Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya (QUANTUM) e-ISSN: 2798-9194 Volume 6. No. Februari 2026, hal. DOI: 10. 46368/qjpia. Pengaruh Teknik Pembelajaran Ice Breaking Terhadap Motivasi Ekstrinsik Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Samsul Bahri1. Dendi Tri Suarno2 1Pendidikan Fisika. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Melawi. Indonesia 2Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Melawi. Indonesia Email: 1samsulbahristkip@gmail. com, 2denditrisuarno. stkipmelawi@gmail. Received: 9 Februari 2026 Revised: 13 Februari 2026 Accepted: 23 Februari 2026 Abstract Ice breaking is one of the learning techniques that is fun, creative, innovative, interesting in applying to the learning process. Based on the results of the researchers found problems, namely the lack of learning motivation, especially extrinsic motivation and students experiencing problems in learning concentration in science learning. Therefore, the purpose of the research is to find out how much influence the ice breaking learning technique has on the extrinsic motivation of students learning in science subjects in class i SD Negeri 06 Merau. The study used a quantitative approach of pre-experimental type one group pre-test post-test design. The sample amounted to 20 third grade students of SDN 06 Merau. Data collection techniques using questionnaires, interviews, and documentation. Data analysis used normality test and t-test. The results showed extrinsic motivation of students in learning science with a pre-test of 39% and a post-test of 60%. The results of hypothesis testing obtained t count 1. 837 and t table 1. can be concluded that Ha is accepted and Ho is rejected, ice breaking learning techniques have a significant effect on extrinsic motivation to learn science for third grade students of SDN 06 Merau. Keywords: Extrinsic Motivation. Ice Breaking, science learning Abstrak Ice breaking salah satu teknik pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, inovatif, menarik dalam penerapan pada proses pembelajaran. Berdasarkan hasil peneliti menemukan permasalahan yakni kurangnya motivasi belajar khususnya motivasi ekstrinsik dan siswa mengalami kendala dalam konsentrasi belajar pada pembelajaran IPA. Oleh sebab itu, tujuan riset untuk mengetahui seberapa besar pengaruh teknik pembelajaran ice breaking terhadap motivasi ekstrinsik belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas i SD Negeri 06 Merau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis pre-eksperimental one group pre-test posttest design. Sampel berjumlah 20 siswa kelas i SDN 06 Merau. Teknik pengumpulan data mengunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan uji normalitas dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan motivasi ekstrinsik siswa dalam pembelajaran IPA dengan pre-test sebesar 39% dan post-test sebesar 60%. Hasil uji hipotesis diperoleh t hitung 1,837 dan t table 1,761. Dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak, teknik pembelajaran ice breaking berpengaruh signifikan terhadap motivasi ekstrinsik belajar IPA siswa kelas i SDN 06 Merau. Kata-kata kunci: Motivasi Ekstrinsik. Ice Breaking. Pembelajaran IPA PENDAHULUAN Pendidikan merupakan aspek esensial dalam pengembangan pribadi. Dalam konteks pendidikan, motivasi memegang peranan penting dalam mempengaruhi keberhasilan belajar siswa (Fajar, 2. Berdasarkan hasil wawancara observasi pertama yang dilakukan di SDN 06 Merau, proses pembelajaran kurang memberikan motivasi ekstrinsik dan konsentrasi siswa pada mata pelajaran IPA sehingga menimbulkan rasa bosan pada siswa. Selain itu, ada siswa yang suka bermain sendiri, makan dan minum di kelas selama proses Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya (QUANTUM) Vol. No. Februari 2026. Hal. Hal ini disebabkan karena suasana di dalam kelas menjadi tidak bernyawa dan Beberapa siswa menyela temannya untuk bermain dan bercerita ketika guru menjelaskan materi. Hal ini terjadi karena peserta didik kurang konsentrasi terhadap atau merasa bosan ketika belajar dalam suasana kelas yang dipaksa menatap dirinya sendiri, dan hal ini menyebabkan menurunnya motivasi belajar ekstrinsik siswa. Hal ini berdampak signifikan terhadap motivasi belajar ekstrinsik siswa. Untuk itu, diperlukan motivasi ekstrinsik dan serta teknik pembelajaran ice breaking untuk direalisasikan agar memotivasikan para siswa dalam meningkatkan semangat belajar siswa di lingkungan kelas melalui pelaksanaan pembelajaran motivasi ekstrinsik menggunakan teknik pembelajaran ice breaking. Motivasi belajar ialah suatu dorongan dari internal atau dalam dan eksternal atau luar individu dalam mengubah perilaku siswa untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Makalisang, 2. Motivasi ekstrinsik ialah dorongan dari eksternal atau luar diri seseorang individu untuk menguasai sesuatu kompetensi guna mengatasi masalah yang muncul akibat adanya faktor pendorong eksternal. Uno . mengemukakan bahwa motivasi ekstrinsik ialah dengan ada penghargaan dalam belajar, terdapat lingkungan belajar kondusif, ada kegiatan yang menarik pada proses belajar, terdapat hubungan siswa dan siswa, serta hubungan guru dan Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan di atas, maka tujuan penulisan artikel ini ialah ingin mengetahui seberapa besar pengaruh teknik pembelajaran Ice breaking terhadap motivasi ekstrinsik belajar siswa pada mata pelajaran IPA Kelas i SDN 06 MerauAy. Hal ini dilakukan peneliti karena siswa kelas i masih senang bermain dan rasa memiliki ringin tahu juga tinggi. Penggunaan teknik pembelajaran ice breaking dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan semangat, aktivitas yang akktif dalam kelas serta gairah belajar siswa. Selain itu, juga dapat membantu siswa merasa termotivasi, lebih aktif dan antusias, mampu berpartisipasi penuh secara fisik dan mental dalam pembelajaran mereka, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ice breaking ialah suatu teknik yang mempunyai berfungsi mengubah suasana kaku, beku, dan bosan dalam pembelajaran. Kegiatan pembelajaran akan tercipta suasana penuh keaktifan, rasa semangat dan kegembiraan serta pembelajaran yang menyenangkan. Menurut (Vidianti et al. , 2. ice breaking pra kegiatan pembelajaran, akan menciptakan pengalaman menyenangkan, aktif, menarik dan serta meningkatkan rasa semangat belajar. Menurut Saroya . 4: . , manfaat ice breaking diantaranya memberikan dampak yang menyenangkan dalam pembelajaran, membuat waktu panjang terasa cepat, dan menciptakan suasana kompak dan menyatu dapat digunakan secara spontan atau Pada penerapan ice breaking mengalami kekurangan yakni situasi dan kondisi lokasi diseseuaikan pada saat penerapan. Penerapan yang dilakukan secara tiba-tiba dapat membingungkan siswa dan mempengaruhi konsentrasi serta kelas cenderung menjadi sibuk dan ramai. METODE PENELITIAN Penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan jenis metode preeksperimen one group pre-test and post-test design (Sugiyono, 2. Hal ini divisualisasikan pada tabel 1. Tabel 1. Desain Penelitian Kelompok Eksperimen Pretest Treatment Posttest Keterangan: O1 = Kelompok Pretest . es awal sebelum diberikan penerapan pembelajaran ice breakin. X = Kelompok Perlakuan yang diberikan O2 = Kelompok Posttest . es akhir setelah diberikan penerapan pembelajaran ice breakin. Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya (QUANTUM) Vol. No. Februari 2026. Hal. Subjek dan Objek Penelitian Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan pada semester ganjil 2025/2026 di SDN 06 Merau. Kecamatan Entikong. Kabupaten Sanggau. Kalimantan Barat, dengan jumlah subjek penelitian 20 siswa Kelas i. Adapun objek penelitian pembelajaran ice breaking terhadap motivasi ekstrinsik belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Prosedur Penelitian Beberapa langkah tahapan penelitian ini yang dilakukan peneliti adalah . Persiapan, peneliti melakukan observasi ke sekolah, menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, dan menyusun instrumen penelitian terkait motivasi ekstrinsik. Pelaksanaan, peneliti melakukan pre-test untuk melihat kondisi sebelum perlakukan, kegiatan pembelajaran peneliti melakukan pembukaan proses belajar mengajar, kegiatan inti dalam pembelajaran, selanjutnya peneliti melakukan penutup dengan melakukan kesimpulan dalam pembelajaran. Pada pelaksanaan peneliti melakukan postest untuk melihat kondisi siswa pasca diberikan perlakuan berupa pembelajaran menggunakan ice breaking. Tahapan pengolahan dan analisis data yang digunakan peneliti yakni uji normalitas dan uji-t. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan penelitian memberikan data hasil motivasi ekstrinsik. Hasil penelitian dilakukan pada proses pembelajaran siswa tingkat i SDN 06 Merau sebelum menerapkan teknik ice breaking dan setelah pembelajaran. Berikut ini dapat visualisasikan pada tabel 2 hasil setiap indikator pada pre-test dan post-test. Tabel 2. Hasil pre-test dan post-test Skala Penilaian Indikator Pre-test Post-test Adanya penghargaan dalam Adanya kegiatan dalam belajar Adanya lingkungan yang kondusif Adanya hubungan guru dan Adanya hubungan siswa dan Keterangan: TS :Tidak Setuju. KS : Kurang Setuju. RG : Ragu-Ragu. ST : Setuju. SS : Sangat Setuju Gambar 1. Diagram nilai pre-test motivasi ekstrinsik belajar Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya (QUANTUM) Vol. No. Februari 2026. Hal. Hasil penelitian diatas menunjukkan dalam proses pembelajaran sebelum atau pra penggunaan teknik ice breaking pada pembelajaran IPA siswa kelas i SDN 06 Merau dapat divisualisasikan pada gambar 1. Berdasarkan gambar 1, diagram diatas dapat djelaskan bahwa hasil pre-test keseluruhan aspek dari kelima indikator motivasi ekstrinsik belajar siswa menunjukkan teknik pembelajaran ice breaking terhadap motivasi ekstrinsik belajar siswa dikategorikan masih tergolong rendah. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh hasil tingkat motivasi ekstrinsik belajar siswa dalam pembelajaran IPA kelas i SD Negeri 06 sebelum penerapan Ice Breaking hal ini berati bahwa motivasi ekstrinsik belajar IPA kelas i SDN 06 Merau termasuk dalam kategori sedang. Hal ini sebabkan pendidikan mengajar di kelas waktu fokus pada penyiapan materi, guru tidak melihat situasi dan kemampuan daya tangkap kemapuan Pendidik mengajar hanya fokus pada pengetahuan siswa, akan tetapi, pendidik seharusnya mengajar bukanlah soal menciptakan proses belajar mengajar yang menyenangkan, dan terus berinovasi agar tujuan dapat tercapai secara optimal. Pada gambar 2 ditunjukan bahwa hasil dari kelima indikator motivasi ekstrinsik belajar siswa pada peroleh pre-test dan post-test. Gambar 2. Diagram nilai posttest dari kelima indikator motivasi ekstrinsik belajar siswa. Berdasarkan gambar 2, diagram diatas menunjukkan hasil post-test keseluruhan indikator motivasi ekstrinsik belajar siswa bahwa teknik pembelajaran ice breaking bagi motivasi ekstrinsik belajar siswa dikatagorikan baik dan ada perubahan dari sebelumnya. Berdasarkan data kuantitatif angket, diperoleh hasil bahwa tingkat motivasi ekstrinsik belajar IPA siswa kelas i SDN 06 Merau pasca diterapkan teknik pembelajaran Ice Breaking adalah 60% dalam kategori Baik. Hal ini disebabkan penerapan teknik pembelajaran Ice Breaking di awali dengan penyajian pembelajaran yang menyenangkan dan terciptaknya suasana belajar menarik. Pada saat penerapan teknik pembelajaran Ice Breaking siswa antusias mengikutinya. Selain itu, teknik pembelajaran Ice breaking diterapkan dapat mengasah daya ingat, keaktifan dan daya serap siswa, serta memberikan peluang bagi siswa untuk tetap fokus. Tujuannya agar aktivitas bermain dan bercerita pada siswa dapat diminimalisir serta tidak membuat siswa merasa ngantuk dan bosan saat pembelajaran berlangsung. Selain itu siswa saat kerjakan tugas kelompok, dan dapat lebih gigih serta bersemangat, dikarenakan sudah diberikan ice breaking seperti nyanyian, yel-yel, dan game pembelajaran sebelum dan sesudah melakukan pembelajaran yang pada akhirnya suasana belajar menjadi lebih menyenangkan, siswa juga termotivasi dalam proses pembelajaran. Penggunaan teknik pembelajaran ice breaking dalam pembelajaran IPA dapat menjadi kunci untuk menaikan nilai belajar siswa terhadap motivasi ekstrinsik dikarenakan didalam teknik pembelajaran yang membuat siswa aktif kembali, tercipta suasana yang menarik dan menyenangkan menggunakan berupa teknik pemebelajaran ice breaking. Seperti permainan kuis dan game pembelajaran berupa melatih konsentrasi, atau demonstrasi yang Berdasarkan temuan teori dan hasil penelitian penulis dilapangan bahwa teknik pembelajaran ice breaking ini cocok digunakan dalam proses pembelajaran karena mampu Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya (QUANTUM) Vol. No. Februari 2026. Hal. mencairkan suasana kelas yang kaku menjadi menyenangkan. Selain itu, teknik ice breaking juga dapat memecah kekakuan awal siswa dalam proses pembelajaran. Teknik pembelajaran ice breaking juga tidak hanya meredakan ketegangan awal siswa terhadap pelajaran IPA. Melainkan memberikan elemen kesenangan yang dapat memberikan penghargaan sosial. Pujian dari teman sekelas atau pengakuan dari guru dapat berfungsi sebagai pendorong motivasi ekstrinsik, memberikan siswa dorongan positif untuk berpartisipasi lebih aktif dalam Teknik pembelajaran ice breaking ini dapat membantu membangun rasa keterlibatan siswa dengan mempertahankan minat mereka. Melalui perlakuan dengan memberikan gambaran awal yang menyenangkan dan interaktif, guru dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap topik-topik IPA yang akan diajarkan. Pada pembelajaran IPA dalam meningkatkan dorongan belajar dari luar atau ekstrinsik belajar siswa melalui teknik pembelajaran ice breaking dapat digunakan katalisator yang efektif pada saat penerapan pembelajaran. Ketika guru memulai proses pembelajaran dengan kegiatan yang menghibur dan menarik perhatian, seperti eksperimen praktis atau tantangan kuis ringan, mereka membuka pintu untuk menciptakan iklim pembelajaran yang lebih positif. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan teknik pembelajaran ice breaking dalam proses pembelajaran sangatlah pentingdan perlu untuk dilakukan agar motivasi belajar eksternal dan daya serap siswa. Pembelajaran yang menyenangkan berpengaruh baik terhadap peningkatan motivasi belajar luar atau ekstrinsik siswa. Dalam hasil peneliti SDN 06 Merau, penggunaan teknologi pembelajaran yang melanggar es sebagai pembukaan pembelajaran dapat membuat suasana kelas menarik. Yang menarik adalah bahwa ini tidak berarti bahwa guru dan siswa bermain dalam proses pembelajaran dan Menarik artinya siswa menikmati, santai dan tidak merasa takut atau stres selama mengikuti pengajaran guru. Selain itu, kenyataan bahwa guru mengajar di kelas juga merupakan situasi yang dinanti-nantikan oleh siswa. Oleh karena itu, dengan menggunakan teknik pembelajaran ice breaking membuat siswa betah selama pembelajaran berlangsung. Mengundang siswa untuk menyanyikan pentingnya belajar dengan bermain dalam bentuk permainan belajar dapat menarik perhatian, keaktifan dan motivasi yang tepat sehingga mereka dapat menyadari guru dengan menjelaskan materi. Teknik pembelajaran Ice Breaking bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang salah satu aktivitasnya untuk mengalihkan atau mencegah situasi belajar yang membosankan, dan suasana belajar yang pasif. Hal ini menciptakan suasana kelas penuh rasa semangat belajar, menyenangkan, aktif, tidak menegangkan, serta kondusif yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas motivasi belajar . Aktivitas yang dilakukan siswa menciptakan suasana pembelajaran yang hening dari kebekuan atau pembelajaran yang dingin, pasif, serta membosankan bertransformasi sehingga dalam proses belajar mengajar menjadi menyenangkan dan tercipta suasana belajar yang aktif. Ini relevan dengan pernyataan Khoerunisa, . bahwa ice breaking memiliki pengaruh signifikan bagi motivasi belajar siswa. SIMPULAN Adanya perubahan peningkatan yang signifikan motivasi belajar ekstrinsik pada pra dan pasca penerapan ice breaking pada proses belajar mengajar siswa. Sebelum penerapan teknik pembelajaran Ice Breaking, tingkat motivasi ekstrinsik atau dorongan belajar dari luar siswa pada mata pelajaran IPA tergolong rendah, yaitu sekitar 39%. Hal ini mencerminkan adanya kendala seperti kurangnya minat siswa, suasana kelas yang monoton, dan tingkat konsentrasi yang rendah. Setelah penerapan Ice Breaking, tingkat motivasi ekstrinsik belajar siswa mengalami peningkatan signifikan, kriteria yang tentukan oleh peneliti mencapai sekitar Sehingga dalam penerapan teknik ice breaking merubah suasana belajar menjadi lebih menyenangkan, dinamis, dan interaktif. Ice Breaking memberikan dampak positif dalam menciptakan suasana yang aktif, dan penuh semangat. Dengan demikian, secara efektif Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya (QUANTUM) Vol. No. Februari 2026. Hal. motivasi ekstrinsik atau dorongan dari luar belajar siswa kelas i SD Negeri 06 Merau Dalam pembelajaran IPA melalui penerapan teknik pembelajaran ice breaking. DAFTAR PUSTAKA