ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 514-519 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 PENGARUH PENGGUNAAN PASIR KINETIK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK MardiatiA Sri Hartati A Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang Email: mardiatidia17@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan guna mengetahui pengaruh pasir kinetik terhadap kemampuan motorik halus anak di taman kanak-kanak. Kemampuan motorik halus anak ialah kemarnpuan yang dipunyai oleh anak usia dini mengunakan otot-otot kecil dan jemarinya yang terkoordinasi dengan baik hingga memudahkan anak untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan teknik pengumpulan datanya dengan menganalisis beberapa artikel, buku dan jurnal yang sehubungan dengan penggunaan pasir kinetik terhadap kemampuan motorik halusnya Hasil temuan memperlihatkan bahwasanya pasir kinetik berpengaruh terhadap kemampuan motorik halusnya anak. Hal ini bisa diamati melalui cara anak memainkan pasir kinetik yang lebih banyak menggunakan tangan dan jari-jemarinya seperti meremas,membantuk, menekan, mencetak, mengeluarkan dan memasukkan pasir kinetik dari dalam cetakan. Kata kunci: Motorik halus. Pasir kinetik ABSTRACT This study aims to determine the effect of kinetic sand on children's fine motor skills in A child's fine motor ability is the ability possessed by early childhood to use small muscles and their fingers that are well coordinated so as to make it easier for children to perform various daily activities. This study uses a literature study with data collection techniques by analyzing several articles, books and journals relating to the use of kinetic sand on children's fine motor skills. The findings show that kinetic sand affects the fine motor abilities of children. This can be observed through the way children play kinetic sand using more hands and fingers such as squeezing, pushing, pressing, printing, removing and entering kinetic sand from the mold. Keywords: Fine motor, kinetic sand PENDAHULUAN Usia dini merupakan suatu masa dimana semua potensi yang ada pada diri anak berkembang secara pesat. Segala aspek pekembangan anak meliputi nilai bahasa, emosional, sosial, kognitif, agama dan moral berkembang menuju kematangan. Yulsyofriends . 3: . mengatakan bahwasanya anak usia ialah anak yang sedang berkembang dengan pesatnya dalam tahapan fundamental yang mana hal ini akan mempengaruhi perkembangan dimasa yang akan datang. Pendidikan anak usia dini adalah program pendidikan yang dikhususkan untuk mempermudah dan membantu perkembangan anak sehingga mencapai kematangan dan lebih menekankan pada perkembangan kepribadian, sehingga dengan inilah anak diharapkan untuk bisa mengaktualisasikan dirinya menjadi lebih baik (Suyadi 2017: Pendidikan anak usia dini sebenarnya ialah mempunyai tujuan yakni akan bisa membantu dalam peletakan arah bagi pengembangan kterativitas, keterampilan, prilaku dan kemudian sikap anak yang dibutuhkanya guna pertumbuhan serta Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 514-519 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 perkembangan selanjutnya yang mengikuti irama perkembangannya, masa ini disebut dengan masa keemasan (Hartati 2012: . Aspek penting yang sebenarnya patut mendapatkan perhatian bagi perkembangan anak usia dini ialah keterampilan motorik. Menurut Bhatia et al. bahwasanya keterampilan motorik halus ialah keterampilan dengan pelibatan tangan, mata dan otot halus yang terkoordinasi yang ada di tubuh yang memungkinkan anak bisa melakukan kegiatan seperti: menulis, memotong, menggenggam benda kecil, dan mengancingkan pakaian. Tujuan dari perkembangan motorik halus menurut Lovia dalam Febriana &Lidya . 8: . yaitu: . guna peningkatan koordinasi kedua tanganya anak. guna peningkatan koordinasi mata tangan. guna peningkatan dan pengembangan emosinya anak. Menurut Isbell . anak yang berusia 5 sampai 6 tahun di harapkan sudah berkembang motorik halusnya sebagai berikut: . anak bisa menjangkau objek dengan menggerakkan lengannya kedepan, bisa memegang atau menyentuh objek. anak bisa menggunakan jari-jemarinya untuk memasukkan benda . anak bisa menggunakan tangannya untuk memindahkan objek dari satu tempat ketempat yang lainnya. anak bisa melepaskan benda yang dipegang . anak bisa memanipulasi tangannya menggunakan jari-jemarinya untuk menyesuaikan objek yang ada di tangannya. anak bisa menggunakan kedua tangannya secara bersamaan atau penggunaant tangan bilateral dalam suatu Didasarkan pengamatan yang dilakukan di Taman Kanak-kanak Islam Kurnia Asy-Syifa Padang pada perkembangan motorik halus anak, masih terdapatnya anak yang belum mampu dalam hal memegang pensil dengan baik, masih terdapatnya anak yang kesulitan dalam menulis huruf dan angka dan tulisan yang dihasilkan juga kurang Setelah diamati lebih lanjut, penyebabnya yaitu kurang tertariknya anak terhadap media dan kegiatan yang kurang bervariasi. Selain itu guru hanya mengajak anak menulis, menggambar, menempel dan menggunting saja dan dilakukanya berulangulang dan tidak adanya bentuk perubahan, sehingga anak menjadi jenuh dan cepat Motorik halus dapat dikembangkan melalui berbagai aktivitas menyenangkan terhadap anak. Diantaranya yang bisa dilakukan adalah dengan bermain dikarenakan melalui permainan ini akan dianggap oleh anak sebagai sebuah aktivitas yang menyenangkan dan menarik baginya. Anak akan bisa mendapatkan pengalaman dan kesempatan untuk marangsang perkembangannya melalui permainan yang dilakukannya, yakni diantaranya: emosional, sosial, seni, bahasa, motorik, fisik, kognitif, agama dan moral (Elfiadi 2016: . Selanjutnya Mutiah . 0: . mengatakan bahwasanya bermain mempunyai fungsi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada sensorik motoriknya anak bermain dapat mengernbangkan otot-otot maupun energi pada anak. Permainan yang bisa dimanfaatkan dalam upaya pengembangan kemampuan motorik halusnya anak ialah yakni dengan bermain pasir kinetik. Menurut Piaget dalam (Asmah & Mastuji, 2. menyebut pasir sebagai Aumental complexityAy, yaitu sebagai bahan multiguna yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan bermain pada anak usia dini, diantaranya bermain fungsi . isal melompat pada bak pasir atau mengisi dan memindahkan pasi. , mengkonstruksi . isal membangun istana pasi. , bermain drama . isal bermain purapura membuat ku. Selanjutnya Menurut Patmonodewo . dengan bermain pasir anak dapat bermain diluar dan bukan semata-mata agar anak melampiaskan energinya tetapi anak dapat melakukan kegiatan yang bernilai untuk perkembangan Secara fisik bermain pasir melatih motorik halus anak terutama pada otot tangan dan jari-jemari, ketika anak bermain pasir dengan cara menuang, menyaring dan menggali tanah. Pasir kinetik ini merupakan mainan yang tergolong masih baru dan belum semua sekolah menggunakan mainan ini. Menurut Wikipedia . AuKinetic Sand is a toy Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 514-519 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 trademarked and produced by Spin Master Ltd. Kinetic Sand looks like regular sand but is available in different colors and can be molded into any desired shape. It mimics the physical properties of wet sandAy. asir kinetik adalah mainan yang mempunyai merek dagang dan diciptakan oleh Spin Master Ltd. Pasir kinetik berwujud pasir dan tersedia dengan bermacam warna dan bisa dibentuk menjadi bentuk yang diinginkan sifat pasir ini sama dengan pasir basa. Marheni . 7: . mengakatan Kinetic sand atau pasir kinetik merupakan media pengganti pasir lebih bersih dan aman digunakan anak yang penggunaannya di sertai dengan penggunaan simbol-simbol seperti miniatur binatang, buah dan mainan kecil lainnya. Menurut Wulandari . mengungkapkan bahwasanya bermain pasir kinetik bisa meningkatkan kemampuan otot-otot kecilnya anak, yakni diantaranya keterampilan jemari anak bisa berkembang melalui mengepal, mengenggam, menekan dan menghimpit guna membentuk sesuatu hal. Menurut Sands Alive Interesting Series dalam (Khamaliyah et al. , 2. pasir kinetik juga memberikan kepada anak saat memainkannya yaitu, merangsang Sensori Indra Peraba: menyentuh dan meremas pasir kinetik untuk merasakan teksturnya. Melatih motorik halus: membuat berbagai bentuk dengan tangan juga bermanfaat untuk kemampuan motorik halus melalui memasukkan pasir ke dalam cetakan dan lalu melepaskan cetakan. Melatih menggambar dan pra-menulis: sebelum menggunakan pensil, bisa menggunakan jari atau alat lain untuk menulis di atas pasir. Menurut Jatmika dalam (Nuryulianti & Ernawati, 2019: . bahwasanya pasir kinetik mempunyai banyak manfaat dalam hal membangun dan melatih motorik halusnya anak, membangun emosional dan sosial Melalui aktivitas permainan ini maka permisah antara bermain dan diri anak tidak terjadi, maknanya ialah anak bisa mempunyai interaksi dan kontak langsung dengan permainan ini melalui pengalaman yang berbeda yang diberikan. METODE Penelitian ini menggunakan studi literatur, yang dikatakan dengan studi literatur ialah pengumpulan datanya melalui teknik mengumpulkan, menganalisis dan menyimpulkan beberapa artikel atau jurnal serta buku-buku yang sehubungan dengan kajian penelitian. Menurut Nazir dalam Lisnawati . studi pustaka menggunakan teknik pengumpulan data dengan menelaah beberapa buku-buku beberapa ketetapan literatur yang yang isinya ada hubungannya dengan masalah yang akan dipecahkan sesuai dengan penelitian. Selanjutnya menurut Embun dalam (Melfianora, 2. penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang dilakukan dengan mencari sumber data dari berbagai karya tulis baik yang diterbitkan maupun yang belum diterbitkan. Pada penelitian ini peneliti membahas hubungan antara penggunaan pasir kinetik dengan kemampuan motorik halus anak. Sumber data yang dipergunakan yakni data yang didapatkan dari artikel, jurnal dan buku tentang pasir kinetik dan motorik halus anak yang telah dianalisis lalu disimpulkan. Setelah mendapatkan data yang diingiinkan kemudian diteruskan dengan menganalisis data. Analisis data dihubungkan dengan fenomena permasalahan dengan konsep dan teori yang relevan. Tujuan dari analisa data adalah untuk mendapatkan hubungan antara pengaruh pasir kinetik terhadap kemarnpuan motorik halus anak. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan bermain berpengaruh terhadap kemapuan motorik anak bila anak melakukan berbagai gerakan-gerakan sehingga tubuh anak menjadi sehat dan otototot tubuh berkembang menjadi lebih kuat baik dalam bentuk motorik kasar maupun mototrik halusnya (Latif dalam Putro, 2. Untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak diperlukan suatu permainan yang menyenangkan dan lebih banyak menggunakan tangan dan jari-jemari serta otot-otot kecil anak dalam Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 514-519 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 melakukan permainan. Salah satu permainan yang efektif adalah menggunakan pasir. Annisah et al. dalam penelitiannya menunjukkan kegiatan bermain pasir terbukti dapat menjadi pilihan dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak dengan syarat-syarat dan langkah-langkah tertentu yang diterapkan dalam penelitian ini. Aktivitas anak semakin meningkat disetiap pertemuan dan hasil belajar anak pun meningkat serta berhasil memenuhi kriteria kesuksesan yang telah dirumuskan. Hasil penelitian (Asmah & Mastuji, 2. juga menunjukkan bahwa pemanfaatan lingkungan alam pasir berpengaruh terhadap kemampuan sains dan motorik halus kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan motorik halus dalam penelitian ini yaitu: . menggambar di atas pasir dengan menggunakan jari, . menggambar dengan teknik menabur, . meniru membuat bentuk geometri, dan . membuat bentuk sesuai dengan ide. Gambar Permainan cetak-mencetak dengan pasir kinetik Dalam penelitian ini peneliti memfokuskan pada penggunaan pasir kinetik. Marheni . 7: . mengakatan Kinetic sand atau pasir kinetik merupakan media pengganti pasir lebih bersih dan aman digunakan anak yang penggunaannya di sertai dengan penggunaan simbol-simbol seperti miniatur binatang, buah dan mainan kecil Adapun kelebihan penggunaan pasir kinetik ini adalah anak akan lebih tertarik memainkannya karena pasir kinetik ini mempunyai bermacam-macam warna sehingga menimbulkan minat anak untuk bermain. Selain itu pasir kinetik ini juga mudah untuk dimainkan oleh anak serta tidak lengket dan tidak mudah kering. Namun pasir kinetik ini termasuk mainan anak yang juga tergolong sedikit mahal, sehingga belum tentu semua sekolah dapat menyediakannya. Namun pasir kinetik ini juga bisa diganti dengan pasir kinetik yang bisa dibuat sendiri oleh pendidik. Afifah . mengatakan bahwasanya permainan pasir kinetik bisa meningkatkan kemampuan motorik halusnya anak karena mainan ini di ciptakan memang dimainkan dengan tangan melalui kegiatan menekan, meremas, atau membentuk sehingga akan berpengaruh pada motorik halus anak. Jadi dengan kegiatan bermain seperti itu akan melatih kemampuan otot-otot yang berada di tangan dan jari-jemari sehingga dapat berkembang dengan baik. Selanjutnya Nuryulianti dan Ernawati . berpendapat bahwasanya bermain pasir kinetik bisa meningkatkan kemampuan otot-otot kecilnya anak, yakni diantaranya keterampilan jemari anak bisa Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 514-519 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 berkembang melalui mengepal, mengenggam, menekan dan menghimpit guna membentuk sesuatu hal. Tanpa disadari bahwasanya disaat yang sama akan bisa meningkatkan kemampuan koordinasi tangan dan mata, kemudian selanjutnya bisa mengembangkan keterampilan motorik halusnya anak. Melalui bermain pasir kinetik ini anak dapat mengembangkan kemampuan motorik halus sesuai dengan tujuan dari perkembangan motorik halus yang dikemukan oleh Jumiarsih yaitu mampu mengembangkan kemampuan motorik halus yang berhubungan dengan keterampilan gerak kedua tangan dan mampu menggerakkan anggota tubuhnya yang berhubungan dengan gerak jari jemari. Berdasarkan hasil penelitian Yuniati . membuktikan bahwa terdapat pengaruh intervensi permainan edukatif jenis pasir . terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah. Berdasarkan hasil penelitian, untuk menstimulus perkembangan motorik halus anak, agar dilakukan dengan menambah frekuensi permainan, dapat menggunakan pasir . Jadi untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak agar dapat berkembang secara optimal maka dapat dilakukan dengan sering memberikan rangsangan kepada anak, salah satu bentuk rangsangan tersebut yaitu dengan sering-sering mangajak anak bermain. Penelitian yang dilakukan oleh Aisyah & Yulsyofriend . di TK Al Irsyad Parabek keahlian motorik halus anak meningkat menggunakan permainan pasir warna. Hal ini dapat diketahui dari persentase yang didapat dari Siklus I anak yang berkembang sangat baik yaitu 20% naik jadi 86,7%. Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu meremas, menggenggam, memasukkan, dan membentuk. Selanjutnya penelitian Annisa et al . mengatakan bahwasanya terdapat pengaruh secara signifikan penggunaan kinetic sand terhadap kemampuan motorik halusnya anak. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan adanya pengaruh kinetic sand sebesar 48,2 % terhadap kemampuan motorik halus dan sisanya perkembangan motorik halus dipengaruhi oleh faktor lainnya. Penelitian Utomo et al . juga mengatakan bahwasanya bermain kreatif menggunakan pasir kinetik bisa mengembangkan keterampilan motorik halusnya anak. hal ini dapat dilihat dari ada peningkatan kemampuan motorik halus anak hingga 83%. Hasil penelitian yang dilakukan Halimah . juga mengatakan bahwa penerapan media pasir kinetik yang diterapkan dalam kegiatan meremas,mencetak, kolase dan membentuk membuat motorik anak berkembang sesuai dengan Hal ini dilihat dari catatan perkembangan anak yang mengalami Selanjutnya hasil peneliti Balita et al . mengatakan media pembelajaran kinetic sand memberikan pengaruh terhadap keterampilan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Islam Bina Balita Way Halim Bandar Lampung. Didasarkan hasil pembahasan penelitian maka didapatkan kesimpulannya yakni, bahwasanya penggunaan pasir kinetik memberikan pengaruh terhadap perkembangan kemarnpuan motorik halus anak dengan pemberian durasi permainan yang cukup dan kegiatan bermainan yang menyenangkan. SIMPULAN Didasarkan hasil studi literatur diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan pasir kinetik berpengaruh terhadap perkembangan kemarnpuan motorik halusnya anak di Taman Kanak-kanak. Hasil ini berdasarkan penggunaan pasir kinetik itu sendiri yang akan banyak mengunakan tangan dan jari-jemarinya dalam melakukan permainan seperti meremas, menekan, membentuk, mencetak, mengeluarkan dan memasukkan pasir ke dalam cetakan. DAFTAR PUSTAKA