Jurnal Social Library, 1 . November . ISSN 2776-1592 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 51849/sl. Jurnal Social Library Available online https://penelitimuda. com/index. php/SL/index Pengaruh Senam Otak (Brain Gy. Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia Desa Karya Jadi Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat The Effect of Brain Gym on Cognitive Function in the Elderly of Karya Jadi Village. Batang Serangan District. Langkat Regency Fitriani Fadilla. *) & Nuryanti. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Haji Sumatera Utara. Indonesia *Corresponding author: fitrifadillah@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia di Desa Karya Jadi Kec. serangan dasar bumi. Langkat 2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan metode one group pre-test and post-test design. Jumlah populasi penelitian ini adalah 501, seluruh lansia di Desa Karya Jadi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel target sebanyak 23 subjek sampai kriteria peneliti terpenuhi dan penelitian Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t sampel berpasangan. Pada lansia, fungsi kognitif sebelum senam otak diperkirakan sekitar 14 orang mengalami gangguan kognitif, dan setelah senam otak . rain gy. , fungsi kognitif meningkat menjadi normal pada 10 responden. Hasil uji hipotesisJika nilai sip 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia. Kata Kunci: Fungsi Kognitif. Lansia. Brain Gym Abstract This study aims to determine the effect of brain exercise on cognitive function in the elderly in Karya Jadi Village. Kec. ground attack. Langkat 2021. This research uses a quasi-experimental type of research with one group pre-test and post-test design methods. The total population of this study was 501, all the elderly in Karya Jadi Village. The sampling technique was carried out using a target sample of 23 subjects until the researcher's criteria were met and the research was completed. Data analysis used in this study was paired sample t-test. In the elderly, cognitive function before brain exercise is estimated to be around 14 people with cognitive impairment, and after brain exercise, cognitive function increases to normal in 10 Hypothesis test results If the sip value is 0. 000 <0. 05 then Ho is rejected and Ha is accepted, this indicates that there is an effect of brain exercise on cognitive function in the elderly. Keywords: Cognitive Function. Brain Gym How to Cite: Fadilla. Fitriani & Nuryanti. Nuryanti. , 2021. Pengaruh Senam Otak (Brain Gy. Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia Desa Karya Jadi Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat. Jurnal Social Library, 1 . : 134-143. ISSN 2776-1592 (Onlin. PENDAHULUAN Proses menua merupakan proses panjang, tidak dimulai pada titik waktu tertentu tetapi merupakan proses seumur hidup yang dimulai sejak awal kehidupan (Maryam Sedangkan, permulaan tua menurut Undang-Undang No 13Tahun 1998 tentang lanjut usia menyebutkan bahwa umur 60 tahu adalah usia tua. Dan, ahli lain berpendapat bahwa memasuki masa tua berarti mengalami kemunduran, misalnya kemunduran fisik yang ditandai dengan kulut mengendur, rambut memutih, gigi mulai ompong, pendengaran kurang jelas, penglihatan semakin memburuk, gerakan lambat dan figure tubuh yang tidak proporsional (Nugroho, 2. Perkembangan ekonomi, perbaikan lingkungan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya kemajuan di bidang kedokteran, promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan pelayanan kesehatan, telah meningkatkan harapan hidup manusia. Akibatnya, populasi lansia meningkat dan cenderung meningkat pesat (Lilik, 2. Menurut Nugroho . , saat ini terdapat lebih dari 625 juta lansia di seluruh dunia . dari 10 orang berusia 60 tahun ke ata. di seluruh dunia, dan akan mencapai 1,2 miliar pada tahun 2025. Data dari US Bureau of the Census. Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan terbesar pada populasi lansia di seluruh dunia, 41,4%, antara tahun 1990-2025 (Maryam, 2. Berdasarkan prakiraan dasar Sensus Penduduk (SP) 2017, provinsi di Indonesia dengan UHH terendah ke tertinggi adalah DKI Jakarta . ,4 tahu. Jawa Tengah . ,7 tahu. dan Kalimantan Timur . ,9 tahu. https://penelitimuda. com/index. php/SL/index provinsi DIY . ,2 tahu. , (Kompas. Di Indonesia, populasi lansia semakin meningkat dengan berbagai masalah kesehatan dan penyakit khas lansia. Salah satu masalah yang akan banyak dihadapi adalah gangguan kognitif yang bermanifestasi dengan cepat dalam bentuk kebingungan dan kronis (Boedhi, et al Secara umum, orang mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor setelah mereka bertambah tua. Fungsi kognitif termasuk proses seperti belajar, persepsi, pemahaman, pemahaman, dan perhatian, yang memperlambat reaksi dan perilaku orang tua. Konstruksi psikomotorik termasuk yang terkait dengan impuls kehendak seperti gerakan, perilaku, dan koordinasi, yang menyebabkan berkurangnya kelincahan pada orang lansia (Lilik 2. Ketika kedua fungsi ini menurun, orang tua tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga mengakibatkan semakin bertambahnya ketidakmampuan tubuh dalam melakukan berbagai hal. Oleh karena itu, mereka secara bertahap kehilangan kemampuan untuk memecahkan masalah dan secara bertahap menjadi Kondisi ini menjadi tantangan bagi lansia untuk tetap sehat dan mandiri sehingga tidak membebani diri, keluarga, dan masyarakatnya (Lilik 2. Sampai sekarang ini prevalesnsi penurunan kognitif pada lansia menurut World Health Organitation (WHO) data laporan Kemenkes 2018 menyebutkan bahwa gangguan fungsi kognitif pada lansia meningkat secara global dan diperkirakan lebih banyak terjadi di negara berkembang dengan presentase 45% dari jumlah keselurahan dari lansia yang ada di dunia ,semua di akibatkan ISSN 2776-1592 (Onlin. lansia yang kurang melakukan aktifitas di hari tuanya yang sehingga menimbulkan berbagai penyakit yang akan dialami dimasa tua pada lansia (Kemenkes, 2. Penurunan kognitif bukanlah bagian normal dari proses penuaan. Penurunan kemampuan kognitif sering dijumpai, terkadang didahului dengan penurunan regulasi emosi, perilaku sosial dan motivasi (WHO, 2. Penurunan ini biasanya akan mengganggu fungsi kognitif secara keseluruhan yang berkembang dan Fungsi kognitif diperlukan sepanjang hidup manusia. Fungsi ini bertanggung jawab untuk keterampilan bahasa, memori, aritmatika, orientasi dan banyak proses berpikir lainnya. Kualitas fungsi kognitif juga akan mempengaruhi setiap orang yang memenuhi perannya dalam berbagai bidang kehidupan (Faham, 2. Sehingga dapat menurunkan kualitas hidup pada lansia yang berimplikasi pada kemandirian dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari (Nugroho, 2. Gangguan lain yang terjadi adalah kemampuan kognitif seperti pelupa, penurunan orientasi terhadap waktu, ruang, dan tempat, serta keengganan untuk menerima hal atau ide baru. Semua itu dikoordinasikan oleh otak yang merupakan pusat koordinasi dalam kehidupan seseorang. Sangat penting bahwa tidak dapat dikatakan bahwa seseorang meninggal sebelum otak berhenti berfungsi (Maryam et al, 2. Otak selain sebagai pengatur kehidupan yang berfungsi seumur hidup. Kemampuan kognitif di atur oleh otak di korteks serebrum dimana di fungsi utama otak ini terdapat neuron Ae neuron yang saling berhubungan terkait berfikir, memusatkan, bahasa, atensi, psikomotor https://penelitimuda. com/index. php/SL/index dan abstrak. Pada lansia yang kurang melakukan aktifitas yang baik maka fungsi korteks sebrebrum tersebut akan cenderung rusak dimana akan mengakibatkan berbagai masalah penyakit yang terkait sistem saraf dan apabila kognitif lansia mengalami definit maka dapat mengakibatkan demensia (Ganong, 2. Dalam situasi seperti itu, seharusnya semua pihak, terutama keluarga, yang bertanggung jawab atas kesehatan, bukan hanya petugas kesehatan. Karena kesehatan adalah tanggung jawab setiap Menurut paradigma baru kesehatan masyarakat diarahkan pada promosi, pencegahan dan rehabilitasi, terutama dalam upaya peningkatan kesehatan lansia (Handayani, 2. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan lansia antara lain menjaga pola makan yang sehat, menghindari stres emosional, dan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga/senam. Senam masih merupakan aktivitas fisik yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh manusia agar terasa sehat dan segar. Aktivitas fisik ini dilakukan untuk menjaga dan mempertahankan fungsi agar organ tubuh dapat berfungsi secara optimal. Seperti bagian tubuh lainnya, otak manusia membutuhkan aktivitas yang dapat merangsang dan mempertahankan kinerja yang Apalagi pada usia lanjut, otak (Widianti, 2. Salah satu cara untuk menjaga fungsi kognitif pada lansia adalah dengan menstimulasi otak melalui tidur dan istirahat. Hal ini membutuhkan konsentrasi atau perhatian, arah . empat, waktu, situas. dan memori. Menurut ahli senam otak di American Institute at Educational ISSN 2776-1592 (Onlin. Kinesiology. Paul E. Dennison Ph. Meski sederhana. Brain Gym dapat meningkatkan kemampuan kognitif lansia (Franc. Latihan otak dapat membantu menjaga kemampuan kognitif yang masih Latihan ini membantu daya ingat dan Pemberian pelatihan juga dapat membantu lansia dengan memanfaatkan secara optimal kemampuan yang ada. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan terus merangsang otak Anda. Saat ini, senam otak dan olahraga/latihan otak sedang diperkenalkan (Dennison, 2. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pipit Festi . menemukan bahwa senam otak yang dilakukan setiap hari selama 3 minggu mempengaruhi fungsi kognitif lansia. 7 dari 10 . %) pasien yang mendapat terapi senam otak mengalami peningkatan, dan hanya 3 . %) yang konstan. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan pada 2 Juli 2021 di Desa Karya Jadi. Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat, jumlah lansia menurut data Januari 2021 sebanyak 501 orang berusia 45 tahun ke atas. Di salah Poshyandu, melakukan studi awal, hasil wawancara umum dengan 55 orang lanjut usia, ditemukan sembilan orang mengalami penurunan kognitif. METODE Penelitian Ini menggunakan penelitian kuantitatif, yaitu peneltian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta kausalitas huunganhubunganya, dimana tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan dan https://penelitimuda. com/index. php/SL/index menggunakan model-model matetamtis, teori-teori atau hipotesis yang berkaitan dengan adanya fenomena atau masalag (Notoadmojo,2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Brain Gym terhadap fungsi kognitif lansia di Desa Karya Jadi Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat Tahun 2021. Desain studi adalah terstruktur untuk memungkinkan peneliti menjawab pertanyaan penelitian. Desain penelitian yang akan digunakan adalah quasi-experiment dengan one group pretest dan post-test. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Desa Karya Jadi adalah salah satu desa di wilayah Batang Serangan di Kabupaten Langkat. Sumatera Utara. Indonesia. Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat dengan 13 desa termasuk Desa Karya Jadi. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan merupakan suku Jawa. Beberapa Puskesmas terpadu Desa Karya Jadi, program yang berkaitan dengan lansia adalah Prolanis dan Pemberantasan Penyakit Tidak Menular. Terdapat 501 lansia di Desa Karya Jadi. Dari 65 lansia dengan demensia dan gangguan kognitif . ansia yang mengikuti kegiatan Prolanis/ Posbind. sebanyak 23 orang. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan lansia di bidang kesehatan. Pusquesmas secara rutin melakukan senam lansia seminggu sekali, dan melakukan pemeriksaan kesehatan lansia secara rutin sebulan sekali. Karakteristik penelitian pengaruh senam otak terhadap penurunan kognitif pada lansia di Desa ISSN 2776-1592 (Onlin. Karya Jadi Kec. Batang Serangan Kab. Langkat Tahun 2021, terdiri dari umur, jenis kelamin, pendidikan terakhir dan pekerjaan Tabel 1. Distribusi frekuensi data demografi pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia di Desa Karya Jadi. Kec. Batang Serangan Kab. Langkat Tahun 2021 Data Demografi Total Pria Perempuan Total SMA Total IRT Wiraswasta pegawai negeri Total Frekuensi Usia Responden Jenis kelamin Pendidikan Satu Pekerjaan Persentase% Berdasarkan Tabel 1 di atas, jumlah responden sebanyak 23 orang. Mayoritas responden berusia antara 60 dan 74 tahun, dengan 19 orang . ,6%), 13 wanita . ,5%), dan 17 lulusan sekolah menengah . ,9%) tampaknya menjadi %), sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh 11 anggota rumah tangga . ,8%). Tabel 2. Distribusi fungsi kognitif Desa Kec Karya Jadi sebelum memberikan senam otak pada lansia. di Desa Karya Jadi Kec. Batang Serangan Kab. Langkat Tahun 2021 Fungsi Kognitif Frekuensi Persentase Fungsi Kognitif Normal Probable Gangguan Kognitif Defnite Gangguan Kognitif Total Berdasarkan Tabel 2 didapatkan bahwa sebagian besar lansia mengalami gangguan kognitif sebanyak 14 orang . ,9%) sebelum dilakukan senam otak. https://penelitimuda. com/index. php/SL/index Tabel 3. Distribusi fungsi kognitif setelah diberikan senam otak . rain gy. pada lansia di Desa Karya Jadi Kec. Batang Serangan Kab. Langkat Tahun 2021 Fungsi Kognitif Frekuensi Persentase Fungsi Kognitif Normal Probable Gangguan Kognitif Defnite Gangguan Kognitif Total Berdasarkan Tabel 3, sebagian besar lansia mengalami perubahan fungsi kognitif normal setelah mengikuti senam otak sebanyak 10 orang . ,5%). Tabel 4. Pengaruh senam otak . rain gy. terhadap fungsi kognitif pada lansia di Desa Karya Jadi Kec. Batang Serangan Kab. Langkat Tahun Pre Post Mean 2,39 1,78 Mean 0,61 0,499 0,000 Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bahwa nilai mean sebelum dan sesudah senam otak memiliki selisih nilai sebesar 0,61 dari mean post-test. Artinya, jika pvalue 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diperbolehkan. Artinya ada pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif lansia di Desa Karya Jadi Kec. serangan dasar Langkat, meskipun terdapat lansia yang tidak mengalami perubahan sebelum dan sesudah beban otak pada fungsi kognitif pada lansia, yaitu 8 lansia masih berpeluang mengalami gangguan kognitif, 5 lansia masih mengalami gangguan kognitif yang bermakna, dan 10 lansia masih memiliki gangguan kognitif yang Orang yang lebih tua memiliki fungsi kognitif yang normal Hasil penelitian, terhadap 23 Kariyajadi kognitif sebelum diberikan senam otak, skor potensi gangguan kognitif adalah 1723, dengan rata-rata 17, total 14. ISSN 2776-1592 (Onlin. Hasil klasifikasi fungsi kognitif diperoleh dua skor yaitu skor 0-16 adalah total 9 orang, skor 17-23 adalah total 14 orang dengan gangguan kognitif jelas, dan skor 17-23 adalah total 14 orang, yang tidak termasuk dalam klasifikasi fungsi kognitif normal. Hasil penelitian ini, berdasarkan jenis kelamin, perempuan lebih banyak dari laki-laki, 13 perempuan . ,5%) dan 10 laki-laki . ,5%). Temuan penelitian ini didukung oleh pendapat Yeffe et al . yang menyatakan bahwa perempuan lebih berisiko mengalami penurunan Hal ini disebabkan peran kadar hormon seks endogen dalam penurunan Reseptor ditemukan di area otak yang berperan dalam fungsi belajar dan memori, seperti Estradiol di perkirakan bersifat neuroprotektif dan dapat membatasi kerusakan akibat stress oksidatif serta terlihat sebagai protektor sel saraf dari toksisitas amiloid pada pasien dimensia dengan gangguan fungsi kognitif. Dalam penelitian ini didapatkan bahwa mayoritas responden wanita mengalami gangguan kognitif lebih banyak daripada pria. Responden terdiri dari 16 perempuan dan 12 laki-laki. Sebagian besar responden dalam penelitian ini berusia 40-59 tahun. Hal ini sesuai dengan teori yang Green perempuan lebih banyak mengalami masalah fisik dan psikologis karena memiliki mekanisme koping yang lebih rendah dibandingkan laki-laki secara fisik dan psikologis, sehingga perempuan lebih cenderung mengalami ketegangan dan kecemasan, yang menjadi stressor tersendiri, membuat lansia lebih mudah stress dan mengalamai tekanan darah tinggi. https://penelitimuda. com/index. php/SL/index Dan seiring bertambahnya usia, lansia akan mengalami perubahan degeneratif dan penurunan fungsi tubuh. Salah satunya dapat mempengaruhi fungsi fisiologis Anda, dan perubahan ini disebabkan oleh penurunan hormon melatonin, yang dilepaskan pada malam hari. Hasil penelitian fungsi kognitif menurut karakteristik usia, 14 pasien . ,9%) berusia 60 hingga 64 memiliki jumlah tertinggi, dan 3 pasien . ,3%) berusia 75 tahun ke atas memiliki jumlah terendah, seluruh responden mengalami Hasil penelitian ini menunjukkan penurunan kognitif sebesar 16% pada kelompok usia 60-69 tahun, 21% pada kelompok usia 7074 tahun, dan terdapat hubungan positif antara usia dengan penurunan kognitif pada usia 80 tahun ke atas. Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan, dari 23 responden, pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga 11 orang . ,8 %). Hasil penelitian ini didukung oleh teori Scanlon et . 5% ikoaris 0 pada kuyang kan yang lalu ya dil akuyang kan aklansia a disetiap setiap harinya akan memberikan stimulasi pada otak karna otak salalu bekerja untuk Karakteristik responden menurut latar belakang pendidikannya, 17 . ,9%) dari 23 responden paling banyak mengenyam pendidikan SMA, dan tidak ada satupun yang tidak bergelar sarjana atau sarjana Hasil penelitian ini sesuai dengan teori Scanlon et . oleh , yang berarti bahwa kelompok dengan pendidikan tinggi memiliki lebih banyak waktu untuk belajar dan Di sini, membaca adalah cara untuk mencegah kepikunan, pelupa, dan penurunan kognitif. ISSN 2776-1592 (Onlin. Dalam penjelasan di atas, peneliti berpendapat bahwa usia merupakan faktor penyebab gangguan kognitif. Dengan kata lain, di atas usia 60 tahun, faktor lain yang dapat mempengaruhi fungsi kognitif adalah aktivitas seharihari, karena aktivitas sehari-hari dapat Secara fisik dan mental, pekerjaan tertinggi yang mengalami disfungsi kognitif dalam penelitian ini adalah anggota rumah tangga, disusul oleh perempuan berdasarkan jenis kelamin, dan tingkat pendidikan tertinggi adalah SMA. Hasil penelitian terhadap 23 responden setelah dilakukan senam otak . rain gy. didapatkan sebelum diberikan senam otak . rain gy. lansia yang mengalami definite gangguan kognitif dengan skor 1-16 sebanyak 9 orang setelah dilakukan senam otak . rain gy. menjadi 5 orang, probable gangguan kognitif dengan skor 17-23 sebelum dilakukan senam otak . rain gy. berjumlah 14 orang dan setelah dilakukan senam otak . rain gy. menjadi 8 orang, dan fungsi kognitif normal dengan skor24-30 sebelum senam otak . rain gy. tidak ada responden dan setelah diberikan senam otak . rain gy. menjadi 10 orang. Hal ini diasumsikan bahwa ada pengaruh pemberian senam otak . rain gy. terhadap fungsi kognitif Dari hasil observasi terdapat nilai fungsi kognitif yang meningkat banyak. Karakteristik usia yang paling banyak mengalami peningkatan fungsi kognitif tinggi adalah usia 60 Ae 74 tahun sebanyak 13 responden. Menurut teori Paul dan Gail E Dennison . , senam otak dapat meningkatkan kemampuan kognitif dengan cara merangsang seluruh bagian otak https://penelitimuda. com/index. php/SL/index untuk bekerja. Latihan senam otak juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi dan daya ingat. Latihan Otak Latihan dapat membantu keseimbangan fungsi otak. Baik otak kanan dan kiri . imensi latera. , otak belakang/batang otak dan lobus frontal . imensi konsentras. dan sistem limbik . dan korteks serebral . imensi konsentras. , neuroplastisitas Membentuk sinapsis baru dalam hubungan antar neuron. Senam otak memiliki gerakan terkoordinasi yang dapat merangsang aktivitas otak dan membuat lebih aktif. Penelitian ini sejalan dengan temuan yang dilakukan oleh Rinco Siregar . Latihan otak (Brainy. telah terbukti fungsi kognitif dan mengurangi demensia pada lansia. Hasil uji t-test menunjukan ada perbedaan skor fungsi kognitif sebelum dan sesudah diberikan senam otak . rain gy. pada lansia di UPT pelayanan sosial geriatri (P: = 0,001 < 0,. Dan karena penurunan demensia pada lansia ditunjukkan sebagai nilai (P: = 0,003 < 0,. , senam otak berpengaruh terhadap fungsi kognitif dan mengurangi demensia pada lansia. Sebelum diberikan senam otak . rain gy. responden menunjukkan adanya kemampuan berfikir, pemfokusan dan mengingat kurang baik. Dan setelah diberikan senam otak . rain gy. responden mengalami kemampuan berfikir, pemfokusan dan mengingat menjadi lebih baik atau mengalami peningkatan Berdasarkan Tabel 4 hasil studi fungsi kognitif sebelum dan sesudah brain gyn, dan sebagai hasil dari statistik uji-T berpasangan dengan signifikansi 95%, nilai P = 0,000 < 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada ISSN 2776-1592 (Onlin. pengaruh yang signifikan senam otak terhadap fungsi kognitif. Kesimpulan dari uji statistik ini adalah ada pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia di Desa Karya Jadi Kec. Batang Serangan Kabupaten Langkat 2021. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Rochma Ages Setiawan . yang dilakukan sebanyak 8 kali selama sebulan pada 30 lansia di Panti Wherda Darma Bhakti Kasih Surakarta. Menurut penelitiannya, ada peningkatan fungsi kognitif sebelum dan sesudah perlakuan, dan skor rata-rata adalah - 16 poin sebelum dan sesudah senam otak . rain gy. dengan skor rata-rata 20 . =0,. < = 0,. , maka H0 ditolak yang berarti ada pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif lansia. Lansia di Posbindu yang diadakan secara rutin seminggu sekali di Desa Kariyajadi sendiri, secara rutin melakukan senam lansia, dan melalui kegiatan senam lansia tersebut mempromosikan proses menjaga kekuatan fisik dan kesegaran tubuh untuk merespon perubahan kondisi tubuh dapat memberikan dampak Sistem saraf pusat . , hormon, dan perubahan penting lainnya seiring bertambahnya usia. Fungsi kognitif meningkat setelah pemberian senam otak Aktivitas fisik dan fungsi kognitif, yaitu aktivitas fisik menurunkan tekanan darah, memelihara dan mengatur pembuluh darah otak, dan dapat dijelaskan sebagai penurunan tekanan darah karena fungsi sistem saraf Kontrol Gerakan Gerakan yang diinginkan seperti gerakan tangan, kaki, leher dan jari. Sistem saraf otonom berfungsi untuk mengontrol gerakan otomatis seperti fungsi pencernaan, proses kardiovaskular, dan gairah seksual. Sistem https://penelitimuda. com/index. php/SL/index saraf otonom terdiri dari subsistem yang berlawanan yang terdiri dari sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatis. Sistem saraf simpatis bertindak untuk meningkatkan rangsangan atau merangsang organ-organ Merangsang peningkatan denyut jantung dan pernafasan, menyebabkan penyempitan pembuluh darah tepi dan pelebaran pembuluh darah pusat, menurunkan suhu kulit dan ketahanan kulit, serta menghambat pencernaan dan aktivitas seksual (Sulistyarini, 2. Sebaliknya, sistem saraf parasimpatis bertindak untuk merangsang penurunan semua fungsi yang ditingkatkan oleh sistem saraf simpatik dan untuk merangsang peningkatan semua fungsi yang ditimbulkan oleh sistem saraf simpatik. Menurut Markam 2016, peningkatan aktivitas dalam satu sistem menghambat atau menghambat efek sistem lain selama sistem dalam tubuh dalam keseimbangan dan berfungsi normal. Dalam keadaan rileks, tubuh mengalami fase istirahat. Tubuh kemudian mengaktifkan sistem saraf parasimpatis. Tindakan parasimpatis mengurangi denyut jantung, laju pernapasan dan tekanan darah. Latihan otak juga dapat meningkatkan kadar oksida nitrat endotel, dan perfusi jaringan otak yang kuat, efek langsung pada otak, yaitu mempertahankan struktur saraf dan meningkatkan perluasan serabut saraf, sinapsis dan kapiler. Senam otak dapat membantu menyeimbangkan fungsi otak baik pada otak kanan dan kiri . imensi latera. , otak belakang/batang otak dan otak depan/lobus frontal . imensi foku. serta sistem limbik . dan rice brain/cerebral cortex . imensi foku. , saraf Latihan plastik, aktivitas yang tidak ISSN 2776-1592 (Onlin. biasa, atau aktivitas yang tidak bisa dilakukan bukanlah aktivitas rutin. Sinapsis baru terbentuk dalam hubungan antar sel Senam otak memiliki gerakan terkoordinasi yang dapat merangsang aktivitas otak dan membuat lebih aktif. SIMPULAN Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan tentang Pengaruh senam otak . rain gy. terhadap fungsi kognitif pada lansia di Desa Karya Jadi Kec. Batang Serangan Kab. Langkat Tahun Dapat disimpulkan bahwa: . Fungsi kogitif sebelum senam otak . rain gy. pada lansia di Desa Karya Jadi Kec Batang Serangan Kabupaten Langkat Tahun 2021 mayoritas lansia mengalami probable gangguan kognitif, . Fungsi kogitif setelah senam otak . rain gy. pada lansia di Desa Karya Jadi Kec Batang Serangan Kabupaten Langkat Tahun 2021 mayoritas lansia mengalami fungsi kognitif normal, . Terdapat pengaruh senam otak . rain gy. terhadap fungsi kognitif pada lansia di Desa Karya Jadi Kec. Batang Serangan Kab. Langkat Tahun Hasil uji paired sample t-test menunjukkan ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap perubahan dengan nilai p vaule 0,000 . <0,. DAFTAR PUSTAKA