JURNAL MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN Vol 32 No 4. Desember 2022 APLIKASI MODEL ARCS-V UNTUK MENGIDENTIFIKASI MOTIVASI MAHASISWA KEPERAWATAN MENGIKUTI PERKULIAHAN BLENDED LEARNING The Application of ARCS-V Model for Identifying the Motivation of Nursing Students in the Blended Learning Lectures Nazliansyah Nazliansyah 1*. Amiruddin Amiruddin 2 Prodi Keperawatan Belitung. Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang *Email: anazfadhlan@gmail. ABSTRACT Recently, most of the universities have implemented the online lecturing method in the virtual presentation as the education model. This method is very popular and effective due to flexibility and comprehensive-time. As the lecturing method, the online education models have negatif and positive impacts on the students. Likewise, the learning process has advantages and disadvantages. The objective of this study was to identify the correlation between blended learning implementation and nursing students' motivation in the learning process. The study design was a cross-sectional study and 112 nursing students participated in this study. The resulting study revealed that attention, relevance, and desire to learn were related to blended learning. On the other hand, gender, parentAos occupation, self-efficacy, and satisfaction were not related to the blended learning activity among nursing students. The results study can be referred to improve the education strategies in term of blended learning design program in increasing the attention, relevance, and volition lecturing process. Keywords: Blended Learning. Motivation. Nursing ABSTRAK Berbagai perguruan tinggi saat ini telah menggunakan bentuk perkuliahan online dalam persentasi virtual dan perkuliahan bertemu langsung yang beragam sesuai dengan kondisi wilayah sebagai model pembelajaran yang paling efektif dan populer dalam memberikan pembelajaran yang fleksibel, tepat waktu, dan berkelanjutan. Sebagai bentuk metode pembelajaran, perkuliahan secara online tentunya memberikan pengaruh positif dan negatif. Demikian juga proses pembelajaran yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan penerapan pembelajaran online . terhadap motivasi belajar pada mahasiswa D i Keperawatan. Studi Cross-sectional adalah desain penelitian yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Sebanyak 112 mahasiswa menjadi partisipan dalam penelitian ini, dan total sampling di pergunakan pada penelitian ini untuk mendapatkan jumlah partisipan yang representatif. Terdapat hubungan yang signifikan antara perhatian, relevansi, dan kemauan perkuliahan secara blended learning dengan motivasi perkuliahan mahasiswa. Studi ini melaporkan bahwa jenis kelamin, pekerjaan orang tua, tugas mahasiswa di rumah, rasa percaya diri, dan tingkat kepuasan tidak berhubungan terhadap motivasi belajar mahasiswa. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi peningkatan program dan strategi pembelajaran blended learning yang berorientasi pada desain dan daya tarik blended learning untuk meningkatkan kemauan dan perhatian mahasiswa dalam perkuliahan. Kata kunci: Blended learning. Keperawatan. Motivasi JURNAL MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN Vol 32 No 4. Desember 2022 PENDAHULUAN Penyebaran virus Corona penyebab pandemi Covid-19 di dunia belum juga mereda dan masih menjadi focus antisipasi di semua negara. Bahkan, di banyak negara varian terbaru Corona Virus yaitu Omicron merebak dan menyebabkan peningkatan lonjakan . Jumlah infeksi Covid-19 yang masih tinggi di beberapa negara sebagian besar disebabkan oleh kurangnya disiplin masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan, adanya kasus varian baru virus yang lebih menular, dan program vaksinasi yang belum secara maksimal terlaksana . Meski kasus Covid-19 di beberapa negara berkembang dan negara maju dilaporkan mengalami penurunan, tetapi secara global tetap mengalami peningkatan kasusnya apabila dibandingkan dengan beberapa negara yang masih terus berupaya menurunkan angka kejadian paparan Covid 19 . Di beberapa negara eropa seperti Perancis dan Rusia dilaporkan bahwa kasus Covid-19 di kedua negara tersebut masih tinggi . Penyebaran pandemi Covid-19 juga terjadi di Indonesia. Hasil laporan data kasus menjelaskan bahwa sekitar 31,186 orang terinfeksi Corona Virus dan dinyatakan positif dengan kumulasi 18,837 pasien dalam perawatan dan pengawasan, 10, 498 sembuh. Jumlah kasus meninggal dunia akibat pandemi Covid-19 di Indonesia diestimasikan sebanyak 1,851 orang . Berdasarkan laporan total kumulatif nasional sampai dengan Oktober 2021, 014 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Pola penularan di komunitas mencapai tingkat 1, dengan kasus konfirmasi harian 0. 51% dan persentase konfirmasi positif mingguan sebesar 0,64%. Berdasarkan laporan, kejadian kasus paparan covid19 adalah 2,80/100. 000 penduduk setiap minggu. Kumulatif kasus kematian nasional tercatat mencapai 142. 889 kasus, dan besaran insiden 0,13/100. 000 penduduk setiap minggu . Laporan kejadian paparan Covid-19 wilayah Sumatera. Sumatera Utara adalah provinsi dengan kasus terbanyak . Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 235 kasus dan Riau sejumlah 194 kasus. Provinsi dengan kasus mortalitas tertinggi di wilayah Sumatera adalah Aceh. Sumatera Utara dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung . Dalam masa pandemi dan peralihan ke perilaku kebiasaan normal (New Normal Er. , berbagai sektor yang mencakup pelayanan publik dan aktivitas publik mengalami imbas dan pergeseran strategi. Tidak terkecuali sektor pendidikan dan kesehatan yang mengalami imbas mayor dalam pelaksanaan pelayanan sehari hari. Pandemi Covid-19 telah memberikan pengaruh dan dampak yang sangat besar dalam aktivitas dunia pendidikan, termasuk sistem pendidikan yang digunakan terlebih pada lingkup universitas bahkan di lingkungan pembelajaran pusat pendidikan dan pelatihan. Lebih dari 100 negara di dunia memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan perkuliahan di perguruan tinggi . Berbagai tantangan dan strategi Pendidikan juga mengalami perubahan di Indonesia. Sebagai dampak Pandemi covid-19, beberapa perguruan tinggi di Indonesia menghentikan kegiatan perkuliahan secara tatap muka bahkan menutup aktivitas perkuliahan mengikuti kebijakan pemerintah sebagai bentuk pengendalian penyebaran kasus Covid 19 . Regulasi pemerintah dalam menyusun strategi untuk menghadapi penyebaran pandemi Covid-19 adalah penerapan kebijakan bekerja dan beraktivitas dari rumah. Regulasi ini disusun sebagai bentuk penerapan protokol pencegahan penularan virus Covid-19 disegala sektor termasuk sektor Pendidikan. Pendidikan di Indonesia pun menjadi salah satu bidang yang terdampak akibat adanya pandemi covid-19 tersebut. Sejalan dengan protokol pencegahan penularan penyakit tersebut, sistem pendidikan di Indonesia juga menerapkan regulasi dengan meliburkan aktivitas pendidikan sekolah secara langsung dan menerapkan proses perkuliahan dengan menggunakan sistem dalam jaringan atau pembelajaran online . JURNAL MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN Vol 32 No 4. Desember 2022 Sistem perkuliahan blended learning adalah metode yang sangat efektif dalam pembelajaran, dengan metode ini materi yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah tidak hanya memberikan penjelasan seperti hanlnya tatap muka dikelas, tetapi juga penjelasan tersebut dapat diulang kembali dalam bentuk rekaman yang diunggah ke website pengelola pembelajaran online . Blended learning dikembangkan untuk mengatasi permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran e-learning secara penuh tidak bisa digunakan pada kebanyakan penyelenggara pendidikan. Hal tersebut disebabkan adanya bagian pembelajaran tertentu yang harus juga di berikan secara langsung dan tidak cukup hanya menggunakan pembelajaran daring atau online semata . Berbagai perguruan tinggi saat ini telah menggunakan strategi pembelajaran online dengan persentase daring dan tatap muka yang beragam sesuai dengan kondisi wilayah sebagai model pembelajaran yang paling efektif dan populer dalam memberikan pembelajaran yang fleksibel, tepat waktu, dan berkelanjutan . Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang merupakan perguruan tinggi yang telah melaksanakan salah satu aktivitas perkuliahan menggunakan pembelajaran online. Pembelajaran online di Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang dilaksanakan melalui situs pembelajaran daring . -learnin. yaitu LMS Poltekkes Pangkalpinang. LMS dimanfaatkan dalam pengumpulan tugas, pengunduhan materi, maupun pelaksanaan evaluasi belajar . Selain menggunakan LMS, proses perkuliahan online di Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang juga menggunakan aplikasi Zoom meeting dan beberapa aplikasi lainnya, namun penggunaan LMS menjadi ketentuan wajib sebagai bentuk pelaksanaan kebijakan yang dibuat oleh Institusi. Model pembelajaran konvensional dilaksanakan di ruang kelas dan laboratorium dengan metode ceramah, praktikum, diskusi, studi kasus, dan berbagai metode pembelajaran lainnya. Selain itu perkuliahan praktikum ada juga yang menggunakan metode perkuliahan online. Sebagai bentuk metode pembelajaran, perkuliahan secara online tentunya memberikan pengaruh positif dan negatif. Demikian juga proses pembelajaran yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Perkuliahan secara online menyediakan sarana emoderating yang memudahkan dosen dan mahasiswa dapat berinteraksi melalui fasilitas internet dengan jadwal perkuliahan berkala dimana saja dan interaksi perkuliahan tersebut dilaksanakan tanpa dibatasi lokasi atau tempat, jarak dan waktu. Selain itu dosen dan mahasiswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstuktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar yang dipelajari . Selain kelebihan kelebihan yang diperoleh pada pembelajaran atau perkuliahan online, tentu saja terdapat kelemahan yang perlu menjadi perhatian dalam penerapan strategi dan gaya pembelajaran. Salah satu kelemahan dalam perkuliahan online adalah peserta didik dengan kemauan dan dorongan belajar yang rendah akan cenderung gagal dalam pencapaian tujuan pembelajaran . Motivasi dalam perkuliahan online sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan prestasi mahasiswa. Selain pengaruh motivasi dalam pembelajaran online, tidak semua peserta didik atau mahasiswa berada di tempat tersedianya, fasilitas internet sehingga menyulitkan menerima atau mengerjakan proses penugasan selama perkuliahan . Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara penerapan pembelajaran blended learning terhadap motivasi belajar pada mahasiswa D i Keperawatan. METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif Penelitian ini dilaksanakan pada April 2022 sampai dengan Oktober 2022 di Prodi D i Keperawatan Belitung. Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang JURNAL MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN Vol 32 No 4. Desember 2022 Total populasi penelitian sebanyak 112 orang. Total Sampling digunakan untuk penetapan jumlah partisipan dalam penelitian ini. Pemberlakuan total sampling dengan justifikasi jumlah sampel yang dipakai memenuhi asumsi Aurepresentative samplingAy. Dengan menggunakan total sampling, diharapkan sampel yang benar-benar dapat mewakili dari seluruh populasi. Variabel penelitian adalah kesimpulan informasi yang ditetapkan oleh peneliti untuk Variabel dependen dalam penelitian ini adalah motivasi belajar blended learning, variabel independent yaitu faktor sosio demografi, perhatian, relevansi, rasa percaya diri, kepuasan, dan kemauan dalam pembelajaran blended learning. Model Motivasi ARCS-V . digunakan sebagai dasar penggunaan dan penyusunan kisi-kisi kuesioner penelitian yang terdiri dari komponen Attention (Perhatia. Relevance (Relevans. Confidence (Rasa Percaya Dir. Satisfaction (Tingkat Kepuasa. , dan Volition (Kemaua. dengan jumlah total 37 . iga puluh tuju. item pernyataan. Peneliti menggunakan kuesioner motivasi belajar blended learning sebagai instrumen penelitian yang sudah pernah diaplikasikan pada penelitian sebelumnya . Kuesioner tersebut diadaptasi oleh peneliti dan disesuaikan dengan karakteristik partisipan dalam penelitian Analisis bivariat untuk mengidentifikasi hubungan antara blended learning dengan motivasi belajar mahasiswa menggunakan Uji Korelasi Pearson Product Moment untuk skala data yang terdistribusi normal. Peneliti selanjutnya melakukan Uji Korelasi Spearman untuk mengidentifikasi hubungan antara jenis kelamin dan data sosio demografi dengan motivasi belajar blended learning. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan prinsip etik berdasarkan ketentuan dari komite etik penelitian Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang dengan nomor izin kaji etik No. /EC/KEPK-PKP/VI/2022. HASIL Faktor sosio demografi dalam penelitian ini diidentifikasi sebagai karakteristik umum dan khusus beserta hubungannya dengan pembelajaran blended learning. Karakteristik umum partisipan penelitian terdiri atas jenis kelamin, dan pekerjaan orang tua. Hasil analisis yang dijelaskan pada tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan adalah perempuan. Karakteristik pekerjaan orang tua menjelaskan bahwa sebagian besar pekerjaan orang tua mahasiswa adalah Pegawai Negeri Sipil dan wiraswasta. Hasil analisis karakteristik sosio demografi khusus menunjukkan bahwa mayoritas partisipan . ,4%) memiliki tugas sehari hari membantu membersihkan rumah, membantu merawat adik atau saudara di rumah . ,4%), membantu mencuci piring di rumah . ,4%), membantu menyiapkan makanan . ,2%), dan sekitar 4,4% partisipan tidak memiliki tugas sehari-hari di rumah dan tidak pernah membantu pekerjaan di JURNAL MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN Vol 32 No 4. Desember 2022 Tabel 1. Jumlah dan Persentase Karakteristik Sosio Demografi . = . Variabel Frekuensi Persentase Jenis Kelamin - Laki laki - Perempuan Pekerjaan Orang Tua - PNS - Wiraswasta - Guru - Karyawan - Nelayan - Pedagang - polisi - sopir - dll Tugas Mahasiswa di rumah Merawat adik Menyiapkan makanan Mencuci piring Membersihkan rumah Tidak ada tugas di rumah Tidak pernah membantu pekerjaan di rumah Tabel 2. Jumlah dan Persentase Pernyataan Pengalaman Blended learning . = . Variabel Frekuensi Persentase Ketertarikan blended learning membuat mahasiswa termotivasi belajar - Setuju Kesesuaian materi blended learning membuat mahasiswa termotivasi belajar - Sangat setuju - Setuju Tingkat percaya diri terhadap blended learning membuat mahasiswa termotivasi belajar - Setuju Tingkat kepuasan terhadap blended learning membuat mahasiswa termotivasi belajar - Setuju Tabel 2 secara deskriptif menggambarkan bahwa sebagian besar partisipan . ,4%) menyatakan setuju bahwa ketertarikan . terhadap pembelajaran blended learning melalui LMS membuat mereka termotivasi untuk melaksanakan proses Demikian juga dengan relevansi . pembelajaran blended learning terhadap motivasi belajar mahasiswa, secara deskriptif hasil penelitian ini menjelaskan bahwa sebagian besar partisipan . ,8%) menyatakan sangat setuju dan setuju . ,2%) bahwa relevansi pembelajaran yang diberikan melalui metode blended learning memotivasi mereka dalam melaksanakan proses perkuliahan. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar partisipan . ,5%) menyatakan setuju bahwa tingkat percaya diri . terhadap pembelajaran melalui LMS membuat JURNAL MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN Vol 32 No 4. Desember 2022 mereka termotivasi untuk melaksanakan proses pembelajaran. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas partisipan . ,7%) setuju bahwa kepuasan . dalam pembelajaran blended learning menggunakan LMS dapat meningkatkan motivasi mereka dalam melakukan aktivitas perkuliahan. Lebih lanjut lagi hasil penelitian melaporkan adanya hubungan antara perhatian, relevansi, dan kemauan pembelajaran menggunakan LMS terhadap belajar mahasiswa jurusan keperawatan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin, pekerjaan orang tua, dan tugas mahasiswa di rumah terhadap motivasi belajar. Hasil analisis tersebut digambarkan pada tabel 3. Tabel 3. Korelasi Variabel Independen dengan Variabel Dependen . Variable independen Koefisien Korelasi Pearson . Perhatian Relevansi Kemauan Efikasi diri Kepuasan Jenis Kelamin Pekerjaan Orang Tua Tugas Mahasiswa di Rumah 0,216 0,195 0,164 0,260 0,183 0,021 0,108 0,078 p-value 0,022 0,039 0,009 0,622 0,321 0,811 0,229 0,381 PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai motivasi belajar terhadap 84 mahasiswa berjenis kelamin perempuan dan 28 laki-laki, melaporkan bahwa rata-rata motivasi mahasiswa berjenis kelamin perempuan adalah 96 dan motivasi belajar mahasiswa berjenis kelamin laki-laki adalah rata-rata 92,66. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa berjenis kelamin perempuan memiliki motivasi yang lebih tinggi beberapa poin dibandingkan mahasiswa yang berjenis laki-laki . Hasil penelitian tersebut inkonsisten dengan hasil penelitian mengenai motivasi belajar mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Belitung Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang yang dilaksanakan secara blended learning. Tidak adanya hubungan antara faktor sosio demografi mahasiswa terutama jenis kelamin terhadap motivasi mahasiswa dikarenakan dukungan fasilitas untuk belajar baik secara online maupun offline di lingkungan kampus akan membuat mahasiswa baik itu laki-laki atau perempuan untuk melakukan praktik pembelajaran bersama-sama. Lebih lanjut lagi, tidak adanya hubungan antara jenis kelamin dan motivasi belajar mahasiswa ini disebabkan karena adanya dukungan sebaya dalam pelaksanaan perkuliahan, dimana dosen memberikan tugas atau kegiatan perkuliahan secara berkelompok tanpa membedakan kelompok mahasiswa laki-laki dan mahasiswa Mereka diarahkan bersama dan diberikan fasilitas untuk melakukan praktik perkuliahan bersama-sama. Dalam penelitian ini, terdapat hubungan antara perhatian pembelajaran Blended learning menggunakan LMS dengan motivasi belajar mahasiswa. Attention (Perhatia. , merupakan rasa ingin tahu, gairah, minat, tingkat kebosanan, yang dapat menimbulkan motivasi . Studi sebelumnya mengenai perhatian dan motivasi menjelaskan bahwa perhatian yang akan mendorong motivasi tergantung pada konteks pembelajaran. Ketergantungan konteks yang beragam dan diamati oleh mahasiswa menimbulkan motivasi yang bervariasi dalam lingkungan pembelajaran dan tugas. Semakin beragam tugas atau tampilan yang di berikan oleh dosen dalam pembelajaran blended learning JURNAL MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN Vol 32 No 4. Desember 2022 maka tingkat perhatian akan berbeda pula, sehingga menimbulkan motivasi pembelajaran tersebut . Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat hubungan antara relevansi pembelajaran Blended learning menggunakan LMS dengan motivasi belajar mahasiswa. Hasil penelitian ini konsisten dengan beberapa penelitian terdahulu yang menginvestigasi hubungan antara pengaruh relevansi pembelajaran Blended learning dengan hasil belajar mahasiswa. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa relevansi adalah fenomena psikologis yang sangat berkaitan dengan motivasi belajar dan prestasi akademik . , . Relevansi merupakan persepsi peserta didik bahwa persyaratan pembelajaran konsisten dengan keinginan dan gaya belajar mereka, sehingga Ketika proses pembelajaran blended learning dilaksanakan sesuai dengan harapan mahasiswa maka motivasi pembelajaran dapat terbangun . Adanya hubungan antara relevansi dengan motivasi belajar mahasiswa dalam penelitian ini dikarenakan dosen menggunakan media pembelajaran AoLMSAy secara konsisten, detail, lengkap, dan berkesinambungan. Sebagian besar mahasiswa dapat mengunduh setiap mata kuliah yang diajarkan oleh dosen beserta materi pelengkap yang membantu mereka mengembangkan informasi yang didapat menjadi bentuk yang luas seperti modul, artikel, atau penugasan lainnya. Selain itu mahasiswa menjadi lebih mudah mengetahui kemajuan perkuliahan saat menggunakan AuLMSAy, seperti hasil ujian tengah semester maupun akhir semester, nilai penugasan baik mandiri atau kelompok. Usaha tersebut sesuai dengan penelitian mengenai relevansi pembelajaran dan motivasi yang menjelaskan bahwa ketika relevansi pembelajaran di diimplementasikan lebih baik maka dapat memfasilitasi terbentuknya motivasi yang lebih besar . Kemauan pembelajaran Blended learning menggunakan LMS juga secara signifikan mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa. Kemauan atau minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan yang sering dikaitkan dengan kegigihan atau keuletan dalam menjalani proses pembelajaran . Adanya hubungan antara kemauan dalam pembelajaran Blended learning dan motivasi belajar mahasiswa ini terjadi karena adanya evaluasi yang terus menerus, dan waktu yang disediakan oleh dosen tidak hanya berkonsultasi melalui AuLMSAy saja, tetapi diskusi juga dilakukan secara tatap muka langsung. Selain itu, pengulangan materi atau review penugasan juga menjadi sebuah implementasi yang dapat membuat mahasiswa mengingat kembali pembelajaran yang sudah diberikan, sehingga menarik kemauan mereka untuk mempelajari materi yang disampaikan. Implementasi fasilitas kuota internet yang diberikan oleh institusi juga merupakan alasan adanya kemauan untuk melaksanakan pembelajaran blended learning melalui AuLMSAy. Program pemberian kuota internet untuk mendukung pembelajaran merupakan fasilitas yang dapat membantu daya motivasi mahasiswa dari segi ekonomi, intervensi ini selaras dengan penelitian mengenai hubungan bantuan fasilitas pembelajaran seperti finansial atau akses pembelajaran dengan motivasi . Kelebihan dari studi ini adalah, pertama, penelitian ini dikembangkan berdasarkan aplikasi Model Motivasi ARCS-V yang dikembangkan oleh Keller . Melalui teori ini dapat memberikan kerangka penelitian yang komprehensif untuk mengidentifikasi apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa . Tidak adanya hubungan efikasi diri dan kepuasan pembelajaran blended learning menggunakan AuLMSAy pada penelitian ini disebabkan karena tidak semua mahasiswa merasa percaya diri dan puas dalam membuat, menyusun, dan mendesain penugasan yang diberikan dosen melalui AuLMSAy, sehingga kondisi tersebut membuat mahasiswa tidak memiliki motivasi yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran blended learning. Kondisi ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya mengenai efikasi diri mahasiswa yang menjelaskan bahwa efikasi diri akademik mengacu pada keyakinan JURNAL MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN Vol 32 No 4. Desember 2022 yang berkaitan dengan kemampuan dan kesanggupan individu untuk mencapai dan menyelesaikan tugas akademik yang menarik dan sesuai harapan pembelajaran . Penelitian ini memiliki beberapa kekurangan, pertama, desain cross-sectional tidak dapat mengeksplorasi lebih mendalam dibandingkan penelitian longitudinal, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan populasi yang sama tetapi menggunakan metode penelitian yang bersifat mengeksplorasi lebih dalam mengidentifikasi motivasi belajar mahasiswa seperti studi kuasi eksperimental atau studi penelitian kualitatif. SIMPULAN Model Motivasi ARCS-V yang dikembangkan oleh Keller . dijadikan sebagai kerangka teori dalam penelitian. Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor sosio demographic, efikasi diri, dan kepuasan pembelajaran blended learning menggunakan AuLMSAy tidak berhubungan dengan motivasi belajar mahasiswa, sedangkan perhatian, relevansi pembelajaran, dan kemauan memiliki hubungan yang signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa D i Keperawatan Belitung Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi peningkatan program dan strategi pembelajaran blended learning yang berorientasi pada desain dan daya tarik blended learning untuk meningkatkan kemauan dan perhatian mahasiswa dalam DAFTAR RUJUKAN . Satuan Tugas Penanganan COVID-19. AuAddendum Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-. Ay Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Jakarta, pp. 1Ae2. Kementrian Kesehatan RI. AuLaporan Mingguan Update COVID-19,Ay 2021. Muhamad. AuPandemi Covid-19 sebagai Persoalan Serius Banyak Negara di Dunia,Ay Matdio. AuDampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan,Ay J. Kaji. Ilm. , vol. 1, no. 1, pp. 73Ae80, 2020. Loima. AuSocio-Educational Policies and Covid-19 Ae A Case Study on Finland and Sweden in the Spring 2020,Ay Int. Educ. Lit. Stud. , vol. 8, no. 3, p. 59, 2020, doi: 7575/aiac. Pranata. AuDampak Pandemi Terhadap Pendidikan,Ay in Dampak Pandemi terhadap Kehidupan Manusia (Ditinjau dari Berbagai Aspe. Selayo: Insan Cendekia Mandiri, 2021, pp. 121Ae134. Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Kebijakan Pendidikan Jarak Jauh E-Learning Indonesia. [Onlin. Available: https://lldikti3. id/v6/wp-content/uploads/2016/11/Paulina-PannenKebijakan-PJJ-dan-E-Learning. Sobana. AuDampak Pandemi Covid 19 Terhadap Pendidikan dan Pelatihan Aparatur,Ay J. Pendidik. Indones. , vol. 1, no. 2, pp. 166Ae175, 2020, doi: 10. 36418/japendi. dan Waskito. Blended Learning: Konsep dan Penerapannya, 1st ed. Padang. Sumatera Barat: Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Andalas, 2018. doi: 10. 25077/car. Kumar et al. AuBlended Learning Tools and Practices: A Comprehensive Analysis,Ay Ie Access, vol. 9, pp. 85151Ae85197, 2021, doi: 10. 1109/ACCESS. Poltekkes Kemenkes Jakarta 1. Pedoman Pembelajaran Daring pada masa pandemi Covid 19, 1st ed. Jakarta: Poltekkes Kemenkes Jakarta 1, 2020. [Onlin. Available: https://w. id/wp-content/uploads/2020/12/pedoman-PPBM- JURNAL MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN Vol 32 No 4. Desember 2022 selama-Vovid-19. Febrianti. AuKeunggulan Dan Kelemahan Menggunakan Metode Pembelajaran E Learning,Ay Universitas Pendidikan Ganesha, 2020. [Onlin. Available: https://w. net/publication/340476377_KEUNGGULAN_DAN_KELEM AHAN_MENGGUNAKAN_METODE_PEMBELAJARAN_E_-_LEARNING Ningsih. AuKejenuhan Belajar Pada Masa Pandemi,Ay Educational, vol. 25, no. 1, pp. 1Ae9, 2020. Keller. AuMotivation. Learning, and Technology: Applying the ARCS-V Motivation Model,Ay Particip. Educ. Res. , vol. 3, no. 2, pp. 1Ae15, 2016, doi: 10. 17275/per. Fuzian. AuHubungan Antara Motovasi Belajar Blended Learning dengan Hasil Belajar,Ay Universitas Soedirman, 2020. [Onlin. Available: https://repository. id/13639/ Dinata Saragi and R. Suryani. AuPerbedaan Motivasi Belajar Siswa Berjenis Kelamin Perempuan Dan Laki-Laki Smk Swasta Bandung,Ay J. Penelit. Bimbing. dan Konseling, 3, no. 1, 2018, doi: 10. 30870/jpbk. Calcott and E. Berkman. AuAttentional flexibility during approach and avoidance motivational states: The role of context in shifts of attentional breadth,Ay J. Exp. Psychol. Gen. , vol. 143, no. 3, pp. 1393Ae1408, 2014, doi: 10. 1037/a0035060. Albrecht and S. Karabenick. AuRelevance for Learning and Motivation in Education,Ay J. Exp. Educ. , vol. 86, no. 1, pp. 1Ae10, 2018, doi: 1080/00220973. Kintu. Zhu, and E. Kagambe. AuBlended learning effectiveness: the relationship between student characteristics, design features and outcomes,Ay Int. Educ. Technol. High. Educ. , vol. 14, no. 1, 2017, doi: 10. 1186/s41239-017-0043-4. Hai. Bao, and W. Li. AuFactors associated with work volition among Chinese undergraduates,Ay Front. Psychol. 3389/fpsyg.