Jurnal Bindo Sastra 9 . : 17Ae30 PENGEMBANGAN MEDIA AUDIOVISUAL RENDERFOREST: MENULIS PUISI UNTUK SISWA KELAS Vi SMP NEGERI 6 INDRALAYA UTARA Ranti Apriani. Ansori. Hani Atus Sholikhah. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sriwijaya. Indralaya. Sumatera Selatan. Indonesia rantiapriani204@gmail. com, . ansori@fkip. id, . haniatussolihah@fkip. Diterima: 25 April 2025 Disetujui: 09 Juli 2025 Diterbitkan: 25 Juli 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran audiovisual berbasis aplikasi renderforest pada materi menulis puisi untuk siswa kelas Vi SMP Negeri 6 Indralaya Utara. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) dengan metode pengembangan Allensi & Trollip . lanning, design, dan developmen. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, wawancara dengan siswa dan guru, serta validasi oleh para ahli. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa angket tertutup memperoleh skor 85,1% yang menunjukkan bahwa media sangat dibutuhkan. Didukung dengan angket terbuka yang menyatakan bahwa siswa membutuhkan media audiovisual renderforest dalam pembelajaran menulis puisi. Validasi kelayakan dilakukan oleh ahli materi, bahasa, dan media. Hasil validasi materi memperoleh skor 44 dari 48 . ,8%), ahli bahasa 47 dari 52 . ,3%), dan ahli media 42 dari 44 . ,3%). Media ini telah melalui tahapan revisi berdasarkan masukkan dari para ahli, sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran yang interatif dan efektif. Kata kunci: Pengembangan. Renderforest. Menulis Puisi Abstract This study aims to develop audiovisual learning media based on the renderforest application on poetry writing material for class Vi students of SMP Negeri 6 Indralaya Utara. This study uses the research and development (R&D) method with the Allensi & Trollip development method . lanning, design, and Data collection technigues include questionnaires, interviews with students and teachers, and validation by experts. The results of the needs analysis showed that the closed questionnaire obtained a score of 85,1% which indicated that the media was needed. Supported by an open questionnaire which states that students need renderforest audiovisual media in learning to write poetry. Feasibility validation results obtained a score of 44 out of 48 . ,8%), linguists 47 out of 52 . ,3%), and media experts 42 out of 44 . ,3%). This media has undergone revision stages based on expert input, making it suitable to be used as an interactive and effective learning tool. Keywords: Development. Renderforest. Writing Poetry APendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UM Palembang DOI: https://doi. org/10. 32502/jbs. Pendahuluan Perkembangan teknologi di era digital membawa dampak besar dalam berbagai pendidikan (Permana et al. , 2. Sebagai bentuk respons terhadap tantangan tersebut. Kurikulum Merdeka sebagai upaya untuk meningkatkan Kurikulum memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dalam mengelola proses pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan peserta didik (Lubis et al. , 2. Meskipun demikian, pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran masih belum optimal digunakan oleh pendidik di berbagai satuan pendidikan (Permana et al. , 2. Media pembelajaran yang seharusnya menjadi penghubung efektif antara pendidik dan peserta didik sering terbatas pada buku dan metode konvensional (Wulandari et al. , 2. Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Ranti. Dkk. Pengembangan Media AudiovisualA Hasan et al. , . , menyatakan bahwa media pembelajaran dapat dipahami sebagai media untuk menyampaikan informasi dalam aktivitas belajar. Dengan kata lain, media pembelajaran tidak hanya mendukung pemahaman siswa, tetapi juga memperkuat keterampilan belajar mereka (Zaharah et al. Media audiovisual merupakan salah satu media yang paling banyak digunakan saat ini karena mampu menjembatani perbedaan gaya belajar siswa (Pagarra et al. Salah satu pilihan media untuk menciptakan video pembelajaran adalah aplikasi renderforest. Aplikasi ini merupakan platform daring yang menyediakan berbagai layanan seperti pembuatan video, logo, dan presentasi dengan kualitas profesional, yang mudah digunakan oleh pemula (Harahap & Lubis, 2. Aplikasi ini menyediakan berbagai template yang menarik dan siap digunakan, sehingga mempercepat proses pembuatan video serta mempermudah pengguna dalam merancang konten yang sesuai dengan tema pembelajaran. (Aditya. Kehadiran animasi dan elemen 3D dalam aplikasi ini menjadikan materi lebih hidup dan memudahkan siswa dalam memahami konsep yang kompleks, termasuk dalam pembelajaran menulis. Keterampilan menulis merupakan salah satu aspek penting dalam penguasaan bahasa, yang membutuhkan latihan berkelanjutan agar dapat dikuasai secara optimal (Kuswandi et al. , 2. Menurut Sukirman . , menulis adalah salah satu kemampuan berbahasa yang paling menantang untuk dikuasai, meskipun seseorang adalah penutur asli bahasa Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti minimnya pengetahuan, keterlambatan dalam penguasaan bahasa, dan banyak faktor lainnya. Dalam era globalisasi, keterampilan menulis menjadi kemampuan penting yang sebaiknya dipelajari sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah. Salah satu cara untuk mengembangkan keterampilan ini adalah melalui pembelajaran bahasa Indonesia, pada materi menulis puisi. Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang menonjolkan keindahan bahasa dan kedalaman makna (Sudarma, 2. Proses penciptaan puisi biasanya berakar dari pengalaman serta emosi yang dirasakan oleh penulis. Karya puisi tidak hanya berfungsi untuk menceritakan suatu hal, tetapi juga untuk membangkitkan perasaan pembaca (Jaya, 2. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi yang tepat untuk meningkatkan minat dan kemampuan peserta didik dalam menulis puisi. Berdasarkan bersama Ibu Windri Oktarini. Pd. , yang bertugas sebagai pengajar Bahasa Indonesia, terungkap bahwa kegiatan belajar di SMP terungkap bahwa siswa lebih antusias ketika audiovisual seperti video edukatif atau aplikasi kuis daring. Namun, belum tersedia media yang secara khusus mendukung pembelajaran menulis puisi. Hasil observasi pembelajaran masih dominan bersifat ceramah dan penggunaan papan tulis. Rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran puisi menjadi indikasi bahwa media konvensional belum mampu menjawab kebutuhan belajar mereka. Untuk menjembatani hal tersebut, dibutuhkan media inovatif berbasis audiovisual yang dapat menarik perhatian siswa serta memudahkan mereka memahami puisi lebih Kesenjangan pembelajaran yang mampu menarik minat siswa dan mempermudah mereka dalam memahami serta mengekspresikan ide melalui puisi. Media berbasis audiovisual menggunakan aplikasi renderforest diyakini dapat menjawab tantangan tersebut karena menyediakan fitur visual, audio, dan animasi yang interaktif. Penelitian-penelitian yang relevan mendukung pemanfaatan penggunaan renderforest terbukti valid dan Pendapat ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nadjla & Sulisworo . yang menunjukkan bahwa memfasilitasi siswa dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan berfikir kritis. Penelitian lain juga dilakukan oleh Sari & Fathoni . yang Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 9 . : 17Ae30 Penelitian selanjutnya, dilakukan oleh Nadjla & Sulisworo . , yang menunjukkan penggunaan renderforest membantu dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap pembelajaran hikayat yang berbasis HOTS. Dari tersebut, penelitian ini bertujuan untuk renderforest yang valid dan layak digunakan dalam pembelajaran menulis puisi bagi siswa kelas Vi SMP. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi, khususnya dalam peningkatan keterampilan menulis puisi di tingkat SMP. Selain itu, produk yang dihasilkan diharapkan menjadi solusi inovatif bagi guru dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana mengembangkan media pembelajaran audiovisual berbasis aplikasi renderforest yang layak digunakan dalam pembelajaran menulis puisi bagi siswa kelas Vi SMP Negeri 6 Indralaya Utara. Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian Research Develoment (R&D). Menurut Sugiyono, . , penelitian pengembangan dalam konteks pendidikan bertujuan untuk menciptakan produk pembelajaran baru sambil menguji seberapa efektif produk Pemilihan jenis penelitian ini didasarkan pada tujuan yang ingin dicapai, yakni menciptakan media pembelajaran dalam bentuk audiovisual pada materi menulis puisi. Penelitian ini mengadopsi model pengembangan yang diajukan oleh Allesi & Trollip, yang terdiri dari tiga fase: , . , . Subjek penelitian pada pengembangan media audiovisual ini adalah siswa kelas dan guru Vi SMP Negeri 6 Indralaya Utara. Pengembangan media dalam penelitian ini, memiliki prosedur dalam menghasilkan model pembelajaran berbasis audiovisual. Model pengembangan Allesi & Trollip diharapkan dapat pembelajaran yang berkualitas. Tahap Perencanaan (Plannin. Pada tahap ini, peneliti akan membuat rancangan dalam mengembangkan media sebelum pembuatan produk, tujuannya agar produk yang dibuat sesuai dengan yang diinginkan (Alessi & Trollip, 2. Tahapan tersebut dapat diuraikan berikut: Mendefinisikan Ruang Lingkup Mendefinisikan merupakan langkah yang dilakukan untuk membuat gambaran yang jelas tentang apa yang direncanakan. Hal ini bertujuan agar cakupan konten penelitian lebih terarah, sehingga dapat menghasilkan media yang Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan ialah menentukan capaian pembelajaran (CP) dan memilih tujuan pembelajaran (TP). Peneliti menentukan CP berdasarkan silabus mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas Vi SMP yaitu . siswa mampu menulis, mengembangkan, dan menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Tujuan pembelajaran yang peneliti gunakan yaitu siswa mampu menyajikan puisi dalam bentuk gagasan, perasaan, dan pendapat pribadi secara tertulis. Dari capaian pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) ini peneliti akan pembelajaran (Marwati & Kwaskitanityas. Mengidentifikasi Karakteristik Siswa Tahap menentukan masalah dan solusi berdasarkan kebutuhan siswa. Menetapkan masalah dapat memudahkan rancangan yang dibuat pada tahap desain. Dari hasil wawancara serta hasil analisis kebutuhan siswa, peneliti kemudian menetapkan permasalahan yang Pada konteks ini, permasalahan yang mucul di SMP N 6 Indralaya Utara, terletak pada kurangnya motivasi belajar dan belum maksimalnya penggunaan media Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Ranti. Dkk. Pengembangan Media AudiovisualA pembelajaran membuat siswa cepat bosan saat pembelajaran berlangsung. Mereka juga menginginkan pengunaan variasi media lain yang dapat menunjang pembelajaran di Angket analisis kebutuhan ini, membantu peneliti untuk memahami apa pembelajaran dapat berjalan dengan Berdasarkan hal tersebut, peneliti pengembangan media pembelajaran pada materi menulis puisi berbasis audiovisual menggunakan aplikasi Renderforest untuk siswa kelas Vi. Menetapkan dan Mengumpulkan Sumber Pendukung Menetapkan merupakan langkah krusial dalam proses Sumber pendukung berfungsi sebagai landasan bagi argumen peneliti, memberikan kredibilitas pada penelitian, pemahaman yang lebih mendalam tentang topik yang diteliti. Melakukuan Brainstroming Brainstorming merupakan tahapan yang digunakan untuk menghasilkan ide atau kreasi baru pada sebuah penelitian. Tujuannya ialah meningkatkan kualitas penelitian dan membantu peneliti untuk fokus, terorganisir, dan kolaboratif dalam melakukan penelitian. Tahap Desain (Desig. Mengembangkan hasil gagasan utama Setelah mendapatkan gagasan utama yang kuat, langkah selanjutnya adalah mengembangkannya secara lebih detail. Hal ini, melibatkan proses penggalian topik yang lebih dalam agar desain yang dihasilkan sesuai dengan konsep yang akan dipakai. Mengembangkan konsep-konsep yang berkaitan dengan materi Pada tahap ini, proses melibatkan penguraian konsep-konsep inti, penelusuran terhadap konsep-konsep, serta eksplorasi konsep aplikasi dalam konteks yang Melalui pengembangan yang komperhensif, diharapkan peneliti dapat memperoleh pemahaman yang lebih holistik dan kontekstual terhadap materi yang Membuat flowcharts dan storyboards Langkah selanjutnya, dilanjutkan dengan tahap pembuatan flowchart. Flowchart mengembangkan rancangan gambar yang akan dimasukkan pada media pembelajaran. Selanjutnya yaitu membuat Storyboard, langkah ini digunakan untuk tahapan produksi media. Tahap Pengembangan (Developmen. Mempersiapkan teks yang akan digunakan Tahap ini adalah persiapan materi yang akan dimasukkan. Beberapa materi ini berkaitan dengan tujuan pembelajaran pada materi menulis puisi kelas Vi di SMP. Menggabungkan bagian-bagian Tahap ini merupakan tahap penting dalam pengembangan media itu sendiri, yaitu menggabungkan bagian-bagian media berupa gambar, materi, audio, dan penunjang lainnya. Mempersiapkan materi pendukung Dalam tahap ini, peneliti akan memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Melakukan uji coba awal yang melibatkan Tahap ini melibatkan proses validasi perangkat pembelajaran oleh para ahli yang terdiri atas ahli desain model pembelajaran, ahli materi, dan ahli bahasa. Peneliti melibatkan validator ahli untuk memberikan penilaian dan masukan yang berfungsi untuk Melakukan revisi Setelah melalui proses penilaian dari validator, peneliti melakukan perbaikan terhadap produk pengembangan sesuai dengan saran dan kritik yang telah diberikan guna meningkatkan kualitas produk. Pada penelitian pengembangan media pembelajaran materi menulis puisi berbasis Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 9 . : 17Ae30 audiovisual ini, menggunakan dua teknik penghimpun data yaitu melalui wawancara dan angket/kuisioner. Wawancara dilakukan secara tidak mendapatkan informasi awal tentang berbagai pertanyaan maupun masalah yang perlu diselidiki. Teknik pengumpulan data dilakukan pada wawancara ketika studi Teknik ini dilakukan kepada guru dan siswa kelas Vi SMP Negeri 6 Indralaya Utara. Teknik pengumpulan data dilakukan guna memperoleh informasi menulis puisi yang selama ini diterapkan di Selain itu, wawancara dilakukan mengetahui kondisi fasilitas sekolah seperti ketersediaan jaringan internet, proyektor, pembelajaran berbasis audiovisual. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angket Angket yang digunakan berupa daftar pertanyaan yang diajukan oleh responden guna memperoleh informasi. Angket digunakan untuk mencari data mengenai tanggapan atau saran dari subjek penelitian yaitu guru dan siswa mengenai media pembelajaran menulis puisi berbasis renderforest yang peneliti kembangkan. Teknik ini dilakukan dengan cara memberi beberapa pertanyaan atau pernyataan berupa angket kebutuhan kepada guru dan siswa kelas Vi SMP Negeri 6 Indralaya Utara. Penelitian ini menggunakan analisis data dari hasil wawancara dan angket guru dan siswa. Proses analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi data. Teknik ini dilakukan dengan mengelompokkan data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan lewat survei melaui ahli materi, bahasa, dan Data kualitatif tersebut akan dianalisis dan diklasifikasikan dalam bentuk komentar dan saran dari ahli materi, media, dan bahasa. Selain itu, data kualitatif dalam penelitian ini juga berbentuk tanggapan dari pembelajaran yang dikembangkan. Pada data kuantitatif, data akan diperoleh dari skor penilaian yang diberikan oleh ahli materi, media, dan bahasa. Selain itu, data kuantitatif diperoleh juga dari penilaian siswa dan guru terhadap media dan materi yang dikembangkan. Teknik Analisis Data Wawancara Data yang diperoleh dari hasil wawancara kepada guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 6 Indralaya Utara dan beberapa siswa kelas Vi menjadi data awal serta latar belakang penelitian. Hasil dari wawancara dirangkum secara objektif dan Berikutnya, data wawancara Teknik Analisis Data Angket Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan dilakukan dengan mereduksi data melalui angket skala likert yang didapatkan data analisis kebutuhan. Respon yang akan didapatkan memiliki nilai dari sangat positif sampai sangat negatif dengan pemberian skor. Pemberian skor dikategorikan berdasarkan kategori: . kurang butuh. sangat butuh. Lembar Penilaian/ Validasi Ahli Analisis data dari para ahli diperlukan untuk mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan dari pengembangan penelitian Pemberikan skor dikategorikan berdasarkan kategori yang diadaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh Lian et al. : . kurang baik. cukup baik. sangat baik. Setelah itu, peneliti akan menggabungkan seluruh nilai yang Untuk persentase kelayakan produk yang dikembangkan, dapat dihitung menggunakan rumus berikut. Persentase Nilai Aspek = jumlah nilai validator jumlah maksimal y100 setelah didapatkan persentase kelayakan menggunakan rumus di atas, media dinyatakan layak atau tidak sesuai dengan interval yang digunakan sebagai kesimpulan semua kategori. Selain itu, dapat ditentukan apakah produk yang dikembangkan berkategori sangat layak, layak, cukup layak atau kurang layak. Kategori kelayakan media yang diadaptasi oleh Sugiyono, . dengan kategori: 25-0% . urang Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Ranti. Dkk. Pengembangan Media AudiovisualA 26-49% . ukup laya. 50-75% 76-100% . angat laya. Hasil dan Pembahasan Indentifikasi kebutuhan siswa dan dilakukan pada tanggal 9-10 desember 2024 di kelas Vi 1 dengan jumlah siswa sebanyak 35 siswa dan guru sebanyak 1 Sebanyak 35 orang siswa digunakan sebagai sampel untuk mewakili 15% dari populasi keseluruhan peserta didik kelas Vi SMP Negeri 6 Indralaya Utara. Pemilihan sampel penelitian berdasarkan metode survei Arikunto, yaitu jika subjek lebih dari 100 orang, maka jumlah yang dapat diambil sebanyak 10-15% (Arikunto. Tabel 1. Pembagian instrumen analisis kebutuhan menurut Nation dan Maliclister dikutip dalam Oktarina et al . No. Aspek Butir Umum Indikator dan 2,3,4,5,6,7,8. Tampilan 10,11,12,13,1 4,15, dan 16 Aktivitas 17,18, dan 19 Evaluasi/Latihan 20,21, dan 22 Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan didapatkan bahwa total keseluruhan nilai angket tertutup berjumlah 85,1% sehingga dinyatakan sangat butuh. Berdasarkan hasil angket kebutuhan, pada pernyataan pertama diperoleh data bahwa 37,1% siswa menyatakan sangat membutuhkan dan 62,8% membutuhkan media pembelajaran menulis puisi berbasis audiovisual menggunakan renderforest. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media tersebut sangat relevan dalam pembelajaran. Pernyataan kedua menunjukkan bahwa 54,2% siswa sangat membutuhkan 42,8% renderforest yang menampilkan capaian dan tujuan pembelajaran melalui animasi Pernyataan ketiga mengungkapkan bahwa 51,4% siswa sangat membutuhkan dan 45,7% membutuhkan penyajian materi dalam bentuk animasi. Pada pernyataan keempat, 77,1% siswa sangat membutuhkan dan 20% membutuhkan materi puisi yang disajikan secara lengkap dalam media Pernyataan kelima menunjukkan bahwa 65,7% siswa sangat membutuhkan dan 28,5% membutuhkan materi tentang ciri-ciri dan unsur pembangun puisi. Pernyataan keenam menyatakan bahwa 48,5% siswa sangat membutuhkan dan 48,5% membutuhkan langkah-langkah menulis puisi dalam media. Pada pernyataan ketujuh, sebanyak 68,5% siswa sangat membutuhkan dan 28,5% membutuhkan contoh puisi lengkap dalam media. Pernyataan kedelapan menyebutkan bahwa 65,7% siswa sangat membutuhkan dan 34,2% membutuhkan contoh puisi untuk membantu proses menulis. Pernyataan kesembilan menunjukkan bahwa tema dan warna menarik dalam media audiovisual dibutuhkan oleh seluruh siswa, dengan 42,8% sangat membutuhkan dan 57,1% Pernyataan menyatakan bahwa 65,7% siswa sangat membutuhkan dan 34,2% membutuhkan penyajian gambar yang sesuai materi. Pernyataan kesebelas menunjukkan bahwa 42,8% siswa sangat membutuhkan dan 48,5% membutuhkan font yang sesuai dalam media. Pernyataan kedua belas menyatakan bahwa 54,2% siswa sangat membutuhkan dan 42,8% membutuhkan template yang sesuai, untuk meningkatkan partisipasi belajar. Pada pernyataan ketiga belas, 51,4% siswa sangat membutuhkan dan 48,5% membutuhkan media animasi yang menarik. Pernyataan keempat belas menyatakan bahwa 54,2% siswa sangat membutuhkan dan 40% membutuhkan media berupa gambar, audio, dan animasi yang sesuai Pernyataan menunjukkan bahwa 40% siswa sangat membutuhkan dan 54,2% membutuhkan diskusi kelompok dalam pembelajaran. Pernyataan menyebutkan bahwa evaluasi mandiri dan kelompok dibutuhkan, dengan 45,7% sangat membutuhkan dan 51,4% membutuhkan. Pernyataan ketujuh belas menunjukkan bahwa 37,1% siswa sangat membutuhkan Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 9 . : 17Ae30 dan 60% membutuhkan latihan yang sesuai indikator penilaian. Pernyataan kedelapan belas menunjukkan bahwa 31,4% siswa membutuhkan latihan berdasarkan tema Pernyataan menyebutkan bahwa 31,4% siswa sangat membutuhkan dan 62,8% membutuhkan penggunaan aplikasi evaluasi online (Google Formulir. Kahoot!. Quiziz. Hal ini menunjukkan pentingnya media evaluasi yang interaktif dalam pembelajaran menulis Pada pertanyaan terbuka dalam angket menunjukkan bahwa mayoritas siswa mengusulkan penambahan materi jenis-jenis puisi, terutama puisi diafan dan prismatis yang relevan untuk kelas Vi. Materi ini dinilai dapat memperluas pemahaman siswa Selanjutnya, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap media video animasi dan penggunaan musik latar . yang sesuai. Hasil ini diperkuat melalui wawancara dengan dua siswa yang menyatakan bahwa penggunaan media menarik dapat meningkatkan perhatian serta menghidupkan suasana Hal ini pun diperkuat dengan hasil wawancara dengan dua orang siswa kelas Vi yang menyatakan bahwa adanya bantuan media yang menarik meningkatkan pembelajaran yang diharapkan dapat menghidupkan suasana belajar di kelas. Hasil Tahap Desain (Desig. Pada mengembangkan konsep produk awal dengan menggunakan flowchart dan storyboard yang mengacu pada rumusan tujuan pembelajaran. Flowchart Renderforest Media Pembelajaran Berdasarkan kebutuhan siswa dan guru terhadap renderforest materi menulis puisi di kelas Vi di SMP Negeri 6 Indralaya Utara, peneliti membuat diagram alir terhadap media pembelajaran yang dikembangkan melalui aplikasi renderforest yang nantinya digunakan dalam pembelajaran menulis puisi di kelas Vi SMP Negeri 6 Indralaya Utara. Storybord Media Pembelajaran Renderforest Dari analisis yang telah dilakukan, menggunakan aplikasi renderforest sebagai . Pembuka, tampilan awal berisi kata selamat datang dan judul beserta identitas peneliti dan dosen pembimbing. Kompetensi, berupa tampilan capaian dan tujuan pembelajaran. Materi, berisikan hal yang akan dipelajari mengenai menulis puisi yaitu, pengertian puisi, ciri-ciri puisi, jenis-jenis puisi beserta contoh, langkah menulis puisi, serta tips dalam menulis puisi. Evaluasi, berupa latihan soal yang ketercapaian siswa pada materi yang Selain itu, terdapat pula latihan soal yang bersifat individu, fungsinya melatih siswa dalam menulis dan menganalisis unsur yang terkandung dalam Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Ranti. Dkk. Pengembangan Media AudiovisualA sebuah puisi. Profil Pengembang, dan . Daftar Pustaka, berisikan referensi sumber tulisan pada Hasil Tahap (Developmen. Tampilan Produk Penjelasan capaian dan terkait materi menulis puisi. Penjelasan puisi secara Penjelasan ciriciri puisi. Penjelasan terkait jenisjenis puisi. Pengembangan Tahap pengembangan ini dilakukan untuk mendapatkan hasil berupa rancangan tampilan video pembelajaran, validasi, serta revisi, sehingga mendapatkan produk final. Berikut ini tampilan produk pengembangan media pembelajaran menggunakan aplikasi No. Keterangan Tampilan pada video. Penjelasan Pengenalan tokoh penyaji Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 9 . : 17Ae30 Penjelasan terkait unsurunsur puisi. Contoh analisis puisi hujan bulan Penjelasan menulis puisi. Penjelsan menulis puisi. Kesimpulan Latihan soal Tugas Individu yang lewat google Profil dan ucapan terima kasih video hingg Produk berupa video pembelajaran yang telah dikembangkan, selanjutnya melewati tahap uji awal produk yang dilakukan oleh para ahli. Tahapan ini akan dilakukan penilaian berupa uji kelayakan produk video pembelajaran dari segi materi, bahasa, dan media. Penilaian dilakukan melalui angket kuesioner yang berisi pertanyaan relevan yang diberikan terhadap validator. Angket atau kuesioner yang telah diisi kemudian Dari hasil validasi ahli, skor penilaian media dinyatakan sangat layak digunakan. Adapun kelayakan media dari hasil validasi para ahli, yaitu: materi dengan rata-rata 95,8%, bahasa dengan rata-rata 90,3%, dan media dengan rata-rata 93,3%. Ahli materi dilakukan oleh validator Dr. Zahra Alwi. Pd. , selaku dosen pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada tanggal 14-18 Februari 2024, dengan rata-rata skor 46/48. Maka, perolehan persentase adalah 95,8%. Ahli bahasa dilakukan oleh Dr. Izzah. Pd. , selaku dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada tanggal 4 Februari 2024. Dengan ratarata 47/52. Maka, perolehan persentase adalah 90,3%. Ahli media dilakukan oleh Astrid Yulinda Putri. , selaku dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada tanggal 14-26 Februari 2024. Dengan rata-rata 42/44. Maka, perolehan persentase adalah 93,3%. Revisi produk media pembelajaran Renderforest berbasis audiovisual dilakukan oleh peneliti Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Ranti. Dkk. Pengembangan Media AudiovisualA berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan oleh ketiga validator, yaitu validasi kelayakan materi, bahasa, dan media/kegrafikaan. Berikut ini tabel hasil revisi tersebut. Tampilan Hasil Revisi Berdasarkan tabel tersebut hasil revisi dari validator yaitu sebagai berikut. Revisi dari ahli media: ukuran dan jenis font yang digunakan dan terdapat unsur lainnya agar media tidak monoton serta penghilangan sumber blog. Selain itu, sumber blog diubah dalam bentuk artikel, jurnal, dan buku ilmiah. Revisi dari ahli bahasa: penyesuaian kembali tulisan berdasarkan aturan EYD V terhadap kesalahan ejaan, tanda baca, dan . Revisi ahli materi: materi sebaiknya diberikan contoh agar siswa dapat memahami materi lebih dalam. Pemanfaatan media pembelajaran dalam materi penulisan puisi berbasis audiovisual melalui aplikasi renderforest merupakan inovasi terbaru dalam sektor Ini sejalan dengan kemajuan teknologi di era industri 4. 0 yang terusmenerus berusaha menghasilkan metode kemandirian siswa, serta memfasilitasi penemuan hal-hal baru selama proses Berdasarkan penelitian (Purba & Saragih, 2. , teknologi memainkan peran penting dalam pendidikan, yaitu . memberikan pengalaman belajar yang segar bagi siswa. menyediakan lebih banyak peluang belajar karena dapat diakses di berbagai lokasi dan waktu. memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan prestasi akademis siswa. Dalam konteks ini, media pembelajaran renderforest muncul sebagai inovasi yang menarik, bukan hanya memberikan keuntungan dalam aspek pedagogis tetapi juga menawarkan kemudahan dan efisiensi Menurut Pratiwi & Handayani . , teknologi memainkan peranan penting menghadirkan pengalaman belajar yang baru, akses pendidikan yang lebih luas, dan peningkatan hasil belajar siswa. Media renderforest, memberikan inovasi yang signifikan dan manfaat dalam proses belajar, menjadikannya lebih fleksibel dan efektif. Akses terhadap media ini tidak dibatasi oleh waktu atau lokasi, sehingga dapat digunakan oleh siapa pun kapan saja. Selain itu, media pembelajaran ini dirancang untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan menulis puisi. Dengan menggunakan media audiovisual yang interaktif, siswa dapat berlatih dan meningkatkan pemahaman mereka tentang Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 9 . : 17Ae30 Oleh karena itu, media ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu belajar, tetapi juga sebagai tempat untuk memperkaya minat dan bakat siswa di bidang sastra. Pembelajaran menulis puisi adalah bagian integral dari kurikulum bahasa Indonesia di sekolah. Dengan demikian, dalam penerapannya sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan, baik yang datang dari siswa, guru, maupun kurikulum yang Menurut Ekoati dalam kutipan (Sahdan et al. , 2. , menciptakan puisi sering kali menjadi tuntutan berat bagi para Hal ini disebabkan oleh pandangan siswa yang menganggap puisi sebagai hal yang terlalu rumit, baik dari segi penggunaan bahasa maupun interpretasinya. Di tingkat sekolah menengah pertama, banyak pelajar yang kurang berminat untuk menulis puisi. Padahal, menulis puisi memiliki peranan penting dalam membantu siswa mengasah pola pikir yang lebih Dalam hal ini, siswa biasanya lebih menyukai menulis karya ilmiah populer ketimbang menciptakan puisi. Mengingat tantangan yang dialami siswa dalam proses belajar, khususnya dalam menciptakan puisi. Penggunaan media pembelajaran audiovisual seperti renderforest muncul sebagai alternatif yang inovatif di antara banyak pilihan lainnya. Media ini dapat diakses melalui saluran Youtube, berfungsi sebagai sarana dalam Dengan memanfaatkan perangkat seperti gawai atau visualisasi yang mendukung pemahaman konsep-konsep abstrak yang terkandung dalam puisi. Peran guru adalah sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam menggunakan sumber daya digital dengan cara yang efisien. Keuntungan yang dihadirkan oleh media pembelajaran audiovisual melalui aplikasi renderforest adalah konten yang terstruktur dengan baik, fleksibilitas dalam penggunaan, serta efisiensi waktu. Dalam pembelajaran ini, ada konten yang telah dirancang secara cermat dengan memadukan beberapa elemen penting, yaitu . pembelajaran yang ingin dicapai. materi, yang menyajikan video pembelajaran tentang teks puisi, definisi puisi, ciri-cirinya, jenis yang ada, contoh, unsur yang langkah-langkah menulis, serta tips untuk menciptakan puisi yang baik dan benar. Evaluasi, berupa latihan yang digunakan untuk menilai tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, ada pula latihan individu, yang berfungsi untuk mengasah keterampilan siswa dalam menulis dan memahami unsur yang ada dalam puisi. Profil Pengembang, yang memuat ringkasan tentang latar belakang pengembang. Daftar Pustaka, yang berisi referensi sumber tulisan pada produk. Penelitian mengenai pengembangan media pembelajaran berbasis menulis puisi dengan pendekatan audiovisual ini dilandasi dari studi-studi sebelumnya yang bertujuan untuk menangani kelemahan-kelemahan dan isu-isu yang telah dikenali. Penelitian yang dilakukan oleh Ravilla et al . serta Aditya keberhasilan media pendidikan sejenis dalam memperbaiki kemampuan siswa di ruang kelas. Namun, kedua studi tersebut masih memiliki kekurangan, yakni belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk audiovisual melalui aplikasi renderforest materi menulis puisi. Media ini dirancang secara spesifik untuk menyajikan video animasi yang menarik, disertai saran tentang teknik menulis puisi, serta soal-soal latihan dalam format kuis. Desain alat ini memprioritaskan kemudahan penggunaan, efisiensi, dan aksesibilitas yang dapat digunakan kapan saja dan di mana saja. Penilaian kebutuhan siswa dan guru di SMP Negeri 6 Indralaya Utara menunjukkan bahwa pengajar belum memiliki alat pengajaran yang ideal untuk materi menulis puisi. samping itu, siswa mengungkapkan kejenuhan terhadap metode pengajaran tradisional yang seringkali diterapkan. Sebagai hasilnya, pengembangan media pembelajaran menulis puisi berbasis audiovisual ini diharapkan dapat membawa inovasi dalam meningkatkan proses pembelajaran menulis puisi. Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Ranti. Dkk. Pengembangan Media AudiovisualA Setelah menganalisis kebutuhan, peneliti merancang media pembelajaran renderforest yang sesuai dengan hasil analisis tersebut. Rancangan ini kemudian dikonsultasikan dengan pembimbing dan direvisi berdasarkan arahan yang diberikan. Setelah rancangan disetujui, peneliti mulai pembelajaran audiovisual. Setelah tahap pengembangan produk, peneliti melanjutkan ke tahap validasi yang melibatkan tiga ahlu, yaitu materi, bahasa, dan media. Ketiga ahli tersebut, melakukan uji validasi terhadap produk renderforest yang telah dikembangkan. Hasil validasi ini akan menentukan kelayakan produk untuk dikembangkan dan digunakan dalam proses pembelajaran menulis puisi di SMP Negeri 6 Indralaya Utara. Selanjutnya, peneliti merevisi produk berdsarkan arahan dan saran dari validator. Hal ini sejalan dengan pendapat Risa et al . yang menyatakan bahwa, pengembangan media perlu melalui tahap validasi oleh para ahli di bidangnya. Setelah proses validasi tersebut dilakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan revisi berdasarkan masukan dan hasil dari validasi. Dari sudut pandang kelayakan materi, terdapat skor sebesar 46 dari total Persentase kelayakan materi mencapai 95,8%, sementara skor kelayakan bahasa adalah 47 dari skor maksimum 52. Terakhir, untuk aspek kelayakan media, diperoleh persentase sebesar 90,3% dengan skor 42 dari maksimum 44. Hasil validasi aspek materi menunjukkan persentase sebesar 93,3%. Setelah penilaian terhadap produk yang dikembangkan oleh peneliti selesai, peneliti melakukan revisi pada beberapa bagian sesuai dengan arahan dan rekomendasi dari para validator. Jika semua revisi telah dilaksanakan dengan baik sesuai masukan validator, maka produk media pembelajaran berbasis audiovisual dengan aplikasi renderforest ini dapat digunakan oleh siswa dan guru di SMP Negeri 6 Indralaya Utara dalam pembelajaran menulis teks puisi. Salah satu keunggulan media pembelajaran berbasis renderforest yang dikembangkan oleh peneliti adalah jenis aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai template menarik yang siap pakai, sehingga mempercepat proses pengeditan. Pengguna dapat dengan mudah menemukan template yang cocok dengan topik dan gaya video pembelajaran yang ingin mereka ciptakan. Banyaknya pilihan template memungkinkan pemula untuk menghasilkan video yang tampak profesional tanpa membutuhkan keterampilan desain yang mendalam (Aditya, 2. Aplikasi ini tidak hanya mendukung penambahan sulih suara dan musik latar dalam video, tetapi juga menawarkan beragam animasi dan grafik yang terbukti efektif dalam membantu siswa memahami materi yang kompleks. Selain itu, animasi dapat ditingkatkan dengan visual 3D, sehingga gerakan yang dihasilkan tampak lebih realistis dan objek terlihat lebih Harapan dari kehadiran aplikasi ini adalah untuk memberikan kontribusi positif terhadap kegiatan pembelajaran, khususnya dalam pengembangan keterampilan menulis di mata pelajaran bahasa Indonesia. Terdapat beberapa kelemahan dalam dikembangkan oleh peneliti, yaitu . Diperlukan akses internet yang stabil untuk dapat menggunakan produk yang dibuat oleh peneliti. Media pembelajaran renderforest memerlukan pembayaran jika ingin dipakai lebih dari dua menit. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, media pembelajaran audiovisual berbasis aplikasi Renderforest dinyatakan sangat layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran menulis puisi untuk siswa kelas Vi SMP. Validasi oleh ahli materi, bahasa, dan media menunjukkan hasil yang sangat baik dengan persentase masing-masing 95,8%, 90,3%, dan 93,3%. Kebaruan media ini terletak pada integrasi animasi 3D, tampilan visual yang interaktif, dan penyajian konten berbasis audio-visual yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Media ini tidak hanya menyajikan materi secara menarik tetapi juga mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap materi menulis puisi. Kontribusi utama dari penelitian ini Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 9 . : 17Ae30 pembelajaran yang relevan dengan era digital dan Kurikulum Merdeka, serta dapat digunakan secara fleksibel di berbagai kondisi kelas. Media ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai model pembelajaran yang inovatif dalam pengajaran sastra, khususnya pada materi menulis puisi di tingkat SMP. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti memberikan beberapa saran untuk dikembangkan, yaitu sebagai berikut. Bagi Siswa Peneliti berharap media pembelajaran yang berbasis audiovisual dengan aplikasi renderforest yang telah dirancang dapat berfungsi sebagai sarana untuk mendukung siswa dalam proses belajar secara lebih efektif, dinamis, kreatif, dan inovatif. samping itu, media ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam membuat puisi, sehingga mereka dapat mencapai hasil yang memuaskan dan memperoleh nilai yang memenuhi Kriteria Ketuntasan atau nilai yang ditetapkan oleh . Bagi Guru Peneliti berharap agar media pembelajaran yang berbasiskan audiovisual dengan aplikasi renderforest ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan didukung dengan keterampilan pedagogis yang cukup dari para guru, sehingga akan terwujud proses belajar yang efisien dan Khususnya pembelajaran menulis puisi, diharapkan media ini dapat mendukung guru dalam melaksanakan proses pembelajaran tersebut. Bagi Peneliti Peneliti berharap bahwa penelitian selanjutnya dapat meningkatkan performa produk yang telah diciptakan, dengan mempertimbangkan kekurangan yang telah Walaupun produk yang dibangun telah menunjukkan manfaat, masih ada sejumlah kelemahan yang perlu Dengan demikian, peneliti mengharapkan adanya penelitian-penelitian selanjutnya yang serupa sehingga dapat menyempurnakan dan memperbaiki produk tersebut, agar proses belajar, khususnya pada topik penulisan puisi, dapat berjalan lebih optimal bagi siswa dan pengajar. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Drs. Ansori. Si. Ibu Hani Atus Sholikhah. Pd atas arahan dan bimbingannya sehingga penelitian ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Selain itu, penulis juga menyampaikan banyak rasa terima kasih kepada para pengajar terutama Ibu Windri Oktarini. Pd. , selaku guru Bahasa Indonesia dan peserta didik kelas VIIl SMP Negeri 6 Indralaya Utara atas bantuan dan kerja sama yang diberikan dalam pengumpulan data artisipasi dan kontribusi yang diberikan sangat berarti bagi keberhasilan penelitian ini. Daftar Pustaka