Cudivia. Salim dan Daryatno: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Capital StructureA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAPITAL STRUCTURE PADA CONSUMER NON-CYCLICALS DAN CYCLICALS Vania Griselda Cudivia*. Susanto Salim dan Andreas Bambang Daryatno Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: vania. 125190177@stu. Abstract: This research aims to examine the factors that influence capital structure in consumer non- cyclicals and consumer cyclicals companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2020-2022. Factors that determine the capital structure include profitability, liquidity, tangibility and firm size. Sample was selected using purposive sampling method and the valid data was 17 companies. Data processing techniques using descriptive multiple correlation coefficient analysis, determination coefficient analysis, multiple linear regression test. F-test and t-test that helped by IBM SPSS statistics 27. Based on the results of simultaneous research tests, it shows that the variables profitability, liquidity, tangibility and firm size together have a significant influence on capital Based on the results of the partial test research, it shows that the profitability and liquidity variables individually have a significant negative effect on capital structure, while tangibility and firm size individually have an insignificant negative effect on capital structure. Keywords: Capital Structure. Profitability. Liquidity. Tangibility. Firm Size. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji tentang faktor-faktor yang mempengaruhi capital structure pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals dan consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2020-2022. Faktor-faktor yang menjadi determinan terhadap capital structure meliputi profitability, liquidity, tangibility dan firm size. Sampel penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling dan data yang valid adalah 17 perusahaan. Teknik pengolahan data menggunakan analisis koefisien korelasi berganda, analisa koefisien determinasi, uji regresi linear berganda, uji F, dan uji T yang dibantu oleh program IBM SPSS Statistics 27. Berdasarkan hasil uji penelitian simultan menunjukkan bahwa variabel profitability, liquidity, tangibility dan firm size secara bersama memiliki pengaruh signifikan terhadap capital structure. Berdasarkan hasil penelitian uji parsial menunjukkan bahwa variabel profitability dan liquidity secara individual memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap capital structure, sedangkan tangibility dan firm size secara individual memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap capital structure. Kata kunci: Likuiditas. Profitabilitas. Struktur Modal. Nilai Perusahaan. Ukuran Perusahaan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1014-1024 1014 Cudivia. Salim dan Daryatno: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Capital StructureA Pendahuluan Perekonomian Indonesia telah mengalami pergoncangan resesi tiga kali pada 1963, 1998 dan 2020/2021. Produk domestik bruto negara mencapai titik terendah pada tahun 2020 dengan pertumbuhan minus 2,07%. PDB negara berkontraksi, berfluktuasi, dan menurun selama empat kuartal, yaitu dari tahun 2020 . uartal kedu. hingga tahun 2021 . uartal pertam. Penyebab utama pelemahan ekonomi adalah merebaknya pandemi virus Covid-19 di China. WHO mendeklarasikan pandemi global terjadi pada 13 Maret Dalam penekanan penyebaran Covid-19. Indonesia melakukan pembatasan mobilitas aktivitas masyarakat. Pertumbuhan ekonomi ikut terjun bebas untuk ketiga kalinya pada tahun 2020 . ada kuartal kedu. dan menyusut sebesar 5,32% pada titik Kontraksi akan berlanjut dan berakhir pada tahun 2021 . uartal pertam. Sepanjang tahun 2020 di tengah masa resesi ekonomi, terlihat tren bagi perusahaan untuk melakukan aksi IPO. Sebanyak 51 perusahaan baru bergabung secara resmi di Bursa Efek Indonesia dengan perolehan dana IPO mencapai Rp 5. 4 triliun. Menurut Ernst & Young Global Report. Indonesia menjadi negara dengan jumlah perusahaan yang melakukan aksi IPO tertinggi di ASEAN pada tahun 2020, meski di tengah era pandemi. Aksi IPO di era pandemi disertai dengan peningkatan optimisme investor di pasar modal dibuktikan terjadi pertumbuhan investor baru di Indonesia. Pada tahun 2020, sektor barang konsumen primer dan sektor barang konsumen nonprimer mendominasi perusahaan yang melakukan IPO. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki banyak sektor. Di era perkembangan pasar modal yang bebas, persaingan perusahaan IPO semakin ketat dan kompetitif. Keputusan untuk membiayai melalui penerbitan saham membuat perusahaan harus mempertimbangkan kembali keputusan keuangan mereka. Keputusan pembiayaan adalah keputusan tentang menyeimbangkan penggunaan pembiayaan internal . aba ditahan dan ekuita. dan pembiayaan eksternal . enerbitan obligasi dan pinjaman dari ban. Investor menyambut positif keputusan perseroan yang melakukan aksi IPO, terbukti dengan bertambahnya jumlah investor baru yang signifikan. Investor biasanya memilih perusahaan dengan risiko kebangkrutan yang rendah untuk memperoleh pengembalian yang tinggi dalam jangka panjang. Usaha kecil masih memiliki potensi pengembangan usaha yang besar dibandingkan dengan usaha yang terlalu besar untuk Perusahaan yang lebih besar memiliki kapasitas dan pengalaman manajemen yang lebih besar dalam memitigasi risiko keuangan yang terkait dengan penggunaan utang dalam struktur modal. Berdasarkan fenomena tersebut, keputusan atas capital structure pada perusahaan yang melakukan aksi IPO menjadi salah satu yang paling terpengaruh dengan penurunan DER dan tren pembiayaan melalui investor besar di masa resesi. Dan dari sini dapat disimpulkan bahwa semakin kecil perusahaan maka perusahaan cenderung menggunakan pembiayaan ekuitas, baik pembiayaan internal maupun pembiayaan eksternal. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peneliti sebagai tolok ukur untuk penelitian selanjutnya dan bagi manajemen serta internal perusahaan dapat memberikan wawasan faktor-faktor yang mempengaruhi capital structure perusahaan dan menjadi bahan pertimbangan untuk memaksimalkan nilai perusahaan dan bagi investor diharapkan dapat memberikan acuan analitis yang lebih luas terhadap efisiensi suatu perusahaan dalam pengambilan keputusan investasi. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1014-1024 1015 Cudivia. Salim dan Daryatno: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Capital StructureA Kajian Teori Pecking Order Theory. Pecking order theory adalah teori yang mengungkapkan kecenderungan perusahaan untuk membuat keputusan tentang sumber pembiayaan. Teori ini dikemukakan oleh Donaldson . dan dikonfirmasi oleh Myers dan Majluf . Teori ini menunjukkan bahwa perusahaan akan lebih memilih terlebih dahulu pembiayaan internal daripada pembiayaan eksternal. Tujuan utama penggunaan pendanaan internal adalah sebagai sumber dana yang dihasilkan dari laba ditahan dan Dengan pembiayaan internal, perusahaan tidak perlu mengungkapkan informasi rahasia kepada pasar dan lebih mudah dikontrol oleh manajemen perusahaan. Jika perusahaan tidak memiliki dana yang cukup untuk membiayai bisnis maka perusahaan baru menggunakan alternatif pendanaan eksternal melalui utang. Perusahaan akan menggunakan utang karena biaya modal yang lebih rendah, pengendalian manajemen lebih besar, perusahaan tidak harus membagi laba dengan investor, dan perusahaan menerima laba lebih tinggi untuk keperluan pajak. Trade Off Theory. Trade off theory atau teori M&M adalah teori yang menjelaskan bahwa untuk memaksimalkan nilai perusahaan, perusahaan harus menyeimbangkan manfaat dan biaya perusahaan melalui penggunaan utang dan ekuitasnya. Teori ini ditemukan oleh Franco Modigliani dan Merton Miller pada tahun 1958 dalam penelitiannya AuThe Cost of Capital. Corporation Finance and the Theory of InvestmentAy. Perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan meningkatkan penggunaan utang karena biaya modal utang yang lebih rendah daripada ekuitas. Semakin tinggi tingkat utang maka semakin tinggi pula risiko kebangkrutan perusahaan yang dapat menurunkan nilai perusahaan. Perusahaan harus menggunakan hutang dan ekuitas secara seimbang berdasarkan faktor modal perusahaan, risiko kebangkrutan, pajak dan kebijakan pemerintah. Capital Structure Dependen. Capital structure merupakan perbandingan bagaimana perusahaan menggunakan penggunaan sumber dana yang dominan baik melalui utang maupun ekuitas agar perusahaan dapat mengoptimalkan dan memaksimalkan keuntungan. Keputusan atas struktur modal terkait dengan pembiayaan internal perusahaan . odal perusahaa. dan pembiayaan eksternal perusahaan . Oleh karena itu, perusahaan perlu menempatkan proporsi penggunaan dana dengan benar. Keputusan yang optimal akan membantu perusahaan untuk meminimalkan biaya modal dan juga risiko terjadinya bangkrut, sehingga nilai perusahaan pun akan meningkat. Profitability Independen. Profitability adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba relatif terhadap penjualan, aset, dan ekuitas. Berdasarkan Subramanyan . , rasio profitability adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari kegiatan operasional. Kelangsungan hidup dan pertumbuhan sebuah perusahaan berhubungan dengan rasio profitability perusahaan. Dari rasio ini perusahaan dapat mengevaluasi kinerja perusahaan dan perusahaan dapat mendasarkan pengambilan keputusannya pada profitability. Profitability yang positif dapat membiayai investasi, pengembangan usaha, membayar dividen dan memperkuat keuangan perusahaan. Liquidity Independen. Liquidity adalah rasio yang mengukur hubungan antara aset likuid perusahaan terhadap kewajiban lancar. Selain itu, rasio liquidity mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar tagihan tepat waktu pada saat jatuh tempo. Menurut Nindiani dan Arilyn . menyatakan liquidity adalah tingkat di mana suatu aset dapat dikonversi menjadi uang tunai tanpa kehilangan nilainya. Semakin besar dan meningkat rasio liquidity maka menandakan perfoma perusahaan semakin baik dan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1014-1024 1016 Cudivia. Salim dan Daryatno: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Capital StructureA berkembang dan begitu pula sebaliknya. Menurut Kasmir . rasio liquidity yang baik adalah 200% dengan rata- rata industri. Tangibility Independen. Tangibility adalah rasio yang menggambarkan seberapa besar persentase dari total aset perusahaan yang dapat dijaminkan kepada kreditur. Tangibility diukur pada skala rasio aset terhadap total aset. Firm Size Independen. Firm size adalah suatu rasio yang menggambarkan apakah suatu perusahaan kecil atau besar, dan dapat diklasifikasikan berdasarkan total aset, ukuran pohon, nilai pasar saham, dan lainnya. Firm size menjadi indikator bagi perusahaan pada kemungkinan kegagalan dalam membayar utang. Perusahaan besar memiliki kapasitas yang lebih besar, lebih terdiversifikasi, dapat memenuhi kewajiban krediturnya dan kecil kemungkinannya untuk mengalami kebangkrutan. Semakin besar perusahaan maka semakin mudah melakukan pengembangan modal melalui pasar saham, investor, maupun kreditur karena risiko kebangkrutannya yang lebih rendah daripada perusahaan berukuran kecil. Kaitan Antar Variabel Profitability dengan Capital Structure. Profitability dari sebuah perusahaan dapat menunjukkan tingkat kemampuan sebuah perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari kegiatan operasional. Berdasarkan penelitian Nindiani dan Arilyn . memprediksi adanya korelasi negatif antara profitability dengan capital structure. Perusahaan nirlaba cenderung memiliki lebih sedikit hutang dibanding ekuitas. Perusahaan yang berada di bawah tekanan profitabilitas yang negatif akan berusaha mencari pendanaan alternatif eksternal sehingga utang perusahaan akan meningkat Liquidity dengan Capital Structure. Liquidity perusahaan yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk memenuhi kemampuan jangka pendek dan memiliki risiko kebangkrutan yang rendah. Semakin buruk tingkat liquidity maka menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tidak mampu memenuhi kewajibannya sehingga perusahaan tersebut dapat memiliki kemungkinan untuk mengalami kebangkrutan. Selain itu, semakin tinggi liquidity maka perusahaan akan cenderung menggunakan pendanaan melalui utang jangka karena risiko kebangkrutan yang rendah. Tangibility dengan Capital Structure. Tangibility menunjukkan proporsi asset tetap perusahaan dalam total asset perusahaan. Besarnya asset tetap dapat menentukan keamanan hutang perusahaan. Aset tetap berwujud dalam jumlah besar yang dimiliki oleh perusahaan dapat Kreditur mengkategorikan pinjaman perusahaan dengan resiko rendah sehingga perusahaan mendapatkan pembiayaan utang dengan suku bunga yang lebih rendah daripada perusahaan dengan aset tetap yang lebih rendah. Firm Size dengan Capital Structure. Ukuran perusahaan dapat menunjukkan seberapa besar atau kecil suatu perusahaan yang diukur dengan total aset yang dimiliki. Semakin besar ukuran perusahaan, semakin kecil kebutuhan perusahaan untuk memperoleh dana dari sumber-sumber eksternal, seperti utang atau pembiayaan ekuitas. Perusahaan besar memiliki banyak opsi pembiayaan internal untuk mendanai investasi baru atau pertumbuhan bisnis, sehingga perusahaan besar cenderung memiliki lebih sedikit hutang dan lebih banyak ekuitas. Selain itu, semakin besar suatu perusahaan maka semakin mudah untuk mendapatkan pinjaman dibandingkan dengan perusahaan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1014-1024 1017 Cudivia. Salim dan Daryatno: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Capital StructureA Pengembangan Hipotesis Berdasarkan penelitian, profitability memiliki hubungan yang negatif dan pengaruh terhadap capital structure. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian Ariyani. Pangestuti dan Raharjo . danTriyono. Kusumastuti dan Palupi . menyatakan bahwa profitability berpengaruh negatif signifikan terhadap capital structure pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Namun bertentangan dengan hasil penelitian oleh Febriani dan Kristanti . menyatakan bahwa profitability berpengaruh positif tidak signifikan terhadap capital structure pada perusahaan infrastruktur, utilitas, dan transportasi di Indonesia. Serta penelitian yang dilakukan oleh Kusno dan Jonnardi . yang menyatakan bahwa profitability berpengaruh positif signifikan terhadap capital structure pada perusahaan manufaktur di Indonesia. H1: Profitability berpengaruh negatif signifikan terhadap capital structure. Hasil penelitian. Liquidity memiliki hubungan yang positif dan pengaruh terhadap capital structure. Hal ini bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Czerwonka dan Jaworski . dan Agustin. Indrastuti dan Tanjung . juga menyatakan bahwa liquidity berpengaruh negatif signifikan terhadap capital structure pada perusahaan otomatif di Indonesia. Serta penelitian yang dilakukan oleh Giovanni dan Rasyid . menyatakan bahwa liquidity berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap capital structure pada perusahaan manufaktur di Indonesia. H2: liquidity berpengaruh positif signifikan terhadap capital structure. Tangibility memiliki hubungan positif dan pengaruh terhadap capital structure. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Miswanto. Setiawan dan Santoso . menyatakan bahwa tangibility berpengaruh positif signifikan terhadap capital structure pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Namun hal ini bertentang dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Febriani dan Kristanti . menyatakan bahwa tangibility berpengaruh positif tidak signifikan terhadap capital structure pada perusahaan infrastruktur, utilitas, dan transportasi di Indonesia. Serta bertentang dengan penelitian yang dilakukan oleh Kusno dan Jonnardi . juga menyatakan bahwa tangibility berpengaruh negatif signifikan terhadap capital structure pada perusahaan manufaktur di Indonesia. H3: tangibility berpengaruh positif signifikan terhadap capital Firm size memiliki hubungan positif dan pengaruh terhadap capital structure. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian oleh Kartika. Fatimah dan Ladewi . menyatakan bahwa firm size berpengaruh positif signifikan terhadap capital structure pada perusahaan infrastruktur, utilitas, dan transportasi di Indonesia. Namun bertentangan dengan hasil penelitian oleh Arilyn . menyatakan bahwa firm size tidak berpengaruh terhadap capital structure pada perusahaan kimia yang terdaftar Bursa Efek Indonesia dari tahun 2014 sampai 2018. H4: firm size berpengaruh positif signifikan terhadap capital structure. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini seperti digambarkan dibawah ini. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1014-1024 1018 Cudivia. Salim dan Daryatno: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Capital StructureA Profitability (X. H1 (-) Liquidity (X. H2 ( ) Tangibility (X. H3 ( ) Firm Size (X. H4 ( ) Capital Structure (Y) Gambar 1. Kerangka Pemikiran Metodologi Metodologi pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Pemilihan sampel, metode yang digunakan adalah purposive sampling adalah perusahaan manufaktur dengan kriteria . perusahaan yang memiliki laporan keuangan dan diaudit terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara berturut-turut selama periode 2020-2022, . termasuk dalam consumer non cyclicals dan consumer cyclicals, . melakukan aksi IPO tahun 2020, . yang tidak melakukan relisting atau suspend pada periode 2020-2022. Variabel Operasional dan pengukuran yang digunakan adalah: Variabel Capital Structure Profitability Liquidity Tangibility Firm Size Tabel 1. Variabel Operasional Dan Pengukuran Sumber Ukuran Kartika. Fatimah, dan Ladewi . Arilyn. Nindiani. dan Arilyn, . Kartika. Fatimah, dan Ladewi . Kartika. Fatimah, dan Ladewi . Skala Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Hasil Uji Statistik dan Kesimpulan Uji Asumsi Klasik. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis maka dilakukan uji asumsi klasik yang terdiri dari Uji Normalitas. Uji Autokorelasi. Uji Heteroskedasitas dan Uji Multikolinieritas. Uji normalitas yang digunakan dalam penlitian ini adalah uji non- Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1014-1024 1019 Cudivia. Salim dan Daryatno: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Capital StructureA parametric statistic One Sample Kolmogorov-Smirnov Test (KS). Dari hasil uji normalitas menyatakan tingkat signifikansi dari Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200 yang lebih besar (>) dari tingkat signifikansi 0,05 dengan tingkat kepercayaan . onfidence leve. 95% jumlah sampel . = 51, sehingga dapat disimpulkan data terdistribusi normal sehingga data layak untuk pengolahan data selanjutnya. Untuk uji Autokorelasi, dilihat dari nilai uji durbin- watson. Berdasarkan hasil pengolahan pada Hasil Uji D-W dengan tingkat kepercayaan . onfidence leve. 95% jumlah sampel . = 51, dan jumlah variabel independent . = 4, maka nilai dL sebesar 1,3855 dan nilai dU sebesar 1,7218. Nilai hasil Uji D-W menunjukkan nilai 2,108 lebih besar dari batas atas . 1,7218 dan kurang dari 4-dU . -1,7218 = 2,2. Syarat tidak terjadi autokorelasi adalah DW > DU dan DW < 4-DU, maka hasil pengujian tidak terjadi autokorelasi. Untuk uji Heteroskedasitas menggunakan uji Glejser dan uji SpearmanAos Rho, dari hasil uji Glejser didapatkan profitability memiliki nilai signifikansi sebesar 0,847, liquidity memiliki nilai signifikansi sebesar 0,145, variabel tangibility memiliki nilai signifikansi sebesar 0. 884 dan variabel firm size memiliki nilai signifikansi sebesar 0,776, semua hasil nilai uji signifikansi > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data tidak memiliki gangguan heteroskedastisitas. Dari hasil uji SpearmanAos Rho, didapatkan hasil yang menunjukkan variabel profitability memiliki nilai signifikansi sebesar 0,36, liquidity memiliki nilai signifikansi sebesar 0,838, tangibility memiliki nilai signifikansi sebesar 0. 19 dan firm size memiliki nilai signifikansi sebesar 0,599, semua hasil nilai uji signifikansi > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data tidak memiliki gangguan heteroskedastisitas. Hasil uji Multikolinieritas menyatakan nilai Variance Inflatio Factor (VIF) pada profitability sebesar 1,254 dengan nilai tolerance sebesar 0,798 dan liquidity sebesar 1,445 dengan nilai tolerance sebesar 0,692 dan tangibility sebesar 1,167 dengan nilai tolerance sebesar 0,857 dan firm size sebesar 1,057 dengan nilai tolerance sebesar 0,946. Dari hasil uji berada di nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10 dengan tingkat kepercayaan . onfidence leve. 95%, sehingga disimpulkan hasil pengujian menunjukkan bebas dari Hasil uji pengaruh . dilakukan setelah semua uji asumsi klasik memenuhi persyaratan, dan hasilnya ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Tabel 2. Hasil Uji Parsial (Uji t-Tes. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. PROF LIQUIDITY TANGIBILITY FIRM_SIZE Dependent Variable: DER Sig. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1014-1024 1020 Cudivia. Salim dan Daryatno: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Capital StructureA Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh persamaan regresi linear berganda yaitu sebagai berikut: DER = 3. 375 Ae 2. 763 X1 Ae 0,427 X2 Ae 0. 283 X3 Ae 0. 065 X4 e Dari hasil regresi, disimpulkan hasil uji regresi linear berganda bahwa nilai constant sebesar 3,375 berarti pengaruh antara variabel dependen dan variabel independen adalah searah. Jika variabel independen yang meliputi profitability (X. , liquidity (X. , tangibility (X. dan firm size (X. , bernilai 0 atau konstan maka nilai capital structure di proksi dengan DER sebesar 3,375. Hasil lain menunjukkan profitability memiliki nilai koefisien sebesar -2,736 berarti profitability mempunyai pengaruh negatif dan jika profitability meningkat sebesar 1 satuan maka capital structure akan menurun sebesar 2,736. Hasil lain menunjukkan liquidity memiliki nilai koefisien sebesar 0,427 berarti liquidity mempunyai pengaruh negatif dan jika liquidity meningkat sebesar 1 satuan maka capital structure akan meningkat sebesar 0,427. Hasil lain menunjukkan tangibility memiliki nilai koefisien sebesar -0,283 berarti tangibility memiiki pengaruh negatif dan jika tangibility meningkat sebesar 1 satuan maka capital structure akan meningkat sebesar 0,283. Hasil lain menunjukkan firm size memiliki nilai koefisien sebesar -0,065 berarti firm size memiiki pengaruh negatif dan jika firm size meningkat sebesar 1 satuan maka capital structure akan meningkat sebesar 0,065. Untuk mengetahui hubungan kaitan antara variabel bebas dengan variabel terikat dilakukan pengujian dengan uji koefisien korelasi berganda (R) dan uji koefisien determinasi berganda . ji R. Diperoleh nilai korelasi (R) sebesar 0,653. > 0,5 maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara profitability, liquidity, tangibility dan firm size terhadap capital structure (DAR) berhubungan kuat. Diperoleh nilai Adjusted R-Square sebesar 0,376 atau 37,6% maka dapat disimpulkan bahwa sebesar 37,6% variabel profitability, liquidity, tangibility dan firm size mempengaruhi capital structure sedangkan sebesar 62,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan . , maka dilakukan pengujian dengan uji F. Dari Uji F diketahui Dari df1 {Df N1 = df (Regressio. = 4 . -1 = . dan df2 {Df N2 = df (Residua. = n Ae k = 51 - 4 = . menunjukan titik presentase distribusi F untuk tingkat kepercayaan . onfidence leve. 95% memiliki F tabel 2. Dengan probabilitas sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan uji F hitung / F statistik 8,539 > F tabel 2,80 maka dapat disimpulkan seluruh variabel independen profitability, liquidity, tangibility dan firm size berpengaruh terhadap variabel dependen capital structure (DER) secara simultan atau bersamaan. Untuk mengetahui pengaruh negatif atau positif serta signifikan atau tidak signifikan antara variabel independen terhadap dependen, maka dilakukan pengujian dengan uji t. Didapatkan variabel prof itability dengan nilai B sebesar -2. 736 dengan nilai 041 yang berarti profitability memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap capital structure. Dan variabel liquidity dengan nilai B sebesar -0,427 dengan nilai sig. sebesar 0,000 yang berarti liquidity memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap capital Dan variabel tangibility dengan nilai B sebesar -0,283 dengan nilai sig. 0,563 yang berarti tangibility memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap capital Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1014-1024 1021 Cudivia. Salim dan Daryatno: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Capital StructureA Serta untuk variabel firm size dengan nilai B sebesar -0,065 dengan nilai sig. sebesar 0,109 yang berarti firm size memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap capital structure. Diskusi