JURNAL MASTER PENJAS & OLAHRAGA Volume 4 iC Nomor 2 iC Oktober 2023 Survei Kebugaran Jasmani Siswa Kelas X SMA Panjura Kota Malang 1Jundi AzkaA, 2M. Winarno 12Universitas Negeri Malang azkajundi19@gmail. ABSTRAK This research aims to determine the level of physical fitness of grade X students of SMA Panjura Malang. This research uses survey methods through a quantitative descriptive approach. The subjects in this research were grade X students of SMA Panjura Malang. Using physical fitness test instruments include . 60-meter sprint, . 60-second sit ups, . 60-second push ups, . long jumps without prefixes, . bleep tests. The results showed that the fitness level with the category "Very Less" there were 8 students with a percentage of 7. 1%, the category "Less" there were 46 students with a percentage of 40. 7%, the category "Medium" there were 40 students with a percentage of 35. 4%, the category "Good" there were 14 students with a percentage of 12. 4%, the category "Very Good" there were 5 students with a percentage of 4. So it was concluded that the physical fitness level of grade X students of SMA Panjura Malang was in the "Medium" category with a percentage of 53. Kata Kunci: Pendidikan Jasmani. Kebugaran Jasmani. Siswa ABSTRACT This research aims to determine the level of physical fitness of grade X students of SMA Panjura Malang. This research uses survey methods through a quantitative descriptive approach. The subjects in this research were grade X students of SMA Panjura Malang. Using physical fitness test instruments include . 60-meter sprint, . 60-second sit ups, . 60-second push ups, . long jumps without prefixes, . bleep The results showed that the fitness level with the category "Very Less" there were 8 students with a percentage of 7. 1%, the category "Less" there were 46 students with a percentage of 40. 7%, the category "Medium" there were 40 students with a percentage of 35. 4%, the category "Good" there were 14 students with a percentage of 12. 4%, the category "Very Good" there were 5 students with a percentage of 4. it was concluded that the physical fitness level of grade X students of SMA Panjura Malang was in the "Medium" category with a percentage of 53. Keyword: Physical Education. Physical Fitness. Students Alamat Korespondensi: Universitas Negeri Malang A Email: azkajundi@gmail. A 2021 STKIP Pasundan ISSN 2721-5660 (Ceta. ISSN 2722-1202 (Onlin. Jundi Azka & M. E Winarno PENDAHULUAN Pada kegiatan belajar selalumembutuhkan kebugaran jasmani yang tinggi. Kebugaran jasmani yang baik sangat berpengaruh kuwalitas belajar. Pendidikan jasmani olahraga sangat berpengaruh pada kegiatan pembelajaran. Kebugaran jasmani landasan seseorang akan melaksanakan kegiatan fisik dan menyelesaikan tugas dengan baik. Kesegaran jasmani juga harus seimbang antara pola makan, pola istirahat dan pola Kondisi jasmani menyatakan bahwa kesanggupan seseorang melakukan kegiatan dengan sangat baik, tanpa keletihan. Kesegaran jasmani merupakan aspek menyeluruh tanpa memberi ketersediaan menjalankan hidup produktif dan penyesuaian beban fisik (Muhlisin, 2. Keadaan kebugaran jasmani bisa menyesuaikan seluruh kekuatan jasmani atau psikis yang diperoleh merupakan landasan dalam menggapai prestasi yang tertinggi. Kualitas dalam kesanggupan jasmani bisa tercermin melalui tingkat kebugaran jasmani(Hidayat, 2. Pengaruh aktivitas fisik yang dilakukan akan terjadi perubahan secara fisik oleh tubuh yang meliputi perubahan emosional, motorik dan psikomotorik. Kebugaran jasmani mempunyai pengaruh perubahan fisik secara nyata yang bisa dilihat oleh indera penglihatan. Pada penelitian yang dilakukan Anisa Wahyuni bahwa kegiatan jasmani yang sama seperti usia jogging, dan kegiatanjasmani ringan yang dilakasanakan dengan teratur dalam semnggu 3-5 kali bisa mempermudah dan menaikkan aliran darah ke otak, jadi menaikkan asupan nutrisi pada otak yang dapat menjamin jaringan otak berfungsi kuat(Wahyuni & Berawi, 2. Beratnya kegiatan jasmani, dapat merendahkan resiko obesitas. Beratnya stress dapat meninggikan resiko obesitas, begitu pentingnya akktifitas bagi kesehatan tubuh serta menunjang kehidupan (Widiantini & Tafal, 2. Kebugaran fisik seperangkat alat aktivitas fisik dan biasanya mencangkup ukuran kebugaran kardiorespari, kekuatan otot, komposisi tubuh dan kelenturan (Colley dkk. Kebugaran jasmani sangat berkaitan dengan kesehatan yang positif bisa meningkatkan kesehatan seseorang. Seseorang yang tingkat kebugarannya baik maka akan mengurangi resiko penyaki serta mampu bertumbuh dan berkembang secara baik secara fisik maupun on fisik. Maka dari itu kebugaran jasmani sangat utama bagi kehidupan manusia dan penunjang aktifitas manusia (Ajadi dkk. , 2. fungsi yang sangat vital dalam kehidupan manusia salah satunya meningkatkan, mengembangkan dan mempercepat kemampuan manusia lewat aktivitas fisik, serta dapat mengoptimalkan daya kerja tubuh manusia (Septiana, 2. Melakukan aktivitas sehari- hari bukan berarti kebugaran baik maka diperlukan rencana yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan. Seringkali siswa SMA melupakan kebugaran jasmaninya karena sibuk dengan dunia kesenangannya yang tidak berkaiatan dengan aktivitas fisik. Kebugaran jasmani memiliki banyak manfaat serta dapat menunjang prestasi siswa. Apabila keadaan kebugaran jasmani tingi maka melakukan pekerjaan sehari-hari akan optimal dan effisien serta tidak akan mengalami kelelahan. Ada pengaruh dua faktor dalam perkembangan kebugaran jasmani faktor internal ialah suatu dorongan untuk merawat kesehatan dan kebugaran fisik. Faktor ekternal meliputi kegiata yang dilakukan setiap hari dengan berolahraga (Rima, 2. Beberapa unsur yang ditingkatkan diantaranya kekuatan otot, daya tahan jantung dan paru, kelentukan, kecepatan, daya eksplosif, keseimbangan, kelincahan, kordinasi dan ketepatan. Melakakukan pekerjaan sehari-hari tanpa mengalami keletihan yang sangat berpengaruh, sehingga bisa menikmati masa luangnya dengan tenang dan baik (M. Arief dkk. , 2. Penting gunanya bagi anak yang berada dilingkup pendidikan karena perkembangan baik, perkembangan akal sedang mengalami perkembangan untuk lebih berkembang lagi (Pratiwi & Oktaviani, 2. Fisik siswa yang berguna menunjang aktivitas anak dalam Jundi Azka & M. E Winarno melakukan aktivitas yang dikerjakan berulang kali dan pembelajaran yang dilakukan dalam sekolah maka dari itu siswa melaksanakan kegiatan tanpa mengalami kecapean(Mukhlis dkk. , 2. Hal itu merupakan sebagian dari usaha pendidikan tingkat formal, mata pelajaran PJOK memiliki fungsi untuk menumbuhkan karakter dan kebugaran tubuh siswa. Jadi antara kebugaran dan hasil belajar memiliki kaitan artinya apabila tingkat kebugaran jasmani siswa tinggi maka semakin tingi pula hasil belajar siswa diakademiknya (Abduh dkk. , 2. Dari peryatan diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa pendidikan jasmani sangat penting bagi kehidupan manusia. Pendidikan jasmani berkaitan erat dengan kegiatan fisik yang menyebabkan meningkatnya kesegaran jasmani dan terdapatikatan tingkat kebugaran jasmani dengan hasil belajar siswa. SMA Panjura Malang merupakan sekolah swasta yang berada daerah kota malang berada di kecamatan Klojen. Menurut hasil wawancara dengan guru PJOK belum ada yang melaksanakan tes kebugaran jasmani siswa kelas X. Dengan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siwa kelas X SMA Panjura Malang, yang bertujuan sebagai materi evaluasi untuk guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk menaikkan kebugaran jasmani siswa. METODE Metode dalam riset ini ialah survei melalui pendekatan deskriptif kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tingkat kesegaran jasmani. Penelitian ini dilakukan di pada 10-24 Febuari 2023 yang bertempat di lapangan sekolah SMA Panjura Malang. Siswa kelas X di SMA Panjura Malang yang merupakan subjek dalam riset ini. Siswa-Siswi yang pertama kali masuk pembelajaran secara offline di SMA Panjura Malang dengan jumlah siswaAesiswi kelas X yang berjumlah 113. Riset ini menggunakan instrumen tes kebugaran jasmani yaitu . lari cepat 60 . 60 meter, . baring duduk . it u. 60 detik, . push up 60 detik, . lompat jauh tanpa awalan . tanding board jum. , . bleep test. Data dikumpulkan melalui teknik yang berupa tes yaitu tes kebugaran jasmani. Kemudian data yang sudah terkumpul dianalisis menggunak analisis statiska deskriptif. Adapun tabel dari nilai norma tes kebugran untuk setiap persentase dan rata-rata dari tiap nilai dari hasil tes yang dilakukan. Nilai dan norma tes kebugaran jasmani dapat dilihat tabel berikut: Table 1. Norma Penilaian Tes Kebugaran Jasmani Norma Penilaian Tes Lari Cepat 60 meter Putra Putri Nilai Kriteria SdAe7,2 detik sdAe8,4 detik Sempurna 7,3Ae8,3 detik 8,5Ae9,8 detik Baik Sekali 8,4Ae9,6 detik 9,9Ae11,4 detik Baik 9,7Ae11,0 detik 11,5Ae13,4 detik Cukup 11,1Aedst 13,5Aedst detik Kurang Norma Penilaian Tes Push Up 60 detik >38 >21 Sempurna 29Ae37 16Ae20 Baik Sekali 20Ae28 10Ae15 Baik 12Ae19 5Ae9 Cukup 4Ae11 1Ae4 Kurang Norma Penilaian Tes Sit Up 60 detik >30 > 25 Sempurna 26Ae30 21Ae25 Baik Sekali 25Ae20 15Ae20 Baik 17Ae19 9Ae14 Cukup <17 <19 Kurang Norma Penilaian Lompat Jauh tanpa Awalan >200 >160 Sempurna 191Ae200 151Ae160 Baik Sekali 181Ae190 141Ae150 Baik 171Ae180 131Ae140 Cukup <171 <131 Kurang Norma Penilaian Bleep Test >55,9 >419 Sempurna 51,0Ae55,9 39,0Ae41,9 Baik Sekali 45,2Ae50,9 35,0Ae38,9 Baik 38,4Ae45,1 31,0Ae34,9 Cukup <45,1 <31,0 Kurang Jundi Azka & M. E Winarno Jika data sudah terkumpulkan, langkah berikutnya mengelompokkan data sesuai norma tingkat kebugaran jasmani siswa, sehingga dari data tersebut dapat dibuat Untuk mengetahui klasifikasi dicocokkan dengan tabel klasifikasi umur 16Ae 19 tahun sebagai berikut: Table 2. Klasifikasi Kategori Kebugaran Jumlah Klasifikasi 22Ae25 18Ae21 14Ae17 Baik Sekali Baik Sedang 10Ae13 Kurang 5Ae9 Kurang Sekali Hasil penghitungan data sudah terhimpun selanjutnya akan diolah dari masingmasing subjek terdiri dari nilai per komponen-komponen tes dan hasil keseluruhuan tes tingkat kebugaran jasmani. Selanjutnya jenis analisis statistik deskriptif yang digunakan adalah data yang diperoleh dari instrumen tes kebugaran, selanjutnya dilakukan analisis data dengan cara deskriptif kuantitatif dengan bentuk persentase dalam pengolahan data, dengan menggunakan rumus berikut: (Supranto, 2. Rumus Frekuensi Relatif: yce ycA Keterangan: P = Angka persentase f = jumlah bagian frekuensi N = jumlah keseluruhan frekuensi atau banyaknya ycE= HASIL PENELITIAN Bersandarkan riset yang dilaksanakan, hasil dari tes kebugaran jasmani pada tanggal 10-24februari 2023. Kondisi kebugaran jasmani siswa SMA Panjura Malang kelas X secara keseluruhan. Hasil Tes kebugaran disajiakan dari masing- masing komponen tes dan hasil keseluruhan tes. Berikut ini data hasil tes kesegaran jasmani siswa SMA Panjura Malang kelas X sebagai berikut: Jundi Azka & M. E Winarno Tabel 3. Hasil Tes Lari 60 Meter Kebugaran Jasmani Kelas X SMA Panjura Malang skor hasil baik sekali 18,2% 1,4% 36,4% 38,6% 17,4% 39,1% 6,8% 33,3% kurang sekali 0,0% 8,7% putra-putri skor hasil baik sekali 8,0% 24,8% 38,9% 23,0% kurang sekali 5,3% BAIK 73,2% Putra Putri frekuensi skor hasil 53,9% SEDANG Putra-Putri 61,4% BAIK Berdasarkan tabel diatas bahwa hasil tes kesegaran jasmani lari 60 meter yang dilakukan kepada siswa putra kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswaAesiswi dapat dijelaskan terdapat 0 . ,0%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 3. ,8%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 17 . ,6%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 16 . ,4%) anak didik yang tergolong kategori baik, 8 . ,2%) anak didik yang tergolong kategori baik sekali. Kategori kebugaran jasmani putra berada ditingkat baik dengan persentase 73,2%. sedangkan hasil tes kebugaran jasmani lari 60 meter yang dilakukan kepada siswi putri kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswi dapat dijelaskan terdapat 6 . ,7%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 23 . ,3%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 27 . ,1%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 12 . ,4%) anak didik yang tergolong kategori baik, 1 . ,4%) anak didik yang tergolong kategori baik sekali. Kategori kebugaran jasmani putri berada ditingkat sedang dengan persentase 53,9%. Hasil tes kebugaran jasmani lari 60 meter putra-putri kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswi dapat dijelaskan terdapat 6 . ,3%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 26 . ,0%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 44 . ,9%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 28 . ,8%) anak didik yang tergolong kategori baik, 9 . ,0%) anak didik yang tergolong kategori baik Kategori kebugaran jasmani putra-puti berada ditingkat baik dengan persentase 61,4%. Jundi Azka & M. E Winarno Tabel 4. Hasil Tes Sit Up 60 detik Kebugaran Jasmani Kelas X SMA Panjura Malang skor hasil skor hasil baik sekali 18,2% 1,4% 36,4% 38,6% 17,4% 39,1% 6,8% 33,3% kurang sekali 0,0% 8,7% putra-putri skor hasil baik sekali 8,0% 24,8% 38,9% 23,0% kurang sekali 5,3% 73,2% BAIK Putra Putri 53,9% SEDANG Putra-Putri 61,4% BAIK Berdasarkan tabel diatas bahwa hasil tes kesegaran jasmani sit up 60 detik yang dilakukan kepada siswa putra kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswaAesiswi dapat dijelaskan terdapat 1 . ,3%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 0. ,0%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 10 . ,7%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 9 . ,5%) anak didik yang tergolong kategori baik, 24 . ,5%) anak didik yang tergolong kategori baik sekali. Kategori kebugaran jasmani putra berada ditingkat baik dengan persentase 85,0%. Sedangkan hasil tes kebugaran jasmani sit up 60 detik yang dilakukan kepada siswi putri kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswi dapat dijelaskan terdapat 25 . ,2%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 0 . ,0%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 2 . ,9%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 9 . ,0%) anak didik yang tergolong kategori baik, 33 . ,8%) anak didik yang tergolong kategori baik sekali. Kategori kebugaran jasmani putri berada ditingkat baik dengan persentase 67,2%. Hasil tes kebugaran jasmani sit up 60 detik putra-putri kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswi dapat dijelaskan terdapat 47 . ,6%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 5 . ,4%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 20. ,7%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 17 . ,0%) anak didik yang tergolong kategori baik, 24 . ,2%) anak didik yang tergolong kategori baik Kategori kebugaran jasmani putra-putri berada ditingkat sedang dengan persentase 54,0%. Jundi Azka & M. E Winarno Tabel 5. Hasil Tes Push Up 60 detik Kebugaran Jasmani Kelas X SMA Panjura Malang skor hasil baik sekali skor hasil 9,1% 29,5% 24,6% 50,0% 27,5% 11,4% 1,4% 0,0% 0,0% skor hasil 77,0% BAIK putra-putri baik sekali 31,9% 26,5% 36,3% kurang sekali 5,3% 0,0% 67,3% BAIK Putri 83,2% Putra 46,4% BAIK SEKALI Putra-Putri Berdasarkan tabel diatas bahwa hasil tes kesegaran jasmani push up 60 detik yang dilakukan kepada siswa putra kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswaAesiswi dapat dijelaskan terdapat 0 . ,0%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 5 . ,4%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 20 . ,0%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 13 . ,5%) anak didik yang tergolong kategori baik, 4 . ,1%) anak didik yang tergolong kategori baik sekali. Kategori kebugaran jasmani putra berada ditingkat baik dengan persentase 67,3%. Sedangkan hasil tes kebugaran jasmani push up 60 detik yang dilakukan kepada siswi putri kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswi dapat dijelaskan terdapat 0 . ,0%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 1 . ,4%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 19 . ,5%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 17 . ,6%) anak didik yang tergolong kategori baik, 32 . ,4%) anak didik yang tergolong kategori baik sekali. Kategori kebugaran jasmani putri berada ditingkat baik sekali dengan persentase 83,2%. Hasil tes kebugaran jasmani sit up 60 detik putra-putri kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswi dapat dijelaskan terdapat 0 . ,0%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 6 . ,3%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 41 . ,3%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 30 . ,5%) anak didik yang tergolong kategori baik, 36 . ,9%) anak didik yang tergolong kategori baik sekali. Kategori kebugaran jasmani putra-putri berada ditingkat baik dengan persentase 77,0%. Jundi Azka & M. E Winarno Tabel 6. Hasil Tes Lompat Jauh Tanpa Awalan Kebugaran Jasmani Kelas X SMA Panjura Malang frekuensi skor hasil skor persentase frekuensi skor hasil baik sekali 34,1% 15,9% 7,2% 13,0% 6,8% 9,1% 17,4% 17,4% kurang sekali 34,1% 44,9% 50,8% SEDANG baik sekali frekuensi skor hasil skor persentase 17,7% 14,2% 13,3% 14,2% kurang sekali 40,7% Putra 61,4% BAIK Putri 44,1% SEDANG Putra-putri Berdasarkan tabel diatas bahwa hasil tes kesegaran jasmani standing board jump yang dilakukan kepada siswa putra kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswaAesiswi dapat dijelaskan terdapat 15 . ,1%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 4 . ,1%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 3 . ,8%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 7 . ,9%) anak didik yang tergolong kategori baik, 15 . ,1%) anak didik yang tergolong kategori baik sekali. Kategori kebugaran jasmani putra berada ditingkat baik dengan persentase 61,4%. Sedangkan hasil tes kebugaran jasmani standing board jump yang dilakukan kepada siswi putri kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswi dapat dijelaskan terdapat 31 . ,9%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 12 . ,4%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 12 . ,4%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 9. ,0%) anak didik yang tergolong kategori baik, 25 . ,2%) anak didik yang tergolong kategori baik sekali. Kategori kebugaran jasmani putri berada ditingkat sedang dengan persentase 44,1%. Hasil tes kebugaran jasmani standing board jump putra-putri kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswi dapat dijelaskan terdapat 46 . ,7%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 16 . ,2%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 15 . ,3%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 16 . ,3%) anak didik yang tergolong kategori baik, 20 . ,7%) anak didik yang tergolong kategori baik sekali. Kategori kebugaran jasmani putra-putri berada ditingkat sedangdengan persentase 50,8%. Jundi Azka & M. E Winarno Tabel 7. Hasil Bleep Test Kebugaran Jasmani X SMA Panjura Malang frekuensi skor hasil persentase frekuensi skor hasil baik sekali 6,8% 0,0% 2,3% 2,9% 6,8% 0,0% 15,9% 0,0% kurang sekali 68,2% 97,1% frekuensi skor hasil putra-putri 2,7% 2,7% 2,7% 6,2% 26,0% KURANG baik sekali kurang sekali Putra 32,7% KURANG Putri 85,8% 21,8% KURANG Putra-Putri Berdasarkan tabel diatas bahwa hasil tes kesegaran jasmani bleep test yang dilakukan kepada siswa putra kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswaAesiswi dapat dijelaskan terdapat 30 . ,2%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 7 . ,9%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 3 . ,8%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 1 . ,3%) anak didik yang tergolong kategori baik, 3 . ,8%) anak didik yang tergolong kategori baik sekali. Kategori kebugaran jasmani putra berada ditingkat kurang dengan persentase 32,7%. Sedangkan hasil tes kebugaran jasmani bleep test yang dilakukan kepada siswi putri kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswi dapat dijelaskan terdapat 66 . ,1%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 0 . ,0%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 0 . ,0%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 2. ,9%) anak didik yang tergolong kategori baik, 0 . ,0%) anak didik yang tergolong kategori baik sekali. Kategori kebugaran jasmani putri berada ditingkat kurang dengan persentase 21,8%. Hasil tes kebugaran jasmani bleep test putra-putri kelas X SMA Panjura Malang untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswi dapat dijelaskan terdapat 97 . ,8%) anak didik yang tergolong kategori kurang sekali, 16 . ,2%) anak didik yang tergolong kategori kurang, 7 . ,5%) anak didik yang tergolong kategori sedang, 3 . ,7%) anak didik yang tergolong kategori baik, 3 . ,7%) anak didik yang tergolong kategori baik Kategori kebugaran jasmani putra-putri berada ditingkat kurang dengan persentase 26,0%. Jundi Azka & M. E Winarno Tabel 8. Hasil Kesimpulan Kebugaran Jasmani Kelas X SMA Panjura Malang frekuensi skor nilai total skor hasil putra hasil maksimal 11,4% 0,0% 22Ae25 22,7% 5,8% 18Ae21 34,1% 36,2% 14Ae17 27,3% 49,3% 10Ae13 4,5% 8,7% 5Ae 9 nilai total hasil maksimal 22Ae25 4,4% 18Ae21 12,4% 14Ae17 35,4% 10Ae13 40,7% 5Ae9 7,1% Putra 61,8% BAIK Putri 47,8% SEDANG Putra-Putri 53,3% SEDANG Dari tabel diatas bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa putra SMA Panjura Malang mendapat persentase 61,8% dalam kategori baik. Sedangkan tingkat kebugaran jasmani siswi putri SMA Panjura Malang mendapat persentase 47,8% dalam kategori Dari tabel diatas bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa-siswi SMA Panjura Malang mendapat persentase 53,3% dalam kategori sedang. Berdasarkan tabel di atas bisa di buat diagram pie seperti berikut: Hasil Tingkat kebugaran Jasmani siswa kelas X SMA Panjura Malang Kurang Sekali ada 8 orang . ,1%) kurang ada 46 ,7%) Baik Sekali ada 5 orang . ,4%) Baik ada 14 orang . ,4%) Sedang . ,4%) Gambar 1. Diagram Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Kelas X SMA Panjura Malang Jundi Azka & M. E Winarno PEMBAHASAN Hasil riset bisa diketahui tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X SMA Panjura Malang dipengaruhi oleh faktor covid dan kurangnya melaksanakan kegiatan jasmani. Seringnya melaksanakan kegiatan jasmani bisa menambahkan kenaikan kebugaran Kurangnya aktivitas jasmani diluar jam sekolah juga mempengaruhi kebugaran seseorang, karena melakukan melakukan aktivitas jasmani secara baik, teratur dan terus menerus bermanfaat untuk mencapai kebugaran jasmani. Selain itu menjaga pola makan yang teratur, nutrisi dan gizi yang seimbang dapat menaikkan kebugaran tubuh. Perbedaan kebugaran antara laki-laki dan perempuan berkaitan dengan kekuatan maksimal otot. Kebugaran pada anak putra hampir sama dengan anak putri, tapi setelah pubertas kebugaran putra dan putri biasanya semakin berbeda, terutama yang berhubungan dengan daya kardiorespiratori. Hal ini disebabkan perempuan memiliki jaringan lemak yang lebih banyak, adanya perbedaan hormon testosterondan estrogen, dan kadar hemoglobin yang lebih rendah. Perbedaan hasil pengukuran kebugaran jasmani siswa putra memiliki aktivitas fisik yang lebih tinggi daripada anak putri. Jika dilihat pada jam istirahat siswa putri lebih senang duduk-duduk, sedangkan anak putra banyak melakukan permainan fisik. Melalui aktivitas fisik dapat menaikan kemampuan gerak dasar dan gerak keterampilan, sehingga kemampuan gerak menimbulkan gerakan sehariAehari serta tidak mengalami keletihan yang sangat berpengaruh itu yang dinamakan kesegaran jasmani (Buanasita, 2. Latian kebugaran sangat pokok demi kehidupan seseorang untuk menunaikan aktivitas dengan baik, semakin tinggi tingkat kebugaran jasmani, semakin lancar melakukan pekerjaan sehariAehari tanpa merasakan kecapekan (Ali, 2. Dalam dunia pendidikan kebugaran jasmani salah satu faktor penting dalam pembelajaran di semua jenjang sekolah, dengan kebugaran jasmani yang sangat tinggi maka akan mempelancar pemberian ilmu oleh pendidik dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik, serta meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik (Arifin. Kebugaran jasmani siswa jugas memiliki beberapa faktor yang bisa mempengaruhinya seperti umur, jenis kelamin, bentuk badan,aktivitas fisik atau intensi tas latihan yang dilakukan ,dan istirahat serta mengkonsumsi makan dan minuman yang bergizi(Zulfa & Kurniawan, 2. Ada faktor psikologis juga sehingga meningkatkan kebugaran jasmani dan intelektual antara lain sikap, bakat, minat dan motivasi (Sobarna, . Hambali. , & Koswara, 2. Dengan gambaran tersebut maka sangat penting untuk meningkatkan kebugaran jasmani sehingga tubuh bisa bekerja maksimal tanpa mengalami kelelahan dan produktif. Kebugaran jasmani bukan semataAemata hanya berfungsi untuk olahraga saja, melainkan juga bermanfaat dalam kegiatan sehariAehari. Berdasarkan fungsinya kebugaran jasmani meningkatkan kemampuan dalam bekerja dengan waktu yang panjang tanpa keletihan. Adapaun faktor yang mempengaruhi kesegaran jasmani yang tidak bisa diubah yaitu kelamin, umur, dan genetik, sedangkan faktor yang dapat diubah yaitu gizi dan kegiatan fisik (Fitriani & Purwaningtyas, 2. Keterbatasan ruang gerak karena adanya pandemic covid dan karantina menjadi penyebab aktivitas jasmani berkurang. kondisi dan mental yang bagus akan menunjang prestasi oleh seseorang (N. Arief dkk. , 2. Pada masa pandemi covid-19 pembelajaran yang luringdiganti menjadi daring . alam jaringa. hal ini sangat berpengaruh terhadap kurangya aktivitas siswa Ae siswi yang dilakukan di sekolah, sehingga kebugaran jasmani anak berkurang padahal kebugaran fisik juga hal berguna pada kehidupan sewaktu-waktuuntuk mewujudkan kegiatan yang dilakukan tanpa mengalami kelelahan. Tanpa aktivitas fisik kebugaran jasmani menjadi kurang maksimal Jundi Azka & M. E Winarno (MaAoarif & Prasetiyo, 2. Kebugaran jasmani sangat penting untuk menunjang pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Tingkat kebugaran jasmani yang tinggi akan juga lebih mudah menerima pelajaran daripada yang tingkat kebugaran jasmani rendah. Aktivitas jasmani tidak hanya dilakukan dengan disekolah saja melainkan aktivitas keseharian juga berpengaruh terhadap kebugaran jasmani setiap individual masing-masing dan hakikatnya setiap individual mempunyai aktivitas yang Berdasarkan penelitian Sulistiono . menunjukan bahwa bentuk badan, seperti berat badan, tinggi badan dapat mempengaruhi hasil dari teskebugaran jasmani dan ditambah dengan aktivitas fisik yang aktif dan pasif akan memiliki hasil yang berbeda terhadap hasil kebugaran jasmani siswa. Selain itu faktorsiswa tersebut mengikuti ekstrakulikuler yang berhubungan dengan aktivitas fisik dalam kebugaran jasmani siswa terdapat hasil yang berbeda yang cenderung lebih bagus dari pada siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, karena siswa mengikuti kegiatan ektsrakulikuler lebih cenderung aktif dalam kegiatan dengan aktivitas fisik dikarenakan untuk membantu performa mereka agar lebih bagus jadi lebih memiliki hasil tes kebugaran jasmani(Hartanto dkk. , 2. Hasil dari penelitian tes kebugaran jasmani di SMA Panjura Malang kelas X menunjukan tingkat kebugaran pada kategori AuSedangAy. Hal tersebut diakibatkan siswa kelas X ini baru pertama kali masuk secara tatap muka setelah lama melakukan pembelajaran daring. Ketika pembelajaran daring siswa jarang melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Pembelajaran daring sangat tidak efektif dan membuat siswa tidak aktif, karena siswa hanya fokus dengan handphone sehingga menimbulkan kenaikan berat badan (Selvani & Rasyid, 2. KESIMPULAN Dengan demikian maka bisa diambil kesimpulan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswaAesiswi kelas X SMA Panjura Malang berada pada dalam kategori sedang dengan persentase 53,3%. Oleh karena Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa tergolong kriteria Untuk mendapatkan tingkat kebugaran jasmani yang baik siswa harus banyak melakukan latihan secara teratur. DAFTAR PUSTAKA