Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10 No. 1 Tahun 2021 Potensi Aktivitas Antioksidan Alstonia Scholaris dan Alstonia Macrophylla Diennisa Izzati Thahira*1. Apt. Farid Perdana. Si*2. Noviyanti. Si*3 Program Studi S-1 Farmasi FMIPA Universitas Garut Alamat : Jl. Jati No. 42B Tarogong Ae Garut e-mail : diennisa_thahira@yahoo. Article Info Abstrak Article history: Submission September 2020 Accepted Desember 2020 Publish Januari 2021 Gaya hidup sehat dengan slogan back to nature merupakan tren yang ramai dibicarakan orang dalam sepuluh tahun terakhir, tren ini memanfaatkan bahan alam untuk pencegahan dan pengobatan. Para ahli pun merekomendasikan penggunaan tanaman berkhasiat obat, sebagai solusi agar terhindar dari zat zat kimia yang berefek negatif bagi tubuh. Tanaman pulai (Alstoni. dari keluarga Apocynaceae. Alstonia macrophylla dan Alstonia scholaris merupakan dua spesies dari genus keluarga apocynaceae yang diketahui memiliki aktivitas Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan potensi aktivitas antioksidan dua spesies tanaman dari Alstonia macrophylla dan Alstonia scholaris yang diketahui dapat menghambat radikal bebas dengan metode DPPH yang ditunjukkan dengan nilai IC50. Metode yang digunakan untuk penulisan dengan metode kajian pustaka . dari beberapa literatur. Literatur yang dipakai yaitu jurnal-jurnal relevan dan E-book yang berkaitan dengan kedua tanaman tersebut. Dari hasil kajian pustaka ini akan dibahas dua tanaman dari Alstonia macrophylla dan Alstonia scholaris yang memiliki aktivitas antioksidan. Dari hasil beberapa literatur yang ditemukan diketahui bahwa dari dua tanaman tersebut yaitu Ekstrak kulit batang Alstoni marcophylla memiliki potensi sebagai antioksidan dengan metode DPPH nilai IC 50 yang tergolong rendah yaitu 0,71 mg/ml. dan hampir semua bagian organ tumbuhan Alstonia scholaris memiliki potensi aktivitas antioksidan yang beragam. Kata kunciAi antioksidan, apocynaceae, alstonia. DPPH Ucapan terima kasih: Abstract Terimakasih ke pada dosen pembimbing dan rekanrekan yang telah mendukung dalam penulisan litelatur review. A healthy lifestyle with the slogan back to nature is a trend that has been widely talked about in the last ten years, this trend uses natural ingredients for prevention and treatment. Experts also recommend the use of medicinal plants, as a solution to avoid chemicals that harm the body. Pulai plant (Alstoni. from the Apocynaceae family. Alstonia macrophylla and Alstonia scholaris are two species of the genus Apocynaceae that are known to have antioxidant activity. This study aims to show the potential for antioxidant activity of two plant species of Alstonia macrophylla and Alstonia scholaris which are known to inhibit free radicals by the DPPH method indicated by the IC50 value. The method used for writing is the literature review method . of several pieces of literature. The literature used is the relevant journals and E-books related to the two plants. From the results of this literature review, two plants from Alstonia macrophylla and Alstonia scholaris which have antioxidant activity will be discussed. From the results of several literatures found, it is known that of the two plants, the extract of the stem bark of Alstoni marcophylla has potential as an antioxidant with the DPPH method, the IC50 value is low, namely 0. 71 mg/ml. and almost Diennisa Izzati Thahira. Apt. Farid Perdana. Si. Noviyanti. Si Vol 10 . 2021 pp 11-16 all parts of plant organs Alstonia scholaris have various potential antioxidant Keyword Ae antioxiidant, apocynaceae, alstonia. DPPH DOI 30591/pjif. v%vi%i. A2021Politeknik Harapan Bersama Tegal Alamat korespondensi: Prodi Di Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal Gedung A Lt. Kampus 1 Jl. Mataram No. 09 Kota Tegal. Kodepos 52122 Telp. E-mail: parapemikir_poltek@yahoo. p-ISSN: 2089-5313 e-ISSN: 2549-5062 Diennisa Izzati Thahira. Apt. Farid Perdana. Si. Noviyanti. Si Vol 10 . 2021 pp 11-16 marcophylla dan Alstonia scholaris pada google Pendahuluan scholars. NCBI. PubMed, dan Spinger dengan Di masa abad ke-21 sekarang ini kata kunci antioksidan. Alstonia Scholaris dan pemanfaatan tumbuhan sebagai alternatif bahan obat sudah semakin diakui oleh masyarakat phytochemical dan metabolite secondary. Hasil disamping penggunaan obat sintesis. Jenis kajian yang didapat merupakan data kualitatif dan kuantitatif. Data yang diambil berbagai menyembuhkan penyakit. Sebagian besar bahan sumber diolah dan dinarasikan dalam bentuk bioaktif farmasi atau produk jadinya sebagai paragraf serta dirangkum dalam sebuah tabel antioksidan . Antioksidan adalah sistem agar mudah dalam penjelasan kekebalan tubuh yang dapat menghambat radikal bebas . Kandungan metabolit sekunder yang Hasil dan Pembahasan dimiliki tumbuhan yang digunakan sebagai . Alstonia macrophylla pelindung dalam bertahan hidup dari tekanan Pulai batu atau yang dikenal dengan nama lingkungan pada tumbuhan, dapat memiliki umum Alstonia macrophylla dan sinonim aktivitas antioksidan dan dimanfaatkan oleh Alstonia acuminate. Pohon tinggi dengan manusia sebagai pencegahan suatu penyakit . berukuran 20 Ae 50 m, batang yang berdiameter Pengobatan tradisional yang dimanfaatkan 5 - 100 cm tegak, lonjong, dan memiliki kulit oleh manusia lebih mengupayakan preventif, bersisik halus. Struktur kulit dalam yang rapuh kutarif, dan rehabilitatif dari suatu penyakit . dengan warna coklat kekuningnan. Daun Salah satu tumbuhan yang telah diteliti dan tunggal tersebar ujung dan pangkal meruncing. digunakan sebagai obat terdapat dari tanaman Bunga majemuk, benang sari silindris. Biji pulai (Alstoni. dari keluarga Apocynaceae. bulat kecil, berwarna putih dan buah yang Keluarga apocynaceae ini memiliki 1500 ragam berbentuk pita berwarna putuh kehijauan . spesies yang merupakan tumbuhan asli dari hutan . Potensi antioksidan Alstonia macrophylla tropis dan subtropis . Genus ini memiliki Analisis dari fitokimia dari ekstrak penyebaran yang cukup luas, setiap jenis tumbuh metanol kulit batang Alstonia macrophylla sesusai daerahnya, pulai batu tersebar di Ambon memiliki kandungan metabolit sekunder seperti dan pulai gabus atau lame tersebar diseluruh alkaloid, flavonoid, tannin, fenol, dan saponin Indonesia pada ketinggian 900 m . Sedangkan hasil ekstraksi dari senyawa Alstonia scholaris dikenal di Indonesia polar kulit batang Alstonia macrophylla dengan nama pulai gabus. Pulai gabus dilaporkan mengandung asam fenolik asam 3,5merupakan tanaman obat yang banyak dimetoksi-4-hidroksifenil asetat . Saat ini di dipergunakan dalam pengobatan antara lain laporkan menurut (Tan. , 2. bahwa ektrak mengobati arterosklerosis, jantung, dan kanker kulit batang Alstonia macrophylla efektif merupakan penyebab dari stress oksidatif . menghambat radikal bebas dengan nilai IC50 0,71 Alstonia Marcophylla dengan nama lokal mg/mL pulai batu ambon (Indonesi. Batino di Filipina menggunakkan 1,1-Diphenyl-2-Picrayhidrazil dan fa Tung di Thailand. Biasa digunakan dalam (DPPH). Nilai IC50 merupakan konsentrasi suatu pembuatan ramuan tradisional dalam pengobatan zat antioksidan yang dibutuhkan untuk infeksi saluran kemih, demam, dan Alzheimer . menghambat 50% radikal bebas DPPH. Zat Otak sangat rentan terhadap stres oksidatif karena menggunakan oksigen relatif besar dan IC50 memiliki kapasitas perbaikan sel yang rendah . yang rendah . Berdasarkan data yang diperoleh tulisan . Alstonia scholaris ini bertujuan untuk menunjukkan potensi Alstonia scholaris yang memiliki nama Alstonia macrophylla dan Alstonia scholaris daerah pulai, kayu gabus (Melay. , lame sebagai tanaman yang memiliki aktivitas (Sund. dan di india dikenal sebagai devilAos Sehingga dapat memberikan tree, ditta bark tree. Tumbuhan ini merupakan informasi mengenai potensi aktivitas antioksidan tanaman yang berbentuk pohon, dengan tinggi dari tanaman tersebut. 20 Ae 25 m. batang lurus dengan diameter 60 cm. Metode kulit batang yang memiliki rasa sangat pahit. Penulisan artikel ini ditulis berdasarkan bergetah putih. Daun tunggal tersusun kajian penelusuran meliputi studi literature. melingkar 4 Ae 9 helai. Dan bunga wangi yang Literatur yang dipakai yaitu jurnal-jurnal relevan berwarna hijau sampai putih kekuningan serta dan E-book yang berkaitan dengan Alstonia Diennisa Izzati Thahira. Apt. Farid Perdana. Si. Noviyanti. Si Vol 10 . 2021 pp 11-16 buah yang menggantung berbentuk pita yang panjangnya 20 Ae 50 cm. biji kecil panjang 1,5 Ae 2 cm dengan tepi berambut dan ujung berjambul . Potensi antioksidan Alstonia scholaris Analisis fitokimia atau uji pendahuluan saat penting dilakukan karena berguna untuk mengetahui bioaktivitas tanaman dan untuk mengatahui sifat antioksidan yang digunakan sebagai pengobatan. Hasil pengujian fitokimia yang dilaporkan oleh (Afriza, 2. menunjukkan bahwa fitokimia dapat dideteksi pada tanaman ini yang disajikan pada tabel 1. Tabel 1. Hasil kualitatif analisis fitokimia simplisia daun dan kulit batang Alstonia Scholaris Sampel Pereaksi Senyawa Daun Mayer Mg HCl FeCl 1% HCl Anhidrat Terpenoid CH3COO H2SO4 Kulit Mg HCl FeCl 1% HCl Anhidrat Terpenoid CH3COO Steroid H2SO4 Mayer Ekstrak kulit batang dan daun Alstonia scholaris dari hasil skrining fitokimia mengandung metabolit sekunder flavonoid, tannin, fenol, alkaloid, saponin dan steroid . Tabel 2. Senyawa ekstrak etanol Alstonia scholaris hasil Kromatografi lapis tipis. Sampel Eluen Daun Methanol : Alkaloid kloroform : Saponin Kulit Identifikasi KLT . romatografi lapis tipi. menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun dan kulit batang tanaman Alstonia scholaris Sedangkan (Antony. melaporkan bahwa ekstak air dari kulit pulai ditemukan adanya senyawa alkaloid dan mengatakan bahwa keberadaan senyawa alkaloid dan fenol merupakan sebgaian besar sebagai antioksidan aktif . Hasil isolasi kulit batang Alstonia scholaris oleh (Akbar et al. , 2. menghasilkan senyawa venoterpine, diospyrolide, asam betulonic dan 11-oxo--amyrin . Menurut (Pawan et al. , 2. kehadiran senyawa fenolik dan flavonoid pada ekstrak daun Alstonia scholaris dapat meningkatkan terapi dan memiliki potensi dalam menghambat radikal bebas . Potensi aktivitas antioksidan Alstonia scholaris menggunakan metode 1,1- Diphenyl-2Picrayhidrazil (DPPH). Prinsip dari pengukuran DPPH adalah perubahan warna yang disebabkan adanya aktivitas antioksidan dengan DPPH secara transfer radikal hidrogen DPPH yang menetralkan radikal bebas dari DPPH. Perubahan warna tersebut terlihat dari warna ungu tua menjadi kuning . Aktivitas antioksidan yang ditunjukkan dapat dilihat dari pelarut yang digunakan ketika Kapasitas nilai IC50 dapat ditentukan dilihat dari tabel 2 dengan menggunakan pelarut berbeda pada setiap organ Alstonia scholaris saat di bandingan potensi aktivitas antioksidan. Tabel 3. Potensi aktivitas antioksidan Alstonia scholaris metode DPPH Bagian Ekstrak Nilai Pustaka IC50 Bunga Benzene 95AAg/mL Metanol 29 AAg/mL . Buah metanol 34,75AAg/mL Air 50 AAg/mL Daun metanol 84,48 AAg/mL Etil 237,29 AAg/mL . heksana 295,40 AAg/mL Kulit Etil 48 AAg/mL batang asetat metanol 33,72 AAg/mL Hampir Semua bagian organ Alstonia scholaris secara data yang diperoleh memiliki potensi aktivitas antioksidan. Namun aktivitas tersebut memiliki nilai IC50 yang berbeda dilihat dari perbedaan pelarut dan organ Alstonia scholaris yang digunakan. Aktivitas antioksidan dengan meningkatnya nilai IC50 organ dengan Diennisa Izzati Thahira. Apt. Farid Perdana. Si. Noviyanti. Si Vol 10 . 2021 pp 11-16 ekstrak metanol bunga, kulit batang, dan buah Alstonia scholaris termasuk pada aktivitas yang sangat kuat yang menggunakan pelarut metanol. Sedangkan pada bagian ekstrak methanol daun Alstonia scholaris termasuk pada kategori kuat. Kategori tersebut dinyatakan menurut blois dimana nilai IC50 dibagi beberapa kategori yaitu sangat kuat, kuat, sedang dan lemah. Kategori sangat kuat memiliki nilai IC50 kurang dari 0,05mg/ml (< 50 AAg/mL) antioksidan antioksidan kuat memiliki nilai IC50 berada pada kisaran 0,05 Ae 0. 1 mg/ml . AAg/mL Ae 100 AAg/mL) . Simpulan Berdasarkan kajian pustaka disebutkan ekstrak kulit batang Alstonia marcophylla memiliki potensi sebagai antioksidan dengan metode DPPH nilai IC50 yang tergolong rendah yaitu 0,71 mg/ml. dan hampir semua bagian organ tumbuhan Alstonia scholaris memiliki potensi aktivitas antioksidan yang beragam. Aktivitas antioksidan diduga berhubungan dengan kandungan senyawa bioaktifnya. Kandungan senyawa alkaloid dan fenol berpotensi sebagai antioksidan. Untuk saran dalam review ini penelitian lebih lanjut dapat dilakukan pada tahap identifikasi senyawa yang spesifik berpotensi sebagai antioksidan tersebut dari kedua tanaman ini. Pustaka