Tinjauan Literatur Diserahkan: Februari 2026 / Direvisi: Mei 2026 / Diterima: Mei 2026 Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi p-ISSN: 2716-151X e-ISSN: 2722-869X Systematic Literature Review: Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality pada Pembelajaran Biologi Systematic Literature Review: The Effectiveness of Using Augmented Reality Based Learning Media in Biology Learning Peliya Anesha*. Irwandani. Meita Dwi Solviana Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Bandar Lampung, 35131. Indonesia *Penulis Koresponden: Peliyaanesha916@gmail. Abstrak. Perkembangan teknologi digital di bidang pendidikan mendorong penggunaan Augmented Reality sebagai media pembelajaran interaktif terutama dalam pembelajaran biologi yang melibatkan banyak konsep abstrak. Namun, temuan penelitian tentang efektivitas Augmented Reality masih beragam dan belum terintegrasi secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa efektif penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality dalam meningkatkan hasil belajar siswa, motivasi belajar, dan pemahaman mereka tentang konsep biologi. Metode Systematic Literature Review dengan pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan melalui penelusuran database Google Scholar. Crossref, dan Scopus dengan aplikasi Publish or Perish dari tahun 2021 hingga 2025. Pedoman PRISMA 2020 digunakan untuk menganalisis 23 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar, motivasi, dan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran biologi dapat ditingkatkan dengan penggunaan Augmented Reality. Pembelajaran menjadi lebih menarik, bermakna, dan menarik berkat kemampuan Augmented Reality untuk memvisualisasikan materi abstrak menjadi lebih konkret melalui tampilan 3D Penelitian ini juga memberikan implikasi dan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang teknologi pendidikan, dengan memperkuat bukti empiris mengenai efektivitas Augmented Reality serta menjadi rujukan dalam pengembangan model dan media pembelajaran biologi berbasis teknologi digital yang inovatif dan adaptif. Kata Kunci: augmented_reality. pembelajaran_biologi. systematic_literature_review Abstract. The development of digital technology in the field of education encourages the use of Augmented Reality as an interactive learning medium, especially in biology learning that involves many abstract concepts. However, research findings on the effectiveness of Augmented Reality are still diverse and have not been thoroughly integrated. The purpose of this study is to analyze how effective the use of Augmented Reality-based learning media is in improving student learning outcomes, learning motivation, and their understanding of biological concepts. The Systematic Literature Review method with a qualitative approach was used in this study. This research was conducted through searching the Google Scholar. Crossref, and Scopus databases with the Publish or Perish application from 2021 to 2025. The PRISMA 2020 guidelines were used to analyze 23 articles that met the inclusion criteria. The results of the study show that students' learning outcomes, motivation, and understanding of concepts in biology learning can be improved with the use of Augmented Reality. Learning becomes more engaging, meaningful, and engaging thanks to Augmented Reality's ability to visualize abstract material into more concrete through interactive 3D This research also provides implications and contributions to the development of science, especially in the field of educational technology, by strengthening empirical evidence on the effectiveness of Augmented Reality and becoming a reference in the development of innovative and adaptive digital technology-based biology learning models and media. Keywords: augmented_reality. biology_learning. systematic_literature_review DOI: 10. 55241/spibio. Pendahuluan Dinamika perkembangan teknologi telah membawa dampak besar terhadap dunia pendidikan. Teknologi kini telah menjadi unsur yang tidak terpisahkan dari berbagai aspek kehidupan manusia termasuk pendidikan. Augmented Reality dapat dipahami sebagai teknologi yang dirancang untuk memungkinkan model digital ke dalam representasi dunia nyata, sehingga dapat meningkatkan daya tarik dan efektivitas dalam pembelajaran. Pengintegrasian teknologi AR ke ranah praktik pendidikan, terutama dalam pembelajaran biologi, memiliki potensi pembelajaran . AR merupakan salah satu inovasi yang berperan dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif sekaligus menarik dan menyenangkan bagi peserta didik . Dalam pembelajaran biologi teknologi Augmented Reality memungkinkan objek divisualisasikan secara tiga dimensi sehingga tampil lebih interaktif dan mudah dipahami . Dalam digunakan sebagai sarana untuk memvisualisasikan konsep yang rumit serta abstrak agar mempermudah pemahaman . Sebagai cabang ilmu pengetahuan alam, biologi mempelajari berbagai aspek kehidupan makhluk hidup, lingkungannya, serta fungsi dan struktur organisme dari tingkat kompleks hingga Namun demikin. Konsepkonsep biologi masih sulit dipahami oleh sebagian peserta didik, kondisi tersebut terjadi karena pelaksanaan penyampaian materi pembelajaran belum berjalan dengan baik dan ketidakmampuan peserta didik untuk memahami konsep secara fleksibel . Topik pembelahan sel merupakan konsep biologi yang tidak penyampaian melalui buku dengan ilustrasi 2D sering belum cukup membantu pemahaman peserta didik. Dominasi ceramah dan media visual statis dalam pembelajaran membuat peserta didik kurang memahami materi serta kurang terlibat dalam proses belajar . Proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru, sehingga keterlibatan peserta didik masih rendah. Keterbatasan alat peraga di sebagian sekolah menyebabkan materi yang diajarkan belum sepenuhnya dapat dipahami oleh peserta didik, hal tersebut membuat mereka sulit melihat bagianbagian tubuh manusia secara visual, ini membuat pembelajaran kurang menarik dan menarik bagi peserta didik. Ilustrasi dalam buku teks yang mayoritas hanya memuat penjelasan teoretis mengenai anatomi tubuh manusia menyebabkan peserta didik cenderung mengalami kendala dalam menangkap konsep materi yang dipelajari . Augmented Reality dapat dimanfaatkan sebagai solusi teknologi pendidikan untuk konvensional, khususnya pada konsep yang bersifat abstrak dan menuntut visualisasi spasial tiga dimensi, tingkat keterlibatan peserta didik rendah, atau kompleksitas materi melebihi kapasitas metode pengajaran tradisional . Selain itu, temuan penelitian oleh Aprilinda mengintegrasikan Augmented Reality ke dalam proses pembelajaran biologi, terutama materi sistem ekskresi manusia, penguasaan konsep peserta didik terkait materi serta memperkuat minat mereka guna mendukung proses belajar. Struktur dan fungsi organ tubuh manusia dapat dipahami secara lebih jelas oleh peserta didik dengan melihat objek tiga dimensi, animasi, dan gambar yang menarik. Peserta ketertarikan yang lebih tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran . Namun demikian, temuan penelitian saat ini masih berbeda-beda. Sejumlah penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar dan motivasi peserta didik, namun penelitian lain menemukan dampaknya kecil atau tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian masih kekurangan informasi tentang seberapa efektif penggunaan Augmented Reality dalam berbagai konteks pendidikan. Perbedaan karakteristik peserta didik pada setiap fase pendidikan, tingkat kompleksitas materi biologi, kualitas media Augmented Reality yang digunakan, serta kebutuhan peserta sekolah dasar terhadap penyajian konten yang lebih sederhana dengan dukungan visual yang lebih dominan untuk Sementara pada jenjang menengah dan Augmented Reality yang lebih konseptual Penelitian Wahyuni menunjukkan media Assembly Edu yang Augmented Reality memberikan kontribusi positif terhadap perolehan nilai akademik peserta didik, meskipun kontribusinya masih Temuan Augmented Reality pembelajaran biologi tidak serta-merta menjamin peningkatan hasil belajar secara signifikan . Menurut Azzahra, penelitian tentang penggunaan Augmented Reality dalam mempertimbangkan bukan hanya hasil belajar tetapi juga bagaimana Augmented Reality dapat mendukung pemahaman konsep peserta didik sekaligus melatih meningkatkan literasi sains mereka . Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Augmented Reality (AR) telah berkembang pesat dalam pembelajaran, khususnya biologi, dan telah banyak digunakan dalam berbagai konteks pendidikan . Penelitian sistematis literatur menunjukkan bahwa AR dapat membantu siswa menjadi lebih terlibat, lebih termotivasi, dan lebih memahami apa yang mereka pelajari dengan melihat objek yang kompleks dan abstrak. Selain AR, penggunaan teknologi berbasis visual dan 3D, meningkatkan keterlibatan siswa dan mereka . Penelitian lain menunjukkan keterbatasan pembelajaran biologi yang abstrak dengan memberi siswa gambaran yang lebih nyata hal ini meningkatkan minat dan keterlibatan siswa . Selain itu, hasil penelitian empiris mendukung gagasan bahwa penggunaan AR dalam pembelajaran biologi memiliki kemampuan ide-ide, membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan . Namun, penelitian menunjukkan bahwa efektivitas AR bervariasi dan bergantung pada desain pembelajaran, ketersediaan teknologi, dan kesiapan pengguna . Sebaliknya, meskipun jumlah penelitian yang terkait dengan Augmented Reality (AR) terus meningkat, masih ada sedikit penelitian yang secara khusus mensintesis seberapa pembelajaran biologi secara menyeluruh. Oleh karena itu, untuk mengintegrasikan dan menganalisis temuan-temuan tersebut secara lebih komprehensif, diperlukan penelitian yang berfokus pada review literatur . Penelitin sebelumnya tentang penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality dalam pembelajaran biologi. Oleh karena itu, penelitian ini dikumpulkan, dianalisis, dan disimpulkan secara sistematis dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality dalam pembelajaran biologi, bagaimana hal itu berdampak pada hasil belajar, motivasi siswa, dan pemahaman mereka tentang konsep. Selain itu, penelitian akan faktor-faktor memengaruhi keberhasilan implementasi. Metode Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan secara bertahap dimulai dari November 2025 hingga Maret 2026. Penelitian tidak dilakukan pada lokasi tertentu karena data yang diambil diperoleh dengan pencarian artikel-artikel ilmiah melalui software Publish or Perish. PRISMA 2020 . Berikut kriteria Inklusi pada penelitian ini: Terbit dalam kurun waktu 20212025. Terindeks Sinta 2-5 dan Scopus. Artikel full text. Sumber artikel mencakup publikasi berbahasa Indonesia dan Inggris, menyajikan data mengenai hasil belajar, motivasi, dan pemahaman konsep biologi. Metode eksperimen, quasi eksperimen, dan R&D dengan data kualitatif atau Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan berupa Systematic Literature Review (SLR) pendekatan kualitatif. Pendekatan ini memahami fenomena yang terjadi secara mensintesis berbagai temuan penelitian sebelumnya yang sejalan dengan tema penelitian . Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan dengan menelusuri artikel melalui tool Publish or Perish yang menggunakan sumber informasi terindeks Google Schoolar. Crossref, serta Scopus yang diterbitkan dalam publikasi selama lima tahun terakhir . dengan kata kunci AuAugmented Reality In Biologi EducationAy. AuEfektivitas Augmented Reality Pada Pembelajaran BiologiAy. AuAugmented RealityAy and AuBiologiAy sehingga didapatkan 23 artikel yang sesuai dengan kriteria Inklusi. Tahapan Penelitian Peneltian dimulai dengan pencarain artikel ilmiah melalui software Publish or Perish dari database Google Schoolar. Crossref, serta Scopus. Data yang diperoleh selanjutnya diorganisasi dan Identifikasi Artikel tidak duplikat Inklusi Pencarian artikel dengan kata kunci Penyaringan Identifikasi artikel berdasarkan database Artikel dieliminasi karena tidak bisa diakses dan duplikat . Total: 2078 . =1. Artikel sesuai dengan topik Artikel dieliminasi sebab tidak sejalan dengan topik penelitian . =1. Artikel dieliminasi sebab tidak termasuk dalam kriteria inklusi . Artikel yang lolos seleksi dan menjadi bahan penelitian . Gambar 1. Alur Diagram PRISMA pada tahap penyajian data, hasil analisis disusun dalam bentuk tabel atau narasi untuk memudahkan proses perbandingan dan sintesis temuan antar penelitian. Tahap terakhir adalah penarikan menginterpretasikan pola, hubungan, dan kecenderungan hasil penelitian yang telah dianalisis sehingga diperoleh gambaran penggunaan Augmented Reality terhadap hasil belajar, motivasi, dan pemahaman konsep biologi. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif deskriptif. Data yang telah diperoleh dari hasil seleksi beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi data, peneliti mengelompokkan informasi penting dari setiap artikel seperti tujuan penelitian, metode, subjek, serta hasil penelitian terkait penggunaan Augmented Reality dalam pembelajaran biologi. Selanjutnya. Hasil dan Pembahasan Proses identifikasi artikel dilakukan dengan melakukan pencarian pada berbagai database dengan kata kunci yang relevan dengan topik penelitian, yang 078 artikel, menurut diagram alur PRISMA yang ditunjukkan pada Gambar 1. Pada tahap identifikasi, 606 artikel dihapus karena tidak dapat diakses secara penuh karena duplikasi data dan tidak dapat diakses secara Setelah tahap penyaringan, atau screening, hanya ada 1. 456 artikel yang dapat diakses dan tidak duplikat. Dari jumlah ini, 1. 372 artikel dihapus karena tidak relevan dengan topik penelitian setelah meninjau judul dan abstraknya. Kelayakan adalah tahap berikutnya. Di sini, 84 artikel yang sesuai dengan topik penelitian dikumpulkan dan kemudian diteliti secara menyeluruh. Pada tahap ini, 61 artikel dihapus karena tidak memenuhi beberapa kriteria inklusi, hal ini termasuk tidak sesuai dengan tujuan penelitian, memiliki struktur yang tidak lengkap, atau tidak memenuhi tahun publikasi yang Setelah proses seleksi selesai, 23 artikel memenuhi semua kriteria dan dianggap layak untuk analisis penelitian lebih lanjut. Tabel 1. Artikel yang akan dianalisis Kode Peneliti Ongke. Winarno. Kartika . Judul Hasil Effectiveness Of Hasil mengindikasikan bahwa media Based Learning Media Improve kemampuan critical thinking dan Critical Thinking Tahun Skills On Material IPAS nilai Santi. Dedi. Transformasi Riska. Ade. Pembelajaran Siti . Ipas: Integrasi Augmented Reality Pada Materi Alat Gerak Manusia Kelas Vi Theresia. Pengaruh Media Betarapita. Pembelajaran Umar. Tiflatul Augmented . Reality Berbantuan Aplikasi Assemblr Edu Terhadap Hasil Belajar Siswa Pelajaran Ipas Materi Tumbuhan Sumber Kehidupan Bumi Kelas IV SDN Namo Tualang Weny. Nadya. Keefektifan Anisa. Yoga. Terhadap Hasil Urvia. Fiki. Belajar IPA Kelas Faizol. Ika . SDN Barurambat Kota 01 Pamekasan N-Gain Penelitian ini membuktikan bahwa Augmented Reality pemahaman peserta didi terhadap konsep alat gerak manusia. Media Augmented Reality dapat Hal kemampuan keberhasilan belajar siswa dalam pembelajaran IPAS. Temuan dukungan AR, yang menawarkan keterlibatan aktif, serta persepsi kebermaknaan pembelajaran pada diri peserta didik. Muhammad. Keefektifan Firdha. Media Aztri . Pembelajaran Augmented Reality Berbasis STEAM Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Hasil penggunaan teknologi AR berbasis STEAM signifikan mendukung optimalisasi aktivitas belajar Ilmu Pengetahuan Alam pada jenjang dasar. Juwita. Novelina. Toroziduhu. Desman . Pemanfaatan Teknologi Augmented Reality Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran IPA UPTD SMP Negeri Gunungsitoli Yulius. Dina. I Pengaruh Media Ketut . Pembelajaran Augmented Reality Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas Vi Pada Mata Pelajaran IPA SMP Kristen Sangalla Penggunaan Augmented Reality membantu mendorong peningkatan ketertarikan dan pencapaian belajar pada pembelajaran IPA. Dibandingkan dengan pendekatan Penerapan selama pembelajaran topik gunung berapi secara efektif meningkatkan terhadap ilmu pengetahuan alam, yang berdampak pada peningkatan hasil belajar. Madella. Septiyan. Eldarni. Reni Efektivitas Penggunaan Media AR Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas Vi Mtsn 1 Solok Selatan Muhammad. Enhancing Muhammad. Student Mustaeen . Engagement Through Augmented Reality Secondary Biology Education Temuan Augemented Reality pada capaian belajar siswa dan media ini dapat digunakan dengan efektif dalam pembelajaran. Dalam survei, kepuasan, motivasi, keyakinan, dan kejelasan masingmasing menerima nilai yang lebih tinggi dari 4. Guru menyatakan peningkatan perhatian, pertanyaan. Augmented Reality. A10 Maulidia. Pengaruh Media Annisa. Lulu Pembelajaran . Augmented Reality Berbasis Assemblr Edu Terhadap Minat Penggunaan media pembelajaran Augmented Reality menelaah materi peserta didik. A11 Rismawati. Rahmatia . Belajar Siswa Pada Materi AuSuhu TubuhkuAy Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Terhadap Hasil Belahar Biologi Siswa SMA Implementasi Augmented Reality terhadap peningkatan pemahaman jenjang kelas X mengenai pokok bahasan virus pada tingkat SMA Negeri 1 Gowa. A12 A13 A14 Muhammad. Nasir. Nurindah . Pengaruh Penggunaan Media Augmented Reality (AR) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas X Di SMA Muhammadiyah Lempangang Nengsih. Development Of Anandita. Arif Augmented . Reality Learning Media Based On Assemblr Studio Web Ecosystem Material Pengaplikasian berbantuan AR secara signifikan berpotensi meningkatkan motivasi untuk memahami materi peserta kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini membuktikan bahwa Assemblr Studio Web penilaian positif dari siswa. Gede. Putu. Media AR Untuk Hasil pengumpulan dan analisis Gusti . Meningkatkan Kemampuan Metakognitif IPA peningkatan yang berdampak nyata Siswa Kelas V SD pada regulasi metakognitif peserta mengidentifikasi dan menerapkan strategi pembelajaran yang efektif. A15 Putri. Mahrus. AA Sukarso. Khairuddin Using VAR Penelitian ini menemukan jika Application aplikasi VAR dapat difungsikan Media Improve High sebagai School Students' Disposition And pembelajaran terkait materi Virus Creative Thinking Skills keterampilan berpikir kreatif. A16 A17 A18 Yusuf, . Novi Development Of Android-Based Learning Media On The Human Respiratory System Improve Student Learning Outcomes Icha. Supratman. Liza . Perancangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (A. Menggunakan Assemblr Edu Pada Mata Pelajaran Biologi Di Man 4 Agam Shely. Liza. Rancangan Supratman. Media Supriadi . Pembelajaran Biologi Kelas XI Berbasis AR Di MAN 2 Agam Hal Augmented Reality aplikasi Android layak, praktis, serta oleh siswa terhadap materi sistem Alat Augmented Reality menunjukkan penggunaan, dan efektivitas yang Media ini efektif karena mampu serta menyediakan akses fleksibel untuk pengulangan materi kapan saja diperlukan. A19 A20 Muhadab. Nasihudin. Muhammad Suharjanto. Samsul. Iswanto. Sofyan. Pengembangan Media Pembelajaran AR Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pelajaran IPA Implementasi AR Pada Pembelajaran Ipa Siswa SMP Hasil menunjukkan bahwa media Augmented Reality perhatian siswa, mengoptimalkan meningkatkan motivasi mereka. Hasil survei menunjukkan aplikasi yang mudah digunakan, menarik, dan efektif dengan rata-rata 90 A21 A22 A23 Wilson . persen nilai. Defrian. Vertika . Meskipun ada beberapa hambatan Dzaki, . Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Pada Mata Pelajaran IPA Kelas VII Irma Implementasi AR Untuk Media Pembelajaran Tata Surya Pada Anak Usia Dini Muhammad. Camelia . Pengembangan Augmented Reality Berbasis Android Materi Pembelajaran Organ Pencernaan Pada Manusia Dan Fungsinya Kelas V Sekolah Dasar teknis, media Augmented Reality mengoptimalkan pemahaman dan dorongan peserta didik. Augmented Reality ini membantu meningkatkan minat mereka pada pelajaran tata surya. Hasil dari angket ahli dan respons siswa menunjukkan bahwa media Augmented Reality sangat layak Berdasarkan perolehan data sintesis dari 23 artikel penelitian yang mengkaji pembelajaran berbantuan AR pada pembelajaran Biologi telah menunjukkan peserta didik. Capaian belajar yang lebih optimal, pemahaman yang lebih optimal peningkatan minat dan keinginan untuk belajar, dan peningkatan keterampilan berpikir yang lebih baik adalah bukti bahwa Augmented Reality efektif. Dalam beberapa penelitian kuantitatif, nilai pembelajaran dengan Augmented Reality lebih tinggi daripada pembelajaran dengan metode biasa. Misalnya. Hasil posttest pada materi tumbuhan di sekolah dasar mengindikasikan bahwa kelas eksperimen menunjukkan perolehan rata-rata nilai yang melampaui kelas kontrol dengan perbedaan signifikan secara statistik (A. Peningkatan hasil belajar di tingkat SMP juga ada peningkatan hasil belajar pada materi sel hewan dan tumbuhan. Hasil memanfaatkan Augmented Reality lebih unggul daripada kelas kontrol dengan selisih yang signifikan (A. Selain itu, penggunaan Augmented Reality pada materi virus dan biologi di SMA juga menunjukkan hasil yang baik karena menciptakan perbedaan besar antara kelompok eksperimen dan kontrol (A. , (A. , (A. Serta Materi sistem pernapasan menunjukkan peningkatan skor dari pretest ke posttest dengan kategori peningkatan sedang (A. Augmented Reality juga mendukung penyajian materi biologi secara lebih representatif dan interaktif, terutama melalui visualisasi 3D yang mempermudah pemahaman konsep yang kompleks dan Penelitian bahwa integrasi Augmented Reality menjadikan struktur organ serta sistem tubuh lebih mudah dimengerti peserta didik sebab mereka mampu memperoleh gambaran objek secara lebih realistis daripada media 2D biasa (A. , (A. , (A. , (A. Selain itu, fitur interaktif seperti visualisasi 3D dan audio pada materi tata surya dan topik sains lain dievaluasi untuk meningkatkan kejelasan penyampaian informasi, yang memfasilitasi pembelajaran lebih meningkatkan minat (A. (A. Selain peningkatan aspek kognitif, pengoperasian media AR pada pembelajaran biologi tidak konseptual peserta didik, tetapi turut meningkatkan semangat dan antusiasme belajar, sebagaimana tercermin dari respons positif yang diberikan. Augmented Reality keinginan peserta didik untuk belajar (A. , (A. , (A. Peserta didik lebih terlibat dalam pembelajaran interaktif, lebih fokus, dan lebih aktif bertanya (A. sehingga penggunaan Augmented Reality. Ditinjau dari kelayakan implementasi, (R&D) Augmented Reality pada umumnya telah memenuhi aspek validitas, praktis, dan efektif menurut ahli dan pengguna (A. , (A. , (A. , (A. , (A. , (A. , (A. Namun keterbatasan perangkat, akses internet, memengaruhi penggunaan AR dengan baik di sekolah (A. , (A. , (A. , (A. Penerapan berbantuan Augmented Reality secara pembelajaran biologi melalui peningkatan hasil belajar, motivasi intrinsik, dan keterlibatan aktif peserta didik. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan Systematic Literature Review (SLR) Augmented Reality dalam pembelajaran biologi pada berbagai jenjang pendidikan. Penelitian temuan-temuan sebelumnya, tetapi juga membangun sintesis konseptual yang menunjukkan keterkaitan antara penggunaan teknologi AR dengan peningkatan aspek kognitif, afektif, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Penelitian ini juga memberikan dasar teoretis dan praktis bagi pengembangan model pembelajaran biologi berbasis teknologi digital yang lebih inovatif, serta menjadi rujukan bagi peneliti dan praktisi pendidikan dalam merancang, mengimplementasikan, dan berbantuan AR secara lebih efektif dan Selain itu, sejumlah penelitian memberikan bukti bahwa Augmented Reality dapat berkontribusi terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Dalam pembelajaran IPAS dengan instrumen HOTS. Augmented Reality meningkatkan kapasitas berpikir analitis dan kritis, dengan selisih signifikan di antara kelas eksperimen serta control (A. Penelitian mengungkapkan bahwa AR mendukung kompetensi berpikir kreatif peserta didik pada pokok bahasan virus, seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan N-gain kreatif dalam kelompok Augmented Reality dibandingkan dengan kelompok kontrol (A. Simpulan dan Saran Berdasarkan sintesis dari 23 artikel dalam penelitian Systematic Literature Review ini, dapat disimpulkan bahwa Augmented Reality dapat dinilai efektif terhadap meningkatkan hasil belajar, penguasaan konsep, serta motivasi siswa selama kegiatan pembelajaran biologi. Pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna berkat kemampuan Augmented Reality untuk memvisualisasikan materi abstrak menjadi lebih konkret melalui tampilan 3D interaktif. Penelitian ini juga memperkuat landasan empiris dan konseptual terkait pemanfaatan teknologi Augmented Reality sebagai inovasi pembelajaran biologi yang relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Namun Augmented Reality masih menghadapi beberapa masalah, seperti keterbatasan perangkat teknologi, masalah teknis aplikasi, dan kurangnya pengetahuan dan mengintegrasikan Augmented Reality dengan benar. Oleh karena itu. Penelitian ini mendorong dilakukannya kajian lanjutan untuk menginvestigasi efektivitas Augmented Reality secara komprehensif, mencakup keragaman mata pelajaran, berbeda, sekaligus menjadi rujukan bagi pengembangan penelitian dan praktik pembelajaran berbasis teknologi yang lebih adaptif dan kontekstual. Daftar Pustaka