Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah eISSN: 2809-0330 Vol 18. No 2. Desember 2022 DOI: TAFSIR DAN TAKWIL DALAM PERSPEKTIF ULUMUL QURAoAN Ujang Jenal Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Ihsan Baleendah Bandung ujangjenal99@gmail. Abstrak Al-Qur'an is the first and foremost source for Muslims. Their happiness depends on understanding its meaning, knowing its secrets and practicing what they contain. Everyone's ability to understand the pronunciation and expressions of the Qur'an is not the same as one another. The laity can only understand its ultimate meanings and the understanding of its verses globally. Meanwhile, intellectuals or educated people will be able to understand and interpret the meanings in more detail and depth and also be able to understand and reveal the hidden meanings behind the texts of the Al-Qur'an. Besides that, differences also occur among Muslim intellectuals in disclosing, understanding and interpreting Al-Qur'an texts which often lead to truth claims against each group. Some groups claim that their group's interpretation is the most correct, as well as other groups so that this problem causes conflict between several groups that have different interpretations of the meaning contained in the texts of the Qur'an. This difference in interpretation is one of the factors in the emergence of several methodologies or scientific disciplines regarding how to interpret and interpret the verses of the Qur'an which still have global meaning. Tafsir and takwil are two things that cannot be separated, because they are interrelated. Interpretation and takwil are very important things to learn, understand and apply in the life of the nation and state, especially in Indonesia. Keywords: Ulumul QurAoan. Interpretation and Takwil Al-QurAoan adalah sumber yang pertama dan utama bagi umat Islam. Kebahagiaan mereka bergantung pada pemahaman maknanya, pengetahuan rahasia-rahasianya dan pengamalan apa yang terkandung di dalamnya. Kemampuan setiap orang dalam memahami lafadz dan ungkapan Al-QurAan tidak sama satu sama lainnya. Kalangan awam hanya dapat memahami makna-makna dhahirnya dan pengertian ayat-ayatnya secara global. Sedangkan kalangan cendikiawan atau terpelajar akan dapat memahami dan menginterpretasikan makna-makna lebih detail dan mendalam serta juga mampu memahami dan mengungkap makna yang tersembunyi di balik teks-teks Al-QurAan. samping itu juga, perbedaan terjadi di kalangan intelektual muslim dalam mengungkap, memahami dan menafsirkan teks-teks Al-QurAan yang tidak jarang menimbulkan claim kebenaran . ruth clai. terhadap masing-masing kelompok. Sebagian kelompok mengclaim bahwa penafsiran kelompoknya yang paling benar, begitu pula pada kelompok lainnya sehingga persoalan ini menyebabkan konflik antara beberapa 88 | AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol 18. No 2. Desember 2022 Tafsir Dan Takwil Dalam Perspektif Ulumul QurAoan A kelompok yang memiliki penafsiran berbeda-beda terhadap makna yang terkandung dalam teks-teks Al-QurAan. Perbedaan penafsiran tersebut merupakan salah satu faktor kemunculan beberapa metodologi atau disiplin keilmuan mengenai cara menafsirkan dan menakwilkan ayat-ayat Al-QurAan yang masih memiliki makna global. Tafsir dan takwil merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, karena keduanya saling berhubungan. Tafsir dan takwil menjadi sesuatu yang sangat penting untuk dipelajari dan dipahami serta diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya di negara Indonesia. Kata Kunci: Ulum Alquran. Tafsir dan Takwil Pendahuluan Kata Ta'wil disebut beberapa kali dalam al-Quran. Ta'wil bermakna kembali kepada asal kata. dalam Hermeneutika kontemporer, terkadang interpretasi sebuah teks berada di luar realita si pembaca. Inilah yang diwanti-wanti Mulla Sadra agar pembaca tidak menyimpang dari pemahaman asli teks tersebut. Menurut Mulla Sadra, ta'wil adalah perangkat penting untuk memahami sebuah ayat, kata ta'wil tidak akan pernah terlepas dengan eksistensi dunia ini. jauh di balik makna verbal dan literal al-Quran, ada banyak rahasia, misteri dan bahkan makna yang tidak mampu dijelaskan oleh bahasa verbal. seseorang tidak bisa mengulas makna teks al-Quran hanya dengan membaca teks tanpa menelusuri makna batin di balik teks tersebut. oleh karena itu, jika anda tengah berupaya mengulas al-Quran anda harus terlebih dahulu mampu menginterpretasi ayat per ayat secara akurat. al-Quran tidak hanya memiliki makna literal. lebih dari itu, setiap teks memiliki makna mendalam yang hanya bisa diketahui oleh orang-orang yang sudah melalui proses penyingkapan intuitif . Hermeneutik adalah perangkat untuk memudahkan interpretasi terhadap ayatayat al-Quran, metodologi dan sistematika penafsiran yang diterapkan Hermeneutk sama sekali tidak bertentangan dengan makna literal pada al-Quran. Hermeneutik justru menjadi suplemen untuk membantu memahami makna terdalam dari al-Quran. pada dasarnya, al-Quran bukanlah ensiklopedia yang menjelaskan segala macam jenis pengetahuan secara mendetail, namun al-Quran menjelaskan semuanya secara universal. ketika anda mengulas al-Quran dan hanya berkutat pada makna verbal dan literal saja, maka "kulli shay-i" dalam al-Quran tidak dapat dipahami secara utuh. maka dari itu, makna al-Quran sesungguhnya hanya dapat dipahami melalu interpretasi atau Ta'wil. meski demikian ta'wil secara terminologi bermakna mendekati alQuran, membaur bersama al-Quran, dan menemukan makna batinya melalui metodologi ta'wil yang benar, niscaya pembaca akan mampu menyingkap sesuatu di balik makna literal al-Quran. Hal itu dapat dilakukan dengan melakukan penetrasi pada makna batinya, dan ini hanya bisa dilakukan melalui Mulla Sadra. The Quranic Hermeneutics of Mulla Sadra, h. AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol 18. No 2. Desember 2022 | 89 Ujang Jenal Sedangkan ta'wil hanyalah kendaraan untuk membantu akal menyingkap makna esoteri. Kerangka Teori Ulumul QurAoan Ulumul QurAoan berasal dari bahasa Arab yang merupakan gabungan dua kata, yaitu ulum dan Al-QurAoan. Kata Aoulum secara etimologis adalah bentuk jamak dari kata ilmu, yang berasal dari kata Aoalima-yaAolamu-Aoilman. Ilmu merupakan bentuk mashdar yang artinya pengetahuan dan pemahaman. Maksud dari pengetahuan ini sesuai dengan makna dasarnya, yaitu Aual-fahmu wa al-idrakAu . emahaman dan pengetahua. Kemudian pengertiannya dikembangkan pada berbagai masalah yang beragam dengan standar ilmiah. Kata Aoilm juga berarti Auidrak al-syaiAoI bi haqiqatihAu . engetahui dengan sebenarny. Abdurrahman mengemukakan bahwa Ulumul QurAoan mempunyai arti yaitu sebagai idlofi dan istilah. Secara idlofi kata AuUlumAy di-idlofahkan kepada QurAoan. Maka, mempunyai pengertian yang sangat luas sekali, yaitu segala ilmu yang relevansinya dengan Al-QurAoan. Pengertian Ulumul QurAoan secara istilah memiliki definisi yang berbedabeda. Hal ini disebabkan pada fokus masing-masing keilmuan dari para ahli. Secara istilah para ulama telah merumuskan beberapa definisi Ulumul QurAoan ini. Menurut Az-Zarqani Pembahasan-pembahasan yang berhubungan dengan AlQurAoan dari segi turunnya, urutan-urutannya, pengumpulannya, penulisannya, bacaannya, penafsirannya, kemukjizatannya, nasikh mansukhnya, dan penolakan terhadap hal-hal yang menimbulkan keragu-raguan terhadap AlQurAoan dan lain sebagainya. Menurut MannaAo al-Qaththan Ilmu yang mencakup pembahasan-pembahasan yang berhubungan dengan Al-QurAoan, dari segi pengetahuan tentang sebabsebab turunnya, pengumpulan Al-QurAoan dan urutan-urutannya, pengetahuan tentang ayat ayat Makiyah dan Madaniyah, nasikh mansukh, muhkan dan mutasyabih dan hal-hal lain yang ada hubungannya dengan Al-QurAoan. Menurut Ali ash-Shabuni Pembahasan-pembahasan yang berhubungan dengan kitab yang mulia ini dari segi turunnya, pengumpulannya, penertibannya, pembukuannya, mengetahui sebab turunnya. Makiyah dan Madaniyahnya, nasikh mansukhnya, muhkam dan mutasyabihnya dan lain-lain pembahasan yang berkaitan dengan Al-QurAoan. Mulla Sadra. Mafatih al-ghyab, h. Acep Hermawan. AoUlumul Quran Ilmu Untuk Memahami Wahyu (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , h. Abdurrahman. Ulum Al-Quran I (Bandung: Fakultas SyariAoah IAIN Sunan Gunung Djati, 1. , h. Az-Zarqani dan Abd Al-adhim. Manahil Al-Irfan Fi AoUlum Al-QurAoAn (Beirut: Dar AlFikr, 2. , h. Manna Al-Qaththan. Mabahits Fi AoUlum Al-QurAoAn (Riyad: Mansyurat al-Ashr alHadits, 1. , h. Muhammad AoAli Ash-Shabuni. At-Tibyah Fi AoUlumil QurAoAn (Beirut: AoAlimul Kutub, 1. , h. 90 | AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol 18. No 2. Desember 2022 Tafsir Dan Takwil Dalam Perspektif Ulumul QurAoan A Sebagai term yang telah populer terlebih dalam lingkup ilmiah-akademik dengan telah menjadi nama bagi suatu disiplin ilmu. AoUlym Al-QurAoyn didefinisikan sebagai Auseperangkat ilmu yang mengkaji segala sesuatu tentang AlQurAoanAy atau Austudi pembahasan yang berkaitan dengan berbagai aspek AlQurAoanAy. Definisi ini banyak didefinisikan oleh para penulis karya AoUlym AlQurAoyn di Indonesia. Misalnya telah dikemukakan oleh T. Hasbiy AshShiddieqi,8 Hamdani Anwar,9 Abu Anwar,10 Muhammad Amin Suma,11 Oom Komariah,12 Anshori,13 dan Yunahar Ilyas14 serta lainnya yang mayoritasnya adalah dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Definisi tersebut juga telah dikemukakan oleh para pakar di dunia Islam, semisal Al-Zarqyny,15 Aby Syuhbah,16 MannyAo Al-Qaththyn,17 Muhammad Al-Shybyny,18 Muhammad AlShabbygh,19 AoAdnyn Zarzyr,20 Nyr Al-Dyn AoItr,21 Muhammad MaAobad,22 Hasan DhiyyAo Al-Dyn AoItr,23 dan lainnya. Dari definisi yang hampir menjadi kesepakatan para pengkaji tersebut, dipahami bahwa AoUlym Al-QurAoyn adalah . ilmu yang berkaitan dengan Al-QurAoan. berkaitan dengan berbagai aspeknya yang Poin kedua ini kemudian menimbulkan terjadinya perbedaan tentang seberapa banyak aspek dan apa saja cabang ilmu yang dikategorikan sebagai AoUlym Al-QurAoyn. Al-Suyythy menyatakan bahwa AoUlym Al-QurAoyn memiliki lebih dari 80 aspek,24 sedang Al-Zarkasyy antara lain mengemukakan pendapat Hasbiy Ash-Shiddieqi. Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir (Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, 2. , h. Hamdani Anwar. Pengantar Ilmu Tafsir: Bagian Ulumul Quran (Jakarta: Fikahati Aneska, 1. , h. 11Ae12. Abu Anwar. Ulumul QurAoan: Sebuah Pengantar (Jakarta: Amzah, 2. , h. 4Ae5. Muhammad Amin Suma. Ulumul QurAoan (Depok: PT RajaGrafindo Persada, 2. , 8Ae9. Oom Mukarromah. Ulumul QurAoan (Depok: PT RajaGrafindo Persada, 2. , h. 3Ae4. Anshori. Ulumul QurAoan: Kaidah-Kaidah Memahami Firman Tuhan (Depok: PT RajaGrafindo Persada, 2. , h. 2Ae3. Yunahar Ilyas. Kuliah Ulumul QurAoan (Yogyakarta: Itqan Publishing, 2. , h. 1Ae2. Muhammad AoAbd Al-AoAzhym Al-Zarqyny. Manyhil Al-AoIrfyn Fy AoUlym Al-QurAoyn Jilid , ed. Fawwyz Ahmad Zamraly (Beirut: Dyr Al-Kityb Al-AoAraby, 1. , h. Muhammad Aby Syuhbah. Al-Madkhal Li Dirysah Al-QurAoyn Al-Karym (Riyadh: Dyr Al-LiwyAo, 1. , h. MannyAo Al-Qaththyn. Mabyhits Fy AoUlym Al-QurAoyn (Kairo: Maktabah Wahbah, 2. , h. Muhammad AoAly Al-Shybyny. Al-Tibyyn Fy AoUlym Al-QurAoyn (Teheran: Dyr Ihsyn, 2. , h. Muhammad ibn Luthfy Al-Shabbygh. Lamahyt Fy AoUlym Al-QurAoyn Wa Ittijyhyt AlTafsyr. (Beirut: Al-Maktab Al-Islymy, 1. , h. AoAdnyn Muhammad Zarzyr. AoUlym Al-QurAoyn Wa IAoJyzuhu: Wa Tyrykhu Tautsyqihi (Yordania: Dyr Al-AAolym, 2. , h. Nyr Al-Dyn AoItr. AoUlym Al-QurAoyn Al-Karym (Damaskus: Maktabah Al-Shabyh, 2. Muhammad Ahmad MaAobad. Nafahyt Min AoUlym Al-QurAoyn (Madinah Munawwarah: Maktabah Thayyibah, 1. , h. Lihat AoAbd Al-Rahmyn ibn Al-Jauzy and Hasan DhiyyAo Al-Dyn AoItr, eds. Funyn AlAfnyn Fy AoUyun AoUlym Al-QurAoyn (Beirut: Dyr Al-BasyyAoir Al-Islymiyyah, 1. , h. Jalyl Al-Dyn Al-Suyythy. Al-Itqyn Fy AoUlym Al-QurAoyn Jilid 1 (Kairo: Syirkah Al-Quds, 1. , h. 36Ae40 AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol 18. No 2. Desember 2022 | 91 Ujang Jenal Ibn Al-AoAraby yang menyatakan bahwa AoUlym AlQurAoyn memiliki 77. 25 Oleh karena itu, selain luas cakupannya, kajian AoUlym Al-QurAoyn pun masih bersifat terbuka, sehingga senantiasa diperlukan adanya pengkajian dari para pakar dalam menggalinya secara berkelanjutan. Ruang Lingkup dan Pokok Bahasan Ulumul QurAoan Pembahasan dalam Ulumul QurAoan sangat banyak sekali. Dalam kitab AlItqan fi Ulum Al-QurAoan karangan As-Suyuti . 911 H) terdapat 80 macam ilmu tentang AlQurAoan, bahkan menurutnya jumlah tersebut masih dapat dibagi hingga mencapai 100 macam atau bahkan lebih. Menurut Hasbi as-Shiddieqy28 yang tampaknya mengutip dari Manahil al-`Irfan karya alZarqani . t: 29-. memandang bahwa segala macam pembahasan Ulumul QurAoan itu kembali kepada beberapa pokok persoalan saja, yaitu: Pertama, persoalan tentang tempat turunnya ayat, waktunya dan peristiwanya. Ini terdiri dari dua belas macam, yaitu al-Makkiy . yat-ayat yang turun di Makka. , alMadaniy . yat-ayat yang turun di Madina. , al-Safariy . yat-ayat yang turun ketika Nabi dalam perjalana. , al-Hadhiriy . yat-ayat yang turun ketika Nabi berada di ruma. , alLailiy . yat-ayat yang turun pada malam har. , al-Nahariy . yat-ayat yang turun pada siang har. , al-Shaifiy . yatayat yang turun ketika musim pana. , al-SyitaAoi . yat-ayat yang turun ketika musim dingi. , a1-Firasyi . yat-ayat yang turun ketika Nabi berada di tempat tidu. Asbab al Nuzul . ebab-sebab turun aya. Awwalu ma Nuzzila . yat-ayat yang mula-mula turu. Akhtru ma nuzzila . yat-ayat yang terakhir turu. Kedua, persoalan sanad Al-QurAoan, terdiri dari enam macam, yaitu sanad mutawatir, ahad, syadz. QiraAoat al-Nabi . entuk-bentuk Qiraat Nabi Saw. ), al-Ruwat . ara periwaya. , al-Huffazh . ara penghafal Al-QurAoa. Ketiga, persoalan adaAo al-QiraAoah . entang cara membaca Al-QurAoa. , ini dari enam macam pula, yaitu waqaf . ara berhent. , ibtida . ara memula. , imalah, madd . acaan yang dipanjangka. , takhfif al-hamzah . eringankan bacaan hamza. , idgam . emasukkan bunyi huruf yang mati kepada bunyi huruf sesudahny. Keempat, persoalan yang menyangkut lafazh-lafazh Al-QurAoan dan ini ada tujuh macam, yaitu lafazh gharib . , muAorab . enerima perubahan akhir kat. , majaz . , musytarak . yang mengandung lebih dari satu makn. , mutaradif . istiAoarah . , dan tasybih . Kelima, persoalan tentang makna-makna Al-QurAoan yang berhubungan dengan hukum, dan nilai ada empat belas macam, yaitu al-Am al-Baqi `ala `umumihi . afazh yang bermakna Aoam . dan tetap dalam keumumanny. , al-Aoam al-Makhshus . afazh Aoam yang dikhususka. , al-AoAm alladzi uridu bihi alkhushus . afazh yang bermakna umum tapi yang dimaksudkan khusu. , ma khashshasa fihi al-Kitabu alSunnata . afazh am . yang dikhususkan oleh al-Kitab terhadap Sunna. , ma khashshashat fihi al-Sunnatu al-Kitab . afazh am . yang dikhususkan oleh Sunnah terhadap Kita. , mujmal . , mubayyan . , muAoawwal . , mafhum . , muthlaq . idak terbata. , muqayyad . , nasikh . Muhammad ibn AoAbd Allyh Al-Zarkasyy and Muhammad Muhammad Tymir, eds. AlBurhyn Fy AoUlym Al-QurAoyn (Kairo: Syirkah Al-Quds, 2. , h. Shubhy Al-Shylih. Mabyhits Fy AoUlym Al-QurAoyn (Beirut: Dyr Al-AoIlm li Al-Malyn, 1. , h. 341Ae42. Jalaludin As-Suyuti. Al-Itqan Fi Ulum Al-QurAoan (Beirut: Dar Al-Fikr, 1. , h. Hasbiy Ash-Shiddieqi. Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir, . 92 | AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol 18. No 2. Desember 2022 Tafsir Dan Takwil Dalam Perspektif Ulumul QurAoan A mansukh . , nauAo min al-nasikh wa al-mansukh wahuwa ma`amila bih muddatan muAoayyanatan, wal amila bihi wahidun min al-mukallaf . emacam nasikh dan mansukh, yaitu yang diamalkan pada waktu tertentu dan yang diamalkan oleh seorang saja dari orang-orang mukalla. Keenam, persoalan makna Al-QurAoan yang berhubungan dengan lafazh, dan ini ada lima macam, yaitu, al-Fashl . al-Washi . Ijaz . Ithnab . , dan Qashr . Itulah pokok-pokok kajian yang merupakan ruang lingkup pembahasan Ulumul QurAoan menurut Hasbi ash-Shiddieqy. Tafsir Kaidah-kaidah tafsir dalam Bahasa Arab dikenal dengan istilah qawaAoid al Istilah ini terdiri dari dua kata, yakni qawaAoid dan tafsir. QawaAoid merupakan bentuk jamak dari kata qaidah yang secara bahasa berarti undangundang, peraturan, prinsip, dan asas. 31 Sedangkan secara istilah, qaidah didefinisikan dengan undang-undang, sumber, dasar yang digunakan secara umum yang mencakup semua yang partikular. Adapun kata tafsir berasal dari kata fassara, yufassiru, tafsiran, yang berarti menjelaskan, menerangkan, mengungkapkan, dan memberi komentar. Sedangkan menurut Al-Zarqani, kata tafsir berasal dari akar kata al-fasr, kemudian diubah menjadi bentuk tafAoil yaitu menjadi al-tafsir yang berarti penjelasan atau keterangan. 33 Secara istilah tafsir dapat diartikan sebagai ilmu untuk memahami kitab Allah, yakni Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, menjelaskan makna, dan menyimpulkan ketentuanketentuan hukum serta hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya. 34 Tafsir bisa diartikan dengan alat atau ilmu pengetahuan dalam memahami petunjuk-petunjuk dalam Alquran. Sedangkan orang yang menjelaskan atau menerangkan isi Alquran disebut sebagai mufassir atau penafsir. Berdasarkan penjelasan tersebut, kaidah-kaidah tafsir dapat diartikan sebagai pedoman dasar yang digunakan secara umum guna mendapatkan pemahaman atas petunjuk-petunjuk Alquran. Sedangkan secara istilah, pengertian AutafsirAy, terdapat beberapa pendapat ahli, yakni:36 Menurut Al-Kilabi dalam At-Tashili: Ramli Abdul Wahid. Ulumul Qur'an, (Jakarta: Rajawali Pers, 1. , cet. I, h. Dr. Hj. Oom Mukarromah. Hum. Ulumul Qur'an, (Jakarta: Rajawali. Pers, 2. Edisi. Cet. 1, h. Ahmad Warson al-Munawwir. Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia, (Yogyakarta: Pustaka Progresif, 1. , h. Ahmad Warson al-Munawwir. Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia, . Muhammad Abd. al-AoAdhim al-Zarqaniy. Manahil al-AoIrfan fi al-Ulum alQurAoan. Jilid II, (Beirut: Dar al-Fikr, t. th,), h . Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani. Zubdah Al-Itqan Fi Ulum AlQurAoan AsSuyuthi, alih bahasa Rosihan Anwar, (Bandung: Pustaka Setia, 1. , h. Abdul Basir. Kaidah Tafsir Dalam Ulumul Quran. Volume 15. AL JAMI Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Januari Ae Juni 2019. Nomor 29. Rosihon Anwar. Ulum Al-quran. Bandung: Pustaka Setia. AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol 18. No 2. Desember 2022 | 93 Ujang Jenal AEAO ECI OOI IIN OEAA I OCON IAN ON OIOA Tafsir adalah menjelaskan Al-QurAoan, menerangkan maknanya dan menjelaskan apa yang dikehendaki dengan nashnya atau dengan isyaratnya atau tujuanya. Menurut Syekh Al-Jazairi dalam Shahib At-Taujih: AaEacAO AO ECOC II NO EEA EIEA IEI I NO a AIN I OAN OOCN OEN E E EON O C EEAA Tafsir pada hakekatnya adalah menjelaskan lafazh yang sukar dipahami oleh pendengar dengan mengemukakan lafazh sinonimnya atau makna yang mendekatinya, atau dengan jalan mengemukakan salah satu dilalah . etunjuk/menunjuka. lafazh tersebut. Menurut Abu Hayyan: AEAO AO EAE EI O I EOAO EIC EA ECI OI EOENA AOEIN EAO OEEOO OIION EO IE EON E EEOA Tafsir adalah ilmu mengenai cara pengucapan lafazh-lafazh Al-QurAoan serta cara mengungkapkan petunujuk, kandungan-kandungan hukum, dan makna makna yang terkandung di dalamnya. Menurut Az-Zarkasyi: A OOI IION OA. AIA,AEI OANI N E NEE EIIE EO ION II AA AEIN OEINA Tafsir adalah ilmu yang digunakan untuk memahami dan menjelaskan makna-makna kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya. Muhammad SAW, seta menyimpulkan kandungan-kandungan hukum dan hikmahnya. Dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tafsir adalah suatu hasil usaha tanggapan, penalaran, dan ijtihad manusia untuk menyingkap nilai-nilai samawi yang terdapat di dalam Al-QurAoan. Takwil Takwil menurut lughat adalah menerangkan, menjelaskan. Diambil dari kata Auawwala-yuAoawwilu-takwilan. Ay Al-Qaththan dan Al-Jurjani ber pendapat bahwa arti taAowil menurut lughat adalah Aual-rujuAo ila Al-ashlAu . erarti kembali pada pokokny. Sedangkan menurut Az-Zarqani berpendapat secara bahasa adalah sama dengan arti tafsir. Adapun menurtut istilah, ada banyak para ahli yang berpendapat, antara lain: Menurut Al-Jurzani: Ash-Shiddieqy. TM Hasbi. Sejarah Dan Pengantar Ilmu Al-Quran,Jakarta. Bulan Bintang,Bandung,1994, h . Kadar M. Yusuf. Studi Al-Quran. Jakarta: Amzah. 94 | AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol 18. No 2. Desember 2022 Tafsir Dan Takwil Dalam Perspektif Ulumul QurAoan A a EEA I IIN E NuEO IIN OIEN u EI EIIE EOA AON IOAC EE OE cIA Artinya: AuMemalingkan suatu lafazh dari makna lahirnya terhadap makna yang di kandung nya, apabila makna alternatif yang dipandangnya sesuai dengan ketentuan Al-kitab dan As-sunnahAy. Menurut Definisi Lain: AE OOE O EO EO ON OI IO IINA Artinya: AuTakwil ialah mengembalikan sesuatu ghayahnya . , yakni menerangkan apa yang dimaksudAy. Menurut Ulama Salaf: AuMenafsirkan dan menjelaskan makna suatu ungkapan, baik bersesuai dengan makna lahirnya ataupun bertentangan. Ay Definisi takwil seperti ini sama dengan definisi tafsir. AuHakikat sebenarnya yang dikehendaki suatu ungkapan. Ay Menurut Ulama Khalaf: a EEA I EIIO E EO IIO EEOE OCI NA Artinya: AuMengalihkan suatu lafazh dari maknanya yang rajih pada makna yang marjuh karena ada indikasi untuk ituAy. Dari beberapa pendapat para ahli diatas dapat di simpulkan bahwa pengertian takwil secara istilah adalah suatu usaha untuk memahami lafazh-lafazh . Al-QurAoan melalui pendekatan memahami arti atau maksud sebagai kandungan dari lafazh itu. Dengan kata lain, takwil berarti mengartikan lafazh dengan beberapa alternatif kandungan makna yang bukan makna lahiriyah, bahkan penggunaan secara masyhur kadang-kadang diidentikan dengan Syarat-Syarat Takwil Adapun syarat-syarat takwil adalah : Lafaz itu dapat menerima takwil seperti lafaz zhahir . enunjukkan maksu. dan lafaz hash . enunjukan makn. serta tidak berlaku untuk muhkam dan Lafaz itu mengandung kemungkinan untuk di-takwil-kan karena lafaz tersebut memiliki jangkauan yang luas dan dapat diartikan untuk di-takwail. Serta tidak asing dengan pengalihan kepada makna lain tersebut. Ada hal-hal yang mendorong untuk takwil seperti : Rosihon Anwar. Ulum Al-quran. Bandung: Pustaka Setia. AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol 18. No 2. Desember 2022 | 95 Ujang Jenal Bentuk lahir lafaz berlawanan dengan kaidah yang berlaku dan diketahui secara dharuri, atau berlawanan dengan dahlil yang lebih tinggi dari dahlil Contohnya: suatu hadis menyalahi maksud hadis yang lain, sedangkan hadis itu ada kemungkinan untuk di takwil kan, maka hadis itu di takwil kan saja ketimbang ditolak sama sekali. Nash itu menyalahi dalil lain yang lebih kuat dilalah-nya. Contohnya: suatu lafaz dalam bentuk zhabir diperuntukan untuk suatu objek, tetapi ada makna menyalahinya dalam bentuk nash. Lafaz itu merupakan suatu nash untuk suatu objek tetapi menyalahi lafaz lain yang mufassar. Dalam semua bentuk itu berlakulah takwil. Takwil itu harus mempunyai sandaran kepada dahlil dan tidak bertentangan dengan dahlil yang ada. Alasan penggunaan TaAowil Ada tiga cara yang dapat dilakukan sebagai upaya dalam memahami alQuran, pertama dengan mengacu pada kamus dan kaidah-kaidah bahasa Arab (Nahwu. Saraf. Balagoh, dl. , yang kedua melalui intusi dan pengetahuan, dan yang ketiga menemukan makna teks dengan bantuan akal. maka dari itu, ta'wil dalam perspektif al-Quran dapat dipahami sebagai upaya dalam mensekunderkan makna verbal dalam al-Quran, dan mengedepankan pemahaman pada teks-teks yang tidak terlihat pemahamanya secara dzahir. Selain itu, dalam mengulas sebuah teks dengan metode Hermeneutik,40 kita harus mulai dari makna literal sebuah teks. penafsiran yang didapat harus berkorespondensi dengan makna ta'wil adalah jenis pengetahuan yang hanya bisa didapat melalui penyingkapan intuitif. Mullas Sadra sedkit menjelaskan mengenai intuisi, menurutnya, refleksi dari realitas terletak pada hati manusia, sebuah objek nonmateri hanya dapat dilihat oleh mata batin, karena sesuatu yang non-materi hanya dapat dilihat oleh sesuatu yang juga bersifat non-materi, dan inilah yang disebut dengan intuisi. Mulla Sadra membagi intuisi ke dalam dua katagori, yakni simbol dia menyebutnya sebagai intuisi formal, yang dapat menemukan realitas di balik sebuah simbol yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera. Intuisi semacam ini lahir secara alamai dari dalam diri manusia karena hubungan yang intens dengan Tuhan. Mulla Sadra mengatakan, bahwa Ta'wil sama halnya dengan menafsirkan sebuah mimpi, bukan tanpa alasan. materi-materi di dunia ini jika dibandingkan dengan yang ada pada kehidupan di alam lain bagaikan sebuah mimpi. senada dengan itu Ali ibn Abi Thalib pernah Hermeneutika berasal dari kata Yunani hermeneuine dan hermenia yang masingmasing berarti AumenafsirkanAy dan AupenafsiranAy. Lihat Fahruddin Faiz. Hermeneutika QurAoani: Antara Teks. Konteks, dan Kontekstualisasi (Yogyakarta: Qalam, 2. , 20. Mulla Sadra. Mafatih al-ghyab, . , h. 96 | AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol 18. No 2. Desember 2022 Tafsir Dan Takwil Dalam Perspektif Ulumul QurAoan A mengatakan, "manusia saat ini sedang tertidur dan akan terbangun saat mereka Yang kedua. Mulla Sadra menamakan ini sebagai intuisi spiritual. model ini tidak bersifat simbolik. Dalam kondisi ini, pikiran manusia dan jiwanya mampu merasakan realitas melalui fenomena atau sesuatu yang umumnya tidak dapat dijangkau oleh orang biasa. Mulla Sadra mencontohkan, kita orang disodorkan 10 kunci taman dan disuruh menebak mana pintu yang terkunci dan terbuka, sejatinya jika orang tersebut memiliki intuisi spiritual maka dengan mudah ia akan bisa menebaknya. sebab, realitas yang tertutup sudah tersingkap dan inilah yang disebut inspirasi atau pancaindera rahasia. Terinspirasi dari teori Socrates dan Plato. Mulla Sadra meyakini adanya dunia imaginasi atau alam ideal. menurutnya, satu-satunya alasan mengapa ia harus percaya pada penemua realitas ini adalah semua fenomena yang ada dalam alam materi memiliki bayangan spiritual di alam lain. sebab, segala jenis materi di dunia ini hanyalah bayang-bayang dari alam lain. jadi, tidak ada sesuatu di dunia ini yang tidak saling berhubungan dengan alam lain, dan teori ini dikenal dengan esensi spiritual. Dari penjabaran di atas mengenai intuisi, dapat dipahami bahwa dunia memiliki dua bentuk, yakni satu bentuk dunia yang kita lihat simbol tranformasi simbolik dan lainya sebagai dunia dalam bentuk intelektual. Mulla Sadra menambahkan, bahwa planet-planet yang ada di angkasa letaknya sangat jauh dari dunia non materi. yang paling dekat dengan kita hanyalah realitas intelektual yang letaknya ada di dunia materi dan keberadaanya tidak tersembunyi dari pandangan jika sewaktu-waktu itu tersembunyi alasannya yaitu karena kita tidak punya kepentingan untuk memahami realitas tersebut. Perbedaan tafsir & taAowil Dalam hal ini sebagian ulama melihat ada perbedaan-perbedaan antara keduanya. Tafsir berbeda dengan takwil, perbedaannya adalah pada ayat-ayat yang menyangkut soal umumdan khusus, pengertian tafsir lebih umum dari pada takwil, karena takwil berkenaan dengan ayat-ayat yang khusus, misalnya ayat-ayat mutasyabihat. Jadi, mentakwilkan ayat-ayat yang mutasyabihat itu termasuk tafsir, tetapi tidak setiap penafsiran ayat disebut Tafsir adalah penjelasan lebih lanjut dari takwil, dan dalam tafsir sejauh terdapat dalil-dalil yang dapat menguatkan penafsiran boleh dinyatakan: AuDemikianlah yang dikehendaki AllahAy, sedangkan menguatkan salah satu makna dari sejumlah kemungkinan makna yang Mulla Sadra. Mafatih al-ghyab, . , h. Mulla Sadra. Mafatih al-ghyab, . , h. AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol 18. No 2. Desember 2022 | 97 Ujang Jenal dimiliki ayat . dan tidak boleh menyatakan: AuDemikianlah yang dikehendaki Allah swt. Ay Tafsir menerangkan makna lafaz . melalui pendekatan riwayat, sedangkan takwil melalui pendekatan dirayah . emampuan ilm. dan berpikir rasional. Tafsir menerangkan makna-makna yang diambil dari bentuk yang tersurat . il ibara. , sedangkan takwil adalah dari yang tersirat . il isyara. Tafsir berhubungan dengan makna-makna ayat atau lafaz yang biasabiasa saja, sedangkan takwil berhubungan dengan makna-makna yang kudus. Tafsir mengenai penjelasan maknanya telah diberikan oleh Alquran sendiri, sedangkan takwil penjelasan maknanya diperoleh melalui istinbath . dengan memanfaatkan ilmu-ilmu alatnya (M. Hasbi Ash Shiddieqy,1. Hasbi. Sejarah dan Pengantar Ilmu Al QurAoan/Tafsir. (Jakarta: Bulan Bintang, 1. , h. 98 | AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol 18. No 2. Desember 2022 Tafsir Dan Takwil Dalam Perspektif Ulumul QurAoan A Metode Penelitian Metode penelitian artikel ini adalah penelitian kualitatif jenis kepustakaan . ibrary Data yang dikumpulkan berasal dari sumber dokumentatif untuk dianalisis secara deskriptif-interpretatif melalui metode analisis isi . ontent analysi. Dokumentasi penelitian berasal dari berbagai sumber dokumen yang sangat beragam, baik primer maupun sekunder. Sumber primer yang dimaksud adalah karya-karya AoUlym Al-QurAoyn yang ditulis oleh para ilmuwan Indonesia. Sedangkan content analysis merupakan sebuah metode analisis terhadap kandungan isi yang tidak akan lepas dari interpretasi sebuah karya, yang tidak hanya pada pemahaman dan analisis teks, tetapi juga menekankan pada konteks yang melingkupinya dan dalam kontekstualisasinya pada masa yang berbeda. Sedangkan langkah-langkah penelitian dalam artikel ini adalah . setelah menemukan data-data dan dokumen yang di perlukan, penulis ada ketertarikan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menetapkan tema dan judul yang hendak dijadikan fokus . membaca dan mengkaji karya AoUlym Al-QurAoyn tersebut dengan seksama. menelusuri studi pustaka yang memiliki signifikansi langsung dan tidak langsung dengan tema kajian, terutama dari artikel jurnal, hasil-hasil penelitian, dan dari karya ilmiah popular. menuliskan hasil pengkajian dan menganalisisnya dalam artikel Hasil Penelitian dan Pembahasan Menilik dari tema pembahasan di atas, bahwa tema-tema pembahasan yang ada di dalam jurnal ini yang bersifat . ibrary researc. , sangat perlu di ketahui untuk mahasiswa baru dan khalayak ramai mengingat sangat bermanfaat sekali bagi mahasiswa baru dan orang banyak dalam mempelajari Ulumul QurAoan, namun di dalam jurnal ini hanya secara umum saja di sampaikan, dan kami selaku penulis menyadari masih banyak sekali kekurangan, baik banyaknya tema pembahasan yang belum di tuangkan dan di jelaskan dalam jurnal ini, seperti sejarah Penafsiran Al QurAoan. Asbabun Nuzul. Munasabah. Nasikh Wal Mansukh. QiraAoat Fil QurAoan. QawaAoidu Fit Tafsiril QurAoan, dan Aqsamut Tafsir . entuk-bentuk tafsi. Namun kami selaku penulis sangat berharap jurnal ini menjadi salah satu khazanah keilmuan bagi mahasiswa ataupun pembaca, sehingga menambah keilmuannya baik bagi diri nya sendiri maupun khalayak banyak. Dalam buku berjudul Ulumul Quran II yang disusun oleh Ahmad Syadali dan Ahmad RofiAoi dijelaskan bahwa tafsir Alquran ditinjau dari segi sumbernya . umber penafsira. ada tiga macam, yaitu tafsir bil maAotsur, tafsir bil raAoyi, dan tafsir bil izdiwaji. 45Tafsir bil maAotsur sering disebut dengan tafsir Bir Riwayah atau tafsir Bil Manqul, yaitu tafsir Alquran yang dalam menafsirkan ayat-ayat Alquran didasarkan atas sumber penafsiran dari Alquran, dari riwayat para sahabat Nabi Saw dan dari riwayat para tabiAoin. Pada Tafsir bil MaAotsur, penafsiran ayat-ayat Alquran diambil dari sumbersumber yang berhubungan dengan makna ayat yang akan ditafsirkan, lalu disebutkan penafsirannya berdasarkan riwayat, nukilan atau kutipan. Menukil dari Nabi dan harus menghindari riwayat-riwayat yang dhaif . dan palsu, dan itu jumlahnya cukup Ahmad Syadali dan Ahmad RofiAoi. Ulumul Quran II, (Bandung: Pustaka Setia, 2. , h. Ahmad Syadali dan Ahmad RofiAoi. Ulumul Quran II,. AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol 18. No 2. Desember 2022 | 99 Ujang Jenal 47 Mereka para mufassir kalau sudah ketemu riwayat tersebut maka mereka tidak lagi berijtihad di dalam menjelaskan maksud ayat yang ditafsirkan dan tidak mencari penafsiran dari sumber yang lain. Bahkan mereka harus menghindari keterangan yang tidak ada manfaatnya karena tidak ada dalilnya. Tafsir bil raAoyi sering juga disebut dengan tafsir bil dirayah atau tafsir bil maAoqul, yaitu tafsir Alquran yang didasarkan atas sumber ijtihad dan pemikiran mufassir tarhadap tuntunan kaidah Bahasa Arab dan kesasteraannya, teori ilmu pengetahuan, setelah dia menguasai sumbersumber tadi. 48 Pada tafsir bil raAoyi ini mufassir menjelaskan maknamakna Alquran dengan hanya berpegang pada pemahaman mereka sendiri dan penyimpulan yang didasarkan pada pendapat semata, sehingga terkadang tidak disertai bukti-bukti jelas dari ayat itu sendiri. Hal ini bisa berakibat pada penyimpangan terhadap Karena itulah terhadap tafsir bil raAoyi ini para ulama berlainan pendapat, ada yang membolehkannya dan ada juga yang mengharamkannya. Dikatakan haram kalau memang tidak ada dasar sama sekali dalam Alquran, atau dilakukan tanpa dasar kaidah Bahasa Arab dan pokok-pokok hukum syariah dan atau untuk memenuhi kemauan nafsu 49 Sebagian ulama yang membolehkan penafsiran dengan menggunakan metode tafsir bil raAoyi mensyaratkan kepada mufassir untuk memenuhi syarat-syarat sebagai seorang mufassir, kalau tidak maka juga tidak boleh untuk melakukan penafsiran. Tafsir bil izdiwaji disebut juga dengan metode campuran antara tafsir bil maAotsur dan tafsir bil raAoyi, yaitu penafsiran ayat Alquran berdasarkan atas perpaduan antara sumber tafsir riwayah yang kuat dan sahih, dengan sumber hasil ijtihad akal pikiran yang Tafsir macam ini banyak ditulis pada tafsir modern dan muncul sesudah kebangkitan kembali umat Islam. Buya Hamka dalam tafsirnya Al-Azhar menyatakan bahwa penerapan cara penafsiran ini dalam menafsirkan Alquran dilakukan oleh penafsirnya dengan memelihara sebaik-baiknya hubungan antara naqal dan akal serta antara riwayah dan dirayah. Penafsir tidak hanya semata-mata mengutip atau menukil pendapat-pendapat penafsir yang telah terdahulu, tetapi mempergunakan juga tinjauan pengalamannya sendiri. Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani. Zubdah al-Itqan, h. Ahmad Syadali dan Ahmad RofiAoi. Ulumul Quran II,. Abdul Djalal. Urgensi Tafsir Maudhui Pada Masa Kini, (Jakarta: Kalam Mulia, 1. , h. Abdul Djalal. Urgensi Tafsir Maudhui Pada Masa Kini, . , h. 100 | AL JAMI: Jurnal Ilmiah Keagamaan. Pendidikan dan Dakwah. Vol 18. No 2. Desember 2022 Tafsir Dan Takwil Dalam Perspektif Ulumul QurAoan A Kesimpulan Tafsir bil maAotsur sering disebut dengan tafsir Bir Riwayah atau tafsir Bil Manqul, yaitu tafsir Alquran yang dalam menafsirkan ayat-ayat Alquran didasarkan atas sumber penafsiran dari Alquran, dari riwayat para sahabat Nabi Saw dan dari riwayat para tabiAoin. Tafsir bil izdiwaji disebut juga dengan metode campuran antara tafsir bil maAotsur dan tafsir bil raAoyi, yaitu penafsiran ayat Alquran berdasarkan atas perpaduan antara sumber tafsir riwayah yang kuat dan sahih, dengan sumber hasil ijtihad akal pikiran yang sehat. Ada tiga cara yang dapat dilakukan sebagai upaya dalam memahami al-Quran, pertama dengan mengacu pada kamus dan kaidah-kaidah bahasa Arab (Nahwu. Saraf. Balagoh, dl. , yang kedua melalui intusi dan pengetahuan, dan yang ketiga menemukan makna teks dengan bantuan akal. ta'wil adalah jenis pengetahuan yang hanya bisa didapat melalui penyingkapan intuitif. Mullas Sadra sedkit menjelaskan mengenai intuisi, menurutnya, refleksi dari realitas terletak pada hati manusia, sebuah objek non-materi hanya dapat dilihat oleh mata batin, karena sesuatu yang non-materi hanya dapat dilihat oleh sesuatu yang juga bersifat non-materi, dan inilah yang disebut dengan intuisi. Tafsir adalah penjelasan lebih lanjut dari takwil, dan dalam tafsir sejauh dalil-dalil yang dapat menguatkan penafsiran boleh dinyatakan: AuDemikianlah yang dikehendaki AllahAy, sedangkan takwil hanya menguatkan salah satu makna dari sejumlah kemungkinan makna yang dimiliki ayat . dan tidak boleh menyatakan: AuDemikianlah yang dikehendaki Allah swt. Ay. Referensi