PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA BI. NILAI KURS USD, DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) Periode Januari 2014 Ae Februari 2019 Dedy Noor Syahrani1. H Eddy Soegiarto2. Beatrix Tandirerung 3 Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : dedy02. patraniaga@gmail. Keywords : BI interest rates. USD exchange rates, inflation. CSPI ABSTRACT DEDY NOOR SYAHRANI: Influence of BI Interest Rate. USD Exchange Rate, and Inflation on the Compsite Stock Price Index (CSPI) for January 2014 - February 2019 period under the guidance of Mr. Eddy Soegiarto as Advisor I and Mrs. Beatrix Tandirerung as supervisor II. This research was conducted to determine the effect of the BI interest rate, the exchange rate of the rupiah against the USD, and inflation on the Composite Stock Price Index (CSPI) on January 2014 to February 2019 period, because the BI interest rate, the exchange rate of USD, and inflation always have an impact on CPSI movements. On this research, we used population all of BI interest rate data. USD exchange rates, inflation and CSPI listed on the official website of Bank Indonesia. While the sample selection are using purposive sampling method. The are 62 samples data from January 2014 to February 2019. The data obtained are secondary data. Classical Assumptions Testing used in this study are the Residual Normality Test. Multicollinearity Test. Heteroskedasticity Test, and Autocorrelation Test. While hypothesis in this case was resolved by using Multiple Linear regression analysis The results research indicate that the BI interest rate. USD exchange rate, and inflation have a significant effect well mannered by simultaneous or partial section on the CPSI in January 2014 - February 2019 period. This means that the three variables in this study can be used as a proposition to estimate the CPSI periodically. The conclusion of this study showed that if the BI interest rate and inflation increase, the CSPI will also increase. Meanwhile, if the USD exchange rate increases then it will decrease the CSPI. PENDAHULUAN Latar Belakang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pertama kali diperkenalkan pada tanggal 1 April 1983 sebagai indikator pergerakan harga semua saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) baik saham biasa maupun saham preferen. IHSG menggambarkan suatu rangkain informasi historis mengenai pergerakan harga saham gabungan, sampai pada tanggal IHSG merupakan angka indeks harga saham yang sudah disusun dan dihitung dengan menghasilkan trend, dimana angka indeks adalah angka yang diolah sedemikan rupa sehingga dapat digunakan untuk membandingkan kejadian yang dapat berupa perubahan harga saham dari waktu ke waktu. Kenaikan harga biasanya akan diikuti oleh naiknya laba perusahaan. Jika laba perusahaan naik, maka nilai saham perusahaan itu pun akan cenderung naik yang otomatis akan diikuti oleh kenaikan IHSG. Nilai kenaikan IHSG akan menarik minat investor untuk menginvestasikan sahamnya terhadap perusahaan-perusahaan terkait. Dalam perkembangan dunia bisnis sekarang, maka setiap perusahaan dituntut untuk mampu selalu meningkatkan kinerjanya demi tercapainya minat investor dan terget-target perusahaan lainnya. Ada beberapa faktor atau variabel ekonomi yang dapat mempengaruhi harga saham antara lain pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), produksi industri, inflasi, tingkat bunga, nilai tukar, pengangguran dan anggaran defisit. Menurut Anisya Nurul Paramita dalam penelitiannya mengambil kesimpulan bahwa tingkat inflasi berpengaruh signifikan positif tergadap IHSG, suku bunga BI berpengaruh secara signifikan negatif terhadap IHSG, sedangkan nilai tukar rupiah tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG dengan arah hubungan negatif. Dalam penelitian Taufiq menyimpulkan inflasi dan kurs berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG , sedangkan BI rate berpengaruh signifikan negatif terhadap IHSG. Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, penulis mengidentifikasikan masalah yang dijadikan bahan penelitian selanjutnya adalah mengenai AuPENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA BI. NILAI KURS USD. DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) Periode Januari 2014 Ae Februari 2019Ay. Rumusan Masalah Apakah tingkat suku bunga BI berpengaruh terhadap IHSG pada BEI periode Januari 2014 sampai dengan Februari 2019? Apakah nilai kurs USD berpengaruh terhadap IHSG pada BEI periode Januari 2014 sampai dengan Februari 2019? Apakah inflasi berpengaruh terhadap IHSG pada BEI periode Januari 2014 sampai dengan Februari 2019? Apakah tingkat suku bunga BI, kurs USD dan inflasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap IHSG pada BEI periode Januari 2014 sampai dengan Februari 2019? DASAR TEORI Manajemen Keuangan Pengertian manajemen keuangan menurut Sartono . : Definisi manajemen keuangan dapat dilihat dari kinerja manajer keuangan. Manajer keuangan merupakan pelaksana dari manajemen keuangan. Meskipun fungsi manajer keuangan pada setiap perusahaan berbeda namun secara prinsip fungsi utama manajer keuangan adalah merenacanakan, mencari, dan memanfaatkan melalui berbagai cara untuk mengoptimalkan efisiensi dari operasi-operasi perusahaan. Pasar Modal Pengertian pasar modal secara umum menurut Sartono . : AySuatu sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara di bidang keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredarAy. Tingkat Suku Bunga Bank (BI Rat. Tingkat suku bunga menurut Boediono . : AuTingkat suku bunga adalah harga dari penggunaan dana investasi . oanable fund. Ay. Sedangkan pengertian suku bunga menurut Sunariyah . adalah harga dari pinjaman. Suku bunga dinyatakan sebagai persentase uang pokok per unit waktu. Bunga merupakan suatu ukuran harga sumber daya yang digunakan oleh debitur yang harus dibayarkan kepada kreditur. Nilai Tukar Menurut Sukardi . : AuKurs atau nilai tukar adalah perbandingan nilai mata uang asing dengan mata uang dalam negeri . Ay. Tingkat Inflasi Diktip dari Syamsudin . : AuMakin tinggi kenaikan harga, makin turun nilai Inflasi adalah indikator pergerakan harga-harga barang dan jasa secara umum, yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beliAy. Harga Saham dan IHSG Menurut Fahmi . : AuPengertian saham adalah kertas tanda bukti penyertaan kepemilikan modal yang tercantum dengan nilai nominal, nama perusahaan dan diikuti dengan hak dan kewajiban yang dijelaskan setiap pemegangnya, persediaan yang siap untuk dijualAy. Pengertian harga saham menurut Darmadji . : AuHarga saham terjadi di bursa pada waktu tertentu. Harga saham bisa berubah naik ataupun turun dalam hubungan waktu yang begitu cepatAy. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG, menurut Jogiyanto . : AuIHSG merupakan angka indeks harga saham yang sudah disusun dan dihitung dengan menghasilkan trend, dimana angka indeks adalah angka yang diolah sedemikan rupa sehingga dapat digunakan untuk membandingkan kejadian yang dapat berupa perubahan harga saham dari waktu ke waktuAy. METODE Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan teknik Library Research, yaitu dengan mencatat atau menyalin data dari situs-situs resmi yang berwenang untuk mengeluarkan data-data yang dibutuhkan peneliti. Data sekunder di sini adalah data bulanan dari tingkat suku bunga BI. Kurs USD, data inflasi Negara Indonesia, dan data IHSG yang diperoleh dari situs resmi Bank Indonesia . dan situs resmi pasar modal . Alat Analisis Alat Anlisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Analisis Regresi Linier Berganda Menurut Sarjono . model yang digunakan dalam penelitian adalah: Dimana: = IHSG = konstanta b_1 = koefisien regresi tingkat suku bunga BI b_2 = koefisien regresi nilai kurs USD b_3 = koefisien regresi tingkat inflasi X_1 = tingkat suku bunga BI X_2 = nilai kurs USD X_3 = tingkat inflasi = error Pengujian Hipotesis Dalam penelitian ini, penulis menggunakan uji Goodness of Fit yang terdiri dari uji F . ji simulta. , uji t . ji parsia. dan uji koefisien determinasi. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis Analisis pengaruh tingkat suku bunga BI, nilai kurs USD, dan tingkat inflasi terhadap IHSG periode bulan Januari 2014 s. d bulan Februari 2019 dengan metode Regresi Linier Berganda dan Pengujian Hipotesis maka memperoleh hasil sebagai berikut : Hasil Analisis Uji Linieritas. Tabel 1. Uji Linieritas dengan Ramsey Test Equation: UNTITLED Value t-statistic F-statistic Likelihood ratio , . Probability Sumber : Data diolah menggunakan Eviews 7, 2019 Berdasarkan output diatas, diketahui besarnya nilai probability pada uji Ramsey adalah 0,0607 lebih besar dari pada = 0,05 hal ini berarti H0 diterima. Dan dapat disimpulkan bahwa variabel bebas memiliki hubungan linier dengan variabel terikat. Hasil Analisis Uji Normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Tabel 2. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences ,0000000 323,82995313 Absolute ,085 Positive ,061 Negative -,085 Test Statistic ,085 Asymp. Sig. -taile. ,200 Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber : Data diolah menggunakan SPSS 22, 2019 Berdasarkan output diatas, diketahui besarnya nilai kolmogorov-Smirnov adalah 0,085 lebih besar dari pada = 0,05 hal ini berarti H0 diterima. Dan dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. Hasil Analisis Uji Multikolinieritas Tabel 3. Uji Multikolineritas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. 5600,104 933,912 X1_SBI 196,786 49,447 X2_Kurs -,143 X3_Inflasi 122,675 Collinearity Statistics Beta Sig. Tolerance VIF 5,996 ,000 ,429 3,980 ,000 ,418 2,393 ,060 -,201 -2,378 ,021 ,681 1,468 41,942 ,342 2,925 ,005 ,356 2,812 Dependent Variable: Y_IHSG Sumber : Data diolah menggunakan SPSS 22, 2019 Berdasarkan tabel 3 diperoleh nilai VIF untuk masing-masing variabel adalah : VIF variabel Suku Bunga SBI = 2,393 < 10 VIF variabel Nilai Tukar Rupiah = 1,468 < 10 VIF variabel Inflasi = 2,812 < 10 Karena nilai VIF untuk semua variabel terikat < 10 maka dapat disimpulkan tidak terjadi gangguan multikolineritas antar variabel terikat atau dengan kata lain model regresi ini terbebas dari gejala multikolinieritas Hasil Analisis Uji Heteroskedastisitas Tabel 4. Uji White Heteroskedasticity Test: White F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. Sumber : Data diolah menggunakan Eviews 7, 2019 Berdarsarkan output uji White tabel 5. 3 diperoleh nilai Probability sebesar 0,0776 dan lebih besar dari = 0,05 ( prob > = 0,05 ), maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedasitas. Hasil Analisis Uji Autokorelasi Tabel 5. Uji Durbin-Watson Model Summaryb Model ,848a R Square ,719 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,704 332,09928 Predictors: (Constan. X3_Inflasi. X2_Kurs. X1_SBI Dependent Variable: Y_IHSG Sumber : Data diolah menggunakan SPSS 22, 2019 Durbin-Watson 1,732 Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat nilai dari uji Durbin Watson sebesar 1,732. Karena nilai probabilitas pada uji DW masih berada diantara dU dan . - dU), maka H0 diterima dan dapat disimpulkan bahwa model regresi bebas Autokorelasi. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 6. Uji Statistik Parsial Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. 5600,104 933,912 X1_SBI 196,786 49,447 X2_Kurs -,143 X3_Inflasi 122,675 Coefficients Beta Sig. 5,996 ,000 ,429 3,980 ,000 ,060 -,201 -2,378 ,021 41,942 ,342 2,925 ,005 Dependent Variable: Y_IHSG Sumber : Data diolah menggunakan SPSS 22, 2019 Berdasarkan tabel 5. 6 diatas. Hasil pengujian persamaan Regresi Linier Berganda dapat dijelaskan sebagai berikut : Uji Hipotesis Hasil Pengujian Hipotesis I Berdasarkan hasil olah data pada tabel 5 diperoleh nilai sig untuk variabel suku bunga BI adalah sebesar 0,000. Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 ditolak dan dapat disimpulkan variabel suku bunga BI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap IHSG. Hasil Pengujian Hipotesis II Berdasarkan hasil olah data pada tabel 5 diperoleh nilai sig untuk variabel nilai tukar rupiah adalah sebesar 0,021. Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 ditolak dan dapat disimpulkan variabel nilai tukar rupiah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap IHSG. Hasil Pengujian Hipotesis i Berdasarkan hasil olah data pada tabel 5 diperoleh nilai sig untuk variabel inflasi adalah sebesar 0,005. Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 ditolak dan dapat disimpulkan variabel infasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap IHSG. Hasil Pengujian Hipotesis IV Tabel 7. Uji Statistik Simultan ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 16332208,617 5444069,539 Residual 6396816,151 110289,934 Total 22729024,769 Sig. 49,361 ,000b Dependent Variable: Y_IHSG Predictors: (Constan. X3_Inflasi. X2_Kurs. X1_SBI Sumber : Data diolah menggunakan SPSS 22, 2019 Berdasarkan hasil olah data pada tabel 5. 7 diperoleh nilai sig adalah sebesar 0,000. Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 ditolak dan dapat disimpulkan bahwa secara simultan, variabel suku bunga BI, nilai tukar rupiah, dan infasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap IHSG. Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial, variabel independen yang diteliti berupa suku bunga BI, nilai tukar rupiah dan inflasi berpengaruh secara signifikan terhadap IHSG. Kesimpulan ini berdasarkan angka signifikansi yang lebih besar dari tingkat kepercayaan yang ditetapkan 5 % atau 0,05. Tabel 7. Uji Statistik Simultan Variabel Keterangan Suku bunga BI 196,786 3,980 0,000 Nilai tukar rupiah -0,143 -2,378 0,021 Inflasi 122,675 2,925 0,005 Sumber : Data diolah menggunakan SPSS 22, 2019 Pengaruh Suku Bunga BI terhadap IHSG Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa suku bunga BI berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Dilihat pada tabel 5. 8, koefisien regresi untuk variabel suku bunga BI ( X 1 ) adalah 196,786 menyatakan bahwa apabila suku bunga BI meningkat sebesar 1 %, maka akan mengakibatkan kenaikan nilai IHSG sebesar Rp. 196,786 dengan asumsi variabel lain bernilai Koefisien yang bernilai positif menunjukkan hubungan searah antara suku bunga BI dengan IHSG, yang berarti bahwa naiknya suku bunga BI akan diikuti oleh kenaikan IHSG. Sedangkan nilai sig sebesar 0,000 yang lebih kecil dari nilai alpha menyatakan hasil pengujian yang signifikan antara suku bunga BI dengan IHSG. Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis I, diperoleh kesimpulan pembahasan bahwa Hipotesis 1 diterima karena suku bunga BI berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Pengaruh Nilai Tukar Rupiah terhadap IHSG Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Dilihat pada tabel 5. 7, koefisien regresi untuk variabel nilai tukar rupiah (X. adalah Ae 0,143 menunjukkan bahwa apabila nilai tukar rupiah meningkat sebesar Rp 1,00 maka akan mengakibatkan penurunan nilai IHSG sebesar Rp 0,143 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap. Koefisien bernilai negatif menunjukkan hubungan tidak searah antara nilai tukar rupiah dengan IHSG, yang berarti bahwa naiknya nilai tukar rupiah akan diikuti penurunan nilai IHSG. Sedangkan nilai sig sebesar 0,021 yang lebih kecil dari nilai alpha menyatakan hasil pengujian yang signifikan antara nilai tukar rupiah dan IHSG. Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis II, maka diperoleh kesimpulan pembahasan bahwa Hipotesis II diterima karena nilai tukar rupiah berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Pengaruh Inflasi terhadap IHSG Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa inflasi berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Dilihat pada tabel 5. 7, koefisien regresi untuk variabel inflasi (X . adalah 122,675 menyatakan bahwa apabila inflasi meningkat sebesar 1%, maka akan mengakibatkan kenaikan nilai IHSG sebesar Rp. 122,675 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap. Koefisien yang bernilai positif menunjukkan hubungan searah antara inflasi dengan IHSG, yang berarti bahwa naiknya inflasi akan diikuti oleh kenaikan IHSG. Sedangkan nilai sig sebesar 0,005 yang lebih kecil dari nilai alpha menyatakan hasil pengujian yang signifikan antara inflasi dan IHSG. Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis i, maka diperoleh kesimpulan pembahasan bahwa Hipotesis i diterima karena inflasi berpengaruh signifikan terhadap IHSG. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Suku bunga BI berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG. Koefisien regresi untuk variabel suku bunga BI (X. adalah 196,786 menyatakan bahwa apabila suku bunga BI meningkat sebesar 1 %, maka akan mengakibatkan kenaikan nilai IHSG sebesar Rp196,786 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap. Koefisien yang bernilai positif menunjukkan hubungan searah antara suku bunga BI dengan IHSG, yang berarti bahwa naiknya suku bunga BI akan diikuti oleh kenaikan IHSG. Nilai kurs USD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG. Koefisien regresi untuk variabel nilai tukar rupiah (X. adalah Ae 0,143 menunjukkan bahwa apabila nilai tukar rupiah meningkat sebesar Rp1,00 maka akan mengakibatkan penurunan nilai IHSG sebesar Rp0,143 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap. Koefisien bernilai negatif menunjukkan hubungan tidak searah antara nilai tukar rupiah dengan IHSG. Inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG. Koefisien regresi untuk variabel inflasi (X. adalah 122,675 menyatakan bahwa apabila inflasi meningkat sebesar 1%, maka akan mengakibatkan kenaikan nilai IHSG sebesar Rp122,675 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap. Koefisien yang bernilai positif menunjukkan hubungan searah antara inflasi dengan IHSG. Secara bersama-sama ketiga variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap IHSG. Dari hasil penguian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Maka diputuskan H0 ditolak dan dapat disimpulkan bahwa secara simultan, variabel suku bunga BI, nilai tukar rupiah, dan infasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap IHSG. Saran