The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Sistem Manajemen Pembiayaan Sekolah dalam Peningkatan Mutu Sarana dan Prasarana SD Negeri 2 Cikalong Andi Abdul Hanafi STITNU Al-Farabi Pangandaran . andiabdulh5@gmail. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 04 No 2 July 2025 Hal : 404-413 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 10 July 2025 Accepted: 22 July 2025 Published: 31 July 2025 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. Copyright: A 2023 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) . ttps://creativecommons. org/licenses/by -sa/4. Abstract . Development of Centralization and Decentralization Political Policy Changes in the socio-political atmosphere in Indonesia that emerged, as well as the economic crisis then developed into a socio-political crisis had implications for changes in various fields, including the field of education The issue of centralization and decentralization, which had previously been raised as an effort to empower the regions, has become stronger. Driven by the atmosphere of state political change, it is increasingly believed that one of the important efforts that must be made in improving the quality of education is to empower schools through MBS (School Based Managemen. , which essentially provides authority and delegation of authority . elegation of authorit. to schools to make improvements and quality continuous improvement. The approach in this research is qualitative with the type of case study research, data collection techniques through observation, interviews, documentation. The results of the research The method used in system development is the iteration method where the work of a stage can be done repeatedly and if there are errors it can be corrected immediately, the stages of the iteration method are: Survey. Analysis. Design. Creation. Implementation. Maintenance. The results of this study can be concluded that the financing available at SD Negeri 2 Cikalong School only relies on BOS funds from the government. The allocation of funds is used to meet the National Education Standards. The obstacles that exist in financing education at SD Negeri 2 Cikalong are the limited funds received from the government. Keywords . System. School Financing Management. Quality of Facilities and Infrastructure Abstrak . Perkembangan Kebijakan Politik Sentralisasi dan Desentralisasi Perubahan suasana sosial politik di Indonesia yang muncul, serta adanya krisis ekonomi kemudian berkembang menjadi krisis sosial politik berimplikasi pada perubahan dalam berbagai bidang antara lain bidang pendidikan Isu sentralisasi dan desentralisa vang sebelumnya telah dimunculkan sebagai upaya pemberdayaan daerah, telah semakin menguat. Terdorong oleh suasana perubahan politik kenegaraan, semakin diyakini bahwa salah satu upaya penting vang harus dilakukan dalam Vol 04 No 2 July 2025 | 404 Sistem Manajemen Pembiayaan Sekolah dalam Peningkatan Mutu Sarana dan Prasarana SD Negeri 2 Cikalong Andi Abdul Hanafi peningkatan kualitas pendidikan adalah dengan pemberdayaan sekolah melalui MBS (Manajemen Berbasis Sekola. , vang intinya memberikan kewenangan dan pendelegasian kewenangan . elegation of authorit. pada sekolah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan . uality continuous improvemen. Pendekatan dalam penelitian ini kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem yaitu metode iterasi dimana pengerjaan suatu tahap dapat dilakukan berulang-ulang dan jika terdapat kesalahan dapat langsung diperbaiki, tahap-tahap metode iterasi yaitu: Survei. Analisis. Desain. Pembuatan. Implementasi. Pemeliharaan. Hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa pembiayaan yang terdapat di SD Negeri 2 Cikalong Sekolah hanya mengandalkan dana BOS dari Dana pengalokasiannya digunakan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Hambatan yang ada dalam pembiayaan pendidikan di SD Negeri 2 Cikalong yaitu terbatasnya dana yang diterima dari pemerintah. Kata Kunci . Sistem. Manajemen Pembiayaan Sekolah. Mutu Sarana Dan Prasarana Pendahuluan Pendidikan merupakan sistem yang berproses memberikan pengalaman baru dan pengetahuan lain kepada peserta didik sebagai pemegang estapet pembangunan Pendidikan merupakan usaha bersama untuk menjalankan roda pembelajaran yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai amanat UUD Tahun 1945 pada alinea keempat. Dalam kenyataannya Berjalan atau tidaknya roda pendidikan tergantung pembiayaan dalam pendidikan itu sendiri. Masalah pembiayaan pendidikan merupakan masalah utama dalam menjalankan roda pendidikan. Manajemen yang baik dalam pembiayaan pendidikan mempengaruhi mutu pendidikan itu sendiri. Ini yang menjadi isu utama dalam dunia pendidikan. Isu utama ekonomi pendidikan menurut Elchanan Cohn adalah bagaimana mengidentifikasi dan melakukan pengukuran terhadap nilai ekonomi untuk pendidikan, alokasi sumber-sumber dalam pendidikan, gaji tenaga pendidik, biaya pendidikan dan perencanaan pendidikan . (E Cohn 2. Beberapa hasil kajian di bawah ini menunjukkan bahwa kajian SPMP yang dilakukan untuk menyusun rekomendasi kebijakan dalam memperkuat SPMP sangat Hasil kajian yang dilakukan oleh Puslitjakdikbud pada tahun 2015 dengan judul kajian Ketercapaian Standar Nasional Pendidikan Jenjang Dikmen menyimpulkan bahwa ketercapaian SNP pada jenjang SMA berdasarkan data sekunder hasil akreditasi BAN-S/M tahun 2014 menunjukkan bahwa ketercapaian yang terendah adalah Standar Sarana dan Prasarana (Sarpra. sebesar 75,9%. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) sebesar 78,2% dan Standar 405 | Vol 04 No 2 July 2025 Sistem Manajemen Pembiayaan Sekolah dalam Peningkatan Mutu Sarana dan Prasarana SD Negeri 2 Cikalong Andi Abdul Hanafi Kompetensi Lulusan (SKL) sebesar 79,3%. Standar yang ketercapaian tertinggi adalah Standar Pembiayaan sebesar 83,9%. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 pasal 35 tentang Standar Nasional Pendidikan, pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan dan pembiayaan. (Azhari and Kurniady 2. Melalui perencanaan strategik di bidang pendidikan, lembaga pendidikan mampu menyiapkan output lulusan yang bermutu. Dalam penyelenggaraan kualitas pendidikan dibutuhkan pembiayaan dengan perhitungan yang akurat sehingga berkesesuaian dengan kualitas yang disyaratkan. Pembiayaan pendidikan merupakan cost yang harus dikeluarkan yaitu perhitungan atau biaya yang dikeluarkan untuk membiayai seluruh kegiatan sekolah yang ada relevansinya dengan pendidikan. Permasalahan ini membutuhkan suatu manajemen yang baik dan transparan . Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen pembiayaan pendidikan, di antaranya: . Memprediksi kebutuhan pendidikan, . Alokasi setiap komponen biaya, . Analisis sumber, . Pengawasan keuangan. Keempat aspek tersebut, harus mendapat perhatian khusus untuk menunjang peningkatan mutu Apabila kebijakan-kebijakan pembiayaan pendidikan direalisasikan dengan sebaik-baiknya, maka proses pendidikan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan(N Komariah 2. Permasalahan yang terjadi dalam lembaga pendidikan terkait dengan manajemen pembiayaan yang di salurkan untuk sarana dan prasarana sekolah antara lain adalah sumber dana yang terbatas, pembiayaan program yang tersendat, tidak mendukung visi, misi dan kebijakan sebagaimana tertulis dalam rencana strategis lembaga pendidikan. Di satu sisi lembaga pendidikan perlu dikelola dengan baik . ood governanc. , sehingga menjadi lembaga pendidikan yang bersih dari berbagai penyimpangan yang dapat merugikan pendidikan. Hasil kajian yang dilakukan oleh Madrasah membutuhkan manajemen keuangan karena madrasah pada umumnya berdiri secara swadaya. Untuk meningkatkan kualitas madrasah sehingga dapat memenuhi harapan para stakeholder-nya, maka dibutuhkan pengelolaan biaya yang profesional baik dalam penggalian sumber dana maupun pendistribusian dananya. Untuk itu madrasah hendaknya memenuhi standar Vol 04 No 2 July 2025 | 406 Sistem Manajemen Pembiayaan Sekolah dalam Peningkatan Mutu Sarana dan Prasarana SD Negeri 2 Cikalong Andi Abdul Hanafi pembiayaan minimal. Pembiayaan yang terdiri atas biaya investasi, biaya operasi dan biaya personal. Biaya investasi meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan SDM dan modal kerja tetap. Pendekatan penelitian Menggunakan Pendekatan kualitatif desktiptif dengan jenis penelitian studi kasus dengan fokus penelitianya adalah terletak pada bagaimana peran kepala sekolah dalam pengembangan Pendidikan Madrasah. Dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling serta metodologi penelitianya menggunakan observasi, interview, dokumenter dan analisis datanya menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan pemaparan penulis tertarik untuk meneliti yang berkaitan dengan manajemen pembiayaan pendidikan di lembaga pendidikan dalam hal ini di SD Negeri 2 Cikalong. Fokus penelitian ini pada dua hal yakni manajemen pembiayaan pendidikan yang dilakukan oleh Kepala sekolah dan upaya yang dilakukan dalam meningkatkan mutu sarana dan prasarana. Bahan dan Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Pendekatan penelitian Menggunakan Pendekatan kualitatif desktiptif dengan jenis penelitian studi kasus dengan fokus penelitianya adalah terletak pada bagaimana peran kepala sekolah dalam pengembangan Pendidikan Madrasah. Dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling serta metodologi penelitianya menggunakan observasi, interview, dokumenter dan analisis datanya menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber informasi pada penelitian ini diperoleh dari Data yang diperoleh langsung dari Kepala Sekolah. Tenaga Kendidikan dan Bendahara SDN 2 Cikalong. Sebab sumber ini merupakan sumber informasi yang tepat dalam menggali informasi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan penelitian. Terutama dalam menggali informasi mengenai manajemen pembiayaan pendidikan sekolah. Pada penelitian ini digunakan dengan teknik observasi, hal ini digunakan dalam pengumpulan data dengan mengamati setiap peristiwa yang berlangsung dan mencatatnya dengan menggunakan lembar observasi. Metode observasi ini menggunakan pengamatan langsung terhadap suatu benda, kondisi, situasi ataupun perilaku. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah melalui pengamatan terhadap kondisi. Mewawancarai Kepala Sekolah, 407 | Vol 04 No 2 July 2025 Sistem Manajemen Pembiayaan Sekolah dalam Peningkatan Mutu Sarana dan Prasarana SD Negeri 2 Cikalong Andi Abdul Hanafi Tenaga Kendidikan dan Bendahara Sekolah. Dokumentasi Data yang di peroleh dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi berupa foto pada pemilik sekolah, konsumen, menu yang dihidangkan, dan tempat penilitian. Penelitian ini dilakukan di SDN 2 Cikalong pada bulan maret Ae juli 2024. Diskusi dan Pembahasan Sistem manajemen menggambarkan cara sekolah mengatur diri mereka sendiri dalam struktur dan proses mereka untuk bertindak secara sistematis, memastikan kelancaran proses, dan mencapai hasil yang direncanakan. Sistem manajemen modern biasanya mengikuti siklus PDCA (Plan-Do-Check-Ac. yaitu perencanaan, implementasi, peninjauan, dan peningkatan. Manajemen keuangan sekolah merupakan bagian dari kegiatan pembiayaan merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkannya secara efektif dan transparan. (Mulyasa 2. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, manajemen keuangan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. (Ahmad Syaddad 2. Biaya pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan. Untuk mencapai mutu sekolah yang baik, biaya pendidikan harus dikelola dengan optimal. Oleh karena itu, tahapan pada manajemen pembiayaan pendidikan perlu diperhatikan. Pada dasarnya tujuan manajemen pembiayaan pendidikan adalah mencapai mutu sekolah yang diharapkan . (Mulyani and Mulyadi 2. Pada setiap proses tahapan manajemen pembiayaan perhatian utamanya adalah pencapaian visi dan misi sekolah. Tahapan manajemen pembiayaan pendidikan melalui tahapan perencanaan pembiayaan pendidikan, tahapan pelaksanaan pembiayaan, dan pengawasan pembiayaan pendidikan. Mutu pendidikan adalah kemampuan sistem pendidikan dasar, baik segi pengelolaanya maupun dari segi proses pendidikan itu sendiri, diarahkan secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah dari faktor-faktor input agar menghasilkan output setinggi-tingginya. (H. Tilaar n. ) Dalam proses pendidikan yang bermutu terlibat berbagai input, seperti bahan ajar . ognitif, afektif, psikomotori. , metodologi, sarana Vol 04 No 2 July 2025 | 408 Sistem Manajemen Pembiayaan Sekolah dalam Peningkatan Mutu Sarana dan Prasarana SD Negeri 2 Cikalong Andi Abdul Hanafi sekolah, dukungan administrasi dan sarana prasarana dan sumber daya lainnya serta penciptaan suasana yang kondusif. Proses pendidikan bermutu apabila mampu menciptakan suasana yang PAIKEMB (Pembelajaran yang Aktif. Inovatif. Kreatif. Menyenangkan, dan Bermakn. Output, dinyatakan bermutu jika hasil belajar akademik dan non akademik siswa tinggi. Outcome, dinyatakan bermutu apabila lulusan cepat terserap di dunia kerja, gaji wajar, semua pihak mengakui kehebatan lulusan dan merasa puas. (Akbar & Usman. Sedangkan Mutu pendidikan menurut Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan adalah tingkat kecerdasan kehidupan bangsa yang dapat diraih dari penerapan SNP. Sarana dan prasarana yang dimaksudkan di sini adalah sarana dan prasarana dalam konteks pendidikan. Dalam konteks pendidikan sarana dan prasarana dipergunakan untuk dipergunakan dalam pelaksanaan pendidikan secara umum maupun dipergunakan secara khusus untuk pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari definisi mengenai sarana dan prasarana yang dikemukakan beberapa ahli berikut: Sarana adalah alat yang secara langsung dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan, misalnya ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya sedangkan prasarana adalag alat yang tidak secara langsung dapat mendukung lokasi/tempat, sebagainyaDaryanto. Administrasi Dan Manajemen Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta. Model sistem manajemen pembiayaan pendidikan perspektif Al-Quran yaitu. Input manajemen pembiayaan pendidian yang bersifat rabani, yaitu bersumber dari alQuran yang merupakan firman Allah Swt. Proses manajemen pembiayaan pendidikan dengan perencanaan anggaran pendidikan yang zu basroh . , akuntansi yang musaalah . dan pengawasan yang manfiaj . Output manajemen pembiayaan pendidikan adalah ubudiah dan akhlaki. Ubudiah berarti bernilai ibadah, sedangkan akhlaki berarti di dalam semua kegiatan manajemen pembiayaan pendidikan terdapat nilai-nilai akhlak, baik akhlak kepada sang Maha Pencipta maupun akhlak kepada sesama makhluk hidup. (Noor Islahudin and Ramadhani Wulandari 2. 409 | Vol 04 No 2 July 2025 Sistem Manajemen Pembiayaan Sekolah dalam Peningkatan Mutu Sarana dan Prasarana SD Negeri 2 Cikalong Andi Abdul Hanafi Sumber dana untuk mendukung kegiatan operasional sekolah berasal dari 2 sumber dana, yaitu: . Dana bantuan operasional sekolah (BOS). BPMU (BOS Provins. Penyusunan anggaran dimulai dengan diadakannya rapat pengelola, semua bidang di sekolah tentang penyusunan analisis konteks tentang pemenuhan 8 SPM, hasil analisis memunculkan program kerja dengan jumlah dana yang dibutuhkan dan diidentifikasi sumber pendanaan yang memungkinkan dari 2 sumber tadi. Program kerja yang disusun dengan pendanaan dituangkan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) tetapi masih dalam bentuk draft/rancangan yang selanjutnya akan dibahas dengan seluruh tenaga pendidik/guru dan TU. Hasil pembahasan akan dibawa pada rapat pengelola sekolah bersama pengurus komite. Selanjutnya diselenggarakan rapat bersama orang tua siswa, apabila disepakati maka RKAS disahkan dengan ditandatangani oleh semua pihak termasuk unsur dari dinas Adapun alur pengelolaan keuangan yang dilaksanakan di sekolah pada umumnya dapat dideskripsikan pada lampiran. Gambar 1. RKAS Proposal Aktivitas pengelolaan keuangan pada Sekolah Dasar Negeri 2 Cikalong pada umumnya dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama yaitu aktivitas penerimaan pendapatan berupa sumbangan pendidikan dan sumbangan lainnya. Bagian kedua yaitu aktivitas pengeluaran kas berupa beban penyelenggaraan sekolah. Beban yang ada dibagi menjadi beberapa kelompok bagian beban. Kedua kelompok ini dikelola dan dilaksanakan oleh bagian bendahara dan tata usaha keuangan sekolah. Berdasarkan hasil wawancara bahwa Sekolah Dasar Negeri 2 cikalong telah menggunakan sistem manajemen atau suatu kerangka proses dan prosedur yang digunakan untuk Vol 04 No 2 July 2025 | 410 Sistem Manajemen Pembiayaan Sekolah dalam Peningkatan Mutu Sarana dan Prasarana SD Negeri 2 Cikalong Andi Abdul Hanafi memastikan apakah perusahaan atau organisasi dapat memenuhi standar dan menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. Tujuan dari suatu sekolah dapat berupa memenuhi persyaratan kualitas pelanggan, mematuhi peraturan baik peraturan pemerinta undang-undang negara ataupun peraturan dari pelanggan dan mencapai tujuan/tanggung jawab terhadap aspek. Kepala sekolah SD Negeri 2 Cikalong menyatakan bahwa untuk alur pelaksanaan manajemen pembiayaan dan alokasi dilakukan melalui rapat sekolah yang dilaksakan oleh kepala sekolah, staf dan para guru, kemudian dicatatan oleh sekertaris sekolah dan pembuatan proposal termasuk RKAS oleh staf yang berkaitan atau stackholder di sekolah kemudian diajukan kepada pihak tertentu seperti Korwil. Disdik Dan Pemprop. Setelah perifikasi selasai maka anggaran untuk sekolah masuk langsung melalui rekening sekolah. Pernyataan tersebut di perkuat dengan hasil observasi lapangan dengan adanya dkumentasi dan arsip yang di susun termasuk arsip laporan pertanggungjawwaban (LPJ). Hasil wawancara dengan kepala sekolah dalam Meningkatkan suasana ketentraman dan ketenangan belajar dalam mewujudkan ketahanan sekolah, harus dengan strategi. Meningkatkan mutu pengelolaan sekolah dasar 2 cikalong melalui pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Menciptakan kesamaan persepsi tentang pengembangan sekolah. Meningkatkan kerjasama dengan DU/DI. Lembaga Motivator dan organisasi masyarakat serta pondok pesantren dalam meningkatkan kesadaran tanggungjawab dan keimanan siswa. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan informasi bahwa Sumber dana untuk mendukung kegiatan operasional sekolah berasal dari 2 sumber dana, yaitu: . Dana bantuan operasional sekolah (BOS). BPMU (BOS Provins. Tahapan demi tahapan dilakukan seperti pengembangan kualitas dan kuantitas fasilitas pembelajaran dengan strategi: Merenovasi dan menambah ruang belajar. Pengadaan sarana pembelajaran seperti sarana perpustakaan dan labotarium IPA, laboratorium bahasa. Menata lingkungan agar lebih tertata, rapai, nyaman. Berdasarkan hasil wawancara didapkan informasi bahwa pelaksanaan program kerja yang disusun dengan pendanaan dituangkan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) tetapi masih dalam bentuk draft/rancangan yang selanjutnya 411 | Vol 04 No 2 July 2025 Sistem Manajemen Pembiayaan Sekolah dalam Peningkatan Mutu Sarana dan Prasarana SD Negeri 2 Cikalong Andi Abdul Hanafi akan dibahas dengan seluruh tenaga pendidik/guru dan TU. Hasil pembahasan akan dibawa pada rapat pengelola sekolah bersama pengurus komite. Selanjutnya diselenggarakan rapat bersama orang tua siswa, apabila disepakati maka RKAS disahkan dengan ditandatangani oleh semua pihak termasuk unsur dari dinas kota. Adapun alur pengelolaan keuangan yang dilaksanakan di sekolah pada umumnya dapat dideskripsikan pada lampiran. Pelaksanaan Penyusunan anggaran dimulai dengan diadakannya rapat pengelola, semua bidang di sekolah tentang penyusunan analisis konteks tentang pemenuhan 8 SPM, hasil analisis memunculkan program kerja dengan jumlah dana yang dibutuhkan dan diidentifikasi sumber pendanaan yang memungkinkan dari 2 sumber tadi. Hasil observasi lapangan Sekolah Dasar Negeri 2 Cikalong di temukan, fasilitas sekolah memproses air sendiri, air minum untuk siswa, mayoritas membawa air minumm, jumlah toilet berkebutuhan khusus, sumber air sanitasi, ketersediaan air di lingkungan sekolah, sabun dan air mengalir pada tempat cuci tangan, jamban dapat digunakan, dan terdapat jamban yang sudah tidak dapat digunakan. Tahapan berikutnya observasi mengenai sarana dan prasarana di Sekolah Dasar Negeri 2 Cikalong di temukan, ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang laboratorium IPA, ruang praktik TIK, ruang pimpinanatau ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang ibadah, ruang UKS, ruang toilet, ruang gudang, ruang sirkulasi, tempat bermain / olahraga, ruang tu,ruang konseling,ruang bangunan. Program kerja yang disusun dengan pendanaan dituangkan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) tetapi masih dalam bentuk draft/rancangan yang selanjutnya akan dibahas dengan seluruh tenaga pendidik/guru dan TU. Hasil pembahasan akan dibawa pada rapat pengelola sekolah bersama pengurus komite. Selanjutnya diselenggarakan rapat bersama orang tua siswa, apabila disepakati maka RKAS disahkan dengan ditandatangani oleh semua pihak termasuk unsur dari dinas Adapun alur pengelolaan keuangan yang dilaksanakan di sekolah pada umumnya dapat dideskripsikan pada lampiran. Vol 04 No 2 July 2025 | 412 Sistem Manajemen Pembiayaan Sekolah dalam Peningkatan Mutu Sarana dan Prasarana SD Negeri 2 Cikalong Andi Abdul Hanafi Kesimpulan Hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa pembiayaan yang terdapat di SD Negeri 2 Cikalong Sekolah hanya mengandalkan dana BOS dari pemerintah. Dana pengalokasiannya digunakan untuk Standar Nasional Pendidikan, diantaranya Standar Kompetensi Lulusan. Standar Isi. Standar Proses. Standar Sarana dan Prasarana. Standar Pengelolaan. Standar Pembiayaan Pendidikan, dan Standar Penilaian Pendidikan. Hambatan yang ada dalam pembiayaan pendidikan di SD Negeri 2 Cikalong yaitu terbatasnya dana yang diterima dari pemerintah. Referensi