Efektivitas Penggunaan Talking Stick dalam Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 5 Jakarta Rania Aulia1. Tahir Wijaya2. Soraiya Usman3 Universitas Islam Jakarta1, 2, 3 Email: auliarania13@gmail. tahirpuri27@gmail. 66@yahoo. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Penelitian ini adalah penelitian Quasi-eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dalam keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas X SMA Muhammadiyah 5 Jakarta. Permasalahan yang ada dalam pembelajaran keterampilan berbicara: Siswa tidak banyak menghafal keterampilan berbicara karena tidak melatih kemahirannya dalam keterampilan Siswa tidak banyak menghafal keterampilan berbicara karena guru tidak menggunakan metode yang tepat. Guru tidak menggunakan media yang tepat dalam mengajarkan keterampilan berbicara dan guru tidak menciptakan lingkungan berbahasa Arab, yaitu guru tidak berbicara bahasa Arab pada saat mengajar. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui sejauh mana efisiensi siswa dalam meningkatkan pembelajaran keterampilan berbicara dan untuk mengetahui efektivitas penggunaan tongkat bicara dalam meningkatkan pembelajaran keterampilan berbicara dalam buku teks pada bab kedua tentang AuHobiAy di kalangan siswa kelas sebelas di SMA Muhammadiyah 5 Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Metode pemilihan data adalah observasi, dokumen, dan hasil pre dan post test. Berdasarkan pengujian satu variabel dan sampel tunggal (Single T-Tes. (Si. Eko. sebesar 0,05. Oleh karena itu, tingkat yang lebih besar dari 0,00 (Signifikans. lebih kecil dari 0,05, maka hasil pengujian dengan satu variabel dan satu sampel (Single T-Tes. mempunyai hasil yang signifikan (Signifika. Skor ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (H. AuditerimaAy dan hipotesis pertama (H. AuditolakAy. Kata Kunci: Keefektifan. Talking Stick. Keterampilan Berbicara Bahasa Arab. http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Bahasa sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi dengan orang lain memiliki peranan yang begitu besar dalam kehidupan Bahasa menjadi identitas diri, baik sebagai bangsa maupun diri kita sendiri. Dengan demikian, setiap negara memiliki bahasa yang menjadi pemersatu mereka. dunia internasional ada beberapa bahasa yang Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 262-267, 2024 | 262 Efektivitas Penggunaan Talking Stick dalam Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 5 Jakarta Rania Aulia. Tahir Wijaya. Soraiya Usman telah diakui oleh banyak negara sebagai bahasa internasional atau bahasa resmi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangs. , salah satunya yaitu bahasa Arab. Jumlah penutur bahasa Arab yang begitu banyak menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi PBB, bersanding dengan bahasa lainnya yaitu bahasa Inggris. Mandarin. Perancis. Rusia, dan Spanyol. Pembelajaran bahasa Arab memiliki empat aspek keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh setiap pembelajar yaitu keterampilan menyimak . aharatul istimaA. , keterampilan berbicara . aharatul kala. , keterampilan membaca . aharatul qiroa. , dan keterampilan menulis . aharatul Salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan ketika berkomunikasi dengan orang lain adalah keterampilan berbicara . aharatul kala. Keterampilan berbicara bahasa Arab merupakan suatu keterampilan dalam mengungkapkan ide, pikiran maupun perasaan yang dituangkan secara lisan dalam bentuk bunyi-bunyi artikulasi huruf Arab atau kata-kata yang Sebagaimana yang dikemukakan oleh Hermawan . bahwa AuKeterampilan berbicara . aharah al-kalam/speaking skil. adalah kemampuan mengungkapkan bunyibunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan pikiran berupa ide, pendapat, keinginan, atau perasaan kepada mitra bicaraAy. Berbicara adalah salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam proses belajar mengajar di kelas, karena tanpa adanya kegiatan berbicara maka proses interaksi dan komunikasi di dalam kelas akan tidak menarik dan proses belajar mengajar pun menjadi membosankan. Keterampilan berbicara tidak hanya dibutuhkan di lingkungan sekolah namun juga sangat berperan di lingkungan sosial masyarakat. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penulis pada tanggal 29 Juli 2020 di SMA Muhammadiyah 5 Jakarta diperoleh informasi dari guru mata pelajaran bahasa Arab bahwa penguasaan kosakata . yang dimiliki siswa sudah cukup baik untuk dapat menunjang aspek keterampilan dalam berbahasa. Hal tersebut dibuktikan dengan rata-rata nilai hasil belajar bahasa Arab siswa kelas X yang telah memenuhi KKM yaitu 85. Namun di dalam kelas, siswa masih kesulitan dalam berbicara mengekspresikan dan menyampaikan bahasa Arab secara lisan. Oleh karenanya, hal tersebut tidak sejalan dengan standar kompetensi kurikulum merdeka yang harus dicapai oleh siswa dalam keterampilan berbicara bahasa Arab yakni mampu memahami hakikat bunyi huruf, kata, frasa dan kalimat bahasa Arab, mampu menggunakan kata, frasa, dan kalimat bahasa Arab dalam wacana yang berkaitan dengan menyampaikan berbagai informasi lisan bahasa Arab secara sederhana. Jika dicermati secara mendalam, kondisi lingkungan pembelajaran memegang peranan penting dalam mempengaruhi pencapaian hasil belajar dan pola berpikir siswa. Melihat kondisi yang terjadi di SMA Muhammadiyah 5 Jakarta maka diperlukan memungkinkan dapat menarik minat dan perhatian siswa, menyenangkan serta tidak membuat siswa bosan, sehingga siswa diharapkan dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran di kelas, khususnya dalam keterampilan berbicara bahasa Arab. Model pembelajaran yang dimaksud penulis dalam hal ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick . ongkat pembelajaran ini siswa dituntut untuk Sebagaimana yang dikemukakan oleh Trianto . bahwa pembelajaran kooperatif disusun dalam suatu usaha untuk memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 262-267, 2024 | 263 Efektivitas Penggunaan Talking Stick dalam Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 5 Jakarta Rania Aulia. Tahir Wijaya. Soraiya Usman dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakang. Menurut Lie . AuModel Pembelajaran Talking Stick merupakan salah satu dari model pembelajaran kooperatif, guru memberikan siswa kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerjasama dengan orang lain dengan cara mengoptimalisasikan siswaAy. Suprijono menyarankan bahwa AuMetode Talking Stick sebaiknya menggunakan iringan musik ketika stick bergulir dari satu siswa ke siswa lainnya untuk menentukan siswa yang akan menjawab pertanyaan agar siswa menjadi lebih semangat, termotivasi serta proses menyenangkanAy. Beberapa sebelumnya yang dianggap relevan dengan penelitian ini pernah dilakukan oleh Purnamasari . dengan diperoleh informasi bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dapat meningkatkan keterampilan guru dan keterampilan berbicara siswa kelas V SD Negeri 1 Maron. Jawa Tengah. Penelitian lain yang relevan dengan penerapan model pembelajaran Talking Stick pernah dilakukan oleh Ahmad . dengan hasil penelitian pembelajaran Talking Stick berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanete Rilau Kabupaten Barru. Penelitian selanjutnya yang juga pembelajaran Talking Stick pernah dilakukan oleh Turnip . dengan hasil penelitian peningkatan pada penggunaan teknik Talking Stick dalam keterampilan bahasa Prancis siswa kelas X SMA Muhammadiyah 5Jakarta. METODE Penelitian eksperimen yang bersifat quasi eksperimental design dengan menggunakan pendekatan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat atau pengaruh yang timbul dari suatu perlakuan yang diberikan secara sengaja oleh peneliti, dalam hal ini peneliti ingin mengetahui keefektifan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dalam keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas X SMA Muhammadiyah 5 Jakarta. Metode digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sampel adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti dan mewakili ciri-ciri populasi. Jika jumlah peneliti kurang dari 100 maka yang diambil seluruh sampelnya, namun bila jumlah peneliti lebih dari 100 maka boleh dijadikan sampel 1015%, 20-25% atau lebih (Aricunto: 2010:135-. Untuk memperoleh data asli, penelitian menggunakan format dan metode yang sesuai dengan jenis dan format data yang dikenakan. Jadi, metode pengujian data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini: 1- Observasi Untuk memperoleh informasi sebagai data pendukung dalam penelitian ini, peneliti Observasi dilakukan dengan cara mengamati proses pembelajaran pada kelas siswa kelas VII di SMP Islam Negeri 9 Jakarta. Tujuan utama pemantauan adalah mengumpulkan data dan informasi tentang suatu proses, baik berupa peristiwa maupun tindakan. Untuk mengukur perilaku kelas: Observasi dalam penelitian ini dilakukan pada saat proses minat belajar belajar bahasa Arab. 2- Dokumen Dokumentasi peristiwa masa lalu, dokumen tersebut dapat berupa tulisan, foto atau karya arkeologis Dokumen-dokumen dikumpulkan diseleksi sesuai dengan tujuan Peneliti menggunakan studi dokumentasi untuk mengumpulkan dukungan berupa catatan data atau foto untuk menunjang penelitian. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 262-267, 2024 | 264 Efektivitas Penggunaan Talking Stick dalam Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 5 Jakarta Rania Aulia. Tahir Wijaya. Soraiya Usman 3- Tes Tes merupakan salah satu kegiatan kompleks untuk menilai perilaku seseorang yang menggambarkan kompetensi yang dimilikinya dalam mata pelajaran akademik Tes yang peneliti gunakan dalam penelitian ini berarti pre-test dan post-test. A- Pra-tes Pre-test dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada peserta yang sudah mengetahui materi yang akan diajarkan. B- Postes Posttest adalah suatu bentuk soal yang diberikan setelah pembelajaran. Singkatnya, posttest adalah final ketika materi yang diajarkan pada hari itu diberikan yang kemudian fasilitator memberikan post test, dengan maksud apakah peserta sudah memahami materi yang baru diberikan pada hari itu. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini peneliti laksanakan untuk penelitian ilmiah di SMP Muhammadiyah 5 Jakarta pada bulan Februari sampai dengan bulan April tahun ajaran 2023-2024. Sampel ini berjumlah 26 siswa kelas X. Peneliti memilih sampel ini untuk mencapai tujuan penelitian, sehingga diharapkan mampu memecahkan pertanyaan penelitian yang berguna dalam pembelajaran bahasa Arab. keterampilan berbicara, skor maksimum adalah 68, skor minimum adalah 50, skor total adalah 1558, dan rata-rata adalah 59. Jika hasil ini disesuaikan dengan hasil Tabel 3 (Kriteria hasil tes sisw. dalam peningkatan keterampilan berbicara, maka Anda akan memperoleh nilai AuGagalAy. Dari Tabel 4. 3 diketahui bahwa hasil post-test setelah penggunaan tongkat bicara meningkatkan kemampuan keterampilan Skor maksimum adalah 100, skor minimum adalah 72, skor total adalah 2364, dan rata-rata adalah 91. Jika hasil ini disesuaikan dengan hasil Tabel 3. riteria hasil tes sisw. dalam meningkatkan Anda memperoleh peringkat Ausangat baikAy. Paired Samples Statistics Std. Mean N Pair Pretest59,923 26 Deviation Mean 6,68086 1,31022 Postte 90,923 26 Dari Tabel diatas diketahui bahwa hasil pre-test sebelum menggunakan tongkat bicara untuk meningkatkan kemahiran Std. Error 7,46685 1,46437 Persentase hasil post-test peneliti setelah menggunakan tongkat bicara untuk meningkatkan keterampilan berbicara adalah: 1- Hasil . Dari sekian banyak siswa . terdapat 1 siswa yang mendapat nilai AuBaikAy dan persentasenya 4%. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 262-267, 2024 | 265 Efektivitas Penggunaan Talking Stick dalam Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 5 Jakarta Rania Aulia. Tahir Wijaya. Soraiya Usman 2- Hasil . Dari jumlah siswa . terdapat 8 siswa yang mendapat nilai AuSangat BaikAy, mewakili 16%. 3- Hasil . : Terdapat 17 siswa dari jumlah siswa . yang memperoleh penilaian Ausangat baikAy, mewakili 80%. Paired Samples Correlations N rrelation ig. Pretest ,58 air 1 & Posttest 6 Terdapat hubungan antar data atau variabel yaitu pretest dan post-test. Berdasarkan hasil sebelumnya diketahui nilai koefisien korelasi sebesar 0,588 dengan nilai signifikansi (Si. sebesar 0,002. Karena nilai Sig sebesar 0,002 lebih kecil dari hasil probabilitas sebesar 0,005 maka terdapat hubungan akibat korelasi atau hubungan antar data atau Hasil uji-t digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara dua mata. Kedua sampel yang dimaksud merupakan sampel yang sama, namun mempunyai dua Dari data tersebut diketahui terdapat perbedaan t-tabel, diperoleh hasil sebesar 0,24,484. Pada hasil penelitian terdapat efektivitas yang signifikan antara penerapan tongkat bicara terhadap tes keterampilan berbicara pada pre dan post -data uji. Sebelum t-tabel, terlebih dahulu harus ditetapkan hipotesisnya. Untuk hipotesis pada uji t . ua sampel depende. , hipotesisnya adalah sebagai 1- Hipotesis pertama . ipotesis nol/H. H0: A = A Artinya, rata-rata sampel pertama . ebelum menggunakan tongkat bicar. = rata-rata sampel kedua . etelah menggunakan tongkat bicar. Jika nilai t t lebih besar dari nilai t tabel 0,05 Tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua variabel atau tidak ada 2- Hipotesis Alternatif/Ha: H1: A O A Artinya, rata-rata sampel pertama . ebelum menggunakan talking stic. O ratarata sampel kedua . etelah menggunakan talking stic. Jika nilai t-hitung lebih kecil dari nilai t-tabel yaitu 0,05 maka terdapat Besar antara dua variabel atau ada yang efektif. Hal ini didasarkan pada Tabel 4. pengujian variabel tunggal dan sampel tunggal (Single T-Tes. (Si. Eko. sebesar 0,05. Oleh karena itu besar taraf 0,00 (Signifikans. lebih kecil dari 0,05, maka suatu hasil pengujian dengan satu variabel dan satu sampel (Single T-Tes. mempunyai hasil yang signifikan (Signifika. Skor ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (H. AuditerimaAy dan hipotesis pertama (H. AuditolakAy. Berdasarkan pembelajaran keterampilan berbicara di kelas X SMP Muhammadiyah 5 Jakarta, hasil laporan peneliti terdapat pengaruh yang efektif dalam meningkatkan kompetensi KESIMPULAN Setelah peneliti dalam penelitian ilmiah meningkatkan keterampilan berbicara di kelas sepuluh. E1, di Sekolah Menengah Muhammadiyah di Jakarta, ia merangkum laporan masalah penelitian sebagai berikut: Model pengajaran Talking Stick mempunyai efektivitas yang kuat dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab pada siswa kelas sepuluh 1 di Sekolah Menengah Muhammadiyah 5 Jakarta. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai pre-test lebih kecil dibandingkan rata-rata nilai posttest. Uji analisis data diperoleh hasil signifikan sebesar 0,05 > 0,001 Berdasarkan perhitungan maka hipotesis nol . H) ditolak Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 262-267, 2024 | 266 Efektivitas Penggunaan Talking Stick dalam Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 5 Jakarta Rania Aulia. Tahir Wijaya. Soraiya Usman dan asumsi langsung (H. diterima rata-rata hasil post-test adalah 91. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang menggunakan tongkat bicara. Artinya peningkatan keterampilan berbahasa Arab setelah menggunakan teknik dibandingkan tidak menggunakan teknik Dari data tersebut diketahui terdapat ketidaksesuaian antara t-tabel dengan hasil. t berdasarkan model t tabel yang ditetapkan sebesar 2,060, sedangkan pada t hasilnya sebesar 24,484. Pada hasil meningkatkan keterampilan berbicara pada data sebelum dan sesudah tes. dalam Keterampilan Berbicara DAFTAR PUSTAKA