Metode Jurnal Teknik Industri Vol 6 . : 6 - 12 2020 ANALISIS PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN MATERIAL PADA PT PLN (Perser. UP3 SORONG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) 1, . Irman Amri . Sanny Hahury. Inra Juliant Leimena. Dosen Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Sorong Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Sorong Jurusan Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Sorong Jalan Pendidikan No. 27 Malaingkedi Telp. 322382 Fax . 32616 *E-mail: irmanamri@um-sorong. id, sanny0577. sh@gmail. com, indraleimena9@gmail. ABSTRAK Pengendalian persediaan sangat dibutuhkan dalam manejemen suatu perusahan, hal tersebut dilakukan untuk mengefisiensikan waktu, biaya serta bahan baku yang ada agar tidak terjadi overstock dan understock. Pada gudang PT. PLN ( Persero ) Sorong terdapat material yang mengalami penumpukan yaitu tiang listrik tipe 9 dan 12 meter, hal ini terjadi karena adanya keidakseimbangan antara jumlah persediaan material dan pemakaian di Penelitian ini dilakukan untuk menentukan jumlah metarial guna menghindari overstock ataupun understock yang dapat meningkatkan biaya pemeliharaan dan penyimpanan material. Penelitian ini menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menganalisis pengendalian persediaan material antara menggunaakan kebijakan perusahaan dengan EOQ. Analisis perhitungan EOQ dilanjutkan dengan menganalisis safety stock, reorder point dan total inventory cost. Hasil penelitian dengan menggunakan metode EOQ adalah Selisih perbandingan biaya antara kebijakan perusahaan yang jauh lebih besar dibanding dengan menggunakan metode EOQ dengan jumlah safety stock 220 unit untuk tiang 9 meter dan 320 unit untuk tiang 12 meter dan ROP 472 Unit untuk tiang 9 meter 531 unit untuk tiang 12 meter, sedanglan TIC menggunakan metode EOQ sebesar 174 jauh lebih kecil dibanding kebijakan persahaan dengan selisih Rp. Maka dapat disimpulkan bahwa perhitungan dengan menggunanakan metode EOQ lebih efisien dibanding dengan kebijakan Kata kunci : Economic Order Quantity. Safety Stock. Reorder Point PENDAHULUAN Pada gudang logistik PT PLN (Perser. UP3 Sorong terdapat berbagai jenis material dan beberapa diantaranya memiliki permintaan yang tidak menentu. Material-material yang pergerakannya tidak menentu ini tidak terlepas dari kondisi di lapangan yang tidak bisa diprediksi, salah satu material yang mengalami penumpukan adalah tiang listrik tipe 9 dan 12 meter, hal ini terjadi karena adanya keidakseimbangan antara jumlah persediaan material dan pemakaian di lapangan. Oleh sebab itu penentuan jumlah pemesanan dengan pergerakan material dilapangan kurang optimal, dibutuhkan penyediaan metarial yang baik sehingga tidak terjadi overstock ataupun penyimpanan material. Berdasarkan uraian permasalahan diatas penulis tertarik untuk menganalisis jumlah kebutuhan permintaan di lapangan dan perencanaan kapan material dibutuhkan dalam periode waktu yang akan datang sehingga meminimalisir total inventory cost, maka dari itu peneliti mengadakan penelitin dengan judul AuAnalisis Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Material Pada PT PLN (Perser. Up3 Sorong Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantyty (EOQ). Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk persediaan material dengan metode EOQ dan Metode Jurnal Teknik Industri Vol 6 . : 6 - 12 2020 untuk mengetahui jumlah pemesanan yang METODOLOGI PENELITIAN Tahapan penelitian ini terdiri dari : Pengumpulan data Data perusahaan yang diambil dalam peneltian ini adalah penerimaan dan pemakaian material tiang listrik besi pada PT PLN (Perser. UP3 Sorong, selama periode tahun 2017 dan 2019. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, observasi, dan Serta melakukan studi pustaka mengenai materi yang terkait dengan objek penelitian Pengolahan data dan analisa data Langkah-langkah dalam pengolahan dan analisa data sebagai berikut : Menghitung total material yang masuk dan keluar per periode Mencari rata-rata pemesenan dalam setiap kali pesan dengan cara membagi total kebutuhan material dengan jumlah frekuensi pemesanan Menentukan persediaan pengaman seerta titik pemesananan kembali Membandingkan perhitungan TIC yang lebih ekonomis antara metode yang digunakan oleh perusahaan dan metode EOQ HASIL DAN PEMBAHASAN Pengadaan Material PT. PLN (Perser. UP3 Sorong melakukan pemesanan material tiang litsrik untuk tipe 9 meter sebanyak 4 kali setahun dan tiang listrik 12 meter sebanyak 6 kali setahun dari perusahan pembuat besi yang telah bekerja sama dengan PT. PLN (Perser. Salah satunya PT. Raja Besi. Berikut ini rata Ae rata pemesanan setiap kali pesan. Tabel 1. Tiang Tipe 9 Meter Bulan Agu-18 Sep-18 Okt-18 Nov-18 Des-18 Jan-19 Feb-19 Mar-19 Apr-19 Mei-19 Jun-19 Jul-19 Total Awal Masuk Keluar Akhir Tabel 2. Tiang Tipe 12 Meter Bulan Agu-18 Sep-18 Okt-18 Nov-18 Des-18 Jan-19 Feb-19 Mar-19 Apr-19 Mei-19 Jun-19 Jul-19 Total Awal Masuk Keluar Akhir Biaya Pemesanan Biaya pemesanan . rdering cos. ialah biaya-biaya yang terjadi pada saat melakukan pemesanan material. Tabel 3. Biaya Pemesanan material (Tian. pada PT. PLN (Perser. UP3 Sorong Tipe tiang Biaya pesan (/uni. Metode Jurnal Teknik Industri Vol 6 . : 6 - 12 2020 Biaya Penyimpanan TOC Biaya penyimpanan adalah biaya yang timbul akibat disimpannya suatu material. Jadi untuk biaya penyimpanan untuk tiang tipe 9 dan 12 meter adalah 6. = Rp. Pengadaan Material menurut kebijakan perusahaan PT. PLN (Perser. UP3 Sorong frekuensi pemesanan material pertahun Tiang tipe 9 meter = 4 kali pemesanan Tiang tipe 12 mter = 6 kali pemesanan rata rata pemesanan setiap kali pesan Tiang tipe 9 meter total kebutuhan material frekuensi pemesanan = 619 unit perorder Tiang tipe 12 meter total kebutuhan material frekuensi pemesanan = 398 unit perorder Total ordering cost (TOC) Tiang tipe 9 meter A Jumlah pembelian selama satu periode ( R ) = 2476 unit A Jumlah pemesanan perorder ( Q ) = 619 unit A Biaya sekali pesan ( S ) = 619 x Rp. 000 = Rp. ycI TOC = ( ) ycI = ( ) 389. ycE ycI ycE ( )ycI = ( ) 714. Total carrying cost (TCC) Tiang tipe 9 meter = 2476 unit A Biaya simpan = = 3. 703 perbulan = 1. 357 perunit Tiang tipe 12 meter = 2388 unit A Biaya simpan = 297 perbulan = 1. 357 perunit ycE TCC = ( ) ya = ( ) ycIycy. 357 = Rp. Total annual inventory cost (TIC) TOC Tiang 9 m = Rp. TOC Tiang 12 m = Rp. TOC Total = Rp. TIC = TOC TCC = 5. = Rp. Pengadaan Material menurut EOQ Setelah dilakukan peralamalan untuk mengetahui kebutuhan dipoeriode yang akan datang dengan menggunakan tiga metode yaitu konstan, linier dan siklik maka diperoleh biaya yang ekonomis dengan menggunakan metode konstan dengan standar deviasi terkecil. Hal Ae hal yang harus diperhitungkan dalam menggunakan metode EOQ adalah sebagai Pembelian material yang ekonomis Total kebutuhan material Rp. Tiang tipe 12 meter A Jumlah pembelian selama satu periode ( R ) = 2388 unit A Jumlah pemesanan perorder ( Q ) = 398 A Biaya sekali pesan ( S ) = 398 x Rp. 000 = Rp. A Tiang tipe 9 meter = 2374 unit A Tiang tipe 12 meter =1909 unit Biaya pemesanan sekali pesan (S) A Tiang tipe 9 meter = Rp. A Tiang tipe 12 meter = Rp. Metode Jurnal Teknik Industri Vol 6 . : 6 - 12 2020 Dengan hasil yang tercantum diatas maka pembelian material yang ekonomis menurut motode EOQ dalah sebagai berikut : tahun dan untuk tiang 12 meter sebanyak 3 kali / tahun. Penentuan pengamanan persediaan Tiang tipe 9 meter ycI. ycI Q* = Oo =Oo ya = Oo551. = 742,36 = 743 unit Tiang tipe 12 meter Safety stock atau persediaan pengaman adalah persediaan yang disiapkan untuk menghindari resiko kekurangan material, dengan mengetahui standar deviasi terkecilnya seperti perhitungan sebelumnya. Maka dengan menggunakan tingkat kepercayaan . ervice leve. sebesar 95%, diperoleh nilai Z sebesar 1,65. Untuk menghitung persediaan pengaman digunakan rumus : SS = Z X SD ycI Q* = Oo ya =Oo Keterangan : SS : Safety stock = Oo841. Z : Faktor pengaman = 917,48 = 918 unit Sd : Standar deviasi Frekuensi pemesanan material Dt : Tingkat kebutuhan Dik : DAot : perkiraan pemaikaan R : Permintan material dalam satu tahun N : Banyaknya data Q* : Pemesanan optimal Untuk menghitung rumus standar deviasi menggunakan rumus : : Frekuensi pemesanan Tiang tipe 9 meter ycI ycEO = 3,19 = 4 kali/tahun Oc . t-dA . Sdt = Oo Tiang tipe 12 meter ycI ycEO = 2,07 = 3 kali/tahun Jadi frekuensi pemesanan material menurut EOQ untuk tipe tiang 9 meter sebanyak 4 kali / Metode Jurnal Teknik Industri Vol 6 . : 6 - 12 2020 Tabel 4. Hasil perhitungan standar deviasi tiang tipe 9 meter Total Oc . t-dA . Sdt = Oo =Oo dAot 197,83 197,83 197,83 197,83 197,83 197,83 197,83 197,83 197,83 197,83 197,83 197,83 dt-dAot -56,83 18,17 -58,83 280,17 -2,83 -140,83 -61,83 -26,83 31,17 265,17 -136,83 -109,83 t-dAo. 2 3230,03 330,03 3461,36 78493,36 8,03 19834,03 3823,36 720,03 971,36 70313,36 18723,36 12063,36 = Oo17664. = 132. Persediaan pengaman tiang tipe 9 meter : SS : z x sd 1,65 x 132,90 = 219. 285 Jadi persedian pengaman yang dibutuhkan oleh perusahaan sebesar 220 unit. Tabel 5. hasil perhitungan standar deviasi tiang tipe 12 meter Total dAot 159,08 159,08 159,08 159,08 159,08 159,08 159,08 159,08 159,08 159,08 159,08 159,08 dt-dAot 129,08 -29,92 130,08 -381,92 44,08 139,08 -407,92 108,08 134,08 -168,92 158,08 146,08 Oc . t - d' . Sdt = Oo =Oo = Oo39378. = 198. Persediaan pengaman tiang tipe 12 meter : SS : z x sd SS = 1,65 x 198. 44 = 327. Jadi dibutuhkan oleh perusahaan sebesar 328 unit Titik pemesanan kembali PT. PLN ( Persero ) UP3 Sorong memeliki waktu tunggu dalam menunggu pemesanan material adalah selama 30 hari, atau biasa dikatakan lead team (L) 30 hari. Dan dengan rata-rata jumlah kerja karyawan . selama 283 hari dalam setahun. Sebelum menghitung ROP maka terlebih dahulu dicari tingkat penggunaan material perhari dengan cara sebagai berikut : ycO yc U = Tingkat kebutuhan perperiode L = Lead time Maka titik pemesanan kembali (ROP) adalah sebagai berikut: t-dAo. 2 16662,51 895,01 16921,67 145860,34 1943,34 19344,17 166396,01 11682,01 17978,34 28532,84 24990,34 21340,34 ROP = ( d x L ) safety stock Tiang 9 meter ycO yc d= = = 8,39 ROP= ( d x L ) safety stock = ( 8,39 x 30 ) 220 = 471. Jadi pemesanan tiang tipe 9 meter pada tingkat jumlah sebesar 472 unit Metode Jurnal Teknik Industri Vol 6 . : 6 - 12 2020 Tabel 6. perbandingan kebijakan perusahaan dengan metode EOQ Tiang 12 meter ycO yc d= = = 6,74 Keterangan ROP = ( d x L ) safety stock = ( 6,74 x 30 ) 328 = 530,2 Pembelian Rata-rata Material Frekuensi Pemesanan Safety stock Reorder Point Total Biaya Persediaan Jadi pemesanan tiang tipe 12 meter pada tingkat jumlah sebesar 531 unit Total Biaya Persediaan ( TIC) Agar dapat menghitung biaya persediaannya maka terlebih dahulu diketahui: A Total kebutuhan material dalam satu periode ( R ) = 4283 unit A Pembelian material yang ekonomis (Q*) = 661 unit A Biaya pemesanan sekali pesan untuk 2 item ( S ) = . = 468. 000 = Rp. A Biaya simpan material untuk untuk perunit pertahun ( C ) = Rp. A TIC = TOC TCC A = ( y ycI) ( y y. = ( = . = Rp. Jadi total biaya persediaan material PT PLN bila menggunakan metode EOQ adalah Rp. Dari hasil yang telah dianalisis diatas maka telah diketahuiperbandingan antara total biaya yang dikeluarkan bila menggunakan kebijakan perusahaan dan dengan menggunakan metode EOQ. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Kebijakan Perusahaan Tipe 9 meter: 619 Tipe 12 meter: 398 Tipe 9 meter: 4 Tipe 12 meter: 6 Rp. Metode EOQ Tipe 9 meter: 743 Tipe 12 meter: 918 Tipe 9 meter: 4 Tipe 12 meter: 3 Tipe 9 meter: 220 Tipe 12 meter: 328 Tipe 9 meter: 472 Tipe 12 meter: 531 Rp. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil pengumpulan, pengolahan dan analisa data yang dilakukan maka dapat disimpulkan sesuai dengan tujuan penelitian sebagai berikut : Pemesanan material yang ekonomis sesuai dengan metode EOQ adalah : Tiang tipe 9 meter sebanyak 743 unit Tiang tipe 12 meter sebanyak 915 unit Safety stock dengan metode EOQ maka persediaan pengaman yang dibutuhkan Tiang tipe 12 meter sebanyak 328 unit Reorder point dengan metode EOQ, maka perusahaan Tiang tipe 9 meter sebanyak 220 unit harus melakukan pemesanan material kembali saat persediaan sebesar : A Tiang tipe 9 meter sebanyak 472 A Tiang tipe 12 meter sebanyak 531 Selisih perbandingan biaya antara menggunakan metode EOQ ialah Kebijakan perusahaan sebesar Rp. 034 Sedangkan dengan menggunakan metode EOQ sebesar Rp. Maka Rp. Metode Jurnal Teknik Industri Vol 6 . : 6 - 12 2020 Saran Adapun beberapa saran dan masukan yang dapat peneliti berikan kepada pihak perusahaan dalam meninjau kembali kebjakan pemesanan material yang selama ini digunakan oleh perusahaan, antara lain sebagai berikut : PT. PLN . UP3 Sorong baiknya dapat mempertimbangkan untuk menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam melakukan pemesanan persedian material (Tian. Berdasarkan perhitungannya diketahui bahwa dengan menggunakan metode EOQ diperoleh Total Annual Inventory Cost yang lebih rendah diandingkan Total Annual Inventory Cost yang dikeluarkan oleh DAFTAR PUSTAKA