JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 8 Nomor 1. Januari 2025 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDIDIKAN BERBASIS PROGRAM EKONOMI KOPERASI Irawan Syarifuddin Daher1. Afra Shafa Ramadlani2* Pendidikan Masyarakat. Universitas Singaperbangsa Karawang. Jawa Barat. Indonesia syarifuddin@fkip. id, 2 afra. shafa@fkip. Received: April, 2025. Accepted: Mei, 2025 Abstract Community empowerment through cooperative-based economic education programs is a strategic approach to enhancing economic self-reliance and social welfare. Kasongan Tourism Village in Bantul. Yogyakarta, as a center of the pottery industry, faced several challenges in its early development, including limited capital, low product innovation, and restricted market access. The Kasongan Usaha Bersama Cooperative serves as an institution that accommodates local artisans and plays a strategic role in addressing community challenges, particularly in economic aspects. The cooperative contributes by organizing entrepreneurship training, facilitating access to capital, and providing business management assistance to improve the communityAos capacity and self-sufficiency. This study employs a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation techniques. The research subjects include cooperative managers, members, and artisans. The findings reveal that the cooperative functions as an economic educational institution that enhances membersAo skills and welfare. However, obstacles remain, such as limited raw materials, traditional production tools, and suboptimal marketing Strengthening the cooperative through production modernization and digital marketing is essential to enhance its competitiveness. These findings suggest that cooperatives can serve as a strategic alternative for strengthening community-based local economies. Keywords: community empowerment, economic education, cooperative, creative industry Abstrak Pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan berbasis program ekonomi koperasi merupakan strategi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat. Desa Wisata Kasongan. Bantul. Yogyakarta, sebagai sentra industri gerabah pada awal berdirinya menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal, inovasi produk rendah, dan akses pasar terbatas. Koperasi Kasongan Usaha Bersama berfungsi sebagai lembaga yang mewadahi para pengrajin dengan peran strategis dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam aspek ekonomi. Koperasi ini berkontribusi melalui penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan, fasilitasi akses permodalan, serta pendampingan dalam manajemen usaha guna meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengelola koperasi, anggota koperasi dan para pengerajin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi berperan sebagai lembaga pendidikan ekonomi yang meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan anggota. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan bahan baku, alat produksi tradisional, serta strategi pemasaran yang kurang optimal. Penguatan koperasi melalui modernisasi produksi dan pemasaran digital diperlukan agar koperasi lebih berdaya saing. Hasil ini menunjukkan bahwa koperasi dapat menjadi alternatif strategis dalam penguatan ekonomi lokal berbasis masyarakat. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat, pendidikan ekonomi, koperasi, industri kreatif How to Cite: Daher. & Ramdlani. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Berbasis Program Ekonomi Koperasi. Comm-Edu (Community Education Journa. , 8 . , 294-301 Volume 8. No. Mei 2025 pp 294-301 PENDAHULUAN Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi, terutama di wilayah dengan potensi sumber daya yang tinggi. Salah satu sektor yang memiliki potensi besar dalam pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat adalah pariwisata. Yogyakarta, sebagai destinasi wisata utama di Indonesia, memiliki beragam aset budaya dan ekonomi kreatif yang dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal (Fandeli, 2. Namun, keberlanjutan pengelolaan potensi ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya yang ada secara mandiri dan berkelanjutan. Kurangnya profesionalisme dalam manajemen koperasi, yang seringkali menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan koperasi itu sendiri (Munkner, 2. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan. bagaimana peran koperasi dalam memberdayakan masyarakat melalui pendidikan berbasis program ekonomi di sektor industri gerabah Desa Wisata Kasongan? Desa Wisata Kasongan di Kabupaten Bantul. Yogyakarta, merupakan salah satu contoh nyata pemberdayaan masyarakat dalam sektor ekonomi berbasis komunitas. Dikenal dengan industri kerajinan gerabahnya, desa ini memiliki potensi ekonomi yang besar dan telah menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat setempat. Namun, keberlanjutan usaha kerajinan ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan modal usaha, rendahnya inovasi produk, serta akses pasar yang belum optimal (Mardikanto & Soebiato, 2. Hambatan ini semakin diperparah oleh gempa bumi tahun 2006, yang memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi dan sosial desa. Sebagai pusat industri gerabah yang bergantung pada stabilitas produksi dan pemasaran, bencana ini mengakibatkan rusaknya infrastruktur produksi, hilangnya alat dan bahan baku, serta menurunnya daya beli masyarakat akibat krisis ekonomi yang meluas. Data BPS DIY . menunjukkan bahwa jumlah pengrajin aktif menurun hingga 40% pascagempa, sementara omset penjualan mengalami penurunan rata-rata sebesar 60% dalam dua tahun pertama setelah bencana. Sektor pariwisata, yang menjadi salah satu pilar utama ekonomi desa, juga mengalami dampak besar, dengan penurunan jumlah wisatawan lebih dari 50% pada tahun pertama pascagempa. Kondisi ini mencerminkan bahwa bencana tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga menciptakan ketidakstabilan sosial dan ekonomi yang berkepanjangan, menuntut adanya strategi pemulihan dan pemberdayaan yang berkelanjutan bagi masyarakat Kasongan. Untuk membangkitkan kembali perekonomian desa wisata setelah bencana, berbagai pemangku kepentingan turut serta dalam upaya pemulihan. Pemerintah melalui program rehabilitasi pascagempa memberikan bantuan berupa perbaikan infrastruktur serta dukungan modal usaha bagi UMKM terdampak. Di sisi lain. LSM seperti Relief International berperan aktif dalam mendorong pemberdayaan berbasis komunitas dengan membentuk koperasi sebagai wadah ekonomi kolektif bagi para pengrajin. Program akademik dari universitas setempat juga terlibat dalam pendampingan dan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kapasitas manajerial dan pemasaran produk. Strategi pemulihan ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada penguatan sosial dan kelembagaan agar masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengelola potensi lokal mereka. Dengan adanya sinergi antaraktor, kebangkitan Desa Wisata Kasongan menjadi bukti bahwa kolaborasi multipihak berperan penting dalam membangun kembali desa wisata pascabencana. Sebagai respons terhadap tantangan pascagempa, masyarakat Desa Wisata Kasongan mulai melakukan adaptasi dalam model bisnis mereka agar lebih relevan dengan perubahan pasar. Jika sebelumnya mereka bergantung pada penjualan langsung di galeri-gerai lokal, kini para pengrajin mulai memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk mereka. 296 Daher & Ramdlani. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Berbasis Program Ekonomi Koperasi commerce, media sosial, dan kerja sama dengan marketplace nasional menjadi strategi utama dalam memperluas jangkauan pasar gerabah Kasongan ke tingkat yang lebih luas. Selain itu, diversifikasi produk juga menjadi langkah inovatif yang dilakukan, di mana masyarakat tidak hanya memproduksi gerabah tradisional, tetapi juga mengembangkan produk berbasis desain modern dan souvenir khas yang sesuai dengan tren pasar. Beberapa pengrajin bahkan berinovasi dengan konsep wisata edukasi, di mana wisatawan dapat ikut serta dalam proses pembuatan gerabah sebagai bagian dari pengalaman wisata yang lebih interaktif. Inovasiinovasi ini menunjukkan bagaimana masyarakat mampu beradaptasi dengan perubahan dan menjadikan desa wisata lebih kompetitif di era digital. Meskipun telah terjadi berbagai perubahan positif dalam proses kebangkitan desa wisata, masih terdapat berbagai tantangan yang menghambat pemulihan secara menyeluruh. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan akses modal bagi para pengrajin, di mana masih banyak usaha kecil yang mengalami kesulitan mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan bisnis Selain itu, kesenjangan keterampilan dalam pemanfaatan teknologi digital juga menjadi hambatan, terutama bagi generasi yang lebih tua yang belum terbiasa dengan model pemasaran daring. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dalam koperasi masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan dan kurangnya profesionalisme dalam manajemen koperasi. Faktor-faktor ini menuntut adanya intervensi berkelanjutan dalam bentuk peningkatan kapasitas SDM, pelatihan teknologi, serta penguatan kelembagaan agar kebangkitan desa wisata dapat berlangsung secara lebih Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, upaya pemberdayaan berbasis koperasi menjadi strategi yang diimplementasikan di Desa Wisata Kasongan. Koperasi Kasongan Usaha Bersama, yang lahir dari inisiatif LSM Relief International, menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara kolektif, mengakses modal, dan meningkatkan keterampilan manajerial. Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat dalam mengelola usaha secara lebih profesional dan berorientasi pada kemandirian (Usman, 2. Pendidikan dalam program pemberdayaan berbasis koperasi memiliki peran krusial dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam berwirausaha. Untuk mewujudkan koperasi yang mandiri, diperlukan beberapa strategi utama, seperti penguatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi teknologi digital dalam operasional koperasi, serta peningkatan akses terhadap sumber daya finansial (Wibowo, dkk, 2. Dalam hal ini, koperasi berfungsi sebagai lembaga pembelajaran ekonomi yang berkontribusi dalam meningkatkan daya saing masyarakat, khususnya di sektor pariwisata dan industri kreatif. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendidikan berbasis program ekonomi koperasi dapat menjadi strategi efektif dalam memberdayakan Kajian ini juga akan mengeksplorasi sejauh mana koperasi dapat meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan anggotanya serta kontribusinya dalam penguatan ekonomi lokal di Desa Wisata Kasongan dengan judul Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Berbasis Program Ekonomi Koperasi. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Koperasi Kasongan Usaha Volume 8. No. Mei 2025 pp 294-301 Bersama di Desa Wisata Kasongan. Bantul. Yogyakarta (Moleong, 2. Penelitian dilakukan di Koperasi Kasongan Usaha Bersama dengan pertimbangan bahwa koperasi ini berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam sektor industri gerabah. Subjek penelitian terdiri dari pembina, pengurus, dan anggota koperasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan pertimbangan bahwa mereka memiliki pengetahuan mendalam mengenai pemberdayaan masyarakat (Sugiyono, 2. Usia Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Table 1. Subjek Penelitian Peran dalam Lama Keterangan Koperasi Bergabung Ketua Koperasi 12 tahun Bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan Anggota aktif 9 tahun Terlibat dalam produksi dan pelatihan anggota Pengawas 14 tahun Pembina sejak awal berdirinya koperasi Anggota 5 tahun Fokus dan pemasaran online Mitra eksternal Memberikan (DISPERINDAGKOP) dan bantuan permodalan Teknik pengumpulan data meliputi: . observasi, untuk mengamati langsung pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, . wawancara, dilakukan dengan pengurus dan anggota koperasi untuk menggali informasi tentang program pemberdayaan, . dokumentasi, mencakup analisis dokumen koperasi dan foto kegiatan untuk memperkuat data yang diperoleh. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahap utama: . reduksi data, memilih dan merangkum data yang relevan, . penyajian data, dalam bentuk naratif untuk memahami hubungan antarvariabel, . penarikan kesimpulan, dengan membandingkan dan memverifikasi data dari berbagai sumber (Sugiyono, 2. Untuk menjamin kredibilitas data, keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, yaitu membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai narasumber, termasuk pembina, pengurus, dan anggota koperasi (Moleong, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Koperasi Kasongan Usaha Bersama didirikan setelah gempa bumi tahun 2006 yang menghancurkan sektor sosial-ekonomi di Desa Wisata Kasongan. Desa Wisata Kasongan terletak di wilayah Padukuhan Kajen RT 03/04. Desa Bangunjiwo. Kecamatan Kasihan. Kabupaten Bantul. Yogyakarta. Awalnya, koperasi ini dibentuk oleh LSM Relief International bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Seni Indonesia (ISI) sebagai upaya untuk membantu para pengrajin gerabah bangkit kembali dari keterpurukan ekonomi. Setelah program bantuan LSM berakhir, kelompok ini berkembang menjadi koperasi yang secara resmi berdiri pada 2 Februari 2009. Pelaksanaan pemberdayaan melalui koperasi dilakukan dalam beberapa tahap: 298 Daher & Ramdlani. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Berbasis Program Ekonomi Koperasi Pembentukan Kelompok Usaha Warga dihimpun dalam Kelompok 34, yang kemudian berkembang menjadi koperasi sebagai wadah kolektif dalam meningkatkan kesejahteraan anggota. Peningkatan Keterampilan dan Kapasitas Anggota Koperasi bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan pelatihan terkait produksi gerabah, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan ekspor-impor. Penguatan Lembaga Koperasi membangun kerja sama dengan pemerintah dan swasta, termasuk dengan Dinas Perindustrian. Koperasi, dan UKM (DISPERINDAKOP) serta mitra usaha seperti Mirota Batik Malioboro dan KSU GEMI untuk memperkuat sistem keuangan koperasi. Rapat dan Pengambilan Keputusan Setiap bulan, koperasi mengadakan rapat untuk membahas permasalahan, keuangan, serta kesejahteraan anggota. Melalui proses tersebut. Koperasi Kasongan Usaha Bersama bukan hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga sarana pembelajaran, solidaritas, dan kemandirian bagi masyarakat lokal. Pendekatan berbasis partisipasi ini memperlihatkan bagaimana koperasi dapat menjadi motor pemberdayaan yang adaptif terhadap tantangan sosial dan ekonomi pascabencana. Adapun kegiatan yang dimiliki Koperasi Kasongan Usaha Bersama adalah. Bidang Usaha Kerajinan Teracota (Geraba. Bidang Usaha Kerajinan Bambu. Bidang Usaha Penjualan Kayu Bakar. Bidang Usaha Pengolahan Bahan Baku Tanah Liat. Bidang Usaha Penjualan Papan Packing. Usaha Penjualan Gas. Bidang Usaha Simpan Pinjam. Village Store. dan Kesejahteraan Anggota. Dampak Program Pemberdayaan Berdasarkan hasil penelitian, pemberdayaan masyarakat melalui Koperasi Kasongan Usaha Bersama menunjukkan dampak yang signifikan dalam membangun ketahanan dan kemajuan masyarakat, terutama dalam aspek sosial, ekonomi, dan pendidikan. Menurut pendapat salah satu subjek penelitian. Bapak N, sebagai berikut: AuDampaknya itu ya anggota yang dulunya membeli bahan baku dari luar bisa membeli bahan baku di koperasi, masyarakat disekitar koperasi juga apabila membutuhkan bisa membeli di koperasi. Manfaatnya anggota membeli produk koperasi itu secara langsung diberi SHU langsung artinya misalnya tanah liat 1 kol itu kan Rp 320. 000 itu nanti disisihkan Rp 10. 000 diberikan akhir tahun. Kita mendirikan koperasi tujuan utama meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakatAy. Koperasi ini menjadi instrumen penting dalam mendorong transformasi dari masyarakat terdampak bencana menjadi komunitas yang mandiri, produktif, dan kolaboratif. Adapun dampak dari program pemberdayaan berdasarkan aspek sosial, ekonomi, dan Pendidikan sebagai berikut: Aspek Sosial Koperasi Kasongan Usaha Bersama telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, baik dalam sektor produksi gerabah maupun kegiatan pengelolaan Hal ini mengurangi angka pengangguran dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ekonomi lokal. Solidaritas sosial meningkat melalui mekanisme kerja sama antaranggota serta kegiatan-kegiatan sosial yang diselenggarakan koperasi, seperti bakti sosial, pembagian bingkisan saat Idul Fitri, dan program kesejahteraan anggota. Kegiatan tersebut juga memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat, menjadikan koperasi bukan sekadar entitas ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mempererat hubungan antarkeluarga dan komunitas. Volume 8. No. Mei 2025 pp 294-301 Aspek Ekonomi Anggota koperasi memperoleh manfaat ekonomi melalui sistem Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan setiap tahun. SHU yang diperoleh menjadi tambahan pendapatan yang sangat berarti, terutama bagi pengrajin kecil. Selain itu, akses modal dan bahan baku menjadi lebih mudah berkat peran koperasi sebagai penyedia sumber daya utama bagi pengrajin. Melalui koperasi, proses tersebut menjadi lebih efisien dan terorganisir. Hal ini mengurangi ketergantungan pengrajin pada tengkulak atau pihak luar yang sering kali menerapkan harga yang merugikan. Peningkatan kesejahteraan masih terbatas karena fluktuasi harga bahan baku serta ketergantungan terhadap nilai tukar rupiah yang mempengaruhi daya saing produk Ketika nilai tukar tidak stabil, daya saing produk menurun, terutama di pasar internasional, yang dapat mempengaruhi pendapatan koperasi secara keseluruhan. Aspek Pendidikan Koperasi memberikan pelatihan rutin kepada anggota terkait dengan produksi gerabah, manajemen keuangan, serta pemasaran. Pelatihan-pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan individu tetapi juga memperkuat kualitas produk yang dihasilkan, sehingga lebih kompetitif di pasar lokal maupun ekspor. Penguasaan teknologi digital masih rendah, sehingga promosi dan pemasaran masih mengandalkan metode konvensional seperti penjualan langsung dan promosi melalui relasi pribadi. Minimnya keterampilan dalam memanfaatkan media sosial, platform ecommerce, dan strategi digital marketing membuat koperasi belum maksimal dalam menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya generasi muda dan konsumen global. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan yang perlu segera diatasi melalui pelatihan dan pendampingan digitalisasi usaha. Faktor-faktor yang Mendukung dan Menghambat Pemberdayaan Faktor-faktor Pendukung dalam program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Berbasis Program Ekonomi Koperasi: Reputasi Kasongan sebagai Sentra Kerajinan Gerabah Nama besar Kasongan sebagai pusat industri gerabah di Yogyakarta menjadi aset utama dalam menarik wisatawan dan pembeli. Semangat dan Kebersamaan Anggota Anggota koperasi memiliki rasa memiliki dan kemauan untuk maju bersama, yang tercermin dari keterlibatan mereka dalam setiap keputusan dan rapat koperasi. Dukungan Pemerintah dan Swasta Program pelatihan dan bantuan modal dari pemerintah, serta kerja sama dengan sektor swasta seperti Mirota Batik, memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan Faktor Penghambat dalam program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Berbasis Program Ekonomi Koperasi: Kelemahan Manajerial Pengelolaan koperasi masih kurang profesional, terutama dalam hal pembukuan, administrasi, dan penguasaan bahasa asing untuk ekspor. Keterbatasan Produksi dan Bahan Baku Alat produksi masih tradisional, dan bahan baku tanah liat semakin sulit diperoleh, terutama karena meningkatnya kebutuhan industri lain. Promosi dan Pemasaran yang Kurang Optimal 300 Daher & Ramdlani. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Berbasis Program Ekonomi Koperasi Showroom koperasi sudah tidak aktif, dan pemasaran online belum berkembang karena keterbatasan dalam pengelolaan website dan Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar juga berdampak pada pesanan ekspor yang semakin menurun. Pembahasan Pemberdayaan masyarakat merupakan proses memberikan daya kepada individu atau kelompok agar mampu mengontrol dan memperbaiki kehidupannya (Mardikanto & Soebiato. Prinsip utama pemberdayaan mencakup pengembangan kapasitas individu, memperkuat potensi yang ada, serta menciptakan kemandirian. Dalam konteks pariwisata, pemberdayaan menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek yang menerima manfaat (Miradj & Sumarno, 2. Dalam konteks Desa Wisata Kasongan. Koperasi Kasongan Usaha Bersama (KUB) menjadi wadah yang mengorganisir pengrajin untuk meningkatkan produksi, akses pasar, serta kemandirian ekonomi. Koperasi ini juga berperan dalam memberikan pelatihan kewirausahaan dan pengelolaan usaha bagi anggotanya. Desa wisata merupakan strategi pembangunan berbasis komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal tanpa menghilangkan karakter asli daerah (Fandeli. Pemberdayaan masyarakat Melalui Koperasi Kasongan Usaha Bersama memiliki dampak positif dari segi sosial, ekonomi dan pendidikan. Segi sosial terciptanya lapangan pekerjaan, dan koperasi. Berdirinya Koperasi Kasongan Usaha Bersama berdampak positif terhadap perekonomian anggota. Perubahan ekonomi yang dirasakan oleh anggota dapat dilihat dari SHU yang dimiliki oleh anggota yang dibagikan pada rapat akhir tahun. Secara ekonomi perubahan yang dirasakan anggota tidak terlalu besar akan tetapi dampak yang dirasakan oleh anggota adalah tercukupinya kebutuhan sehari-hari. Koperasi merupakan badan usaha berbasis keanggotaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat sekitar (Hendrojogi, 2. Berdirinya koperasi kasongan usaha bersama turut. meningkatkan pengetahuan anggota tentang kerajinan dan organisasi yang diberikan melalui pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh LSM Relief Internasional dan pihak-pihak terkait. Desa Wisata Kasongan, dengan potensi industri gerabahnya, telah berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif. Namun, tantangan seperti keterbatasan bahan baku, inovasi produk, serta akses pasar masih menjadi kendala dalam pengembangan desa wisata yang berkelanjutan (Pitana & Gayatri, 2. Pemberdayaan masyarakat melalui koperasi di Desa Wisata Kasongan memiliki beberapa faktor pendukung, seperti nama besar Kasongan sebagai pusat gerabah, semangat kerja sama anggota koperasi, serta dukungan dari pemerintah. Namun, terdapat hambatan seperti manajemen koperasi yang belum optimal, sulitnya memperoleh bahan baku tanah liat, keterbatasan modal usaha, serta minimnya promosi dan pemasaran produk ke pasar internasional. Pemberdayaan masyarakat melalui koperasi di Desa Wisata Kasongan berpotensi meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Koperasi tidak hanya sebagai lembaga ekonomi tetapi juga sebagai sarana pendidikan kewirausahaan bagi Agar program ini lebih efektif, diperlukan peningkatan kapasitas manajerial, inovasi produk, serta strategi pemasaran yang lebih luas. Volume 8. No. Mei 2025 pp 294-301 KESIMPULAN Koperasi Kasongan Usaha Bersama berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat, terutama dalam sektor industri gerabah di Desa Wisata Kasongan. Koperasi ini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan kewirausahaan bagi Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan manajerial, pemasaran, dan produksi, koperasi telah mampu meningkatkan keterampilan serta kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Implikasi teoretis dari penelitian ini menunjukkan bahwa koperasi dapat difungsikan sebagai lembaga pendidikan nonformal yang berperan dalam peningkatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. Temuan ini memperluas pemahaman mengenai peran koperasi dalam konteks pemberdayaan masyarakat dan pendidikan alternatif berbasis komunitas. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya penguatan program pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha dalam koperasi, khususnya di kawasan desa wisata. Pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan perguruan tinggi dapat menggunakan temuan ini sebagai dasar dalam merancang kebijakan atau program pendampingan yang mendukung koperasi sebagai aktor utama dalam pembangunan ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Diperlukan strategi inovatif dalam pemasaran, modernisasi alat produksi, serta penguatan sistem manajemen koperasi. Intervensi berkelanjutan dari pemerintah dan sektor swasta, terutama dalam bentuk pelatihan digital marketing dan peningkatan literasi manajerial, menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing koperasi di tingkat nasional maupun internasional DAFTAR PUSTAKA