AL-MUHITH JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN HADIS E-ISSN : 2963-4024 . edia onlin. P-ISSN : 2963-4016 . edia ceta. DOI : 10. 35931/am. MATERI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF HADIS Cut Dewi Pascasarjana Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Aceh. Indonesia 241003006@student. ar-raniry. Fauzan Azhima Pascasarjana Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Aceh. Indonesia fauzazhima12@gmail. Safrina Ariani Pascasarjana Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Aceh. Indonesia ariani@ar-raniry. Abstrak Penelitian ini membahas materi pendidikan Islam dari perspektif hadis, sebagai sumber ajaran yang memberikan fondasi spiritual, intelektual, dan moral dalam sistem pendidikan Islam. Dalam konteks ini, hadis Nabi Muhammad SAW tidak hanya berfungsi sebagai penguat Al-QurAoan, tetapi juga sebagai panduan praktis dalam merancang materi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan dengan analisis isi terhadap teks-teks hadis klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa materi pendidikan Islam yang berlandaskan hadis mencakup tiga aspek utama: tauhid, fiqih, dan tasawuf. Ketiganya memiliki peran signifikan dalam pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia, memiliki kedalaman spiritual, serta pemahaman agama yang utuh. Tauhid mengajarkan nilai keesaan Allah dan membentuk fondasi iman, fiqih memberikan pemahaman hukum syariat, sementara tasawuf menanamkan nilai-nilai keikhlasan dan kesadaran spiritual. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan spiritual dalam kurikulum pendidikan Islam. Integrasi hadis dalam materi ajar bukan hanya memperkuat landasan normatif pendidikan, tetapi juga memperkaya metode dan tujuan pembelajaran agar lebih kontekstual dan aplikatif. Oleh karena itu, hasil penelitian ini penting untuk dijadikan referensi dalam pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter Islami secara menyeluruh. Kata kunci: Materi Pendidikan. Islam. Hadis Abstract This study discusses Islamic education materials from the perspective of hadith, as a source of teachings that provide spiritual, intellectual, and moral foundations in the Islamic education system. In this context, the hadith of the Prophet Muhammad SAW not only functions as a reinforcement of the Qur'an, but also as a practical guide in designing educational materials that are relevant to the development of the times. This study uses a qualitative approach of the literature study type with content analysis of classical and contemporary hadith texts. The results of the study indicate that Islamic education materials based on hadith include three main aspects: monotheism, fiqh, and tasawuf. All three have a significant role in shaping the character of students who have noble morals, have spiritual depth, and a complete understanding of religion. Tawhid teaches the value of the oneness of Allah and forms the foundation of faith, fiqh provides an understanding of sharia law, while tasawuf instills the values of sincerity and spiritual awareness. This study also highlights the importance of a balance between cognitive, affective, and spiritual aspects in the Islamic education curriculum. The integration of hadith in teaching materials not only strengthens the normative foundation of education, but also enriches learning methods and objectives to be more contextual and Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Cut Dewi. Fauzan Azhima. Safrina Ariani: Materi Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis Therefore, the results of this study are important to be used as a reference in developing curriculum and learning methods that are oriented towards the formation of Islamic character as a whole. Keywords: Educational Materials. Islam. Hadith A Author. 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Pendidikan Islam merupakan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek intelektual, tetapi juga spiritual dan moral. Dalam kerangka ini, hadis Nabi Muhammad Saw memainkan peran sentral sebagai sumber ajaran yang memberikan panduan konkret dalam proses pendidikan, khususnya dalam hal materi ajar. Hadis tidak hanya menyampaikan nilai-nilai keislaman secara normatif, tetapi juga secara aplikatif, sebagaimana dicontohkan langsung oleh Rasulullah dalam praktik kehidupan sehari-hari 1. Namun dalam realitas pendidikan Islam saat ini, penyusunan materi ajar cenderung mengandalkan pendekatan tekstual dari Al-Qur'an dan kurang mengintegrasikan kandungan hadis secara komprehensif. Akibatnya, potensi hadis sebagai sumber pendidikan yang sarat nilai dan keteladanan belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal banyak hadis yang mengandung prinsip-prinsip pendidikan seperti pembentukan karakter, motivasi belajar, serta metode pengajaran Rasulullah. Sunnah Nabi, sebagai penjelas dan implementasi praktis dari ajaran Al-QurAoan, menjadi basis konkret dalam membentuk materi pendidikan yang aplikatif. Misalnya, pembentukan karakter, adab, motivasi belajar, dan manajemen pembelajaran telah banyak dicontohkan dalam hadits-hadits Nabi. Ini menjadikan hadits bukan hanya sebagai sumber teoritis, melainkan juga sebagai kerangka kerja pendidikan Islami. Penelitian oleh Jamalul and Maulana menegaskan bahwa hadits memiliki peran sentral dalam membentuk pola keberagaman Masyarakat termasuk dalam Pendidikan, khususnya di 3 Sementara itu. Bustari menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual dalam hadits berkontribusi besar dalam membentuk motivasi belajar dan karakter peserta didik yang berorientasi Iqbal Muhammad and Rachmadani Fajar. AuNilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Hadis Anjuran Menceritakan Kisah Bani Israil: Studi MaAoani al-Hadis,Ay Riwayah : Jurnal Studi Hadis 6 . : h. Fauzhan AoAzima Muhammad and Sari Fitri. AuMetode Pendidikan Anak Usia Dini Perspektif Hadis,Ay Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education (IJIGAE. 2, no. Jamalul Muttaqin and Moch. Dimas Maulana. AuKajian Hadis Ahl Al-Sunnah Di Pesantren: Studi Kitab Hujjah Ahl al-Sunnah Wa al-JamaAoah Karya Kyai Ali MaAosum Krapyak,Ay Riwayah : Jurnal Studi Hadis, 2020, https://doi. org/10. 21043/riwayah. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Cut Dewi. Fauzan Azhima. Safrina Ariani: Materi Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis pada kebahagiaan dunia akhirat. 4 Selain itu. Muchlis juga mengungkap bahwa hadis dapat dijadikan sebagai instrumen untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi melalui pendidikan karakter sejak Isu-isu kontemporer seperti krisis moral, dekadensi akhlak, serta rendahnya kesadaran spiritual peserta didik semakin menguatkan urgensi untuk merekonstruksi materi pendidikan Islam berdasarkan sumber otentik seperti hadis. Hadis sebagai sumber pendidikan mengandung nilai-nilai karakter dan spiritualitas yang sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa hadis memuat ajaran tentang kejujuran, tanggung jawab, kasih sayang, serta integritas moral yang penting ditanamkan sejak dini dalam pendidikan formal. Misalnya, hadis tentang pentingnya menyampaikan kebenaran dan menghindari dusta dapat dimaknai sebagai nilai pendidikan akhlak yang universal. Meski begitu, masih sedikit penelitian yang secara khusus mengkaji materi pendidikan Islam secara sistematis dari perspektif hadis, terutama dalam tiga dimensi utama: sumber materi, isi materi, dan tujuan pendidikan. Penelitian ini hadir untuk menjembatani kekosongan tersebut dengan menggali bagaimana hadis dapat dijadikan acuan dalam merancang materi pendidikan Islam yang integral dan kontekstual. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui materi pendidikan Islam dalam perspektif hadits, serta bagaimana materi hadis dapat membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang mendalam. Harapannya, hasil kajian ini dapat menjadi acuan praktis bagi guru, perancang kurikulum, dan lembaga pendidikan dalam menyusun materi pendidikan Islam yang lebih bermakna dan berdampak positif terhadap karakter peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. Pendekatan ini dipilih karena fokus kajian bertumpu pada teks-teks hadis yang berkaitan dengan materi pendidikan Islam, yang dianalisis melalui literatur klasik maupun Penelitian kualitatif bersifat deskriptif-analitis, yang bertujuan untuk memahami makna teks secara mendalam dan kontekstual. Pendekatan kualitatif sangat tepat digunakan dalam studi-studi keislaman, terutama yang menitikberatkan pada interpretasi teks dan pemahaman nilainilai normatif di dalamnya. Bustari et al. AuMotivasi Dalam Al-QurAoan Dan Hadis: Landasan Spiritual Untuk Meraih Kesuksesan Dalam Pendidikan,Ay Mauriduna: Journal of Islamic Studies 5, no. https://doi. org/10. 37274/mauriduna. Muhammad and Fajar. AuNilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Hadis Anjuran Menceritakan Kisah Bani Israil: Studi MaAoani al-Hadis. Ay Mestika Zed. Metode Penelitian Kepustakaan (Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Cut Dewi. Fauzan Azhima. Safrina Ariani: Materi Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber primer dan sekunder. Sumber primer mencakup kitab-kitab hadis Sementara itu, sumber sekunder meliputi literatur yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan metodologi kajian hadis dari berbagai jurnal ilmiah. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi . ontent analysi. dengan pendekatan deskriptif-interpretatif. Setiap hadis yang dikumpulkan dianalisis dari aspek redaksi . , perawi . , serta konteks sosial-historis turunnya hadis atau diucapkannya oleh Rasulullah AA. Selanjutnya, makna hadis dikontekstualisasikan dengan teori pendidikan Islam modern guna menyusun kategori: sumber materi, isi materi, dan tujuan dari materi pendidikan Islam. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Materi Pendidikan Islam Hadis tidak hanya mengatur aspek ibadah, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Oleh karena itu, konsep materi pendidikan Islam dalam perspektif hadis dapat dipahami sebagai kumpulan nilai, prinsip, dan praktik pendidikan yang bersumber dari sabda, perbuatan, serta persetujuan Nabi Muhammad SAW. Hadis menyajikan model pendidikan yang integral, yang meliputi dimensi keimanan . , hukum . , moralitas . , dan pengembangan intelektual. Materi-materi ini tersusun secara kontekstual dan dinamis, sesuai perkembangan peserta didik dan zaman. Penelitian oleh Neneng Aminah and Machdum Bachtiar mengkaji bagaimana hadis menjadi kerangka konseptual dalam pengorganisasian sistem pendidikan Islam. 7 Mereka menemukan bahwa Rasulullah SAW menggunakan prinsip manajemen pendidikan melalui penugasan, pelatihan berjenjang, dan pembentukan karakter, yang semuanya tercermin dalam berbagai hadis shahih tentang adab belajar dan mengajar, serta tanggung jawab guru dan murid. Sementara itu. Az-Zahra dkk menekankan bahwa pendidikan Islam menurut hadis menekankan pada keterpaduan antara taAolim . , tarbiyah . , dan taAodib . enanaman ada. Konsep ini membentuk basis materi pendidikan Islam seperti yang tercermin dalam hadis tentang pentingnya ilmu, urgensi akhlaq, dan kewajiban menuntut ilmu sejak dini. Dalam konteks pengembangan profesionalisme guru. Nurul and Nurhayati menunjukkan bahwa hadis menegaskan Neneng Aminah and Machdum Bachtiar. AuPendidikan Islam Dalam Perspektif Hadits Hadith On The Concept Of Islamic Educationnal Organization Management In The Perspective Of,Ay Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) 1, no. Az-Zahra Muflihah. Kodir Abdul, and Rohanda. AuEsensi Pendidikan Inspiratif,Ay Journal Pedia 6, 2 . : h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Cut Dewi. Fauzan Azhima. Safrina Ariani: Materi Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis pentingnya integritas, komitmen, dan kemampuan pedagogis dalam diri pendidik, yang seharusnya menjadi bagian integral dari materi pendidikan keguruan Islam. Materi pendidikan Islam yang bersumber dari hadis Rasulullah SAW mengandung nilainilai fundamental yang komprehensif dan aplikatif dalam membentuk karakter, akhlak, dan kecerdasan spiritual peserta didik. Hadis berperan sebagai pedoman normatif sekaligus praktis dalam menentukan arah, isi, dan strategi pembelajaran Islam. Materi yang terkandung dalam hadits mencakup berbagai aspek seperti Aqidah dan spiritualitas . elalui ajaran menuntut ilmu dan memperkuat keimana. , etika dan akhlak, kognisi dan keterampilan . elalui hadits tentang pentingnya penguasaan ilm. , social dan lingkungan . eperti tanggung jawab terhadap sesame dan ala. , kualitas guru dan proses belajar. Hadits bukan hanya sumber hukum, tetapi juga fondasi kurikulum pendidikan Islam yang progresif dan kontekstual. Pemanfaatan hadis sebagai sumber utama materi ajar sangat penting dalam membangun sistem pendidikan Islam yang integratif dan relevan dengan kebutuhan zaman, termasuk isu modern seperti manajemen mutu, kesetaraan ilmu agama dan umum, serta pendidikan karakter berbasis adab . aAodi. Dengan demikian, pengembangan materi pendidikan Islam berbasis hadis perlu dilakukan secara sistematis dan holistik agar dapat melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan unggul secara moral. Sumber Materi Pendidikan Islam dalam Hadits Dalam pendidikan Islam, sumber materi tidak dapat dilepaskan dari pondasi utama ajaran Islam yaitu Al-QurAoan dan hadis. Al-QurAoan memberikan dasar-dasar normatif, sementara hadis memperkuat dan menjelaskan prinsip-prinsip tersebut secara praktis melalui keteladanan Nabi Muhammad SAW. Hadis tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai sumber otoritatif dalam menyusun materi pendidikan Islam yang komprehensif dan aplikatif. Hal ini karena hadis mengandung dimensi praktikal yang sangat penting dalam menjabarkan nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Al-QurAoan. Sebagai contoh, hadis yang diriwayatkan oleh Imam Malik menjelaskan tentang materi pendidikan islam harus bersumber daripada Al-Qur'an dan Sunnah: A O acaOaI aOaO I IEOE I O O OI Oaa aIaOa I O e OI OA:u AIO IEEA AE eea OIA ca AO e OI ae OA e ea e a a ea e a a e a e a ae AeEaac OA AeEaac OA s AOO OA ca AeEaaN OOaI A A aO aE a eI aN ONO eEOaOA e AaI a aIa e aIA e Ae OI aOe O e OIA e A IacNa A Aa aNa a eI aI eEI eI Oa a e OA Haq Nurul and Nurhayati. AuProblematika Sertifikasi Guru Dalam Meningkatkan Profesionalisme Pendidik Perspektif Islam,Ay Al-MaAolumat Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, no. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Cut Dewi. Fauzan Azhima. Safrina Ariani: Materi Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis AOA AOA AE OII OaI OA A OaOO aE eI CaEaO aEaOA a a e a ca a aA a A aI I eI a aNOON eI a OOaca aN eI aOa e aN a aN eI aEaO aIe aA ON eI aEa eA a A{ aOuO e A AOOA AO OA } AIOA a Aa ON e aaI a eI a aCOEaO Oa eOaI EeCOa aI uO acaI aEIac a eI aN a aAEA AE a OA AacEEO AEacO ac OA AeEaac O OA e AE a aI a e aIA a A a aA a a aCA ca AAEacOA a A aa eA a AOE acacEEA a ca AOEA a a a AacEEa aEaeON aO aEac aI Oa e aaE aeI aN Aa aCA acEEA AO OOA A aN aaE OA a Aa ea a OIeINa a OOacU Aa aCA ca AaEaeO ON aO aEac aI uO acIA a AacEEa aa aaE aOa aaE aEa aCA a AE aEa eCA e aA aI aac aI a a a eNaNa OOaIOIN AA AEOEeI Oac OOI OE aN OE e OA A aN aaE O EOEIac O aOO a aI OEA a Aa ea a OIIeNa a oacU Aa aCA e aa a a a AE aEa eCA e aAeEIac Oa e aIEaO aI aac aI a a a eNaNa AA AOE acOA AacEEa aEaeO ON aO aEac aI uO acIA a AE a aA a AE Aa aCA a acEEO AaOA aOI Ee a aI aE CA a AE a a UE aaO a aA a A eaN OE EIac O Oa e aIEaO aI Aa aCA ca AAEacOA ca AOEA a AacEEA AacEE uOa EaC Ee a EOEeI Oac a IEaN OI OE aN OE eI Oac ac aOaaO EaO I sE OII eaI OE aN OE e O OA e a e aa a a aAeEaIac AaOa eEaNA a a e a a a a e e a ea a a aca AOA AO aEaO a aI sE OI eI ea aI OE eaN OE EIac OA e acNA a a e aIEaNa O a aI OE eaN OE EIac O aac aOA e AeEaIaca aOuO a aEa aC Ee ae a EEIac OA AOE acOA AOA ca Aac O a acaOaI a eI aIEOE IacNa aEaaNa A A AOO aE eIA a acEEa aEaeO ON aO aEac aI CA a AaI a aA ca AAEacOA a AE aaeEA a AacEEA a aOa eEaNa aacNa EIA AOO OA AOA AacEEO aO aIaca IaoNA ca AA a aA eaIaOe OI Ea eI aEacO aI a acEea eI a aI EA Artinya: Muwatha' Malik 1395: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Zaid bin Abu Unaisah dari Abdul Hamid bin Abdurrahman bin Zaid bin Al Khattab Bahwasanya ia mengabarkan kepadanya, dari Muslim bin Yasar Al Juhani bahwa Umar bin Khattab ditanya ayat ini: '(Dan . , ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka . eraya berfirma. : "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kam. Kami menjadi saksi". ami lakukan yang demikian it. agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Ada. adalah orang-orang yang lengah terhadap ini . eesaan Tuha. " (Qs. A'raf: . Umar berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang ayat ini, maka beliau menjawab: "Sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Ta'ala menciptakan Adam lalu mengusap punggungnya dengan tangan kanan-nya. Allah mengeluarkan darinya beberapa keturunan. Kemudian Dia berfirman: 'Aku ciptakan mereka untuk surga dan mereka beramal dengan amalan ahli surga. ' Kemudian Allah kembali mengusap punggung Adam dan mengeluarkan darinya keturunan. Kemudian Allah berfirman: 'Aku ciptakan mereka untuk neraka, dan mereka beramal dengan amalan ahli neraka. ' Seorang laki-laki lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, lalu untuk apa kita beramal?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Allah jika menciptakan hamba dari ahli surga, maka Dia memperkerjakannya dengan amalan ahli surga, sehingga ia mati di atas amalan ahli surga, dan kemudian Rabbnya memasukkannya ke surga. Dan jika menciptakan hamba ahli neraka, maka Dia memperkerjakannya dengan amalan ahli neraka hingga dia mati di atas amalanamalan ahli neraka. Lalu Rabbnya memasukkannya ke neraka. " Telah menceritakan kepadaku dari Malik telah sampai kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Cut Dewi. Fauzan Azhima. Safrina Ariani: Materi Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis Hadis ini merupakan fondasi epistemologis utama dalam pendidikan Islam. Hadis tersebut menegaskan bahwa sumber materi pendidikan Islam haruslah merujuk pada dua hal pokok: AlQurAoan dan Sunnah Nabi . Dengan kata lain, setiap bentuk materi ajar, nilai, metode, bahkan tujuan dalam pendidikan Islam harus berasal dari dan selaras dengan kedua sumber utama ini agar tetap berada dalam garis petunjuk yang lurus. Kandungan hadis ini menegaskan bahwa Al-QurAoan dan Sunnah merupakan dua sumber utama ajaran Islam yang tidak boleh dipisahkan. Al-QurAoan berfungsi sebagai petunjuk hidup yang menyeluruh, sementara Sunnah memberikan penjelasan praktis terhadap ajaran Al-QurAoan. Keduanya menjadi pijakan utama dalam menjalani kehidupan beragama, dan menjamin keselamatan dari kesesatan bagi siapa pun yang berpegang teguh kepadanya. Materi Pendidikan Islam Materi Pendidikan Islam mencakup berbagai aspek yang bertujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian peserta didik sesuai dengan ajaran Islam. Dalam konteks ini, pendidikan Islam berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan potensi individu baik secara spiritual maupun intelektual. 10 Materi yang diajarkan meliputi materi tauhid, materi fiqih dan materi tasawuf. Materi Tauhid Tauhid merupakan inti ajaran Islam dan menjadi fondasi utama dalam seluruh sistem pendidikan Islam. Materi tauhid dalam pendidikan tidak hanya mengajarkan konsep keesaan Allah secara teoritis, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai ketauhidan ke dalam perilaku, sikap, dan cara berpikir peserta didik. Dalam hadis-hadis Nabi SAW, tauhid diposisikan sebagai pilar utama penerimaan amal dan landasan keberagamaan yang benar. Salah satu hadis yang menggarisbawahi pentingnya tauhid sebagai materi utama dalam pendidikan Islam adalah: A acaIa aO II s acaIa a EeO O OA:u AAO EOA AacEEO e OIA ca A a eI ea a eIO a eI ae OA a aea a a ea AaI aa a s OA ca aOe aa a eI eaO aaO e OI Oa e aIa a acaNa A AEA a acEEa aeINa a acaNa CA ca A aOA ca AacOA a Aa aOO EA e AaI aa eEA a AaE a acaNa ac OA AOA AOA aO EIOaca AEacO ac OA AE aI OI eIA a A Aa aCA a Aa eO aCA U AacEEa aEaeON aO aEac aI aO aEaeON a eOA e A aO aN aO aaI UI aac aa eO aNa aOCa eA a aA aeOA a ca a e AOA AE aOuO eI a aIA e AE uOacaE a a aEA a aA aOuO eI a aI aOuO eI aa aC CA a ae s CA ca AE aE uOEaNa uOacaEA a A aEaO aEA a eAeEIaca CaEA a AacEEa aac aIA AE aOuO eI a aIA a aA aOuO eI a aI aOuO eI aa aC CA a aA aOuO eI a aI aOuO eI aa aC CA a eAE aOuO eI a aI aOuO eI aa aC CaEA a eAaOuO eI aa aC CaEA AOA AOuO eI aC aEaO e OI aIe OA AE aaOA a a Oaa a Os CA a ac Oaa a CA a AA Oaa a Os aOaE aI aaO a Os uO a aA a eAE aOuO eI a aI aIA aa a A acOA AOA AOA )AacEEa a OAa EaNa (ON EOA a aA aOIa O aI aOCA ca AE aE uOEaNa uOacaEA ea a AacEE aN a eI a Ee aI eO eaO Ca e EaNa uOa a Kartina. Zakariah Azakari, and Novita. AuPeran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengembangkan Potensi Intelektual Peserta Didik,Ay JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia 1, no. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Cut Dewi. Fauzan Azhima. Safrina Ariani: Materi Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis Artinya: Shahih Bukhari 5379: Telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami Abdul Warits dari Al Husain dari Abdullah bin Buraidah dari Yahya bin Ya'mar dia menceritakan kepadanya bahwa Abu Aswad Ad Du`ali telah menceritakan kepadanya bahwa Abu Dzar radliallahu 'anhu telah menceritakan kepadanya, dia berkata: "Saya pernah menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sementara beliau sedang tidur sambil mengenakan baju putih, lalu aku datang menemuinya dan beliau pun terbangun, beliau bersabda: "Tidaklah seorang hamba yang mengucapkan "LA ILAAHA ILLALLAH" kemudian mati karena itu melainkan ia akan masuk surga. " Tanyaku selanjutnya: "Walaupun dia berzina dan mencuri?" beliau menimpali: "Walaupun dia pernah berzina dan mencuri. " Tanyaku lagi: "Walaupun dia pernah berzina dan mencuri?" beliau menjawab: "Walaupun dia pernah berzina dan " Tanyaku lagi: 'Walaupun dia pernah berzina dan mencuri?" beliau menjawab: "Walaupun dia pernah berzina dan mencuri. " -walaupun sepertinya Abu Dzar kurang puas- Apabila Abu Dzar menceritakan hal ini, maka dia akan mengatakan: "Walaupun" sepertinya Abu Dzar kurang puas. Abu Abdullah mengatakan: "Hal ini jika terjadi ketika seorang hamba itu meninggal atau sebelum dia meninggal lalu bertaubat dan menyesali perbuatannya serta mengucapkan "Laa Ilaaha Illallah", maka dosadosanya akan terampuni. Hadis ini menegaskan bahwa penguatan tauhid merupakan fokus utama dalam pendidikan, karena ia menentukan keselamatan akhirat dan menjadi filter moral dalam kehidupan dunia. Penelitian oleh M Jakfar menjelaskan bahwa hadis-hadis tentang tauhid menunjukkan bahwa keimanan kepada Allah SWT adalah syarat mutlak bagi diterimanya seluruh amal 11 Bahkan, pelanggaran terhadap prinsip tauhid seperti syirik dapat membatalkan identitas keislaman seseorang. Dengan demikian, materi tauhid harus diajarkan sejak dini untuk memastikan arah pendidikan tetap berada dalam koridor akidah yang benar. Lebih lanjut. Hafid menekankan bahwa ajaran tauhid dalam hadis sangat sejalan dengan konsep pendidikan Islam holistik, yang tidak hanya menumbuhkan aspek intelektual, tetapi juga spiritual, sosial, dan emosional. 12 Dengan membangun kesadaran bahwa Allah adalah satusatunya zat yang patut disembah dan menjadi pusat orientasi hidup, peserta didik akan lebih mudah membentuk karakter yang jujur, bertanggung jawab, dan bersih dari sikap sombong dan Hadis riwayat Imam Bukhari no. 5379 menceritakan dialog antara Rasulullah A Adan Abu Dzar RA tentang keutamaan kalimat Laa ilaaha illallah, di mana Rasulullah bersabda bahwa siapa pun yang mengucapkan kalimat tauhid ini dan meninggal dalam keadaan M Jakfar Tarmizi. AuPotret Ajaran Tauhid Dalam Hadis,Ay Jurnal Pemikiran Islam 3, no. Hafid Mulyawan and Mahmudi. AuAyat Dan Hadis Tentang Tauhid Hubungannya Dengan Konsep Pendidikan Islam Holisik,Ay Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal 6, no. https://doi. org/10. 47467/reslaj. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Cut Dewi. Fauzan Azhima. Safrina Ariani: Materi Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis membawanya, maka dia akan masuk surga, meskipun pernah melakukan dosa besar seperti zina dan mencuri. Abu Dzar bertanya berulang kali, namun Rasulullah tetap menegaskan jawabannya, menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah bagi orang yang bertauhid. Imam Bukhari memberikan catatan bahwa hal ini berlaku jika orang tersebut telah bertobat, menyesali perbuatannya, dan wafat dalam keadaan iman. Hadis ini mengajarkan bahwa tauhid adalah fondasi keselamatan akhirat, namun tetap mensyaratkan taubat dan keikhlasan dalam menjauhi Hadis-hadis yang mengajarkan tentang pengesaan Allah, penghindaran dari syirik, dan pentingnya niat yang ikhlas menjadi sumber materi pendidikan tauhid yang strategis. antaranya, sabda Nabi: AE aacaIa eaO aaO e aIA e A aacaIaA: AAO EOA a aAE aacaIa a eAOa aI CA a aAEaeO CA ca AacEEO e aIA ca AO ae aA ca AeEa aIeO OA AOA sAOA AA EEaco O aC a OA AOA AOA a aAO CA ca AA OA e AE A a AOE aa eA a eAaO eEaIA a ca e s ca aOaI aIa acI a e aI uOe aN aOI E eacOI acO IacNa aa a a eE aC aIa e aI aOCA AOE acOA AacEE eIN EaO Ee OIeI Oa Ca a OA AeEaac O OA AOE uOacIaA e Aa aIa e aIA a AacEEa aEaeO ON aO aEac aI Oa aCA a A a aA ca AAEacOA a a a aca A a aOA a AE aa eA a AacEEA AOA AaI a O OA A ONaN uOaE IeO O OA AAOa aN eaO uOaE eIaas OaeIEO a aNA a a a a a e e aAE OaEIOOac aOuOacIa E aE OOE eI O aI Ia aOO Aa aI eI aEIA a e AeEA Aa uOEaeO ONA a a ON eaaNa uOaE aI aNA Artinya: Shahih Bukhari 1: Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi Abdullah bin Az Zubair dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sufyan yang berkata: bahwa Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id Al Anshari berkata: telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ibrahim At Taimi, bahwa dia pernah mendengar Alqamah bin Waqash Al Laitsi berkata: saya pernah mendengar Umar bin Al Khaththab diatas mimbar berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan . bagi tiaptiap orang . apa yang diniatkan. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan. Hadis ini sangat relevan dalam pendidikan Islam karena menanamkan kesadaran tauhid dalam tindakan, yakni beribadah dan berbuat baik semata-mata karena Allah SWT. Materi tauhid dalam perspektif hadis merupakan inti dari seluruh sistem pendidikan Islam. Hadis-hadis Nabi SAW tidak hanya menegaskan pentingnya tauhid secara teologis, tetapi juga menanamkannya dalam kehidupan praktis sebagai nilai utama pendidikan karakter. Materi Fiqih Dalam hadis Nabi Muhammad SAW, fiqih tidak hanya dipahami sebagai pemahaman hukum, tetapi juga sebagai simbol kecerdasan dan kedalaman ilmu seseorang. Sebagaimana sabda beliau: Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Cut Dewi. Fauzan Azhima. Safrina Ariani: Materi Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis AOA AO a eIA ca A aacaIa ae aA:u AII eA a AAEO s a eI aO aOa e OI OaA a AO a eI aI a oaa e OIA AE eea OI e aI aI eN sOA AOA AOE acOA AOE uO acaO aEI O OA AacEEO OI OI s EeOAO Oa Ca a OA AO OA AAEacOA a A aO aN aO Oa aCA a A aI a oaa aaOa OOA a AE aa eA a AacEEA a a a a a ae Aae ac e a a e a OA AacEE EaO ON OEacI uOacaE OOU aE aI EaO N O I OuO acI I OA Aac Oa ca A aOA a a a AacEEa a aaE aeINa aE aI A a a a a e a aca a aa a a aa a e a a a AA EIA AOE acOA AacOA AOA AacEEa OON a UeO Oa aA OOCNac OaA E o OIA a AacEEa aEaeO ON aO aEac aI Oa aCA a A a aA ca AOE aI eI OaOeA ca AAEacOA a AacEE aac aO a acE aa eA a AacEEA Artinya: Musnad Ahmad 16305: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Mu'awiyah bin Shalih dari Rabi'ah bin Yazid dari Abdullah bin 'Amir Al Yahshabi berkata: saya mendengar Mu'awiyah menceritakan dengan berkata: "Jauhilah kalian terhadap hadis -hadis Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kecuali hadis pada masa 'Umar. Sebab 'Umar radliyallahu'anhu termasuk orang yang paling takut kepada Allah Azzawajalla, saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya. Allah akan menjadikannya paham agamanya" Hadis ini menunjukkan bahwa pemahaman fiqih adalah indikator utama kebaikan dan kemuliaan dalam Islam, serta menjadi dasar penting dalam membentuk peserta didik yang sadar hukum syariat dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan. Dalam konteks pendidikan formal, materi fiqih diajarkan mulai dari hal-hal dasar seperti thaharah . , shalat, zakat, puasa, dan haji, hingga menyentuh aspek muamalah, seperti jual beli, akad, dan warisan. Penelitian oleh 13 menjelaskan bagaimana fiqih dalam hadis diinterpretasikan melalui pendekatan ilmiah oleh para imam, seperti Imam Malik dalam AlMuwattaAo, untuk dijadikan dasar praktik hukum Islam dalam pendidikan dan masyarakat. Lebih lanjut, pendekatan fiqih dalam pendidikan Islam juga sangat relevan dengan tantangan modern. Hadis-hadis Nabi sering memuat prinsip-prinsip penting seperti kemudahan . , tidak memberatkan . afAo al-hara. , dan maslahat umum. Prinsip-prinsip ini memberikan fleksibilitas dalam pengajaran materi fiqih, menjadikan hukum Islam tetap relevan dan solutif. Hal ini ditegaskan dalam studi kontemporer oleh Rosli et al. yang menunjukkan penerimaan positif siswa terhadap materi fiqih kontemporer karena pendekatan pengajaran yang kontekstual. Dengan demikian, hadis-hadis Nabi tidak hanya menjadi sumber hukum, tetapi juga landasan pedagogis dalam menyusun materi fiqih. Penguatan materi fiqih dalam pendidikan Islam bertujuan membentuk peserta didik yang taat beribadah, paham syariat, serta mampu mengambil keputusan hukum dalam kehidupan sehari-hari. Setiawan Wawan and Yuliharti. AuMateri Pendidikan Tentang Fiqih Berdasarkan Hadis Tarbawi,Ay Al-Uswah: Jurnal Riset Dan Kajian Pendidikan Agama Islam 5, no. https://doi. org/10. 24014/au. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Cut Dewi. Fauzan Azhima. Safrina Ariani: Materi Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis Materi Tasawuf Dalam konteks pendidikan Islam, materi tasawuf sangat penting karena mendidik aspek emosional dan spiritual peserta didik, bukan hanya kognitif. Materi ini menjadi pelengkap dari tauhid dan fiqih, karena menyentuh dimensi batin dan membentuk kesadaran ilahiah yang Hadis Nabi SAW menekankan pentingnya ikhlas, zuhud, sabar, dan muraqabah yang semuanya merupakan bagian dari ajaran tasawuf. Salah satu hadis terkenal: s acEEO e aI aI eEa aIa e OI Ca eIA s A aacaIa a aOa Oa e OaI e aI Ca eOA A a eIA ca A aacaIa ae aA:u AAO IEIA s AOaa OA AacEEO AEacO ac OA A aOA a AE a aA a aAE CA a aAO aI eOaE a OI O e OI aEaOe s a eI Oaa aNaOe aa CA a ca AOEA a acEEa aEaeON aO aEac aI aE aA AOA AOA s A aE eI aEaO aeO O a eA AacEE uO e aO UaIA ca A aOaEOIaO a aA a AO aOaE a aO aOaE OaO e a eA a A aO aOaE aa aA a aOaE aIA AOA AOA AOA AOA s A I acA AOA a AaO Ee aI eE OI aE OaeE aINa aOaE aOe aEaNa aOaE eaOC aNa Eac eC aOO aNA a AEe aI eE aI A a ANIa aOOaeOa uOaEA a a AA e ONO aaEA AOA AOA AOA AOA AOaa e OA A eI O s OI eI EOOA a AaNa Ee aI eE aI aE acE Ee aI eE OI aEaO Ee aI eE OI aa UI a aINa aOaIEaNa aOO eA a Aac a eI eaOCa A aANA A acaOaI aO Eac OA s Aaea a e aI a eI OO e OI a es aacaIa e aI aO eNA Aa aIa aO aN aO e aI aOe s IacNa aOa a a e AN O A a A a eI A AOA AOA AOA AacEE EaONOA AOA AOA AOA a AE a aA a aA a aNaOe aa Oa aC aOaE CA a AacEE e OI aI O e OI aEaOe s Oa aCA ca AOEA ca AaO aI eOaE aeA a AOE aa eA e a aca AAEacOA a AacEEA AO OA Aa a O aE eI aOaE uOaEA ca AA aOOaIac a a AO OON uO acIA e AacEEa aE OaeIaa uOaE A a AaO aEac aI Aa a aEa eaI aO aO a aOa aOa a aOIa aCA Aa Oa O OA AOA AA e ONOA a aON uOaEA a a a AA aOOaE eI aOEaE eI OaeIaa uOaE CaEaOO aE eI aOA Artinya: Shahih Muslim 4650: Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah bin Qa'nab: Telah menceritakan kepada kami Dawud yaitu Ibnu Qais dari Abu Sa'id budak 'Amir bin Kuraiz dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Janganlah kalian saling mendengki, saling memfitnah, saling membenci, dan saling memusuhi. Janganlah ada seseorang di antara kalian yang berjual beli sesuatu yang masih dalam penawaran muslim lainnya dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Muslim yang satu dengan muslim yang lainnya adalah bersaudara tidak boleh menyakiti, merendahkan, ataupun Takwa itu ada di sini (Rasulullah menunjuk dadany. Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Seseorang telah dianggap berbuat jahat apabila ia menghina saudaranya sesama muslim. Muslim yang satu dengan yang Iainnya haram hartanya, dan kehormatannya. " Telah menceritakan kepadaku Abu At Thahir Ahmad bin Amru bin Sarh Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab dari Usamah yaitu Ibnu Zaid Bahwa dia mendengar Abu Sa'id -budak- dari Abdullah bin Amir bin Kuraiz berkata: aku mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: -kemudian perawi menyebutkan Hadits yang serupa dengan Hadits Daud, dengan sedikit penambahan dan pengurangan. Diantara tambahannya adalah: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh dan rupa kalian, akan tetapi Allah melihat kepada hati kalian. eraya mengisyaratkan telunjuknya ke dada belia. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Cut Dewi. Fauzan Azhima. Safrina Ariani: Materi Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis Hadis ini menekankan bahwa pendidikan Islam tidak boleh hanya menekankan aspek luar . itual atau penampila. , tetapi juga harus mengembangkan dimensi hati dan niat, yang merupakan inti ajaran tasawuf. Ini memperkuat urgensi memasukkan materi tasawuf dalam kurikulum pendidikan Islam. Tujuan Materi Pendidikan Islam Tujuan utama materi pendidikan Islam bukan hanya sekadar memberikan pengetahuan teoritis kepada siswa, melainkan juga untuk menciptakan keseimbangan pribadi secara menyeluruh. Keseimbangan ini mencakup pengembangan jiwa . , intelektual . , dan panca indera . , sehingga siswa dapat tumbuh menjadi individu yang harmonis dan berintegritas. 14 Pelatihan jiwa bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai agama, moral, dan etika yang kuat, sehingga siswa memiliki kesadaran akan tanggung jawabnya sebagai hamba Allah SWT dan anggota masyarakat. Dalam perspektif hadis. Rasulullah SAW memberikan contoh tentang pentingnya keseimbangan dalam pendidikan. Contoh hadisnya ialah H. An-nasaAoi No. AOA A aacaIa OaaO a e aIA:AEA a aA CAUa a aA CAUaA aacaIa e aI aEOacA:AEA a aA CAUAacOaCO acOA U A aacaIa a eOA:AEA eAA e AO e aI uOe aN aOI EA a Aa aI Oa e aCA AOE acOA s caAE e aI aA AAEacO NEEa aEaeO ON aO aEac aI a aa Ee a aCa OA a AE OaE a aA a aA CA:AA a aA CA:AEA a aA CAUA a eI Oaa Ee aEOOa OAUAIOA a AacEEA a a A N acI AO e OA s A Ee aC e OaEA AaEa aCe EaN AUAA A AN OA:AEaO ONA AONO EaO OA A ea aN acI Oa a A AaEa acI aOAUAeEa eAA a a a aOA a a a a a a aa a AOA AOA AOA A OA:AEA AAE aI eI aE aI Ca e Ea aE aI EeaEaacO OaA E OO OIA a aA CAUAOa ONOA a aA AauOacIa eaNEAUA aOuO acaO aE eI aOEeaEaacO OaA E OO OIAUa eaIa OE aN aaEA Artinya: Telah memberitakan kepada kami YaAoqub bin Ibrahim Ad-Dawraqi, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ibnu AoUlayyah, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami AoAuf, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ziyad bin Hushain, dari Abu AlAoAliyah, ia berkata: Ibnu Abbas berkata: Rasulullah bersabda kepadaku pada pagi hari di Aqabah saat beliau berada di atas tunggangannya: AuAmbillah beberapa batu kecil Ay Maka aku mengambilkan beliau beberapa batu kecil, yaitu batu seukuran batu kerikil kecil. Ketika aku meletakkannya di tangan beliau, beliau bersabda: AuDengan yang seperti ini . emparan batu kerikil keci. , dan jauhilah sikap berlebihan dalam beragama. Karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah binasa karena sikap berlebihan dalam beragama. Ay Hadis ini memberikan pelajaran penting tentang keseimbangan dalam menjalankan ajaran agama, termasuk dalam konteks pendidikan. Rasulullah mengingatkan agar tidak bersikap ghuluw Nuraini Khotib and Syamsul Aripin. AuPendidikan Islam Sebagai Sarana Pengembangan Diri,Ay Jurnal Pendidikan Kreativitas Pembelajaran 07, no. Siti Mutholingah and Basri Zain. AuMetode Penyucian Jiwa (Tazkiyah Al-Naf. Dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Islam,Ay Journal TAAoLIMUNA https://doi. org/10. 32478/talimuna. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Januari - Juni 2025 Cut Dewi. Fauzan Azhima. Safrina Ariani: Materi Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis . dalam beragama, yang juga relevan dengan pendekatan dalam pendidikan Islam. Dalam mendidik, tidak semestinya hanya berfokus pada satu aspek, seperti fiqih saja, melainkan harus mencakup nilai-nilai fiqih, tasawuf, dan tauhid secara seimbang Dengan mengintegrasikan ketiganya, pendidikan Islam dapat menghasilkan individu yang tidak hanya memahami syariat, tetapi juga memiliki hati yang ikhlas, jiwa yang tenang, dan keyakinan yang kuat kepada Allah. Imam Malik menyatakan bahwa mempelajari tasawuf tanpa fiqih dapat membuat seseorang menjadi zindiq . , sedangkan mempelajari fiqih tanpa tasawuf dapat membuatnya menjadi fasiq . erperilaku buru. Dengan pendekatan ini, pendidikan Islam diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlak yang baik. KESIMPULAN Materi pendidikan Islam yang baik adalah yang tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis tentang agama. Justru, yang terpenting adalah bagaimana materi itu bisa menjadi panduan praktis bagi siswa untuk menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. salah satu cara terbaik untuk mencapai tujuan ini adalah dengan mengintegrasikan perspektif hadis ke dalam materi Hadis, sebagai perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad SAW, memberikan contoh konkret dan detail tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim berperilaku dan berinteraksi dengan dunia. Dengan mengintegrasikan hadis, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsepkonsep dasar dalam tauhid . , fiqih . ukum Isla. , dan tasawuf . , tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Keseimbangan dalam pemahaman ketiga aspek ini penting agar siswa dapat membentuk karakter yang berakhlak mulia. Sehingga memiliki pemahaman agama yang mendalam, spiritualitas yang kuat, dan akhlak yang baik, sehingga relevan dengan tantangan dan tuntutan zaman. Dapat disimpulkan bahwa hadis Nabi Muhammad SAW memiliki tujuan Pendidikan yang komprehensif, pentingnya metode Pendidikan Islami. Materi Pendidikan yang Integral dan Pendidikan sebagai Investasi Akhirat. DAFTAR PUSTAKA