Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 Korelasi Dukungan Sosial dan Dukungan Spiritual Dengan Self-Efficacy Mahasiswa dalam Mengerjakan Skripsi Hazar Isnani Ahmad1*. Anisa AAoin2 1*, 2Program Studi Sarjana Keperawatan. Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda Corresponding author* : hazarisnaniahmd@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan tingkat akhir menghadapi berbagai tantangan dalam proses penyelesaian tugas akhir yang berpotensi berdampak pada self-efficacy atau keyakinan diri individu dalam menyelasaikan skripsi. Beberapa faktor yang berkaitan dengan self-efficacy dalam menyelasaikan skripsi mahasiswa diantaranya adalah dukungan sosial dan dukungan spiritual. Tujuan: Menganalisis korelasi dukungan sosial dan dukungan spiritual dengan self-efficacy mahasiswa dalam mengerjakan skripsi di ITKes Wiyata Husada Samarinda. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cros-sectional. Penelitian melibatkan mahasiswa tingkat akhir keperawatan, dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner dukungan sosial. Daily Spiritual Experience Scale (DSES), dan kuesioner self-efficacy. Analisis data menggunakan uji Pearson Correlation dan Spearman Rank. Hasil: analisa data menjukkan nilai r antara dukungan sosial dengan self-efficacy adalah 0,413 dengan korelasi sedang, sedangkan nilai dukungan spiritual dengan self-efficacy sebesar 0,323 dengan korelasi lemah. Analisa data dari masing-masing pasangan variabel menunjukkan nilai p< 0,05 Kesimpulan: Semakin tinggi dukungan sosial dan dukungan spiritual, maka semakin tinggi tingkat self-efficacy mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. sehingga diharapkan institusi dapat mengoptimalkan sistem dukungan sosial dan kegiatan dukungan spiritual untuk meningkatkan selfefficacy mahasiswa selama menghadapi tantangan tugas akhir. Kata Kunci: Dukungan Sosial. Dukungan Spiritual. Self-Efficacy. Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir The Correlation Between Social Support And Spiritual Support With Students' Self-Efficacy In Completing Their Thesis ABSTRACT Background: Final-year nursing students encounter various challenges in completing their theses, which may affect their self-efficacy or confidence in successfully finishing this academic requirement. Several factors are associated with self-efficacy in thesis completion, including social support and spiritual support. Objective: This study aimed to analyze the correlation between social support and spiritual support with Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 students' self-efficacy in completing their thesis at ITKES Wiyata Husada Samarinda. Method: This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional The study population consisted of final-year nursing students, from which a sample of 80 respondents was selected using simple random sampling. Data were collected using a social support questionnaire, the Daily Spiritual Experience Scale (DSES), and a self-efficacy questionnaire. Data analysis was conducted using Pearson Correlation and Spearman Rank tests. Results: Data analysis revealed a correlation coefficient . 413 between social support and self-efficacy, indicating a moderate correlation, while the correlation coefficient between spiritual support and self-efficacy was 0. 323, indicating a weak correlation. Analysis of each variable pair yielded p-values < 0. 05, indicating statistically significant relationships. Conclusion: Higher levels of social and spiritual support are associated with higher levels of selfefficacy among students in completing their thesis. Therefore, it is recommended that the institution optimize social support systems and spiritual support activities to enhance student self-efficacy as they navigate the challenges of completing their final academic assignments. Keywords: Social Support. Spiritual Support. Self-Efficacy. Final-Year Nursing Students PENDAHULUAN Mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi diwajibkan menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi sebagai salah satu syarat memperoleh gelar akademik. Proses penyusunan skripsi sering kali menjadi tantangan bagi mahasiswa karena melibatkan berbagai tahapan seperti penentuan topik penelitian, pengumpulan data, analisis data, hingga penyusunan laporan ilmiah. Tantangan tersebut dapat menimbulkan tekanan akademik yang berpotensi memengaruhi keyakinan diri mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi atau yang dikenal dengan self-efficacy (Ganis et al. Self-efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan Bandura . Mahasiswa dengan self-efficacy tinggi cenderung memiliki motivasi yang lebih kuat, lebih gigih menghadapi kesulitan, serta mampu mengatasi hambatan akademik selama proses penyusunan skripsi. Sebaliknya, mahasiswa dengan self-efficacy rendah cenderung mengalami keraguan diri, stres akademik, serta menunda penyelesaian tugas akhir (Kalyana and Uyun 2. Beberapa faktor dapat memengaruhi self-efficacy mahasiswa, salah satunya adalah dukungan sosial. Dukungan sosial merupakan bentuk bantuan yang diterima individu dari lingkungan sekitarnya seperti keluarga, teman sebaya, dan dosen pembimbing yang dapat berupa dukungan emosional, informasi, maupun bantuan instrumental. Dukungan tersebut dapat membantu mahasiswa Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 menghadapi tekanan akademik, meningkatkan rasa percaya diri, serta mempermudah proses penyelesaian skripsi (Utami et al. Selain dukungan sosial, dukungan spiritual juga berperan penting dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan selama proses akademik. Dukungan spiritual berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan, keyakinan, serta hubungan individu dengan Tuhan yang dapat memberikan ketenangan batin, harapan, dan makna hidup dalam menghadapi kesulitan (Malau. Surbakti, and Murad 2. Melalui praktik spiritual seperti berdoa dan kegiatan keagamaan, mahasiswa dapat memperoleh kekuatan psikologis yang membantu meningkatkan ketahanan mental dan keyakinan diri dalam menyelesaikan tugas akademik. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dukungan sosial dan spiritual memiliki hubungan dengan self-efficacy mahasiswa. Penelitian Utami 2024 menunjukkan bahwa dukungan sosial berhubungan positif dengan selfefficacy mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik. Penelitian Susanti 2025 juga menemukan bahwa spiritualitas berperan dalam meningkatkan efikasi diri serta kesejahteraan psikologis mahasiswa. Studi pendahuluan yang dilakukan pada mahasiswa tingkat akhir Program Studi Sarjana Keperawatan ITKES Wiyata Husada Samarinda menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa memperoleh dukungan dari orang tua, teman, dan dosen pembimbing selama proses penyusunan skripsi, sementara sebagian lainnya lebih mengandalkan usaha mandiri. Selain itu, sebagian besar mahasiswa menyatakan bahwa kegiatan spiritual seperti berdoa dan mengikuti kegiatan keagamaan memberikan ketenangan dalam menghadapi proses penyusunan skripsi. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi dukungan sosial dan dukungan spiritual dengan self-efficacy mahasiswa dalam mengerjakan skripsi di ITKES Wiyata Husada Samarinda. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan rancangan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada mahasiswa tingkat akhir Program Studi Sarjana Keperawatan di ITKES Wiyata Husada Samarinda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang terdiri dari tiga bagian yaitu kuesioner dukungan sosial. Daily Spiritual Experience Scale (DSES) skala likert untuk mengukur dukungan spiritual, serta kuesioner self-efficacy untuk mengukur tingkat keyakinan diri mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang telah memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. analisis statistik. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi masing-masing variabel, sedangkan analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel menggunakan uji Pearson Correlation dan Spearman Rank. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan ITKES Wiyata Husada Samarinda dengan nomor surat 186/ITKES-WHS/KEPK/EC/2025. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Karakteristik Responden n=80 Karakteristik Jenis Kelamin Anak Ke Status Orang Tua Agama Tempat Tinggal Kegiatan Keagamaan Kategori Laki-laki Perempuan Lengkap Tidak Lengkap Islam Kristen Katolik Bersama Orang Tua Kos/kontrakan Asrama Sendiri Perumahan Internal Eksternal Tidak Mengikuti Kegiatan Frekuensi(%) 13. Berdasarkan karakteristik responden, mayoritas mahasiswa berjenis kelamin perempuan 67 orang . ,8%), merupakan anak pertama 34 orang . ,5%), memiliki orang tua lengkap 72 orang . ,0%), dan beragama Islam 52 orang . ,0%). Sebagian besar responden juga tinggal di kos atau kontrakan 42 orang . ,5%), serta tidak mengikuti kegiatan keagamaan 44 orang . ,0%). p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. Tabel 2. Distribusi Dukungan Sosial. Dukungan Spiritual, dan Self-Efficacy pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir . = . Variabel Dukungan Sosial Dukungan Spiritual Self-Efficacy Mean Median Modus Standar Deviasi Min-Max Hasil uji univariat menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki mean 77,65 dengan standar deviasi 4,984 . inAemaks 68Ae. , dukungan spiritual memiliki mean 74,11 dengan standar deviasi 5,580 . inAemaks 60Ae. , dan selfefficacy memiliki mean 69,05 dengan standar deviasi 5,750 . inAemaks 58Ae. Tabel 3. Analisis Variabel Dukungan Sosial dan Dukungan Spiritual dengan SelfEfficacy Mahasiswa yang Mengerjakan Skripsi n=80 Variabel Dukungan Sosial Self-Efficacy Dukungan Spiritual Self-Efficacy 0,413 P- Value 0,001 0,323 0,004 Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan positif yang signifikan dengan self-efficacy . = 0,413. p = 0,. , dengan kekuatan korelasi sedang. Selain itu, dukungan spiritual juga berhubungan positif dan signifikan dengan self-efficacy . = 0,323. p = 0,. , dengan kekuatan korelasi Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik dukungan sosial dan dukungan spiritual, maka semakin tinggi tingkat self-efficacy responden. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian terhadap 80 mahasiswa keperawatan tingkat akhir, mayoritas responden berada pada rentang usia 20Ae25 tahun dengan ratarata usia 21,61 tahun. Adapun jenis kelamin, sebagian besar responden adalah perempuan . ,8%), sedangkan laki-laki hanya 16,3%. Kondisi ini sejalan dengan karakteristik program studi keperawatan yang umumnya didominasi oleh Dilihat dari urutan kelahiran, mayoritas responden merupakan anak pertama . ,5%). Posisi tersebut sering dikaitkan dengan tanggung jawab yang lebih besar dalam keluarga sehingga dapat mendorong motivasi akademik yang lebih tinggi dan berdampak pada pembentukan self-efficacy. Sebagian besar responden juga memiliki status orang tua lengkap . ,0%). Dukungan keluarga yang utuh dapat memberikan rasa aman, motivasi, serta dukungan emosional yang membantu mahasiswa menghadapi berbagai tuntutan akademik selama proses penyusunan skripsi. Berdasarkan agama, responden didominasi oleh mahasiswa beragama Islam . ,0%), diikuti Kristen . ,5%) dan Katolik . ,5%). Nilai-nilai spiritual yang dimiliki responden berpotensi menjadi sumber kekuatan psikologis dalam menghadapi tekanan akademik. Ditinjau dari tempat tinggal, sebagian besar Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 mahasiswa tinggal di kos atau kontrakan . ,5%). Mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga cenderung lebih mengandalkan dukungan sosial dari teman sebaya maupun lingkungan kampus dalam menghadapi kesulitan akademik. Sementara itu, lebih dari separuh responden tidak mengikuti kegiatan keagamaan secara formal . ,0%). Meskipun demikian, rendahnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan tidak selalu mencerminkan rendahnya spiritualitas, karena praktik spiritual dapat dilakukan secara pribadi melalui ibadah atau aktivitas religius Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan self-efficacy mahasiswa keperawatan tingkat akhir dalam mengerjakan skripsi. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh nilai koefisien korelasi . sebesar 0,413 yang berada pada kategori korelasi sedang, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan self-efficacy mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima mahasiswa, maka semakin tinggi pula tingkat self-efficacy mahasiswa dalam mengerjakan skripsi. Dukungan sosial merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan suatu tugas. Dukungan sosial dapat berasal dari keluarga, teman sebaya, maupun dosen pembimbing yang memberikan bantuan emosional, informasi, maupun motivasi kepada mahasiswa. Mahasiswa tingkat akhir seringkali menghadapi berbagai tantangan selama proses penyusunan skripsi seperti tekanan akademik, keterbatasan waktu, kesulitan mencari referensi, serta proses revisi yang berulang. Dalam kondisi tersebut, keberadaan dukungan sosial dapat membantu mahasiswa mengurangi stres serta meningkatkan rasa percaya diri dalam menyelesaikan tugas akademiknya. Menurut Bandura 1997 dalam (Rahmi and Mardiawan n. ), self-efficacy adalah keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengorganisasi dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi self-efficacy adalah dukungan dari lingkungan Individu yang memperoleh dukungan dari lingkungan sekitarnya cenderung memiliki keyakinan yang lebih kuat terhadap kemampuannya dalam menghadapi berbagai tantangan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri . yang menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan yang signifikan dengan self-efficacy pada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas Penelitian tersebut menyatakan bahwa mahasiswa yang memperoleh dukungan dari keluarga dan teman sebaya cenderung memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menyelesaikan tugas akademik Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 dibandingkan dengan mahasiswa yang kurang mendapatkan dukungan sosial (C. and Putri 2. Selain dukungan sosial, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan spiritual dengan self-efficacy mahasiswa dalam mengerjakan skripsi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,323 yang berada pada kategori korelasi lemah, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan spiritual memiliki hubungan yang signifikan dengan self-efficacy mahasiswa, meskipun kekuatan hubungannya tidak sekuat dukungan sosial. Dukungan spiritual berkaitan dengan keyakinan individu terhadap nilai-nilai religius, hubungan dengan Tuhan, serta praktik keagamaan yang dapat memberikan ketenangan batin dan kekuatan dalam menghadapi kesulitan. Individu yang memiliki spiritualitas yang baik biasanya lebih mampu mengelola stres dan tekanan yang dihadapi karena memiliki keyakinan dan harapan yang kuat dalam menjalani kehidupan. Penelitian yang dilakukan oleh Stoltz 2000 dalam Ismail . menyatakan bahwa spiritualitas dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental dan psikologis individu, termasuk dalam meningkatkan kemampuan individu dalam menghadapi stres dan kesulitan hidup. Hal ini juga didukung oleh penelitian Setiowati . yang menemukan bahwa mahasiswa yang memiliki tingkat spiritualitas yang tinggi cenderung memiliki tingkat self-efficacy yang lebih baik dalam menghadapi tuntutan akademik (Setiowati. Hayati, and Yuanita 2. Namun demikian, nilai korelasi yang berada pada kategori lemah menunjukkan bahwa dukungan spiritual bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi self-efficacy mahasiswa. Faktor lain seperti pengalaman keberhasilan sebelumnya, kemampuan mengatasi stres akademik, motivasi belajar, serta dukungan dari lingkungan akademik juga dapat memengaruhi tingkat self-efficacy mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Menurut asumsi peneliti, dukungan sosial dan dukungan spiritual merupakan faktor yang dapat membantu meningkatkan self-efficacy mahasiswa dalam mengerjakan skripsi. Mahasiswa yang memperoleh dukungan dari lingkungan sosial serta memiliki keyakinan spiritual yang baik cenderung memiliki motivasi dan rasa percaya diri yang lebih tinggi dalam menyelesaikan tugas akhir. Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan untuk menciptakan lingkungan akademik yang mendukung melalui dukungan dari dosen pembimbing, teman sebaya, serta kegiatan yang dapat memperkuat nilai-nilai spiritual mahasiswa selama proses penyusunan skripsi. Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa keperawatan tingkat akhir di ITKes Wiyata Husada Samarinda memiliki dukungan sosial dan dukungan spiritual yang berada pada kategori tinggi, serta self-efficacy yang juga berada pada kategori tinggi. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan self-efficacy dengan kekuatan korelasi sedang, serta hubungan positif dan signifikan antara dukungan spiritual dengan self-efficacy dengan kekuatan korelasi lemah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial dan dukungan spiritual yang diterima mahasiswa, maka semakin tinggi pula tingkat self-efficacy. Namun demikian, self-efficacy tidak hanya dipengaruhi oleh kedua faktor tersebut, tetapi juga oleh faktor lain seperti pengalaman akademik, kemampuan koping, kondisi psikologis, serta partisipasi dalam kegiatan keagamaan. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan. Bagi institusi pendidikan, diharapkan dapat meningkatkan sistem dukungan sosial bagi mahasiswa tingkat akhir, seperti melalui bimbingan akademik yang lebih optimal, pendampingan dosen pembimbing, serta menciptakan lingkungan akademik yang mendukung proses penyusunan skripsi. Bagi mahasiswa, diharapkan dapat memanfaatkan dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan dosen pembimbing serta meningkatkan kegiatan spiritual untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri dalam menyelesaikan skripsi. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel lain yang dapat memengaruhi self-efficacy mahasiswa, seperti tingkat stres akademik, motivasi belajar, atau strategi coping sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi self-efficacy mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir. DAFTAR PUSTAKA