The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Gaya Kepemimpinan Laissez Faire Kepala Sekolah dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di SMP Al-Furqon Boarding School Cimerak Dian Herdiana1. Sobirin2. Asep Saepurrohman3 1stitnu al farabi pangandaran . bangdian28@gmail. 2stitnu al farabi pangandaran . sobirin@gmail. 3stitnu al farani pangandaran . asepsaepurrohman67@gmail. Abstract . The laissez-faire leadership style is one of the leadership styles implemented at SMP Al-Furqon Boarding School Cimerak. JSTAF : characterized by granting extensive freedom to teachers and students Siddiq. Tabligh. Amanah, to make decisions and manage their own teaching and learning Fathonah On one hand, the freedom given to teachers and students can encourage innovation in the teaching and learning process. Vol 04 No 2 July 2025 However, on the other hand, the lack of supervision and guidance from the school principal can lead to a lack of coordination in the Hal : 414-424 learning process. The purpose of this research is to determine . how https://doi. org/10. 62515/staf. the laissez-faire leadership style of the principal at Al-Furqon Boarding School Cimerak is, and . how the students' academic performance at Al-Furqon Boarding School Cimerak is. The type of Received: 10 July 2025 research used in this study is qualitative. The data collection Accepted: 22 July 2025 techniques used are observation, interviews, and documentation. The Published: 31 July 2025 subjects in this study are the Principal. Teachers. Staff, and also PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Students of Al-Furqon Boarding School. The data analysis technique Penelitian dan Pengabdian Masyarakat in this research involves data collection, data reduction, data (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to presentation, and final conclusions. The validity of the data in this jurisdictional claims in published maps study is tested using triangulation techniques. The results of the and institutional affiliations. research indicate that . the leadership style of the school principal employs a laissez-faire leadership style, which allows teachers to try Copyright: A 2023 by the authors. new things in learning. The principal only receives information and Submitted for possible open access publication under the terms and conditions does not monitor specific data regarding student progress. of the Creative Commons Attribution (CC Students' academic performance improved because the teaching staff BY) ttps://creativecommons. org/licenses/by was given the freedom to create learning programs both inside and -sa/4. outside the classroom. Students are able to achieve good performance based on the assessments conducted daily up to the final semester exam. The habit of studying before exams and the use of report cards as a motivational tool also play an important role in enhancing students' enthusiasm for learning. Keywords . Laissez Faire Leadership Style. Student Learning Abstrak . Gaya kepemimpinan laissez-faire merupakan salah satu gaya kepemimpinan yang diterapkan di SMP Al-Furqon Boarding School Cimerak, ditandai dengan memberikan kebebasan yang luas Vol 04 No 2 July 2025 | 414 Gaya Kepemimpinan Laissez Faire Kepala Sekolah dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di SMP AlFurqon Boarding School Cimerak Dian Herdiana1. Sobirin2. Asep Saepurrohman3 kepada guru dan siswa untuk mengambil keputusan dan mengatur kegiatan belajar mengajar mereka sendiri. Di satu sisi, kebebasan yang diberikan kepada guru dan siswa dapat mendorong inovasi dalam proses belajar mengajar. Namun, di sisi lain, kurangnya pengawasan dan bimbingan dari kepala sekolah dapat menyebabkan kurangnya koordinasi dalam pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui . bagaimana gaya kepemimpinan laissez faire kepala sekolah di SMP Al-Furqon Boarding School Cimerak, . bagaimana prestasi belajar siswa di SMP Al-furqon Boarding School Cimerak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah. Guru. Staff dan juga Siswa SMP Al-Furqon Boarding School. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan akhir. Uji keabsahan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik trianggulasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa . gaya kepemimpinan kepala sekolah menggunakan gaya kepemimpinan laissez-faire, yang memungkinkan guru untuk mencoba hal-hal baru dalam pembelajaran. Kepala sekolah hanya menerima informasi dan tidak mengawasi data spesifik tentang perkembangan siswa. prestasi akademik siswa meningkat karena dewan guru diberi kebebasan untuk membuat program pembelajaran di dalam dan di luar kelas. Siswa mampu mencapai prestasi yang baik berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan setiap hari hingga ujian akhir semester. Pembiasaan belajar sebelum ujian dan penggunaan raport bahasa sebagai alat motivasi juga berperan penting dalam meningkatkan semangat belajar siswa. Kata Kunci . Gaya Kepemimpinan Laissez Faire. Prestasi Belajar Siswa Pendahuluan Peran Kepala Sekolah dalam Kebijakan Pendidikan Gaya kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai pengarah dan penggerak bagi seluruh komponen di sekolah. Dalam konteks ini. Permendikbud No. 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah memaparkan bahwa kepala sekolah harus memiliki kemampuan manajerial yang baik, serta mampu menerapkan berbagai gaya kepemimpinan . emokratik, otoriter, dan laissez-fair. yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan Gaya kepemimpinan digunakan dan ditunjukkan oleh seorang pemimpin tersebut untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan dalam proses kepemimpinan yang diaplikasikan dalam perilaku kepemimpinan seseorang untuk memengaruhi orang lain agar bertindak sesuai dengan apa yang dia inginkan (Prasetyo, 2. Gaya kepemimpinan terdiri dari: . Otokratis, membuat keputusan sepihak. Demokratis, melibatkan partisipasi dalam pengambilan keputusan. Gaya Laissez Faire, pemimpin umumnya memberi kebebasan penuh untuk membuat keputusan (Stephen P. Robbins, 2. Lebih spesifik bahwa gaya kepemimpinan laissez-faire adalah gaya di mana pemimpin menghindari tanggung jawab dan campur tangan dalam 415 | Vol 04 No 2 July 2025 Gaya Kepemimpinan Laissez Faire Kepala Sekolah dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di SMP AlFurqon Boarding School Cimerak Dian Herdiana1. Sobirin2. Asep Saepurrohman3 pengambilan keputusan sehingga anggota bebas berekperimen menentukan cara apa saja yang dianggap sesuai (Northouse, 2. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Furqon Boarding School Cimerak merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas dan berbasis agama kepada siswanya. Tentunya syarat dengan kepala sekolah yang memiliki gaya kepemimpinan yang sesuai. Gaya kepemimpinan laissez-faire merupakan salah satu gaya kepemimpinan yang diterapkan di SMP AlFurqon Boarding School Cimerak, ditandai dengan memberikan kebebasan yang luas kepada guru dan siswa untuk mengambil keputusan dan mengatur kegiatan belajar mengajar mereka sendiri. Prestasi belajar siswa merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pendidikan di sekolah. Prestasi belajar yang tinggi menunjukkan bahwa siswa mampu mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, sementara prestasi belajar yang rendah menunjukkan adanya masalah dalam proses pendidikan yang perlu diidentifikasi dan diatasi. Di SMP Al-Furqon Boarding School Cimerak, prestasi belajar siswa masih bervariasi dan belum sepenuhnya optimal. Beberapa siswa menunjukkan prestasi yang baik, sementara yang lainnya masih berada di bawah standar yang Penerapan gaya kepemimpinan laissez-faire oleh kepala sekolah telah menimbulkan berbagai dampak yang perlu diteliti lebih lanjut terutama di sektor prestasi belajar siswa. Di satu sisi, kebebasan yang diberikan kepada guru dan siswa dapat mendorong pembaruan dalam Guru dapat mengembangkan metode pembelajaran yang efisien dan sesuai dengan kebutuhan Namun, di sisi lain, kurangnya pengawasan dan bimbingan dari kepala sekolah dapat menyebabkan kurangnya koordinasi dan konsistensi dalam pelaksanaan pembelajaran, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap prestasi belajar Tujuan penelitian ini yakni bagaimana gaya kepemimpinan laissez faire kepala sekolah dalam peningkatan prestasi belajar siswa, mengidentifikasi masalah dalam proses pendidikan dan dampak gaya kepemimpinan terhadap prestasi siswa. Vol 04 No 2 July 2025 | 416 Gaya Kepemimpinan Laissez Faire Kepala Sekolah dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di SMP AlFurqon Boarding School Cimerak Dian Herdiana1. Sobirin2. Asep Saepurrohman3 Bahan dan Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yakni penelitian yang didasari dari pengalaman subjektif atau fenomenologikal yang dialami pada diri individu. Penggunaan metode penelitian kualitatif dilakukan dengan tujuan untuk memahami bagaimana gaya kepemimpinan laissez faire kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMP AL-FURQON BOARDING SCHOOL CIMERAK. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini penulis mengambil sumber data dari . Narasumber, yaitu Sekolah SMP Al-Furqon Boarding School Cimerak. Informan, yaitu berasal Dewan guru dan siswa. Dokumenter, yaitu berasal dari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan prestasi belajar siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi . , interview . , dokumentasi dan gabungan. Analisis data dilakukan sebelum memasuski lapangan, selama di lapangan, dan setelah di lapangan. Sebelum memasuki lapangan, analisis dilakukan terhadap hasil studi pendahuluan, atau data sekunder. Analisis data dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melukakan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai, bila jawabannya belum memuaskan akan akan dilanjutkan sampai tahap data dianggap berbobot. Aktivitas dalam analisis data yaitu data reduction, data display, data coclusion. Teknik keabsahan data dengan uji kredibilitas yang meliputi perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu, analisis kasus negatif, dan menggunakan bahan referensi. Hasil dan Pembahasan Gaya Kepemimpinan Laissez Faire Kepala Sekolah Kepala sekolah. Sehan Solahudin. Pd. I, menerapkan gaya kepemimpinan yang mendukung visi sekolah, yaitu menanamkan nilai-nilai ketakwaan, akhlakul karimah, dan prestasi. Ia percaya bahwa pemimpin harus memberi arahan yang jelas dan bekerja sama untuk meningkatkan kualitas sekolah. Selain itu, kepala sekolah menerapkan tekanan untuk mendisiplinkan dan menegaskan tanggung jawab guru 417 | Vol 04 No 2 July 2025 Gaya Kepemimpinan Laissez Faire Kepala Sekolah dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di SMP AlFurqon Boarding School Cimerak Dian Herdiana1. Sobirin2. Asep Saepurrohman3 mengembangkan diri selama sesuai dengan koridor pendidikan. Gaya kepemimpinan Laissez Faire dikatakan gaya kepemimpinan kendali bebas. Dalam hal ini bukan berarti tidak adanya sama sekali pimpinan. Kepemimpinan pada tipe ini melaksanakan perannya atas dasar aktivitas kelompok dan pimpinan kurang mengadakan pengontrolan terhadap bawahannya. Pada tipe ini pemimpin akan meletakkan tanggung jawab keputusan sepenuhnya kepada para bawahannya, pemimpin akan sedikit saja atau hampir tidak sama sekali memberikan pengarahan (White & Lippit: 2. Dalam wawancara, beberapa guru menyatakan bahwa kepala sekolah jarang hadir di sekolah, biasanya hanya untuk rapat. Ia memberi ruang bagi guru untuk berkontribusi dalam pengambilan keputusan dan menerima masukan. Dalam wawancara dengan Siswa-siswa, seperti Zahira dan Alin Sodikin, juga mengamati bahwa kepala sekolah jarang hadir dan lebih sering berinteraksi saat rapat atau upacara. Mereka menyatakan bahwa guru yang mengawasi kegiatan sehari-hari di Dalam buku "Leadership: Theory and Practice" oleh Peter Northouse . , yang menjadi indikator gaya kepemimpinan laissez faire yaitu: Kemandirian Tim. Anggota tim diberikan kebebasan untuk membuat keputusan dan mengelola tugas mereka sendiri tanpa campur tangan dari pemimpin. Minim Intervensi. Pemimpin cenderung tidak terlibat aktif dalam kegiatan seharihari tim dan jarang memberikan arahan atau umpan balik yang jelas. Delegasi Penuh. Pemimpin mendelegasikan tanggung jawab sepenuhnya kepada anggota tim, membiarkan mereka menentukan cara dan metode yang ingin mereka gunakan untuk menyelesaikan tugas. Kurangnya Pengawasan. Tidak ada pengawasan atau pemantauan yang ketat terhadap kemajuan atau hasil kerja tim, sehingga anggota tim memiliki kebebasan untuk bekerja dengan cara mereka sendiri. Partisipasi Secara Sukarela. Anggota tim dapat berpartisipasi dalam diskusi dan pengambilan keputusan ketika mereka merasa diperlukan, tetapi tidak ada tekanan untuk melakukannya. Responsif terhadap Permintaan. Pemimpin mungkin bersedia memberikan dukungan jika diminta, tetapi mereka tidak proaktif dalam mencari cara untuk membantu tim. Vol 04 No 2 July 2025 | 418 Gaya Kepemimpinan Laissez Faire Kepala Sekolah dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di SMP AlFurqon Boarding School Cimerak Dian Herdiana1. Sobirin2. Asep Saepurrohman3 Dengan penjelasan diatas berikut teori yang di pakai bahwa gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh kepala sekolah SMP Al-Furqon Boarding School adalah gaya kepemimpinan Laissez faire merujuk pada indikator yang dikemukakan para ahli. Prestasi Belajar Siswa Mc. Clelland menjabarkan bahwa prestasi belajar David C. Mc. Clelland dan J. Freund . menjelaskan bahwa prestasi belajar siswa memiliki indikator Kebutuhan Akan Prestasi (Need for Achievemen. Siswa dibekali keberanian untuk menghadapi dan mengatasi tantangan akademik demi tercapainya sebuah prestasi. Kebutuhan Akan Afiliatif (Need for Affiliat. Siswa bekerja sama dengan teman sekelasnya dalam tugas kelompok, sehingga menunjukkan keterampilan sosial yang Terjalinnya hubungan positif dengan guru dan teman sekelas, yang berkontribusi pada lingkungan belajar yang mendukung. Disamping itu pula partisipasi kelas yakni Keterlibatan aktif dalam diskusi kelas dan kegiatan Kebutuhan Akan Kekuasaan (Need for Powe. Siswa menunjukkan kemampuan memimpin dalam kelompok dan memotivasi teman-temannya untuk mengejar prestasi dengan jalan yang sehat. Siswa dibekali keberanian dalam mengambil peran menyangkut proyek dan kegiatan kelas, serta mampu mengorganisir dan Prestasi belajar siswa di SMP AL-Furqon Boarding School memiliki sistem penilaian yang relatif sama dengan lembaga pada umumnya, akan tetapi ada tambahan penilaian untuk siswa selain dari hasil ujian tengah semester maupun akhir semester. Berikut penjabaran dan data siswanya: Salah satu strategi yang dilakukan adalah mengumpulkan dan menganalisis data nilai siswa, termasuk nilai rapor akhir semester, nilai ulangan harian, dan persentase kehadiran. Proses evaluasi ini melibatkan guru untuk mendapatkan gambaran jelas tentang ketercapaian hasil belajar siswa. Jika ada siswa yang mengalami kesulitan, guru diharapkan dapat mengambil langkah-langkah untuk membantu mereka. Rapat internal sekolah juga dilakukan untuk membahas hasil nilai siswa, menciptakan kontrol dan perhatian dari kepala sekolah. Hasil ujian kemudian disampaikan kepada siswa dan orangtua di akhir semester, bersamaan dengan 419 | Vol 04 No 2 July 2025 Gaya Kepemimpinan Laissez Faire Kepala Sekolah dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di SMP AlFurqon Boarding School Cimerak Dian Herdiana1. Sobirin2. Asep Saepurrohman3 informasi prestasi non akademik. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan prestasi belajar siswa dapat meningkat secara efektif. Penulis harus mendiskusikan hasil dan bagaimana mereka dapat ditafsirkan dari perspektif penelitian sebelumnya dan hipotesis kerja. Temuan dan implikasinya harus didiskusikan dalam konteks seluas Arah penelitian masa depan juga dapat disorot. Data Siswa SMP Al-Furqon Boarding School Cimerak, yang baru berdiri selama 5 tahun, menghadapi stagnasi dalam jumlah siswa. Berdasarkan hasil wawancara, jumlah siswa pada tahun pelajaran 2022/2023 adalah 47 . laki-laki, 25 perempua. , tahun 2023/2024 sebanyak 44 . laki-laki, 24 perempua. , dan tahun 2024/2025 mencapai 45 . laki-laki, 26 perempua. Hal ini disebabkan oleh banyaknya sekolah tingkat SLTP di Kecamatan Cimerak. Prestasi Belajar Siswa Akademik Prestasi akademik siswa diukur melalui nilai raport siswa. Berikut ini data prestasi siswa pada tahun pelajaran 2023-2024: Semester 1: - Rata-rata HPTS: 83 (Max: 88. Min: . - Rata-rata HPAS: 83 (Max: 87. Min: . - Predikat: B . Semester 2: - Rata-rata HPTS: 84 (Max: 87. Min: . - Rata-rata HPAS: 84 (Max: 88. Min: . - Predikat: B Dari kedua data diatas maka SMP Al-Furqon Boarding School Cimerak mengalami peningkatan prestasi khususnya dibidang akademik. Salah satu upaya meningkatkan prestasi belajar khususnya di bidang akademik berdasarkan wawancara dengan bapak Ahmad kholiludin bahwa anak-anak sebelum melaksanakan ujian tengah semester maupun akhir semester guru-guru membimbing siswa untuk belajar pada malam Meskipun tidak dengan guru yang bersangkutan tapi setidaknya siswa membuka buku catatan mereka kembali. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara peneliti dengan siswa Zahira Kelas IX . bahwa sebelum pelaksanaan hari besok misalkan pelajaran matematika. Vol 04 No 2 July 2025 | 420 Gaya Kepemimpinan Laissez Faire Kepala Sekolah dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di SMP AlFurqon Boarding School Cimerak Dian Herdiana1. Sobirin2. Asep Saepurrohman3 kami dikumpulkan satu kelas untuk melaksanakan belajar malam sehabis pengajian di Kami membawa buku catatan masing-masing sekalian diperiksa oleh guru biasanya pa kholil yang suka membimbingnya atau bu IAoa. Dilanjutkan dengan wawancara ibu IAoadatul Adawiyah bahwa yang tidak di pesantren kami komunikasi dengan orangtua untuk membimbing anaknya menghafal dan belajar malam. Prestasi Belajar Siswa Non Akademik SMP Al-Furqon aktif mengikuti lomba dan kegiatan non akademik. Meskipun belum selalu meraih juara, siswa tetap mendapatkan pengalaman berharga. Untuk mendukung prestasi non akademik, sekolah menyediakan raport khusus yang mencakup pelajaran fikih, nahwu, shorof, dan Al-QurAoan, serta melaksanakan ujian "murojaAoah Ammah. Ibu IAoadatul Adawiyah mencatat bahwa setiap siswa memiliki potensi, dan dengan pelatihan intensif serta motivasi, mereka dapat mengembangkan bakatnya. Sekolah menilai proses belajar, bukan hanya hasil akhir, untuk memotivasi siswa Prestasi belajar merupakan kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat, prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, afektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seorang siswa belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut (Nasution: 2. Kepala sekolah membiasakan siswa untuk ikut pembelajaran diluar jam Jangan hanya terpaku oleh jam KBM saja, karena siswa di fase tingkat menengah harus ada yang betul-betul membimbing dan menjalurkan. Meskipun kepala sekolah tidak terjun langsung tapi setidaknya kepala sekolah mengetahui keadaan sekolahnya bagaimana. Disamping itu harus ada guru yang intens membimbing siswa apalagi di SMP AL-FURQON BOARDING SCHOOL CIMERAK ini hampir semua di Pondok Pesantren/Asrama jadi seluruh aktifitasnya terpantau. Yang dirumah untuk konsistensinya dengan membiasakan komunikasi ke orang tua tentang aktifitas di rumahnya masing-masing. Sebagai motivasi bagi siswa guru-guru berinisiatif menambah raport untuk hasil capaian siswa selama satu semester dengan mengadakan raport bahasa, yang didalamnya terdapat penilaian peleajaran tambahan seperti nahwu, fikih, hafidz, 421 | Vol 04 No 2 July 2025 Gaya Kepemimpinan Laissez Faire Kepala Sekolah dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di SMP AlFurqon Boarding School Cimerak Dian Herdiana1. Sobirin2. Asep Saepurrohman3 grammar, imla, dan ibadah amaliyah. Jadi siswa yang prestasinya kurang dibidang akademik akan ternilai juga di bidang non akademiknya. Lebih jauhnya bahwa pembiasaan belajar diluar jam pelajaran juga menjadi suatu nilai motivasi anak-anak untuk terus belajar berkarya dan menjadi pribadi yang baik. Prestasi belajar diartikan sebagai hasil dari proses pembelajaran yang mencerminkan sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan. Prestasi belajar tidak hanya sebatas hasil akademik, tetapi juga melibatkan kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam berbagai konteks kehidupan nyata (Tomaszewski et al. Dampak Gaya Kepemimpinan Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kepala sekolah memberikan kebebasan kepada guru dalam mengajar dan bereksperimen, yang membuat guru merasa nyaman dan terinspirasi. Hal ini mendorong kerjasama di antara guru untuk mencari metode pengajaran yang efektif. Meskipun demikian, sebagian guru merasa kurang arahan dari kepala sekolah, dan beberapa siswa merasa kurang termotivasi. Ibu IAoadatul Adawiyah menambahkan bahwa guru tidak ragu untuk mencoba metode baru, seperti belajar malam, karena tidak ada sanksi terkait feedback dari kepala sekolah. Kebebasan mengajar ini telah berdampak positif, dengan peningkatan prestasi siswa karena dorongan untuk bersaing. Di sisi lain dalam wawancara. Agus Mujahidin berpendapat bahwa kebebasan ini terkadang membuat guru kurang termotivasi untuk memikirkan target prestasi siswa, karena kepala sekolah kurang memberikan perhatian. Siswa, seperti Zahira dan Alin Sodikin, menunjukkan bahwa mereka termotivasi oleh guru dan wali kelas, meskipun apresiasi dari kepala sekolah jarang diterima. Secara keseluruhan, gaya kepemimpinan yang memberi kebebasan kepada guru berdampak pada kenyamanan dalam mengajar, namun ada tantangan dalam hal motivasi dan apresiasi dari kepala sekolah yang dapat mempengaruhi prestasi siswa. Dalam mengelola sekolah dengan gaya kepemimpinan laissez-faire, guru dan siswa cenderung diberi kebebasan yang lebih besar. Mereka tidak terlalu terlibat dalam pengambilan keputusan sehari-hari, yang membuat lingkungannya lebih fleksibel dan Observasi menunjukkan bahwa kepala sekolah lebih banyak bertindak sebagai Vol 04 No 2 July 2025 | 422 Gaya Kepemimpinan Laissez Faire Kepala Sekolah dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di SMP AlFurqon Boarding School Cimerak Dian Herdiana1. Sobirin2. Asep Saepurrohman3 fasilitator, memberikan bantuan ketika diperlukan, dan membiarkan guru dan siswa mengambil inisiatif. Menurut wawancara yang dilakukan dengan siswa, kepala sekolah tidak berada dalam lingkup pembelajaran secara langsung. Kepala sekolah hanya menerima informasi dari guru dan hanya menjadi fasilitator ketika dibutuhkan. Prestasi belajar siswa tehitung meningkat ketika kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan laissez faire. Siswa merasa lebih dihargai dan memiliki lebih banyak kendali atas proses belajar mereka. Namun, beberapa siswa juga mengatakan bahwa kurangnya bimbingan dapat menyebabkan kebingungan dan ketidakpastian dalam mencapai tujuan akademik. Guru menunjukan kemandirian dengan membuat dan mencoba berbagai teknik pembelajaran yang efektif untuk siswa. Guru juga tidak merasa canggung dan merasa takut mencoba hal-hal baru karena kepala sekolah hanya sebatas mengetahui. Namun beberapa guru memaparkan ketika memang tidak adanya intruksi dari kepala sekolah, guru juga hanya sebatas melaksanakan tugas mengajar saja kurang memotivasi siswanya untuk berprestasi. Kesimpulan Gaya Kepemimpinan Kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan laissez faire, memberikan kebebasan kepada guru untuk bereksperimen dalam pembelajaran, sementara ia berfungsi sebagai penerima informasi dan memberikan masukan hanya jika diperlukan. Prestasi belajar siswa diukur melalui ujian tengah semester dan akhir semester, menunjukkan hasil baik dengan kebebasan yang diberikan kepada guru untuk membuat dan melaksanakan pembelajaran. Pembiasaan belajar sebelum ujian dan laporan perkembangan juga memotivasi siswa dan memberi informasi kepada orang tua terkait perkembangan siswa di sekolah. Meskipun kepemimpinan ini, beberapa siswa merasa kebingungan dan ketidakpastian akan prestasi yang dikejar akibat kurangnya bimbingan dari kepala sekolah yang memadai dalam mencapai tujuan belajar maupun prestasi belajar itu sendiri. 423 | Vol 04 No 2 July 2025 Gaya Kepemimpinan Laissez Faire Kepala Sekolah dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di SMP AlFurqon Boarding School Cimerak Dian Herdiana1. Sobirin2. Asep Saepurrohman3 Referensi