa melalui berbagai permainan-permainan yang menarik dan memberikan contoh teladan kepada siswa,dengan mencontohkan teladan yang baik siswa diharapkan dapat mencontoh dan mempraktek dalam kehidupan sehari-harinya. Peraturan Baris Berbaris (PBB) Dalam pelaksanaan PBB yang ada di dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka adalah peraturan untuk mengatur barisan orang untuk melakukan gerakan berjalan dan bergerak di tempat secara bersamaan dan teratur yang bertujuan untuk menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin terhadap tugas diatas kepentingan pribadi, melatih jiwa yang bertanggung jawab, menghormati pemimpin yang memimpin arahan. PBB mengajarkan para anggota pramuka untuk bisa hidup teratur dan tertib setiap harinya. Baris-berbaris dalam gerakan pramuka merupakan suatu latihan fisik yang digunakan untuk menanamkan rasa karakter disiplin dan tanggung jawab siswa. Perkemahan Perkemahan yang dilakukan dalam pelaksanaan ekstrakurikuler pramuka di SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya yang dilaksanakan dalam waktu sekali dalam setahun dan diberikan penilaian umum. Perkemahan adalah kegiatan alam terbuka oleh anggota pramuka atau sekelompok orang yang dilaksanakan dalam waktu Kegiatan perkemahan merupakan salah satu kegiatan yang paling dinanti dalam dunia kepramukaan. Dalam kegiatan perkemahan SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya yang diadakan sekali dalam setahun, kegiatan perkemahan memiliki beberapa kegiatan didalamnya yaitu kegiatan upacara . embukaan dan penutupa. , korve tenda, tali temali, jelajah alam, api unggun, jerit malam, olahraga pagi, pentas seni, permainan kelompok dan baris berbaris. ISC (Indonesia Scout Challeng. Indonesia Scout Challenge (ISC) adalah kegiatan tahunan yang dilaksanakan untuk kompetisi tentang kepramukaan. Kwarnas pramuka nasional bekerjasama dengan kwarda pramuka dan kwarcab pramuka untuk melaksanakan kegiatan ini. Baik sekolah negeri maupun swasta yang ada di Indonesia terlibat dalam kegiatan kompetisi ini. Kegiatan yang sangat bergengsi ini penting untuk diikuti karena selain memberikan pengalaman dan semangat kepada adik-adik, juga memberikan kesempatan untuk belajar dari sekolah lain. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Kegiatan-kegiatan di atas yang terdapat pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka, diharapkan mampu membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab siswa, menambah ilmu, wawasan, pengalaman serta potensi yang mereka peroleh dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Saat anak atau peserta didik mengikuti kegiatan pramuka, pelajaran yang paling dasar adalah pembentukkan karakter anak. Ia akan dilatih untuk menyiapkan dan melakukan apapun seorang diri tanpa dibantu orang tua. Ia juga akan dilatih untuk tepat waktu seperti saat bangun tidur, mandi, makan, belajar atau aktivitas lainnya. Siswa akan dilatih disiplin dan tanggung jawab sejak kecil, sehingga akan menjadi kebiasaan yang baik yang terbawa hingga mereka dewasa dan dapat bekerja dengan hasil yang memuaskan karena kedisiplinan dan tanggung jawabnya tersebut. Faktor Pendukung Dan Penghambat Pembentukan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Di SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya Dari hasil wawancara dan observasi penelitian di SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya diperoleh hasil analisis dari permasalahan dan data pendukung. Di dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka terdapat faktor pendukung dan penghambat pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa. Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka antara lain: Faktor pendukung pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa Faktor pendukung dari proses pembentukan karakter di SDN Komplek Kenjeran ada lima yaitu pertama peserta didik itu sendiri artinya jika peserta didik tersebut mudah diatur dan mau mematuhi peraturan yang ada maka mudah bagi peserta didik untuk menjadi pribadi disiplin dan hal tersebut memunculkan sikap tanggung jawab pada diri siswa. Karena dengan kebiasaan baik telah membentuk pribadi disiplin pada diri siswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Selain itu, kesadaran dan keinginan siswa itu sendiri untuk berdisiplin juga sangat mempengaruhi terbentuknya kedisiplinan dan rasa tanggung jawab yang besar pada diri siswa, karena kebiasaankebiasaan baik telah membentuknya menjadi pribadi disiplin. Kedua totalitas pembina dalam membimbing dan membina siswa artinya seberapa jauh pembina mampu memberikan seluruh kemampuanya untuk membina dan membimbing peserta didik. Ketiga sarana prasarana yang dibantu oleh pihak sekolah, dengan itu pembina cukup Keempat faktor keluarga artinya pola asuh orang tua juga sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya siswa karena dalam lingkup lingkungan keluarga yang artinya pola asuh orang tua juga sangat berpengaruh bagi pembentukan karakter siswa, dengan adanya waktu yang lebih lama di rumah maka orang tua sudah JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 sepatutnya mendorong, membimbing, memberikan semangat dan memberikan teladan yang baik pada anaknya. Dan yang kelima adanya sanksi atau hukuman. Faktor penghambat pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa Faktor penghambat dapat mempengaruhi pembentukan karakter siswa terurama dalam keterlambatan siswa dalam melaksanakan ekstrakurikuler pramuka. Sebagai pembina pramuka harus mampu memperdayakan dirinya untuk mengajarkan Pendidikan karakter terdahulu yang dimulai dari dirinya sendiri. Serta proses Pendidikan harus dilaksanakan dengan efektif. Faktor penghambat yang terjadi pada proses pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya adalah siswa yang sulit dikontrol dan diberi arahan, seperti ada beberapa anak yang ingin berpindah regu. Kurangnya fasilitas yang membuat siswa tidak kondusif. Serta faktor lain yaitu cuaca yang menentukan perasaan siswa. Menipisnya kesadaran bahkan hilangnya karakter tanggung jawab pada siswa yang menjadikan menghambatnya kegiatan pembelajar sehingga hal tersebut tidak boleh Berdasarkan ekstrakurikuler pramuka dalam pembentukan karakter siswa di SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya harus dipikirkan dan direncanakan dengan matang. Kesimpulan ini didapat setelah penulis melakukan observasi dengan hasil yang diperoleh selama penelitian lapangan. Selain itu, pembina harus rutin bertemu dengan pihak sekolah untuk mendiskusikan ide-ide yang muncul dari masyarakat, serta harus membangun hubungan interpersonal yang kuat dengan setiap warga masyarakat dan pihak sekolah. KESIMPULAN Strategi dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya yaitu melalui pendekatan komunikasi persuasif dan penyajian materi. Dengan strategi tersebut secara perlahan karakter siswa terbentuk dengan baik, hal ini dapat dibuktikan semakin meningkatkan karakter disiplin dan tanggung jawab, siswa lebih disiplin mengatur waktu baik dilingkungan sekolah, rumah dan masyarakat. Bentuk kegiatan yang mendukung pembentukan karakter yaitu dengan kegiatan latihan rutin. PBB, perkemahan. ISC (Indonesia Scout Challeng. Adapun faktor pendukung dari kegiatan ekstrakurikuler pramuka yaitu dengan adanya sarana dan prasaran yang diberikan oleh pihak sekolah, faktor pendukung dari diri siswa sendiri, faktor keluarga, dan sanksi atau hukuman. Sedangkan faktor penghambat kegiatan ekstrakurikuler pramuka adalah sulitnya JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. 1 No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 memberi arahan dan mengkontrol siswa, beberapa siswa cenderung terbiasa dengan kebiasaan yang buruk, faktor lainnya seperti kurangnya fasilitas dan faktor cuaca. REFERENSI