AHSANA MEDIA Jurnal Pemikiran. Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman P-ISSN : 2354-9424 E-ISSN : 2549-7642 Vol. No. 1 Februari 2024 http://journal. id/index. php/ahsanamedia KONSEP PENDIDIKAN ANAK MENURUT ABDULLAH NASIH ULWAN DALAM KITAB TARBIYATUL AULAD FI AL-ISLAM DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM MASA KINI Nor Hidayat, 2Afiful Hair norhidayat@gmail. com, afifulhair@uim. Universitas Islam Madura. Indonesia ABSTRAK System pendidikan anak menurut pandangan Abdullah Nashih Ulwan adalah memberikan pendidikan anak sesuai dengan ajaran Islam, menyelesaikan permasalahan anak sejak dilahirkan sampai dewasa. Menurut beliau dalam kitabnya menerangkan tentang solusi dari permasalahan anak dari aspek keimanan, sosial, akhlak, dan psikologi anak yang disesuaikan dengan Al-QurAoan dan Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan berjenis studi Sumber data adalah pemikiran Abdullah Nasih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad fi alIslam. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa konsep pendidikan anak adalah pendidikan tidak hanya berfungsi membangun intelektualitas, akan tetapi lebih pada upaya membangun dan memiliki kesadaran tauhid. Anak adalah amanah bagi orang tuanya, hatinya yang suci adalah substansi yang Pendidikan anak adalah bagian dari pendidikan individu untuk mempersiapkan mereka agar menjadi anggota msyarakat yang bermanfaat. Materi pendidikan anak seperti keimanan, akhlak, fisik, intelektual, mental, sosial dan pendidikan seks. Sedangkan relevansi konsep pendidikan anak menurut Abdullah Nasih Ulwan dengan konsep pendidikan Islam masa kini adalah sangat relevan, karena sesuai dengan tujuan pendidikan yaitu terbentuknya kepribadian yang Implikasi penelitian ini adalah: . Pentingnya Pendidikan Berbasis Nilai Islam, . Pembentukan Karakter dan Moral, . Pendidikan sebagai Proses Holistik, . Peran Orang Tua dan Guru, . Konteks Modern dan Tantangan Kontemporer. Kata kunci: Pendidikan Anak. Abdullah Nasih Ulwan. ABSTRACT According to Abdullah Nashih Ulwan, the children's education system is to provide children with education in accordance with Islamic teachings, solving children's problems from birth to According to him, his book explains solutions to children's problems from the aspects of faith, social, morals and child psychology which are adapted to the Al-Qur'an and hadith. This research method uses a qualitative research approach and is a literature study type. The data source is Abdullah Nasih Ulwan's thoughts in the book Tarbiyatul Aulad fi al-Islam. The results of this research reveal that the concept of children's education is that education not only functions to build intellectuality but is more about efforts to build and have an awareness of monotheism. Children are a trust for their parents, their pure hearts are a valuable substance. Children's education is part of individual education to prepare them to become useful members of society. Children's education materials such as faith, morals, physical, intellectual, mental, social, and sex education. Meanwhile, the relevance of the concept of children's education according to Abdullah Nasih Ulwan to the current concept of Islamic education is very relevant, because it is by the aim of education, namely the formation of a noble personality. The implications of this research are: . The importance of education based on Islamic values, . Character and moral formation, . Education as a holistic process, . The role of parents and teachers, . Modern context and contemporary challenges. Keywords: Children's Education. Abdullah Nasih Ulwan. Nor Hidayat. Afiful Hair PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan spiritual, dan intelektual. 3 Begitu juga yang diungkapkan oleh Parhan & Suteja sebagaimana dikutip oleh Pandu Hyang Sewu dan kawankawan, bahwa pendidikan merupakan suatu proses pematangan atau pendewasaan seseorang . ransform nilai-nilai . ransform of value. dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Menurut Crow, sebagaimana dikutip oleh Fuad Ihsan dan dikutip kembali oleh Resti Yustisia, bahwa pendidikan adalah proses yang berisikan berbagai macam kegiatan yang cocok bagi untuk kehidupan sosialnya dan membantu meneruskan adat dan budaya serta kelembagaan sosial dari generasi ke generasi. Pendidikan merupakan proses penyiapan kader-kader manusia yang paripurna melalui Menurut yang diungkapkan oleh Aep Saepul Anwar, bahwa pendidikan biasanya dipahami sebagai suatu pola menyeluruh dari proses pendidikan dalam lembaga-lembaga formal, agen-agen, dan Tafsir dikutip oleh Teni Nurrita, bahwa pendidikan merupakan berbagai usaha yang dilakukan oleh seorang pendidik terhadap anak didik agar mencapai perkembangan yang maksimal dan 5 Seorang anak merupakan anugerah Allah yang terbesar yang diberikan kepada orang tua. Disamping sebagai anugerah, anak merupakan amanat yang dibebankan ke pundak orang tua. tahap-tahap yang berlangsung secara penuh dan menyeluruh dalam aktifitas pendidikan. Seperti Ahmad Undang-undang RI tentang perlindungan anak menjelaskan bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18 . elapan bela. tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Sedangkan seorang anak diciptakan oleh Allah Swt dengan dibekali kekuatan pendorong organisasi yang mentransfer pengetahuan dan warisan kebudayaan serta sejarah kemanusiaan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1 Resti Yustisia. AuPeningkatan Aktivitas Belajar Akidah Akhlak Melalui Model Pembelajaran Problem Based Instruction dan Project Based Learning pada Kelas Vi A MTs Raudlatul Ulum Sungkai SelatanAy. Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, (Lampung: UIN Raden Intan, 2. , 1 Aep Saepul Anwar, et. AuKurikulum Pendidikan Islam dalam Lintasan SejarahAy. Jurnal Genealogi PAI. Vol. No. 1 (Januari-Juni 2. , 2 Pandu Hyang Sewu. Muhamad Parhan & Ahmad FuAoadin. AuIslamiuc Parenting: Peranan Pendidikan Islam dalam Pola Aush Orang Tua terhadap Anak Usia Dini di Pembinaan Anak-anak Salman (PAS) ITBAy. Taklim: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Volume 18. Nomer 2, . , 147 Teni Nurrita. AuPendidikan Anak dalam Konsep IslamAy. Misykat. Volume VI. Nomer 1, (Juni, 2. , 160 Ahmad Atabik & A. Burhanuddin. AuKonsep Nasih Ulwan tentang Pendidikan AnakAy. Elemetary. Volume 3. Nomer 2, (Juli-Desember, 2. , 280 Undang-undang RI No 23 Tahun 2002 pasal 1 ayat . tentang Perlindungan Anak Nor Hidayat. Afiful Hair alamiah yang dapat diarahkan ke arah yang baik anak secara menyeluruh terutama pada aspek ataupun ke arah yang buruk. Sayid Sabiq kepribadian seorang anak. Pendidikan memberi menegaskan bahwa kewajiban orang tua untuk memanfaatkan kekuatan alamiah itu dengan mengembangkan kepribadiannya. Oleh karena mengarahkan ke arah yang baik, yaitu dengan itu, untuk pendidikan anak perlu menyediakan mendidik anak-anak sejak usia dini dengan cara membiasakan diri dengan melakukan adat mengembangkan berbagai aspek meliputi aspek istiadat yang baik, agar mereka tumbuh dan kognitif, afektif maupun psikomotorik. berkembang menjadi manusia yang berguna sekelilingnya yaitu masyarakat. Abdullah Nashih Islam sebagai agama paripurna, telah memiliki tatanan dan pandangan yang mapan tentang konsep pendidikan. Antara Islam dan Ulwan pendidikan, memiliki hubungan yang erat. sebagaimana dikutip oleh Ende Nurul Ulfah. Menurut bahwa anak adalah anugerah termahal bagi Setiawan, setiap orang tua. Sulit ketika diminta, dan tidak pendidikan tersebut bersifat organis-fungsional, bisa ditolak ketika Allah swt menghendaki dimana pendidikan difungsikan sebagai alat untuk mencapai tujuan keislaman,11 sehingga Kehadirannya adalah sebuah Hery Noer. Islam rahasia Sang Pencipta, walaupun banyak orang Pendidikan Islam berhasil merencanakan kapan anaknya harus pendidikan yang teorinya disusun berdasarkan lahir dan kapan tidak melahirkan anak. Selain al-QurAoan dan hadist. sebagai anugerah dari Yang Maha Kuasa, anak Pendidikan agama merupakan bagian diberikan kepada orang tua sebagai amanah pendidikan yang sangat penting yang berkenaan untuk dipelihara, dididik, dan dibina menjadi dengan aspek-aspek Iman, sikap dan nilai, anak-anak yang berkualitas, memiliki kekuatan antara lain akhlak, keagamaan dan sosial dan ketahanan sebagai bekal mengarungi hidup Agama memberikan motivasi hidup di masa dewasanya. dalam kehidupan. Oleh karena itu agama perlu Sedangkan pendidikan bagi anak, pada diketahui, dipahami, diyakini dan diamalkan kepribadian sehingga dapat menjadi manusia memfasilistasi pertumbuhan dan perkembangan yang utuh. Agama mengatur hubungan manusi Sayid Sabiq. Islamuna. Terj. Zainuddin, dkk. Islam di Pandang Dari Segi Rohani. Moral. Sosial, (Jakarta: Rineka Cipta, 1. , 248 Ende Nurul Ulfah. AuKonsep Pendidikan Anak Usia Dini dalam Kitab Tarbiyatul Aulad fil IslamAy, (Skripsi. IAIN Purwokerto, 2. , 4 Ibid. , 39 Agung Ibrahim Setiawan, et. AuKarakteristik Pendidikan Islam Periode Nabi Muhammad di Makkah dan MadinahAy. Nalar: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam. Vol. No. 2, (Desember 2. , 131 Nor Hidayat. Afiful Hair dengan Allah SWT, manusia dengan manusia, telah dimulai sejak pra-kelahiran, dimana dalam hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan dirinya yang dapat menjamin mensyaratkan pasangan yang saleh dan salehah, kesetaraan, keseimbangan dan keserasian dalam karena akan membawa pengaruh terhadap hidup manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat dalam mencapai kesalehan serta ketaqwaan kedua orangtua kebahagiaan lahiriah dan rohaniah. kepada Allah Swt disertai dengan usaha dan Pendidikan bagi anak merupakan suatu pra-kelahiran saling membantu antara keduanya, anak akan tumbuh dengan ketaatan dan tunduk kepada Allah SWT. 13 Pandu dan kawan-kawan, juga kegiatan pembelajaran yang dapat menghasilkan mengungkapkan bahwa sikap dan prilaku positif kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan anak sangat dipengaruhi oleh tingkat religiusitas Maka penyelenggaraan pendidikan bagi anak harus Sisi lain, fenomena yang terjadi di dalam disesuaikan dengan tahapan perkembangan masyarakat era millenium membawa dampak yang dilalui oleh anak. Upaya pendidikan anak strategis dan membawa pengaruh terhadap bukan hanya dari sisi pendidikan saja, tetapi perkembangan peradaban manusia. Globalisasi termasuk upaya pemberian gizi dan kesehatan juga membawa dampak pada semakin pesatnya anak sehingga dalam pelaksanaan pendidikan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi anak usia dini dilakukan secara terpadu dan (IPTEK). Selain itu, globalisasi memungkinkan terjadinya perubahan lingkungan strategis yang Selain itu, pendidikan anak merupakan suatu proses pembinan tumbuh kembang anak Pada Era globalisasi yang penuh menyeluruh, yang mencakup aspek fisik dan pardox sekarang ini, sehingga batas-batas dan nonfisik dengan memberikan rangsangan bagi perkembangan jasmani, rohani, moral dan dipertanyakan eksistensinya. Maka tidaklah spritual, motorik, akal pikiran, emosional, dan heran jika kehidupan masyarakat Millenial saat sosial agar dapat berkembang secara optimal. Bahkan menurut Muhammad Nur bin Abdul Hafid Suwaid sebagaimana dikutip oleh M. MaAoruf & Ira Misraya, pendidikan pada anak Ibid. , 39 MaAoruf & Ira Misraya. AuKonsep Pendidikan Anak Menurut Muhammad Nur Abdul Hafidz Suwaid (Study Analisis Kitab Manhaj at-Tarbiyah an-Nabawiyah, li atThif. , al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Volume 6. Nomer 1, (Desember, 2. , 23 Pandu Hyang Sewu. Muhamad Parhan & Ahmad FuAoadin. AuIslamiuc Parenting: Peranan Pendidikan IslamA. , 148 Nor Hidayat. Afiful Hair Tumpang tindih antara tuntutan Semuanya Al-QurAoAn kebutuhan dan gaya hidup, antara kesadaran dan Abdullah Nashih Ulwan mengungkapkan bahwa pendidikan anak merupakan bagian dari ketidakjelasan yang bergerak begitu cepat dan pendidikan individual yang disiapkan dan Sehingga kondisi tersebut menggeser dicetak menjadi anggota masyarakat yang berguna dan membawa manfaat bagi kehidupan. ruang-ruang Realitas ruang-ruang-ruang sistem-sistem Dan kitab ini juga menjelasakan bahwa Pendidikan Islam telah mempunyai teori-teori melahirkan kembali pertanyaan mendasar dalam pendidikan yang mapan dan metode-metode dunia pendidikan. Pada era melenium seperti pembelajaran yang baik dan susuai, yang harus saat ini hakikat pendidikan telah diganti dengan konsep pendidikan parsial, semu, pragmatis dan mengantarkan peserta didik menjadi anggota Sehingga pendidikanpun mengalami Berbagai pemaparan di atas, memberikan personality, dehumanisasi dan keterasingan. gambaran tentang pentingnya pendiidkan anak Untuk secara Islami yang mengacu pada cara-cara Nabi Saw dalam memberikan pendidikan dengan mengacu pada sistem-sitem pendidikan kepada para sahabat-sahabat dan keluarganya. yang Islami. Berdasar alasan tersebutlah penulis tertarik Salah satu Sistem pendidikan Islam adalah untuk melakukan penelitian dengan judul sIstem pendidikan anak menurut pandangan Konsep Pendidikan Anak Menurut Abdullah Abdullah Nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Nasih Ulwan dalam Kitab Tarbiyatul Aulad fi Aulad Fil Islam karya. Kitab ini berisi tentang al-Islam dan Relevansinya dengan pendidikan metode lengkap dan benar dalam memberikan Islam Masa Kini pendidikan pada anak sesuai dengan ajaranajaran Islam. METODE PENELITIAN anak-anak sejak dilahirkan sampai dewasa, dan Metode penelitian ini tentang Konsep Kitab ini juga menerangkan tentang Pendidikan Anak Menurut Abdullah Nasih solusi dari permasalahan anak dari aspek Ulwan dalam Kitab Tarbiyatul Aulad fi al-Islam keimanan, sosial, akhlak, dan psikologi anak dan Relevansinya dengan pendidikan Islam Abdullah NAsih UlwAn. Tarbiyah al-AulAd fc al-IslAm, (Kairo: Dar al-Salam, 1. , 16 Ibid. , 16 Nor Hidayat. Afiful Hair Masa Kini ini peneliti menggunakan pendekatan Hatinya yang masih suci penelitian kualitatif dan berjenis studi pustaka. merupakan permata alami yang bersih dari Sumber data adalah pemikiran Abdullah Nasih pahatan dan bentukan, dia siap diberi Ulwan Anak pahatan apapun dan condong kepada apa Menurut Abdullah Nasih Ulwan dalam Kitab saja yang disodorkan kepadanya Jika Tarbiyatul Aulad fi al-Islam dan Relevansinya dibiasakan dan diajarkan kebaikan dia akan dengan pendidikan Islam Masa Kini. tumbuh dalam kebaikan. Konsep Pendidikan Menurut Ebta Setiawan anak adalah HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Pendidikan Abdullah Nasih keturunan yang kedua, atau manusia yang Anak Ulwan masih kecil. 19 Sedangkan menurut Mufida, anak adalah generasi penerus bangsa yang Tarbiyatul Aulad fi al-Islam dapat menentukan masa depan bangsa. Anak adalah karunia Allah yang Anak adalah makhluk yang diciptakan tidak dapat dinilai dengan apa pun. Tuhan menjadi tempat curahan kasih sayang orang dilindungi dan dijaga kehormatan, martabat. Sulit ketika diminta, dan tidak bisa dan harga dirinya baik secara hukum, ditolak ketika Allah Swt menghendaki sosial, politik, ekonomi, maupun budaya Kehadirannya adalah sebuah tanpa membedakan agama, suku, ras dan rahasia Sang Pencipta, walaupun banyak 20 Di sisi lain, anak juga dapat Maha Esa . anaknya harus lahir dan kapan tidak sebagai musuh bagi kedua orang tuanya bila melahirkan anak. Selain sebagai anugerah anak berkembang tanpa didikan yang baik dari Yang Maha Kuasa, anak diberikan dan benar. kepada orang tua sebagai amanah untuk Abdullah Nashih Ulwan, dipelihara, dididik, dan dibina menjadi mengungkapkan bahwa ada satu cara agar anak-anak anak menjadi permata hati dambaan setiap kekuatan dan ketahanan sebagai bekal orang tua, yaitu melalui pendidikan yang mengarungi hidup di masa dewasanya. bersumber dari nilai-nilai Islam. Islam telah Al-Ghazali memberikan dasar-dasar konsep pendidikan tentang anak sebagaimana diungkapkan oleh Yusuf Muhammad al-Hasan, bahwa Abdullah Nashih Ulwan. Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam. Vol. I, (Bandung: As-Syifa, 2. , 172 Yusuf Muhammad al-Hasan. Ahl al-Sunnah Dhyhiryn ila Yaum al-SaAoah. Terj. Yayasan al-Sofwa. Maktabah Abu Salma al-Atsari. E-Book. Ebta Setiawan. KBBI Offline versi 1. 1, software Mufida CH. Psikologi Islam Berwawasan Gender, (Malang: UIN Malang Press, 2. , 299 Nor Hidayat. Afiful Hair dan pembinaan anak, bahkan sejak masih dalam kandungan. Jika anak sejak dini telah dilakukan secara bertahap. Islam Pendidikan bersumber dari al-QurAoan dan Hadist. diungkapkan oleh Soegarda, merupakan Setelah mendapat petunjuk dan pendidikan semua perbuatan dalam usaha manusia tersebut. Insyaallah ia hanya akan mengenal yang dilakukan secara sadar dari orang Islam sebagai agamanya, al-QurAoan sebagai dewasa untuk memberikan pengaruh pada imamnya, dan Rasulullah Saw. Sebagai anak didiknya agar dapat meningkatkan pemimpin dan tauladannya. 21 Oleh karena kedewasaan dan bertanggung jawab atas itu, pendidikan tidak hanya berfungsi segala tindakan atau perbuatannya. membangun intelektualitas seseorang, tetapi Abdullah Nashih Ulwan menjelaskan lebih pada upaya membangun dan memiliki bahwa pendidikan anak adalah bagian dari kesadaran tauhid. Jadi Pendidikan anak pendidikan individu yang di dalam agama adalah bagian dari pendidikan individu Islam membentuk anak agar menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat dan manusia yang sholih dalam kehidupan. 25 Dari hal msyarakat yang bermanfaat. Sedangkan itulah dapat kita ketahui bahwa pendidikan menurut Al-Ghazali sebagaimana dikutip anak merupakan suatu bimbingan yang oleh Miya Rahmawati, bahwa pendidikan dilakukan secara sadar oleh pendidik baik pada intinya merupakan pewarisan nilai- nilai budaya masyarakat kepada setiap terhadap perkembangan jasmani dan rohani individu agar kehidupan budaya dapat peserta didik . untuk membentuk hidup secara berkesinambungan. Ciri khas kepribadian anak menjadi lebih baik. yang terdapat di dalam sistem pendidikan Allah Swt telah memerintahkan. Al-Ghazali terletak pada pengajaran moral religius tanpa mengabaikan urusan dunia. Bahkan al-Ghazali juga mengungkapkan anaknya. Sebagaimana yang terdapat di dalam firman-Nya QS. At-Tahrim: 6. Imam Abu Hamid Al-Ghazali. Ringkasan IhyaAo AoUlumuddin, terj. Achmad Sunarto (Surabaya: Mutiara Ilmu, 2. , 59. Saiful Hadi El Sutha. Pintar Mendidik Anak ala Rasululah, (Jakarta: Kalam Mulia, 2. , 1 Abdullah Nashih Ulwan. Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam. Vol. I, (Bandung: As-Syifa, 1. , xxi Ibid. , 112 Miya Rahmawati. AuMendidik Anak Usia Dini Dengan Berlandaskan Pemikiran Tokoh Islam AlGhazali,Ay Al Fitrah, 2 (Januari, 2. , 277 Nor Hidayat. Afiful Hair a a e e a e a a a a Aaea a ac a A a AE I aOa NEA a AIA aA AaOE IA AOON acEaOI IIO CO A a a Aa aa a a A U a ae a a AE a A a aE O aN aIEaEA AI OCON IE OA e aA a a a A a a AacEE aI aI a aN IA aE a acE OAOIA a a AaOOaA aEOI aI Oa aI aOIA meninggalkan maksiat, dan mengerjakan Ibnu al-Qayyim sebagaimana dikutip oleh Suwaid, bahwa Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang memberikan pendidikan pada anak, akan Al-Hakim meriwayatkan dari Ali bin mempunyai hak atas anaknya, begitu juga AEaIA a aACaO a eIAA anak mempunyai tanggung jawab atas A aO a eNEaOEa eI I Uadalah Auajarilah diri kalian dan orang tuanya. Sebagaimana firman Allah kebaikanAy. Sedangkan Swt dalam surah al-Ankabut ayat 29: al-Fakhr al-Razy. Abi Thalib tentang makna ayat Allah Swt. Ulama berkata bahwa Allah Swt akan bertanya kepada orang tua tentang Qiyamat, pertanyaan Allah Swt pada anak tentang orang tuanya, hal itu karena orang tua a a a Aa a a a a a a A a a a Aa A AaIEI aEOI E aE OCOI EaOE OOI a e a a a eAa a a a a a a a a a a a a e A AIaOEI EIIE na AI aEI O CO aINa uaacE I CEOA A aIa a a A a AEA aCA ca AI I aaI A a AacEEa uI aEA AaIOA adalah Aumencegah apa yang dilarang Allah Swt kepada kalianAy27 Muhammad Nur bin Abdul Hafidz dikutipnya dari MuqAtil bahwa ayat tersebut Dan Kami wajibkan manusia . kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. selain berupa perintah pada orang tua untuk Ibnu al-Qoyyim melanjutkan, bahwa mendidik anak-anak dan keluarganya, juga barang siapa yang meremehkan dalam mengandung perintah untuk mendidik diri memberikan pendidikan yang bermanfaat sendiri, memerintahkan anak-anak dan kepada anaknya, sengaja meninggalkannya, keluarga pada hal-hal yang baik, serta maka dia telah berbuat jahat dengan melarang mereka pada hal-hal yang jahat, perbuatan jahat yang paling jahat, oleh Suwaid karena itulah banyak diantara anak yang justru rusak disebabkan karena orang Moh. Taufiq. QurAoan in Word Versi 1. 0, software alQurAoan Abdullah Nashih Ulwan. Pedoman Pendidikan Anak. Muhammad Nur bin Abdul Hafidz Suwaid. Manhaj AtTarbiyah an-Nabawiyyah li al-Thifl, (Bairut: Dar Ibnu Katsir, 2. Moh. Taufiq. QurAoan in Word Versi 1. 0, software alQurAoan Nor Hidayat. Afiful Hair tuanya karena orang tua meremehkan fy al-TanaAou. Melarang anak mendengarkan musik dan nyanyian yang membuat lupa atau terlena . l- mengajari sunnah-sunnah Rasulullah Saw. Nahyu Aoan al-IstimyAo al-Mysyqy wa al- tidak menghiraukan masa kecil mereka, ghinyAo al-KhyliA. Melarang anak tidak memanfaatkan masa kanak-kanak mereka, maka anak-anak mereka pun akan perempuan . l-Nahyu Aoan al-Tahannuts meremehkan orang tua mereka. wa al-Tasyabbuh bi al-NisyA. kewajiban-kewajiban Sedangkan materi-materi Melarang membuka aurat, bersolek, menjadi tanggung jawab pendidik dalam bercampur dan memandang kepada pendidikan anak sebagaimana diungkapkan orang yang bukan muhrim . l-Nahyu oleh Abdullah Nasih Ulwan adalah sebagai an al-Sufyr wa al-Tabarruj wa al- Ikhthilyth al-Imaniya. Pendidikan al-Nadhr . l-Tarbiyyah Muharamy. Pendidikan Keimanan . l-Tarbiyah Keimanan Pendidikan meliputi: . Membuka kehidupan anak Jismiyya. dengan kalimat Laa Ilaa ha illalaah digariskan dalam Islam adalah sebagai (Tiada berikut: . Memberi nafkah kepada Mengenalkan hukum halal dan haram pada keluarga dan anak (Wujyb al-Nafaqah Aoaly al-Ahl wa al-Wala. Mengikuti Tuhan Membiasakan Alla. Fisik Pendidikan aturan-aturan Mendidik anak mencintai Rasulullah Saw, makanan, minuman dan tempat tinggal keluarganya dan membiasakan membaca al- (IttibyAo al-Qawyid al-Shihhiyah fy al- QurAoan MaAokal wa al-Masyrab wa al-Naw. Pendidikan Moral . l-Tarbiyyah al- . Melindungi dari penyakit menular Khuluqiyya. Pendidikan moral dapat . l-Taharruz min al-Amryd al-Syriyah dilakukan oleh pendidik melalui cara- al-MaAodiya. Pengobatan terhadap cara berikut: . Mengingatkan anak penyakit (MuAoylajah al-Marad bi al- pada bahaya meniru-niru . l-Tahdzyr Tadyw. Mengaplikasikan qaidah min al-Tasyabbuh wa al-Taqlyd al- Autidak membahayakan diri sendiri dan AAom. Melarang anak terlena pada orang lainAy (Tathbyq mabdaAo la dlarara kenikmatan . l-Nahyu Aoan al-Istighryq waly dliryr. Membiasakan anak beribadah sejak anak berumur 7 Tahun. Ibid. , 34 Ibid. , 192-197 Nor Hidayat. Afiful Hair untuk berolahraga dan bermain . ketangkasan (TaAowyd al-Walad Aoaly (Irthibyth al-Walad bi al-QurAoyn al- Mumyrasah al-Riyydlah wa al-AoyCb al- Aoadhym Farysiyya. Membiasakan anak Mengenalkan anak pada sejarah Islam untuk hemat dan tidak terlena pada kenikmatan (TaAowyd al-Walad Aoaly al- (Irthibyth al-Walad bi al-Tyrykh al- Taqassuf wa Aoadam al-Ighryq fy al- Islymy TanaAou. Membiasakan anak untuk Mengenalkan anak pada kebudayaan hidup bersungguh-sungguh, dewasa. Islam secara umum, baik semangatnya menjauhi hal-hal yang merusak serta maupun pemikirannya. (Irthibyth al- melemahkan jasad dan pikiran (TaAowyd Walad bi al-tsaqyfah al-islymiyyah al- al-walad Aoaly hayyt al-Jidd wa al- Aoymmah Rajylah wa al-IbtiAoyd Aoan al-Tarykhi Memelihara wa al-muyyAoah wa al-Inhily. shihhah al-Aoaqliyya. Menjauhkan anak diri dari perbuatan- Nafsiyya. fisik seperti merokok, onani, minuman Pendidikan nidhyman TasyryAoa. , kebanggan dan kemuliaan Aoizzan ryhan . l- Sosial . l-Tarbiyyah . l-Tarbiyyah IjtimyAoiyya. Pendidikan Pendidikan Psikologi . l-Tarbiyyah al- perbuatan yang dilarang yang merusak keras dan narkoba, serta zina dan Jinsiyya. Pendidikan Tarbiyyah al-AoAqliyya. Tahap-tahap fase-fase yang harus dijalankan oleh seorang sebagai berikut ini: . Fase pertama, pendidik terhadap anak didik dalam usia 7-10 tahun, disebut masa tamyiz . ra puberta. Fase kedua, usia 10- Kewajiban mengajar . l-Wyjib al- 14 tahun, disebut masa murahaqah TaAolymy. Menumbuhkan kesadaran . eralihan atau puberta. Fase berpikir . l-TawAoiyyah a. -fikriyya. ketiga, usia 14-16 tahun, disebut masa Maksud baligh . Fase keempat, berpikir adalah: Mengenalkan anak setelah masa adolesen, disebut masa pada Islam, baik sebagai sistem agama Pendidikan Rasio . l- maupun sebagai sistem pemerintahan Menurut Ibnu Sina sebagaimana al-Islym JamiAoun NafiAoin. Muhammad Yasin & diniyyan wa dawlata. Mengenalkan Ilham Tohari, materi pendidikan untuk anak pada al-QurAoan, baik sebagai anak, sebagaimana telah disebutkan (Irthibyth al-Walad Nor Hidayat. Afiful Hair dalam bukunya yang berjudul As- Siyasah, ide-ide yang cemerlang dalam mendidik anak. Dia menasihati agar Pada sisi lain. JamiAoun NafiAoin, dalam mendidik anak dimulai dengan: Muhammad Yasin & Ilham Tohari juga . Mengajarkannya al QurAoan al-Karim mengungkapkan bahwa seluruh mata yang merupakan persiapan fisik dan pelajaran merupakan satu kesatuan mental untuk belajar. Pada waktu itu yang utuh atau bulat. Adapun pokok- juga anak-anak belajar . Mengenal pokok pendidikan yang harus diberikan huruf-huruf hijaiyah, cara membaca, kepada anak, adalah meliputi seluruh dasar-dasar ajaran Islam yang secara garis besar Setelah Belajar meriwayatkan syaAoir yang dimulai dari yakni, aqidah, ibadah dan akhlak serta membaca al-QurAoan. meriwayatkan dan menghafal rojaz lebih mudah sebab bait-baitnya lebih Menurut al-Ghazali sebagaimana pendek dan timbangannya . lebih diungkapkan kembali oleh Sitti Riadil Sebaiknya dalam hal ini, guru Janna, hal-hal yang harus diperhatikan memilih syaAoir tentang adab-adab yang dalam pendidikan anak adalah: terpuji, kemuliaan orang-orang yang Jasmani. berilmu dan hinanya orang-orang yang bodoh, . Mendorong untuk berbakti kepada orang tua, . Menganjurkan untuk melakukan amar maAoruf dan perawatan yang sempurna agar memuliakan tamu. tubuhnya senantiasa cerdas dan SaAoid Ramadlan al-Buthi berfungsi dengan baik. menegaskan sebagaimana dikutip oleh Akal Pikiran. Untuk memastikan MaAoruf & Ira Misraya, bahwa agar akal fikiran anak senantiasa cerdas, penanaman Aqidah menjadi subur, kita perlu memberi tiga jenis harus disirami dengan ibadah dalam Maruf & Ira Misraya. AuKonsep Pendidikan Anak Menurut Muhammad Nur Abdul Hafidz Suwaid (Study Analisis Kitab Manhaj al-Tarbiyyah An-Nabawiyah :itThif. Ay. Al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Agma Islam. Volume 6. Nomer 1, (Desember, 3. , 30 JamiAoun NafiAoin. Muhammad Yasin & Ilham Tohari. AuKonsep Pendidikan Anak dalam Persepektif al-QurAoan Surat Luqman Ayat 12-19Ay. Edudeena. Volume 1. Nomer 1, (Februari, 2. , 13 segala bentuk ragamnya. Sebab dengan ibadah itulah aqidah akan tumbuh subur dalam hati anak dan menjadi Achmad Fauzi. AuAnak Usia Dini dalam Pendidikan IslamAy, (Tangerang: UIN Muhammadiya. , 2 Nor Hidayat. Afiful Hair makanan akal yakni: . Akidah satunya adalah melalui materi pelajaran pencipta-Nya. Ajarkan ilmuilmu yang diajarkan. Materi pendidikan agam. , . Syariah . lmu mengenai juga hendaknya bertahap sesuai dengan jalan hidup yang tepat dalam kemampuan berpikir peserta didik. Karena kemampuan berfikir peserta mencapai kebahagian dunia dan didik berkembang dari yang paling . lmu Jika sederhana hingga yang paling rumit, maka anak yang berusia dibawah tujuh tahun misalnya dapat diberi materi pengetahuan dan amalan sendiri. Akademik . lmu mengenal alam pengucapan dan hafalan atau materi Allah untuk kegunaan diri bagi anak dalam menerka alam, anak itu . Setelah anak berusia juga dapat menggunakan ilmu tujuh tahun barulah ia diberi materi dalam mencari rezki mengikuti pemahaman secara sederhana. Jika Hati. tanamkan iman dalam hati pendidik mengajarkan materi yang seorang anak, agar ia senantiasa Ini mendorong dirinya berfikir peserta didiknya, maka akan menimbulkan rasa antipati dalam diri kebaikan dan mencegah kejahatan. peserta didiknya terhadap belajar dan Jangan akan merusak akal fikirannya. didikan akhlak pada anak. Relevansi konsep pendidikan anak menurut Sedangkan materi pendidikan Abdullah Nasih Ulwan menurut al-Ghazali, bahwa . Materi Tarbiyatul Aulad fi al-Islam dengan konsep pendidikan yang pendidikan Islam masa kini diajarkan kepada Abdullah Nashih Ulwan, sesuai dengan arah pengembangan mengungkapkan bahwa diantara cara agar anak menjadi permata hati dambaan setiap orang tua, yaitu melalui pendidikan yang Karena Sitti Riadil Janna. AuKonsep Pendidikan Anak dalam Persepektif al-Ghazali (Implikasinya dalam Pendidikan Isla. Ay. Jurnal At-TaAodib. Vilume 6. Nomer 2, (JuliDesember, 2. , 51-52 bersumber dari nilai-nilai Islam. Islam telah Ibid. , 53-54 Nor Hidayat. Afiful Hair memberikan dasar-dasar konsep pendidikan jawab atas segala tindakan atau perbuatannya dan pembinaan anak, bahkan sejak masih secara moril. MaAoruf & Ira Misraya menegaskan dalam kandungan. Jika anak sejak dini telah bahwa pendidikan anak dalam Islam harus bersumber dari al-QurAoan dan Hadist. Setelah berkiblat pada al-QurAoan dan sunnah, dalam mendapat petunjuk dan pendidikan tersebut, rangka menjadikan anak sebagai manusia Insyaallah ia hanya akan mengenal Islam yang kamil sesuai dengan tujuan pendidikan dalam al-QurAoan. Islam al-QurAoan imamnya, dan Rasulullah Saw. Menurut Seto Mulyadi sebagaimana dikutip oleh JamiAoun Nafi. in dkk, mengenai pemimpin dan tauladannya. Habib Umar bin Hafidz menegaskan pendidikan anak ia beranggapan bahwa bahwa pendidikan Islam adalah menjaga, apabila anak diarahkan dan dididik sesuai dengan potensinya yang telah diberikan perintah Allah Swt dalam kehidupan nyata. allah, bukan tidak mungkin ia akan tumbuh Oleh karena itu, pendidikan tidak hanya menjadi seseorang kelak. Ia beranggapan sambil bermain anak akan belajar dengan Sehingga pendidikan menjadi sesuatu membangun dan memiliki kesadaran tauhid. yang menyenangkan dan tidak ada phobia Jadi Pendidikan anak adalah bagian dari . mempersiapkan dan membentuknya agar undang-undang Sisdiknas pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang pendidikan anak adalah semua perbuatan Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dalam usaha manusia yang dilakukan secara yang berakar pada nilai-nilai agama. Ensiklopedi Poerbakawadja Sedangkan konsep tentang pendidikan Soegarda Pendidikan sadar dari orang dewasa untuk memberikan pengaruh pada anak didiknya agar dapat meningkatkan kedewasaan dan bertanggung Ibid. , 112 Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. SalAhu al-Usrah wa Dauru al- Abawaini fc al-Tarbiyah. Jilid I, (Tarim: Maktab al-Nur, 2. , 10 Soegarda Poerbakawadja. Ensiklopedi Pendidikan (Jakarta: Gunung Agung, 2. , 257 JamiAoun NafiAoin. Muhammad Yasin & Ilham Tohari. AuKonsep Pendidikan Anak dalam Perspektif al-QurAoan (Surat Luqman ayat 12-. Edudeena. Volume 1. Nomer 1, (Februari, 2. , 12 Undang-undang RI Nomer 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1 ayat 2 Nor Hidayat. Afiful Hair dengan Tuhan Semesta Alam. Ay Jadi tujuan Adapun dasar pendidikan anak dalam Islam dapat diketahui dari firman Allah SWT dalam surat An-nisa ayat 59: a a Aaea a ac a a a a a e e a a e a a a a e A AE aOE aO eOaEA AOON acEaOI IIO aOO acEE OaOOA AON u aaE A a AEa I IA a Aa n Aa a acA aIE Ina AauI a aIac a A acEEA a AIA a a a a AOI A AaO A AacEEa aOEa O aI eE oaa acE aaEA AE aO aE uaI EII IaIA Aa A A aO a aI aOOaEAA OA akhlak serta menegakkan kebenaran dalam berkepribadian dan berbudi luhur menurut ajaran Islam. Dalam hal ini. Firman Allah swt dalam surah ali Imran ayat 102: a a a a Aaea a ac a a a a a e a e A a a a A C CaNa aOacE aIO IA AOON acEaOI IIO CO acEEA a AA AuaacE aOIaI acI E aaIOIA Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenarbenar kepada-Nya. janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam. Dapat dipadami bahwa konsep demikian dasar dari pendidikasn islam adalah al-QurAoan dan Sunnah. Dengan demikian. Sedangkan tujuan pendidikan Islam teguh pada al-QurAoan dan Sunnah. Dengan sebagai sumber kesenangan abadi. bahwa seluruh umat Islam wajib berpegang kebahagiaan duniawi. Taqararub ilallah Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Ny. , dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu. Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qura. dan Rasul . , jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari yang demikian itu lebih utama . dan lebih baik Ayat tersebut memberikan pemahaman pendidikan sebagaimana yang diungkapkan mengandung prinsip-prinsip pokok saja, sehingga pendidikan anak dalam Islam tetap pendidikan yang bersumber dari al-QurAoan terbuka terhadap unsur ijtihad dengan tetap dan Hadist, sehingga anak dapat mengenal berpegang teguh pada nilai-nilai al-QurAoan Islam sebagai agamanya, al-QurAoan sebagai dan Sunnah sebagai nilai utama. Al-Ghazali Abdullah Nasih Ulwan imamnya, dan Rasulullah Saw. pemimpin dan tauladannya. Oleh karena itu, sebagaimana dikutip oleh Nurus SaAoadah bahwa tujuan pendidikan secara keseluruhan. Allah. Menurut Al-Ghazali. AuAku telah mengetahui bahwa buah dari ilmu adalah kedekatan Moh. Taufiq. QurAoan in Word Versi 1. 0, software alQurAoan Nurus SaAoadah. AuKonsep Pendidikan Anak Dalam Perspektif Al-Ghazali: Analisis Teori Tahap-Tahap Perkembangan Jean Piaget,Ay no. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim . Ibid. , 52 Moh. Taufiq. QurAoan in Word Versi 1. 0, software alQurAoan Nor Hidayat. Afiful Hair membangun intelektualitas seseorang, tetapi termasuk akhlak, keadilan, toleransi, dan kasih lebih pada upaya membangun dan memiliki kesadaran tauhid. Pembentukan Karakter dan Moral: Konsep Pendidikan Abdullah Nasih Konsep pendidikan anak Ulwan menekankan Ulwan tersebut sangat relevan dengan konsep pembentukan karakter dan moral yang kuat pendidikan masa kini karena sesuai dengan sebagai tujuan utama pendidikan. Implikasinya tujuan pendidikan Islam, yaitu menanamkan adalah pendidikan Islam masa kini perlu fokus pada pembentukan karakter yang baik dan moral yang tinggi pada siswa, sehingga mereka manusia yang berpribadi dan berbudi luhur menjadi individu yang bertanggung jawab, menurut ajaran Islam. juga relevan dengan jujur, dan berempati. konsep pendidikan sebagaimana disebytkan undang-undang Sisdiknas Pendidikan sebagai Proses Holistik: Ulwan menganggap pendidikan sebagai proses bahwasannya pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila dan kehidupan anak, termasuk fisik, intelektual. Undang-Undang Dasar Negara Republik emosional, dan spiritual. Implikasinya adalah Indonesia tahun 1945 yang berakar pada pendidikan Islam masa kini perlu mengadopsi nilai-nilai agama. pendekatan holistik yang memperhatikan semua Implikasi pendidikan anak menurut Abdullah Nasih Ulwan dalam kitab "Tarbiyatul Aulad fi al- keagamaan dalam kurikulum dan kegiatan Islam" dan relevansinya dengan pendidikan Islam masa kini dapat meliputi beberapa aspek Peran Orang Tua dan Guru: Ulwan menekankan peran sentral orang tua dan guru Pentingnya Pendidikan Berbasis Nilai Islam: Konsep dalam pendidikan anak. Implikasinya adalah penting bagi orang tua dan guru untuk bekerja Abdullah Nasih Ulwan menekankan pentingnya pendidikan yang berbasis nilai-nilai Islam. memperhatikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Implikasinya adalah relevan dengan pendidikan Islam masa kini yang perlu memperkuat nilai- mempraktikkan pendidikan Islam sehari-hari. Nurus SaAoadah. AuKonsep Pendidikan Anak. , 112 Undang-undang RI Nomer 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1 ayat 2 anak-anak. Ulwan Konteks Modern Kontemporer: Implikasi Tantangan perlunya adaptasi konsep pendidikan Ulwan Nor Hidayat. Afiful Hair kontemporer yang dihadapi oleh pendidikan mental/psikis, sosial dan pendidikan seks Islam. Guru dan pendidik perlu memahami yang harus diberikan pada anak. bagaimana menerapkan konsep-konsep Ulwan Relevansi konsep pendidikan anak menurut secara relevan dan efektif dalam menghadapi Abdullah perubahan sosial, teknologi, dan budaya saat ini. Tarbiyatul Aulad fi al-Islam dengan konsep Dengan Nasih Ulwan pendidikan Islam masa kini, bahwa Konsep implikasi ini, pendidikan Islam masa kini dapat Pendidikan Abdullah Nasih Ulwan tersebut mengambil manfaat dari konsep pendidikan sangat relevan dengan konsep pendidikan anak menurut Abdullah Nasih Ulwan dalam masa kini karena sesuai dengan tujuan pendidikan Islam, yaitu menanamkan takwa karakter siswa, dan menghasilkan generasi yang dan akhlak serta menegakkan kebenaran berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi dalam rangka membentuk manusia yang berpribadi dan berbudi luhur menurut Islam, ajaran Islam. juga relevan dengan konsep KESIMPULAN Berbagai pendidikan sebagaimana disebytkan dalama bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa: Anak undang-undang Sisdiknas pendidikan nasional adalah pendidikan Konsep Pendidikan yang berdasarkan pancasila dan Undang- Abdullah Nasih Ulwan Tarbiyatul Aulad Implikasi penelitian ini adalah: Undang Dasar Negara Republik Indonesia al-Islam, tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai tetapi lebih pada upaya membangun dan Pentingnya Pendidikan Berbasis Nilai Islam, memiliki kesadaran tauhid. Anak adalah Pembentukan Karakter dan Moral, amanah bagi orang tuanya. hatinya yang Pendidikan sebagai Proses Holistik, suci adalah substansi yang berharga. Jika ia Peran Orang Tua dan Guru, dibiasakan dengan kebaikan, maka ia akan Konteks Modern tumbuh dalam kebaikan. Pendidikan anak Kontemporer. adalah bagian dari pendidikan individu Dengan Tantangan implikasi ini, pendidikan Islam masa kini dapat mengambil manfaat dari konsep pendidikan Materi anak menurut Abdullah Nasih Ulwan dalam karakter siswa, dan menghasilkan generasi yang Islam. Nor Hidayat. Afiful Hair berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi DAFTAR PUSTAKA Achmadi. Ideologi Pendidikan Islam: Paradigma Humanisme Theosentris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015. Albani. Muhammad Nashir al-Din al-Shohih Sunan Ibnu Majah. Jilid 1. Riyad: Maktabah al-MaAoarif, 1997. Anwar. Aep Saepul, et. AuKurikulum Pendidikan Islam Lintasan SejarahAy. Jurnal Genealogi PAI. Vol. No. 1 Januari-Juni 2018. Arfa. Faisal Ananda. Metodologi Penelitian Hukum Islam, cet. Ke-1. Bandung: Cita Pustaka Media Perintis, 2010. Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian Studi Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2010. Atabik. Ahmad & A. Burhanuddin. AuKonsep Nasih Ulwan tentang Pendidikan AnakAy. Elemetary. Volume 3. Nomer 2. JuliDesember, 2015. Bunyamin. Implementasi Strategi Pembelajaran Nabi Muhammad SAW Jakarta: UHAMKA PRESS, 2017. Dyrami. Abdullah bin Abd al-Rahmyn aby Muhammad al-. Sunan al-Dyrami. Juz II Bairut: Dar al-Kitab al-AoArabi, 1407 H. Evaluwayanti. Astri. AuKonsep Pendidikan Anak (Telaah Kitab Tarbiyatul Aula. Skripsi: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ghazali. Imam Abu Hamid Al-. Ringkasan IhyaAo AoUlumuddin, terj. Achmad Sunarto. Surabaya: Mutiara Ilmu, 2019. Ghuddah. AoAbd al-Fattyh Abu. Al-Rasyl alMuAoallim saw wa asylibuhy fy al-TaAolym. Bairut: Dar al-Basyyir al-Islymiyyah. Hafidz. Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin. Al-DiyAAo al-LAmiAo Bidhikri Mawlcd al-Nabc al-Shafc. Tarim: Maktabah Hadramiyyah, 2017. Hasan. Yusuf Muhammad al-. Ahl al-Sunnah Dhyhiryn ila Yaum al-SaAoah. Terj. Yayasan al-Sofwa. Maktabah Abu Salma al-Atsari. E-Book. Hasyimi. Abdul Hamid al-. Mendidik Ala Rasulullah: Bagaimana Rasulullah Mendidik. Jakarta: Pustaka Azzam, 2001. Indrakusuma. Amier Daien. Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional. Iqbal. Abu Muhammad. Pemikiran Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015. Janna. Sitti Riadil. AuKonsep Pendidikan Anak Persepektif al-Ghazali (Implikasinya dalam Pendidikan Isla. Ay. Jurnal At-TaAodib. Vilume 6. Nomer 2. Juli-Desember, 2015. Kaelan. Metode Penelitian Agama Kualitatif Interdisipliner: Metode Penelitian Ilmu Agama Interkonektif Interdisipliner Ilmu Lain. Yogyakarta: Paradigma, 2010. Lampiran Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 165 tahun 2014 tentang Kurikulum Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah. MaAoruf. & Ira Misraya. AuKonsep pendidikan Anak Menurut Muhammad Nur Abdul Hafid Suwaid (Study Analisis Kitab Manhaj At-Tarbiyah An-Nabawiyah LitTif. Ay, al-Murabbi. Jurnal Pendidikan Aagma Islam. Volume 6. Nomer 1, (Desember, 2. Maliki. Alawi al-. Prinsip-Prinsip Pendidikan Rasulullah. Jakarta: Gema Insani Press, 2002. Miya Rahmawati. AuMendidik Anak Usia Dini Dengan Berlandaskan Pemikiran Tokoh Islam AlGhazali,Ay Al Fitrah, 2 (Januari. Moleong. Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mufida CH. Psikologi Islam Berwawasan Gender. Malang: UIN Malang Press. NafiAoin. JamiAoun. Muhammad Yasin & Ilham Tohari dengan judul. AuKonsep Pendidikan Anak dalam Persepektif al-QurAoan Surat Luqman Ayat 12-19Ay. Edudeena. Volume 1. Nomer 1. Februari, 2017. Nor Hidayat. Afiful Hair Najati. Utsman. Belajar EQ dan SQ dari Sunnah Nabi Jakarta: Hikmah, 2002. Nurrita. Teni. AuPendidikan Anak dalam Konsep IslamAy. Misykat. Volume VI. Nomer 1. Juni, 2021. Pasaribu. Syahrin. AuHadits-hadits tentang Metode PendidikanAy. Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman. Vol. No. Juli-Desember, 2018. SaAoadah. Nurus. AuKonsep Pendidikan Anak Dalam Perspektif Al-Ghazali: Analisis Teori Tahap-Tahap Perkembangan Jean Piaget,Ay no. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Sabiq. Sayid. Islamuna. Terj. Zainuddin, dkk. Islam di Pandang Dari Segi Rohani. Moral. Sosial. Jakarta: Rineka Cipta. Salafudin. AuMetode Pembelajaran Aktif Ala Rasulullah SAW Pembelajaran yang Membangkitka Motivasi (Suatu Kajian Metode Pembelajaran dari Hadit. Ay. Forum Tarbiyah. Vol. No. Desember, 2021. Salati. Suriansyah. AuKonsep Pendidikan Anak Usia Dini Menruut IslamAy, karya ilmiah tidak diterbitkan. UIN Antasari, t. Sari. Arna Yanti Maya. AuKonsep Pendidikan Anak ShalehAy. Skripsi. UIN Fatmawati Sukarno. Bengkulu, 2022. Setiawan. Agung Ibrahim, et. AuKarakteristik Pendidikan Islam Periode Nabi Muhammad di Makkah dan MadinahAy. Nalar: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam. Vol. No. 2, (Desember 2. Setiawan. Ebta. KBBI Offline versi 1. software kamus. Sewu. Pandu Hyang. Muhamad Parhan & Ahmad FuAoadin. AuIslamiuc Parenting: Peranan Pendidikan Islam dalam Pola Aush Orang Tua terhadap Anak Usia Dini di Pembinaan Anak-anak Salman (PAS) ITBAy. Taklim: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Volume 18. Nomer 2, . Siyoto. Sandu dan M. Ali Sodik. Dasar Metodologi Penelitian Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2015. Soekanto. Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia, 2014. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R & D Bandung: Alfabeta. Suriadi. AuRelevansi Metode Pendidikan Rasulullah SAW Konteks Pendidikan ModernAy. Edupedia. Vol. No. 2, (Januari, 2. Suryana. Metodologi Penelitian model praktis Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Buku Ajar Perkuliahan Universitas Pendidikan Indonesia . , 53. Sutha. Saiful Hadi El. Pintar Mendidik Anak ala Rasululah. Jakarta: Kalam Mulia, 2015 Ulfah. Ende Nurul. AuKonsep Pendidikan Anak Usia Dini dalam Kitab Tarbiyatul Aulad fil IslamAy. Skripsi. IAIN Purwokerto. Ulwan. Abdullah Nashih. Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam. Vol. Bandung: AsSyifa, 1981. Ulwan. Abdullah Nashih. Tarbiyah al-AulAd fc al-IslAm. Kairo: Dar al-Salam, 1992. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang-undang RI No 23 Tahun 2002 pasal 1 ayat . tentang Perlindungan Anak Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 Utama. Fajar Trena. AuMetode Pembelajaran Ala Rasulullah SAW (Kajian tentang Metode Pengajaran Rasulullah SAW ditinjau dari Hadit. Ay. Al-Manar: Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam. Volume 10. Nomer 2, (Desember, 2. Wibowo. Edi. Pendidikan Karakter: Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban. Yogyakarta: Pustaka