124 HEME : Health and Medical Journal pISSN : 2685 Ae 2772 eISSN : 2685 Ae 404x Available Online at : https://jurnal. id/index. php/heme/issue/view/76 Aktivitas Antibiofilm Ekstrak Air Akar Pasak Bumi (Eurycoma Longifoli. Terhadap Biofilm Candida Albicans Atcc 10231 Tinjauan Parameter Minimal Biofilm Inhibitory Concentration (Mbi. Dan Mean Gray Value (Mg. Jasmine Tarisha Azzahra1*. Eka Yudha Rahman2. Husnul Khatimah3 Program Studi Kedokteran Program Sarjana. Universitas Lambung Mangkurat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Lambung Mangkurat Departemen Mikrobiologi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat Email : jasminetarish@gmail. Abstrak Pendahuluan: Kandidiasis adalah infeksi jamur yang bisa diobati dengan obat seperti flukonazol dan Namun, jamur bisa menjadi resisten dan bisa membentuk biofilm yang sulit diobati. Tanaman Eurycoma longifolia, atau pasak bumi yang berasal dari Kalimantan, mengandung zat bioaktif yang berpotensi sebagai antibiofilm. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antibiofilm ekstrak air akar Eurycoma longifolia terhadap biofilm yang dibentuk jamur C. albicans, berdasarkan parameter Minimum Biofilm Inhibitory Concentration (MBIC) dan nilai Mean Gray Value (MGV). Metode: Metode Penelitian ini eksperimental dengan rancangan true experimental post-test-only control-group design. Parameter yang diamati adalah Minimum Biofilm Inhibitory Concentration (MBIC) dan Mean Gray Value biofilm yang dihasilkan pada Candida albican dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40%, 80%, dan 100%, serta flukonazol 5% sebagai kontrol positif dan aquades steril sebagai kontrol negatif. Analisis data menggunakan Uji One-way Anova dan Post Hoc Duncan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan MBIC terdapat pada konsentrasi 10% dengan kejernihan sedang ( . MGV pada konsentrasi 100% merupakan rerata tertinggi dengan nilai 162. Hasil analisis one-way-Anova . <0. , menunjukkan efek yang dihasilkan tiap kelompok perlakuan adalah berbeda bermakna. Uji Duncan ( 0,. , menghasilkan perbedaan bermakna rata-rata MGV dari setiap konsentrasi tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif flukonazol 5%. Kesimpulan: Simpulan penelitian adalas ekstrak air akar E. menunjukkan aktivitas antibiofilm terhadap Candida albicans. Kata kunci: Biofilm. Candida albicans. Eurycoma longifolia. Mean Gray Value. MBIC. Abstract Introduction: Candidiasis is a fungal infection that can be treated with medications such as fluconazole and However, fungi can develop resistance and form biofilms that are difficult to treat. Eurycoma longifolia, or pasak bumi, a plant native to Kalimantan, contains bioactive compounds with potential antibiofilm Aims: This study aims to investigate the antibiofilm activity of Eurycoma longifolia root water extract against biofilms formed by C. albicans, based on the Minimum Biofilm Inhibitory Concentration (MBIC) and Mean Gray Value (MGV) parameters. Method: This experimental study used a true experimental post-testonly control-group design. The observed parameters were MBIC and MGV of biofilms formed by Candida albicans at concentrations of 5%, 10%, 20%, 40%, 80%, and 100%, as well as 5% fluconazole as a positive control and sterile aquadest as a negative control. Data analysis used One-way ANOVA and Post Hoc Duncan Result: The results showed that the MBIC was at a concentration of 10% with moderate clarity ( . The MGV at 100% concentration had the highest mean value of 162. One-way ANOVA analysis . <0. showed significant differences in effects among treatment groups. Duncan's test ( 0. showed that the mean MGV Health and Medical Journal HEME. Vol VII No 2 May 2025 differences among concentrations were not significantly different from the positive control fluconazole 5%. Conclusion: In conclusion. longifolia root water extract exhibits antibiofilm activity against Candida Keywords: Biofilm. Candida albicans. Eurycoma longifolia. Mean Gray Value. MBIC. Email : heme@unbrah. Heme. Vol VII No 2 May 2025 PENDAHULUAN Candida albicans (C. adalah salah satu spesies jamur yang berperan sebagai flora normal pada bagian mukosa jaringan, kuku dan kulit. Candida albicans dapat berproliferasi, koloni dari C. albicans dapat membentuk biofilm, menginvasi jaringan dan menyebabkan infeksi oportunistik yang disebut sebagai penyakit kandidiasis. Kandidiasis menggunakan farmakoterapi oral seperti flukonazol atau ketokonazol, obat-obatan tersebut merupakan antijamur golongan Azole yang bekerja dengan menghambat biosintesis dinding sel ergosterol pada membran sel C. albicans, menghambat biosintesis RNA. Efek samping dari kekambuhan infeksi dan perkembangan resistensi obat. Biofilm memiliki sifat resistensi terhadap agen anti jamur, berperan sebagai reservoir, dan bersifat patogen. Kemampuan C. albicans membentuk biofilm, memerlukan pengobatan yang efektif tanpa efek samping. Dampak negatif dari obat antimikroba sintetis, memicu ditemukannya antimikroba alternatif berbahan alami/ Intensitas suatu biofilm dapat diukur berdasarkan nilai Mean Gray Value (MGV). dan untuk mengukur aktivitas antijamur suatu obat dapat diamati berdasarkan Minimum Biofilm Inhibitory Concentration (MBIC ). Diantara tanaman herbal yang memiliki efek antijamur adalah Eurycoma longifolia (E. longifolia Jac. (E. Menurut Noorcahyati. longifolia atau dikenal sebagai tanaman pasak bumi merupakan salah satu jenis tumbuhan berkhasiat obat etnis asli Kalimantan. Bagian akarnya tanaman ini telah dikenal dalam pengobatan tradisional terkenal di Asia Tenggara dan telah dikemabngakan oleh negara Barat sebagai komplementer/alternative. Aktivitas E. longifolia secara farmakologi yaitu sebagai antimalaria, antikanker, afrodisiak, antijamur, serta sebagai anti Pada ekstrak E. diketahui mengandung fitokimia berupa eurycomalactone, cathine-6-one alkaloid, juga senyawa fenolik, flavonoid, tanin, dan Hasil uji sediaan ekstrak air akar E. longifolia menghasilkan efek sebagai Ekstrak air akar E. antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan Gram negative. Pada uji in vitro, ekstrak air akar E. longifolia 10-100% terhadap albicans menghasilkan daya hambat yang lebih luas dibandingkan terhadap jenis bakteri yang diujikan. Tanaman E. longifolia telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat lokal dari sediaan rebusan untuk mengatasi afrodisiaka. Kandungan pada E. longifolia berpotensi Aktivitasnya secara in-vitro sebagai anti-Candida telah diketahui, tetapi aktivitasnya sebagai antibiofilm belum banyak diinformasikan. Hal ini menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini, yaitu menguji aktivitas ekstrak air E. pada biofilm yang dibentuk C. Pada penelitian ini, biofilm yang diamati dari isolat Candida albicans ATCC 10231. Metode menggunakaan metode tube-test dengan parameter Minimum Biofilm Inhibitory Concentration (MBIC) dan nilai Mean Gray Value (MGV). Health and Medical Journal HEME. Vol VII No 2 May 2025 II. METODE PENELITIAN Metode dengan rancangan true experimental posttest only control group design, dengan fokus penelitian pada daya antifungi perlakuan ekstrak air akar Eurycoma longifolia terhadap pembentukan biofilm Candida Parameter yang diamati adalah Minimum Biofilm Inhibitory Concentration (MBIC) dan Mean Gray Value biofilm yang dihasilkan pada Candida albicans. Perlakuan uji adalah ekstrak air akar longifolia menggunakan konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40%, 80%, dan 100% . Kontrol positif adalah flukonazol 5% dan kontrol negatif adalah aquades steril. Jumlah pengulangan untuk setiap kelompok adalah 3 kali, yang diperoleh berdasarkan hasil perhitungan menurut rumus Federer. Penelitian ini menggunakan sampel isolat Candida albicans ATCC 10231 sebagai fungi pembentuk biofilm dan sediaan antifungi ekstrak air akar E. Bahan penelitian yang digunakan adalah bagian daun dan kulit kayu Eurycoma longifolia yang diperoleh dari Dinas Perkebunan Kota Banjarbaru. Kalimantan Selatan. Fungi uji adalah isolat murni ragi C. albicans ATCC 10231. Bahan-bahan penelitian lainya yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah media Saboraud Dextrose Agar (SDA), media Brain Heart Ekstrakion (BHI). TSB (Trypticase Soy Brot. glycerol 10%. Phosphate Buffer Saline (PBS) pH 7,3, larutan standar Mc Farland 0,5 . etara jumlah fungi 1. 5 x 108 CFU/m. Deionized water. Kristal violet. Medium SGC (Saboraud Glucose Cai. Medium uji Congo red, flukonazol 5%, etanol 96%, dan aquadest steril. Alat-alat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah inkubator aerob Email : heme@unbrah. (CarboliteA), autoklaf (All AmericanA), (NationalE), . , meja laminary air flow (Holten MaxisafeA). Vacuum rotatory evaporator, oven (Carbolite A), neraca analitik, tabung reaksi (Pyrex BrandA), cawan petri (Pyrex BrandA), aluminium foil, gelas Erlenmeyer (IWAKIA), alat ekstraktor, spatula, pipet tetes, pinset, ose, korek api, kapas lidi steril, gelas beker, lampu spiritus, corong, kertas saring WH40, kain flannel, penjepit tabung, pisau steril, dan kertas saring Withman No. Hasil pembentukan biofilm pada tabung kemudian difoto dengan menggunakan kamera digital. Untuk mengetahui intensitas warna pada area cincin dan dinding tabung pada masing- masing kelompok maka Adobe Photoshop CS6 untuk mengetahui nilai Mean Gray Value pada biofilm yang terbentuk pada tabung dengan konsentrasinya masingmasing. Selanjutnya untuk mengetahui intensitas warna pada area cincin dan dinding tabung pada masing- masing kelompok digunakan program aplikasi Adobe Photoshop CS5. Semakin rendah nilai Mean Gray Value menunjukkan intensitas warna yang semakin tebal, sementara semakin tinggi nilai Mean Gray Value menunjukkan intensitas warna yang semakin Aplikasi Adobe photoshop CS6 mampu mengukur mean gray value melalui measurement tool. Mean Gray Value dinyatakan dalam skala 0 Ae 255. Pengujian anti jamur dilakukan dengan metode dilusi atau seri pengenceran dengan interval pengenceran dua kali. Disiapkan 10 tabung reaksi, kemudian secara aseptis tiap tabung dimasukkan sebanyak 0,5 ml medium TSB glycerol 10%. Disiapkan perbenihan cair fungi C. albicans dengan membuat suspensi fungi dalam medium TSB glycerol 10%, kemudian konsentrasi suspensi dihomogenkan hingga setara larutan Mac Farland 0,5 . ,5x108 CFU/m. Selanjutnya mengisi tabung reaksi 1-6 dengan suspensi fungi dalam medium TSB Heme. Vol VII No 2 May 2025 glycerol 10% sebanyak 2 ml, 2 tabung lain . diisi sebanyak 4 ml dan 2 tabung lain berisi TSB glycerol 10% serta tabung berisi suspensi fungi uji tanpa perlakuan. Kemudian diambil sebanyak 2 ml dalam larutan ekstrak dalam tiap tabung kecil dicampurkan ke dalam tabung reaksi 1-6 sehingga didapatkan larutan sebanyak 4 ml dengan konsentrasi ekstrak Eurycoma longifolia pada masing- masing tabung sebagai berikut: Tabung 1: 100%. Tabung 2: Tabung 3: 50%. Tabung 4: 25%. Tabung 5: 10%, dan Tabung 6: 5%, dan Tabung 7: 0% . Tabung lainnya berisi suspensi C. albicans dan kontrol positif . lukonazol 0,5%), suspensi C. albicans dan kontrol negatif cairan aquades steril, medium TSB glycerol 10% tanpa perlakuan, dan suspensi C. albicans tanpa Seluruh tabung diinkubasikan selama 24 jam pada suhu 37AC. Setelah 24 jam, tabung dikeluarkan dari inkubator dan dicuci dengan PBS . H 7,. dan dikeringkan airnya. Tabung yang sudah dikeringkan diberi kristal violet . ,1%) 0,5 ml lalu kelebihan warna dibuang dan tabung dicuci dengan aquades steril . eionized wate. Pada tabung yang sudah dikeringkan, segera amati dan catat biofilm yang terbentuk pada dinding/ sisi dan dasar tabung. Kategori penilaian biofilm yaitu: sebagai 0 = tidak ada, 1 = lemah, 2 = sedang atau 3 = kuat. Nilai MBIC adalah konsentrasi terkecil yang menunjukkan pembentukan biofilm pada kategori 1 . Setelah deteksi MBIC, dilakukan uji konfirmasi MBIC pada media Congo red. Congo Red stain disiapkan sebagai larutan berair pekat dan diautoklaf . AC selama 15 meni. secara terpisah dari unsur penyusun media lainnya. Kemudian ditambahkan ke Brain Heart Infusion . g/L) yang diautoklaf dengan sukrosa . g/L) pada suhu 55AC. Setelah tercampur dengan pewarna merah Congo, media agar sebanyak 15 mL dituangkan ke dalam cawan petri steril. Pelat Congo Red Agar diinokulasi dan diinkubasi secara aerobic 37EE selama 2-3 hari. Hasil positif ditunjukkan dengan koloni hitam dengan kering konsistensi kristal. Produsen non biofilm biasanya tetap ada Merah Jambu. Percobaan dilakukan dalam rangkap tiga dan diulang sebanyak tiga kali. Pada data penelitian ini, penentuan nilai Minimum Biofilm Inhibitory Concentration (MBIC) sedangkan pada data Mean Gray Value dianalisis statistik menggunakan SPSS versi 0 for Windows. Jumlah sampel penelitian ini termasuk pada skala yang diuji kecil (<. , sehingga pada data Mean Gray Value dilakukan uji normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan uji homogenitas varians menggunakan uji LeveneAos test. Pada data penelitian ini didapatkan hasil data Analisis untuk membuktikan ada tidaknya efek dari semua perlakuan diuji One-way Anova Selanjutnya untuk mengetahui perbandingan efek yang dihasilkan dari tiap,perlakuan menggunkan uji Post- hoc Duncan. Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% ( = 0,. HASIL Hasil pengamatan secara kualitatif, dari hasil perlakuan ekstrak akar E. longifolia terhadap pembentukan biofilm C. albicans pada tubetest TSB glucose memperlihatkan tingkat kejernihan yang Suspensi yang berisi ekstrak akar E. longifolia 10% memperlihatkan mulai jernih atau suspensi dengan tingkat kejernihan sedang ( . Hasil tube-test yang tercantum (Tabel . , menunjukkan MBIC yang dihasilkan ekstrak ekstrak akar E. pada biofilm C. albicans terjadi pada konsentrasi 10%. Hasil uji konfirmasi pertumbuhan suspensi MBIC 10% pada media CRA, memperlihatkan koloni C. Health and Medical Journal HEME. Vol VII No 2 May 2025 albicans kemerahan. TABEL 1. AKTIVITAS ANTIBIOFILM EKSTRAK AIR AKAR E. LONGIFOLIA TERHADAP BIOFILM CANDIDA ALBICANS BERDASARKAN TINGKAT KEKERUHAN SUSPENSI TUBE-TEST Berdasarkan (Tabel . , memperlihatkan tube- test dari ekstrak air akar E. pada konsentrasi di atas 10% tampak lebih jernih, artinya didapatkan efek antibiofilm terhadap biofilm C. Efek antibiofilm juga ditunjukkan dari perlakuan TSB Glucose 5% dan aquades steril tidak menghasilkan efek antibiofilm. Pengujian dengan metode tube- test dapat menilai MBIC dan konfirmasi pada media CRA yang memperlihatkan efek antibiofilm, tampak koloni C. albicans berwarna merah muda. Berdasarkan pengamatan secara kualitatif, maka hipotesis pada penelitian ini diterima, yaitu terdapat efek antibiofilm dari ekstrak air akar E. longifolia terhadap biofilm yang dibentuk C. albicans, berdasarkan parameter MBIC. Hasil pengamatan secara kuantitatif yaitu pada tube test dari semua perlakuan dan kontrol positif dalam media TSB glucose 5%, tampak memperlihat bentukan film berupa cincin pada suspensi dan film keunguan pada dinding tabung yang Email : heme@unbrah. menunjukan keberadaan biofilm C. Hasil bilasan tube-test dengan deionized water dan pengeringan tabung dapat menilai besaran intensitas biofilm C. Intensitas biofilm diamati berdasarkan Mean Gray Value (MGV) yang diukur dengan Keterangan: EAAL: ekstrak air akar E. GAMBAR 1. RATA-RATA MEAN GRAY VALUE (MGV) DARI EKSTRAK AIR AKAR EURYCOMA LONGIFOLIA DAN KONTROL TERHADAP BIOFILM C. ALBICANS Gambar 1 memperlihatkan rata-rata MGV dari setiap kelompok perlakuan ekstrak akar longifolia dan kontrol yang bervariasi. Kontrol Aquadest steril dan TSB Glucose menghasilkan rerata MGV paling rendah dengan nilai 100,067. Kontrol Flukonazol 5 % menghasilkan rerata MGV sebesar 144,309 dan pada perlakuan ekstrak akar Eurycoma longifolia 5%, 10%, 20%, 40%, 80%, dan 100% menghasilkan rerata MGV secara berurutan yaitu sebesar 102,494. 108,965. Hasil ini menunjukkan bahwa Aquadest steril dan media TSB Glucose 10% yg sudah menghasilkan efek penghambatan pada biofilm C. albicans, sedangkan flukonazol 5 % dan ekstrak akar E. menghasilkan efek penghambatan pada pembentukan bio film C. Pemberian ekstrak E. longifolia yang meningkat, dapat Heme. Vol VII No 2 May 2025 meningkatkan nilai MGV. IV. PENUTUP TABEL 2 HASIL UJI POST HOC DUNCAN (UBD) ANTIBIOFILM EKSTRAK AKAR EURYCOMA LONGIFOLIA TERHADAP BIOFILM CANDIDA Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat daya hambat dari ekstrak air akar Eurycoma longifolia terhadap pembentukan biofilm Candida albicans, berdasarkan nilai Minimum Biofilm Inhibitory Concentration (MBIC) dan nilai Mean Gray Value (MGV). Hasil tube-test dari ekstrak air akar longifolia pada konsentrasi di atas 10% tampak lebih jernih, artinya didapatkan efek antibiofilm terhadap biofilm C. Efek antibiofilm juga ditunjukkan dari perlakuan flukonazol 5%, sedangkan media TSB Glucose 5% dan aquades steril tidak menghasilkan efek antibiofilm. ALBICANS Berdasarkan hasil analisis uji Post Hoc Duncan pada tingkat kepercayaan 95% (Tabel . , menunjukan bahwa perbandingan rata-rata MGV antara kontrol negatif dengan semua kelompok perlakuan ekstrak akar E. longifolia dan dengan kontrol positif adalah berbeda bermakna. Perbandingan rata-rata MGV dari setiap ekstrak akar E. pada konsentrasi 5% sampai 100% adalah Flukonazol 0. Rata-rata MGV dari ekstrak E. longifolia KEDK 100% adalah tertinggi dari semua perlakuan yang diujikan termasuk perbandingannya dengan kontrol Hasil uji Post Hoc Duncan ini memperkuat hasil uji One Way Anova, bahwa ada pengaruh perlakuan ekstrak Eurycoma longifolia dalam menghambat Berdasarkan hasil-hasil analisis statistik, penelitian ini diterima, yaitu terdapat efek antibiofilm yang dihasilkan dari ekstrak akar Eurycoma longifolia terhadap biofilm yang dibentuk C. albicans berdasarkan parameter MGV. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan obat baru yang berbasis ekstrak air akar Eurycoma longifolia untuk mengobati infeksi jamur Candida Penelitian ini dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang mekanisme antibiofilm ekstrak air akar Eurycoma longifolia dan bagaimana cara kerjanya dalam menghambat pembentukan biofilm. DAFTAR PUSTAKA