Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 46 - 51 Jurnal Cakrawala Keperawatan e-ISSN: 3046-4536 http://ejurnal. id/index. php/jck https://doi. org/10. 35872/ /jck. ORIGINAL RESEARCH HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KETAATAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Maylinda Wahyuning Putri1. Habid Al Hasbi2. Luluk Lusiati Cahyarini3 1 Mahasiswa Program Sarjana Keperawatan. STIKES Estu Utomo. Indonesia 2 Pendidikan Profesi Ners. STIKES Estu Utomo. Indonesia 3 Program Studi Sarjana Keperawatan. STIKES Estu Utomo. Indonesia Article Info Abstract Article History: Received: 12 Juli 2025 Accepted: 11 Agustus 2025 Online: 20 Agustus 2025 Background: Diabetes melitus is a chronic disease that occurs in a person due to inscreased blood sugar levels. This disease is characterized by chronic metabolic disorders characterized by hyperglycemia, in people with diabetes melitus, the bodyAos ability to react to insulin can decrease, or the pancreas can stop producing Diabetes melitus occurs when the body cannot utilize some foods due to lack of insulin production. Decreased pancreas and reduced secretion are caused by inscreasing age. The development of this disease toward complication is related to high blood sugar levels in sufferers which affect the performance of other organs of the body Purpose: The purpose of the study was to determine the relationship between family support and medication adherence in patients with diabetes mellitus at Waras Wiris Hospital Methods: This study used an analytical approach, with a cross sectional design in poly patients at Waras Wiris Hospital with sampling using purposive sampling of 36 respondents after being calculated with the slovin formula. The research instrument was in the form of a questionnaire on Family Support and Medication Compliance in Diabetes Mellitus Patients which was given to respondents to collect research data Results: The results of bivariate analysis proved that there was a relationship between family support and medication adherence in patients with diabetes mellitus obtained a significance value . 002 < . Conclusion: There was a relationship between family support and adherence to taking medication in patients with diabetes mellitus at Waras Wiris Hospital. Keywords: Family support. medication adherence. Cooresponding Author: Maylinda Wahyuning Putri Email: maylindawahyunp1101@gmail. How to cite: Pendahuluan / Introduction Diabetes melitus adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglikemia yang terjadi karena pankreas tidak mampu mensekresi insulin, gangguan kerja insulin, ataupun keduanya. Dapat terjadi kerusakan jangka panjang dan kegagalan pada berbagai organ seperti mata, ginjal, saraf, jantung, serta pembuluh darah apabila dalam keadaan hiperglikemia kronis, diabetes merupakan penyakit yang tidak menular dan tidak dapat disembuhkan, tetapi diabetes dapat dikendalikan dan jika tidak diobati dengan benar dapat berakibat kromis dan menyebabkan munculnya komplikasi, sampai saat ini faktanya terdapat peningkatan yang terjadi pada penderita diabetes melitus (Nursyifa et al. , 2. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 46 - 51 International Diabetes Federation (IDF) penderita Diabetes melitus di dunia pada tahun 2019 sebesar 9,3% . orang pada usia 20-79 tahun, angka prevalensi diprediksi terus meningkat hingga mencapai 578 juta orang pada tahun 2030 dan 700 juta orang pada tahun 2045. Pada tahun 2019 Cina. India, dan Amerika Serikat menempati urutan tiga teratas dengan jumlah penderita 116,4 juta, 77 juta, dan 31 juta orang. Menurut International 2 Diabetes Federation (IDF) tahun 2020, jika perkembangan diabetes melitus tipe II terus terjadi, maka di tahun 2030, diperkirakan sebanyak 497 juta orang di dunia akan mengalami Diabetes melitus tipe II. Indonesia menjadi negara urutan ketujuh dengan kejadian diabetes tertinggi pada tahun 2019 dengan jumlah penderita mencapai 10,7 juta penduduk. Diabetes melitus tidak dapat disembuhkan dan jumlah penderitanya terus Namun diabetes melitus dapat dicegah dengan cara mengubah gaya hidup yang lebih sehat dengan menjaga pola makan dengan gizi seimbang, olahraga teratur, membatasi makanan dan minuman yang manis. Olahraga dapat meningkatkan sensitivitas pada insulin, membakar lemak yang berlebih, dan mengurangi stress. Pola makan bagi penderita prediabetes yaitu dengan makan rendah kalori, rendah lemak, rendah gula (Dewanti & Sukendra . Diabetes dapat dikendalikan dengan menerapkan berhenti merokok dan pemeliharaan berat badan yang sehat. Jika tidak dapat mengubah pola hidup yang sehat biasanya pemberian obat oral dimulai, dengan metformin sebagai obat pertama dikarenakan metformin efektif dapat mengurangi sekresi glukosa hepatic dan meningkatkan penyerapan glukosa. Ketaatan minum obat merupakan suatu ketaatan pasien dalam melaksanakan tindakan terapi pengobatan. Hal ini mewajibkan pasien dan keluarga harus meluangkan waktu dalam menjalani pengobatan yang dilakukan. Ketaatan dalam mengkonsumsi obat merupakan aspek yang utama dalam pencegahan penyakit diabetes melitus. Ketaatan dalam mengkonsumsi obat harian menjadi fokus utama dalam mencapai derajat kesehatan pasien, dalam hal ini perilaku dapat dilihat dari sejauh mana pasien mengikuti atau mentaati perencanaan pengobatan yang telah disepakati (Kementerian Kesehatan RI, 2. Studi pendahuluan yang sudah dilakukan pada tanggal 12 Februari 2025 di RSUD Waras Wiris didapatkan data bahwa Diabetes Melitus (DM) di Poli Penyakit Dalam yang semakin meningkat dari tahun ketahun di tahun 2025 ada pasien diabetes melitus 144 orang. Setelah di lakukan wawancara kepada 5 keluarga didapatkan bahwa 3 keluarga mengatakan pengobatan pasien diabetes melitus baik dan keluarga mendukung dalam pengobatan, sisanya sebanyak 2 keluarga mengatakan pengobatannya masih kurang mendukung dalam proses pengobatan. Berdasarkan latar belakang diatas penderita diabetes melitus masih kurang taat dan kurang dukungan keluarga, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul "Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Ketaatan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus". Metode / Methods Research design Penelitian ini merupakan penelitian analitik, dengan metode cross sectional. Setting and samples Penelitian ini dilakukan di poli penyakit dalam RSUD Waras Wiris. Dengan 36 sampel teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 46 - 51 Measurement and data collection Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner ketaatan minum obat pada pasien diabetes melitus Data analysis Data penelitian ini dikumpulkan dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi karakteristik responden, dukungaan keluarga, ketaatan minum obat pada pasien diabetes melitus. Analisis bivariat yang digunakan dalam penelitian ini uji chi-square dimana sampel <50 orang dan hasil uji tidak normal maka menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil / Results Karakteristik responden berdasaekan jenis kelamin Table 1. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin . Jenis kelamin Gender Male Female Total Frekuensi . Prosentase (%) Tabel 1. menunjukkan bahwa data karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin pasien Diabetes Melitus di Poli Penyakit dalam di RSUD Waras Wiris sebagian besar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 19 responden . ,8%) dan jenis kelamin perempuan sebanyak 17 responden . ,2%). Dukungan keluarga pasien diabetes melitus di poli penyakit dalam RSUD Waras Wiris Table 2. Distribusi Dukungan Keluarga Pasien Diabetes Melitus di Poli Penyakit dalam di RSUD Waras Wiris . Dukungan keluarga Kurang Sedang Baik f (%) 9 . Tabel 2. Menunjukkan bahwa data dukungan keluarga pasien Diabetes Melitus di Poli Penyakit alam di RSUD Waras Wiris sebagian besar termasuk baik sebanyak 27 responden . %) dan paling sedikit mendapat dukungan keluarga termasuk sedang sebanyak 9 responden . %). Ketaatan minum obat pasien diabetes melitus di poli penyakit dalam RSUD Waras Wiris Tabel 3. Distribusi Ketaatan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus di Poli Penyakit dalam di RSUD Waras Wiris . Ketaatan Minum Obat Tidak taat Taat f (%) 4 . Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 46 - 51 Tabel 3. menunjukkan bahwa data ketaatan minum obat pasien Diabetes Melitus di Poli Penyakit Dalam di RSUD Waras Wiris sebagian besar termasuk taat sebanyak 32 responden . ,9%) dan paling sedikit termasuk tidak taat sebanyak 4 responden . ,1%). Analisa Uji Bivariat Table 4. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Ketaatan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Poli Penyakit Dalam Di RSUD Waras Wiris Tahun 2025 . Ketaatan minum obat Dukungan Sedang Baik Tidak taat n (%) 4 . Taat n (%) 5 . Total <0,002 Tabel 4. di atas menunjukkan bahwa pasien yang mendapat dukungan keluarga sedang sebanyak 9 responden . %) mayoritas pasien taat dalam minum obat sebanyak 5 responden . ,9%) dan 4 responden . ,1%) tidak taat dalam minum obat. Pasien yang mendapat dukungan keluarga baik semuanya taat dalam minum obat sebanyak 27 responden . %). Hasil analisis bivariat dengan fisher exact test diperoleh nilai signifikansi . 0,002 < . Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan ketaatan minum obat pasien Diabetes Melitus di Poli Penyakit dalam di RSUD Waras Wiris tahun 2025. Pembahasan / Discussion Dukungan keluarga dengan ketaatan minum obat pada pasien diabetes mellitus Hasil penelitian di RSUD Waras Wiris mengungkapkan bahwa responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 19 orang . ,8%), sedangkan Perempuan berjumlah 17 orang . ,2%). Untuk dukungan keluarga kurang tidak ada dan dukungan sedang terdapat 9 responden . ,0%) sedangkan dukungan baik 27 responden . ,0%). Hal ini dapat dilihat dari indikator dukungan keluarga lebih tinggi dalam mendukung pengobatan diabetes mellitus. Dukungan keluarga menurut Friedman . merupakan suatu sikap, tindakan, dan penerimaan keluarga terhadap penderita yang Dukungan keluarga merupakan suatu dorongan, motivasi, bantuan, persetujuan, yang diberikan dari keluarga kepada pasien/ anggota keluarga yang sakit. Hasil pengamatan peneliti Yusransyah . , yang berjudul AuHubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien DM tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Fatmawati JakartaAy. hasil penelitian dapat disimpulkan karakteristik responden di RSUP Fatmawati sebagian besar berjenis kelamin perempuan dengan usia rata-rata 60 tahun sebagian responden memiliki tingkat pendidikan SMA dan PT sebagian responden mengalami komplikasi, dukungan yang diperoleh dari responden dari keluarga dimana rata-rata nilai dukungan keluarga adalah 3:1 menunjukkan bahwa dukungan keluarga sering diperoleh responden baik dari dimensi emosional, penghargaan, instrumental maupun informasi, ada hubungan antara umur dengan kualitas hidup responden, ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kualitas hidup responden, ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 46 - 51 responden setelah dikontrol oleh variabel pendidikan dan komplikasi DM setiap peningkatan maka dapat meningkatkan kualitas hidup sebesar 35% setelah dikontrol oleh pendidikan dan komplikasi DM. Hal yang sama dilakukan oleh peneliti Astuti el al . dengan hasil terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup. Dukungan keluarga dapat dilakukan dengan cara memberikan dukungan emosional yaitu mencakup ungkapan empati, keperdulian, dan perhatian terhadap orang yang bersangkutan. Dukungan emosional diperlukan untuk menambah kepercayaan diri pasien untuk menghadapi penyakit yang dideritanya (Niven, 2. Dukungan yang diberikan oleh keluarga terutama orang tua, pasangan hidup dan anak-anak mereka dapat memberikan perasaan dimiliki, disayang, dicintai, sehingga dapat mengurangi stress yang dimiliki. Keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan psikososial (Friedman, 1. Dimana keluarga mencurahkan kasih sayangnya untuk anggota keluarga yang lain. Anggota keluarga mengembangkan gambaran diri yang positif, dimiliki perasaan berarti dan merupakan sumber kasih Fungsi keluarga yang lain yaitu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan keluarga dan merawat anggota keluarga yang sakit. Dukungan keluarga membuat keluarga mampu berfungsi dengan kepandaian dan akal. Sebagai akibatnya, hal ini meningkatkan kesehatan dan adaptasi keluarga. Hasil penelitian tingkat ketaatan minum obat pada pasien diabetes menunjukan bahwa sebagian besar pasien diabetes mellitus taat 32 responden . ,9%) dan pasien diabetes melitus tidak taat 4 responden . ,1%). Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ramadona . menunjukkan bahwa didapatkan hasil keberhasilan suatu pengobatan tidak hanya di pengaruhi oleh kualitas pelayanan kesehatan, sikap dan keterampilan petugasnya, sikap dan pola hidup pasien beserta keluarganya, tetapi dipengaruhi juga oleh kepatuhan pasien terhadap pengobatannya. Keberhasilan suatu pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan kesehatan, sikap, dan keterampilan petugasnya, sikap dan pola hidup pasien beserta keluarganya tetapi dipengaruhi juga oleh kepatuhan pasien terhadap pengobatannya. Hasil terapi tidak akan mencapai tingkat optimal tanpa adanya kesadaran dari pasien itu sendiri, bahkan dapat menyebabkan kegagalan terapi serta dapat menimbulkan komplikasi yang sangat merugikan dan pada akhirnya dapat berakibat fatal. Hasil analisis hubungan dukungan keluarga dengan ketaatan minum obat pada pasien diabetes mellitus menunjukkan dukungan keluarga dalam pengobatan menyatakan dukungan keluarga tinggi dan taat dalam pengobatan. Hasil analisis bivariat dengan fisher exact test diperoleh nilai signifikansi . 0,002 < . Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan ketaatan minum obat pasien Diabetes Melitus di Poli Penyakit dalam di RSUD Waras Wiris tahun 2025. Dukungan keluarga merupakan suatu dorongan, motivasi, bantuan, persetujuan yang diberikan dari keluarga kepada pasien / anggota keluarga yang sakit. Kesimpulan/Conclusion Mempersepsikan dukungan yang tinggi untuk mendukung dalam pengobatan pada pasien diabetes mellitus dan sisanya mempersepsikan dukungan keluarga yang masih sedang. Hasil data dukungan keluarga pasien diabetes melitus dengan dukungan sedang 9 responden . ,0%) dan dukungan baik 27 responden . ,5%). Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 46 - 51 Sebagian besar menunjukan tingkat ketaatan dalam pengobatan diabetes mellitus taat, dan sisanya tidak taat dalam pengobatan. Hasil data ketaatan minum obat pasien diabetes melitus pasien taat 32 responden . ,9%) dan pasien tidak taat 4 responden . ,1%). Ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan ketaatan minum obat pada pasien diabetes melitus di RSUD Waras Wiris. Hasil analisis bivariat dengan fisher exact test diperoleh nilai signifikansi . 0,002 < . Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan ketaatan minum obat pasien Diabetes Melitus di Poli Penyakit dalam di RSUD Waras Wiris tahun 2025. Daftar Pustaka / Referens Astuti. Sari. , & Pradana. Dukungan Keluarga Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Gereja St. Petrus Balung Jember. Jurnal Keperawatan, 13. , 1-8. Friedman. M M. Keperawatan Keluarga teori dan Praktik. Edisi 3. EGC: Penerbit buku Kedokteran. International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas . th ed. https://w. Marni. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas II Denpasar Barat. Skripsi. Fakultas Kesehatan Program Studi Sarjana Keperawatan. Institut Teknologi Dan Kesehatan Bali Denpasar. Niven. Psychology for Nursing (Edisi terjemaha. Jakarta: EGC. Nurasyifa. RU. , & Pratiwi. Relationship Between Knowledge To Self-Management of Type 2 Diabetes Mellitus Patients. Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo, 9. , 78-94. Yusransyah. Stiani. , & Sabilla. Hubungan Antara Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Mellitus Dan Support Yang Diberikan Keluarga. Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima,4. ,74Ae77. Https://Doi. Org/10. 60010/Jikd. V4i2. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536.