RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Implementation Android Architecture Component For Developing The Simling Application (Environment Management Syste. Doni Arafat1. Meriska Defriani2. Ismi Kaniawulan3 1,2,3 Teknik Informatika. Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana. Jalan Cikopak No 53. Purwakarta. Jawa Barat, 41151. Indonesia *Penulis koresponden, e-mail : doniarafat49@wastukancana. Abstract: Environmental management in Cluster Cahaya Mekar Wangi is still manual, utilizing WhatsApp and Excel for dues recording, financial reports, and security tracking, which often results in data errors and low transparency. This study developed SIMLING, an Android-based application, to digitalize and integrate these processes into a unified system. Built using the Waterfall model with Kotlin . Golang . , and MySQL in Docker . SIMLING offers real-time payment recording with receipt uploads, automated validations, transparent reports. QR-based security monitoring, and centralized notifications. The implementation shows SIMLING streamlines administrative tasks, improves transaction validation, and enhances security monitoring, while providing residents with easier payments and clear financial information. This supports smarter, more structured, and sustainable community management. Keywords: SIMLING. Waterfall. Kotlin. Golang. MySQL. Android. Environmental Management. Abstrak: Pengelolaan lingkungan di Cluster Cahaya Mekar Wangi masih manual, mengandalkan WhatsApp dan Excel, sehingga rawan kesalahan dan kurang transparan. Penelitian ini mengembangkan SIMLING (Sistem Manajemen Lingkunga. , aplikasi Android berbasis Waterfall dengan Kotlin. Golang, dan MySQL dalam Docker. Fitur utamanya meliputi pencatatan iuran real-time, validasi otomatis, laporan keuangan transparan, kontrol keamanan via QR code, serta notifikasi terpusat. Hasil implementasi menunjukkan SIMLING mempermudah admin dalam pengelolaan data dan pemantauan keamanan, serta memudahkan warga dalam pembayaran dan akses informasi. Sistem ini mendukung pengelolaan lingkungan modern menuju smart village. Kata kunci: SIMLING. Waterfall. Android Architecture Components. Kotlin. Golang. MySQL. Manajemen Lingkungan PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk dalam hal pengelolaan lingkungan pada komunitas perumahan. Transformasi digital tidak hanya mempercepat proses bisnis dan industri, tetapi juga mengubah cara masyarakat berinteraksi serta memecahkan masalah sehari-hari. Pemanfaatan teknologi yang tepat dapat membantu meminimalisasi kesalahan, meningkatkan efisiensi, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Salah satu implementasi teknologi yang semakin berkembang adalah aplikasi mobile. Aplikasi jenis ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern, digunakan untuk komunikasi, transaksi keuangan, transportasi, hingga pengelolaan Dengan tingkat aksesibilitas yang tinggi serta antarmuka yang mudah digunakan, aplikasi mobile memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengelola berbagai informasi secara praktis. Dalam konteks pengelolaan lingkungan komunitas perumahan, aplikasi mobile dapat dimanfaatkan untuk mencatat data warga, mengelola kas, hingga memfasilitasi komunikasi Hal ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan efektivitas pengelolaan lingkungan. Idealnya, sistem manajemen lingkungan (SML) dirancang agar dapat memantau dan mengantisipasi dampak aktivitas komunitas secara real-time, sehingga keputusan dapat diambil lebih cepat dan partisipasi warga dalam menjaga lingkungan dapat ditingkatkan. Namun kenyataannya, masih banyak lingkungan perumahan yang mengandalkan proses manual dalam pengelolaan administrasi. Salah satunya adalah Perumahan Cluster Cahaya Mekar Wangi di Purwakarta, di mana pencatatan pembayaran iuran dan laporan aktivitas satuan keamanan masih dilakukan secara manual. Informasi tagihan disampaikan melalui grup WhatsApp, sedangkan laporan keuangan direkap menggunakan file Excel. Cara ini berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, menyulitkan proses konsolidasi data, serta kurang efisien untuk kebutuhan analisis lebih lanjut. Sebagai solusi, diperlukan aplikasi mobile berbasis Android yang mampu mengotomatiskan proses manajemen lingkungan. Aplikasi ini dirancang dengan fitur utama seperti sistem kontrol satuan keamanan, pembayaran iuran digital, pencatatan transaksi otomatis, notifikasi pengingat, serta penyampaian informasi komunitas. Dengan pendekatan ini, administrasi lingkungan diharapkan menjadi lebih transparan, akurat, dan mudah diakses oleh seluruh warga maupun pengurus. Penelitian ini mengadopsi metode pengembangan perangkat lunak Waterfall yang terstruktur mulai dari analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, hingga Bahasa pemrograman Kotlin dipilih untuk pengembangan aplikasi Android dengan dukungan Android Architecture Components guna meningkatkan modularitas dan kemudahan pemeliharaan. Pada sisi backend digunakan Golang dengan database MySQL, sementara keseluruhan layanan dijalankan dalam Docker untuk mempermudah proses Penelitian ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi praktis bagi pengelolaan lingkungan di Cluster Cahaya Mekar Wangi, tetapi juga menjadi referensi bagi penerapan konsep smart village di lokasi lain RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. KAJIAN PUSTAKA Kajian literatur ini memaparkan hasil telaah dari berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan penelitian mengenai pembangunan aplikasi SIMLING berbasis Android dengan penerapan Android Architecture Component. Menurut (Praditya Nimas Saputri, 2. , implementasi merupakan proses penerapan gagasan dan strategi ke dalam sistem birokrasi untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai rencana guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan pencapaian tujuan. Hal ini mendasari pentingnya implementasi aplikasi SIMLING agar sistem pengelolaan lingkungan di perumahan dapat berjalan Android sebagai sistem operasi mobile berbasis Linux yang bersifat terbuka (Gunawan et al. , 2. menyediakan platform yang fleksibel bagi pengembang untuk menciptakan aplikasi inovatif, termasuk aplikasi pengelolaan lingkungan. Sejalan dengan itu. Android Architecture Component menurut Octa et al. menawarkan seperangkat library yang memudahkan pengembangan aplikasi Android yang stabil, mudah diuji, dan Komponen seperti ViewModel. LiveData. Repository, dan Room memastikan data dikelola dengan baik, terpisah dari tampilan antarmuka, sehingga meminimalisasi kesalahan saat terjadi perubahan konfigurasi. Penelitian terdahulu yang relevan dengan topik ini antara lain dilakukan oleh Ilham Iyadillah1. yang mengembangkan aplikasi pelayanan administrasi masyarakat dengan metode Waterfall, menunjukkan bagaimana tahapan menghasilkan aplikasi yang sesuai kebutuhan warga. Mardi Yudhi Putra. membangun sistem informasi iuran berbasis website, yang juga menggunakan model Waterfall untuk memudahkan monitoring iuran warga, meskipun belum berbasis mobile. Sementara itu, penelitian oleh Rizal Fathur et al. melakukan pelatihan penggunaan aplikasi mobile iuran warga berbasis Android, namun belum mencakup manajemen lingkungan secara menyeluruh maupun kontrol satuan keamanan. Dalam penelitian ini, pembangunan aplikasi SIMLING memanfaatkan pendekatan Android Architecture Component untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak yang dikembangkan, memudahkan pemeliharaan, serta memastikan skalabilitas aplikasi. Menurut Firdaus Anhar & Tri Anggraeny . , penerapan pola arsitektur seperti Repository Pattern membantu memisahkan lapisan data sehingga kode menjadi lebih modular dan mudah diuji. Selain itu, penggunaan metode pengembangan Waterfall yang dikemukakan Pressman . alam Setiawan Pratama & Amalia, 2. memberikan tahapan terstruktur dari komunikasi kebutuhan hingga implementasi dan pemeliharaan sistem. RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Adapun penelitian terdahulu lainnya yang mendukung urgensi topik ini adalah penelitian Muhammad Ridwan et al. yang merancang sistem manajemen iuran menggunakan framework CodeIgniter pada web. Yuyun Yuningsih et al. yang menggunakan Bootstrap pada website untuk desain pembayaran iuran warga, serta Ari Hidayatullah & Yustian Adhi Putra . yang merancang sistem keamanan perumahan menggunakan face recognition berbasis Android. Namun penelitian-penelitian tersebut umumnya hanya fokus pada salah satu aspek, misalnya iuran atau keamanan saja, tidak terintegrasi seperti aplikasi SIMLING yang dikembangkan dalam penelitian ini. Dengan demikian, landasan teori serta penelitian terdahulu menjadi pijakan penting dalam merancang aplikasi SIMLING, yang bertujuan untuk membantu manajemen lingkungan perumahan mulai dari pengelolaan iuran, pencatatan data warga, hingga kontrol satuan keamanan secara terintegrasi dalam satu sistem mobile. METODE PENELITIAN Penelitian ini berfokus pada penerapan Android Architecture Components dalam membangun aplikasi SIMLING (Sistem Manajemen Lingkunga. yang diujicobakan pada Perumahan Cluster Cahaya Mekarwangi. Purwakarta. Lokasi ini dipilih agar data yang dikumpulkan relevan dan sesuai kondisi lapangan. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih untuk menggambarkan secara rinci situasi aktual pengelolaan lingkungan dan keuangan, termasuk tantangan seperti pencatatan manual dan rendahnya transparansi iuran. Dengan demikian, penelitian ini dapat memetakan masalah sekaligus menjadi dasar dalam merancang solusi aplikasi SIMLING yang tepat. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan pengurus lingkungan setempat, serta data sekunder yang dikumpulkan dari literatur, buku, jurnal, dan penelitian terdahulu terkait manajemen lingkungan, smart village, dan pengembangan aplikasi mobile. Data dikumpulkan melalui tiga cara utama: observasi untuk mencatat kondisi aktual, wawancara dengan pengurus seperti Ketua Koordinator dan Bendahara, serta studi pustaka guna memperkuat dasar teori dan kerangka kerja penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi perangkat keras seperti laptop dan smartphone Android, serta perangkat lunak berupa Android Studio. Kotlin. Figma, dan QRZen untuk mendukung proses pengembangan. Penelitian ini mengadopsi model Waterfall dengan tahapan komunikasi, perencanaan, perancangan, pembangunan, hingga implementasi. Setiap tahap dijalankan RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. secara sistematis untuk memastikan aplikasi yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan warga dan pengurus lingkungan, sekaligus mendukung konsep smart village. Gambar 1. Kerangka Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Communication Tahap awal ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan sistem, bertujuan menggali masalah nyata di lapangan sekaligus merumuskan solusi yang relevan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pengurus dan warga, serta telaah dokumen. Identifikasi Masalah Ditemukan sejumlah kendala dalam pengelolaan lingkungan di Cluster Cahaya Mekarwangi. Pembayaran iuran masih manual, dikirim via WhatsApp dan dicatat di Excel, rawan salah input, sulit diverifikasi real-time, dan memperlambat pembuatan laporan. Komunikasi tak terpusat membuat informasi tercecer, sementara aktivitas satuan keamanan tidak terdokumentasi dengan baik sehingga monitoring menjadi lemah. Solusi Sebagai respon, dirancang aplikasi SIMLING yang memfasilitasi: pencatatan transaksi real-time dalam database terstruktur, unggah bukti pembayaran langsung oleh warga, rekap kas otomatis, riwayat pembayaran yang dapat diakses, laporan keamanan RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. terdokumentasi, serta notifikasi terintegrasi. Dengan demikian, proses menjadi lebih efisien, transparan, dan terdokumentasi. Planning Pada tahap perencanaan, kebutuhan pengguna diterjemahkan ke strategi pengembangan yang terukur. Disusun estimasi waktu dan sumber daya berdasarkan kompleksitas fitur seperti manajemen data warga, kas, iuran, dan laporan PDF. Hal ini memastikan proyek berjalan efektif, tepat waktu, serta memanfaatkan alat pengembangan seperti Android Studio. Kotlin, dan MySQL secara optimal. Modelling Pada tahap pemodelan ini, sistem dirancang dengan pendekatan UML untuk menggambarkan struktur serta alur proses secara komprehensif. Analisis Analisis dilakukan untuk menggali kebutuhan dan harapan pengguna, serta mengidentifikasi kendala dalam sistem eksisting yang masih manual. Analisis Pengguna Pengguna SIMLING terdiri dari admin, warga, dan petugas keamanan. Admin bertanggung jawab mengelola data warga, memverifikasi pembayaran, mencatat pengeluaran, dan memantau aktivitas security. Warga menggunakan aplikasi untuk membayar iuran, memeriksa riwayat kas, dan melihat laporan keamanan. Petugas keamanan melakukan absensi serta patroli melalui scan QR code pada titik kontrol. Analisis Kebutuhan Kebutuhan Informasi: mencakup data identitas, histori pembayaran, laporan kas, dan aktivitas keamanan, disesuaikan peran pengguna. Kebutuhan Aplikasi: Fungsional: login sesuai peran, input & validasi transaksi, unggah bukti pembayaran, pencatatan aktivitas security, hingga penyusunan laporan otomatis. Non-fungsional: aplikasi dapat diakses di berbagai perangkat Android, mudah HTTP/HTTPS. Analisis Sistem Sistem eksisting masih bersifat manual: pembayaran dilakukan melalui transfer atau tunai, bukti dikirim lewat WhatsApp, lalu admin mencatat di Excel, menyusun laporan, dan mengedarkan ulang via WhatsApp. Alur ini rentan kesalahan, memakan waktu, serta tidak menyediakan transparansi histori secara mandiri bagi warga. RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Dengan analisis ini, dirumuskan kebutuhan sistem terintegrasi yang mampu mengotomatiskan alur pencatatan iuran, absensi security, hingga distribusi laporan dalam satu platform berbasis Android. Flow Map sistem Berjalan Berdasarkan telaah terhadap flow map sistem berjalan yang ada saat ini, terlihat bahwa proses pengelolaan iuran masih bersifat manual tanpa dukungan sistem terpusat dan tidak adanya pengawasan satuan keamanan. Pencatatan yang mengandalkan Excel dan komunikasi melalui Whatsup menyebakan rendahnya efisiensi dan sering memicu ketidaktepatan data. Secara umum, alur kerja saat ini dapat diringkas sebagai berikut Warga melakukan pembayaran iuran melalui transfer dan langsung Warga mengupload struk di WhatsUp Admin mendata warga yang sudah melakukan pembayaran iuran melalui Excel Admin menginput data pembayaran Admin membuat laporan Admin membagikan laporan kas dari excel ke WhatsUp Admin mencetak laporan Flow Map Sistem Usulan Flow map pada sistem usulan SIMLING menggambarkan alur proses dan perpindahan data antar pengguna serta komponen aplikasi. Pemodelan ini bertujuan memberi gambaran komprehensif tentang bagaimana mekanisme kerja sistem sebelum tahap implementasi. Adapun tahapan utama dalam alur proses sistem usulan adalah sebagai berikut: Admin melakukan login dan mendapatkan hak akses sistem. Admin mengelola data pengguna, termasuk menambahkan akun warga dan security. Sistem otomatis memberikan hak akses sesuai peran . arga / securit. Warga login ke aplikasi dan menginput data pembayaran kas. Admin memvalidasi pembayaran kas yang telah diinput warga. Admin mencatat serta mengelola data pengeluaran lingkungan, yang kemudian disimpan di sistem. Warga dapat melihat riwayat pengeluaran secara langsung melalui aplikasi. Petugas security login untuk mengakses sistem. Security melakukan scan QR code guna mencatat absensi dan aktivitas kontrol Admin dan warga dapat memantau laporan absensi serta aktivitas patroli yang dilakukan oleh security. RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Use Case Diagram Use Case Diagram pada aplikasi SIMLING memperlihatkan bagaimana admin, warga, dan petugas keamanan berinteraksi dengan sistem. Admin mengelola data warga, memverifikasi kas, serta mencatat pengeluaran. Warga melakukan pembayaran kas dan memantau laporan. Sementara petugas keamanan mencatat absensi dan patroli melalui scan QR code. Diagram ini membantu memetakan hak akses serta fungsi utama tiap aktor dalam Gambar 2. Usecase Diagram Gambar 3. Activity Diagram RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Gambar 4. Sequence Diagram Gambar 5. Class Diagram RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Gambar 6. Perancangan Tampilan Halaman Utama Admin,warga dan security Construction Tahap Construction merupakan proses mengubah rancangan menjadi kode program atau implementasi sistem. Pada tahap ini, pengembangan dilakukan menggunakan bahasa Kotlin. MySQL, dan Golang untuk merealisasikan desain yang telah disusun. Berikut dokumentasi hasil implementasi yang telah dilakukan. Gambar 7. Implementasi Tampilan Halaman Utama Admin,Warga dan Security Feedback Pengguna Setelah Implementasi Setelah aplikasi SIMLING diterapkan pada lingkungan Perumahan Cluster Cahaya Mekarwangi (CMW), dilakukan wawancara singkat kepada 10 pengguna awal yang terdiri dari 3 pengurus lingkungan, 2 petugas keamanan, dan 5 warga. Berikut beberapa tanggapan mereka: Pengurus lingkungan merasa lebih mudah dalam memantau uang kas, terutama rekap bulanan yang langsung tersaji otomatis. RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Petugas keamanan menyampaikan absensi dan laporan patroli menjadi lebih tertib karena terekam langsung di sistem secara real-time serta penggunaan mudah yaitu masuk ke istem dan langsung lakukan scan barcode absen dan patroli. Warga menyatakan lebih nyaman karena dapat mengakses informasi kas lingkungan melalui ponsel tanpa harus menunggu share laporan via Whatsup Secara umum, pengguna mengaku aplikasi ini membantu transparansi dan efisiensi pengelolaan lingkungan. Implementasi efisiensi Untuk memperkuat validasi keberhasilan aplikasi, dilakukan pengukuran waktu proses sebelum dan sesudah implementasi pada dua aktivitas utama: Aktivitas Sebelum SIMLING (Meni. Sesudah SIMLING (Meni. Pencataan iuran kas A 45 A 10 Rekap bulanan A 30 A 10 Laporan pengeluaran A 25 A 10 Rekap absen security A 45 A 10 Total waktu Dari tabel diatas terlihat adanya penurunan waktu pengerjaan hingga 72% lebih efisien setelah aplikasi diterapkan. Ini bukti aplikasi SIMLING mampu meningkatkan produktivitas dan mempermudah pengurus dalam mengelola data warga, uang kas dan absensi security. Analisis Swot Berikut analisis SWOT untuk mendukung aspek keberlanjutan aplikasi Aspek Strength Penjelasan Mempermudah manajemen kas & keamanan, antarmuka sederhana berbasis android sehingga mudah diakses Weakness Membutuhkan pelatihan awal bagi pengguna awam Opportunity Bisa dikembangkan pembayaran online warga Threats Risiko kehilangan data jika tidak di backup Testing Pengujian merupakan tahap penting untuk memastikan kualitas dan mendeteksi kesalahan pada sistem. Proses ini dilakukan agar perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi, desain, dan kode yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini digunakan metode black box testing yang memeriksa fungsi serta antarmuka tanpa melihat struktur internal. Hasil pengujian disajikan pada tabel berikut. RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Fungsi Diuji Halaman Login Hasil yang Hasil Pengujian Aktor admin, warga dan security Memasukan No HP dan pasword lalu klik Login Icon Aktor admin. Data List warga dan security Warga mengklik icon Icon Aktor admin. Security warga dan security mengklik icon Security Icon Edit Aktor / admin Warga mengklik icon edit data warga Icon Hapus Aktor / Admin Data Warga mengklik icon hapus data warga Semua validasi berjalan sesuai Sesuai harapan Sukses Sistem halaman data list Sistem halaman absen Sistem form edit warga Sistem menampilkan pop up hapus warga Sukses Icon Tambah Warga Icon Aktor / admin Pembayaran mengklik icon Kas pembayaran kas Icon Aktor / admin dan Pengeluaran warga mengklik icon pengeluaran Icon Aktor / admin klik Tambah tanda plus di Pengeluaran halaman daftar Sistem halaman tambah Sistem halaman validasi Sistem halaman daftar Sistem halaman tambah Sistem berhasil halaman data list Sistem berhasil halaman absen Sistem berhasil form edit warga Sistem berhasil pop up hapus Sistem berhasil halaman tambah Sistem berhasil Sistem berhasil halaman daftar Sistem berhasil Skenario Pengujian Aktor / admin mengklik icon tanbah warga Kesimpulan Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Deployment Tahap deployment adalah proses mendistribusikan aplikasi SIMLING kepada pengguna setelah pengembangan selesai. Aplikasi dibagikan dalam bentuk file instalasi disertai panduan dan pendampingan awal. Sosialisasi juga dilakukan melalui pertemuan warga untuk menjelaskan tujuan serta cara penggunaan aplikasi, sehingga proses adopsi berjalan lebih efektif. RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Gambar 8. Dokumentasi Sosialisasi Aplikasi Simling KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa administrasi lingkungan di Cluster Cahaya Mekarwangi masih manual, bergantung pada WhatsApp dan Excel, sehingga rentan kesalahan, lambat, serta kurang terdokumentasi, khususnya pada kegiatan satuan keamanan. Untuk itu dikembangkan aplikasi SIMLING berbasis Android yang memanfaatkan Android Architecture Components, guna mencatat transaksi kas secara real-time, memvalidasi keuangan, dan merekam aktivitas keamanan melalui barcode. Sistem ini diharapkan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keterlibatan warga. Ke depan, disarankan penambahan notifikasi otomatis, integrasi pembayaran digital seperti QRIS, dashboard admin, riwayat aktivitas, serta fitur keamanan data dengan enkripsi dan pencadangan berkala. DAFTAR PUSTAKA