Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PEMBENTUKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH DI SDN BUAH GEDE Muhammad Suhaemi1. Heru Winarno2. Riska Winda3. Fenti Lestari4 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Serang Raya 2 Fakultas Teknik Univeristas Serang Raya 3Program Studi Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial. Ilmu Politik & Ilmu Hukum. Universitas Serang Raya 4 Program Studi Ilmu Hukum. Fakultas Ilmu Sosial. Ilmu Politik & Ilmu Hukum. Universitas Serang Raya suhaemi656@gmail. com | riskawindats25@gmail. com | fentil918@gmail. ABSTRAK Masalah pengelolaan sampah menjadi isu penting di lingkungan sekolah dasar, termasuk di SDN Buah Gede Serang. Kurangnya pemahaman siswa mengenai jenis sampah dan pengelolaannya menyebabkan lingkungan sekolah kurang bersih dan tidak tertata. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh KKM 28 Universitas Serang Raya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta membentuk karakter peduli lingkungan melalui edukasi dan aksi nyata selama empat minggu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan partisipatif (Participatory Action Researc. , melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan meliputi pemberian materi pemilahan sampah organik dan anorganik, praktik daur ulang, pembuatan tempat sampah terpilah, menggambar tema lingkungan, pembuatan taman mini, serta pemberian mading dan plakat. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa, perubahan perilaku positif terhadap sampah, serta terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih dan hijau. Kegiatan ini efektif dalam membentuk budaya peduli lingkungan sejak dini di kalangan siswa sekolah dasar. Kata kunci: Edukasi lingkungan, karakter siswa, pengelolaan sampah. SDN Buah Gede ABSTRACT Waste management has become a crucial issue in elementary school environments, including at SDN Buahgede. Serang. The lack of studentsAo understanding regarding waste types and handling results in an untidy and less hygienic school environment. The community service program by KKM 28 Universitas Serang Raya aimed to improve students' environmental awareness and develop character through education and practical actions over a four-week period. The method used was qualitative with a participatory approach (Participatory Action Researc. , through observation, interviews, and documentation. Activities included teaching about organic and inorganic waste separation, recycling practices, creating categorized trash bins, drawing environmental themes, building a mini garden, and presenting a school mural and commemorative plaque. The results show an increase in student knowledge, positive behavioral changes toward waste, and a cleaner, greener school environment. This program effectively fosters a culture of environmental awareness among elementary school students from an early age. Keywords: Environmental education, student character, waste management. SDN Buah Gede SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Tantangan dan solusi pengelolaan sampah di Indonesia telah menjadi isu yang pertumbuhan populasi yang pesat dan Indonesia, sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Cina, menghadapi situasi yang mendesak yang sering kali disebut sebagai "darurat sampah plastik" (Putu, 2. Sampah adalah hasil dari aktivitas manusia, terdiri dari bahanbahan yang pada dasarnya mirip dengan barang-barang yang berguna, namun kehilangan nilai karena campuran dan komposisinya yang tidak teratur (Mahyudin. Tujuan utama dari pengelolaan sampah adalah untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan, mendaur ulang dan memungkinkan, serta membuang limbah secara aman jika tidak dapat didaur ulang atau digunakan kembali (Elamin et al. Dalam menghadapi permasalahan sampah yang kian memprihatinkan, kami dari Kelompok Kegiatan Mahasiswa (KKM) Kelompok 28 Universitas Serang Raya berinisiatif untuk turut ambil bagian dalam upaya perbaikan budaya pengelolaan sampah sejak dini. Melalui kegiatan yang kami lakukan, kami berupaya memberikan edukasi dan pemahaman yang menyeluruh kepada anak-anak generasi muda, tentang pentingnya kesadaran terhadap sampah, mulai dari cara memilah, membuang, hingga dampak jangka panjang yang dapat ditimbulkan jika pengelolaan sampah Harapan kami, langkah kecil ini bisa menjadi awal dari perubahan besar dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Lokasi yang kami gunakan dalam kegiatan ini adalah SD Negeri Buah Gede yang beralamat di Jl. Ki Uju Kaujon Kidul No. 3 RW. 03 Serang. Kecamatan Serang. Kota Serang. Provinsi Banten. Sekolah ini kami pilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan termasuk kemudahan akses, keterbukaan pihak sekolah, serta relevansi dengan tujuan kegiatan yang kami rancang. Setelah melakukan observasi dan survei secara langsung di SD Negeri Buah Gede, kami menemukan bahwa sekolah ini memiliki sebanyak tujuh kelas aktif yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar setiap Kelas-kelas tersebut terbagi berdasarkan jenjang dari kelas satu hingga kelas enam, dengan satu jenjang yang memiliki dua rombongan belajar. Temuan ini menjadi dasar kami dalam merancang intervensi atau kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nyata yang ada di sekolah tersebut. Lingkungan di SD Negeri Buah Gede menyenangkan, dengan nuansa warnawarni yang mendominasi area sekolah. Setiap kelas dihiasi dengan bunga-bunga yang tertata rapi, serta dikelilingi oleh pepohonan rindang yang menambah kesan sejuk dan nyaman bagi para siswa. Keberadaan tanaman tersebut memberikan kesegaran alami yang mendukung suasana belajar yang kondusif. Namun, di balik kerapihan dan keindahan di sebagian besar area sekolah, terdapat satu sudut yang tampak kurang mendapat perhatian, yaitu area kantin yang terletak di bagian belakang Kondisi kantin ini terbilang kurang terawat, dengan dedaunan yang hanya dikumpulkan di satu titik tanpa pengelolaan lebih lanjut. Selain itu, terdapat tumbuhan liar yang tumbuh tinggi dan tidak terkendali, menciptakan kesan kumuh. Kantin tersebut juga tidak dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti tempat duduk, sehingga para siswa tidak memiliki ruang yang nyaman dan layak untuk makan atau beristirahat selama waktu istirahat. Sampah-sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari di SD Negeri Buah Gede tampaknya belum dikelola dengan baik. Salah satu permasalahan utama yang kami temukan adalah tidak adanya pemisahan antara sampah organik dan anorganik. semua jenis sampah dibuang ke dalam satu Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 tempat secara tercampur. Hal ini tidak hanya menimbulkan bau yang tidak sedap, terutama pada siang hari saat cuaca panas, tetapi juga berpotensi menimbulkan lingkungan sekolah. Selain itu, kami juga mendapati bahwa masih ada sampah yang tidak dibuang pada tempatnya. Beberapa sudut sekolah tampak kotor karena sampah berserakan, seperti plastik pembungkus makanan, sisa makanan, dan kertas. Yang rendahnya kesadaran sebagian siswa terhadap kebersihan. kerap kali mereka terlihat membiarkan sampah begitu saja tanpa merasa perlu untuk memungut atau membuangnya ke tempat sampah. Hal ini menunjukkan perlunya edukasi dan pembiasaan perilaku hidup bersih dan peduli lingkungan sejak dini di lingkungan Oleh karena itu, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu meningkatkan pemahaman siswa-siswi di SD Negeri Buahgede mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam hal pengelolaan dan penanganan Melalui edukasi yang kami berikan, kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Harapannya, perubahan sikap ini tidak hanya bersifat sementara, melainkan dapat berkembang menjadi sebuah budaya baru yang positif dan berkelanjutan di lingkungan SD Negeri Buahgede. METODE PELAKSANAAN Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan Deskriptif dalam penelitian kualitatif berarti menggambarkan dan menjabarkan peristiwa, fenoma dan situasi sosial yang diteliti. Analisis berarti memaknai dan menginterpretasikan serta membandingkan data hasil penelitian. Participatory Action Research (PAR) adalah salah satu model penelitian sosial yang populer dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di perguruan tinggi. Ini karena prinsip-prinsip PAR sangat relevan dengan tridarma perguruan tinggi penelitian, serta pengabdian kepada Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipatif (Participatory Action Researc. , yang mendalam proses kegiatan mengenai kepedulian terhadap lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, di SD Negeri Buah Gede. Pendekatan partisipatif dipilih karena peneliti tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan edukasi, perencanaan program, serta evaluasi bersama para peserta, yaitu siswa dan guru. Data dikumpulkan melalui beberapa teknik, di antaranya: (Gambar 1. Observas. Observasi partisipatif, untuk melihat secara langsung proses interaksi, kegiatan edukasi, serta respon peserta terhadap materi yang disampaikan. Wawancara semi-terstruktur, dilakukan dengan mahasiswa kkm 28, guru, dan pihak sekolah guna pengalaman mereka terkait kepedulian lingkungan sebelum dan sesudah Dokumentasi, berupa foto, catatan kegiatan, serta video yang merekam aktivitas edukatif yang dilakukan selama program berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Menurut Mubarak & Chayatin . , edukasi atau bisa disebut sebagai pendidikan adalah suatu proses perubahan perilaku yang dinamis, dimana perubahan tersebut bukan sekedar proses transfer materi atau teori dari seseorang ke orang lain dan bukan pula seperangkat prosedur, akan tetapi perubahan tersebut terjadi karena adanya kesadaran dari dalam individu, kelompok, atau masyarakat sendiri (Budiarti. Pemahaman, pembentukan, serta pembiasaan karakter yang baik merupakan fondasi penting dalam proses tumbuh kembang anak yang bersifat menyeluruh, tidak hanya dari sisi intelektual, tetapi juga dari segi moral dan Salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter tersebut adalah penanaman nilai kepedulian terhadap lingkungan, termasuk perilaku bijak dalam mengelola sampah. Penanaman nilai-nilai berkesinambungan agar tertanam kuat dalam diri anak-anak. Dengan demikian, mereka tidak hanya memahami pentingnya mengembangkan sikap tanggung jawab serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat. Berdasarkan pemahaman tersebut, pengelolaan sampah yang kami laksanakan di SD Negeri Buah Gede dirancang bukan hanya sekadar menyampaikan informasi tentang jenis dan dampak sampah, tetapi lebih jauh lagi bertujuan untuk membentuk karakter peduli lingkungan dalam diri siswa-siswinya. Edukasi ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan kontekstual, yang memungkinkan anakanak untuk tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga menerapkan langsung nilai-nilai yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari mereka di lingkungan sekolah. Tahapan kegiatan dalam proses pembentukan karakter pelajar cerdas sampah Dalam upaya membentuk karakter lingkungan di SDN Buah Gede, tim pelaksana menjalankan rangkaian kegiatan edukatif yang dilaksanakan selama empat minggu berturut-turut. Seluruh kegiatan dirancang untuk melibatkan siswa secara aktif, membangun kesadaran lingkungan, serta menciptakan pembiasaan yang berkelanjutan dalam mengelola sampah. Berikut merupakan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan: Materi tentang pemilahan sampah Organik dan Anorganik (Gambar 2. Mater. Pada tahap awal, siswa diperkenalkan dengan pengertian dasar sampah organik dan anorganik. Sampah organik dijelaskan sebagai sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup seperti daun kering, sisa makanan, dan kulit buah, yang dapat terurai secara alami. Sedangkan sampah anorganik dijelaskan sebagai jenis sampah yang sulit terurai, seperti plastik, kaleng, kaca, dan Penjelasan ini disampaikan secara visual dan interaktif, agar siswa dapat Selanjutnya, kami menjelaskan manfaat dari memilah sampah sejak dini, antara lain lingkungan, memudahkan proses daur ulang, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan. Materi pembelajaran ini juga dilengkapi dengan latihan praktik langsung, seperti memilah sampah yang ditemukan di Siswa Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 memisahkan sampah ke dalam tempat sampah yang telah diberi label AuOrganikAy dan AuAnorganikAy. Mengajak anak-anak bagaimana Lingkungan yang sehat dan Hijau dengan imajinasi mereka (Gamabar 3. Menggambar dan aktivitas kreatif yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan melalui pendekatan yang menyenangkan dan ekspresif. Kegiatan ini berupa menggambar dan mewarnai dengan tema AuLingkungan Sehat dan HijauAy, yang diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh antusias. Dalam kegiatan ini, siswa diberi pemahaman mereka tentang lingkungan yang bersih dan hijau melalui karya visual. Hasil gambar yang dihasilkan menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep lingkungan sehat, seperti menggambar taman yang bersih, pohon rindang, tempat sampah terpilah, serta aktivitas menjaga kebersihan seperti memungut sampah dan menyiram tanaman. Hal ini menjadi indikator bahwa materi yang diberikan sebelumnya telah diterima dan dipahami dengan baik melalui bentuk ekspresi nonverbal. Selain aspek individual, kegiatan ini juga kami kombinasikan dengan kerja kelompok, di mana siswa diajak untuk menyelesaikan tugas secara bersama-sama. Dalam satu kelompok kecil, siswa diminta untuk membuat satu karya kolaboratif yang menggambarkan lingkungan ideal versi Selama proses tersebut, kami mengamati bagaimana siswa mulai belajar berbagi peran, berdiskusi ide, dan saling membantu satu sama lain. Nilai-nilai seperti toleransi, tanggung jawab, dan kerja sama tim secara tidak langsung tertanam melalui aktivitas ini. Praktek Daur Anorganik (Gambar 4. Daur ulan. Salah satu kegiatan penting dalam program edukasi lingkungan di SDN Buah Gede adalah praktek daur ulang sampah lingkungan, serta kerja sama tim dalam diri Dalam kegiatan ini, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang masing-masing diberi tanggung jawab untuk mengelola sampah anorganik yang telah dikumpulkan, seperti botol plastik, kertas bekas, dan bungkus makanan. Hasil dari kegiatan ini sangat positif, ditandai dengan semangat dan antusiasme siswa dalam menyusun karya mereka. Beberapa kelompok bahkan menambahkan elemen dekoratif seperti pewarna alami dan stiker edukatif. Kegiatan ini tidak hanya kreativitas anak, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kerja tim. Gambar-gambar yang dihasilkan dari kegiatan ini menjadi bukti bahwa dengan bimbingan yang tepat, anak- Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 anak mampu menghasilkan karya inovatif dari limbah yang semula dianggap tidak Lebih dari itu, kegiatan ini mengajarkan bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga lingkungan, dimulai dari hal-hal sederhana seperti memanfaatkan kembali sampah yang ada. Membuat Tempat sampah Organik dan Anorganik (Gambar 5. Membuat Tempat sampa. Kami juga mengajak siswa-siswi Buah Gede untuk beradaptasi langsung dalam pembuatan tempat sampah organik dan anorganik. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai pentingnya pemilahan sampah sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas kebersihan di lingkungan sekolah. Dalam pelaksanaannya anak-anak dibagi dalam kelompok kecil dan masingmasing kelompok bertugas menghias dua jenis tempat sampah menggunakan bahan sederhana yang tersedia, seperti cat, kertas warna, dan stiker. Kami mengarahkan siswa untuk memberikan warna hijau pada tempat sampah organik dan warna merah pada tempat sampah anorganik. Pemberian warna ini bertujuan untuk membedakan secara visual jenis tempat sampah, sehingga memudahkan seluruh warga sekolah dalam membuang sampah sesuai kategori. Selain mewarnai, siswa juga menambahkan tulisan dan gambar-gambar yang relevan, seperti ikon dedaunan pada tempat sampah organik dan gambar botol atau plastik pada tempat sampah anorganik. Proses ini tidak hanya melibatkan kreativitas, tetapi juga diskusi antar siswa mengenai jenis sampah yang tepat untuk masing-masing kategori. Kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat baik dari siswa. Mereka merasa bangga karena dapat menciptakan sarana yang bermanfaat dan digunakan bersama oleh seluruh warga sekolah. Lebih jauh, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah dimulai dari langkah paling dasar: memilah dan menempatkan sampah sesuai . Membuat Taman mini dan Aerobik (Gambar 6. Taman mini & Aerobik Sebagai bentuk konkret dari Upaya menciptakan budaya peduli lingkungan di SDN Buah Gede, kami bersama siswa-siswi melaksanakan kegiatan lanjutan berupa pembuatan taman mini di area kantin Kegiatan ini didasari oleh kondisi awal kantin yang kurang tertata, tidak tersedia tempat duduk untuk makan, serta minim unsur penghijauan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan estetis. kemudian ditata bersama di sekitar area kantin sebagai bentuk Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Kemudian ditata bersama di area kantin sebagai bentuk kontribusi nyata siswa dalam mempercantik lingkungan sekolah. Selain itu, kami mengadakan kegiatan kreatif berupa pembuatan tempat duduk dan meja dari barang bekas. Tempat duduk dibuat dengan pendekatan edukatif melalui kegiatan aerobik, di mana anakanak diajak bergerak aktif sambil mengatur posisi duduk sederhana menggunakan material ringan yang bisa mereka susun. Untuk mejanya, kami memanfaatkan ban bekas yang dicat dan dihias, kemudian dijadikan sebagai meja sederhana yang dapat digunakan siswa saat makan di Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kesadaran akan daur ulang barang bekas, tetapi juga memberi pengalaman langsung dalam menciptakan fasilitas yang berguna secara mandiri. Tidak hanya itu, kami juga mengajak siswa melakukan aksi bersih-bersih di area kantin, seperti menyapu, mengumpulkan sampah, dan merapikan area sekeliling taman mini. Kegiatan bersih-bersih ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Hasil dari kegiatan ini cukup signifikan: area kantin yang sebelumnya terkesan gersang dan kurang nyaman kini terlihat lebih hijau, bersih, dan menyenangkan. Anak-anak pun tampak lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan serta bangga karena turut berperan aktif dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan sekolahnya . Kegiatan Terakhir (Gambar 7. Kegiatan Akhi. Sebagai penghargaan atas kerjasama yang baik selama kegiatan berlangsung, pada akhir program kami menyerahkan plakat kenangkenangan kepada SDN Buah Gede. Plakat ini diberikan sebagai simbol ucapan terima kasih kami atas sambutan hangat, partisipasi aktif, serta semangat siswa-siswi dan guru-guru dalam mendukung seluruh rangkaian kegiatan edukasi lingkungan yang kami laksanakan. Harapannya, plakat ini bukan hanya menjadi benda simbolis, tetapi juga menjadi pengingat akan semangat kolaboratif dalam menciptakan budaya peduli lingkungan di sekolah. Selain plakat, kami juga memberikan sebuah majalah dinding . permanen yang dipasang di salah satu tembok sekolah. Mading ini didesain sebagai wadah ekspresi dan media motivasi bagi seluruh warga Isinya mencakup pesan dan harapan dari kami untuk masa depan SDN Buah Gede agar terus menjadi sekolah yang bersih, hijau, dan menjadi pelopor dalam menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini. Kami juga menyisipkan kumpulan foto-foto dokumentasi kegiatan selama program berlangsung, mulai dari edukasi pemilahan sampah, daur ulang. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 menggambar lingkungan sehat, hingga pembuatan taman mini dan bersih-bersih Foto-foto ini kami tampilkan sebagai kenangan indah dan bukti nyata semangat siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan. Pemberian mading ini sekaligus menjadi sarana visual yang dapat terus diperbarui oleh siswa dan guru sebagai bagian dari budaya sekolah. Dengan begitu, semangat untuk terus menjaga dan mencintai lingkungan dapat terus hidup dan berkembang, bahkan setelah program kami Tahap evalusi Evaluasi dilakukan sebagai langkah akhir untuk menilai efektivitas program edukasi lingkungan yang telah dilaksanakan selama empat minggu di SDN Buah Gede. Tujuan utama dari evaluasi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman, keterlibatan, serta perubahan sikap siswa kepedulian lingkungan setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Tahap Hasil Yang dicapai Setelah dilaksanakannya program edukasi lingkungan selama empat minggu, terdapat sejumlah hasil positif yang berhasil dicapai, baik dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun tindakan nyata siswa-siswi SDN Buahgede terhadap isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Berikut beberapa hasil utama yang dapat Meningkatnya Pemahaman tentang Sampah Organik dan Anorganik Melalui penyampaian materi, diskusi, dan membedakan jenis-jenis sampah dengan baik, memahami manfaat pengelolaan sampah yang tepat, serta menyebutkan cara-cara diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Terbentuknya Kebiasaan Memilah dan Membuang Sampah dengan Benar Dengan adanya tempat sampah terpilah . ijau untuk organik dan merah untuk anorgani. yang dibuat bersama siswa, mereka mulai terbiasa membuang sampah sesuai jenisnya. Kegiatan ini berhasil menanamkan kebiasaan positif yang terlihat dalam perilaku sehari-hari siswa di lingkungan sekolah. Terciptanya Lingkungan Kantin yang Lebih Bersih dan Hijau Kegiatan membuat taman mini dan tempat duduk dari bahan bekas di area kantin berhasil menciptakan suasana yang lebih nyaman, bersih, dan ramah lingkungan. Siswa turut menjaga dan merawat taman mini serta menjaga kebersihan kantin secara berkelanjutan. Terbangunnya Rasa Kerja Sama dan Tanggung Jawab Melalui menggambar tema lingkungan, daur ulang sampah anorganik, pembuatan tempat sampah, dan pembuatan taman mini, siswa belajar bekerja sama, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas secara kolektif. Hal ini berdampak positif terhadap pembentukan karakter gotong royong dan rasa tanggung Tersedianya Sarana Edukatif dan Kenang-Kenangan Mading dan plakat yang diberikan menjadi simbol dan media edukasi lanjutan yang bisa terus dimanfaatkan sekolah. Mading berisi dokumentasi kegiatan, pesan-pesan motivasi, serta harapan bagi SDN Buahgede untuk terus menjaga budaya peduli Antusiasme dan Partisipasi Tinggi dari Siswa dan Guru Seluruh kegiatan mendapat respons yang sangat positif. Anak-anak mengikuti Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 kegiatan dengan antusias, menunjukkan lingkungan, dan guru-guru pun turut mendukung dan mengapresiasi setiap kegiatan yang dilaksanakan. KESIMPULAN Kegiatan edukasi pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Kelompok Kegiatan Mahasiswa (KKM) 28 Universitas Serang Raya di SDN Buah Gede selama empat minggu adalah sebagai berikut : Menunjukkan hasil yang positif dan peningkatan kesadaran lingkungan pada siswa-siswi sekolah dasar. Program ini tidak hanya berhasil mengenai jenis-jenis sampah, manfaat pemilahan, dan teknik daur ulang, tetapi juga mampu membentuk partisipatif dan kontekstual. Kegiatan yang dilakukan seperti praktik daur ulang, pembuatan tempat sampah terpilah, taman mini di kantin, serta mading kenang-kenangan, secara meningkatkan kerja sama antar siswa, serta membangun budaya bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Keaktifan dan antusiasme siswa selama Program ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan yang dilakukan secara menyenangkan, aplikatif, dan partisipatif sangat efektif untuk membentuk karakter generasi muda yang cinta lingkungan dan bertanggung jawab terhadap kebersihan sejak usia UCAPAN TERIMAKASI Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak SD Negeri Buah Gede atas sambutan hangat, kerja sama yang baik, serta keterlibatan aktif seluruh guru dan siswa dalam mendukung kelancaran kegiatan edukasi lingkungan yang kami laksanakan Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Universitas Serang Raya, khususnya LPPM dan dosen pembimbing, atas arahan, dukungan, serta kesempatan yang diberikan kepada kami. Kelompok Kegiatan Mahasiswa (KKM) 28, untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak, dan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi. DAFTAR PUSTAKA