JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. PERBAIKAN TIMBUNAN OPRIT JEMBATAN MENGGUNAKAN MORTAR FOAM DENGAN KONDISI TANAH YANG MENGALAMI PENURUNAN Alit Suryawan1. Gusti Ayu Sukma Dwi Naindia Sari2. I Nyoman Arya Saputra3. I Made Angga Prabawa4 Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Ambon, 2,3,. PT. Qinar Raya Mandiri suryawan@polnam. id1 sukma. naindya0209@gmail. com2, aryarndqrm@gmail. anggaprabawa527@gmail. ARTICLE HISTORY Received: August 9, 2025 Revised October 28, 2025 Accepted: October 31, 2025 Online available: December 04, 2025 Keyword: Injection. Foam Mortar. Gap *Correspondence: Name: M. Alit Suryawan1 E-mail: suryawan@polnam. Kantor Editorial Politeknik Negeri Ambon Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jalan Ir. Putuhena. WailelaRumahtiga. Ambon Maluku. Indonesia Kode Pos: 97234 ABSTRACT Repair work on the patro papri toll road at km 146 950 Cipamongkolan bridge whose base soil has decreased due to loading on it . so that there is a gap or a deep horizontal small groo, the innovation of the work method used to fix the problem is to combine the injection method of grouting cement slurry with mortar foam material, the tool used has an injection capacity specification of 15-30 m3/h with a pressure of 3 HP and power of 1 phase, the incorporation of this method has the purpose of cost efficiency of repair with the comparison of the price of cement slury injection which is usually used as an injection material for the repair of structures that have a gap per m3 is Rp. 10,800,000. 00 while foam mortar is Rp. 3,500,000. 00, the required density target is 800 KPa at the age of 28 days, the use of sand composition from the gedebage area as the main material with the type of intermediate gradation with The provision of passing the 3/8 filter by 100% and no passing the 200 filter produces a quality that exceeds the quality target, which is 918. 05 KPa at the age of 28 days The advantages possessed by this mortar foam material are light weight, do not shrink, and do not require a compaction process when used to replace the basic soil. PENDAHULUAN Jembatan merupakan penghubung antara dua wilayah yang terpisah oleh perairan, atau kondisi geografis,(Herusiswoyo & MaAoruf, 2. dengan fungsi utamanya adalah sebagai penghubung wilayah, mendukung kegiatan ekonomi masyarakat antar daerah, dan memperlancar arus lalulintas yang sebagian besar disediakan oleh pemerintah. Struktur jembatan dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu struktur bagian atas dan struktur bawah, struktur atas terdiri dari pelat lantai jembatan, gelagar induk atau girder, gelagar melintang atau diafragma, trotoar, serta sendi dan tumpuan berupa bearing yang memiliki fungsi untuk meredam getaran yang bekerja Alit Suryawans et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. di atasnya (Maulana, 2. dan dilanjutkan untuk di distribusikan ke struktur bawah. Penggunaan secara tarus menerus dengan kondisi pondasi mayoritas terendam air memperbesar kemungkinan terjadinya masalah pada struktur jembatan, seperti terjadi penurunan (Maulana, 2. yang tidak seragam (Marsus et al. , 2. pada oprit jembatan akibat tekanan lateral dan konsolidasi (Wicaksono & Iqbal, 2. ataupun urugan pondasi yang tergerus air sehingga membentuk growong / celah berukuran tertentu dengan posisi mendatar dan kedalaman bervariasi. Perbaikan timbunan pada oprit jembatan biasanya dilakukan dengan melakukan penambahan serta pemadatan pada urugan dan perbaikan struktur pada PERBAIKAN TIMBUNAN OPRIT JEMBATAN A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. dinding penahan tanah yan mengalami kerusakan akibat menahan gaya lateral , namun metode ini tidak dapat digunakan dalam kondisi tertentu, seperti pada pekerjaan perbaikan timbunan oprit tol padaleunyi km 146 950 Jembatan cipamokolan yang mengalami penurunan sehingga menimbulkan celah atau growong dalam dengan ukuran kecil pada posisi mendatar pada srtuktur pondasi dan urugan tanah namun struktur dinding penahan tanah tidak mengalami kerusakan atau penurunan secara signifikan. Penanganan menggabungkan dua metode kerja dimana mortar foam digunakan sebagai bahan pengganti timbunan tanah yang memiliki keunggulan bobot yang ringan, kekuatan yang bisa di sesuaikan menyerupai tanah urug yang dipadatkan,tidak mengalami penyusutan dan tidak memerlukan pemadatan (Santoso & Miftah, 2. sehingga dapat menghemat biaya dan waktu, sedangkan pompa injeksi grouting digunakan untuk memompa material sehingga terisi hingga celah TINJAUAN PUSTAKA 1 Tanah Lunak Tanah lunak merupakan tanah kohesif terdiri dari butiran halus yang memiliki daya dukung rendah, biasanya tersusun oleh endapan alami dengan jenis lempung dan lanau(Siska & Yakin, 2. dapat digolongkan dengan nilai kohesi yang rendah , sudut geser dalam yang kecil, mengandung banyak air dan gampang mengalami perubahan bentuk (Annissa Yoga Prastika et al. , 2. Sattlement Sattlement merupakan istilah untuk penurunan elevasi permukaan tanah akibat pembebanan di atasnya (Yufiansyah et al. , 2. , penurunan adalah hal yang biasa terjadi dalam sebuah bangunan, terutama paada permukaan tanah sangat dipengaruhi oleh jenis tanah, kepadatan timbunan , design dinding penahan tanah atau oprit jembatan, dan kondisi lingkungan, seperti beradada pada bibir sungai yang mengakibatkan struktur tanah menjadi jenuh akibat terus tergenang air sehingga terjadi perubahan kepadatan hingga terjadinya gerusan melalui celah kecil. Oprit Jembatan Oprit merupakan bagian dari jembatan yang memiliki fungsi sebagai penghubung antara jalan raya dengan jembatan, dimana oprit terdapat dua komponen inti yaitu timbunan tanah yang memiliki fungsi untuk menyesuaikan ketinggian jalan dengan jembatan dan dinding penahan tanah yang memiliki fungasi untuk menahan gaya gaya yang timbul akibat urugan tersebut. Alit Suryawans et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. seperti gaya akibat beban sendiri, gaya lateral, pasif tanah dan aktif tanah (Setiyarto, 2. Masalah Pada Oprit Jembatan Permasalahan yang sering terjadi pada oprit jembatan adalah penurunan timbunan akibat stabilitas lereng yang tidak memenuhi angka keamanan (F. (Apriani & Priadi, 2. , kelongsoran (Markawie, 2. , keruntuhan (Shodiq et al. , 2. dan munculnya growong- growong kecil mendatar akibat gerusan aliran air pada bagian oprit bawah hingga pada pondasi Grouting Istilah grouting sering kita dengar pada pekerjaan perbaikan struktur maupun tanah, pekerjaan ini memiliki tujuan untuk memperbaiki komponen struktur yang ingin di perbaiki, dengan material mortar grouting pada perbaikan struktur (Makruf et al. , 2. pompa grouting dengan tekanan yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan dapat mendorong material sehingga mengisi hingga celah-celah sempit di dalam struktur, namun perbaikan struktur dengan menggunakan metode grouting ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi karena harus menggunakan material siap pakai. Grouting Slurry semen adalah pencampuran semen dengan air yang digunakan untuk material injeksi terkadang dapat juga ditambahkan bahan lain untuk mencegah terjadinya penyusutan seperti CSA,Fly Ash atau silica fume. Metode ini dapat digunakan untuk perbaikan tanah yang memiliki stabilitas rendah (Sumirin & Arief, 2. injeksi slurry semen biasanya untuk mengurangi penurunan tanah akibat beban di atasnya, mengurangi kemampuan menyerap air dan mengurangi likuifaksi pada tanah berbutir namun metode injeksi slury sement ini memiliki kekurangan pada harga yang mahal dimana dengan berat slury semen rata-rata mulai dari rasio air semen 0,5 -1,0 nilai rata-rata berat sluri semen adalah 1. 800 kg/m3 dengan harga per kg di pasaran pekerjaan injeksi slurry semen adalah Rp. jadi untuk biaya slury semen per kubik adalah Rp 000,00 /kg mortar foam 1m3 3500. Injeksi Mortar Foam Mortar Foam merupakan salah satu produk inovasi pada dunia konstruksi yang dapat difungsikan sebagai pengganti tanah timbunan, ataupun perbaikan struktur tanah yang dapat mengurangi tekanan lateral pada dinding penahan tanah dengan mutu yang di syaatkan pada lapisan Base adalah 2000 KPa pada umur 14 hari, sedangkan pada lapisan sub base adalah 800 KPa (Wicaksono & Iqbal, 2. munculnya material mortar foam sebagai bahan injeksi untuk PERBAIKAN TIMBUNAN OPRIT JEMBATAN A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. perbaikan tanah merupakan pengembangan dari pekerjaan slurry semen dengan biaya yang cukup tinggi dimana dengan menggunakan material mortar foam ini dapat menghemat biaya hingga 70% atau sekitar Rp. 000 per m3. METODOLOGI Material Pasir yang direkomendasikan untuk pembuatan mortar foam ini adalah pasir yang memiliki ukuran butir 0,075 mm sampai 2 mm atau pasir yang Lolos saringan nomer 10 (Santoso & Miftah, 2. dari semua jenis pasir, mulai dari pasir silika sampai pasir sungai dengan catatan memiliki kandungan lumpur, atau material mudah hancur maksimal 5% (Jenderal & Marga, 2. , distriusi ukuran butir yang disarankan adalah yang seragam untuk meningkatkan homogenitas campuran, namun perlu diperhatikan untuk penggunaan pasir yang terlalu halus menyebabkan peningkatan penggunaan air dan meningkatkan penyusutan, sedangkan gradasi yang cenderung kasar dapat mengganggu kesetabilan busa yang berakibat busa pecah,tekstur permukaan yang kasar dan campuran kurang stabil. Jenis-jenis foam agent yang biasanya digunakan dalam pembuatan mortar busa seperti, foaming agent sintetik, hydrolyzed protein, protein based detergent, glue resin, soap resin dan saponin. Foam Agent yang sering digunakan salahsatunya adalah foam agen sintetik yang terbuat dari bahan dasar surfaktan yang dapat diperoleh dari reaksi dari asam lemak dari minyak sawit dengan senyawa alkali yang menyebabkan penurunan suatu permukaan larutan sehingga dapat menghasilkan busa,(Pertanian et al. , menurut (Ramamurthy et al. , 2. foam agent yang baik digunakan dalam beton ringan adalah yang memiliki densitas rendah dan stabil dalam waktu yang lama serta dapat membentuk busa yang dapat menahan campuran beton selama masa pencampuran, dan memiliki kisaran berat isi sebesar 0,075 Ae 0,085 t/m3(Jenderal & Marga, 2. Air yang di sarankan adalah air yang terbebas dari material yang dapat menghambat reaksi dan bersifat merugikan, secara fisik tidak memiliki bau dan tidak memiliki warna, atau apabila diukur dengan alat pH meter menunjukkan angka 6-8 yang termasuk tidak terlalu asam atau basa, karena apabila tidak diperhatikan sifat asam atau basa dapat menghambat reaksi hidrasi semen yang berpengaruh terhadap kegagalan campuran beton untuk mencapai target mutu yang telah ditentukan (SNI 7974, 2. Semen yang bagus untuk pembuatan mortar busa salah satunya adalah semen tipe 1 yang dalam pengaplikasiannya tidak menggunakan persyaratan khusus, selain itu semen tipe 1 ini mudah didapatkan(SNI 15-2049, 2. Alit Suryawans et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Pembuatan Mortar Foam Mortar ini dibuat dengan mencampurkan pasir bergradasi dari yang tertahan di saringan nomer 4 (Santoso & Miftah, 2. hingga tertahan di saringan nomer 200, dengan factor air semen sebesar 55% dengan perbandingan pencampuran Foam Agen dengan air 1:20 untuk menghasilkan busa yang kuat. Pengendalian Mutu Pengendalian mutu dalam pekerjaan penggantian timbunan tanah pada bagian bawah timbunan oprit jembatan ini sangat diperlukan, untuk memastikan material terpasang mendekati tanah timbunan yang di padatkan dan tidak mengalami penyusutan. Pengujian Gradasi Istilah gradasi sering kali kita dengar sebagai dasar pengukuran butir suatu material yang dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu, ukuran butir seragam, ukuran butir menerus dan ukuran butir sela, yang dimaksud dengan ukuran butir seragam adalah dimana hanya ada satu ukuran butir gradasi atau semua butir memiliki ukuran yang hampir sama, sedangkan gradasi menerus merupakan ukuran butir yang sempurna dimana terdapat semua ukuran butir yang di klompokkan oleh standar Analisa saringan, dan gradasi sela adalah ukuran butir yang tidak lengkap dari ukuran saringan yang menjadi standar Analisa saringan, (Pratomo et al. , 2. fungsi agregat halus dalam campuran mortar foam adalah sebagai material pengisi dan juga membentuk kekuatan mortar (Ibrahim & Saelan, 2. Pengujian Daya Serap Air Daya serap air pada material ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penyerapan air dari kondisi kering hingga material tersebut jenuh terhadap air (. , 2. pengujian ini memiliki peranan penting terhadap hidrasi mortar karena sering kali terjadi keretakan akibat kekurangan air, baik akibat penguapan yang terlalu cepat atau terserap oleh material nya sendiri pada saat mortar mulai seting awal (Gardha Satria Fadillah. Rizki Amalia Putri. Sri Tudjono *), 2. (Nasional, 2. batas-batas penyerapan pasir yang diperbolehkan dalam perencanaan mortar adalah dibawah angka 4,2 % (Nasional, 2. secara umum daya serap air dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut. Penyerapan Air (%) =( yaAOeya ya ) x 100 % . Dengan : B = Berat benda uji dalam kondisi SSD A = Berat benda uji dalam kondisi kering Oven PERBAIKAN TIMBUNAN OPRIT JEMBATAN A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Pengujian Berat Jenis (Spesific Gravit. Berat jenis merupakan perbandingan dari berat butir dengan air suling yang digabungkan menjadi sebuah volume(Astrid Fadhilah et al. , 2. dimana semakin besar nilai berat jenis yang didapatkan maka material tersebut memiliki tingkat kekerasan atau kepadatan yang semakin bagus, begitu juga sebaliknya, untuk berat jenis pasir biasanya berada dalam kisaran 2,4 sampai 2,6 yang dapat dirumuskan dengan persamaan sebagai berikut. yc2 Oe yc1 yaycI = ycuya . c4 Oe yc. Oe . c3 Oe yc. Dimana : W1 = Berat Picnometer W2 = Berat Picnometer dan Tanah Kering W3 = Berat Piknometer. Tanah dan Air W4 = Berat Picnometer dan Air K = Hubungan kerapatan air dan factor konversi K dalam Temperatur Pengujian UCT Pengujian Kuat Tekan Bebas atau Unconfined Compression Test memiliki tujuann untuk mengetahui besarnya beban aksial dalam satuan luas pada saat spesimen mengalami keruntuhan, atau regangan aksial mencapai 20% (Fadilla & Roesyanto, 2. dari material tanah lempung lunak hingga sedang yang di ujikan tanpa memberikan tekanan lateral dengan bentuk spesimen berupa silinder berukuran 38 mm x 76 mm, secara umum perhitungan pengujian UCT dilakukan dengan beberapa tahap seperti berikut (SNI. Dengan : yua = Tekanan Aksial P = Beban yang bekerja yayca = Luas penampang tanah terkoreksi Pengujian Tekanan Kompresi pada pompa Pengujian Ini bertujuan untuk memastikan tekanan pada pompa yang digunakan untuk menyalurkan beton dari tabung grouting menuju celah injeksi bekerja dengan normal sehingga celah terisi dengan sempurna, yang biasanya dinyatakan dalam satuan Psi,Bar,KPa atau Kg/Cm2 (Wilantara & Raharjo, 2. secara umum tekanan dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut. y= ya ya . Dengan : y = Tekanan (N/m. F = Gaya (N) A = Luas Alas /Penampang . 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Material . = Regangan Aksial yang dinyatakan dalam % Luas Terkoreksi (A. ya0 ycu 10Oe6 1Oe a1 Hasil pengujian untuk daya serap air pada material yang telah dilakukan ditunjukkan pada tabel 1 dimana pasir dari Gedebage memiliki daya serap sebesar 1,4 % dengan nilai berat jenis ( Spesific Gravity ) sebesar 2,58 dan pengujian gradasi yang digunakan adalah jenis gradasi sela, yang terdiri dari 9 saringan dengan nomor 3/8 . pan yang menghasilkan data lolos saringan 3/8 sebanyak 100% dan tidak ada lolos saringan 200 seperti pada tabel 2. AEH = Perubahan tinggi benda uji ya0 = Tinggi benda uji semula dalam mm yayca = ycE Dengan : Au1 yua= Pengujian material pada penelitian ini memiliki tujuan untuk memvalidasi data atau material yang digunakan agar sesuai dengan yang direncanakan maupun dengan standar-standar yang berlaku. Perhitungan regangan Aksial (Au. Au1 = iya ya Sehingga Dengan : yayca = luas penampang rata-rata atau luas terkoreksi ya0 = luas penampang rata-rata benda uji semula a1 = regangan aksial untuk beban yang diberikan Alit Suryawans et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. PERBAIKAN TIMBUNAN OPRIT JEMBATAN A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Tabel 1. Pengujian Propertis Material Nama Standar Hasil Daya Serap Air Max 5 % 1,4 % Spesific Gravity Max 2,6 2,58 Tabel 2. Pengujian Gradasi Nomer Saringan Jumlah Tertahan Persen Tertahan Pan % Pasing Pengaplikasian Mortar foam Setelah mutu yang ditargetkan dalam job mix tercapai, selanjutnya dilakukan pengaplikasian mortar foam untuk mengisi celah pada bagian bawah oprit jembatan pada posisi mendatar dengan kedalaman yang beragam, sehingga kerusakan ini tidak memungkinkan untuk dilakukan konvensional yaitu menggunakan timbunan tanah, kondisi ini membutuhkan inovasi perbaikan seperti terlihat pada foto berikut ini. Pembuatan Job Mix Desain Pembuatan job Mix desain sangat diperlukan sebagai bahan pertimbangan awal dalam pelaksanaan suatu proyek akan formulasi atau campuran agregat yang diperlukan agas sesuai dengan standar yang berlaku, dalam pembuatan mortar foam kali ini menggunakan Kebutuhan sesuai tabel 3. Tabel 3. Job Mix Mortar Foam Nama Satuan Volume Pasir Kg/m3 459,69 Semen Kg/m3 Air Liter 142,48 Busa Kg/m3 Pengujian Kuat Tekan Bebas ( UCT ) Gambar 1. Celah mendatar pada bawah oprit Tahap pengaplikasian ini menggunakan pompa injeksi bertekanan untuk mendorong dan memasukkan material mortar foam hingga ke celah terkecil dan untuk memastikan celah terisi penuh dan padat. Injeksi Mortar foam Alat yang digunakan adalah pompa injeksi grouting yang memiliki kapasitas 15 Ae 30 m3/jam dengan tenaga 3 HP dan daya yang dibutuhkan adalah 1 Phase Setelah melakukan job mix desain proses selanjutnya adalah melakukan pengujian terhadap job mix tersebut yang sebelumnya sudah disiapkan dengan cetakan silinder dengan ukuran 10 cm x 20 cm pada usia 3 hari 7 hari dan 14 hari dengan target kepadatan adalah 800 KPa , dari hasil pembuatan benda uji ini didapatkan hasil yang melebihi ketentuan pada usia 14 hari yaitu 918. 05 seperti terlihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji UCT Mortar foam Umur Benda Uji Tegangan Max Qu Max (Har. g/cm. (KP. Alit Suryawans et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Gambar 2. Mesin injeksi Grouting Sebelum melakukan injeksi mortar foam, pasang terlebih dahulu pipa konektor menuju celah atau rongga yang akan di aplikasikan, setelah itu campurkan mortar dengan busa hingga homogen lalu tuang kedalam PERBAIKAN TIMBUNAN OPRIT JEMBATAN A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. wadah yang sudah terhubung dengan pompa injeksi, sebelum melakukan injeksi mortar, pastikan tekanan mesin injeksi mencapai 2Ai3 bar, barulah proses injeksi mortar foam dapat di lakukan. 5 Kesimpulan Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan, secara umum mortar foam dangan material pasir dari daerah Gedebage memenuhi standar minimal sebagai pengganti lapisan sub base dengan angka yang di syaratkan adalah 800 KPa pada usia 28 hari, sedangkan mutu mortar foam yang digunakan untuk perbaikan timbunan oprit tol padaleunyi km 146 950 Jembatan cipamokolan telah melebihi mutu yang di syaratkan 6 DAFTAR PUSTAKA