Jurnal CyberTech Vol. No. Juni 2019, pp. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Katarak Pada Balita Menggunakan Metode Certainty Factor (CF) Berbasis Web Ayub Rahmadsyah*. Puji Sari Ramadhan, **. Erika Fahmi Ginting, ** Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Article Info Article history: Keyword: Katarak Pada Balita. RSUP H. Adam Malik Medan. Mendiagnosa Sistem Pakar. Metode Certainty Factor ABSTRACT Katarak merupakan salah satu kelainan pada lensa, dimana lensa keruh mengakibatkan gangguan pada penglihatan mulai dari pandangan kabur sampai dengan kebutaan. Sekitar 80% dari seluruh kejadian katarak dikaitkan dengan usia, namun katrak juga bisa terjadi pada balita. Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan merupakan rumah sakit pemerintah yang dikelola pemerintah pusat dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara, yang terletak di kota Medan. Selama ini dokter spesialis anak di RSUP H Adam Malik Medan sedikit kesulitan untuk Mengatur waktu konsultasi dengan pasien dikarenakan banyaknya pasien yang harus di rawat. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem untuk dapat mengatasi masalah tersebut, maka digunakanlah ilmu Sistem Pakar. Hasil penelitian merupakan terciptanya sebuah aplikasi yang mampu mendiagnosa penyakit katarak pada balita sehingga dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan yang dialami pasien. Berdasarkan hasil penerapan metode Certainty Factor. Maka, metode tersebut dapat diterapkan dalam penyelesaian masalah dalam mendiagnosa penyakit Katarak Pada Balita. Copyright A 2021 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. First Author Nama : Ayub Rahmadsyah Program Studi : Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email : Mr. Ayubrahmadsyah@Gmail. Com PENDAHULUAN Mata ialah salah satu alat indra yang dimiliki oleh manusia. Katarak merupakan penyakit pada mata manusia, biasanya penyakit ini rentan terjadi pada manusia usia lanjut . tetapi penyakit ini juga dapat menyerang balita. Masalah kesehatan mata di Indonesia telah menjadi masalah sosial akibat angka kebutaan yang cukup tinggi, dengan penyebab utamanya katarak 71%. Katarak adalah opasitas lensa atau kekeruhan lensa. Kondisi ini akan mengakibatkan penglihatan mata terganggu dan dapat mempengaruhi jarak pandang mata,selain orang dewasa katarak juga dapat menyerang balita. Salah satu cara penanganan katarak ialah dengan operasi. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan pemberian informasi ke masyarakat yang meliputi dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, pemerintahan dan banyak lain hal, timbul pemikiran untuk membuat suatu sistem yang dapat memberikan informasi diagnosa awal kepada masyarakat dengan menggunakan sistem kecerdasan buatan yang dapat membantu masyarakat untuk mengetahui gejala dan melakukan diagnosa awal penyakit mata katarak pada balita. Terdapat beberapa jenis penyakit katarak berdasarkan penyebab seperti katarak kongenital merupakan katarak yang muncul pada usia dini . ayi di bawah satu tahu. yang disebabkan oleh bawaan semenjak dilahirkan, katarak Juvenile merupakan peningkatan dari katarak kongenital yang terlihat pada usia diatas satu tahun dan mencapai dibawah lima puluh tahun dan katarak Traumatik merupakan katarak yang disebabkan oleh cedera yang terjadi dimata seperti trauma perforasi . uka tusuk atau tembaka. ataupun disebabkan oleh benda tumpul yang dapat terlihat beberapa hari ataupun beberapa tahun setelah cedera terjadi. semua jenis katarak tersebut berdampak atau berakibat kebutaan secara permanen. Journal homepage: http:ojs. Jurnal CyberTech Vol. No. September 2021, pp. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Sistem pakar . xpert syste. secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan di implementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli . Dengan menggunakan metode Certainty Factor (CF) yaitu metode yang mendefenisikan ukuran kepastian terhadap suatu fakta atau aturan, untuk menggambarkan tingkat keyakinan pakar terhadap masalah yang sedang dihadapi, dengan menggunakan Certainty Factor ini dapat menggambarkan tingkat keyakinan pakar. , dengan cara mendapatkan nilai setiap gejala yang dialami pasien. KAJIAN PUSTAKA 1 Sistem Pakar Sistem pakar adalah salah satu bidang ilmu komputer yang mendayagunakan komputer sehingga dapat berprilaku cerdas seperti manusia. Sistem ini berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Ada dua bagian penting dalam sistem pakar, yaitu lingkungan pengembangan dan lingkungan Lingkungan pengembangan pembuatan sistem pakar untuk membangun komponen-komponennya dan memperkenalkan pengetahuan ke dalam knowledge base . asis pengetahua. Lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna untuk berkonsultasi sehingga pengguna mendapat pengetahuan dari sistem pakar seperti berkonsultasi dengan seorang pakar. 2 Certainty Factor Faktor kepastian (Certainty Facto. menyatakan kepercayaan dalam sebuah kejadian . akta atau hipotes. berdasar bukti atau penilaian pakar. Certainty Factor menggunakan suatu nilai untuk mengasumsikan derajat keyakinan seorang pakar terhadap suatu data. Dalam mengekspresikan derajat kepastian. Certainty Factor Untuk mengasumsikan derajat kepastian seorang pakar terhadap suatu data. konsep ini kemudian di formulasikan dalam rumusan dasar sebagai berikut : CF[H,E] = MB[H,E] Ae MMD[H,E] Keterangan : CF = Certainty Factor . aktor kepastia. dalam hipotesa H yang dipengaruhi oleh fakta E. MB(H,E) = Measure Of Belief . kuran kepercayaa. terhadap hipotesa H, jika diberikan evidence E . ntara 0 dan MD(H,E) = measure of disbelief . kuran kepercayaa. terhadap evidence H, jika diberikan evidence E . ntara 0 dan . Hipotesa = Hipotesav E = Evidence . eristiwa atau fakt. CF[H,E]1= CF[H] * CF[E] Dimana : CF(E) = Certainty Factor evidence E yang dipengaruhi oleh evidence E. CF(H) = Certainty Factor hipotesa dengan asumsi evidence diketahui dengan pasti, yaitu ketika CF(E,. = 1. CF(H,E) = Certainty Factor hipotesa yang dipengaruhi oleh evidence e diketahui dengan pasti. Certainty Factor untuk kaidah dengan kesimpulan yang serupa . imilarly concluded rule. CFcombine CF[H,E]1,2 = CF[H,E]1 CF[H,E]2 *. -CF[H,E]. CFcombine CF[H,E]old,3 = CF[H,E]old CF[H,E] 3 * . -CF[H,E] ol. Certainty Factor untuk hasil akhir persentase : Persentase keyakinan = CFcombine*100%. METODOLOGI PENELITIAN Metode Penelitian merupakan proses atau cara ilmiah untuk mendapatkan data yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan dengan mengadakan studi langsung kelapangan untuk mengumpulkan data. Adapun metode dalam penelitian ini mencakup : Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data berupa suatu pernyataan tentang sifat, keadaan, kegiatan tertentu dan Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan di RSUP H. Adam Malik Medan 3 cara berikut merupakan uraian yang digunakan : Wawancara Merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab langsung kepada Pakar. Dengan adanya wawancara sehingga memperoleh Jurnal CyberTech Vol. No. September 2021 : xx Ae xx Jurnal CyberTech Vol. No. September 2021, pp. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 data- data gejala penyakit katarak pada balita. Observasi Observasi dalam penelitian ini dengan melakukan tinjauan langsung ke RSUP H. Adam Malik Medan. Dalam penelitian tersebut dilakukan analisis dari permasalahan yang ada sehingga dapat dilakukan pemodelan sistem Studi Literatur Dalam studi literartur, tahap ini dilakukan cara pengumpulan data mengunakan jurnal-jurnal baik jurnal internasional, jurnal nasional, jurnal lokal maupun buku sebagai sumber referensi. Sehingga Mendapatkan Data : Tabel 1 Nilai Kepastian Nilai KepastianNo Keterangan Nilai Terminator Sangat Yakin Yakin Cukup Yakin Kurang Yakin Tidak Tahu Tidak Tabel 2 Nilai Kepastian Pakar Kode Gejala G001 G002 G003 G004 G005 G006 Kurang Responsif Atau Tidak Tanggap Terhadap Benda Yang Bergerak Di Depan Matanya G007 Rewel Ketika Melihat Cahaya Terang Gejala Kedua Mata Yang Tidak Sejajar Pupil Mata Berwarna Putih Saat Diperiksa Dengan Senter Penglihatan Yang Berkurang Serta Kabur Atau Buram Pergerakan Bola Mata Yang Berpola Dan Tidak Disengaja. Mata Bergerak Ke Arah Tidak Tentu Seperti Mata Melihat Ke Atas Dan Bawah Terdapat Lingkaran Cahaya Saat Melihat Lampu Nilai Certainty Factor 1 Algoritma Sistem Berikut ini rincian langkah-langkah Algoritma: Mulai Ambil semua gejala yang menentukan aturan nama penyakit. Bentuk dari query untuk melakukan pencarian gejala adalah Tanyakan semua gejala penyakit kepada pengguna. Jika gejala habis maka lanjut ke langkah 6, jika tidak kembali ke langkah 2. Simpan jawaban (CF) pengguna ke dalam tabel cek gejala. Cari nilai minimum dari sekumpulan CF pengguna dalam tabel cek gejala yang memiliki IDRule yang sama. Cari nilai CFFinal dari tiap-tiap aturan nama penyakit. Bentuk rumus pencariannya : CFFinal = CFUser * CF Pakar. Tampilakan kesimpulan penyakit. Selesai. 2 Penyelesaian Jurnal CyberTech Vol. No. September 2021 : xx Ae xx Jurnal CyberTech Vol. No. September 2021, pp. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 berikut ini adalah perhitungan manual dari metode certainty factor dengan menghitung nilai CFnya yaitu mengalikan CFpakar dengan CFuser, menjadi: CF[H,E]1 = CF[H]1 * CF[E]1 = 0. 4 * 0. = 0. CF[H,E]2 = CF[H]2 * CF[E]2 = 0. 8 * 0. = 0. CF[H,E]3 = CF[H]3 * CF[E]3 = 0. 4 * 0. = 0. CF[H,E]4 = CF[H]4 * CF[E]4 = 0. 4 * 0. = 0. CF[H,E]5 = CF[H]5 * CF[E]5 = 0. 6 * 1. = 0. CF[H,E]6 = CF[H]6 * CF[E]6 = 0. 4 * 0. = 0. CF[H,E]7 = CF[H]7 * CF[E]7 = 0. 4 * 0 Kemudian, atau Langkah yang terakhir adalah mengkombinasikan nilai CF dari masing-masing kaidah. Berikut adalah kombinasinya : CFCombineCF[H,E]1,2 = CF[H,E]1 CF[H,E]2 * . - CF[H,E]. = 0. 64 * . - 0. = 0. 64 * 0. = 0. = 0. 697 old1 CFCombineCF[H,E]2,3 = CF[H,E]old1 CF[H,E]3 * . - CF[H,E]old. = 0. 16 * . = 0. 16 * 0. = 0. = 0. 745 old2 CFCombineCF[H,E]3,4 = CF[H,E]old2 CF[H,E]4 * . - CF[H,E]old. = 0. 32 * . = 0. 32 * 0. = 0. = 0. CFCombineCF[H,E]4,5 = CF[H,E]old3 CF[H,E]5 * . - CF[H,E]old. = 0. 6 * . = 0. 6 * 0. = 0. = 0. CFCombineCF[H,E]5,6 = CF[H,E]old4 CF[H,E]6 * . - CF[H,E]old. = 0. 16 * . = 0. 16 * 0. = 0. = 0. CFCombineCF[H,E]6,7 = CF[H,E]old5 CF[H,E]7 * . - CF[H,E]old. = 0. 941 0 * . = 0. 941 0 * 0. = 0. = 0. Persentasi Keyakinan = CF[H,E]old6 * 100% = 0. 941 *100 = 94. Jurnal CyberTech Vol. No. September 2021 : xx Ae xx Jurnal CyberTech Vol. No. September 2021, pp. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Tabel 3 Presentase Kesimpulan Diagnosa NO Tingkat Presentase Nilai Keyakinan 0 - 50% Sedikit kemungkinan atau kemungkinan kecil 51 Ae79 % Kemungkinan 80 Ae 99 % Kemungkinan Besar Sangat Yakin Dijelaskan berdasarkan perhitungan diagnosa user tersebut memiliki nilai CF = 0. 941 yang artinya tingkat kepercayaan penyakit tersebut adalah 94. 1 %. Dan berdasarkan tabel diatas, user tersebut kemungkinan besar mengidap penyakit katarak, solusinya ialah dengan melakukan operasi. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Halaman Utama User Halaman utama user adalah halaman yang pertama kali di tampilkan ketika mengakses website: Gambar 5. 1 halaman utama user Berikut keterangan pada gambar 5. 1 Form Login : User pertama kali mengakses website. Menekan tombol diagnosa , akan mengarahkan user ke halaman diagnosa halaman diagnosa Halaman diagnosa digunakan untuk mengisi setiap gejala yang di alami oleh user Gambar 5. 2 halaman diagnosa halaman hasil diagnosa Halaman hasil diagnosa adalah hasil proses dari diagnosa setiap gejala yang dipilih oleh user di halaman Jurnal CyberTech Vol. No. September 2021 : xx Ae xx Jurnal CyberTech Vol. No. September 2021, pp. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Gambar 5. 3 halaman hasil diagnosa Berikut keterangan pada gambar 5. 3 halaman hasil diagnosa: Tombol Print digunakan untuk Mengeprint data hasil diagnosa dan menyimpan data ke laporan hasil Halaman hasil laporan Halaman hasil laporan adalah . hasil keseluruhan dari setiap user yang menggunakan website ini Gambar 5. 5 halaman hasil laporan Berikut keterangan pada gambar 5. 5 form Analisis Prediksi: Tombol Print digunakan untuk mengeprint semua data pada hasil laporan. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Berdasarkan analisa pada permasalahan yang terjadi dalam kasus yang diangkat tentang sistem pakar mendiagnosa penyakit katarak pada balita menggunakan metode certainty factor berbasis web , maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Berdasarkan hasil rancangan, maka aplikasi sistem pakar dalam mendiagnosa penyakit Katarak Pada Balita dapat menjadi solusi untuk mendeteksi penyakit Katarak tersebut. Jurnal CyberTech Vol. No. September 2021 : xx Ae xx Jurnal CyberTech Vol. No. September 2021, pp. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Berdasarkan hasil penerapan metode Certainty Factor. Maka, metode tersebut dapat diterapkan dalam penyelesaian masalah dalam mendiagnosa penyakit Katarak Pada Balita. Berdasarkan hasil implementasi, sistem yang dibangun dapat membantu pihak rumah sakit RSUP H Adam Malik Medan dalam mendiagnosa penyakit Katarak Pada Balita. 2 Saran Untuk meningkatkan kemampuan dan fungsi dari program ini ada beberapa saran yang dapat diberikan untuk pengembangan yang bisa dilakukan yaitu : Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode lain seperti Dempster Shafer. Teorema Bayes dan lain sebagainya. Sistem juga dapat dikembangkan menggunakan desktop dan mobile programming. Bagi RSUP H Adam Malik Medan, dapat menggunakan aplikasi untuk membantu mendiagnosa penyakit Katarak Pada Balita. Besar harapan supaya aplikasi ini dapat dikembangkan lagi secara maksimal untuk membantu masyarakat. UCAPAN TERIMA KASIH Pada kesempatan ini saya ucapkan terimakasih kepada Bapak. Ibu dan keluarga saya atas segala doa, semangat dan motivasinya. Selain itu, terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini, yaitu : Bapak Dr. Rudi Gunawan. SE. Si. Selaku Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer (STMIK) Triguna Dharma Medan. Bapak Mukhlis Ramadhan SE. Kom. selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer (STMIK) Triguna Dharma Medan. Bapak Puji Sari Ramadhan. Kom. Kom. selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer (STMIK) Triguna Dharma Medan, dan juga menjadi Dosen Pembimbing I saya yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan bimbingannya . Ibu Erika Fahmi Ginting. Kom,. kom selaku Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan bimbingannya. Bapak / Ibu Dosen Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer (STMIK) Triguna Dharma Medan. Staff dan Pegawai STMIK Triguna Dharma yang telah banyak dalam memberikan arahan dan informasi. Kepada teman-teman seperjuagan Akhir kata saya ucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian skripsi ini Skripsi ini masih sangat jauh dari sempurna. Oleh karena itu, diharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dari para pembaca demi kesempurnaan skripsi ini. REFERENSI