E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMP KARYA BUDI Wahyu Hidayat wahyuhidayat@uinsgd. UIN Sunan Gunung Djati Bandung Testri Destrianti testridestrianti2712@gmail. UIN Sunan Gunung Djati Bandung Syibromilisi syibro@stit-buntetpesantren. STIT Buntet Pesantren Cirebon ABSTRACT This study aims to determine the implementation of the principal's academic supervision in improving teacher performance at Karya Budi Cileunyi Middle School. Bandung Regency. This study used qualitative research methods. The research subject is the school principal. The research location is the Karya Budi Cileunyi Middle School. Bandung Regency. Research data collection techniques using observation, interviews, and documentation. While the data analysis technique is using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that: . Planning for school academic supervision makes steps for an academic supervision program, creates a supervision team , formulates goals, determines an implementation schedule, and what the teacher must prepare. Implementation of academic supervision carried out two in one year . The approach taken is a direct, indirect, and collaborative approach. The techniques used were class visits, class observations, individual meetings and meetings, and the instruments used were questionnaires and academic supervision notes. Followup on the implementation of academic supervision is carried out by discussing and finding solutions to problems, then for follow-up programs through In House Training (IHT), workshops , training, technical guidance or clinical supervision. Keywords : Principal's Academic Supervision. Performance Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smp Karya Budi Wahyu Hidayat 1. Testri Destrianti2. Syibromilisi3 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Karya Budi Cileunyi Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah. Lokasi penelitian yaitu SMP Karya Budi Cileunyi Kabupaten Bandung. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data yaitu menggunakna reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: . Perencanaan supervisi akademik sekolah membuat langkah-langkah program supervisi akademik, membut tim supervisi, merumuskan tujuan, menentukan jadwal pelaksanaan, dan apa saja yang harus dipersiapkan oleh guru. Pelaksanaan supervisi akademik dilaksanakan dua dalam satu tahun. Pendekatan yang dilakukan yaitu pendekatan langsung, tidak langsung, dan kolaboratif. Teknik yang digunakan yaitu kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individu serta rapat, dan instrumen yang digunakan yaitu angket dan catatan supervisi akademik. Tindak lanjut pelaksanaan supervisi akademik dilaksanakan dengan berdiskusi dan mencari solusi atas permasalahan, kemudian untuk program tindak lanjut dengan malalui In House Training (IHT), workshop, pelatihan, bimbingan teknis atau supervisi klinis. Kata Kunci : Supervisi Akademik Kepala Sekolah. Kinerja PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu hal yang begitu penting bagi kehidupan dan sekolah merupakan lembaga yang bertujuan, bertugas, dan bertanggung jawab melaksanakan program pendidikan. Pendidikan ialah suatu upaya yang mampu mempercepat pengembangan kemampuan manusia untuk mengemban tugas dalam pembangunan Dengan demikian, bangsa ini harus mencetak manusia yang dapat bersaing dengan situasi serta keadaan yang berbeda juga memiliki jiwa mandiri dan sikap berkompetisi dengan negara lain untuk mendapat posisi pendidikan yang berkualitas, tenaga kerja yang mampu merebut profesi-profesi yang strategis, dan pelajar yang mampu berkompetisi tingkat nasional maupun internasional. Profesionalisme tenaga kerja tidak hanya diperlukan di perusahaan saja, akan tetapi profesionalisme juga diperlukan di organisasi pendidikan. Tenaga kependidik yang berada dalam lingkup pendidikan diantaranya kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smp Karya Budi Wahyu Hidayat 1. Testri Destrianti2. Syibromilisi3 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 enaga tata usah. Guru merupakan salah satu komponen utama penentu keberhasilan suatu sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Guru adalah tokoh utama yang berhubungan erat dengan proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sebagai seseorang yang mempunyai tugas dalam mengajar dan mendidik, guru hendaknya melaksanakan beragam kegiatan untuk tercapainya tujuan yang telah ditentukan. Dalam pencapaian tujuan tersebut, guru hendaknya mempunyai seperangkat kemampuan agar dapat melaksanakan tugas mengajarnya dengan maksimal dan berkualitas. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional (Sambudi, 2. Tidak hanya itu, pendidikan mampu memberikan ketercapaian untuk kehidupan yang lebih baik. Dengan pendidikan setiap individu akan menjadi terpandang sesuai dengan kualifikasi pendidikannya. Dalam mencapai hal tersebut tidaklah mudah, mendapati guru yang berkualitas tidak terlepas dari peran kepala sekolah yang diharapkan mampu memberikan motivasi, inovasi yang tidak hanya teori tetapi dengan prakteknya. Kinerja yang optimal dan mutu pendidikan yang dimiliki oleh guru dan kepala sekolah akan memberikan pengaruh pada kualitas mutu lulusan sekolah. Kinerja yang baik serta adanya rasa tanggung jawab dari guru maka pencapaian dari visi dan misi serta tujuan pendidikan yang ditetapkan dapat diterapkan sehingga berjalan dengan baik dan lancar. Maka dari itu, kepala sekolah berperan dalam meningkatkan kinerja guru agar lebih bersemangat dan profesional dalam pembelajaran. Menurut (Amini et al. , 2. kinerja merupakan pencapaian suatu hasil kerja seseorang yang telah melaksanakan sesuai dengan standar dan aturan kerja yang hendak dicapai. Dalam menjalankan tugasnya, pada dasarnya guru telah mempunyai bekal ilmu pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang didapat ketika pendidikan dan pelatihan serta pengalaman tambahan dalam bekerja. Akan tetapi dalam menjalankan tugas mengajarnya guru seringkali mendapatkan kesulitan dalam mengadaptasikan antara pengetahuan yang ia miliki serta kebutuhan pembelajaran di kelas. Berbagai perubahan dan pembaharuan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah juga menuntut kemampuan baru guru untuk mengikuti perubahan tersebut. Berdasarkan fakta itulah, guru sangat membutuhkan bimbingan dan pembinaan dalam rangka meningkatkan kemampuan profesionalnya melalui kegiatan supervisi akademik oleh kepala sekolah. Berdasarkan temuan awal dari kajian referensi serta observasi pada SMP Karya Budi Cileunyi, kepala sekolah mengalami beberapa hambatan dalam pelaksanaan supervisi. Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah menunjukan hambatan dan kendala yang terjadi yaitu saat pembelajaran guru tidak menyampaikan tujuan pembelajaran, kurang lengkapnya dalam pembuatan RPP, guru yang tidak mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, sebagian guru ada yang tidak menguasai kelas dalam proses pembelajaran, tidak sesuainya antara metode di dalam RPP dengan metode yang Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smp Karya Budi Wahyu Hidayat 1. Testri Destrianti2. Syibromilisi3 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 digunakan saat pembelajaran, dan belum teradministrasinya jurnal penilaian sikap. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu bagaimana implementasi supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di smp karya budi? Menurut (Arifin, 2. , kepala sekolah memiliki peran yang begitu penting dalam mempengaruhi sistem di suatu sekolah. Secara operasional, kepala sekolah merupakan seseorang yang berada di depan dalam mengatur upaya peningkatan pembelajaran yang bermutu, satu diantara kompetensi yang harus dimiliki seorang kepala sekolah ialah kompetensi supervisi. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendikna. Nomor 13 Tahun 2007 kompetensi supervisi mencakup perencanaan program supervisi akademik dalam rangka untuk meningkatkan profesionalisme guru, melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat dan menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru untuk meningkatkan profesionalisme guru. Adapun untuk tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui terkait bagaimana implementasi supervisi yang dilaksanakan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Karya Budi. Peranan supervisor di bidang pendidikan merupakan penentu keberhasilan pendidikan itu sendiri dengan berusaha menemukan permasalahan pendidikan dan memperbaiki kendala-kendala yang terjadi. Maka dari itu, pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah diharapkan mampu meningkatkan kinerja guru serta pelaksanaan supervisi akademik akan berjalan optimal jika dilaksanakan oleh kepala sekolah secara langsung akan lebih banyak mengetahui kekurangan dari setiap guru dalam kegiatan Menurut (Musyadad et al. , 2. mengemukakan bahwa supervisi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keseluruhan proses administrasi pendidikan yang bertujukan terutama dalam pengembangan efektivitas kemampuan personalia sekolah yang berkaitan dengan tugas-tugas utama dalam usaha pendidikan, titik berat pengembangan bagi guru, kepala sekolah, petugas perpustakaan, petugas yang menangani sumber belajar, termasuk petugas tenaga kependidikan. Selain itu Arifuddin dalam (Musyadad et al. , 2. menyatakan bahwa supervisi akademik ialah berkaitan dengan penilaian kinerja guru dan dalam mengelola pembelajaran. Inti dari supervisi akademik ialah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Menurut Hadis dalam (Suwartini, 2. fungsi supervisi akadamik sebagai upaya perbaikan proses yang berkesinambungan serta dilaksanakan secara berkelanjutan. Supervisi akademik ini juga menjunjung tinggi praktek perbaikan mutu secara berkesinambungan . ontinous quality improvemen. sebagai satu diantara prinsip dasar dan manajemen terpadu. Menurut (Tanjung et al. , 2. mengemukakan bahwa sasaran utama dari supervisi akademik adalah kemampuan- Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smp Karya Budi Wahyu Hidayat 1. Testri Destrianti2. Syibromilisi3 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 kemampuan guru dalam membuat perencanaan kegiatan pembelajaran, melaksanakan proses kegiatan pembelajaran yang terdiri dari materi pokok dalam peroses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan metode pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, memanfaatkan hasil penilaian tersebut untuk meningkatkan layanan pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan, serta mengembangkan strategi pembelajaran yang tepat. Agar pelaksanaan supervisi akademik dapat berjalan secara efektif maka diperlukan keterampilan konseptual, interpersonal serta tehnikal menurut Glickman dalam Supriani sebagaimana dikutip oleh (Arifin, 2. menyatakan bahwasannya setiap kepala sekolah hendaknya mempunyai kemampuan teknikal dalam menetapkan teknik-teknik supervisi yang tepat dalam pelaksanaan supervisi akademik. Terdapat dua teknik dalam pelaksanaan supervisi akademik yakni. Teknik Supervisi Individu ialah pelaksanaan supervisi yang dilaksanakan secara perorangan terhadap guru ada lima macam yaitu . kunjungan kelas, . Observasi kelas, . observasi individual, . kunjungan antar kelas, dan . menilai diri dan . Teknik Supervisi Kelompok ialah pelaksanaan supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih, disesuiakan dengan kebutuhan dan memiliki masalah yang sama, disatu kelompokkan. Terdapat tiga belas teknik supervisi kelompok yaitu kepanitiaan, kerja kelompok, laboratorium dan kurikulum, membaca terpimpin, demonstrasi pembelajaran, darmawisata, kuliah studi, diskusi panel, perpustakaan, organisasi profesionalm bulletin supervisi , pertemuan guru, dan lokakarya (Nurwahidah & Ansar, 2. Menurut Jasmani dan Syaiful Mustofa dalam (Nurwahidah & Ansar, 2. menyatakan ada beberapa pendekatan dalam supervisi yaitu pendekatan langsung, ialah pemberian arahan oleh supervisor dilakukan secara langsung kepada guru yang disupervisi, dalam pelaksanaan supervisor lebih dominan. Pendekatan tidak langsung, ialah permasalahan tidak langsung ditunjukan oleh supervisor, dalam hal ini supervisor cenderung mendengarkan terlebih dahulu apa yang dikemukakan oleh guru. Dan pendekatan kolaboratif, ialah supervisor dan yang disupervisi mempunyai kesepakatan secara bersama menentukan struktur, proses, dan kriteria dalam melaksanakan proses percakapan terhadap permasalahan yang sedang Perencanaan supervisi merupakan penyusunan dokumen perencanaan, rangkaian kegiatan untuk membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya, mengelola proses belajar mengajar untuk tercapainya tujuan pembelajaran (Nurwahidah & Ansar, 2. Lanjut menurut (Anissyahmai et al. , 2. mengemukakan perencanaan supervisi akademik terdiri dari beberapa hal yang mempunyai keterikatan satu sama lain, yaitu: . Pelaksanaan kurikulum. Persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran oleh guru. Pencapaian, standar kompetensi kelulusan, proses, isi, dan peraturan pelaksanaannya. Peningkatan mutu pembelajaran. Selanjutnya pelaksanaan Supervisi, ialah penerapan Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smp Karya Budi Wahyu Hidayat 1. Testri Destrianti2. Syibromilisi3 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 dari rancangan program yang sebelumnya telah disusun (Nurwahidah & Ansar, 2. Dan terakhir yaitu tindak lanjut supervisi akademik, tindak lanjut ini pada dasarnya merupakan suatu bentuk apresiasi sehingga nantinya guru dapat melakukan inovasi terhadap kegiatan belajar mengajar (Amini et al. , 2. Tindak lanjut ini juga berupa pemberian nasihat yang bersifat mendidik kepada guru yang belum memenuhi standar, dan para guru mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan lebih lanjut (Nurwahidah & Ansar, 2. Kinerja adalah perilaku individu dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di suatu lembaga atau organisasi untuk memenuhi standar perilaku dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa inti dari kinerja ialah manifestasi dari output atau ketercapaian kerja berdasarkan ukuran dan standar tertentu (Huda, 2. Dapat dipahami bahwa kinerja guru merupakan keberhasilan seorang guru dalam menjalankan kegiatan pembelajaran yang bermutu. Terdapat beberapa aspek diantaranya. Dedikasi yang tinggi pada tugasnya sebagai pengajar, menguasai dan mampu melakukan pengembangan terhadap metode, menguasai bahan ajar, dan menggunakan referensi belajar, bertanggung jawab dan senantiasa memantau hasil pembelajaran, disiplin dalam mengajar, kegiatan belajar yang kreatif, mampu berinteraksi dan memotivasi peserta didik, jujur, serta objektif dalam membimbing peserta didik (Zhahira et al. , 2. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertartik untuk membahas permasalahan tersebut dalam penelitian yang berjudul AuImplementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMP Karya BudiAy. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, menurut sugiyono dalam (Tanjung et al. , 2. metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti kondisi objek alamiah, dimana peneliti sebagai instrumen kunci, dalam penelitian kualitatif mempunyai karakteristik analisis tekstual. Lokasi dan sumber data dalam penelitian di SMP Karya Budi Cileunyi Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan teknik sampling atau Snow Ball Process dengan cara menghubungi Key Informant dan Informan yang diharapkan dapat memberikan keterangan mengenai yang benar tentang pokok permasalahan yang akan diteliti. Adapun yang akan di wawancari yaitu kepala sekolah ibu Hj. Heni Marlina. Pd. MMPd. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data yaitu menggunakna reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smp Karya Budi Wahyu Hidayat 1. Testri Destrianti2. Syibromilisi3 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Supervisi merupakan serangkaian kegiatan membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Supervisi akademik kepala sekolah dilaksanakan dalam upaya untuk membantu dan membina guru dalam proses pembelajaran di sekolah untuk mencapai tujuan. Maka dalam pembahasan ini akan dibahas mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Karya Budi. Perencanaan supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja Sebelum melaksanakan program supervisi akademik untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pihak sekolah sebelumnya melakukan persiapan terlebih dahulu dengan memberikan pengarahan, pembinaan dan pendampingan kepada tenaga pendidik dan kependidikan. Tujuan diadakannya kegiatan persiapan tersebut adalah supaya mendapatkan hasil yang maksimal dan sebaiknya dalam kegiatan pengarahan dan pembinaan untuk persiapan program supervisi ini melibatkan pengawas Pembina supaya dalam persiapannya lebih maksimal. Langkah-langkah Program supervisi ini meliputi . Langkah persiapan, yaitu dengan melakukan pembentukan tim asesor/supervisor yang dibentuk oleh Kepala Sekolah tujuannya yaitu yang akan membantu Kepala Sekolah dalam melaksanakan tugas sebagai Asesor/Supervisior. Asesor/Supervisior ini merupakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum serta Guru Senior. Pemberian tugas ini di lakukan melalui rapat rutin dengan dewan guru dan staf tata usaha, hal ini diperkuat dengan surat keputusan (SK) Kepala Sekolah. Melakukan rapat untuk penyusunan instrumen supervisi sesuai dengan kebutuhan. Menyusun jadwal rencana pelaksanaan supervisi. Pelaksanaan supervisi akademik terhadap guru mata pelajaran diawali dengan kegiatan : . Pra-observasi (Pertemuan Awa. kegiatannya yaitu menciptakan suasana akrab dengan guru, wawancara dengan guru melalui daftar pertanyaan dalam instrumen pra-observasi, membahas persiapan yang dibahas oleh guru dan membuat kesepakatan melalui aspek yang menjadi fokus pengamatan, menelaah RPP yang akan digunakna pada saat observasi kelas, dan menyepakati instrumen observasi yang akan digunakan. Observasi (Pengamatan Pembelajara. kegiatannya yaitu pengamatan difokuskan pada aspek yang telah disepakati, menggunakan instrumen observasi, membuat catatan, catatan observasi meliputi perilaku guru dan siswa, dan tidak mengganggu proses pembelajaran. Pascaobservasi (Pertemuan balika. dilaksanakan segera setelah observasi, kegiatannya yaitu menyakan bagaimana pendapat guru mengenai proses pembelajaran yang Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smp Karya Budi Wahyu Hidayat 1. Testri Destrianti2. Syibromilisi3 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 baru berlangsung melalui instrumen pasca-observasi, menunjukan data hasil observasi . nstrumen dan catata. berikan kesempatan guru mencermati dan menganalisanya,mendiskusikan secara terbua hasi observasi terutama pada aspek yang telah disepakati, memberikan penguatan terhadap penampilan guru, hindari kesan menyalahkan, usahakan guru menemukan sendiri kekuranganya, dan memberikan dorongan moral bahwa guru mampu memperbaiki kekurangannya. Pelaksanaan supervisi terhadap guru bimbingan dan konseling, dilaksanakan dalam bentuk supervise administrasi program dan dokumen aktifitas pelayanan, pelaporan dan evaluasi pelaksanaan program. Pelaksanaan supervisi sedapat mungkin dilakukan dengan mempertimbangkan factor waktu atau kesempatan antara supervisior dengan guru yang akan disupervisi, yaitu diupayakan pelaksanaanya di luar jam mengajar khususnya untuk supervisi administrasi perencanaan pembelajaran (APP) dan administrasi perangkat penilaian, misalnya pada jam istirahat atau setelah proses kegiatan pembelajaran berakhir. Analisis Hasil. Pelaporan dan tindak Lanjut yaitu analisis hasil dengan menggunakan format rekapitulasi dan Pelaporan dan tindak lanjut menggunakan format. Program disusun pada setiap awal tahun pelajaran berdasarkan hasil tindak lanjut kepala sekolah tentang pelaksanaan supervisi pada tahun sebelumnya. Penyusunan ini tidak sepenuhnya melibatkan guru dan direncanakan sebanyak empat kali dalam setahun atau dua kali dalam semester. Sasaran dan Ruang lingkup Program Supervisi Akademik di SMP Karya Budi meliputi semua guru mata pelajaran. Adapun aspek supervisi yaitu : Administrasi perencanaan pembelajaran terdiri dari : Program tahunan, program semester, silabus. RPP, kalender pendidikan, jadwal tatap muka, agenda harian, daftar nilaai. KKM, absen kelas, buku pegangan guru, dan buku pegangan siswa. Administrasi Penilaian terdiri dari : Buku Nilai /Daftar Nilai. Tes Ulangan Harian/Mid. Penugasan Tersetruktur. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT). Penilaian Keterampilan. Penilaian Sikap. Program dan Pelaksanaan Remedial. Analisis Ulangan Harian, dan Bank Soal / Instrumen Tes. Supervisi RPP, terdiri dari : Identitas. Indikator pencapaian kompetensi. Tujuan Pembelajaran. Materi Pembelajaran. Sumber Belajar. Media Pembelajaran. Kegiatan Pembelajaran, dan Penilaian. Supervisi Kunjungan Kelas, terdiri dari : Kegiatan Pendahuluan. Kegiatan inti pembelajaran, dan Kegiatan Penutupan. Guru Bimbingan dan Konseling, meilputi : Program BK. Aktifitas pelayanan BK. Pelaporan, dan evaluasi. Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smp Karya Budi Wahyu Hidayat 1. Testri Destrianti2. Syibromilisi3 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja Program supervisi akademik ini dilaksanakan selama dua kali selama 1 tahun ajaran yaitu pada semester ganjil dan semester genap. Penjadwalannya sebagai berikut : Supervisi Administrasi pelaksanaanya dilaksanakan sebelum dilakukan supervisi pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah dan wakil Kepala Sekolah yang ditunjuk dibawah bimbingan Pengawas Pembina Bapak DR. Achmad Fadillah. SPd. MMPd. untuk jadwal terlampir yang terdiri dari . Perangkat pembelajaran, format penilaian dan instrument observasi RPP. Supervisi pembelajaran dilaksanakan oleh Kepala Sekolah serta dibantu oleh wakil Kepala Sekolah. Instrument kegiatan supervise akademik ini digunakan instrument pra-observasi berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada guru dan instrument penelaahan RPP yang akan digunakan pada saat pra-observasi, instrument lain yang digunakan yaitu instrument pengamatan pelaksanaan pembelajaran yang digunakan pada saat observasi kunjungan Sedangkan instrument yang digunan yaitu instrument pengamatan pelaksanaan pembelajaran yang digunakan pada tahap pasca supervise menggunakan instrument wawancara paska observasi. Adapun pendekatan yang dilakukan yaitu dengan pendekatan langsung, tidak langsung, dan kolaboratif. Teknik yang digunakan yaitu teknik individu dengan kunjungan kelas, observasi kelas, rapat secara individu Dan teknik kelompok yaitu dilaksanakan rapat guru dengan tim supervisi. Tindak lanjut supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja Tindak lanjut akan dilakukan setelah kegiatan supervisi dikelas dilaksanakan, guru di ajak berdiskusi tentang hasil kegiatan supervisi yang telah dilaksanakan kemudian dicari penyelesaian untuk persoalan yang guru-guru atau tenaga kependidikan hadapi pada saat pembelajaran atau pada saat dilaksanakan supervise kemudian hasil supervise tersebut dibuatkan laporan dan merencanakan program tindak lanjut untuk penyelesaiaanya. Program tindak lanjut untuk guru-guru dan tenaga kependidikan bisa berupa pelatihan disekolah untuk diharapkan dapat meningkatkan kompetensinya sebagai guru dan tenaga kependidikan, mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh MGMP atau Dinas pendidikan. In House Training (IHT), workshop, bimbingan teknis atau supervisi Hasil yang diharapkan dari seorang guru atau tenaga kependidikan setelah dilakukan supervisi ini akan mampu meningkatkan kompetensi dan kualitas kinerjanya. Dari mulai membuat perencanaan untuk mengajar, penyusunana RPP, pelaksanaan saat mengajar dikelas, melaksanakan evaluasi/ penilaian dan tindak lanjut kepada peserta didik yang ada Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smp Karya Budi Wahyu Hidayat 1. Testri Destrianti2. Syibromilisi3 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 kendala dalam pembelajarannya ini akan terekap dalam format yang telah disediakan ketika pelaksanaan supervisi tersebut, sehingga akan diperoleh gambaran kinerja guru secara KESIMPULAN Berdasarkan pemaparan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerj guru yang dilaksanakan di SMP Karya Budi Cileunyi Kabupaten Bandung menunjukan bahwa telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kepala sekolah melaksanakan perencanaan supervisi akademik membuat langkah-lanngkah program supervisi akademik, membut tim supervisi, merumuskan tujuan, menentukan jadwal pelaksanaan, dan apa saja yang harus dipersiapkan oleh guru. Selanjutnya pelaksanaan supervisi akademik dilaksanakan dua dalam satu tahun yaitu pada semester ganjil dan semester genap. Pendekatan yang dilakukan yaitu menggunakan pendekatan langsung, tidak langsung, dan kolaboratif. Teknik yang digunakan yaitu kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individu serta rapat, dan instrumen yang digunakan yaitu berupa angket dan catatan supervisi akademik. Dan yang terakhir yaitu tindak lanjut pelaksanaan supervisi akademik dilaksanakan dengan berdiskusi dan mencari solusi atas permasalahan, kemudian untuk program tindak lanjut dengan malalui In House Training (IHT), workshop, pelatihan, bimbingan teknis atau supervisi klinis. DAFTAR PUSTAKA