I-Robot Jurnal. Vol 8. No 2 . : September ISSN 2356-3974 Perancangan Aplikasi Pendistribusian Alat Kontrasepsi dengan Metode Rapid Applcation Development (RAD) Delta Khairunnisa, 1Dewi Irmawati Siregar, 1Nurlaili Rahmi, 1Andreas Sihombing, 1M. Dicky Suandi, 1Dilla Khoirunnisa. Manajemen Informatika. Politeknik Negeri Sriwijaya ABSTRAK Pendistribusian alat kontrasepsi di Provinsi Sumatera Selatan oleh BKKBN menghadapi berbagai tantangan, seperti pengelolaan stok yang kurang efisien, distribusi tidak merata, dan kurangnya sistem monitoring terintegrasi. Permasalahan ini menyebabkan keterlambatan distribusi dan kesalahan pencatatan. Untuk mengatasinya, dikembangkan aplikasi pendistribusian berbasis website menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), yang memungkinkan pengembangan aplikasi secara cepat dan fleksibel. Aplikasi ini membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan stok dan akurasi pelacakan distribusi. Namun, pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan fitur dan keamanan aplikasi guna mendukung program Keluarga Berencana di Sumatera Selatan. Keyword: Pendistribusian alat kontrasepsi. BKKBN. RAD 1 PENDAHULUAN Salah satu tantangan yang dihadapi oleh lembaga pemerintahan adalah bagaimana memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah salah satu lembaga yang sangat berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan Salah satu aspek penting dari program KKBPK adalah pendistribusian alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi memungkinkan pasangan untuk merencanakan waktu yang tepat dalam memiliki anak. Untuk memastikan alat kontrasepsi ini tersedia dan didistribusikan dengan baik. BKKBN bekerja sama dengan berbagai rumah sakit dan Namun, meskipun program KKBPK telah berlangsung lama, masih terdapat berbagai permasalahan dalam hal pendistribusian alat kontrasepsi, terutama di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Permasalahan tersebut di antaranya adalah kurangnya efisiensi dalam pendistribusian alat kontrasepsi, kurangnya keteraturan dalam pengelolaan stok, dan keterlambatan dalam penyampaian alat kontrasepsi kepada pihak yang Salah satu masalah utama yang dihadapi dalam pendistribusian alat kontrasepsi di BKKBN Provinsi Sumatera Selatan adalah pengelolaan stok yang kurang efektif. pemantauan pergerakan stok dan penggunaannya menjadi tidak optimal, sehingga menyulitkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat terkait pengadaan dan distribusi alat kontrasepsi. dibutuhkan sebuah aplikasi berbasis teknologi yang mampu memberikan solusi dalam mempermudah proses distribusi alat kontrasepsi. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu dalam memonitor stok, mengintegrasikan data distribusi, serta memfasilitasi penyampaian Copyright A 2024 Penulis http://e-jurnal. informasi yang lebih efektif kepada masyarakat. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Rapid Application Development (RAD) yang memungkinkan pengembangan aplikasi dengan cepat dan iteratif, sesuai dengan kebutuhan pengguna dan organisasi 2 METODOLOGI Pendekatan yang diadopsi dalam pengembangan sistem adalah model Rapid Application Development (RAD), yang dikenal karena fokusnya pada siklus pengembangan yang cepat dan iteratif, memungkinkan untuk penyempurnaan dan adaptasi yang kontinyu berdasarkan umpan balik dari para pemangku kepentingan. Tahapan dalam model pengembangan RAD adalah sebagai . Rencana Kebutuhan (Requirement Plannin. Informasi mengenai pendistribusian alat kontrasepsi diperoleh melalui kolaborasi dengan pihak terkait. Data yang terkumpul tentang pendistribusian alat kontrasepsi di Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Selatan dianalisis secara mendalam. Hasil analisis ini menjadi landasan untuk pembangunan aplikasi pendistribusian alat kontrasepsi yang disesuaikan dengan kebutuhan Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Selatan. Proses Desain Sistem (Design Syste. Dalam proses ini, peran pengguna atau tim dari divisi Keluarga Berencana (KB) sangat penting. Mereka terlibat dalam fase desain dan iterasi yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa rancangan sistem yang dihasilkan memenuhi kebutuhan mereka dalam mengelola data distribusi alat kontrasepsi. Implementasi (Implementatio. Langkah I-Robot Jurnal. Vol 8. No 2 . : September pengembangan desain suatu program yang telah disetujui oleh pengguna atau tim dari divisi Keluarga Berencana (KB). Sebelum diterapkan di Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Selatan, dilakukan proses pengujian untuk memastikan bahwa aplikasi beroperasi tanpa kesalahan dan memeriksa adanya bug atau kesalahan yang dapat menghambat kinerja aplikasi sesuai dengan Dengan melakukan pengujian ini, pengguna dapat memberikan koreksi jika ada kekurangan setelah aplikasi diimplementasikan, dan pengembang aplikasi dapat melakukan perbaikan sesuai dengan kebutuhan yang diajukan oleh pengguna atau tim gudang untuk kemudian diimplementasikan 3 HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam pengembangan aplikasi ini, bahasa pemrograman PHP dan database MySQL akan digunakan untuk memastikan performa yang optimal dan kemudahan dalam pengelolaan data. Aplikasi ini memiliki ketentuan serta prosedur sistem sebagai berikut: Aplikasi ini memiliki dua hak akses utama, yaitu Admin dan User, untuk membantu pegawai dan staf khususnya di bidang KSPK Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Selatan dalam mengelola distribusi alat kontrasepsi dengan lebih efisien. Admin memiliki kemampuan untuk memantau dan memperoleh data terkait pengambilan dan distribusi alat kontrasepsi yang diinput oleh user, sehingga dapat melakukan pengawasan dan evaluasi secara real-time terhadap alur distribusi. Admin dapat menerima informasi dari data alat kontrasepsi, serta memiliki kemampuan untuk menginput jumlah stok alat kontrasepsi, mencatat jumlah alat kontrasepsi yang masuk dan keluar, dengan melakukan login menggunakan Username. Password, dan Level yang telah ditentukan Ini memastikan bahwa data yang diolah aman dan hanya dapat diakses oleh pihak yang User memiliki kemampuan untuk menginput data pengambilan alat kontrasepsi, yang mencakup kode alat kontrasepsi, nama alat kontrasepsi, jumlah yang diambil, dan opsi lainnya. Selain itu, user juga dapat menginput data distribusi alat kontrasepsi, yang mencakup nama mitra, nama alat kontrasepsi, kode alat kontrasepsi, jumlah yang diterima, serta memiliki opsi untuk menghapus dan mengedit data tersebut setelah login menggunakan Username. Password, dan Level yang telah ditentukan sebelumnya. Ini memberikan fleksibilitas dan kemudahan bagi user dalam mengelola data distribusi. 1 Studi Kelayakan Kelayakan Teknis. Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan memiliki hardware dan software yang memadai untuk menjalankan aplikasi pendistribusian alat kontrasepsi, yaitu berupa: Perangkat Komputer Copyright A 2024 Penulis http://e-jurnal. ISSN 2356-3974 Sistem Operasi Windows RAM minimal 8 GB Penyimpanan internal minimal 32 GB Koneksi Internet dan Server Kelayakan Operasional. Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan saat ini memiliki sumber daya manusia (SDM) yang handal dan mengoperasikan perangkat komputer dengan baik dan cepat serta SDM tersebut memiliki kemampuan untuk melakukan instalasi dan konfigurasi aplikasi pendistribusian alat kontrasepsi. Kelayakan Ekonomi. Manfaat dari pembuatan Perancangan Aplikasi Pendistribusian Alat Kontrasepsi Berbasis Web jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan, diantaranya adalah peningkatan efisiensi dalam proses penginputan data pendistribusian alat kontrasepsi, efektivitas dalam pengelolaan distribusi, dan transparansi dalam pelaporan dan pemantauan stok serta distribusi alat kontrasepsi. 2 Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan adalah tahap awal dalam pengembangan sistem yang menekankan identifikasi kebutuhan sistem. Terdapat dua jenis kebutuhan yang harus dipertimbangkan secara mendalam: kebutuhan fungsional . unctional requiremen. dan kebutuhan nonfungsional . on-functional requiremen. Kebutuhan fungsional berkaitan langsung dengan fitur-fitur atau fungsi-fungsi yang harus ada untuk memenuhi kebutuhan pengguna, sementara kebutuhan non-fungsional seperti kinerja, keamanan, dan keandalan, yang penting untuk keberhasilan sistem. 3 Analisis Kebutuhan Fungsional Kebutuhan fungsional yang ada dalam perancangan aplikasi yang akan dibuat ini adalah sebagai berikut. Sistem yang akan dibangun menggunakan bahasa pemograman PHP dan database MySQL. Sistem ini diakses oleh seorang Admin dan User . Admin melakukan login dengan menggunakan username dan password . User melakukan pengolahan data seperti input, edit, upload dan delete data . User dapat melakukan login username, password, dan level . Admin hanya dapat melihat melakukan pengolahan data . Admin dapat melakukan login dmenggunakan username, password, dan level Halaman utama admin terdapat menu dashboard, data dan data alkon yang berupa stock alkon, barang alkon keluar, dan barang alkon keluar telah di input dan logout. Halaman user terdapat data pengambilan alkon dan alkon distribusi dan logout. I-Robot Jurnal. Vol 8. No 2 . : September ISSN 2356-3974 4 Analisis Kebutuhan Non Fungsional Kebutuhan non-fungsional adalah batasan layanan atau fungsi yang ditawarkan oleh sistem, seperti batasan waktu, batasan proses pengembangan, dan standarisasi. Kebutuhan non-fungsional memberikan batasan pada kebutuhan fungsi, seperti yang dijelaskan berikut: Operasional Perancangan aplikas jika diterapkan harus dapat diakses dengan menggunakan browser Perancangan aplikasi jika diterapkan harus dapat digunakan oleh pengguna yang telah terdaftar untuk masuk ke sistem . Keamanan Perancangan aplikasi harus dilengkapi dengan sistem autentikasi berbasis password, sehingga hanya pihak yang berwenang yang memiliki akses dengan username . Informasi Aplikasi harus memberikan informasi yang jelas dan tepat ketika Admin dan User salah memasukkan Kebutuhan Non-fungsional adalah penting dalam memastikan kinerja dan keamanan sistem secara Meskipun tidak terkait dengan input, proses, atau output langsung, kebutuhan non-fungsional ini harus dipenuhi untuk memastikan bahwa aplikasi dapat digunakan dengan baik dan aman oleh pengguna. 5 Diagram Konteks DFD Level Konteks merupakan level tertinggi dari Data Flow Diagram (DFD) yang menggambarkan secara umum masukan . , proses . , dan keluaran . dar sistem. Diagram Konteks dapat dilihat pada dan password yang valid. Gambar 1 Diagram Kontek 6 Data Flow Diagram (DFD) Data Flow Diagram (DFD) digunakan sebagai bagian dari analisis dari jateraksi dan menentukan operasi yang Copyright A 2024 Penulis http://e-jurnal. akan diterapkan di dalam sistem serta menjelaskan fungsi-fungsi lain yang terdapat di dalamnya. I-Robot Jurnal. Vol 8. No 2 . : September ISSN 2356-3974 Gambar 2 Data Flow Diagram 7 Entity Relationship Diagram (ERD) ERD digunakan untuk menyusun struktur data dan 4 KESIMPULAN Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa pengembangan aplikasi pendistribusian alat kontrasepsi berbasis website untuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam proses distribusi alat Meskipun aplikasi ini telah menunjukkan potensi dalam mempermudah proses pengelolaan dan monitoring, terdapat beberapa aspek yang masih memerlukan penyempurnaan. Berikut kesimpulan yang dapat diambil: Aplikasi pendistribusian alat kontrasepsi berbasis website ini, meskipun fungsional, masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Beberapa fitur penting yang lebih rinci dan spesifik perlu ditambahkan agar DAFTAR PUSTAKA