Jurnal Humaniora Vol. No. 435 - 444 http://jurnal. id/index. php/humaniora p-ISSN: 2684-9275 e-ISSN: 2548-9585 Apakah Beban Operasional Pendapatan Operasional. Capital Adequacy Ratio dan Non-Performing Loan Berhubungan Dengan Pertumbuhan Laba? Cut Delsie Hasrina1 . Sindi Ayuni2. Marah Sutan Rangkuti2 Dosen Program Studi Akuntansi Universitas Abulyatama. Aceh. Indonesia Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Abulyatama. Aceh. Indonesia hasrina@yahoo. https://doi. org/10. 30601/humaniora. Published by Universitas Abulyatama Abstract Artikel Info Submitted: 03-09-2024 Revised: 11-10-2024 Accepted: 19-10-2024 Online first : 19-10-2024 This study aims to determine the magnitude of the partial and simultaneous influence of operating expenses, operating income, capital adequacy ratio and non-performing loans on profit growth in banking sector companies listed on the Indonesia. The technique used as an analytical tool in this study is by using multiple linear regression analysis with the help of the SPSS version 23 program. The results of the study indicate that operating expenses, operating income, have an effect on profit growth in banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange with a 1 value of 0. 302 with the calculation result 1 O 0 or the calculated t value . is greater than the t-table value . Capital adequacy ratio has an effect on profit growth in banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange with a 2 value of 0. 206 with the calculation result of 2 O 0 or the calculated t value . is greater than the t table value . Non-performing loans have an effect on profit growth in banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange with a 3 value of 0. 211 with the calculation result of 3 O 0 or the calculated t value . is greater than the t table value . Operating expenses, operating income, capital adequacy ratio and non-performing loans simultaneously have an effect on profit growth in banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange with an F calculated value . greater than the F table value . Keywords: Operating Expenses Operating Income. Capital Adequacy Ratio and Non Performing Loans and Profit Growth Abstrak Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui besarnya pengaruh secara parsial dan secara simultan beban operasional pendapatan operasional, capital adequacy ratio dan nonperforming loan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik yang digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan analisa regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban operasional pendapatan operasional berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan nilai 1 sebesar 0,302 dengan hasil perhitungan 1 O 0 atau nilai thitung . lebih besar dari nilai ttabel . Capital adequacy ratio berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan nilai 2 sebesar 0,206 dengan hasil perhitungan 2 O 0 atau nilai thitung . lebih besar dari nilai ttabel . Nonperforming loan berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan nilai 3 sebesar 0,211 dengan hasil perhitungan 3 O 0 atau nilai thitung . lebih besar dari nilai ttabel . Beban operasional pendapatan operasional, capital adequacy ratio dan nonperforming loan secara simultan berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan nilai Fhitung . lebih besar dari nilai Ftabel . Kata kunci: Beban Operasional Pendapatan Operasional. Capital Adequancy Ratio Dan Non-Performing Loan Serta Pertumbuhan laba This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License. A Cut Delsie Hasrina. Sindi Ayuni. Marah Sutan Rangkuti PENDAHULUAN Perkembangan pasar modal dan keuangan yang kian meningkat dari masa ke masa tentu akan menyebabkan tingkat persaingan yang semakin ketat, terutama dalam upaya penyediaan maupun untuk memperoleh informasi perusahaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Salah satu sumber informasi penting dalam bisnis investasi di pasar modal adalah laporan keuangan yang disediakan setiap perusahaan yang Go Public. Bursa Efek dan lainnya. Indonesia (BEI)merupakan suatu lembaga independen yang berperan menyediakan segala hal yang berkaitan dengan jual beli dan kegiatan pasar modal. Pada BEI termuat perusahaan-perusahaan yang go public sebagai salah suatu upaya dalam meningkatkan modal Hal ini dikerenakan munculnya pesaing dalam dunia usaha, baik pesaing dalam negeri maupun luar negeri sehingga mengakibatkan setiap perusahaan berupaya terus meningkatkan nilai kinerja yang jauh lebih baik demi eksitensi dan kelangsungan hidup BEI merupakan pihak penyedia berbagai infrastruktur pasar modal mulai dari sistem pencatatan, sistem dan aturan perdagangan, serta memiliki kewenangan dalam Pencatatan dan perdagangan dimaksud adalah semua efek di pasar modal mulai dari saham, obligasi korporasi, obligasi negara dan lainnya (PT Bursa Efek Indonesia. Perusahaan berusaha untuk mencapai laba setinggi tingginya dengan memerhatikan kinerja keuangan yang baik. Dengan memperkirakan laba, peluang masa depan perusahaan dapat ditentukan, dan dividen masa depan dapat diprediksi. Laba dapat memberikan sinyal positif mengenai peluang harapan kinerja perusahaan ke depan, dan sinyal positif tentang kinerja perusahaan juga akan didapatkan melalui peningkatan pertumbuhan laba dari setiap tahunnya Pada tahun 2019 Indonesia mengalami sebuah peristiwa buruk yang melanda negara ini yaitu datangnya virus pandemic covid-19 (Tyas, 2. Selama periode pandemi, pertumbuhan laba perbankan Indonesia mengalami perlambatan, sehingga sangat penting untuk memahami berbagai elemen yang memengaruhi perkembangan laba guna meningkatkan kinerja perusahaan dan meningkatkan laba. Di tahun 2021 Indonesia mulai mengembalikan ekonomi secara perlahan. Dengan dibuatnya digitalisasi membuat semua orang menjadi lebih mudah dan lebih efisien dalam melakukan sesuatu. Dari berbagai macam perusahaan perbankan yang ada dan menunjukkan produknya masing masing. A Cut Delsie Hasrina. Sindi Ayuni. Marah Sutan Rangkuti tetapi investor dan nasabah tetap memilih perusahaan yang memiliki kinerja bagus (Anggraini et al. , 2. Pengukuran perbankan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melihat kinerja keuangan perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan perbankan dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kinerja bisa diketahui hanya jika individu atau kelompok individu tersebut mempunyai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. Kriteria keberhasilan ini berupa tujuan-tujuan dan target-target tertentu yang akan dicapai tanpa adanya tujuan atau target kinerja perusahaan tidak mungkin dapat diketahui karena tidak ada tolak ukur keberhasilan. Bank merupakan suatu lembaga kepercayaan masyarakat, sehingga menjadi suatu kewajiban bagi bank untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat tingkat kesehatan bank tersebut, yang dimana dapat ditempuh dengan memelihara tingkat aktivitas, guna memenuhi kewajibannya kepada pihak penghimpun dana untuk operasional bank berasal dari masyarakat luas dan juga dari pemegang saham (Dianitha et al. Berikut beberapa hasil penelitian yang disimpulkan oleh peneliti. Pertama mengenai pengaruh beban operasional pendapatan operasional terhadap pertumbuhan laba menyebutkan bahwa beban operasional pendapatan operasional berpengaruh positif secara parsial terhadap pertumbuhan laba dan secara simultan BOPO tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba, yang kedua mengenai pengaruh Capital Adequacy Ratio terhadap pertumbuhan lab (Istiyani et al. menyebutkan berpengaruh negative secara parsial terhadap pertumbuhan laba, namun secara simultan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba, yang ketiga Non Performing Loan Hasil penelitian (Istiyani, 2. menyatakan bahwa berpengaruh positif secara parsial terhadap pertumbuhan laba, serta penelitian (Kaunang and Untu, 2. berpengaruh secara simultan terhadap pertumbuhan laba. Namun berbeda dengan penelitian (Istiyani, 2021 dan Hella resmawati, 2. menyebutkan bahwa Non-Performing Loan berpengaruhterhadap pertumbuhan laba serta penelitian tidak berpengaruh secara parsial terhadap pertumbuhan laba. Hasil-hasil operasional, capital adequacy ratio dan non performing loan laporan keuangannya memang sudah ada, namun hasilnya masih belum konsisten sehingga memotivasikan peneliti untuk menguji kembali (Putri, 2. Dari ulasan-ulasan yang dijabarkan diatas, maka peneliti mengambil judul Pengaruh Beban Operasional Pendapatan Operasional. Capital Adequacy A Cut Delsie Hasrina. Sindi Ayuni. Marah Sutan Rangkuti Ratio dan Non Performing Loan Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Sektor Perbankan yang Terdaftar di BEI. KAJIAN PUSTAKA Rasio Keuangan Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menilai kinerja suatu perusahaan yaitu dengan cara menganalisis dan menghitung rasio-rasio keuangan perusahaan. Suatu rasio tidak memiliki arti tersendiri, melainkan harus diperbandingkan dengan rasio yang lain agar rasio tersebut menjadi lebih sempurna. Menurut (Rochmah et al. , 2. rasio keuangan adalah suatu kegiatan yang membandingkan angka-angka dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Indicator keuangan digunakan untuk menilai posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Hasil dari rasio keuangan ini menunjukkan kesehatan perusahaan yang bersangkutan (Atul et al. , 2. Kemudian, angka yang diperbandingkan dapat berupa angkaangka dalam satu periode maupun beberapa periode. Rasio keuangan memberikan wawasan yang mendalam tentang berbagai aspek kinerja keuangan perusahaan, termasuk tingkat profitabilitas, efisiensi operasional, struktur modal, dan kemampuan pembayaran hutang (Diah Sohnya Pratika et al. , 2. Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Beban Operasional pada Pendapatan Operasional (BOPO) adalah perbandingan diantara total dana operasi atas total pendapatan operasi (Riana Rachmawati1. Lilik Ambarwati2, 2. Rasio ini digunakan untuk membandingkan antara beban operasional dengan pendapatan operasional (Suryadi et al. , 2. BOPO merupakan rasio yang membandingkan Biaya Operasional dengan Pendapatan Operasional(Riana Rachmawati1. Lilik Ambarwati2, 2. Menurut Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 15/29/DKBU bahwa rasio ini merupakan rasio yang mengukur tentang perbandingan Beban Operasonal terhadap Pendapatan Operasional guna mengetahui tingkat efesiensi serta kemampuan bank tersebut dalam menjalankan kegiatan operasionalnuya dengan membagi antara Total Beban Operasional dan total Pendapatan Operasional yang dihitung per posisi. Kasir . Kinerja Keuangan Menurut (Prasetyo & Yusniawati, 2. Kinerja perusahaan umumnya diukur berdasarkan penghasilan bersih . atau sebagai dasar bagi ukuran yang lain seperti imbalan investasi . eturn on investmen. atau penghasilan per saham. Kinerja perusahaan merupakan suatu A Cut Delsie Hasrina. Sindi Ayuni. Marah Sutan Rangkuti gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alatalat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Hal ini sangat penting agar sumber daya digunakan secara optimal dalam menghadapi perubahan lingkungan. (Sari. METODE PENELITIAN Jenis data yang digunakan penelitian ini merupakan data kuantitatif yang berupa laporan keuangan tahunan dari Perbankan di Bursa Efek Indonesia yaitu dari tahun 2018-2022. Menurut (Herlina et al. , 2. metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan positivistic data konkrit, untuk menarik suatu kesimpulan tentang pokok bahasan yang diteliti, data penelitian berbentuk nilai numerik yang diperoleh melalui analisis hubungan antar variabel yang akan dievaluasi dengan menggunakan statistik sebagai alat uji perhitungan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hubungan Beban Operasional Pendapatan Operasional Terhadap Pertumbuhan Laba Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi untuk beban operasional pendapatan operasional adalah sebesar 0,302, yang berarti beban operasional pendapatan operasional mempengaruhi pertumbuhan laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018-2022. Hasil analisis menunjukkan nilai 1 sebesar 0,302 dengan hasil perhitungan 1 O 0 atau nilai thitung . lebih besar dari nilai ttabel . , dapat disimpulkan beban operasional pendapatan operasional secara parsial berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018-2022. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dari sebelumnya yaitu penelitian dari Istiyani et al. , . karena variabel yang diteliti yaitu beban operasional pendapatan operasional berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Beban operasional mencakup biaya-biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari. Ini termasuk gaji karyawan, biaya sewa, biaya utilitas, dan lain-lain. Jika beban operasional meningkat lebih cepat dari pendapatan operasional, laba bersih perusahaan dapat terpengaruh pada perusahaan tersebut. Perusahaan A Cut Delsie Hasrina. Sindi Ayuni. Marah Sutan Rangkuti perlu memperhatikan efisiensi operasionalnya. Hal ini mencakup strategi untuk mengendalikan beban operasional tanpa mengorbankan kualitas produk atau layanan, serta upaya untuk meningkatkan pendapatan operasional melalui inovasi, ekspansi pasar, atau strategi pemasaran. Dalam mengelola perusahaan, penting untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan dan beban operasional untuk mencapai pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Hubungan Capital Adequacy Ratio Terhadap Pertumbuhan Laba Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi untuk capital adequacy ratio adalah sebesar 0,206, yang berarti capital adequacy ratio mempengaruhi pertumbuhan laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018-2022. Hasil analisis menunjukkan nilai 2 sebesar 0,206 dengan hasil perhitungan 2 O 0 atau nilai thitung . lebih besar dari nilai ttabel . , dapat disimpulkan capital adequacy ratio secara parsial berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018-2022. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian dari sebelumnya yaitu penelitian dari Istiyani N et al. , . karena variabel yang diteliti capital adequacy ratio sama-sama berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah salah satu indikator kunci yang digunakan dalam industri perbankan untuk mengukur seberapa kuat modal suatu bank dalam menghadapi risiko-risiko yang mungkin timbul dari operasinya. Secara keseluruhan, sementara CAR yang tinggi dapat memberikan keamanan dan kepercayaan kepada stakeholders, bank juga perlu memperhatikan bagaimana mereka menggunakan modalnya secara efisien untuk mencapai pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Keseimbangan antara keamanan modal dan penciptaan nilai bagi pemegang saham sangat penting dalam strategi manajemen risiko dan pertumbuhan bisnis bank. Hubungan Nonperforming Loan Terhadap Pertumbuhan Laba Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi untuk nonperforming loan adalah sebesar 0,206, yang berarti non performing loan mempengaruhi pertumbuhan laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018-2022. Hasil analisis menunjukkan nilai 2 sebesar 0,211 dengan hasil perhitungan 3 O 0 atau nilai thitung . lebih besar dari nilai ttabel . , dapat disimpulkan nonperforming loan secara parsial berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018-2022. A Cut Delsie Hasrina. Sindi Ayuni. Marah Sutan Rangkuti Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian dari sebelumnya yaitu penelitian dari Geriadi & Astawa . karena variabel yang diteliti nonperforming loan sama-sama berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. NPL yang tinggi dapat merusak reputasi bank di mata nasabah, investor, dan masyarakat umum. Penurunan kepercayaan ini dapat mempengaruhi arus dana masuk dan keluar, serta dapat mempengaruhi kemampuan bank untuk menarik nasabah baru atau mempertahankan nasabah yang sudah ada. Jika NPL melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh regulator, bank dapat dikenakan sanksi atau kewajiban untuk melakukan peningkatan modal untuk menutupi risiko yang mungkin timbul. Pengelolaan NPL dengan efektif dan pencegahan kredit bermasalah merupakan langkah-langkah penting bagi bank untuk memastikan pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Strategi ini termasuk peningkatan pengawasan risiko kredit, pengembangan kebijakan penagihan yang kuat, dan pemantauan yang cermat terhadap portofolio kredit. Hubungan Beban Operasional Pendapatan Operasional. Capital Adequacy Ratio dan Nonperforming Loan Terhadap Pertumbuhan Laba Pengujian secara simultan dalam penelitian ini digunakan untuk menguji pengaruh variabel beban operasional pendapatan operasional, capital adequacy ratio, dan nonperforming loan bersama terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Fhitung . lebih besar dari nilai Ftabel . , yang berarti beban operasional pendapatan operasional, capital adequacy ratio, dan nonperforming loan secara simultan berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018-2022. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian dari sebelumnya yaitu penelitian dari Istiyani et al. , . dan Geriadi & Astawa . karena variabel yang diteliti sama-sama berpengaruh terhadap pertumbuhan laba yaitu beban operasional pendapatan operasional, capital adequacy ratio, dan nonperforming loan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian, pengolahan, dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa beberapa faktor berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pertama, beban operasional terhadap pendapatan operasional memiliki pengaruh signifikan dengan nilai 1 sebesar 0,302, di mana nilai thitung . lebih besar dari ttabel . Kedua, capital adequacy ratio juga berpengaruh terhadap A Cut Delsie Hasrina. Sindi Ayuni. Marah Sutan Rangkuti pertumbuhan laba dengan nilai 2 sebesar 0,206, di mana nilai thitung . lebih besar dari ttabel . Ketiga, non-performing loan memiliki pengaruh signifikan dengan nilai 3 sebesar 0,211, di mana nilai thitung . lebih besar dari ttabel . Selain itu, secara simultan, beban operasional terhadap pendapatan operasional, capital adequacy ratio, dan nonperforming loan bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, dengan nilai Fhitung . lebih besar dari Ftabel . SARAN Berdasarkan hasil penelitian, penulis memberikan beberapa saran untuk perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pertama, untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperpanjang periode pengamatan dan menambah jumlah sampel guna meningkatkan distribusi data yang lebih baik, serta mempertimbangkan penambahan variabel independen selain beban operasional pendapatan operasional, capital adequacy ratio, dan nonperforming loan. Kedua, perusahaan sebaiknya fokus pada peningkatan kualitas laba dan secara berkala mengembangkan serta mengimplementasikan strategi yang efektif untuk mencapai kinerja keuangan yang optimal. Ketiga, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi dan sebagai referensi bagi penulis untuk pengembangan penelitian di masa depan. Terakhir, peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti perusahaan di luar sektor perbankan untuk melihat apakah hasil penelitian ini konsisten di seluruh sektor yang terdaftar di BEI. DAFTAR PUSTAKA