Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 281-291 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 PREVALENSI DAN POLA SENSITIVITAS Klebsiella pneumoniae DAN Escherichia coli PENGHASIL EXTENDED SPECTRUM BETALAKTAMASE DI RSPAD GATOT SOEBROTO TAHUN 2021 Hany Yusmaini1*. Meiskha Bahar1. Erna Harfiani1. Ufi Dewintera2 Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Jakarta Email1: hanyyusmaini@upnvj. Email2: meiskha27@gmail. Email3: ernaharfiani@upnvj. Artikel diterima: 28 Oktober 2023. Disetujui: 11 Oktober 2024 DOI: https://doi. org/10. 36387/jiis. ABSTRAK Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli penghasil ESBL adalah Enterobacteriaceae yang paling banyak menyebabkan bakteremia dan infeksi nosokomial di dunia. Penting mewaspadai bakteri tersebut demi mencegah peningkatan infeksi bakteri resisten ini di rumah sakit. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif, bertujuan untuk mengetahui prevalensi ESBL yang dihasilkan oleh K. pneumoniae dan E. coli serta pola sensitivitasnya. Data berasal dari spesimen klinik yang diperiksa kultur bakteri dan uji sensitivitas antibiotiknya di Lab Mikrobiologi Patologi Klinik tahun 2021. Uji ESBL menggunakan alat VITEK 2 compact. Hasil penelitian E. coli merupakan bakteri penghasil ESBL terbanyak 9% sedangkan K. pneumoniae sebanyak 20. Prevalensi E. coli dan pneumoniae ESBL positif terbanyak berasal dari ICU . 4%) dan Ruang Rawat Bedah . 8%). Hampir seluruh ruangan asal pengiriman spesimen, memiliki prevalensi E. coli ESBL positif lebih tinggi sedangkan untuk K. prevalensi ESBL negatif lebih tinggi. Jenis spesimen positif terbanyak adalah bilasan bronchus . 4%) dan swab luka . 1%). Antibiotik yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap bakteri penghasil ESBL adalah Amikasin. Tigesiklin dan Meropenem. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan prevalensi K. pneumoniae dan E. coli penghasil ESBL di RSPAD Gatot Soebroto walaupun masih lebih rendah dibanding beberapa RS rujukan nasional lainnya. Pengendalian infeksi, penggunaan antimikroba rasional dan pencegahan transmisi harus terus diupayakan untuk menurunkan prevalensinya. Kata kunci: ESBL. Escherichia coli. Klebsiella pneumonae, pola sensitivitas ABSTRACT ESBL-producing K. pneumoniae and E. coli are the Enterobacteriaceae that most commonly cause bacteriemia and nosocomial infections in the world. It is important to be aware of these bacteria to prevent an increase in infections with these resistant bacteria in hospitals. This research is a retrospective descriptive study, aiming to determine the prevalence of ESBL produced by K. Pneumoniae Hany Yusmaini, dkk | 281 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 281-291 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 and E. coli and their sensitivity patterns. The data comes from clinical specimens that were examined for bacterial culture and antibiotic sensitivity tests in the Clinical Pathology Microbiology Lab in 2021. ESBL test using VITEK 2 compact The results of the research were that E. coli was the most ESBL producing bacteria . 9%) while K. pneumoniae was 20. The highest prevalence of positive ESBL came from the ICU . 4%) and the surgical ward . 8%). Almost all rooms from which specimens were sent had a higher prevalence of positive ESBL E. coli, while for K. pneumoniae negative ESBL was higher. The most common types of positive specimens were bronchial lavage . 4%) and wound swab . 1%). Antibiotics that have high sensitivity to ESBL positive bacteria are Amikacin. Tigecycline and Meropenem. This research shows an increase in the prevalence of ESBL-producing K. pneumoniae and E. coli at the Gatot Soebroto Army Hospital, although it is still lower than several other national referral Infection control, rational use of antimicrobials and prevention of transmission must continue to be pursued to reduce its prevalence. Keywords: ESBL. Escherichia coli. Klebsiella pneumoniae, sensitivity pattern PENDAHULUAN Sejak ditemukan enzim betalactamase yang dihasilkan (Kemenkes, lebih dari 90 tahun yang lalu. Mutasi ini menimbulkan enzim baru antibiotik memiliki manfaat yang besar untuk menurunkan morbiditas Spectrum Beta Lactamases (ESBL) dan mortalitas penyakit infeksi yang yang mampu menghidrolisis antibotik disebabkan oleh bakteri. Tidak hanya itu, antibiotik juga sangat bermanfaat (Anggraini et al. dalam pencegahan infeksi khususnya Singh et al. , 2. Selain pada pasien pasca operasi. Hal ini terhadap antibiotik betalaktam, bakteri menyebabkan penggunaan antibiotik ESBL mengalami peningkatan yang luar biasa (Desrini, n. Extended Antibiotik aminoglikosid dan quinolon sehingga Betalaktam merupakan menyebabkan pilihan terapi untuk yang paling banyak Beberapa jenis antibiotik lainnya yang antibiotik ini dalam jumlah besar dapat beredar luas di pasaran dan sering menginduksi produksi dan mutasi digunakan untuk infeksi E. coli adalah Hany Yusmaini, dkk | 282 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 281-291 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 kloramfenikol, merupakan antibiotik Kesehatan berspektrum luas yang aktif terhadap organisms (MDRO) dengan indikator Gram dan Gram (Purwaningrum et al. , 2. coli dan Pasien yang terinfeksi/ terkontaminasi strain penghasil ESBL berisiko tinggi (Permenkes, karena pengobatan banyak antibiotik menjadi tidak efektif (Anggraini et al. peningkatan yang signifikan secara Rawat & Nair, 2. statistik pada prevalensi infeksi yang Enterobacteriaceae, pneumoniae ESBL 50-82% Studi terutama Klebsiela, telah ditetapkan pneumoniae ESBL positif di rumah sejak tahun 1980-an sebagai penyebab sakit, tingkat prevalensi rata-rata utama hospital-acquired ESBL pada resistensi berkisar antara 26% hingga bakteri Gram negatif. Namun, selama 56% (Siahaan et al. , 2. Penelitian akhir tahun 1990-an, beberapa patogen ESBL yang didapat dari masyarakat yang Escherichia penumoniae penting dilakukan untuk saluran kemih dan diare juga telah mewaspadai, mencegah, timbul dan ditemukan menjadi penghasil ESBL meluasnya bakteri resisten di rumah Escherichia sakit (Anggraini et al. , 2. Salmonella. Shigella Vibrio Saat ini telah banyak dilaporkan (Rawat & Escherichia Nair, 2. Enterobacteriaceae Klebisella Klebsiella memproduksi ESBL di unit perawatan pneumoniae penghasil ESBL adalah intensif (ICU) dan neonatus yang Enterobacteriaceae berhubungan dengan meningkatnya bakteriemia dan infeksi nosokomial di Menurut Survei Nasional Resistensi Aantimikroba Kementerian (Anggraini et al. , 2. seluruh dunia (Machado et al. , 2022. Shah et al. , 2004. Sunarno et al. , 2. Salah pengendalian Resistensi Antimikroba menurut PMK RI no 7 tahun 2021 Hany Yusmaini, dkk | 283 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 281-291 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 pengetahuan dan bukti ilmiah melalui prevalensi bakteri penghasil ESBL surveilans dan penelitian penyebaran yang menyebabkan infeksi di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta dan pola Namun sensitivitas antibiotiknya. ESBL. Indonesia kapasitas laboratorium mikrobiologi METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian melakukan pemeriksaan mikrobiologi deskripsif retrospektif. Data berasal dari database register Instalasi Lab antibiotik belum dimiliki oleh semua Patologi Klinik/ Lab Mikrobiologi rumah sakit sehingga pengawasan RSPAD Gatot Soebroto, dilaksanakan pada Januari 2023-Desember 2023 di antibiotik tidak dapat dilakukan ((Hadi Bagian et al. , 2. Laboratorium Patologi Klinik RSPAD Penelitian ini bertujuan untuk Mikrobiologi. Instalasi Gatot Soebroto Jakarta. Rincian waktu penelitian adalah 2 minggu persiapan dan ijin ethical clearance, 4 bulan pneumoniae dan E. coli penghasil ESBL di RSPAD Gatot Soebroto penelitian di lapangan, 2 minggu Jakarta. Soebroto analisis data, 1 bulan penyusunan dan adalah RS type A yang memiliki pengumpulan laporan. Penelitian ini telah disetujui oleh Komisi Etik UPN RSPAD Gatot penunjang laboratorium mikrobiologi. Veteran Namun belum ada pengolahan dan 337/VII/2023/KEPK analisa data prevalensi berdasarkan Subjek Penelitian asal spesimen, jenis spesimen dan pola Populasi penelitian sensitivitas bakteri penghasil ESBL di Populasi penelitian adalah seluruh RSPAD Gatot Soebroto tahun 2021. data hasil kultur bakteri Gram negatif Penelitian yang berasal dari berbagai ruangan menjadi referensi yang bermanfaat Jakarta Nomor dan berbagai spesimen bagi tenaga medis untuk mengetahui Hany Yusmaini, dkk | 284 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 281-291 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 klinik dari pasien di RSPAD Gatot Jakarta Soebroto pada tahun 2021 337/VII/KEPK/2023 Sampel Penelitian Sampel Penelitian adalah populasi HASIL DAN PEMBAHASAN yang memenuhi kriteria inklusi dan Total hasil kultur bakteri E. coli dan pneumoniae pada tahun 2021 di Lab adalah seluruh hasil kultur bakteri Mikrobiologi Patologi Klinik RSPAD pneumoniae dan E. coli dengan hasil Gatot pemeriksaan ESBL tahun 2021 dan sebanyak 1058 isolat, terdiri dari 485 terdapat data hasil pola sensitivitas Kriteria eksklusi adalah pneumoniae seperti dapat dilihat data yang tidak lengkap : meliputi asal pada tabel 1. Kriteria Soebroto Jakarta spesimen, jenis spesimen . arah, urin. Pengumpulan Data Tabel 1. Prevalensi ESBL Positif dan Negatif pada E. coli dan pneumoniae tahun 2021 Pengumpulan data pemeriksaan kultur Bakteri dan uji resistensi didapat dari buku ESBL Positif ESBL Negatif Total feses, sputum, swab, cairan tubu. register bagian Mikrobiologi Lab Patologi Klinik. Hasil kultur bakteri dan uji resistensi antibiotik didapatkan dari alat VITEK 2 compact, sesuai dengan yang tertera dalam buku Dikelompokan data-data jenis bakteri, hasil uji ESBL . ositif atau negati. asal ruangan, jenis specimen dan hasil uji sensitivitas Penelitian ini telah lolos kaji etik dari Komisi Etika Penelitian Kesehatan (KEPK) UPN Veteran penghasil ESBL . tau ESBL positi. dengan prevalensi tertinggi Sedangkan pneumoniae ESBL positif sebanyak Total Hasil dibandingkan dengan penelitian di RS M Djamil Padang tahun masing-masing sebanyak 75,7% dan 70,9% (Muztika et al. , 2. , dan ESBL di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru masing-masing Hany Yusmaini, dkk | 285 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 281-291 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 sebesar 65,2% dan 66,2% (Anggraini dirawat dengan alat-alat medis yang et al. , 2. sifatnya invasif . ateter urin, kateter Berdasarkan asal spesimennya vena dan endotracheal tub. untuk distribusi bakteri ESBL positif paling waktu yang lama merupakan risiko banyak berasal dari ruang ICU. Ruang tinggi untuk terinfeksi oleh bakteri Rawat Umum Dewasa dan Ruang penghasil ESBL (Anggraini et al. Rawat Jantung Paru seperti dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini. Urutan prevalensi E. coli ESBL Perbedaannya K. pneumoniae lebih positif tertinggi berasal dari Ruang banyak berasal dari Ruang Rawat bayi . 7%). ICU . 3%). Ruang Paru Jantung daripada Ruang Rawat rawat bedah . 9%) dan Ruang rawat Dewasa dewasa . 8%). Sedangkan urutan Pada tabel 3 diketahui bahwa ESBL hampir seluruh ruangan memiliki positif tertinggi berasal dari Ruang prevalensi E. coli ESBL positif lebih rawat anak . 6%). Ruang rawat tinggi dibandingkan E. coli ESBL bedah . 6%) dan ICU . 6%). negatif, kecuali di IGD . 3%), Distribusi Poliklinik . 5%) dan Ruang Rawat Ginekologi . 5%). Sedangkan untuk berdasarkan jenis spesimennya dapat ESBL dilihat pada tabel 4. Jenis spesimen positif lebih rendah dibandingkan bakteri ESBL positif . ESBL negatif di seluruh ruangan asal paling banyak adalah Urine . 0%), pengiriman spesimen. Sputum . 7%) dan Darah . 0%). Prevalensi ESBL Hasil ini sesuai dengan Surveilans pneumoniae ESBL positif terbanyak Resistensi Antibiotik Rumah Sakit di berasal dari ICU . 4%). Ruang Indonesia Rawat Bedah . 8%) dan Ruang prioritas WHO yang paling sering Rawat Umum Dewasa . 2%). Hal ditemukan di RS kelas A adalah E. ini disebabkan karena pasien dalam ESBL positif dari spesimen saluran perawatan di ICU, dengan penyakit berat. Length of Stay yang lama dan . %). ESBL Hany Yusmaini, dkk | 286 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 281-291 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 spesimen darah dan urin . %) (Kuntaman et al. , 2. Berdasarkan spesimennya prevalensi E. coli ESBL Pada Tabel 4 dapat dilihat, positif bervariasi tergantung jenis ESBL ESBL 7%), sputum . 9%) dan PUS positif lebih rendah dibandingkan . 3%), sementara K. pneumoniae dari pneumoniae ESBL negatif pada . seluruh jenis spesimen Berdasarkan jenis spesimen, . 3%) dan darah . 8%). Menurut prevalensi E. coli ESBL positif paling Surveilans Antibiotik tinggi berasal dari bilasan bronchus Rumah Sakit di Indonesia 2021, tiga . %), sputum . 7%) dan feses isolat terbanyak yang diisolasi dari . spesimen urin rumah sakit kelas A ESBL positif terbanyak berasal dari Resistensi berturut-turut Escherichia Klebsiella Enterococcus . 8%), 8%) dan swab luka . %). Pada Anggraini faecalis dengan total sebesar 68,4 % pneumoniae ESBL positif paling (Kuntaman Hasil tinggi prevalensinya pada spesimen penelitian ini juga sesuai dengan sputum . ,5%), dari spesimen pus penelitian Anggraini, 2015 bahwa . ,3%) untuk E. coli ESBL positif. distribusi K. pneumoniae ESBL positif Pola sensitivitas antimikroba sama-sama lebih banyak berasal dari pneumoniae dan E. coli ESBL sputum . ,7%). Akan tetapi berbeda positif dapat dilihat pada Tabel 6. untuk E. coli ESBL positif pada Sensitivitas E. coli ESBL positif penelitian tersebut paling banyak paling baik dengan Tigesiklin dan berasal dari pus . ,7%). Amikasin masing-masing 99. 13% dan Prevalensi ESBL Meropenem juga memiliki berdasarkan jenis spesimen dapat . 57%). Sensitifitas K. dilihat pada tabel 5. ESBL positif paling baik dengan Hany Yusmaini, dkk | 287 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 281-291 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Amikasin . 7%). Meropenem dan terhadap antibiotik golongan lain Tigesiklin masing-masing 52. berada di bawah 60%, dapat dilihat pada tabel di atas (Baldwin et al. Sensitivitas pneumoniae dan E. coli ESBL positif Tabel 2. Distribusi E. coli dan K. pneumoniae ESBL Positif Berdasarkan Ruangan Asal Spesimen ICU IGD Lain lain Poliklinik Ruang Bayi Ruang Rawat Anak Ruang Rawat Bedah Ruang Rawat Ginekologi Ruang Rawat Paru dan Jantung Ruang Rawat Umum Dewasa Total ESBL Positif Prosentase ESBL Positif Prosentase Tabel 3. Prevalensi E. coli dan K. pneumoniae ESBL Positif Berdasarkan Asal Spesimen Asal Spesimen ICU IGD Lain lain Poliklinik Ruang Bayi Ruang Rawat Anak Ruang Rawat Bedah Ruang Rawat Ginekologi Ruang Rawat Paru dan Jantung Ruang Rawat Umum Dewasa Total ESBL Positif Total Prevalensi Rata rata ESBL Positif Total Prevalensi Prevalensi Tabel 4. Distribusi E. coli dan K. pneumoniae ESBL Positif berdasarkan Jenis Hany Yusmaini, dkk | 288 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 281-291 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Spesimen ESBL Positif Prosentase Jenis Spesimen Bilasan Broncus Cairan Lain Darah Feces Jaringan PUS Secret Vagina Sputum Swab Luka Urine Total ESBL Positif Prosentase Gabungan Distribusi Tabel 5. Prevalensi E. coli dan K. pneumoniae ESBL positif berdasarkan jenis Jenis Spesimen Bilasan Broncus Cairan Lain Darah Feces Jaringan PUS Secret Vagina Sputum Swab Luka Urine Total ESBL Positif Total Prevalensi 80,0% 25,0% 46,7% 56,3% 28,6% 46,9% 33,3% 57,7% 54,8% 48,4% 50,9% ESBL Positif Total Prevalensi 43,8% 0,0% 18,8% 0,0% 0,0% 14,3% 0,0% 18,4% 25,0% 26,8% 20,9% Tabel 6. Pola Sensitivitas antibiotik dari E. coli dan K. pneumoniae ESBL positif terhadap beberapa antibiotik formularium nasional ANTIBIOTIK Amikasin Ampisilin Ampisilin Sulbaktam Aztreonam Cefazolin Cefepim Ceftazidime Ceftriakson Ciprofloksasin Ertapenem Fosfomisin Gentamisin Meropenem Nitrofurantoin Piperasilin Tazobactam Tigesiklin Sulfometoksazol coli (%) Pneumoniae (%) coli (%) Pneumoniae (%) Hany Yusmaini, dkk | 289 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 9. Oktober 2024, 281-291 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 KESIMPULAN Penelitian Pneumoniae dan E. coli penghasil ESBL di RSPAD Gatot Soebroto Pengendalian Indonesia. penggunaan antimikroba yang rasional dan pencegahan transmisi harus terus prevalensinya (Husna et al. , 2. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih dan penghargaan kami sampaikan kepada LPPM UPN Veteran Jakarta. RSPAD Gatot Soebroto Jakarta dan semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian. DAFTAR PUSTAKA