PRODUCTIVITY Journal of Integrated Business, Management, and Accounting Research p-ISSN: 3063-9557 e-ISSN: 3063-8682 Vol. 2, No. 1, 2025 ENVIRONMENTAL INCIDENTS, PEMBERITAAN MEDIA DAN PRAKTIK PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT Ayu Ambang Lestari1, Fitri Nabila2, Arie Cahyani3 1, 2, 3 Universitas Bumigora, Jl. Ismail Marzuki No. 22, Mataram, Nusa Tenggara Barat, 83127 Indonesia Email: ayu_ambang@universitasbumigora.ac.id Article History Received: 08-12-2024 Revision: 02-01-2025 Accepted: 06-01-2025 Published: 09-01-2025 Abstract. Around 70% of environmental damage in Indonesia is caused by mining activities. Companies should make contributions as a form of social responsibility to various problems caused by company activities and present them in sustainability reports. This study aims to examine environmental incidents, media coverage and sustainability report disclosure practices. This study uses content analysis techniques, the data used are secondary data from the sustainability reports of state-owned mining sector companies in 2020-2022 and news in the mass media about environmental incidents. The results of the study show that the average disclosure of social responsibility of PT Aneka Tambang (ANTAM) in 2020-2022 was 56%, 58% and 92%, the average disclosure of PT Timah's social responsibility in 2020-2022 was 49%, 53% and 95% and the average disclosure of social responsibility of PT Bukit Asam Tbk in 2020-2022 was 78%, 58% and 88%. Meanwhile, media coverage focuses more on conveying negative news resulting from the company's operational activities compared to news that contains the company's efforts to overcome environmental damage. This also has an impact on increasing disclosure in sustainability reports. This research contributes to improving the quality and transparency of sustainability reports, especially in terms of disclosing environmental incidents. Keywords: Environmental Incidents, Media Coverage, Sustainability Report Abstrak. Sekitar 70% kerusakan lingkungan di Indonesia disebabkan oleh kegiatan pertambangan. Perusahaan sudah selayaknya memberikan kontribusi sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap berbagai permasalahan yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan dan disajikan dalam laporan berkelanjutan (sustainability report). Studi ini bertujuan untuk meneliti environmental incide, pemberitaan media dan praktik pengungkapan sustainability report. Penelitian ini menggunakan teknik content analysis, data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan berkelanjutan perusahaan BUMN sektor pertambangan tahun 2020-2022 dan berita di media masa tentang environmental incide. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pengungkapan tanggung jawab sosial PT Aneka Tambang (ANTAM) tahun 2020-2022 adalah 56%, 58% dan 92%, rata-rata pengungkapan tanggung jawab sosial PT Timah tahun 2020-2022 adalah 49%, 53% dan 95% dan rata-rata pengungkapan tanggung jawab sosial PT Bukit Asam Tbk tahun 2020-2022 adalah 78%, 58% dan 88%. Sedangkan pemberitaan media lebih berfokus dalam menyampaikan berita-berita negatif yang diakibatkan oleh aktivitas operasional perusahaan dibandingkan dengan berita yang memuat upaya perusahaan dalam mengatasi kerusakan lingkungan. Hal tersebut juga berdampak pada peningkatan pengungkapan dalam sustainability report. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas dan transparansi pelaporan sustainability report khususnya dalam hal pengungkapan insiden lingkungan. Kata Kunci: Environmental Incidents, Pemberitaan Media, Sustainability Report How to Cite: Lestari, A. A., Nabila, F., & Cahyani, A. (2025). Environmental Incidents, Pemberitaan Media dan Praktik Pengungkapan Sustainability Report. PRODUCTIVITY: Journal of Integrated Business, Management, and Accounting Research, 25-35. http://doi.org/10.54373/product.v2i1.37 25 Lestari et al., Environmental Incidents, Pemberitaan Media … 26 PENDAHULUAN Seiring dengan perkembangan dunia bisnis, Manajemen perusahaan terus bergeser dari paradigma laba ke paradigma berkelanjutan. Artinya, dalam menjalankan kegiatan bisnisnya perusahaan saat ini dianjurkan untuk tidak hanya mementingkan laba saja tetapi juga harus memperhatikan pengelolaan lingkungan disekitar (Hapsari & Tidar, 2023). Konotasi berkelanjutan pertama kali di promosikan dalam konsep Triple Bottom Line yang secara sederhana tidak hanya berfokus pada nilai ekonomi saja tetapi juga pada nilai lingkungan dan sosialnya (Elkington, 2013). Kerusakan lingkungan tidak hanya disebabkan oleh faktor iklim dan cuaca saja tetapi juga disebabkan oleh aktivitas perusahaan (Khafid et al., 2020). Kasus pencemaran lingkungan sudah banyak terjadi di Indonesia, sekitar 70% kerusakan lingkungan di Indonesia disebabkan oleh kegiatan pertambangan. Sedangkan menurut peringkat Environmental Performance Index (EPI), Indonesia menempati urutan 133 dari 180 negara. Akibatnya, perusahaan diharapkan memberikan kontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (Loannou and Serafeim, 2019). Usaha-usaha pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan akan mendatangkan sejumlah keuntungan, diataranya adalah ketertarikan pemegang saham dan stakeholder terhadap keuntungan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab (Rusmaningsih & Setiadi, 2021). Hasil penelitian lain mengidentifikasi bahwa pengelolaan lingkungan yang baik dapat menghindari klaim masyarakat dan pemerintah serta meningkatkan kualitas produk yang pada akhirnya dapat meningkatkan keuntungan ekonomi (Gri et al., 2019). Entitas bisnis sudah selayaknya menyajikan suatu laporan yang dapat mengungkapkan bagaimana kontribusi mereka terhadap berbagai permasalahan yang terjadi disekitarnya serta mengevaluasi kinerja perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan (Ong and Djajadikerta, 2017). Dalam praktiknya, perusahaan melakukan pengungkapan tanggung jawab sosial yang disajikan dalam laporan tahunan dan laporan berkelanjutan (sustainability report). Para pemimpin perusahaan di dunia semakin menyadari bahwa pengungkapan laporan yang komprehensif akan mendukung strategi perusahaan. Pelaku bisnis menyadari bahwa pengawasan secara internal maupun pengawasan yang melibatkan pihak independent seperti media masa diperlukan untuk memastikan bahwa pengelolaan lingkungan dijalankan dengan benar dan berlangsung secara efektif. Dalam lingkungan bisnis saat ini, media masa memiliki peran yang sangat dominan dalam membentuk opini masyarakat terhadap aktivitas perusahaan. Media menyediakan informasi bagi masyarakat tentang aktivitas pencemaran serta pertanggung jawaban sosial yang telah dilakukan oleh perusahaan (Pratiwi & Chariri, 2013). Perusahaan dapat menanggapi insiden Lestari et al., Environmental Incidents, Pemberitaan Media … 27 yang mengancam legitimasi dengan menggunakan berbagai penelitian akuntansi melalui pelaporan media. Beberapa penelitian sebelumnya telah menggunakan perhatian media sebagai faktor untuk mengukur keprihatian masyarakat atau tekanan publik dalam menjelaskan pengungkapan sosial perusahaan (Deegan et al., 2002). Tekanan publik mempengaruhi perilaku pengungkapan perusahaan, dan apa yang disampaikan media merupakan bentuk tekanan publik atau keprihatian masyarakat (Pratiwi & Chariri, 2013). Sebagian besar penelitian tentang pertanggung jawaban sosial lebih fokus pada perusahaan swasta atau perusahaan multinasional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini secara khusus mengkaji pelaporan berkelanjutan di perusahaan BUMN sektor pertambangan di Indonesia yang masih terbatas. Hal ini menciptakan kesenjangan pengetahuan mengenai bagaimana BUMN di Indonesia menyusun, mengelola dan melaporkan tanggung jawaban mereka baik dari segi kualitas maupun keterbukaan informasi yang disajikan. Pemilihan perusahaan BUMN Sektor pertambangan didasarkan pada dampak besar yang ditimbulkan oleh sektor ini terhadap lingkungan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah entitas yang dikelola oleh pemerintah Indonesia yang berfungsi tidak hanya sebagai penggerak perekonomian negara tetapi juga diharapakan menjadi contoh dalam penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan (Kuswantoro et al., 2023). Atas dasar argumen di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah insiden lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas operasi perusahaan pertambangan memiliki efek pada inisiatif perusahaan dalam upaya pengungkapan dalam sustainability report serta menganalisis pengaruh peran media masa terkait dengan kegiatan perusahaan yang menyebabkan terjadinya insiden lingkungan berpengaruh terhadap pengungkapan dalam sustainability report. METODE Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Penelitian kualitatif memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengungkapan insiden lingkungan dalam laporan berkelanjutan. Objek penelitian ini adalah pemberitaan media mengenai insiden lingkungan dan laporan berkelanjutan (Sustainability Report) yang dipublikasikan oleh perusahaan BUMN sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan berkelanjutan (Sustainability Report) PT Aneka Tambang (ANTAM), PT Timah dan PT Bukit Asam Tbk Tahun 2020-2022 serta pemberitaan media yang memuat insiden lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas perusahaan. Data yang diperoleh dari laporan berkelanjutan dan pemberitaan Lestari et al., Environmental Incidents, Pemberitaan Media … 28 media akan dianalisis menggunakan analisis konten (content analysis) untuk menilai jenis insiden lingkungan yang diungkapkan, kualitas dan tingkat kedalaman pengungkapan, kesesuaian pengungkapan dengan standar GRI dan membandingkan pengungkapan antara perusahaan. HASIL PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Sustainability Report Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Aneka Tambang Tbk (Antam) telah melakukan dan melaporkan kegiatan tanggung jawab sosialnya dengan baik yang tercermin dari hasil coding item-item indikator pengungkapan pada tahun 2020-2022 dengan tiga aspek kinerja. Ketiganya menggambarkan bagaimana bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada stakeholders terhadap kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan dalam kegiatan operasional perusahaan. Berikut adalah penyajian tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan pada tahun 2020-2022 berdasarkan indikator dalam bentuk tabel. Tabel 1. Praktik pengungkapan Sustainability Report PT Antam Sustainability Report PT Antam Jumlah Stansar Pengungkapan Topik yang Spesifik Diharapkan Seri 200 13 (Ekonomi) Seri 300 32 (Lingkungan) Seri 400 40 (Sosial) Total 85 Pengungkapan Pengungkapan Pengungkapan Tahun 2020 Tahun 2021 Tahun 2022 Total Pengungkapan Total Pengungkapan Total Pengungkapan 4 8 13 18 15 28 26 26 37 48 49 78 Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pengungkapan sustainability repot pada PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berdasarkan pedoman GRI lebih banyak diungkapkan di tahun 2022 dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Lestari et al., Environmental Incidents, Pemberitaan Media … 29 Insiden Lingkungan pada Pemberitaan Media PT. Antam Tbk 14 15 10 10 7 8 4 5 1 1 2 2 2 4 1 0 Tahun 2020 Tahun 2021 Artikel Positif Tahun 2022 Artikel Negatif Jumlah Artiker yang Terkumpul Total Artikel Gambar 1. Insiden lingkungan pada pemberitaan media PT Antam Gambar di atas menunjukkan bahwa pengumpulan data dari artikel-artikel berita yang berasal dari 7 situs media masa, kemudian kelompokan menjadi dua artikel yaitu berita positif dan berita negatif. Pengelompokan artikel ini bertujuan untuk mengetahui fokus perhatian media mengenai pemberitaan terkait dengan kontribusi perusahaan dalam melakukan tanggung jawab sosial. Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa pemberitaan media lebih berfokus dalam menyampaikan berita-berita negatif yang diakibatkan oleh aktivitas operasional perusahaan dibandingkan dengan berita yang memuat upaya perusahaan dalam mengatasi kerusakan lingkungan. PT Timah Tbk Sustainability Report Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Timah Tbk telah melakukan dan melaporkan kegiatan tanggung jawab sosial dengan baik yang tercermin dari hasil coding item-item indikator pengungkapan pada tahun 2020-2022 dengan tiga aspek kinerja. Ketiganya menggambarkan bagaimana bentuk pertanggung jawaban perusahaan kepada stakeholders terhadap kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan dalam kegiatan operasional perusahaan. Berikut adalah penyajian tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial pada tahun 2020-2022 berdasarkan indikator dalam bentuk tabel. Lestari et al., Environmental Incidents, Pemberitaan Media … 30 Tabel 2. Praktik pengungkapan Sustainability Report PT. Timah Sustainability Report PT Timah Stansar Topik Spesifik Pengungkapan Tahun 2020 Pengungkapan Tahun 2021 Pengungkapan Tahun 2022 Jumlah Pengungkapan yang Diharapkan Total Pengungkapan Total Pengungkapan Total Pengungkapan 13 7 8 11 32 14 11 31 40 21 26 39 85 42 45 81 Seri 200 (Ekonomi) Seri 300 (Lingkungan) Seri 400 (Sosial) Total Pengungkapan sustainability repot pada PT. Timah Tbk berdasarkan pedoman GRI lebih banyak diungkapkan di tahun 2022. Artinya, dari tahun ketahun tingkap pengungkapan pertanggungjawaban sosialnya terus mengalami peningkatan yang cukup siginifikan. Insiden Lingkungan pada Pemberitaan Media PT. Timah TBK 20 16 15 8 10 5 1 3 4 4 4 5 10 6 3 0 0 Tahun 2020 Tahun 2021 Artikel Positif Tahun 2022 Artikel Negatif Jumlah Artiker yang Terkumpul Total Artikel Gambar 2. Insiden lingkungan pada pemberitaan media PT Timah Gambar di atas menunjukkan bahwa pengumpulan data dari artikel-artikel berita yang berasal dari 7 situs media masa, kemudian kelompokan menjadi dua artikel yaitu berita positif dan berita negatif. Pengelompokan artikel ini bertujuan untuk mengetahui fokus perhatian media mengenai pemberitaan terkait dengan kontribusi perusahaan dalam melakukan tanggung jawab sosial. Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa pemberitaan media lebih berfokus dalam menyampaikan berita-berita negatif yang diakibatkan oleh aktivitas operasional Lestari et al., Environmental Incidents, Pemberitaan Media … 31 perusahaan dibandingkan dengan berita yang memuat upaya perusahaan dalam mengatasi kerusakan lingkungan. PT. Bukit Asam Tbk Sustainability Report Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bukit Asam Tbk telah melakukan dan melaporkan kegiatan tanggung jawab sosial dengan baik dari hasil coding item-item indikator pengungkapan pada tahun 2020-2022 dengan tiga aspek kinerja. Ketiganya menggambarkan bagaimana bentuk pertanggung jawaban perusahaan kepada stakeholders terhadap kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan dalam kegiatan operasional perusahaan. Berikut adalah penyajian tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial pada tahun 2020-2022 berdasarkan indikator dalam bentuk tabel. Tabel 3. Praktik pengungkapan Sustainability Report PT Bukit Asam Sustainability Report PT Bukit Asam Stansar Topik Spesifik Seri 200 (Ekonomi) Seri 300 (Lingkungan) Seri 400 (Sosial) Rata-rata Pengungkapan Tahun 2020 Pengungkapan Tahun 2021 Pengungkapan Tahun 2022 Jumlah Pengungkapan yang Diharapkan Total Pengungkapan Total Pengungkapan Total Pengungkapan 13 9 7 11 32 25 22 28 40 32 20 36 85 66 49 75 Pengungkapan sustainability repot pada PT Bukit Asam Tbk berdasarkan pedoman GRI lebih banyak diungkapkan di tahun 2022, walaupun sempat mengalami penurunan ditahun 2021. Lestari et al., Environmental Incidents, Pemberitaan Media … 32 Insiden Lingkungan pada Pemberitaan Media PT. Bukit Asam 8 7 6 4 4 3 4 3 2 2 1 1 1 1 1 0 0 Tahun 2020 Tahun 2021 Artikel Positif Tahun 2022 Artikel Negatif Jumlah Artiker yang Terkumpul Total Artikel Gambar 3. Insiden lingkungan pada pemberitaan media PT Bukit Asam Gambar di atas menunjukkan bahwa pengumpulan data dari artikel-artikel berita yang berasal dari 7 situs media masa, kemudian kelompokan menjadi dua artikel yaitu berita positif dan berita negatif. Pengelompokan artikel ini bertujuan untuk mengetahui fokus perhatian media mengenai pemberitaan terkait dengan kontribusi perusahaan dalam melakukan tanggung jawab sosial. Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa pemberitaan media lebih berfokus dalam menyampaikan berita-berita negatif yang diakibatkan oleh aktivitas operasional perusahaan dibandingkan dengan berita yang memuat upaya perusahaan dalam mengatasi kerusakan lingkungan. DISKUSI Analisis pengungkapan Sustainability Repot PT Aneka Tambang Tbk (Antam) PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merupakan perusahaan pertama yang menerbitkan sustainability repot. PT Antam telah melakukan pelaporan sustainability report sejak tahun 2006 sehingga terhitung sudah 17 tahun menerbitkan sustainability report dan telah berkomitmen untuk terus melaporkan kegiatan sosialnya sebagai bentuk pertanggung jawabannya terhadap lingkungan sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kinerja sosial PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengungkapkan presentase paling tinggi dibandingakan dengan indikator ekonomi dan lingkungan. Hal ini disebakan oleh adanya tekanan dari pemangku kepentingan. Indikator sosial seringkali mencakup aspek yang langsung mempengaruhi karyawan, masyarakat dan pelanggan sehingga perusahaan cenderung lebih berfokus pada pengungkapan untuk menjaga Lestari et al., Environmental Incidents, Pemberitaan Media … 33 citra baiknya. Rata-rata pengungkapan tanggung jawab sosial PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berdasarkan pedoman GRI di tahun 2020 sebesar 56%, tahun 2021 sebesar 58% dan tahun 2022 sebesar 92%. Artinya pengungkapan yang disajikan dalam pelaporan sustainability report terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh tuntutan dari investor serta meningkatnya kesadaran pemangku kepentingan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas operasional perusahaan (Purwanti & Lestari, 2022). PT Timah Tbk PT Timah Tbk telah melakukan pelaporan sustainability repot sejak tahun 2007 maka, perusahaan telah menerbitkan sustainability report selama 16 tahun. Artinya, PT. Timah telah konsisten dalam melaporkan sustainability report. Walaupun pada tahun 2010 laporan keberlanjutan dibuat menjadi satu dengan laporan tahunan. Dan pada tahun 2019 Timah memutuskan untuk memisah kembali antara laporan keberlanjutan dengan laporan tahunan. Temuan dari tiga indikator sustainability repot PT Timah Tbk di tahun 2020-2022 menunjukan bahwa indikator kinerja sosial diungkapkan dengan presentase paling tinggi, kemudian disusul oleh indikator lingkungan dan indikator ekonomi yang menempati urutan dengan presentase paling rendah. Regulasi dan standar pelaporan tanggung jawab sosial di berbagai negara lebih menekankan pada aspek sosial, hal ini memaksa perusahaan untuk memberikan perhatian lebih pada indikator tersebut. Rata-rata pengungkapan tanggung jawab sosial PT Timah Tbk berdasarkan pedoman GRI di tahun 2020 sebesar 49%, tahun 2021 sebesar 53% dan tahun 2022 sebesar 95%. Artinya pengungkapan yang disajikan dalam pelaporan sustainability report terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Hal perusahaan yang berkomitmen untuk terus meningkatkan tanggung jawab sosialnya dapat meningkatkan citra positif dimata masyarakat serta adanya tuntutan dari regulasi yang lebih ketat (Christine & Meiden, 2021). PT Bukit Asam Tbk PT Bukit Asam Tbk telah menerbitkan laporan keberlanjutan atau sustainability report (SR) sejak tahun 2007, perusahaan terlah konsisten dalam menerbitkan laporan keberlanjutan sesuai dengan Global reporting Initiative (GRI). Dan untuk saat ini sustainability report yang dipublikasi dalam website resmi dari tahun 2013 sampai dengan sekarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kinerja sosial PT Bukit Asam Tbk mengungkapkan presentase paling tinggi dibandingakan dengan indikator ekonomi dan lingkungan. Rata-rata pengungkapan tanggung jawab sosial PT Bukit Asam Tbk berdasarkan Lestari et al., Environmental Incidents, Pemberitaan Media … 34 pedoman GRI di tahun 2020 sebesar 78%, tahun 2021 sebesar 58% dan tahun 2022 sebesar 88%. Walaupun sempat mengalami penurunan ditahun 2021, tetapi kembali naik ditahun selanjutnya. Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan cenderung mengalami fluktuasi disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, salah satunya diakibatkan oleh kondisi ekonomi global yang tidak stabil. Insiden Lingkungan pada Pemberitaan Media Pemberitaan media tentang insiden lingkungan yang disebabkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Timah dan PT Bukit Asam Tbk dari tahun 2020-2023 di dominasi oleh pemberitaan negatif. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang isu-isu berkelanjutan, media semakin gencar melaporkan kasus-kasus pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem. Selain itu, tekanan dari organisasi non pemerintah dan komunitas lokal yang aktif mengekspos dampak negatif disebabkan oleh aktivitas bisnis memaksa media untuk menjadikan isu ini sebagai bagian dari agenda pemberitaan mereka (Pratiwi & Chariri, 2013). KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tingkat pengungkapan indikator kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan yang terdapat pada sustainability report PT Aneka Tambang Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Bukit Asam terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ketahun. Perusahaan berusaha mewujudkan kepedulian kepada lingkungan dengan semakin meningkatkan jumlah item yang dilaporkan pada sustainability report. Dalam melaporkan kinerja tersebut, tiga perusahaan BUMN sektor pertambangan memaparkan bukti kongkrit baik berupa penjelasan kegiatan maupun jumlah dalam angka yang mengerucut pada tujuan utama perusahaan. Dalam laporan sustainability report perusahaan telah melakukan tanggung jawab sosial sehubungan dengan proses bisnisnya, mulai dari pemasok, proses produksi dan penyediaan jasa, pelanggan, sampai dengan pasca penjualan. Pemberitaan media dalam menentukan isi artikel berita mengenai perusahaan lebih berfokus dalam menyampaikan berita-berita negatif yang diakibatkan oleh aktivitas operasional perusahaan dibandingkan dengan berita yang memuat upaya perusahaan dalam mengatasi kerusakan lingkungan. Luasnya pengungkapan yang dilakukan oleh PT Aneka Tambang Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Bukit Asam dalam sustainability report lebih banyak dibandingkan dengan kondisi pemberitaan media. Efek dari banyaknya pemberitaan negatif tersebut mengakibatkan peningkatan pengungkapan pada sustainability report sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat dan stakeholder. Lestari et al., Environmental Incidents, Pemberitaan Media … 35 REKOMENDASI Penelitian selanjutnya diharapkan dapat berfokus pada analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dan konsistesi pelaporan seperti kepatuhan terhadap standar internasional, tekanan pemangku kepentingan dan kondisi regulasi. Penelitian komparatif lintas negara atau lintas sektor juga dapat memberikan wawasan yang lebih luas mengenai perbedaan praktik pengungkapan dan kontektual yang mempengaruhi. REFERENSI Christine, Y., & Meiden, C. (2021). Analisis Pengungkapan Sustainability Report Pt. Waskita Karya (Persero) Tbk Dan Ytl Corporation Berhad Tahun 2018 Berdasarkan Gri Standards. Jurnal Akuntansi, 10(1), 1–7. https://doi.org/10.46806/ja.v10i1.794 Elkington, J. (2013). Enter the triple bottom line. The Triple Bottom Line: Does It All Add Up, 1(1986), 1–16. https://doi.org/10.4324/9781849773348 Gri, I., Kaitannya, D. A. N., & Proper, D. (2019). Analisis Pengungkapan Corporate Social Responsibility PT. Bukit Asam, Tbk Berdasarkan Global Reporting Initiatives (Gri) Dan Kaitannya Dengan Proper 1). 1(3). Hapsari, M. D., & Tidar, U. (2023). Analisis Penerapan Laporan Keberlanjutan ( Sustainability Report ) Terhadap Nilai Perusahaan Martania Dwi Hapsari. Khafid, M., Baroroh, N., Tusyanah, T., & Tyas, V. (2020). Analyzing the Determinants of Disclosures of Sustainability Report on LQ45 Companies. https://doi.org/10.4108/eai.296-2019.2290458 Kuswantoro, H., Sholihin, M., & Djajadikerta, H. G. (2023). Exploring the implementation of sustainable development goals: a comparison between private and state-owned enterprises in Indonesia. Environment, Development and Sustainability, 25(10), 10799–10819. https://doi.org/10.1007/s10668-022-02505-1 Pratiwi, K. P., & Chariri, A. (2013). Enviromental Incidents, Pemberitaan Media, dan Praktik Pengungkapan Lingkungan (Enviromental Disclosures): Studi pada Sustainability Report Asia Pulp and Paper Co., Ltd. Diponegoro Journal of Accounting, 0(0), 470–481. Purwanti, M., & Lestari, Y. D. (2022). Praktik Pengungkapan Sustainability Report dan Environmental Incidents: Studi pada Sustainability Report Perusahaan BUMN PT. Pertamina (Persero) Tahun 2017-2018. Portofolio: Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen, Dan Akuntansi, 18(1), 84–100. https://doi.org/10.54783/portofolio.v18i1.211 Rusmaningsih, R., & Setiadi, I. (2021). Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Corporate Financial Performance Dengan Corporate Social Responsibility Disclosure Sebagai Variabel Intervening. In Kompartemen : Jurnal Ilmiah Akuntansi (Vol. 19, Issue 1). https://doi.org/10.30595/kompartemen.v19i1.11219 Deegan, C., Rankin, M. and Tobin, J. (2002). An examination of the corporate social and environmental disclosures BHP from 1983-1997 a test of legitimamacy theory. Accounting, Auditing & Accountability Journal, Vol. 15 No. 3, pp. 312-43. Muhammad Khafid, Niswah Baroroh, and Tusyanah. 2019. Sustainability Report Tinjauan Teoritis Dan Riset T. Ong. (2012). Impact of corporate governance on sustainability reporting: Empirical study in the Australian resources industry. 1–20.