JURNAL FORUM MEKANIKA Vol. No. Januari 2026. P-ISSN: 2356-1491. E-ISSN: 2655-8211 DOI: https://doi. org/10. 33322/forummekanika. Analisis Building Information Modeling (BIM) untuk Menghitung Quantity Take Off Struktur Gedung Bertingkat Nur Syifa1* Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Krisnadwipayana Jatiwaringin. Jakarta 13077 Indonesia Email: nursyifa. business@gmail. Received: 10 Februari 2025 | Accepted: 18 Januari 2026 | Published: 22 Januari 2026 ABSTRACT Recent developments in construction technology have introduced Building Information Modeling (BIM), a digital approach that integrates various aspects of construction project information into three-dimensional visualization. This study examines the implementation of BIM systems in Quantity Take-Off (QTO) calculations for multi-story building structures through the integrated use of Autodesk Revit and Robot Structural Analysis. The research encompasses three-dimensional structural modeling and material quantity calculations based on SNI 1727:2020 and SNI 2847:2019. The observation is limited to the third-floor columns of the Mako Paspampres Building. Results show that the BIM method yielded concrete volumes of 53. 04 mA compared to 52. 992 mA from manual calculations, with a 0. 09% difference influenced by number rounding, a 0. 04% difference for Grade 420 reinforcement influenced by consistency in main reinforcement length calculations, and a 1. difference for Grade 280 reinforcement influenced by variations in development length and overlap The BIM method demonstrates 41. 67% faster completion time with easier revision and integration capabilities despite requiring high initial investment, while the manual method offers more flexibility with minimal investment but longer processing time. Keywords: Building Information Modeling. Autodesk Revit. Robot Structural Analysis. Quantity Take Off, structure, high-rise building ABSTRAK Perkembangan teknologi konstruksi terkini menghadirkan inovasi dalam bentuk Building Information Modeling (BIM), sebuah pendekatan digital yang menyatukan berbagai aspek informasi proyek konstruksi ke dalam visualisasi model tiga dimensi. Kajian ini menelaah implementasi sistem BIM dalam proses perhitungan Quantity Take Off (QTO) pada struktur bangunan berlantai banyak melalui penggunaan terpadu aplikasi Autodesk Revit dan Robot Structural Analysis. Penelitian meliputi penyusunan model struktural tiga dimensi dan perhitungan kuantitas material berdasarkan SNI 1727:2020 dan SNI 2847:2019. Objek pengamatan dibatasi pada kolom lantai 3 Gedung Mako Paspampres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode BIM menghasilkan volume beton sebesar 04 mA dibandingkan 52. 992 mA dari perhitungan manual, dengan selisih 0. 09% yang dipengaruhi oleh pembulatan angka, selisih 0. 04% untuk tulangan Grade 420 yang dipengaruhi oleh konsistensi perhitungan panjang tulangan pokok, dan selisih 1. 06% untuk tulangan Grade 280 yang dipengaruhi oleh perbedaan dalam perhitungan panjang penyaluran dan overlap. Metode BIM menunjukkan efisiensi waktu 41. 67% lebih cepat dengan kemudahan revisi dan integrasi namun membutuhkan investasi tinggi, sedangkan metode manual lebih fleksibel dengan investasi minimal namun waktu pengerjaan lebih lama. Kata Kunci: Building Information Modeling. Autodesk Revit. Robot Structural Analysis. Quantity Take Off, struktur, gedung bertingkat Jurnal Forum Mekanika | 101 JURNAL FORUM MEKANIKA Vol. No. Januari 2026. P-ISSN: 2356-1491. E-ISSN: 2655-8211 DOI: https://doi. org/10. 33322/forummekanika. PENDAHULUAN Building Information Modeling (BIM) telah menjadi inovasi transformatif dalam pengelolaan informasi industri konstruksi. Teknologi ini mengintegrasikan data berbasis model 3D yang mencakup seluruh siklus hidup proyek, dari tahap perencanaan hingga pemeliharaan . BIM berfungsi tidak hanya sebagai alat visualisasi, tetapi juga sebagai platform informasi komprehensif yang dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan dalam proyek konstruksi . Implementasi BIM telah mengubah paradigma perencanaan konvensional dengan memperkenalkan pengembangan model bangunan digital yang memungkinkan pemantauan progress secara real-time . Selain itu, penerapan BIM dalam perhitungan QTO mendukung transparansi data dan pengendalian proyek yang lebih efektif . Di sisi lain, perhitungan Quantity Take Off (QTO) dalam industri konstruksi masih didominasi oleh metode konvensional. Metode ini mengandalkan gambar dua dimensi . D) yang memiliki keterbatasan, seperti waktu pengerjaan yang lebih lama dan kebutuhan tenaga kerja yang lebih besar. Selain itu, proses perhitungan manual cenderung rentan terhadap kesalahan manusia . Untuk mengatasi tantangan ini, implementasi software BIM hadir sebagai solusi yang tidak hanya mengoptimalkan proses perhitungan, tetapi juga meminimalkan potensi kesalahan. Dengan demikian. BIM berkembang menjadi lebih dari sekadar alat teknologi, ia menjadi pendekatan baru dalam manajemen konstruksi . Keunggulan BIM terletak pada kemampuannya mengekstraksi data kuantitas material secara otomatis dari model 3D, meningkatkan akurasi dan efisiensi perencanaan. Selain itu. BIM mampu meningkatkan akurasi perhitungan volume karena setiap elemen model mengandung informasi detail tentang material dan dimensinya, sehingga mengurangi risiko kesalahan dalam estimasi . Dalam penelitian ini. Autodesk Revit digunakan sebagai software utama karena antarmuka yang intuitif dan kemampuannya dalam mengoptimalkan alur kerja . Selain itu, integrasi dengan Robot Structural Analysis memungkinkan analisis struktur yang komprehensif, memastikan distribusi beban dan stabilitas struktur sesuai standar kelayakan konstruksi . Pendekatan terintegrasi ini tidak hanya menjamin desain bangunan memenuhi standar peraturan yang berlaku, seperti SNI 1727:2020 untuk pembebanan dan SNI 2847:2019 untuk persyaratan beton struktural, tetapi juga memungkinkan perhitungan volume beton dan tulangan secara akurat sesuai persyaratan teknis. Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya variasi hasil perhitungan antara metode BIM dan Misalnya, studi pada Gedung Fakultas Ekonomi Universitas Lampung mencatat perbedaan volume tulangan sebesar 18,221% lebih besar dan volume beton 4,108% lebih kecil saat menggunakan BIM . Sementara itu, penelitian di Gedung Fakultas Ekonomi Universitas Samudra menunjukkan hasil perhitungan volume beton sebesar 97,26% dan pembesian ulir 90,49% dibandingkan metode konvensional . Piter . juga menemukan bahwa perhitungan QTO berbasis BIM memiliki efisiensi yang lebih tinggi dan mengurangi potensi kesalahan manusia dibandingkan dengan metode konvensional . Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil perhitungan volume beton bertulang antara metode konvensional dan metode BIM yang terintegrasi dengan analisis struktur. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi tingkat akurasi dan efisiensi waktu dari kedua metode tersebut. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi perhitungan volume material di industri konstruksi, sekaligus mendorong adopsi teknologi BIM sebagai standar dalam perencanaan proyek konstruksi di Indonesia. 102 | Jurnal Forum Mekanika JURNAL FORUM MEKANIKA Vol. No. Januari 2026. P-ISSN: 2356-1491. E-ISSN: 2655-8211 DOI: https://doi. org/10. 33322/forummekanika. METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif untuk menganalisis perbedaan hasil perhitungan Quantity Take Off (QTO) antara metode konvensional dan metode Building Information Modeling (BIM). Penelitian kuantitatif merupakan metode yang menggunakan data berbentuk angka dan dapat dianalisis secara statistik . Pendekatan ini bertujuan untuk menghasilkan data perbandingan perhitungan volume struktur bangunan bertingkat yang dapat diukur dan dianalisis secara objektif. Dalam konteks ini. BIM memiliki kemampuan dalam mengelola data kuantitatif secara terstruktur, sehingga mendukung efisiensi analisis data dalam penelitian kuantitatif . Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Proyek Pembangunan Mako Paspampres yang berlokasi di Jl. Tanah Abang II No. 6 Jakarta Pusat, dalam rentang waktu 11 November 2024 hingga 31 Januari 2025. Gambar 1. Lokasi Penelitian Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pemodelan dan perhitungan langsung, yang mencakup model 3D struktur bangunan, output analisis struktur dari Robot Structural Analysis . asil perhitungan pembebanan, gaya-gaya dalam struktur, kebutuhan penulanga. , serta data volume beton kolom dan berat Sedangkan data sekunder meliputi dokumen teknis proyek berupa gambar DED struktur dan spesifikasi teknis, standar SNI 1727:2020 untuk pembebanan dan SNI 2847:2019 untuk struktur beton, serta referensi teknis lainnya seperti manual software dan panduan implementasi BIM. Tahapan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap yang dimulai dari studi literatur untuk memahami konsep BIM dan QTO. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data berupa DED, standar SNI dan data pembebanan, yang kemudian digunakan sebagai dasar pemodelan struktur. Tahapan penelitian secara lengkap ditunjukkan dalam diagram alir pada Gambar 2. Jurnal Forum Mekanika | 103 JURNAL FORUM MEKANIKA Vol. No. Januari 2026. P-ISSN: 2356-1491. E-ISSN: 2655-8211 DOI: https://doi. org/10. 33322/forummekanika. MULAI Studi Literatur Pengumpulan Data: Detail Engineering Design (DED) SNI Terbaru Data Pembebanan Preliminary Design Pemodelan 3D Revit Tidak Clash Detection Integrasi ke Robot Structural Tidak Input Pembebanan SNI Analisis Struktur Kontrol Analisis Struktur Perencanaan Penulangan Output Volume BIM (RSAP) Perhitungan Volume Manual Analisis Perbandingan Kesimpulan dan Saran SELESAI Gambar 2. Diagram Alir Tahapan Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Data Perencanaan Struktur Data umum struktur gedung ini dirangkum dalam Tabel 1, yang meliputi fungsi gedung sebagai perkantoran 7 lantai dengan struktur utama beton bertulang. Parameter Fungsi Bangunan Jumlah Lantai Struktur Utama Klasifikasi Kelas Situs 104 | Jurnal Forum Mekanika Tabel 1. Data Umum Struktur Keterangan Gedung Perkantoran 7 Lantai Beton Bertulang Tanah Lunak (SE) JURNAL FORUM MEKANIKA Vol. No. Januari 2026. P-ISSN: 2356-1491. E-ISSN: 2655-8211 DOI: https://doi. org/10. 33322/forummekanika. Mutu Beton . Mutu Baja Tulangan Polos (BjTP) Mutu Baja Tulangan Ulir (BjTS) Sumber: Data Penelitian 2024 30 MPa 280 MPa 420 MPa Data perencanaan ini menjadi dasar untuk mengoptimalkan desain struktural dan memastikan kesesuaian dengan standar konstruksi terkini. Proses Pemodelan 3D Menggunakan Autodesk Revit 2024 Proses pemodelan struktur dilakukan dengan tahapan yang sistematis mulai dari pemilihan structural template, pengaturan project unit, pembuatan grid berdasarkan as bangunan, pembuatan level sesuai ketinggian lantai, pemodelan struktur kolom, balok, dan pelat, hingga pemodelan analytical model untuk ditransfer ke Robot Structural Analysis. Gambar 3 menunjukkan hasil pemodelan 3D yang memperlihatkan integrasi efektif antar elemen struktural. Gambar 3. Hasil 3D Pemodelan Struktur Clash Detection Check Setelah pemodelan selesai, dilakukan pemeriksaan menggunakan fitur clash detection untuk memastikan tidak ada konflik antar elemen struktur. Analisis Struktur dengan Robot Structural Analysis Robot Structural Analysis digunakan untuk menganalisis dan mendesain struktur bangunan melalui proses transfer model dari Revit. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai parameter desain dan pembebanan sesuai SNI 1727:2020, termasuk beban mati . erat sendiri struktur 2400 kg/mA), beban mati tambahan, dan beban hidup sesuai fungsi gedung. Robot Structural Analysis Professional dirancang untuk menganalisis dan mendesain struktur bangunan dengan memanfaatkan metode elemen hingga . inite element metho. Perangkat lunak ini memungkinkan simulasi beban struktural secara detail, termasuk beban gravitasi dan lateral, untuk mengevaluasi respons struktur terhadap berbagai kondisi pembebanan . Gambar 4 menunjukkan hasil pemodelan analitis struktur yang telah ditransfer ke Robot Structural Analysis. Jurnal Forum Mekanika | 105 JURNAL FORUM MEKANIKA Vol. No. Januari 2026. P-ISSN: 2356-1491. E-ISSN: 2655-8211 DOI: https://doi. org/10. 33322/forummekanika. Gambar 4. Hasil 3D Model Robot Structural Setelah model struktural terverifikasi, dilakukan analisis pembebanan yang mengacu pada SNI 1727:2020. Pembebanan meliputi beban mati . erat sendiri struktur 2400 kg/mA), beban mati tambahan seperti yang tercantum dalam tabel berikut, dan beban hidup sesuai fungsi gedung. Tabel 2. Rincian Pembebanan sesuai SNI Tipe Beban Label Berat Beban Mati atau Self Weight Otomatis 67,9 kg/m2 Beban Mati Tambahan atau SDL Superimposed Dead Load 50,18 kg/m2 Beban Hidup atau Live Load 250 kg/m2 Beban Hidup Atap atau Live Roof Load Beban Hujan atau Rain Load Beban Angin atau Wind Load Beban Gempa atau Seismic Load (Stati. Beban Gempa atau Seismic Load (Dynami. 100 kg/m2 Otomatis (X . X-. Y . Y- 40 m/s CladdingDirectio. Otomatis (X & Y Directio. Otomatis (X & Y Directio. 20 kg/m2 40 m/s Kategori Risiko = II Ie = 1 SS = 0,7842 g S1 = 0,3836 g TL = 20 detik Site Class = E Fa = 1,2726 Fv = 2,4656 R=7 Cd = 5,5 Lokasi Otomatis Pelat Lantai Pelat Atap Pelat Lantai Pelat Atap Otomatis Tahap akhir analisis struktural melibatkan evaluasi kinerja struktur berdasarkan SNI 17262019, yang mencakup evaluasi perilaku dinamik struktur dan kontrol gaya aksial pada kolom. Evaluasi ini dilakukan dengan membandingkan hasil analisis RSAP dengan perhitungan manual untuk memverifikasi keakuratan pemodelan struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur memenuhi persyaratan SNI 1726:2019, dengan partisipasi massa melampaui 95% dan gaya geser dasar dinamik memenuhi minimum 85% dari gaya geser statik ekivalen. Pada kolom 163, hasil RSAP menunjukkan nilai joint reaction 247,727. 50 kg, yang selisih sedikit dari perhitungan manual sebesar 246,075. 10 kg untuk kombinasi beban 1. 6LL. 106 | Jurnal Forum Mekanika JURNAL FORUM MEKANIKA Vol. No. Januari 2026. P-ISSN: 2356-1491. E-ISSN: 2655-8211 DOI: https://doi. org/10. 33322/forummekanika. Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Kontrol Analisis Parameter Nilai Syarat Partisipasi Massa Arah X >95% Partisipasi Massa Arah Y >95% Rasio V dinamik/0. 85V statik Joint Reaction Kolom 163 247,727. 50 kg 246,075. 10 kg Keterangan Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Setelah verifikasi hasil analisis struktur, perencanaan penulangan dilakukan mengacu pada SNI 2847:2019. Hasil material survey dari Robot Structural Analysis untuk satu kolom membutuhkan volume beton 2. 21 mA, luas bekisting 11. 04 mA, tulangan Grade 420 . 29 k. dan Grade 280 . 54 k. Pada kolom lantai 3 digunakan tulangan longitudinal 24D19 dan sengkang D13-100. Gambar 5. Hasil Penulangan Robot Structural Tabel 4. Material Survey Hasil BIM Parameter Kolom 163 . Volume Beton 21 mA Luas Bekisting 04 mA Tulangan Grade 420 29 kg Tulangan Grade 280 Perhitungan Volume Manual Setelah mendapatkan hasil volume struktur dari Robot Structural Analysis Professional (RSAP), tahap selanjutnya adalah melakukan perhitungan volume secara manual sebagai Hasil perhitungan volume menggunakan metode konvensional berdasarkan gambar Detail Engineering Design (DED) menghasilkan: Tabel 5. Rekapitulasi Volume Total Komponen Hasil Volume Beton Volume Tulangan Grade 420 5,337. Volume Tulangan Grade 280 7,109. Satuan Jurnal Forum Mekanika | 107 JURNAL FORUM MEKANIKA Vol. No. Januari 2026. P-ISSN: 2356-1491. E-ISSN: 2655-8211 DOI: https://doi. org/10. 33322/forummekanika. Analisis Perbandingan Hasil Berdasarkan hasil analisis quantity take-off material pada pekerjaan struktur kolom lantai 3 Gedung Mako Paspampres, diperoleh hasil perbandingan antara metode BIM dan manual sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 6 dan Tabel 7. Tabel 6. Tabel Perbandingan Volume Beton BIM . A) Manual . A) Selisih . A) Uraian Volume per Total volume 24 Catatan: Persentase selisih = (Manual - BIM)/Manual y 100% Tabel 7. Tabel Perbandingan Volume Tulangan Jenis Tulangan BIM . Manual . Selisih . Grade 420 (Tulangan Poko. Grade 280 (Sengkan. 29 x 24 = 5. 334,96 54 x 24 = 7. 716,96 Persentase Persentase 5,337. 7,799. Catatan: Persentase selisih = (Manual - BIM)/Manual y 100% Perbandingan volume antara metode BIM dan manual menunjukkan perbedaan yang relatif Untuk volume beton per kolom, metode BIM menghasilkan 2. 21 mA sedangkan perhitungan 208 mA dengan selisih 0. Pada perhitungan tulangan, selisih untuk tulangan pokok Grade 420 hanya 0. 04% . 26 k. , sementara tulangan sengkang Grade 280 memiliki selisih 1. 53 k. yang disebabkan perbedaan perhitungan panjang penyaluran dan overlap. Perbedaan signifikan terlihat pada waktu pengerjaan antara kedua metode seperti ditunjukkan pada Tabel 8. Tabel 8. Tabel Perbandingan Waktu Pengerjaan Uraian Kegiatan BIM Manual Pemodelan/Persiapan awal Input data dan analisis Interpretasi hasil Perhitungan volume beton Perhitungan tulangan pokok Perhitungan tulangan sengkang Total Waktu Efisiensi 8 jam 4 jam 2 jam 14 jam 67% lebih cepat 8 jam 6 jam 10 jam 24 jam Perbandingan metode BIM dan manual menunjukkan bahwa BIM lebih unggul dalam akurasi, efisiensi waktu . , kemudahan revisi, integrasi sistem, dan dokumentasi yang sistematis, meskipun memerlukan investasi awal tinggi, pelatihan khusus, serta infrastruktur teknologi yang Sebaliknya, metode manual lebih fleksibel, tidak membutuhkan biaya investasi khusus, dan memudahkan verifikasi bertahap, namun memerlukan waktu pengerjaan lebih lama, ketelitian tinggi, serta terbatas dalam pengolahan data kompleks. Meskipun BIM membutuhkan biaya 108 | Jurnal Forum Mekanika JURNAL FORUM MEKANIKA Vol. No. Januari 2026. P-ISSN: 2356-1491. E-ISSN: 2655-8211 DOI: https://doi. org/10. 33322/forummekanika. pemeliharaan software, metode manual memerlukan verifikasi berkala untuk menjaga konsistensi KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis perbandingan perhitungan volume struktur menggunakan BIM dan metode manual, pemodelan struktur berhasil dilakukan menggunakan integrasi Autodesk Revit dan Robot Structural Analysis Professional. Hasil analisis sesuai SNI 1726:2019 menunjukkan partisipasi massa melampaui 95% pada kedua arah, memenuhi persyaratan gaya geser dasar, dan verifikasi gaya aksial pada kolom 163 menunjukkan kesesuaian 99% antara hasil pemodelan dengan perhitungan Perbandingan volume menunjukkan selisih yang minimal yaitu 0. 09% untuk volume beton akibat pembulatan angka BIM, 0. 04% untuk tulangan Grade 420 akibat konsistensi perhitungan, dan 06% untuk tulangan Grade 280 akibat perbedaan panjang penyaluran. Selain itu, metode BIM 67% lebih cepat dengan kemudahan revisi dan integrasi namun investasi tinggi, sedangkan metode manual lebih fleksibel dengan investasi minimal namun waktu pengerjaan lebih lama. Hasil ini membuktikan bahwa metode BIM dapat menjadi alternatif yang akurat dalam perencanaan konstruksi, dengan tingkat presisi yang sebanding dengan metode manual. Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian dengan integrasi Revit dan RSAP pada perhitungan volume keseluruhan elemen gedung, serta penelitian lanjutan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil perhitungan volume, khususnya terkait perhitungan panjang penyaluran dan overlap. DAFTAR PUSTAKA