KOMPAK (Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntas. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Vol. No. 1 ,Juli 2025 http://journal. id/index. php/kompak Pengaruh Current Ratio. Debt To Equity Ratio. Return On Asset, dan Earnings Per Share Terhadap Harga Saham Alisya Putri Wardhani1. Ashari Sofyaun2. Matyani3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Balikpapan. Indonesia alisyapwardhani99@gmail. com1, ashari. sofyaun@uniba-bpn. id2 matyani@uniba-bpn. Article Info ABSTRACT The purpose of this study is to determine the effect of Current Article history: Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Asset, dan Earnings Per Share Received: 9 January 2025 and partially on stock prices. The total of Revised: 15 May 2025 population in this study were 15 companies and the research sample Accepted: 30 June 2025 was 13 financing service companies registered on the IDX, taken using Available online: 01 July 2025 criteria determined by the author. The analytical method used is 1,2,3 Keywords: financial ratio. Earnings Share. Share Price multiple linear regression. Per Corresponding Author: Name of Corresponding Author. Jurusan Manajemen, fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Balikpapan. Indonesia. Email: alisyapwardhani99@gmail. Pendahuluan Tujuan utama perusahaan masuk ke Bursa Efek adalah untuk melakukan Initial Public Offering (IPO), yang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang lebih luas untuk ekspansi bisnis, investasi, atau membayar kewajiban, untuk meningkatkan visibilitas dan kredibilitas perusahaan di pasar modal. Eksistensi suatu perusahaan di Bursa Efek Indonesia, maka perusahaan memiliki kemampuan untuk menarik investor yang dapat meningkatkan modal untuk memperluas dan mengembangkan bisnis mereka, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kepada pemangku maka perusahaan juga dapat memberikan likuiditas bagi para pemegang saham dan memfasilitasi pertumbuhan usahanya. Pertumbuhan perusahaan menunjukkan kinerja perusahaan yang baik sehingga memungkinkan untuk berdampak pada harga saham. Harga saham merupakan harga penutupan pasar saham selama periode pengamatan untuk tiap-tiap jenis saham yang dijadikan sampel dan pergerakannya senantiasa diamati oleh para investor. Pergerakan harga saham dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal yang dapat mempengaruhi harga saham adalah kinerja keuangan dari suatu perusahaan yang diukur melalui rasio-rasio keuangan. Beberapa rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan yang berpengaruh terhadap harga saham dapat diuraikan dalam penelitian ini, diantaranya seperti rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas. Current Ratio (CR) merupakan rasio yang mengukur kemampuan suatu perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya dan penting karena rasio ini memberikan informasi tentang likuiditas perusahaan. Bagi perusahaan pembiayaan, likuiditas yang baik sangat penting karena karakteristik bisnis yang membutuhkan dana likuid untuk penyaluran pembiayaan. Hubungan antara KOMPAK (Jurnal Ilmiah Ilmu Akuntans. p-ISSN: 1979-116X e-ISSN: : 2621-6248 Current Ratio dengan harga saham berkaitan dengan risiko yang dimiliki investor terhadap perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh (Rahmayani & Sjarif, 2. menemukan bahwa Current Ratio memiliki pengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Namun, pada penelitian (Sari, 2. menyatakan bahwa Current Ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan dibiayai dengan liabilitas artinya besarnya jumlah liabilitas yang digunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan usahanya jika dibandingkan dengan menggunakan modal sendiri (Atul et al. , 2. Debt to Equity Ratio (DER) termasuk dalam rasio leverage atau solvabilitas dimana DER mencerminkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya, yang ditunjukkan dengan besarnya ekuitas yang digunakan untuk melunasi hutangnya (Tarigan & Indrati, 2. Menurut penelitian yang dilakukan (Hardiyanti et al. , 2. Debt to Equity Ratio mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh (Afrida, 2. Debt to Equity Ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Return On Asset digunakan dalam melihat seberapa besar kapasitas suatu perusahaan dalam mendapatkan keuntungan dari memanfaatkan aset sendiri. ROA disebut juga Return On Invesment, sebab Return On Asset menentukan apakah investasi yang dikeluarkan dapat mengembalikan keuntungan yang ditargetkan dan apakah itu benar dengan aset yang ditanamkan perusahaan (Verawati et al. , 2. Penelitian yang dilakukan (Yusuf et al. , 2. Return on Asset secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Namun pada penelitian (Putri et al. , 2. menjelaskan bahwa Return on Aset secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Hal ini dapat disebabkan karena investor cenderung melihat atau lebih mempertimbangkan rasio lain dalam pengambilan keputusan berinvestasi saham. Rasio keuangan lainnya yang juga berpengaruh terhadap harga saham yaitu Earnings Per Share (EPS) yang merupakan rasio yang menunjukkan laba bersih per saham pada suatu perusahaan. Dalam penelitian yang dilakukan (Novalddin et al. , 2. menjelaskan bahwa Earnings Per Share secara parsial berpengaruh terhadap harga saham. Hal ini menunjukan kemampuan laba bersih suatu perusahaan dalam membayar keuntungan kepada pemegang saham setiap lembarnya meningkat setiap tahunnya. Hal ini berbeda dengan penelitian (S. Pratiwi et al. , 2. yang menyatakan bahwa EPS tidak memiliki pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Metode Penelitian Dalam Penelitian ini, analisis data dilakukan secara kuantitatif, dimana data dianalisis dengan cara mengolah angka-angka untuk mendapatkan informasi yang relevan dalam pengambilan keputusan, khususnya dalam mencegah atau mengatasi masalah. Analisis regresi linear berganda adalah teknik utama yang digunakan untuk menghitung hubungan antara variabel independen dan dependen. Tahapan analisis data adalah sebagai berikut: Uji Multikolonieritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui atau menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel variabel bebas . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Untuk mendeteksi adanya multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan VIF (Variance Inflation Facto. (Ghozali, 2018, p. Model regresi yang baik adalah model yang tidak terjadi multikolinearitas Apabila nilai Tolerance Ou 0,10 dan nilai VIF O 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinieritas antar variabel bebas dalam model regresi. Apabila nilai Tolerance O 0,10 dan nilai VIF Ou 10, maka dapat disimpulkan bahwa ada multikolinieritas antar variabel bebas dalam model regeresi. Uji Hoterokedastisistas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terdapat ketidakseimbangan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda Pengaruh Current Ratio. Debt To Equity Ratio. Return On Asset, dan Earnings Per Share Terhadap Harga Saham Alisya Putri Wardhani1. Ashari Sofyaun2. Matyani3 KOMPAK | Volume 18 No. 1 | Juli 2025: 55-62 disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi Kebanyakan data crossection mengandung situasi heteroskedastisitas karena data crossection mengandung situasi heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran . ecil, sedang, besa. (Ghozali, 2018, p. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 . Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi dengan uji Durbin- Waston (DW tes. Uji ini hanya digunakan untuk autokorelasi tingkat satu . irst order autocorrelatio. dan mensyaratkan adanya intercept . dalam model regresi dan tidak ada variabel lagi antara variabel independen (Ghozali, 2018, 111Ae. Hipotesis yang akan di uji yaitu : ya0 = tidak ada autokorelasi . = . yayca = ada autokorelasi . O . Regresi Linier Berganda Model regresi yang digunakan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Y = b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 e Keterangan: = Variabel Terikat/Dependen (Harga Saha. = Konstanta b1, b2, b3, b4 = Koefisien regresi = Variabel bebas X1 (Current Rati. = Variabel bebas X2 (Debt to Equity Rati. = Variabel bebas X3 (Return on Asse. = Variabel bebas X4 (Earnings Per Shar. = Error term Uji Hipotesis Uji t ini juga disebut dengan uji persial, pengujian ini bertujuan untuk menguji signifikan pengaruh secara persial antara variabel independen terhadap variabel dependen (Riyanto & Hatmawan, 2020, p. 141Ae. Pengambil keputusan Jika thitung < ttabel atau - sig > 0,05 . %) maka tidak terdapat pengaruh. Jika thitung Ou ttabel sig < 0,05 . %) maka terdapat pengaruh Uji Simultan (Uji F) Pengujan hipotesis ini dimaksudkan untuk mengetahui sebuah tafsiran parameter secara bersamasama, yang artinya seberapa besar pengaruh dari variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara Bersama (Riyanto & Hatmawan, 2020b, pp. 142Ae. Hipotesis statistik yang digunakan adalah sebagai berikut: HCA : 1 = 2 = 3 = 4 = 5 = 0 HCa : Tidak semua = 0 Kriteria pengambilan Keputusan adalah sebagai berikut: Jika Sig F < . maka model regresi signifikan sehingga dapat digunakan, artinya tolak HCA. Jika Sig F Ou . maka model regresi tidak signifikan sehingga tidak dapat digunakan, artinya tidak tolak HCA. Koefisien Korelasi (R) Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi . linear antara dua Korelasi tidak menunjukkan hubungan fungsional atau dengan kata lain analisis korelasi tidak membedakan antara variabel dependen dengan variabel independen. Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi (R. yang kecil menunjukkan kemampuan variabel bebas . dalam menjelaskan variabel terikat . sangat terbatas. Sebaliknya, nilai koefisien determinasi (R. yang besar dan mendekati 1 menunjukkan bahwa variabel-variabel bebas . memberikan ampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memperediksi variasi variabel terikat . (Riyanto & Hatmawan, 2020, p. KOMPAK (Jurnal Ilmiah Ilmu Akuntans. p-ISSN: 1979-116X e-ISSN: : 2621-6248 Hasil dan Analisis Uji Multikolonearitas Uji multikolinearitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah pada suatu model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik yaitu ketika model regresi tidak terjadi korelasi antara variabel independen atau bebas dari multikolinearitas merupakan model regresi yang baik. Jika nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10,00 maka tidak ada multikolinearitas antar variabel bebas dalam model regresi. Tabel 1 Multikolinearitas Variabel Tolerance Standar Tolerance VIF Standar VIF Keterangan >0,10 1,239 1,229 1,107 1,104 <10,0 Tidak Terjadi Multikolinearitas CR (X. 0,807 DER (X. 0,814 ROA (X. 0,903 EPS (X. 0,906 Sumber: Output SPSS & Data Diolah Hasil tabel 1 menunjukkan bahwa masing-masing independent memiliki nilai toleramce lebih dari 0,10 antara lain Current Ratio (X. sebesar 0,807. Debt to Equity Ratio (X. sebesar 0,814. Return On Asset (X. sebesar 0,903, dan Earnings Per Share (X. sebesar 0,906. Hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) masing-masing variabel independen dibawah 10,0 yaitu Current Ratio (X. sebesar 1,239. Debt to Equity Ratio (X. sebesar 1,229. Return On Asset (X. sebesar 1,107, dan Earnings Per Share (X. sebesar 1,104. Uji Autokorelasi Tabel 2 Uji Autokorelasi 1,73 1,47 Durbin Watson 1,855 4-du 2,2689 4-dL 2,5291 Syarat Pengambilan Keputusan 0 < d < dl dl O d O du 4Aedl < d < 4 4 Ae du O d O 4 Oe dl du < d < 4Oedu Keputusan Tolak No desicion Tolak No desicion Tidak ditolak Sumber: Output SPSS & Data Diolah Nilai dw sebesar 1,855 dengan menggunakan nilai signifikan 5% dengan jumlah sampel . 65 dan jumlah variabel independen 4 . , dimana didapatkan nilai du sebesar 1,7311 dan dL sebesar 1,4709. Dengan kriteria pengujian adalah du < d < 4Oedu atau 1,730 < 1,885 <2,2689. Maka dapat disimpulkan tidak ada autokorelasi positif atau negatif. Uji Heterokedastisitas Uji Heteroskedasitas menguji terjadinya perbedaan variance residual suatu periode pengamatan ke periode pengamatan yang lain. Untuk mendeteksi adanya heteroskedatisitas dalam penelitian ini, digunakan dengan cara melihat nilai Sig. Pengaruh Current Ratio. Debt To Equity Ratio. Return On Asset, dan Earnings Per Share Terhadap Harga Saham Alisya Putri Wardhani1. Ashari Sofyaun2. Matyani3 KOMPAK | Volume 18 No. 1 | Juli 2025: 55-62 Tabel 3 Heteroskedastisitas Dengan Uji Glejser Standar Sig Keterangan Variabel Sig CR (X. 0,447 DER (X. 0,483 >0,05 Tidak Terjadi Heteroskedastisitas ROA (X. 0,434 EPS (X. 0,947 Sumber: Output SPSS & Data Diolah Nilai signifikansi standar untuk Uji Glejser adalah lebih dari 0,05. Setelah dilakukan analisis menggunakan SPSS, diperoleh data nilai signifikansi dari setiap variabel independen yaitu. Current Ratio (X. sebesar 0,447. Debt to Equity Ratio (X. sebesar 0,483. Return On Asset (X. sebesar 0,434, dan Earnings Per Share (X. sebesar 0,947, maka disimpulkan bahwa variabel Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Asset, dan Earnings Per Share terbebas dari heteroskedastisitas. Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda untuk melihat sebarapa pengaruh variabel independen (Current Ratio. Quick Ratio. Debt to Asset Ratio. Debt to Equity Rati. terhadap variabel dependen (Kinerja Keuanga. Setelah diolah menggunakan aplikasi SPSS diperoleh tabel hasil regresi sebagai Tabel 4 Regresi Linear Berganda Variabel Koefisien Regresi Fhitung Ftabel Sig Keterangan (Constan. 533,711 CR (X. -0,032 DER (X. 0,672 ROA (X. -5,905 14,812 2,53 0,000 Signifikan EPS (X. 3,267 0,974 R Square 0,948 Adjusted R Square 0,945 Sumber: Output SPSS & Data Diolah Y = b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 e Y = 533,711 - 0,018 X1 0,831 X2 37,844 X3 3,175 X4 Nilai koefisien konstanta regresi sebesar 533,711 artinya menunjukkan pengaruh yang searah antara variabel independen dengan variabel dependen. Hal ini menunjukkan menunjukkan bahwa jika semua variabel independen yang meliputi Current Ratio (X. Debt to Equity Ratio (X. Return On Asset (X. dan Earnings Per Share (X. memiliki nilai konstan atau nol maka akan memengaruhi variabel Harga Saham (Y) sebesar 533,711. Variabel Current Ratio (X. memiliki koefisien regresi sebesar -0,032 yang artinya menunjukkan arah hubungan yang negatif . terhadap harga saham (Y). Artinya apabila variabel Current Ratio (X. mengalami kenaikkan 1%, maka sebaliknya harga saham akan mengalami penurunan sebesar -0,032 dengan asumsi variabel DER. ROA, dan EPS nilainya konstan atau tidak berubah. Variabel Debt to Equity Ratio (X. memiliki koefisien regresi sebesar 0,672 yang artinya menunjukkan arah hubungan yang positif . terhadap harga saham (Y). Artinya apabila variabel Debt to Equity Ratio (X. mengalami kenaikkan 1%, maka akan diikuti kenaikan harga saham sebesar 0,672 dengan asumsi variabel CR. ROA, dan EPS nilainya konstan atau tidak berubah. Variabel Return On Asset (X. memiliki koefisien regresi sebesar -5,905 yang artinya menunjukkan arah hubungan yang positif . terhadap harga saham (Y). Artinya apabila variabel Return On Asset (X. mengalami kenaikkan 1%, maka sebaliknya harga saham akan mengalami penurunan sebesar -5,905 dengan asumsi variabel CR. DER, dan EPS nilainya konstan atau tidak berubah. Variabel Earnings Per Share (X. memiliki koefisien regresi sebesar 3,267 yang artinya menunjukkan arah hubungan yang positif . terhadap harga saham (Y). Artinya apabila variabel Earnings Per Share (X. mengalami kenaikkan 1%, maka akan diikuti kenaikan harga saham sebesar 3,267 dengan asumsi variabel CR. DER, dan ROA nilainya konstan atau tidak berubah. Uji F KOMPAK (Jurnal Ilmiah Ilmu Akuntans. p-ISSN: 1979-116X e-ISSN: : 2621-6248 Berdasarkan hasil Uji F pada tabel 4 nilai Fhitung > Ftabel sebesar 14,812 > 2,53 dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya bahwa semua variabel independen Current Ratio (X. Debt to Equity Ratio (X. Return On Asset (X. dan Earnings Per Share (X. memiliki pengaruh secara signifikan terhadap harga saham (Y) pada perusahaan subsektor financing service yang terdaftar di BEI. Koefisien Korelasi (R) Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4 menggunakan SPSS diperoleh nilai koefisien korelasi (R) yaitu sebesar 0,974 atau 97,40%. Jika dihubungkan dengan tabel interpretasi koefisien korelasi berarti terdapat hubungan yang sangat kuat . ,80 Ae 1,. terhadap harga saham (Y). Koefisien Determinasi (R. Berdasarkan pada tabel 4. 10 hasil analisis menggunakan SPSS diperoleh nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,948 atau 94,80% yang berarti bahwa variabel independen Current Ratio (X. Debt to Equity Ratio (X. Return On Asset (X. dan Earnings Per Share (X. memberikan pengaruh terhadap variabel harga saham (Y) sebesar 94,80% sedangkan sisanya sebesar . % - 94. 80% = 20%) dipengaruhi oleh variabel independen lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Uji Parsial (Uji . Uji T bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas atau variabel independen secara parsial dari masing-masing variabel bebas berpengaruh terhadap variabel dependen . ariabel Y). Tabel 5 Uji Regresi Linear Secara Parsial Variabel CR (X. DER (X. ROA (X. EPS (X. -0,300 -1,233 2,000 0,984 7,023 r parsial -0,039 -0,157 0,126 0,672 Sig 0,766 0,693 0,000 0,000 Keterangan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Signifikan Signifikan Sumber: Output SPSS & Data Diolah Berdasarkan hasil analisis pada tabel 5 dapat diuraikan uji t sebagai berikutAo Pengaruh Current Ratio (X. terhadap harga saham (Y). Berdasarkan hasil pada tabel 5 nilai thitung > ttabel yaitu -0,300 < 2,000 dan tingkat signifikan 0,766 > 0,05 dengan nilai koefisien korelasi parsial . -0,039. Hal tersebut menunjukkan bahwa Current Ratio (X. berpemgaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham pada perusahaan subsektor financing service yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian hipotesis pertama tidak terbukti dan tidak dapat diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan semakin meningkatnya Current Ratio maka akan menurunkan Harga Saham, ini berarti perusahaan memiliki pengelolaan likuiditas yang buruk karena memiliki kelebihan dana dan tidak digunakan secara efisien dalam membayar dividen dan liabilitas lancar nya yang dapat memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi di masa yang akan datang. Pengaruh Debt to Equity Ratio (X. terhadap Harga Saham (Y) Berdasarkan hasil pada tabel 4. 11, nilai thitung < ttabel yaitu sebesar -1,233 < 2,000 dengan nilai signifikan 0,693 > 0,05 dan nilai koefisien korelasi parsial . -0,157. Hal tersebut menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (X. memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan subsektor financing service. Dengan demikian hipotesis kedua tidak terbukti dan tidak dapat diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan semakin meningkatnya Debt to Equity maka akan menurunkan Harga Saham. Hal tersebut dapat disebabkan karena tidak mampunya perusahaan dalam menghasilkan dana yang cukup untuk membayar seluruh liabilitas nya, semakin tinggi nilai liabilitas perusahaan maka menjadikan investor tidak percaya untuk melakukan investasi karena tingkat pengembalian saham yang rendah menyebabkan harga saham rendah. Pengaruh Return On Asset (X. terhadap Harga Saham (Y) Berdasarkan hasil pada tabel 4. 11, nilai thitung > ttabel yaitu sebesar 0,984 > 2,00 dengan nilai signifikan 0,329 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi parsial . 0,126. Hal tersebut menunjukkan bahwa Return On Asset (X. memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap harga saham Pengaruh Current Ratio. Debt To Equity Ratio. Return On Asset, dan Earnings Per Share Terhadap Harga Saham Alisya Putri Wardhani1. Ashari Sofyaun2. Matyani3 KOMPAK | Volume 18 No. 1 | Juli 2025: 55-62 pada perusahaan subsektor financing service. Dengan demikian hipotesis ketiga terbukti dan dapat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan semakin meningkatnya Return On Asset maka akan meningkatkan Harga Saham. Semakin tinggi ROA menunjukkan semakin baik perusahaan dalam mengelola asetnya dalam menghasilkan keuntungan sehingga dapat menarik investor untuk melakukan transaksi saham. Pengaruh Earnings Per Share (X. terhadap Harga Saham (Y) Berdasarkan hasil pada tabel 4. 11, nilai thitung > ttabel yaitu sebesar. 7,023 > 2,000 dengan nilai signifikan 0,000 <0,05 dan nilai koefisien korelasi parsial . 0,672. Hal tersebut menunjukkan bahwa Earnings Per Share (X. memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan subsektor financing service. Dengan demikian hipotesis keempat terbukti dan dapat diterima. Hasil dari penelitian ini menunjukkan semakin tinggi earning per share artinya jika jumlah saham yang beredar dan laba tahun berjalan atau laba bersih meningkat maka harga saham juga naik. DISCUSSION Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada penilitian ini, maka dapat disimpulkan bahw Current Ratio dan Debt to Equity rasio secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham. Return On Asset, dan Earnings Per Share secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham secara positif pada perusahaan subsektor Financing Service yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. REFERENCES