AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index PENGARUH TENAGA KERJA DAN INVESTASI TERHADAP KEMISKINAN DENGAN TINGKAT PENGANGGURAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2022-2024 Jefri Ardiansyah. 1UIN Sunan Ampel Surabaya. Indonesia email: jefryardiyansah68@gmail. Abstract Poverty remains a major issue in Central Java Province, despite various efforts that have been made, including increasing labour force participation and investment flows. However, reality shows that increases in labour force and investment do not always correlate linearly with poverty reduction. This study aims to analyse the impact of labour force and investment on poverty, with unemployment rate as an intervening variable, during the years 2022-2024. The method used is a quantitative approach with path analysis techniques using panel data from 35 regencies and cities in Central Java. The best regression model was selected using the Chow. Hausman, and Lagrange Multiplier tests, and data processing was conducted using EViews 10. The results indicate that labour has a significant positive impact on unemployment, and unemployment has a significant positive impact on poverty. Conversely, investment shows a significant negative impact on both unemployment and poverty. Through unemployment, labour has a positive indirect effect on poverty, while investment has a negative indirect effect. These findings reinforce Arthur Lewis's economic dualism theory and the Harrod-Domar theory, indicating that imbalances between the labour force and job absorption exacerbate poverty, while investment can drive inclusive growth. This study recommends policies for investment redistribution and strengthening labour quality to make poverty alleviation programmes more effective and targeted. Keywords: Labour. Investment. Unemployment Rate. Poverty. Development Redistribution. Abstrak Kemiskinan masih menjadi isu utama di Provinsi Jawa Tengah, meskipun berbagai upaya telah dilakukan, termasuk peningkatan partisipasi angkatan kerja dan arus investasi. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa peningkatan tenaga kerja dan investasi tidak selalu linear terhadap penurunan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tenaga kerja dan investasi terhadap kemiskinan dengan tingkat pengangguran sebagai variabel intervening selama tahun 2022-2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis jalur . ath analysi. melalui data panel dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Pemilihan model regresi terbaik dilakukan melalui uji Chow. Hausman, dan Lagrange Multiplier, dan pengolahan data dilakukan menggunakan EViews 10. Hasil penelitian AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index menunjukkan bahwa tenaga kerja berpengaruh positif signifikan terhadap pengangguran, dan pengangguran berpengaruh positif signifikan terhadap kemiskinan. Sebaliknya, investasi pengangguran dan kemiskinan. Melalui pengangguran, tenaga kerja memiliki pengaruh tidak langsung yang positif terhadap kemiskinan, sedangkan investasi memiliki pengaruh tidak langsung yang negatif. Temuan ini menguatkan teori dualisme ekonomi Arthur Lewis dan teori Harrod-Domar, serta mengindikasikan bahwa ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kerja dan penyerapan kerja memperburuk kemiskinan, sementara investasi mampu mendorong pertumbuhan inklusif. Penelitian ini merekomendasikan kebijakan pemerataan investasi dan penguatan kualitas tenaga kerja agar program pengentasan kemiskinan lebih efektif dan tepat sasaran. Kata Kunci: Tenaga Kerja. Investasi. Tingkat Pengangguran. Kemiskinan. Pemerataan Pembangunan. PENDAHULUAN Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan struktural yang menjadi perhatian utama dalam agenda pembangunan nasional maupun daerah 1. Di Indonesia, upaya pengentasan kemiskinan telah menjadi prioritas sejak era reformasi, dengan berbagai pendekatan, mulai dari program bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi Di provinsi Jawa Tengah, kemiskinan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kultural dan geografis, tetapi juga sangat erat kaitannya dengan aspek ekonomi seperti ketersediaan lapangan kerja dan tingkat investasi. Dinamika ketenagakerjaan dan arus investasi menjadi faktor krusial yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2023 jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah mencapai 3,79 juta jiwa atau 10,77 persen dari total penduduk, dan meskipun pada tahun 2024 menurun menjadi 3,70 juta jiwa . ,47 perse. , angka ini masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa. Dalam periode yang sama. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) berada di angka 73,74 persen, namun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih cukup signifikan yakni sebesar 4,78 persen. Sementara itu, realisasi investasi di Jawa Tengah dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mengalami fluktuasi yang cukup tajam, menunjukkan ketidakstabilan iklim investasi yang dapat memengaruhi penciptaan lapangan kerja baru. Ketidaksesuaian antara peningkatan jumlah tenaga kerja dan realisasi investasi dengan 1 Ulya. Siti Kharisatul. Rindiani Rindiani. Gustina Masitoh. Chika Dwi Oktaviani, dan Aditya Reza Rezola. AuAnalisis Pengaruh Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kemiskinan di Indonesia. Ay Gemilang: Jurnal Manajemen dan Akuntansi 5, no. : 100Ae123. ttps://doi. org/10. 56910/GEMILANG. V5I3. 2Saribulan. Nur. Hardiyanto Rahman, dan Saddam Rassanjani. AuPerkembangan Penelitian Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia: Analisis Bibliometrik dan Analisis Konten. Ay Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 12, no. : 309Ae21. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index penurunan angka kemiskinan menunjukkan adanya faktor lain yang memediasi hubungan tersebut, salah satunya adalah tingkat Fenomena tersebut menunjukkan bahwa sekalipun tenaga kerja dan investasi memiliki potensi besar dalam menekan tingkat kemiskinan, peran variabel antara seperti pengangguran menjadi penting untuk diperhatikan. Dalam perspektif ekonomi makro, penciptaan lapangan kerja melalui investasi merupakan salah satu jalur utama dalam strategi pembangunan yang inklusif. Namun, ketika investasi tidak disertai dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja antara kebutuhan industri dengan keterampilan tenaga kerja, maka yang terjadi adalah peningkatan jumlah pengangguran Di sinilah letak urgensi untuk mengkaji apakah benar tenaga kerja dan investasi berdampak langsung terhadap kemiskinan, atau justru pengaruhnya bersifat tidak langsung melalui tingkat pengangguran sebagai variabel intervening. Secara teoritis, penelitian ini berakar pada pendekatan hubungan kausal antara faktor-faktor produksi dan distribusi pendapatan terhadap kesejahteraan masyarakat. Dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, tenaga kerja tidak hanya dilihat sebagai input ekonomi, tetapi juga sebagai subjek pembangunan itu sendiri. Sementara itu, investasi berperan sebagai penggerak utama produktivitas, penciptaan nilai tambah, dan ekspansi sektor-sektor ekonomi. Namun demikian, keberadaan pengangguran yang tinggi mengindikasikan bahwa potensi ekonomi belum sepenuhnya Maka dari itu, mengintegrasikan pengangguran sebagai variabel intervening dalam model analisis dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas kebijakan ekonomi daerah dalam mengatasi kemiskinan5. Urgensi penelitian ini semakin mengemuka mengingat bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang gencar menjalankan berbagai program percepatan pengurangan kemiskinan, antara lain melalui perluasan kesempatan kerja, pelatihan vokasi, serta pemberian insentif investasi. Namun, tanpa pemahaman yang berbasis data mengenai sejauh mana faktor tenaga kerja dan investasi berpengaruh terhadap kemiskinan, intervensi kebijakan yang dilakukan berisiko tidak tepat sasaran. Penelitian ini juga memiliki dimensi praktis, yakni memberikan dasar pertimbangan bagi pengambil kebijakan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam merumuskan strategi pengurangan kemiskinan yang lebih tepat. Dengan mengetahui jalur pengaruh tenaga kerja dan investasi terhadap kemiskinan baik secara langsung maupun melalui pengangguran, pemerintah daerah dapat mendesain program yang lebih terarah, seperti pengembangan 3 Badan Pusat Statistik. Statistik Ekonomi. Demografi dan Sosial. BPS Provinsi Jawa Tengah, 2024. ttps://jateng. id/i. 4 Kuncoro. Mudrajad. Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: UPP AMP YKPN, 5 Ferry Prasetya, dan Susilo. Perencanaan Pembangunan Daerah. Malang: UB Press, 2023. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index tenaga kerja berbasis kebutuhan industri lokal, atau pemberian insentif investasi yang menyasar sektor padat karya. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan penting bagi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan penguatan sinergi antar lembaga dalam menanggulangi pengangguran dan kemiskinan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tenaga kerja dan investasi terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah tahun 2022-2024. Dalam penelitian ini akan digunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis jalur . ath analysi. untuk menjelaskan hubungan kausalitas antara variabel independen . enaga kerja dan investas. , variabel intervening . ingkat penganggura. , dan variabel dependen . ingkat kemiskina. Dengan menggunakan data sekunder dari BPS dan BKPM, penelitian ini akan mengkaji pola-pola hubungan yang terjadi antar variabel dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Definisi operasional variabel tenaga kerja diukur melalui indikator Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), investasi diukur berdasarkan total realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), pengangguran diukur dengan indikator Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dan kemiskinan diukur melalui jumlah penduduk miskin per tahun. Prosedur analisis data diawali dengan uji spesifikasi model antara Common Effect Mode. Fixed Effect Model , dan Random Effect Model. Pemilihan dilakukan dengan uji Chow. Hausman dan Lagrange Multiplier6. Setelah diperoleh model terbaik maka dilakukan uji persamaan model, dilanjutkan uji asumsi klasik, uji T dan yang terakhir yakni uji sobel. Model analisis jalur dilakukan dengan mengestimasi dua persamaan: pertama, untuk mengetahui pengaruh tenaga kerja dan investasi terhadap tingkat Kedua, untuk mengetahui pengaruh tenaga kerja, investasi, dan pengangguran terhadap tingkat kemiskinan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak statistik E-Views 10. Hasil pengujian akan mencakup nilai koefisien jalur . ath coefficien. dan signifikansi hubungan antar variabel . guna melihat seberapa besar pengaruh total dan pengaruh tidak langsung yang dimediasi oleh tingkat PEMBAHASAN Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) merupakan indikator yang mengukur proporsi penduduk usia kerja . tahun ke ata. yang aktif secara ekonomi, baik yang bekerja maupun yang sedang mencari pekerjaan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS). TPAK mencerminkan seberapa besar potensi tenaga kerja yang tersedia dalam suatu perekonomian. Semakin tinggi TPAK, semakin besar pula jumlah penduduk yang terlibat dalam aktivitas ekonomi, yang pada gilirannya dapat mendorong 6 Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif. Kombinasi dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2018. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun. TPAK yang tinggi juga dapat menimbulkan tekanan pada pasar tenaga kerja jika tidak diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja yang Faktor-faktor yang memengaruhi TPAK antara lain tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, dan kondisi ekonomi secara umum. Misalnya, peningkatan akses pendidikan dan pelatihan kerja dapat meningkatkan partisipasi angkatan kerja, terutama di kalangan perempuan dan kelompok usia muda. Selain itu, kondisi ekonomi yang kondusif, seperti pertumbuhan sektor industri dan jasa, dapat menarik lebih banyak individu untuk masuk ke pasar Sebaliknya, dalam kondisi resesi atau ketidakpastian ekonomi. TPAK dapat menurun karena berkurangnya peluang kerja dan meningkatnya angka pengangguran7. Penanaman Modal dalam Negeri Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) merujuk pada investasi yang dilakukan oleh individu atau badan usaha dalam negeri dengan tujuan untuk membangun atau mengembangkan usaha di wilayah Indonesia. Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. PMDN mencakup segala bentuk kegiatan menanam modal oleh penanam modal dalam negeri untuk melakukan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia. PMDN memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas produksi domestik. Dalam teori pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar, investasi dianggap sebagai faktor kunci dalam proses pertumbuhan ekonomi suatu negara. Investasi tidak hanya meningkatkan stok modal, tetapi juga mendorong peningkatan output dan produktivitas. Dengan demikian, peningkatan PMDN dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada investasi asing. Namun, efektivitas PMDN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi juga bergantung pada faktor-faktor lain, seperti stabilitas politik, infrastruktur yang memadai, dan kebijakan pemerintah yang mendukung iklim investasi8. Tingkat Pengangguran Terbuka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang mengukur persentase angkatan kerja yang tidak memiliki pekerjaan tetapi secara aktif mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan usaha. Menurut BPS. TPT mencerminkan ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan tenaga kerja dalam perekonomian. TPT yang tinggi menunjukkan bahwa sebagian besar angkatan kerja tidak terserap dalam pasar kerja, yang dapat mengindikasikan adanya masalah struktural dalam perekonomian, seperti 7 Mulyadi. Ekonomi Sumber Daya Manusia: Dalam Perspektif Pembangunan. Jakarta: Rajawali Press, 2017. 8 Sukirno. Sadono. Pengantar Teori Mikro Ekonomi. 2 ed. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index kurangnya lapangan kerja atau ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan pasar9. Dalam teori ekonomi makro, pengangguran terbuka dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pertumbuhan ekonomi yang lambat, perubahan teknologi, dan kebijakan pasar tenaga kerja yang tidak fleksibel. Misalnya, dalam teori pengangguran struktural, pengangguran terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja dan keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja. Oleh karena itu, untuk mengurangi TPT, diperlukan kebijakan yang mendukung pelatihan dan pendidikan vokasional, serta penciptaan lapangan kerja yang sesuai dengan keterampilan tenaga kerja10. Kemiskinan Kemiskinan merupakan kondisi di mana individu atau kelompok tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Menurut pendekatan kebutuhan dasar . asic needs approac. , kemiskinan diukur berdasarkan kemampuan individu dalam memenuhi kebutuhan pokok tersebut. Pendekatan ini digunakan oleh BPS dalam mengukur tingkat kemiskinan di Indonesia, dengan menetapkan garis kemiskinan berdasarkan pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dalam teori lingkaran setan kemiskinan . icious circle of povert. yang dikemukakan oleh Nurkse, kemiskinan dipandang sebagai suatu siklus yang sulit diputus, di mana rendahnya pendapatan menyebabkan rendahnya tabungan dan investasi, yang pada gilirannya menghambat pertumbuhan ekonomi dan memperparah kemiskinan. Untuk memutus siklus ini, diperlukan intervensi pemerintah dalam bentuk investasi pada sektor-sektor produktif, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta program pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, pengentasan memerlukan pendekatan yang komprehensif dan HASIL Hasil Uji Spesifikasi Model Dalam melakukan regresi data panel perlu dilakukan teknik analisis model yang terbaik untuk digunakan saat pengujian spesifikasi model. Diantaranya: Uji Chow 9 Yeni Puspita. Rasyid Tarmizi. Akhmad Solikin. Irawati. Erty Rospyana Rufaida. Maghfirah. Kartika Rose Rachmadi, dkk. Makroekonomi Islam & Pembangunan Berkelanjutan. Serang: Sada Kurnia Pustaka, 2023. 10 Lailatul Qamariyah. Olga Mardianita W. , dan Sulistya Rusgianto. AuPengaruh IPM. Investasi, dan UMP terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Timur Tahun 2013Ae2022. Ay 2022. 11 Todaro. Michael P. Pembangunan Ekonomi. 9 ed. Jakarta: Erlangga, 2006. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index Uji chow berguna dalam memilih model terbaik antara fixed effect model atau common effect model. Berikut hasil output uji chow: Tabel 1 Hasil Uji Chow Effects Test Statistic Prob. Cross-section F Cross-section Chi-square . Sumber: Eviews 10 . Pada hasil olahan eviews diatas, diperoleh nilai chi square 0,0000 atau kurang dari 0,05, berarti persamaan yang baik untuk diterapkan ialah fixed effect model. Tahap selanjutnya akan dilaksanakan uji hausman. Uji Hausman Uji hausman digunakan untuk memilih model yang lebih sesuai antara random effect model dengan fixed effect model. Uji hausman dilakukan sebab pada uji chow terpilih fixed effect model. Tabel 2 Hasil Uji Hausman Test Summary Chi-Sq. Statistic Cross-section random Chi-Sq. Prob. Sumber: Eviews 10 . Pada output hasil uji hausman, diperoleh angka probabilitas chi-square senilai 0,1597 lebih besar dari 0,05, ini berarti random effect model adalah model yang lebih baik untuk diterapkan pada penelitian. Dengan hasil ini maka perlu dilakukan uji lagrange multiplier. Uji Lagrange Multiplier Uji Lagrange Multiplier digunakan untuk memilih model yang lebih sesuai antara random effect model dengan common effect model. Uji Lagrange Multiplier dilakukan sebab pada uji hausman terpilih random effect model. Tabel 3 Hasil Uji Lagrange Multiplier Null . o rand. Alternative Cross-section Period Both One-sided One-sided Breusch-Pagan . Sumber: Eviews 10 . Pada output hasil uji Lagrange Multiplier, diperoleh angka probabilitas Breusch-Pagan senilai 0,0000 lebih kecil dari 0,05, maka random effect model adalah model yang sesuai untuk diterapkan pada penelitian. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index Hasil Analisis Persamaan Model Berikut ialah output olah data untuk menganalisis dampak antara variabel tenaga kerja (X. dan investasi (X. dengan Pengangguran (Z). Tabel 4 Hasil Uji Persamaan Struktural 1 Menggunakan Random Effect Model Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. R-squared Adjusted R-squared 0. of regression F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Sumber: Eviews 10 . Berikut ialah output olah data untuk menilai pengaruh antara variabel tenaga kerja (X. , investasi (X. dan Pengangguran (Z) dengan kemiskinan (Y). Tabel 5 Hasil Uji Persamaan Struktural 2 Menggunakan Random Effect Model Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Sumber: Eviews 10 . iolah Uji Asumsi Klasik Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas biasanya digunakan untuk menilai apakah terdapat perbedaan varians yang signifikan dari residual antar observasi dalam model regresi secara statistik. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index Grafik 1 Hasil Uji Heteroskedastisitas 1 - 22 2 - 23 3 - 24 5 - 22 6 - 23 7 - 24 9 - 22 10 - 23 11 - 24 13 - 22 14 - 23 15 - 24 17 - 22 18 - 23 19 - 24 21 - 22 22 - 23 23 - 24 25 - 22 26 - 23 27 - 24 29 - 22 30 - 23 31 - 24 33 - 22 34 - 23 35 - 24 Sumber: Eviews 10 . Grafik residual diatas dapat dilihat bahwa tidak ada yang melebihi batas (Y Residuals 500 dan . , artinya varian residual relatif sama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada data penelitian. Uji Multikolinearitas Uji multikolinieritas memiliki tujuan agar mendeteksi apakah terdapat korelasi pada variabel independen pada suatu persamaan regresi. Tabel 6 Hasil Uji Multikolinearitas Sumber: Eviews 10 . Dari tabel diatas diketahui variabel X1 dan X2 memiliki nilai koefisien dibawah 0,9 yang artinya bahwa variabel independen dinyatakan lolos dari uji multikolinieritas pada model regresi. Hasil Analisis Uji Parsial (T) Uji parsial merupakan metode statistik yang bertujuan untuk menilai sejauh mana hubungan antara variabel independen secara individu atau parsial terhadap variabel dependen pada suatu model. Tabel 7 Ringkasan Koefisien Jalur dan Signifikansi Korelasi Hubungan Variabel Coefficient Std. Error T-Statistic Sig AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index X1 Ie Z X2 Ie Z X1 Ie Y X2 Ie Y Z IeY Sumber: Eviews 10 . Pengaruh Tenaga Kerja (X. terhadap Pengangguran (Z) di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah Pada hasil analisis olah data dengan bantuan aplikasi Eviews 10 diperoleh nilai t-statistik sebesar 4. 952 dengan koefisien positif dan nilai probabilitas senilai 0,0000 kurang dari 0,05. Maka dapat dinyatakan bahwa variabel tenaga kerja (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel pengangguran (Z) di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022-2024. Artinya jika tenaga kerja semakin tinggi maka semakin meningkat angka pengangguran. Temuan ini dapat dijelaskan melalui teori ketidakseimbangan pasar tenaga kerja yang dikemukakan oleh Campbell R. McConnell. Stanley L. Brue dan David dalam bukunya "Contemporary Labor Economics". Mereka menjelaskan bahwa pengangguran tidak hanya ditentukan oleh jumlah angkatan kerja, tetapi juga oleh kemampuan sistem ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja yang sesuai. Ketika tenaga kerja bertambah namun pertumbuhan lapangan kerja stagnan atau tidak relevan dengan keterampilan yang ditawarkan, maka pengangguran akan meningkat, terutama pengangguran struktural dan friksional12. Di Jawa Tengah, ditemukan adanya mismatch antara pertumbuhan angkatan kerja dengan kemampuan pasar kerja dalam menyerapnya. Ini juga bisa menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah tenaga kerja baru setiap tahun. Pengaruh Investasi (X. terhadap Pengangguran (Z) di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai t-statistik sebesar -3. 094 dengan koefisien negatif dan nilai probabilitas sebesar 0,0025 kurang dari 0,05. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa variabel investasi (X . berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel pengangguran (Z) di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022-2024. Yang berarti semakin tinggi investasi maka pengangguran semakin menurun. 12 Campbell. McConnell. Stanley L. Brue, dan David A. Macpherson. Contemporary Labor Economics. New York: McGraw-Hill Higher Education, 2009. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index Hubungan negatif antara investasi dan pengangguran ini juga didukung oleh teori pertumbuhan ekonomi klasik, khususnya yang dikemukakan oleh Harrod-Domar, di mana investasi berperan sebagai penggerak utama akumulasi modal yang dapat menciptakan kapasitas produksi baru dan menyerap tenaga kerja13. Di Jawa Tengah, tren peningkatan investasi selama periode tersebut baik dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) telah berkontribusi pada pengembangan kawasan industri seperti di Kendal. Batang, dan Wonogiri. Pemerintah daerah juga telah mendorong realisasi investasi melalui berbagai insentif dan penyederhanaan perizinan. Dengan meningkatnya investasi, kebutuhan akan tenaga kerja di sektor manufaktur, infrastruktur, dan jasa turut meningkat, sehingga berimplikasi pada penurunan angka pengangguran terbuka. Oleh karena itu, hasil empiris ini tidak hanya menguatkan kerangka teori ekonomi klasik, tetapi juga menunjukkan keberhasilan kebijakan dalam menciptakan iklim investasi yang mendukung pengurangan pengangguran. Pengaruh Tenaga Kerja (X. terhadap Kemiskinan (Y) di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah Berdasarkan hasil analisis menggunakan Eviews 10 diketahui hasil nilai tstatistik sebesar 0. 943 dengan koefisien positif dan nilai probabilitas 0475 lebih kecil dari 0,05. Artinya bahwa variabel tenaga kerja (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kemiskinan (Y) di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022-2024. Yang artinya semakin tinggi tenaga kerja maka semakin tinggi pula angka Ibnu Khaldun dianggap sebagai salah satu perintis ilmu ekonomi yang telah merumuskan konsep-konsep penting jauh sebelum masa Adam Smith dan David Ricardo. Salah satu ide sentralnya adalah teori nilai kerja, yang menegaskan bahwa aktivitas kerja manusia merupakan fondasi utama dalam proses produksi, dan bahwa tujuan dari produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bagi Khaldun, kerja bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sumber utama penciptaan nilai suatu barang. menempatkan tenaga kerja sebagai penentu nilai barang, yang kemudian menjadi dasar untuk menetapkan harga. Selain itu. Ibnu Khaldun juga menekankan pentingnya pembagian kerja . ivision of labo. sebagai faktor utama yang mendorong produktivitas, efisiensi, dan kemakmuran dalam perekonomian. Ia menjelaskan bahwa pembagian kerja dapat menciptakan nilai tambah karena spesialisasi memungkinkan hasil yang lebih optimal. Dalam pandangannya, harga suatu barang merupakan hasil dari tiga komponen utama, yaitu upah . aji pekerj. , keuntungan . , dan pajak. Ia juga menyatakan bahwa mekanisme pasar, seperti permintaan dan penawaran, turut memengaruhi harga jual suatu produk. Pemikiran ini menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun 13 Eviana Surat. Tri Oldy Rotinsulu, dan Steeva Tumangkeng. AuPengaruh Investasi. Tenaga Kerja. Dan Kemiskinan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ay Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi 23, no. : 85Ae96. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index telah menyusun sebuah sistem ekonomi yang dinamis dan berkelanjutan, dengan penekanan aspek kerja dan mekanisme pasar sebagai penggerak utama ekonomi14. Pengaruh Investasi (X. terhadap Kemiskinan (Y) di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah Pada hasil analisis diperoleh nilai t-statistik sebesar -3. 585 dengan koefisien negatif dan nilai probabilitas 0. 0005 lebih kecil dari 0,05. Artinya bahwa variabel investasi (X. berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel kemiskinan (Y) di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022-2024. Artinya jika investasi meningkat maka kemiskinan akan Menurut Jingan . , investasi dalam bentuk pengadaan input produksi seperti mesin serta peningkatan infrastruktur mampu mendorong produktivitas masyarakat yang pada akhirnya berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemiskinan. Namun, investasi yang tidak merata antar wilayah di Jawa Tengah dapat menimbulkan ketimpangan dalam pertumbuhan pendapatan antarsektor ekonomi. Konsentrasi investasi pada sektor atau wilayah tertentu berpotensi menciptakan ketidakseimbangan distribusi pendapatan dan memperlebar kesenjangan antar kelompok masyarakat (Jingan M 2. Ketimpangan tersebut pada gilirannya dapat mendorong peningkatan jumlah penduduk miskin, terutama apabila sektor-sektor yang tertinggal tidak mendapatkan manfaat investasi secara proporsional. Oleh karena itu, untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, diperlukan kebijakan pemerataan investasi di seluruh sektor dan wilayah. Pemerataan ini akan memperluas distribusi manfaat pembangunan, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan15. Pengaruh Pengangguran (Z) terhadap Kemiskinan (Y) di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah Pada hasil analisis diperoleh nilai t-statistik 1. 570 dengan koefisien positif dan nilai probabilitas 0. 0194 kurang dari 0,05. Artinya bahwa variabel pengangguran (Z) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel kemiskinan (Y) di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun Artinya kian tinggi angka pengangguran maka semakin tinggi pula kemiskinan. Hasil ini konsisten dengan Teori Lingkaran Setan Kemiskinan (Vicious Circle of Povert. yang dikemukakan oleh Ragnar Nurkse, yang Jamil. Muhammad. Hajatina Hajatina, dan Oki Prayogi. AuPemikiran Ekonomi Islam: Warisan Intelektual dari Al-Ghazali. Nasiruddin Tusi, hingga Ibnu Khaldun. Ay Jurnal Syiar-Syiar 4, no. : 8Ae28. ttps://doi. org/10. 36490/SYIAR. V4I1. 15 Kadek Novita Arshanti, dan I. Wirathi. AuPengaruh Investasi terhadap Pengentasan Kemiskinan melalui Mediasi Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bali. Ay Jurnal Ekonomi Pembangunan 4, no. : 513Ae24. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index menyatakan bahwa kemiskinan dan pengangguran saling memperkuat dalam siklus yang sulit diputus. Dalam lingkaran ini, pengangguran menyebabkan rendahnya pendapatan, yang kemudian berdampak pada rendahnya konsumsi, tabungan, dan investasi, sehingga memperparah Ketimpangan kesempatan kerja dan lemahnya penyerapan tenaga kerja di sektor produktif merupakan faktor kunci yang memperkuat hubungan antara pengangguran dan kemiskinan di Jawa Tengah16. Hasil Analisis Jalur dengan Uji Sobel Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung antar variabel independen terhadap variabel dependen maka diperlukan analisis jalur. Analisis jalur dilakukan dengan menggunakan uji sobel: Tabel 8 Ringkasan Koefisien Jalur dan Signifikansi Korelasi Hubungan Variabel Coefficient Std. Error P-value Keterangan X1 Ie Y melalui Z Signifikan X2 Ie Y melalui Z Signifikan Sumber: Quantpsy for Sobel Test . Pengaruh Tenaga Kerja (X. terhadap Kemiskinan (Y) melalui Pengangguran (Z) di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah Pada hasil analisis diperoleh hasil nilai koefisien positif sebesar 3. dan nilai probabilitas 0. 0015 lebih kecil dari 0,05, sehingga dinyatakan bahwa melalui pengangguran (Z), variabel tenaga kerja (X. memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap variabel kemiskinan (Y) di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022-2024. Artinya melalui pengangguran, terdapat pengaruh secara tidak langsung dari kenaikan variabel tenaga kerja terhadap kenaikan tingkat kemiskinan. Temuan ini sejalan dengan teori tenaga kerja dan pasar tenaga kerja yang dikemukakan oleh Arthur Lewis . dalam teori dualisme ekonomi, di mana pertumbuhan angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan penyerapan lapangan kerja yang memadai akan meningkatkan pengangguran, terutama di sektor tradisional atau informal, sehingga memperburuk kondisi kemiskinan. Di Jawa Tengah, fenomena ini cukup relevan karena wilayah ini memiliki jumlah tenaga kerja yang besar dan terus meningkat setiap tahun, tetapi tidak semua tenaga kerja tersebut terserap secara produktif ke dalam pasar kerja formal. Berdasarkan data BPS, meskipun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat, 16 Anggraini. Vidya. Sebastiana Viphindrartin. Edy Santoso. Rafael Purtomo Somaji, dan Nanik Istiyani. AuDeterminants of Poverty Levels in the Northern Coast of East Java. Ay JAE (Jurnal Akuntansi dan Ekonom. 8, no. : 101Ae9. ttps://doi. org/10. 29407/JAE. V8I1. AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak selalu sebanding, sehingga angka pengangguran terbuka cenderung stagnan atau bahkan meningkat di beberapa daerah17. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian tenaga kerja tetap berada dalam kondisi pengangguran atau pekerjaan yang tidak produktif, yang kemudian berdampak pada tingkat kemiskinan yang sulit ditekan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah tenaga kerja tanpa disertai peningkatan kesempatan kerja dan kualitas penyerapan tenaga kerja justru dapat memperparah masalah kemiskinan. Oleh karena itu, intervensi kebijakan di Jawa Tengah perlu difokuskan tidak hanya pada peningkatan jumlah tenaga kerja, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan kemampuan tenaga kerja melalui pelatihan, pendidikan, dan penciptaan lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar, agar pengaruh negatif pengangguran terhadap kemiskinan dapat diminimalisir. Pengaruh Investasi (X. terhadap Kemiskinan (Y) melalui Pengangguran (Z) di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah Pada hasil analisis diperoleh hasil bahwa nilai koefisien negatif sebesar 2. 474621 dan nilai probabilitas 0. 0133 lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat dinyataan bahwa melalui pengangguran (Z), variabel investasi (X. memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel kemiskinan (Y) di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022-2024. Artinya melalui pengangguran, terdapat pengaruh tidak langsung dari variabel investasi terhadap penurunan tingkat kemiskinan. Temuan ini sejalan dengan teori pertumbuhan ekonomi klasik yang dikemukakan oleh HarrodDomar, di mana investasi dianggap sebagai faktor utama yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menciptakan lapangan kerja, sehingga secara tidak langsung mengurangi pengangguran dan Kondisi Provinsi Jawa Tengah dalam peningkatan penanaman modal, terutama dalam sektor-sektor produktif seperti industri manufaktur, pertanian, dan jasa, dapat membuka peluang kerja baru yang menyerap tenaga kerja lebih banyak. Data BPS menunjukkan bahwa meskipun investasi dalam negeri mengalami fluktuasi selama tahun 2022-2024, daerah-daerah dengan realisasi investasi yang baik cenderung mengalami penurunan angka pengangguran dan kemiskinan. Dengan investasi yang meningkat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperbaiki struktur pasar tenaga kerja, dan mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi. Ini juga mencerminkan pentingnya peran investasi dalam menggerakkan roda perekonomian dan memutus siklus kemiskinan di Jawa Tengah. 17 Ferry Prasetya, dan Susilo. Perencanaan Pembangunan Daerah. Malang: UB Press, 2023. Anugrah. Dwi. AuKebijakan Pembangunan Ekonomi. Ay . ttps://feb. id/kebijakan-pembangunan-ekonomi/). AL-UJRAH Volume 3. Nomor 1. Juni 2025, 34-49 ISSN 3021-8756 https://jurnal. id/index. php/alujrah/index PENUTUP Berdasarkan hasil analisis data penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Variabel tenaga kerja berpengaruh langsung secara positif dan signifikan terhadap variabel pengangguran di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022-2024. Variabel investasi berpengaruh langsung secara negatif dan signifikan terhadap variabel pengangguran di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022-2024. Variabel tenaga kerja berpengaruh langsung secara positif dan signifikan terhadap variabel kemiskinan di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022-2024. Variabel pengangguran berpengaruh langsung secara negatif dan signifikan terhadap variabel kemiskinan di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022-2024. Melalui pengangguran, variabel tenaga kerja memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap variabel kemiskinan di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022-2024. Melalui pengangguran, variabel investasi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel kemiskinan di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 20222024. Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, disarankan untuk memprioritaskan pengembangan investasi sesuai kebutuhan spesifik tiap kabupaten/kota. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan yang tepat guna mendorong pertumbuhan investasi. Selain itu, pemerintah daerah perlu lebih fokus pada efektivitas program pengentasan kemiskinan agar tepat sasaran, berkualitas, dan tepat waktu, sehingga dampaknya benarbenar dirasakan oleh masyarakat miskin. Sedangkan Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambahkan variabel lain yang relevan, memperpanjang periode studi, memperluas cakupan wilayah, serta menggunakan metode analisis yang berbeda. Hal ini diharapkan dapat mengungkap lebih banyak faktor yang berpengaruh terhadap penurunan kemiskinan di Jawa Tengah. DAFTAR PUSTAKA