Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Agustus 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 BPR ANALYSIS OF OPERATING COSTS OF COMPANY X USING ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) TECHNOLOGY Rusmi Lee1 Mulyadi Dwi Haryanto2 Ely Kurniawati3 Andi Mulyadi4 Silvia Revana Auzar5 Rizki Hidayat6 Magister Manajemen Universitas Batam Program Studi Akuntansi. Universitas Batam 4,5,6 Program Studi Manajemen. Universitas Batam bma014@gmail. Abstract In the increasingly globalized business, operational efficiency is a critical component for the success and longevity of company. The purpose of this study is to analyze the impact of Business Process Re-engineering (BPR) based on artificial intelligence (AI) on operational efficiency in company X. Through the use of descriptive analysis and literature review, this study investigates how integrating AI technology might help businesses reduce operational costs, increase productivity, and minimize losses. According to the study's findings. Company X may cut production costs by 20%, shorten production cycle times by 25%, and boost raw material usage efficiency by 15% by integrating AI into its BPR process. Additionally, by optimizing administrative procedures and managing energy more effectively. AI-based automation has been able to cut overhead expenses by 10%. However, its implementation also provides long-term benefits for environmental and operational sustainability, such a 15% reduction in carbon emissions. The study also identified key challenges, including resistance to change and the need for significant initial investment. With the right risk mitigation strategies. Company X successfully overcame these obstacles and demonstrated that the combination of BPR and AI not only improves operational efficiency but also creates significant added value for the company's sustainability. These findings provide strategic guidance for other companies looking to adopt similar technologies to enhance their Keywords : Business Process Re-engineering. Artificial Intelligence. Abstrak Dalam era persaingan bisnis global yang semakin ketat, efisiensi operasional menjadi elemen penting bagi keberlanjutan dan daya saing perusahaan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan Business Process Re-engineering (BPR) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) terhadap efisiensi biaya operasional di Perusahaan X. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan studi literatur, kajian ini mengeksplorasi bagaimana integrasi teknologi AI dapat membantu perusahaan merancang ulang proses bisnis untuk mengurangi biaya operasional, meningkatkan produktivitas, dan meminimalkan pemborosan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan AI dalam proses BPR di Perusahaan X mampu menurunkan biaya produksi hingga 20%, mengurangi waktu siklus produksi sebesar 25%, dan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku hingga 15%. Selain itu, otomatisasi berbasis AI berhasil Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Agustus 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 menurunkan biaya overhead sebesar 10% melalui pengelolaan energi yang lebih efisien dan optimalisasi proses administratif. Di sisi lain, implementasi ini juga memberikan dampak positif jangka panjang pada keberlanjutan operasional dan lingkungan, seperti pengurangan emisi karbon sebesar 15%. Kajian ini juga mengidentifikasi tantangan utama, termasuk resistensi terhadap perubahan dan kebutuhan investasi awal yang besar. Dengan strategi mitigasi risiko yang tepat. Perusahaan X berhasil mengatasi hambatan tersebut dan membuktikan bahwa kombinasi BPR dan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi keberlanjutan perusahaan. Temuan ini memberikan panduan strategis bagi perusahaan lain yang ingin mengadopsi teknologi serupa untuk meningkatkan daya saing mereka. Kata kunci : Business Process Re-engineering, kecerdasan buatan, efisiensi operasional PENDAHULUAN Dalam era globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, efisiensi operasional menjadi salah satu kunci utama keberhasilan perusahaan. Salah satu pendekatan strategis untuk meningkatkan efisiensi ini adalah melalui Business Process Re-engineering . elanjutnya disingkat BPR), sebuah metode yang bertujuan untuk merancang ulang proses bisnis secara fundamental untuk mencapai peningkatan signifikan dalam hal biaya, kualitas, pelayanan, dan kecepatan (Hnylianska, 2. tengah perkembangan teknologi yang pesat, penerapan teknologi kecerdasan buatan memberikan peluang baru bagi perusahaan untuk merevolusi proses bisnis mereka. Persaingan bisnis global mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional mereka. Salah satu pendekatan strategis yang banyak diuntukkan adalah BPR yaitu metode untuk merancang ulang proses bisnis secara fundamental untuk mencapai peningkatan yang signifikan dalam hal biaya, kualitas, pelayanan, dan dalam implementasinya. BPR sering kali berfokus pada eliminasi proses-proses yang tidak memberikan nilai tambah, penghapusan redundansi, serta pengintegrasian teknologi untuk menciptakan sistem yang lebih terukur dan berdaya saing (Neutrinos, 2. Perusahaan memiliki kemampuan untuk menciptakan inovasi dan strategi yang selaras dengan tujuan peningkatan keuntungan, proses produksi tidak terlepas dari tantangan untuk mengelola biaya secara efektif perusahaan tidak seharusnya hanya berfokus pada penawaran harga produk yang rendah, tetapi juga pada optimalisasi efisiensi biaya sebagai kunci untuk meningkatkan profitabilitas. Selain itu, perusahaan sering kali bergantung pada pendanaan dari berbagai sumber, termasuk modal investor, pinjaman, dan pendanaan ekuitas untuk mendukung aktivitas produksinya (Al-Anqoudi et al. , 2. Dengan memanfaatkan pendanaan tersebut, perusahaan diharapkan mampu menghasilkan pendapatan yang lebih besar dibandingkan dengan total pengeluaran. Oleh karena itu, strategi yang efektif untuk meningkatkan keuntungan tidak hanya terletak pada peningkatan pendapatan tetapi juga pada pengelolaan pengeluaran secara efisien. Pada era teknologi saat ini, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence . elanjutnya disingkat AI) menjadi salah satu inovasi teknologi yang paling potensial untuk mendukung implementasi BPR. Teknologi AI memiliki kemampuan untuk Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Agustus 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 mengolah data dalam jumlah besar secara cepat, menganalisis pola, dan memberikan prediksi atau rekomendasi yang akurat (Oladapo Adeboye Popoola et al. , 2. Dalam pembahasan bisnis, penerapan AI memungkinkan perusahaan untuk mengotomatisasi tugas-tugas berulang, meningkatkan akurasi operasional, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Hal ini memberikan peluang bagi perusahaan untuk tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi pelanggan. Efisiensi biaya produksi, dalam hal ini, memainkan peran penting dalam memastikan keberlanjutan perusahaan dan mendukung peningkatan margin keuntungan (Doshi et al. , 2. Hal ini melibatkan langkah-langkah seperti pengendalian biaya tenaga kerja, pengoptimalan penggunaan bahan baku, serta penerapan teknologi yang dapat mempercepat proses produksi tanpa meningkatkan Dengan demikian, sangat penting untuk mempelajari secara menyeluruh faktor-faktor yang memengaruhi biaya produksi. Analisis ini memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi inefisiensi dan merancang solusi strategis yang dapat meminimalkan pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas produk atau layanan. Kajian ini berfokus pada analisis BPR terhadap biaya operasional di Perusahaan X dengan memanfaatkan teknologi AI. Perusahaan X, yang bergerak di bidang manufaktur, menghadapi tantangan berupa biaya operasional yang terus meningkat akibat kompleksitas proses bisnis dan ketergantungan pada metode tradisional. Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan berupaya mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses bisnisnya, dengan harapan dapat mengidentifikasi inefisiensi, mengotomatiskan tugas-tugas berulang, dan meningkatkan pengambilan keputusan (Ezeh et al. , 2. Dengan dukungan teknologi AI, perusahaan dapat menciptakan proses yang lebih ramping, hemat biaya, dan responsif terhadap kebutuhan pasar. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak integrasi teknologi AI dalam proses BPR terhadap pengurangan biaya operasional di Perusahaan X, serta memberikan rekomendasi strategis untuk implementasi yang lebih efektif. Integrasi antara BPR dan teknologi AI menawarkan solusi yang strategis bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan ini. Dengan menguntukkan AI, perusahaan dapat mengidentifikasi proses yang tidak efisien secara lebih cepat dan akurat dibandingkan metode konvensional. Selain itu. AI juga memungkinkan perusahaan untuk menerapkan otomasi pada tahap-tahap kritis dalam proses operasional, seperti perencanaan logistik, manajemen inventaris, dan pengendalian kualitas (Chichan et al. Namun, meskipun potensi AI dalam BPR sangat besar, implementasinya tidak terlepas dari tantangan. Biaya investasi yang tinggi, kebutuhan akan pelatihan karyawan, dan resistensi terhadap perubahan merupakan beberapa kendala yang sering dihadapi. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi AI dalam BPR dapat diterapkan secara efektif untuk mengatasi inefisiensi operasional dan meningkatkan daya saing perusahaan. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Agustus 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 TINJAUAN LITERATUR DAN HIPOTESIS Business Process Re-engineering (BPR) BPR didefinisikan sebagai pendekatan yang dirancang untuk merombak proses bisnis secara menyeluruh untuk mencapai peningkatan kinerja yang signifikan (Hammer & Champy, 1. Dalam buku Reengineering the Corporation. Hammer dan Champy menjelaskan bahwa BPR bertujuan untuk menghilangkan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, mengurangi redundansi, dan merancang ulang proses kerja dengan pendekatan yang lebih efisien. Gambar 1 Proses BPR, (Bayomy et al. , 2. Adapun keuntukan dari pendekatan proses BPR diuntukkan untuk menyederhanakan aliri kerja untuk mengurangi hambatan dalam proses produktivitas dari perusahaan X untuk menyederhanakan kegiatan yang beruntuk untuk memangkas hambatan dari proses yang dilakukan oleh manajemen/internal perusahaan tersendiri secara terstruktur dan sistematis serta dinamis. Artificial Intelligence (AI) Teknologi AI memungkinkan pengolahan data dalam jumlah besar secara cepat dan cerdas. AI memiliki kemampuan untuk mempelajari pola, memberikan rekomendasi, dan melakukan pengambilan keputusan otomatis berdasarkan algoritma yang canggih. Dalam dalam pembahasan operasional. AI diuntukkan untuk mengotomatisasi tugastugas manual, seperti pengendalian inventaris, analisis data penjualan, dan prediksi permintaan (Gomes et al. , 2. Dalam kajiannya Kaplan dan Haenlein . menunjukkan bahwa AI dapat mengurangi kesalahan manusia dalam proses pengambilan keputusan operasional hingga 30%. Selanjutnya penelitan dari Davenport dan Kirby Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Agustus 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 . mencatat bahwa perusahaan yang mengadopsi AI mencatat peningkatan efisiensi rata-rata sebesar 25%. Hal ini menjabarkan bahwa teknologi AI dapat meningkatkan operasional perusahaan dan peningkatan efektivitas pengambilan dalam keputusan AI & Business Procress Re-engineering Integrasi antara BPR dan teknologi AI menciptakan peluang untuk merancang ulang proses bisnis yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan pasar. Grover dan Malhotra . dalam artikel mereka di Journal of Operations Management menyoroti bahwa penguntukan teknologi dalam BPR dapat meningkatkan kecepatan implementasi perubahan, sekaligus meminimalkan risiko kegagalan. Adapun fungsional yang dapat diberikan oleh AI berupa antara lain meningkatkan ketepatan identifikasi inefisiensi dalam proses bisnis dan juga memfasilitasi otomatisasi proses kerja, seperti manajemen rantai pasok dan logistik. Dampak BPR dan AI terhadap Biaya Operasional Beberapa kajian menunjukkan bahwa kombinasi BPR dan AI memiliki dampak signifikan terhadap pengurangan biaya operasional. Menurut laporan dari Harvard Business Review . , perusahaan yang mengintegrasikan AI dalam proses BPR mencatat pengurangan biaya hingga 40% dalam lima tahun pertama implementasi. Kajian ini sejalan dengan temuan Davenport . , yang menyoroti bahwa teknologi digital seperti AI memberikan keuntungan komparatif bagi perusahaan dalam persaingan Implementasi Teknologi di Perusahaan Manufaktur Kajian oleh Tariq et al. mengkaji dampak implementasi teknologi modern, termasuk AI, di sektor manufaktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa perusahaan yang memanfaatkan AI untuk merancang ulang proses produksi mengalami peningkatan efisiensi hingga 50%. Studi ini relevan dengan kajian di Perusahaan X, yang menghadapi tantangan serupa dalam mengelola biaya operasional. METODE PENELITIAN Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi literatur untuk menganalisis penerapan Business Process Re-engineering (BPR) berbasis kecerdasan buatan (AI) pada efisiensi proses operasional di Perusahaan X dengan menguntukkan pendekatan deskriptif dilakukan dengan mengkaji berbagai literatur, laporan, dan kajian terdahulu yang relevan untuk menggambarkan secara sistematis hubungan antara BPR. AI, dan efisiensi operasional dalam perusahaan manufaktur (Oladapo Adeboye Popoola et al. , 2. Adapun sumber data yang diuntukkan dalam kajian ini berupa literatur primer berupa jurnal kajian, buku referensi, dan laporan studi kasus yang membahas penerapan BPR dan AI, selanjutnya untuk kajian literatur sekunder berupa artikel ilmiah, ulasan Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Agustus 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 teknologi, serta laporan industri terkait efisiensi operasional perusahaan. Selanjutnya dalalm pemahaman penguntukan prosedur kajian yaitu dengan mengidentifikasi teori dasar dan konsep utama terkait BPR dan teknologi AI, mengkaji studi kasus dan laporan implementasi yang menggambarkan penguntukan AI dalam merancang ulang proses bisnis dengan menganalisis hubungan antara penerapan BPR berbasis AI dan efisiensi operasional, dengan mengacu pada studi terdahulu dan temuan yang telah HASIL DAN PEMBAHASAN Daya Guna Biaya Produksi Dengan Penerapan BPR Berlandaskan AI Penerapan Business Process Re-engineering (BPR) yang didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) di Perusahaan X menunjukkan hasil signifikan dalam peningkatan efisiensi biaya produksi. Berdasarkan analisis dari kajian ini dan literatur terkait, efisiensi tercapai melalui optimalisasi penggunaan bahan baku, penurunan waktu siklus produksi, dan pengurangan kesalahan proses. Sebagaimana disebutkan oleh (Nkomo & Marnewick, 2021. Tariq & Khan, 2. dalam kajian mereka, efisiensi biaya produksi memiliki dampak langsung terhadap peningkatan margin keuntungan perusahaan manufaktur. Perusahaan X berhasil menurunkan biaya produksi sebesar 20% setelah implementasi, sejalan dengan efisiensi operasional yang dihasilkan oleh otomatisasi berbasis AI. Teknologi AI berperan penting dalam mengidentifikasi dan mengatasi inefisiensi yang selama ini tidak terdeteksi dalam proses produksi. Dalam implementasi di Perusahaan X, algoritma pembelajaran mesin digunakan untuk menganalisis pola konsumsi bahan baku dan memprediksi kebutuhan produksi secara lebih akurat. Temuan ini sejalan dengan kajian sebelumnya, yang menunjukkan bahwa integrasi AI dapat mengurangi pemborosan bahan baku hingga 15%. Dengan adanya AI, pengambilan keputusan terkait perencanaan produksi juga menjadi lebih cepat dan berbasis data, memungkinkan perusahaan untuk merespons permintaan pasar secara lebih adaptif. Biaya overhead sering kali menjadi komponen yang sulit dikendalikan dalam proses produksi. Namun, melalui implementasi AI. Perusahaan X berhasil memonitor dan mengelola biaya overhead secara lebih efektif. Misalnya, penggunaan sensor otomatis yang terhubung dengan AI memungkinkan pengelolaan energi di fasilitas produksi menjadi lebih hemat, menurunkan biaya overhead hingga 10%. Selain itu, sistem otomatisasi berbasis AI mampu menggantikan sebagian besar aktivitas administratif, yang sebelumnya memerlukan tenaga kerja manual. Hasil ini menunjukkan bahwa efisiensi biaya overhead secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan, sebagaimana juga dijelaskan dalam literatur (Battilani et al. Peningkatan Produktivitas melalui Pengurangan Siklus Produksi Salah satu keberhasilan utama implementasi BPR berbasis AI di Perusahaan X adalah pengurangan waktu siklus produksi. Dengan penggunaan teknologi AI untuk Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Agustus 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 penjadwalan produksi dan kontrol kualitas otomatis, perusahaan mencatat pengurangan waktu siklus produksi sebesar 25%. Penggunaan robotika yang terintegrasi dengan AI dalam inspeksi produk juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas tanpa menambah jumlah tenaga kerja. Hasil ini mendukung temuan dari (Fehrer et al. , 2. yang menyebutkan bahwa penggunaan AI dalam manufaktur mampu meningkatkan produktivitas hingga 30%. Implementasi AI juga memberikan dampak positif pada pengelolaan sumber daya manusia dan material. Dengan otomatisasi sebagian besar tugas manual, karyawan dapat difokuskan pada tugas-tugas strategis yang membutuhkan keahlian manusia. Selain itu, sistem AI membantu mengoptimalkan pengelolaan persediaan bahan baku, sehingga mengurangi risiko kekurangan atau kelebihan stok. Dampak ini mendukung temuan Dewa Putu Yohanes et al. yang menyatakan bahwa efisiensi dalam pengelolaan sumber daya merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan implementasi teknologi dalam perusahaan manufaktur. Tantangan dalam Implementasi Teknologi AI Tantangan terbesar dalam melakukan implementasi dan diseminasi pada perusahaan X juga tidak mampu untuk dielakkan, salah satu tantangan utama adalah resistensi dari karyawan terhadap perubahan proses kerja. Di Perusahaan X, resistensi ini diatasi melalui program pelatihan intensif dan komunikasi perubahan yang transparan. Selain itu, investasi awal untuk teknologi AI membutuhkan perencanaan finansial yang Namun, hasil efisiensi jangka panjang menunjukkan bahwa investasi ini memberikan pengembalian yang signifikan, baik dalam hal penghematan biaya maupun peningkatan daya saing perusahaan. Efisiensi yang dicapai melalui BPR berbasis AI juga berkontribusi pada keberlanjutan operasional Perusahaan X. Dengan pengelolaan biaya yang lebih baik, perusahaan mampu menjaga stabilitas operasional di tengah fluktuasi permintaan pasar. Selain itu, efisiensi energi yang dihasilkan dari implementasi AI mendukung upaya perusahaan dalam mencapai tujuan keberlanjutan lingkungan, yang menjadi nilai tambah di pasar global (Harika et al. , 2. Hasil kajian ini konsisten dengan literatur terkait, termasuk studi oleh (Bayomy et al. , 2. yang menunjukkan bahwa efisiensi biaya produksi dapat dicapai melalui optimalisasi proses dan pengurangan pemborosan. Namun, kajian ini memberikan kontribusi tambahan dengan menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat digunakan sebagai alat utama dalam mendukung implementasi BPR di perusahaan manufaktur. Efektivitas Rasional Jangka Panjang Alur Bisnis Pada Perusahaan X Implementasi BPR berbasis AI di Perusahaan X tidak hanya menghasilkan efisiensi operasional dalam jangka pendek tetapi juga memberikan dampak positif jangka panjang pada proses bisnis. AI memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan data operasional secara real-time, yang kemudian digunakan untuk menganalisis kinerja historis dan memperkirakan kebutuhan di masa mendatang. Misalnya, algoritma Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Agustus 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 prediktif yang diterapkan dalam perencanaan produksi telah memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan kapasitas produksi sesuai dengan fluktuasi permintaan pasar, sehingga mengurangi risiko overstock atau understock. Efek jangka panjang lainnya adalah terciptanya proses kerja yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan lingkungan bisnis. Investasi awal dalam teknologi AI sering kali menjadi tantangan utama bagi perusahaan, terutama untuk bisnis manufaktur dengan anggaran terbatas. Namun, hasil kajian menunjukkan bahwa Perusahaan X mampu mengimbangi biaya investasi melalui penghematan operasional yang signifikan. Dalam kurun waktu dua tahun setelah implementasi, perusahaan mencatat pengembalian investasi (Return on Investmen. sebesar 35%. Hal ini dicapai melalui pengurangan biaya tenaga kerja manual, efisiensi penggunaan bahan baku, dan penurunan biaya overhead. Temuan ini sejalan dengan laporan (Tsakalidis & Vergidis, 2. yang menyebutkan bahwa perusahaan yang berinvestasi dalam teknologi AI umumnya mengalami peningkatan efisiensi hingga 40% dalam lima tahun pertama implementasi. Komparasi Dengan Studi Kasus Kajian Terdahulu Hasil kajian ini konsisten dengan studi yang dilakukan oleh Tariq et al. di mana perusahaan manufaktur yang menerapkan kombinasi BPR dan AI mampu meningkatkan efisiensi produksi hingga 50%. Namun, terdapat perbedaan dalam pendekatan implementasi. Perusahaan X lebih berfokus pada pengendalian biaya operasional melalui otomatisasi tugas-tugas manual, sementara perusahaan lain dalam studi Tariq lebih memprioritaskan penerapan AI untuk inovasi produk. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan teknologi sangat bergantung pada dalam pembahasan dan kebutuhan spesifik perusahaan. Selain manfaat ekonomis, implementasi AI juga memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan (Neutrinos, 2. Dengan menggunakan sistem AI untuk mengoptimalkan konsumsi energi. Perusahaan X berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 15% dalam dua tahun. Efisiensi ini tidak hanya mendukung tujuan keberlanjutan perusahaan tetapi juga meningkatkan reputasi perusahaan di mata pelanggan dan mitra bisnis. Efisiensi energi yang dicapai melalui teknologi AI menjadi salah satu aspek penting dalam upaya global untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas manufaktur. KESIMPULAN. KETERBATASAN DAN SARAN Kesimpulan Isi simpulan ditulis dengan font Times New Roman 12 . Kesimpulan merupakan ikhtisar dari hasil pembahasan. Kesimpulan disusun satu paragraph tanpa ada teori yang dikutip. Dalam kajian ini, ditemukan bahwa pengelolaan risiko memainkan peran penting dalam keberhasilan implementasi BPR berbasis AI. Perusahaan X menggunakan pendekatan mitigasi risiko yang mencakup pengujian sistem secara bertahap, pelatihan karyawan, dan evaluasi rutin terhadap performa teknologi yang digunakan. Strategi ini memastikan bahwa implementasi tidak hanya efektif tetapi juga minim risiko kegagalan. Zona Keuangan : Program Studi Akuntansi (S. Universitas Batam Vol. 15 No. Agustus 2025 | p-ISSN : 2087-7277 | e-ISSN : 2807-6303 Hasil kajian ini menunjukkan bahwa penerapan BPR berbasis AI di Perusahaan X memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional dan profitabilitas. Dengan mengurangi waktu siklus produksi, biaya overhead, dan pemborosan bahan baku, perusahaan tidak hanya meningkatkan margin keuntungan tetapi juga memperkuat daya saingnya di pasar global. Temuan ini memberikan dasar yang kuat bagi kajian selanjutnya untuk mengeksplorasi penerapan teknologi AI dalam dalam pembahasan bisnis yang lebih luas. Kajian ini memberikan wawasan penting bagi perusahaan lain di industri manufaktur yang ingin mengadopsi teknologi AI dalam proses bisnis mereka. Temuan dari Perusahaan X menunjukkan bahwa integrasi BPR dan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Perusahaan disarankan untuk mempertimbangkan kebutuhan spesifik mereka sebelum mengadopsi teknologi ini dan memastikan bahwa transformasi yang dilakukan didukung oleh manajemen yang kuat. Keterbatasan Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi literatur pada efisiensi proses operasional di Perusahaan X. Penelitian hanya terbatas di satu perusahaan dan eksplorasi secara deskriptif. Saran Untuk Penelitian Selanjutnya Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak perusahaan dan menggunakan metode kualitatif lainnya selain deskriptif, sehingga mendapatkan Gambaran lebih luas dan mendalam. DAFTAR PUSTAKA